Panduan Pascapanen Nanas
Panduan Pascapanen Nanas
Penyusun :
Fahroji
Viona Zulfia
Syuryati
Sri Swastika
Editor :
Ade Yulfida
Diterbitkan oleh :
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian
(BPTP) Balitbangtan Riau, Badan Penelitian dan
Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian
Alamat Penerbit:
Jl. Kaharuddin Nasution, No. 341, Km. 10 Marpoyan
Pekanbaru-Riau
e-mail : bptpbalitbangtanriau@[Link]
ISBN : 978-602-8952-29-3
i
Juknis Pascapanen Nanas
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadiran Allah SWT atas ridhoNya
sehingga juknis tentang Pascapanen Nanas dapat diselesaikan oleh tim
penulis.
Penulis
i
Juknis Pascapanen Nanas
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ........................................................................................ i
DAFTAR ISI ....................................................................................................... ii
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ iii
I. PENDAHULUAN ........................................................................................ 1
1.1. Latar Belakang ................................................................................ 1
1.2. Tujuan................................................................................................. 2
1.3. Ruang Lingkup ................................................................................ 2
II. PENANGANAN PASCAPANEN NANAS .............................................. 3
2.1. Panen ................................................................................................ 3
2.2. Penumpukan dan Pengumpulan.................................................... 4
2.3. Pengangkutan .................................................................................. 4
2.4. Sortasi dan Grading....................................................................... 5
2.5. Pengemasan ..................................................................................... 5
2.6. Penyimpanan .................................................................................. 6
2.7. Standarisasi Mutu ............................................................................ 6
III. PENGOLAHAN NANAS............................................................................ 8
3.1. Keripik Nanas .................................................................................. 8
3.2. Manisan Nanas ............................................................................... 10
3.3. Kismis Nanas ................................................................................... 12
3.4. Leather Nanas.................................................................................. 12
3.5. Selai Nanas ..................................................................................... 13
3.6. Dodol Nanas .................................................................................... 14
3.7. Sari buah Nanas.............................................................................. 15
IV. PENUTUP ................................................................................................... 17
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 18
ii
Juknis Pascapanen Nanas
DAFTAR GAMBAR
Halaman
iii
Juknis Pascapanen Nanas
I. PENDAHULUAN
1
Juknis Pascapanen Nanas
1.2. Tujuan
Memberikan panduan atau acuan penanganan pascapanen
nanas sehingga diharapkan petani dapat menekan tingkat kehilangan
hasil nanas dan menghasilkan nanas sesuai dengan standarisasi mutu
serta peningkatan nilai tambah nanas..
2
Juknis Pascapanen Nanas
II. PENANGANAN PASCAPANEN NANAS
2.1. Panen
Panen buah nanas dilakukan setelah berumur 12-24 bulan,
tergantung varietas dan jenis benih yang digunakan. Benih yang berasal
dari mahkota bunga dipanen setelah berumur 24 bulan. Tanaman yang
berasal dari tunas batang dipanen setelah umur 18 bulan, sedangkan
tunas akar setelah berumur 12 bulan. Ciri-ciri buah nanas yang siap
dipanen:
a) Mahkota buah terbuka.
b) Tangkai buah mengkerut.
c) Mata buah lebih mendatar, besar dan bentuknya bulat.
d) Warna bagian dasar buah kuning.
e) Aroma nanas mulai muncul.
