0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan12 halaman

Penyuluhan Masalah Nyeri dan ROP

Dokumen tersebut merupakan satuan acara penyuluhan yang membahas tentang masalah nyeri dengan tindakan relaksasi otot progresif (ROP). Penyuluhan akan diselenggarakan di RSD dr. Soebandi Jember pada tanggal 7 September 2022 dengan materi pengertian, manfaat, dan teknik ROP.

Diunggah oleh

Ci Ci
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan12 halaman

Penyuluhan Masalah Nyeri dan ROP

Dokumen tersebut merupakan satuan acara penyuluhan yang membahas tentang masalah nyeri dengan tindakan relaksasi otot progresif (ROP). Penyuluhan akan diselenggarakan di RSD dr. Soebandi Jember pada tanggal 7 September 2022 dengan materi pengertian, manfaat, dan teknik ROP.

Diunggah oleh

Ci Ci
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Oleh :
Kelompok 5

Amelia Sarifatul Uliyah (19037140002)


Cici Riskiana (19037140012)
Fani Riyanto (19037140016)
Muslihotin Hofifah (19037140035)
Umar Husaen Kadafi (19037140061)
Vera Lusiana (19037140062)

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN


UNIVERSITAS BONDOWOSO
2022
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : MASALAH NYERI DENGAN TINDAKAN ROP

Sasaran : Pasien dan keluarga pasien

Hari/Tgl : Rabu, 07 September 2022

Pukul : 10.00 – 10.25 WIB

Waktu : 25 menit

Tempat : RSD dr. Soebandi Jember

I. Analisis Situasi

1.1 Peserta Diskusi : pasien dan keluarga pasien

1.2 Ruangan Diskusi : Ruang seruni

1.3 Pemberi Materi : Mahasiswa Prodi DIII Keperawatan Universitas Bondowoso

II. Tujuan

2.1 Tujuan umum :

Setelah mengikuti diskusi kelompok tentang Masalah Nyeri Dengan Tindakan


Rop diharapkan pasien dan keluarga pasien dapat memahami tentang Masalah
Nyeri Dengan Tindakan Rop

2.2 Tujuan khusus :

Setelah mengikuti diskusi kelompok tentang Masalah Nyeri Dengan


Tindakan Rop Pasien diharapkan dapat :

a. Menyebutkan definisi Terapi Relaksasi Otot Progresif


b. Menyebutkan manfaat Terapi Relaksasi Otot Progresif Rop
c. Menyebutkan tujuan Relaksasi Otot Progresif
1. Mampu menjelaskan Teknik Terapi Relaksasi Otot Progresif

III. Materi

3.1 Pengertian Relaksasi Otot Progresif

3.2 manfaat Relaksasi Otot Progresif

3.3 Tujuan Relaksasi Otot Progresif


3.4 5 Teknik Relaksasi Otot Progresif.

IV. Metode dan Media

4.1 Metode : Ceramah, demonstrasi, tanya jawab

4.2 Media : Leaflet mengenai Relaksasi Otot Progresif

V. Kegiatan Diskusi

No Topik Kegiatan diskusi


Waktu Kegiatan peserta

1. Pembukaan 5 menit 1. Memberikan Laeflet 1. Menerima dan


2. mengucapkan salam membaca
dan membuka leaflet
kegiatan diskusi 2. Menjawab
salam

1. Menyampaikan
2. Pelaksanaan 10 menit 1. Menyimak
materi yang akan di
materi yang
diskusikan
disampaikan
mengenai CTPS
2. Memperhatika
( Cuci tangan pakai
n
sabun), Etika Batuk
dan Gelang Identitas
pasien
2. Menarik kesimpulan

3. Memberikan kesempatan Bertanya


Evaluasi 5 menit
pada klien untuk bertanya
tentang materi yang
disampaikan
Menjawab pertanyaan
Mendengarkan

4. Penutup Mengucapkan salam Menjawab salam


5 menit
penutup , mengakhiri
pertemuan serta
mengucapkan terima
kasih

VI. Kriteria Evaluasi

5.1 Evaluasi Struktur

a. Kesiapan materi

b. Kesiapan SAP

c. Kesiapan media

d. Klien hadir di tempat diskusi

e. Penyelenggaraan diskusi

5.2 Evaluasi Proses

a. Fase dimulai sesuai waktu yang direncanakan

b. Respon peserta

c. Suasana penyuluhan

5.3 Evaluasi Hasil

a. Respon peserta terhadap penyuluhan


MATERI PENYULUHAN

MASALAH NYERI DENGAN TINDAKAN ROP

1. Definisi Relaksasi Otot Progresif

Relaksasi Otot Progresif adalah suatu bentuk latihan fisik yang memberikan

pengaruh baik terhadap tingkat kemampuan fisik manusia untuk mengurangi

kecemasan, bila dilaksanakan dengan baik dan benar. Relaksasi otot progresif atau

latihan fisik sering diidentifikasi sebagai suatu kegiatan yang meliputi aktifitas

fisik yang teratur dalam jangka waktu dan intensitas tertentu. Senam merupakan

bagian dari usaha menjaga kebugaran termasuk kesehatan jantung dan pembuluh

darah, dan sebagai bagian dari program retabilitas bagi mereka yang telah

menderita dan cemas dengan darah tinggi.

