SPO
PEMBERIAN KODE DIAGNOSA DAN PROSEDUR BERDASARKAN
ICD X DAN ICD 9 CM
No. Dokumen No. Revisi Halaman
007/SP0/MIRM/2022 00 1/2
STANDAR
Tanggal Terbit Ditetapkan:
OPERASIONAL
PROSEDUR
06 Juni 2022 Direktur Rumah Sakit
PENGERTIAN Pengkodean adalah kegiatan memberi kode diagnose penyakit dan
tindakan yang dilakukan oleh bagian koding dengan menggunakan
buku pedoman pengkodean yaitu ICD X dan ICD 9 CM.
TUJUAN Sebagai pedoman untuk mempermudah pengolahan data dan
penyusunan laporan dan menentukan kode penyakit dan kode
tindakan secara tepat dengan menggunakan buku pedoman
pengkodean yaitu ICD X dan ICD 9 CM.
KEBIJAKAN 1. PERMENKES 296/Menkes/Per/III/2008 Tentang Rekam Medis
2. Undang- Undang No. 43 Tentang Kearsipan
3. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1333/Menkes/SK/XII/1999
Tentang Standar Pelayanan Rumah Sakit.
PROSEDUR A. Pemberian Kode Penyakit dan Tindakan Rawat Jalan
1. Petugas koding menerima berkas rekam medis dari poliklinik
2. Kemudian menuliskan kode diagnose penyakit di lembar
pertama rawat jalan
3. Apabila ada tindakan operatif makan akan diberi kode sesuai
dengan ICD 9 CM
4. Memasukkan kode diagnose penyakit dan tindakan operatif ke
dalam database Medical Record di computer
5. Berkas rekam medis yang sudah dikode dan telah dimasukkan
ke dalam computer kemudian diserahkan ke bagian filling untuk
SPO
PEMBERIAN KODE DIAGNOSA DAN PROSEDUR BERDASARKAN
ICD X DAN ICD 9 CM
No. Dokumen No. Revisi Halaman
007/SP0/MIRM/2022 00 2/2
STANDAR
OPERASIONAL Tanggal Terbit Ditetapkan:
PROSEDUR
06 Juni 2022 Direktur Rumah Sakit
disampuli/ dimasukkan map kemudian disimpan ke ruang filling.
B. Pemberian Kode Penyakit, Kematian dan Tindakan Rawat Inap
1. Petugas koding menerima berkas rekam medis yang telah
lengkap dari bagian assembling
2. Kemudian menuliskan kode diagnose penyakit maupun
diagnose kematian di lembar pertama rawat inap (CM 1)
3. Apabila ada tindakan operatif maka akan diberi kode sesuai
dengan ICD 9 CM
4. Memasukkan kode diagnose penyakit, kematian dan tindakan
operatif ke dalam database Medical Record di computer
5. Setelah data tersebut dimasukkan ke dalam computer
kemudian berkas rekam medis rawat inap akan dipisahkan
berdasarkan jaminan pembayaran (Pasien umum/ perusahaan
dan pasien BPJS) dan juga dipisahkan menurut bulannya
(tanggal pasien keluar dari rumah sakit)
6. Berkas rekam medis kemudian disimpan ke ruang filling.
UNIT TERKAIT 1. Unit Rekam Medis (Koding, Filling)
2. Instalasi Rawat Jalan
3. Instalasi Rawat Inap