3
Juknis Pascapanen Nanas
Gambar 1. Tingkat Kematangan Nanas (Sumber: Hadiati & Indriyani,
2008 cit Py et al., 1987)
2.3. Pengangkutan
Pengangkutan yang tidak sesuai juga dapat menyebabkan
kerusakan buah nanas. Kerusakan selama pengangkutan merupakan
4
Juknis Pascapanen Nanas
proses lanjut dari kerusakan nanas yang telah terjadi pada saat panen
dan penumpukan sementara. Oleh karena itu sangat penting untuk
memperhatikan konsep GDP (Good Distribution Practices) dalam tahap
pengangkutan: 1). Fasilitas angkutan perhatikan kebersihan box
angkutan, menggunakan pendingin jauh lebih baik untuk menjaga
kesegaran buah hingga ke konsumen, 2). Jarak tempuh atau lama
perjalanan harus diperhitungkan sesuai dengan karakteristik buah yang
diangkut, 3). Kondisi jalan dan kondisi lingkungan selama pengangkutan,
dan 4). Bongkar muat buah dengan cara melempar atau dengan
tekanan sangat tidak direkomendasikan. Oleh karena itu pengawalan
dan komunikasi yang padu harus sampai ke tingkat jasa bongkar muat.
Diperlukan pelabelan pada box angkutan yang dapat memberi
informasi bagaimana proses bongkar muat yang diharapkan.
2.5. Pengemasan
Pengemasan bertujuan untuk mempertahankan tingkat dan
kesegaran mutu produk, melindungi hasil terhadap kerusakan,
5
Juknis Pascapanen Nanas
melindungi dari kehilangan air, mempermudah dalam pengangkutan,
mempermudah penyusunan baik dalam pengangkutan maupun
penyimpanan, dan mempermudah dalam perhitungan. Pengemasan
buah nanas didasarkan pada bentuk ukuran dan proses pengangkutan,
baik dalam jarak dekat maupun jauh. Berikut ini prosedur pengepakan
nanas.
1. Celupkan pangkal tangkai buah ke dalam parafin
2. Susun buah yang masih mempunyai mahkota dengan posisi tidur
3. Untuk pengangkutan jarak dekat kapasitas maksimum satu
kemasan sekitar lebih kurang 50 kg dan untuk pengangkutan
buah nanas jarak jauh antar buah diberi pembatas
4. Kemasan bisa berupa peti kayu atau kotak
2.6. Penyimpanan
Buah nanas disimpan pada suhu dingin dan suhu ruangan.
Sedangkan untuk buah nanas yang disimpan dalam peti kemas
biasanya suhu ruangan dingin yang digunakan sekitar 5°C.
Buah nanas tergolong buah yang mudah rusak, cepat busuk
kemudian cepat menyusut. Penanganan pasca panen yang baik dan
benar sangat perlu untuk dilakukan karena akan membantu
meningkatkan kualitas dan nilai hasil pertanian. Sehingga diperlukan
kegiatan pasca panen yang memadai.
6
Juknis Pascapanen Nanas
1. Sedikit kelainan bentuk dan warna buah termasuk akibat
terbakar sinar matahari;
2. Lecet, tergores dan memar ringan pada kulit buah;
3. Total area yang cacat tidak lebih dari 10 % dari total luas
permukaan buah;
4. Kerusakan mekanis lain, selama tidak mempengaruhi mutu dan
penampilan umum;
5. Apabila ada mahkota, harus tunggal atau ganda, lurus atau
sedikit bengkok.
Untuk semua kelas buah nenas, ketentuan minimum yang harus dipenuhi
adalah:
- buah utuh, dengan atau tanpa mahkota;
- tampilan segar dengan atau tanpa mahkota;
- layak dikonsumsi;
- bersih, bebas dari benda-benda asing yang tampak;
- bebas dari hama dan penyakit;
- bebas dari memar;
- bebas dari kerusakan akibat temperatur rendah dan atau tinggi;
- bebas dari kelembaban eksternal yang abnormal kecuali
pengembunan sesaat setelah pemindahan dari tempat
penyimpanan dingin;
- bebas dari aroma dan rasa asing.
7
Juknis Pascapanen Nanas
III. PENGOLAHAN NANAS
8
Juknis Pascapanen Nanas
Gambar 2. Mesin Vacuum Frying
9
Juknis Pascapanen Nanas
plastik. Bahan yang dibutuhkan untuk membuat manisan kering nanas
adalah ; 2 buah nanas yang belum masak penuh, gula pasir 2 kg,
natrium benzoate dan air bersih
Manisan kering dibuat melalui proses pengupasan, perendaman
dalam larutan gula selama 1 malam, penirisan, pengeringan dibawah
sinar matahari. Pengeringan biasanya dilakukan selama 3 hari berturut-
turut.
