LAPORAN PERCOBAAN RANGKAIAN
KAPASITOR PARALEL DAN SERI
DI SUSUN OLEH :
Muhammad Luthfi Al Faridz
XII MIPA 3
GURU PEMBIMBING :
Dwi Rahma Suswanti, [Link]
SMA NEGERI 1 TANAH GROGOT
KAB. PASER KALIMANTAN TIMUR
Daftar Isi
Daftar Isi 1
KATA PENGANTAR 2
BAB I 3
PENDAHULUAN 3
A. Latar Belakang 3
B. Tujuan 3
BAB II 4
TINJAUAN PUSTAKA 4
BAB III 7
METODOLOGI PRAKTIKUM 7
A. Waktu & Tempat Praktikum 7
B. Alat dan Bahan 7
C. Prosedur kerja 8
BAB IV 11
HASIL & PENGAMATAN 11
A. Hasil 11
B. Pembahasan 11
BAB IV 14
PENUTUP 14
A. Kesimpulan 14
B. Saran 14
DAFTAR PUSTAKA 15
1
KATA PENGANTAR
Puji syukur alhamdulillah kita panjatkan ke hadirat Allah swt, yang telah memberikan
rahmat dan karunia-Nya sehingga Laporan Percobaan Kapasitor Paralel dan Seri dapat
diselesaikan dengan baik. Tidak lupa shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada
Rasulullah Muhammad SAW, keluarganya, sahabatnya, dan kepada kita selaku umatnya.
Laporan ini saya buat untuk melengkapi tugas mata pelajaran Fisika. Saya juga
menyadari pentingnya akan sumber bacaan dan referensi internet yang telah membantu dalam
memberikan informasi yang akan menjadi bahan Laporan Percobaan ini.
Saya mohon maaf jika didalam Laporan ini terdapat banyak kesalahan dan
kekurangan. Semoga Laporan Percobaan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Kalimantan Timur, Agustus 2022
Muhammad Luthfi Al Faridz
2
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam dunia elektronika tentunya tidak terlepas dari hal yang namanya kapasitor.
Kapasitor merupakan komponen yang dapat menyimpan muatan listrik. Kapasitor ini
merupakan komponen yang sangat penting dalam dunia elektronika. Dalam ilmu fisika,
kapasitor dikenal sebagai komponen elektris yang secara fisis terdiri dari dua konduktor dan
dipisahkan oleh bahan isolator atau dielektrik. Kapasitor ini terbagi menjadi 2 yaitu: kapasitor
polar (terkutub) dan kapasitor non polar (tak terkutub). Dalam pemasangannya terdapat
berbagai macam tipe rangkaian dan satu sama lain dapat dikombinasikan.
Kapasitansi (C) sebuah kapasitor didefinisikan sebagai perbandingan besar muatan (Q)
pada salah satu konduktornya terhadap besar beda potensial (V ab) antara kedua konduktor
tersebut : C = Q / Vab. Maka berdasarkan definisi ini, satuan kapasitansi ialah satu coulomb
per volt atau ( 1 CV-1 ). Kapasitansi sebesar 1 Coulomb per Volt disebut 1 Farad. Kapasitansi
pada kapasitor berhubungan dengan rangkaian kapasitor. Bagaimana nilai kapasitansinya jika
disusun secara paralel dan seri. Apakah disusun secara paralel dan seri akan mempengaruhi
nilai kapasitansinya. Kami melakukan percobaan rangkaian kapasitor seri dan paralel untuk
menguji hal tersebut.
B. Tujuan
● Mempelajari besar kapasitas pada rangkaian kapasitor yang disusun secara seri dan
paralel
● Mempelajari besar tegangan pada rangkaian kapasitor yang disusun secara seri dan
paralel
● Mempelajari besar muatan pada rangkaian kapasitor yang disusun secara seri dan
paralel
3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Kapasitor adalah suatu komponen elektronika yang berfungsi untuk menyimpan arus
listrik dalam bentuk muatan. Sebuah kapasitor pada dasarnya terbuat dari dua buah
lempengan logam yang saling sejajar satu sama lain dan diantara kedua logam tersebut
terdapat bahan isolator yang sering disebut dielektrik. Bahan dielektrik tersebut dapat
mempengaruhi nilai dari kapasitansi kapasitor tersebut. Adapun bahan dielektrik yang paling
sering dipakai adalah keramik, kertas, udara, metal film dan lain-lain.