Menurut Herodes (2010), teknik relaksasi otot progresif adalah teknik

relaksasi otot dalam yang tidak memerlukan imajinasi, ketekunan, atau sugesti

Berdasarkan keyakinan bahwa tubuh manusia berespons pada kecemasan dan

kejadian yang merangsang pikiran dengan ketegangan otot.

2. Tujuan Relaksasi Otot Progresif

Menurut Herodes (2010). Alim (2009), dan Potter (2005), tujuan dari teknik

ini adalah untuk:

1. Menurunkan ketegangan otot, kecemasan, nyeri leher dan punggung,

tekanan darah tinggi, frekuensi jantung, laju metabolic.

2. Mengurangi disritmia jantung, kebutuhan oksigen.

3. Meningkatkan gelombang alfa otak yang terjadi ketika klien sadar dan

tidak memfokuskan perhatian serta relaks.

4. Meningkatkan rasa kebugaran, konsentrasi


5. Memperbaiki kemampuan untuk mengatasi stress

6. Mengatasi insomnia, depresi, kelelahan, iritabilitas, spasme otot, fobia

ringan, gagap ringan, dan

7. Membangun emosi positif dari emosi negative.

3. Manfaat Relaksasi Otot Progresif

a. Sebagai pencegahan timbulnya suatu penyakit.

b. Sebagai pengobatan (kuratif) Penyakit yang dapat disembuhkan dan

dikurangi dengan relaksasi otot progresif adalah kecemasan, kelemahan

kelainan sirkulasi darah. Hipertensi, DM, kelainan infark jantung, kelainan

insufisiensi, koroner, kelainan pembuluh darah tepi, thromboplebitis dan

osteoporosis.

c. Sebagai rehabilisasi.

Dengan relaksasi yang baik akan mempengaruhi hal-hal sebagai berikut:

2. Memperkuat degenerasi karena telah mengalami perubahan usia

3. Mempermudah untuk menyesuaikan kesehatan jasmani dalam kehidupan.

4. Fungsi melindungi yaitu memperbaiki tenaga cadangan dalam

bertambahnya tuntutan (sakit).

5. Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan

Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan kegiatan

terapi relaksasi otot progresif.

1. Jangan terlalu menegangkan otot berlebihan karena dapat melukai diri

sendiri.

2. Dibutuhkan waktu sekitar 20-50 detik untuk membuat otot-otot relaks.

3. Perhatikan posisi tubuh. Lebih nyaman dengan mata tertutup.

4. Hindari dengan posisi berdiri.

5. Menegangkan kelompok otot dua kali tegangan.

6. Melakukan pada bagian kanan tubuh dua kali, kemudian bagian kiri dua

kali.
7. Memeriksa apakah klien benar-benar relaks.

8. Terus-menerus memberikan instruksi.

9. Memberikan instruksi tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat.

6. Teknik Terapi Relaksasi Otot Progresif

1. Persiapan

Persiapan alat dan lingkungan: kursi, bantal, serta lingkungan yang tenang

dan sunyi.

a. Persiapan klien

1. Jelaskan tujuan, manfaat, prosedur, dan pengisian lembar

persetujuan terapi pada klien

2. Posisikan tubuh klien secara nyaman yaitu berbaring dengan mata

tertutup menggunakan bantal dibawah kepala dan lutut atau duduk

dikursi dengan kepala ditopang, hindari posisi berdiri

3. Lepaskan asesoris yang digunakan seperti kacamata, jam, dan

sepatu

4. Longgarkan ikatan dasi, ikat pinggang atau hal lain yang sifatnya

mengikat ketat.

2. Prosedur

Gerakan 1: ditujukan untuk melatih otot tangan.

a. Genggam tangan kiri sambil membuat suatu kepalan.

b. Buat kepalan semakin kuat sambil merasakan sensasi ketegangan yang

terjadi.

c. Pada saat kepalan dilepaskan, klien dipandu untuk merasakan relaks

selama 10 detik.

d. Gerakan pada tangan kiri ini dilakukan dua kali sehingga klien dapat

membedakan perbedaan antara ketegangan otot dan keadaan relaks

yang dialami.

e. Prosedur serupa juga dilatihkan pada tangan kanan.