10
Juknis Pascapanen Nanas
B. Manisan kering bergula
1. Sortasi buah. Nanas dipilih yang mengkal
2. Pengupasan. Daging buah dipisah dari kulit dan matanya
3. Pencucian. Dicuci dengan air mengalir
4. Pemotongan. Buah dibelah menjadi dua, empulur dibuang, diiris
dengan ketebalan 0,5 cm
5. Perendaman dalam larutan garam. Irisan nanas direndam
dalam larutan garam 3% selama 2 jam
6. Pencucian. Nanas irisan dicuci dengan air mengalir
7. Perendaman dalam larutan kapur. Selama ±1 jam irisan nanas
direndam dalam larutan kapur 1%
8. Pencucian dalam air panas. Dicuci dengan air panas sampai
bersih dari sisa kapur
9. Penirisan. Irisan buah ditiriskan dengan kain saring
10. Pembuatan larutan gula. Larutan gula 25% (250 gr gula dalam
1 liter air) dimasak sampai mendidih
11. Perendaman dalam larutan gula. Selama 24 jam irisan nanas
direndam dalam larutan gula 25% (250 gr gula dalam 1 liter
air) yang sudah dididihkan terlebih dahulu
12. Pengeringan. Manisan diletakkan di loyang, dikering-kan di
oven suhu 60°C sampai setengah kering
13. Penaburan gula. Manisan nanas yang setengah kering
digulingkan pada gula pasir, kemudian dikeringkan kembali.
Kegiatan ini diulang-ulang sampai manisan kering dan gulanya
menempel dengan sempurna.
14. Pengemasan
11
Juknis Pascapanen Nanas
3.3. Kismis Nanas
Kismis adalah makanan untuk yang terbuat dari buah yang
dikeringkan. Untuk mendapatkan kismis yang baik, buah yang dipilih
harus benar-benar sudah tua.
Bahan baku utama yang dibutuhkan adalah buah nanas, gula
pasir, kapur sirih, iodine, amilum, aquadest. Sedangkan alat utama yang
dibutuhkan adalah oven, hot plate, Timbangan dan pisau.
Proses Pembuatan Kismis Nanas
1. Buah nanas dipilih dengan tingkat kematangan ½ masak,
kemudian dikupas dan dibuang mata dan empulurnya.
2. Buah nanas diiris dengan ukuran 1,5 x 1 x 1 cm.
3. Kemudian ditimbang 500 gram irisan buah nanas selanjutnya
direndam dalam larutan kapur sirih 1% selama 30 menit, lalu
irisan buah nanas diangkat dan dibilas serta selanjutnya
ditiriskan.
4. Kemudian irisan buah nanas direndam dalam larutan natrium
bisulfit dengan konsentrasi 0,25% selama 15 menit, lalu irisan
buah nanas diangkat dan dibilas dengan air bersih dan tiriskan.
5. Dibuat larutan gula 4%, kemudian masukan irisan buah nanas
dan biarkan terendam selama 24 jam.
6. Irisan buah nanas diangkat dan ditiriskan, lalu dikeringkan
dalam oven pada suhu 30°C selama 3 jam.
12
Juknis Pascapanen Nanas
Bahan pendukung (sorbitol, karaginan, dan gula kastor). Pembuatan
leather disiapkan dan masing-masing bahan ditimbang sesuai
perlakuan yang telah ditentukan. Pembuatan leather dimulai
dengan pure buah nanas dicampur dengan karaginan dan sorbitol
kemudian dimasak pada suhu 70°C selama 2 menit untuk
melarutkan karaginan dan sorbitol. Selanjutnya pure diangkat
kemudian dituangkan pada loyang yang telah dilapisi plastik tahan
panas, dan diratakan sesuai ukuran loyang. Pure yang telah
menjendal, kemudian dikeringkan dengan tunnel dryer selama 9 jam
dengan suhu 60°C. Kemudian leather dikelupas dari plastik, dan
dipotong sesuai dengan bentuk yang diharapkan, kemudian
ditaburi gula kastor. Dan selanjutnya dikeringkan lagi pada tunnel
dryer dengan suhu 50°C selama 5 jam.