Suatu kapasitor mempunyai satuan yaitu Farad (F), yang ditemukan oleh Michael
Faraday (1791-1867) pada dasarnya kapasitor dibagi menjadi 2 bagian yaitu kapasitor Polar
dan Non Polar, berikut penjelasanya :
● Kapasitor Polar adalah kapasitor yang kedua kutubnya mempunyai polaritas positif
dan negatif. Biasanya kapasitor Polar bahan dielektriknya terbuat dari elektrolit dan
biasanya kapasitor ini mempunyai nilai kapasitansi yang besar dibandingkan dengan
kapasitor yang menggunakan bahan dielektrik kertas atau mika atau keramik.
● Kapasitor Non Polar adalah kapasitor yang yang pada kutubnya tidak mempunyai
polaritas artinya pada kutub-kutubnya dapat dipakai secara berbalik. Biasanya
kapasitor ini mempunyai nilai kapasitansi yang kecil dan bahan dielektriknya terbuat
dari keramik, mika, dll.
Satuan satuan yang sering dipakai untuk kapasitor adalah :
● 1 Farad = 1.000.000 μF (mikro Farad).
● 1 Farad = 1.000 nF (nano Farad).
● 1 Farad = 1.000 pF (piko Farad).
Sifat dasar sebuah kapasitor adalah dapat menyimpan muatan listrik, dan kapasitor
juga mempunyai sifat tidak dapat dilalui arus DC (Direct Current) dan dapat dilalui arus AC
(Alternating Current) dan juga dapat berfungsi sebagai impedansi (resistansi yang nilainya
tergantung dari frekuensi yang diberikan).
Fungsi kapasitor adalah pada rangkaian rangkaian elektronika biasanya adalah sebagai
berikut:
● Kapasitor sebagai kopling. Dilihat dari sifat dasar kapasitor yaitu dapat dilalui arus
AC dan tidak dapat dilalui arus DC, dapat dimanfaatkan untuk memisahkan 2 buah
rangkaian yang saling tidak berhubungan secara DC tetapi masih berhubungan secara
AC (signal), artinya sebuah kapasitor berfungsi sebagai kopling atau penghubung
antara 2 rangkaian yang berbeda.
● Kapasitor berfungsi sebagai filter pada sebuah rangkaian power supply. Yang saya
maksud disini adalah kapasitor sebagai ripple filter. Disini sifat dasar kapasitor yaitu
dapat menyimpan muatan listrik yang berfungsi untuk memotong tegangan ripple.
● Kapasitor sebagai penggeser fasa.
4
● Kapasitor sebagai pembangkit frekuensi pada rangkaian osilator.
● Kapasitor digunakan juga untuk mencegah percikan bunga api pada sebuah saklar.
Kegunaan kapasitor dalam berbagai rangkaian listrik adalah:
A. Mencegah loncatan bunga api listrik pada rangkaian yang mengandung kumparan,bila
tiba-tiba arus listrik diputuskan dan dinyalakan.
B. Menyimpan muatan atau energi listrik dalam rangkaian penyala elektronik.
C. Memilih panjang gelombang pada radio penerima.
D. Sebagai filter dalam catu daya (power supply).
Ketika kapasitor dihubungkan dengan sumber tegangan (misalnya baterai atau sumber
tegangan yang lain) kapasitor akan menyimpan muatan. Besarnya kapasitas muatan yang
tersimpan dalam kapasitor disebut kapasitas kapasitor. Besarnya kapasitas kapasitor disebut
kapasitansi.
Kapasitas kapasitor adalah banyak muatan yang tersimpan dalam kapasitor ketika
dihubungkan dengan beda potensial tertentu. Besarnya kapasitansi (C) adalah :
Q
C=
V
Keterangan:
C = Kapasitas kapasitor (Farad)
Q = Muatan yang tersimpan (Coulomb)
V = Beda potensial (Volt)
Banyak rangkaian elektronik yang menggunakan kapasitor dengan berbagai ukuran
kapasitas. Kadang kapasitas kapasitor yang tersedia di pasaran tidak sesuai dengan kapasitas
yang diperlukan. Untuk mendapatkan kapasitas yang sesuai dengan yang diperlukan, dapat
digunakan rangkaian atau gabungan beberapa kapasitor secara seri atau paralel atau gabungan
seri dan paralel.