Gerakan 2: ditujukan untuk melatih otot tangan bagian belakang

Tekuk kedua lengan ke belakang pada pergelangan tangan sehingga otot di

tangan bagian belakang dan lengan bawah menegang, jari jari menghadap

ke langit-langit.

Gerakan 3: ditujukan untuk melatih otot biseps (otot besar pada bagian

atas pangkal lengan).

a. Genggam kedua tangan sehingga menjadi kepalan

b. Kemudian membawa kedua kepalan ke pundak sehingga otot biseps

akan menjadi tegang.

Gerakan 4: ditujukan untuk melatih otot bahu supaya mengendur.

a. Angkat kedua bahu setinggi-tingginya seakan-akan hingga menyantuh

kedua telinga.

b. Fokuskan atas, dan leher.

Gerakan 5 dan 6: ditujukan untuk melemaskan otot-otot wajah (seperti otot

dahi, mata, rahang, dan mulut).

a. Gerakkan otot dahi dengan cara mengerutkan dahi dan alis sampai otot

terasa dan kulitnya keriput.

b. Tutup keras-keras mata sehingga dapat dirasakan disekitar mata dan

otot otot yang mengendalikan gerakan mata.

Gerakan 7: ditujukan untuk mengendurkan ketegangan yang dialami oleh

otot rahang. Katupkan rahang, diikuti dengan menggigit gigi sehingga

terjadi ketegangan disekitar otot rahang.

Gerakan 8: ditujukan untuk mengendurkan otot-otot sekitar mulut. Bibir

dimoncongkan sekuat-kuatnya sehingga akan dirasakan ketegangan di

sekitar mulut.

Gerakan 9: ditujukan untuk merileksikan otot leher bagian depan maupun

belakang.
a. Gerakan diawali dengan otot leher bagian belakang baru kemudian

otot leher bagian depan.

b. Letakkan kepala sehingga dapat beristirahat.

c. Tekan kepala pada permukaan bantalan kursi sedemikian rupa

sehingga dapat merasakan ketegangan dibagian belakang leher dan

punggung atas

Gerakan 10: ditujukan untuk melatih otot leher begian depan.

a. Gerakan membawa kepala ke muka.

b. Benamkan dagu ke dada, sehingga dapat merasakan ketegangan di

daerah leher bagian muka.

Gerakan 11: ditujukan untuk melatih otot punggung

a. Angkat tubuh dari sandaran kursi.

b. Punggung dilengkungkan.

c. Busungkan dada, tahan kondisi tegang selama 10 detik, kemudian

relaks.

d. Saat relaks, letakkan tubuh kembali ke kursi sambil membiarkan otot

menjadi lemas.

Gerakan 12: ditujukan untuk melemaskan otot dada.

a. Tarik napas panjang untuk mengisi paru-paru dengan udara sebanyak

banyaknya.

b. Ditahan selama beberapa saat, sambil merasakan ketegangan di bagian

dada sampai turun ke perut, kemudian dilepas. c. Saat ketegangan

dilepas, lakukan napas normal dengan lega.

c. Ulangi sekali lagi sehingga dapat dirasakan perbedaan antara kondisi

tegang dan relaks,

Gerakan 13: ditujukan untuk melatih otot perut.

a. Tarik dengan kuat perut kedalam.


b. Tahan sampai menjadi kencang dank eras selama 10 detik, lalu

dilepaskan bebas.

c. Ulangi kembali seperti gerakan awal perut ini.

Gerakan 14-15: ditujukan untuk melatih otot-otot kaki (seperti paha dan

betis).

a. Luruskan kedua telapak kaki sehingga otot paha terasa tegang

b. Lanjutkan dengan mengunci lutut sedemikian rupa sehingga

ketegangan pindah ke otot betis.

c. Tahan posisi tegang selama 10 detik, lalu dilepas.

d. Ulangi setiap gerakan masing-masing dua kali.


DAFTAR PUSTAKA

Alim 2019. "Langkah-Langkah Relaksasi Otot Progresif". Herodes, R. (2015).


Anxiety and Depression in Patient.

http//[Link]/Langkah-Langkah-Relaksasi-Otot-Progresif,
diakses tanggal 25 Nopember 2014.

Perry, Patricia A., & Potter. Anne Griffin. (2015). Fundamental Keperawatan
buku 1 edisi 7. Jakarta: Salemba Medika

Anda mungkin juga menyukai