13
Juknis Pascapanen Nanas
2. Kemudian potongan dadu buah nanas tersebut ditimbang (A gram)
dan digiling atau dihaluskan dengan blender.
3. Puree buah nanas dimasukkan ke dalam wajan untuk dilakukan
pemanasan. Namun sebelum dilakukan pemanasan perlu dilakukan
penambahan gula sebanyak 1 : 1 dengan berat potongan buah
nanas A gram.
4. Saat penambahan gula perlu dilakukan pengadukan agar gula
yang ditambahkan bisa larut dengan sempurna.
5. Selanjutnya dilakukan pemanasan dengan api sedang dan sambil
dilakukan pengadukan agar pemanasan merata. Setelah kadar
airnya banyak berkurang (puree menjadi kental) api dikecilkan
dan tetap dilakukan pengadukan agar tidak terjadi pemanasan
setempat yang dapat mengakibatkan produk selai menjadi gosong.
6. Jika kadar padatannya telah mencapai 65%, pemanasan
dihentikan dan dilanjutkan pengemasan dalam kondisi panas.
14
Juknis Pascapanen Nanas
timbangan kue, plastik untuk alas 2. Untuk pengemasan produk
dodol buah nanas diperlukan plastik polypropiline, kardus kecil,
sealer, gunting dan kertas label.
Pengolahan buah nanas menjadi dodol nanas adalah sebagai berikut :
1. Buah nanas yang telah dikupas, diparut dan ditiriskan.
2. Kelapa diparut dan diperas hingga menghasilkan santan kurang
lebih 200 ml.
3. Gula merah dan gula pasir dilarutkan dengan 50 ml air, panaskan
dan saring.
4. Larutkan tepung ketan dengan air santan dan air gula sampai tidak
ada yang menggumpal.
5. Panaskan parutan nanas kurang lebih 5 menit untuk mengurangi
airnya, kemudian tambahkan adonan tepung ketan.
6. Aduk kurang lebih 45 menit atau sampai terlihat tekstur dodol.
7. Pindahkan adonan dodol nanas yang sudah jadi ke dalam cetakan
yang sudah dialas plastik, dinginkan. Setelah dingin segera
dikemas.
15
Juknis Pascapanen Nanas
1. Buah nanas 10 kg
2. Gula 3 kg
3. Kayu manis secukupnya
4. Asam sitrat 2 gr
5. Garam dapur secukupnya
Cara pembuatan:
1. Pilih buah nanas yang sudah tua, segar dan masak kemudian
bersihkan dengan air bersih;
2. irislah buah nanas hingga menjadi beberapa bagian;
3. blender buah nanas sampai menjadi bubur; kemudian pisahkan
airnya
4. tambah asam, sitrat, gula pasir, air dan garam dapur.
perbandingan sari buah dengan air yaitu sebagai berikut :
– buah nanas (untuk 1 liter sari buah nanas campur dengan 1 ½
liter air)
5. campur hingga rata. berikutnya pengerjaan pembuatan sari
buah nanas
6. saringlah campuran tersebut dengan saringan;
7. masukkan hasil penyaringan ke dalam wadah dan tutup rapat.
endapan hasil penyaringan bisa digunakan untuk bahan baku
pembuatan dodol, selai, dan lain sebagainya;
8. masukkan wadah yang sudah ditutup rapat dalam air mendidih
selama 30 menit;
9. angkat botol tersebut lalu segera dinginkan.
16
Juknis Pascapanen Nanas
IV. PENUTUP
17
Juknis Pascapanen Nanas
DAFTAR PUSTAKA
18
Juknis Pascapanen Nanas