C1, C2, dan C3 yang dirangkaikan secara paralel, jika ujung ketiga kapasitor
dihubungkan dengan sumber tegangan sebesar V, setiap kapasitor memperoleh tegangan
sebesar V juga. Jika kapasitas rangkaian kapasitor sebesar Cp maka qp = CpV Jumlah muatan
ketiga kapasitor ialah qp = q1 + q2 + q3, sehingga :
CpV = C1V + C2V+C3V
Atau
Cp = C1+ C2 + C3
Untuk n kapasitor yang dirangkai paralel berlaku :
Cp = C 1 + C 2 + C 3 + … + C n
5
Jika sebuah kapasitor diberi muatan, sesungguhnya yang terjadi ialah pemindahan
muatan listrik dari satu bidang kapasitor ke bidang lain. Untuk itu, diperlukan usaha. Usaha
yang diberikan untuk memindahkan muatan disimpan di dalam kapasitor sebagai energi.
Muatan sebuah kapasitor dengan kapasitas C diberi muatan listrik q sehingga diperoleh
potensial V. Dalam hal ini, besar muatan yang diberikan sebanding dengan potensial yang
diperoleh q = CV
Jadi, energi yang tersimpan dalam kapasitor yang bermuatan q dan potensial V adalah
1
W = q V.
2
Karena q = CV maka dapat dituliskan dalam bentuk lain, yaitu :
1 2
W = CV2 Atau W = q /C
2
Keterangan :
W = Energi yang tersimpan dalam kapasitor (J)
q = Muatan listrik (C)
V = Potensial kapasitor (V)
C = Kapasitas kapasitor (F)
6
BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM
A. Waktu & Tempat Praktikum
Praktikum dilaksanakan pada hari Senin 8 Agustus 2022 pukul 11.30-12.15 s/d 13.00-
13.45 WITA. Praktikum ini dilakukan di Laboratorium Fisika SMAN 1 Tanah Grogot.
B. Alat dan Bahan
Gambar Nama Gambar Nama
Alat/Bahan Alat/Bahan
Saklar Satu
Meter Dasar 90 Kutub
(2 Buah) (1 Buah)
Kabel Kapasitor 470μF
Penghubung (1 Buah)
Merah
(2 Buah)
Kabel Kapasitor
Penghubung 1000μF
Hitam (1 Buah)
(2 Buah)
Papan Catu Daya
Rangkaian (1 Buah)
(1 Buah)
7
Jembatan Baterai
Penghubung (Cadangan)
(1 Buah) (3 Buah)
C. Prosedur kerja
● Topik percobaan : Rangkaian Kapasitor Paralel
Persiapan percobaan
Gambar 3.1 rangkaian kapasitor paralel
Keterangan:
A. Persiapkan peralatan/komponen sesuai dengan daftar alat/bahan
B. Buat rangkaian seperti gambar di atas.
● Saklar dalam posisi terbuka (posisi 0).
● Meter dasar 90 berfungsi sebagai voltmeter dengan batas ukur 10 volt
DC.
● Sumber tegangan 3 volt DC atau catu daya dengan saklar pemilih te
● Tegangan keluaran pada posisi 3 volt DC (catu daya masih dalam
keadaan mati/off).
C. Bila menggunakan catu daya, hubungkan catu daya ke rangkaian (gunakan
kabel penghubung).
D. Periksa kembali rangkaian.
8
Langkah-langkah Percobaan:
a. Bila menggunakan catu daya hidupkan
catu dayanya terlebih dahulu. Tutup
saklar S (posisi 1) dan setelah beberapa
saat buka kembali saklar S (posisi 0).
b. Baca tegangan kapasitor C1, misalnya
V1 dan catat hasilnya ke dalam tabel
pada hasil pengamatan.
c. Pindahkan meter dasar ke titik A dan
D, setelah itu ulangi langkah a dan
baca tegangan kapasitor C2 misalnya
V2 , catat hasilnya ke dalam tabel pada
hasil pengamatan.
d. Pindahkan meter dasar ke titik A dan B, ulangi langkah a kemudian baca
tegangan rangkaian kapasitor, misalnya Vtot dan catat hasilnya ke dalam
tabel hasil pengamatan.
e. Ulangi langkah A s/d D dengan tegangan 6 volt DC, kemudian catat
hasilnya ke dalam tabel hasil pengamatan.
● Topik percobaan : Rangkaian Kapasitor Seri
Persiapan percobaan
Gambar 3.3 Rangkaian kapasitor seri
Keterangan:
A. Persiapkan peralatan/komponen sesuai dengan daftar alat/bahan.
B. Buat rangkaian seperti gambar di atas.
● Saklar dalam posisi terbuka (posisi 0).
● Meter dasar 90 berfungsi sebagai voltmeter dengan batas ukur 10 volt
DC.
9
● Sumber tegangan 3 volt DC atau catu daya dengan saklar pemilih
tegangan keluaran pada posisi 3 volt DC
C. Hubungkan catu-daya ke sumber tegangan PLN (catu-daya keadaan
mati/off).
D. Periksa kembali rangkaian.
Langkah-langkah percobaan
a. Tutup saklar S (posisi 1) dan setelah
beberapa saat buka kembali saklar S
(posisi 0).
b. Baca tegangan kapasitor C1, misalnya
V1 dan catat hasilnya ke dalam tabel
pada hasil pengamatan.
c. Pindahkan meter dasar ke titik B dan
D, setelah itu ulangi langkah a dan
baca tegangan kapasitor C2 misalnya
V2 , catat hasilnya ke dalam tabel pada
hasil pengamatan.
d. Pindahkan meter dasar ke titik A dan D, ulangi langkah a kemudian baca
tegangan rangkaian kapasitor misalnya Vtot dan catat hasilnya ke dalam
tabel pada hasil pengamatan.
e. Ulangi langkah A sampai D dengan tegangan sumber yang berbeda,
kemudian catat hasil ke dalam tabel pada hasil pengamatan.
10
BAB IV
HASIL & PENGAMATAN
A. Hasil
● Rangkaian Paralel
C1 = 470 µF = 470 x 10-6 F, C2 =1000 µF= 10-3 F
Tegangan V1 V2 Vtot Qtot = Q tot
Q1 = C1V1 Q2 = C2V2 C tot = C1+C2
Sumber volt volt volt Q1+Q2 V tot
1 2 3 4 5 6 7 8
3V 5,4 5,4 5,4 2358× 10- 5400 × 7938 × 1470 × 10-6 1470 ×
6
10-6 10-6 10-6
6V 9,8 9,8 9,8 4606 × 10-6 9800 × 14406 × 1470 × 10-6 1470 ×
10-6 10-6 10-6
● Rangkaian Seri
C1 = 470 µF = 470 x 10-6 F, C2 = 1000 µF = 10-3 F
Tegangan V1 V2 Vtot Q1 Q2 Qtot V1 V2 1 Vm 1 1
= +
Sumber volt volt volt Q1 Q2 Cm Qm C1 C2
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
3V 2,8 1,2 4 1,28 × 1,28 1,28 2,2 × 9,4 × 3,13 × 10-9 3,13 ×
10-5 × 10-5 × 10-5 10-9 10-10 10-9
6V 4,8 5 9,8 3,133 3,133 3,133 1,53 × 1,56× 3,13 × 10-9 3,13 ×
× 10-3 × 10-3 × 10-3 10-9 10-9 10-9
B. Pembahasan
● Rangkaian Paralel
Berdasarkan data hasil pengamatan
A. Berdasarkan data pengamatan bagaimana pendapatmu tentang isian kolom 7 dan 8?
Jawab:
11
Berdasarkan teori rangkaian paralel, besar muatan total (Q tot) pada rangkaian paralel
merupakan penjumlahan dari muatan dari masing-masing kapasitor. Besar kapasitas
total (Ctot) pada rangkaian paralel sama dengan penjumlahan kapasitas dari masing-
masing kapasitor. Sedangkan pada rangkaian paralel tidak terjadi perubahan pada
beda potensialnya (V). Sebuah kapasitor yang telah dirangkai secara paralel akan
memiliki beda tegangan (V) yang sama besar karena langsung terhubung dengan catu
daya. Kolom 7 dan kolom 8 sama-sama memuat nilai kapasitas total (Ctot). Kolom 7
berisi perbandingan antara muatan total (Qtot) dengan tegangan (V). Sedangkan kolom
8 berisi penjumlahan kapasitas (C) dari masing-masing kapasitor. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa besar kapasitas total (Ctot) juga dapat dicari dengan menggunakan
rumus perbandingan antara besar muatan total (Qtot) dengan tegangan (V). Pada
kapasitor yang dirangkai secara paralel akan menghasilkan nilai kapasitansi pengganti
yang lebih besar.
B. Tulis persamaan hubungan kapasitas gabungan dengan kapasitas masing-masing
kapasitor, tegangan gabungan dengan tegangan masing-masing kapasitor,muatan
gabungan dengan muatan masing-masing kapasitor!
Jawab:
Qtot
Kapasitor (C) = Ctot = C1 + C2 =
V tot
Tegangan (V) = Vtot = V1 = V2
Muatan (Q) = Qtot = Q1 + Q2
● Rangkaian Seri
Berdasarkan hasil pengamatan
A. Bagaimana pendapat anda tentang isian kolom 9 dan kolom 10?
Jawab:
Arus yang melalui kapasitor secara seri sama (yaitu itot = i1 = i2 = i3 = in). Oleh karena
itu, muatan yang disimpan oleh kapasitor juga sama (yaitu Qtot = Q1 = Q2 = Q3). Hal
ini dikarenakan muatan yang disimpan oleh pelat kapasitor apa pun berasal dari pelat
kapasitor yang berdekatan di rangkaian. Pada rangkaian seri besar beda potensial total
yang diberikan merupakan penjumlahan beda potensial dari setiap kapasitor. Ketika
menghubungkan kapasitor secara seri, kapasitansi total akan berkurang. Saat
disambungkan secara seri, maka kapasitor memiliki nilai kapasitas yang berbanding
terbalik dengan nilainya masing-masing. Pada kolom 9 dan kolom 10 memiliki nilai
kapasitor yang sama namun hanya saja keduanya berasal dari pehitungan dengan
rumus yang berbeda. Pada kolom 9 menggunakan rumus perbandingan 1 dengan Q tot
sama dengan perbandingan Vtot dengan Qtot. Pada kolom 10 menggunakan rumus
penjumlahan dari perbandingan 1 dengan nilai tiap kapasitornya. Namun pada
Q
akhirnya saya menemukan bahwa pada kolom 9 merupakan variasi rumus dari C = .
V
Sehingga dapat disimpulkan bahwa untuk mencari nilai kapasitor dapat menggunakan
1 Vtot 1 1 Qtot
rumus = = + atau Ctot =
Cs Qtot C 1 C 2 Vtot
12
B. Tuliskan persamaan hubungan kapasitas gabungan dengan kapasitas masing-masing
kapasitor, tegangan gabungan dengan tegangan masing-masing kapasitor, muatan
gabungan dengan muatan masing masing kapasitor
Jawab:
1 1 1
Kapasitor (C) = =¿ +
Cseri C1 C2
Tegangan (V) = Vtot = V1 + V2
Muatan (Q) = Q1 = Q2
13
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari hasil percobaan yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pada rangkaian
paralel nilai kapasitas (C) pada rangkaian kapasitor yang disusun paralel merupakan
jumlah dari kapasitas kapasitor yang ada. Nilai Muatan (Q) pada rangkaian kapasitor
yang disusun paralel merupakan jumlah dari muatan yang ada pada kapasitor. Sedangkan
nilai tegangan (V) pada rangkaian kapasitor yang disusun paralel adalah sama.
Pada rangkaian seri besar nilai kapasitas total (C) merupakan penjumlahan dari nilai
kapasitas yang berbanding terbalik dengan nilainya masing-masing. Besar beda potensial
total (V) yang diberikan adalah jumlah beda potensial dari setiap kapasitornya.
Sedangkan besar muatan total (Q) pada rangkaian yang dirangkai secara seri selalu tetap.
B. Saran
Saat melakukan percobaan, hendaknya praktikan memahami konsep percobaan yang
akan dilakukan. Praktikan juga diharapkan lebih menguasai langkah-langkah percobaan
dan materi yang telah didapatkan. Ketelitian dan ketepatan angka juga sangat diperlukan
dalam percobaan ini agar didapatkan hasil percobaan yang tepat dan sesuai.
14
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
[Link]
[Link]
15