0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan4 halaman

Algoritma dan Pseudocode Dasar

Dokumen tersebut membahas tentang algoritma dan pemrograman komputer. Algoritma didefinisikan sebagai urutan langkah logis untuk menyelesaikan masalah, baik secara manual maupun menggunakan komputer. Dokumen tersebut juga menjelaskan tahapan algoritma (input, proses, output) dan bentuknya seperti algoritma sekuensial, perulangan, dan percabangan. Metode penyajian algoritma dibahas melalui pseudocode dan flowchart beserta con

Diunggah oleh

yesi nurmala
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan4 halaman

Algoritma dan Pseudocode Dasar

Dokumen tersebut membahas tentang algoritma dan pemrograman komputer. Algoritma didefinisikan sebagai urutan langkah logis untuk menyelesaikan masalah, baik secara manual maupun menggunakan komputer. Dokumen tersebut juga menjelaskan tahapan algoritma (input, proses, output) dan bentuknya seperti algoritma sekuensial, perulangan, dan percabangan. Metode penyajian algoritma dibahas melalui pseudocode dan flowchart beserta con

Diunggah oleh

yesi nurmala
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB 2 ALGORITMA DAN PEMOGRAMMAN

• Algoritma adalah Urutan dari beberapa Langkah yang logis guna menyelesaikan masalah.
• Algoritma pada Komputer adalah Urutan dari beberapa Langkah yang logis guna menyelesaikan
masalah dengan menggunakan komputer

• Gambar diatas adalah gambar sepeda. Jika dikendarai sesuai prosedurnya yang pertama, kita
pegang dulu stir atau sadel sepeda, kemudian luruskan dan kembalikan posisi standar samping,
lalu kita naik di atas sadel sementara tangan kita memegang atau mengendalikan stir depan,
kemudian perlahan kita kayuh pedal itu dengan kakikanan untuk kemudian kaki kiri secara
bergilir, serta setelah sudah berjalan barulah kita kendalikan dengan benar sehingga sampai di
tempat tujuan barulah kita berhenti sesuai prosedur.
o Langkah-langkah mengendarai sepeda itu disebut dengan algoritma. Langkah tersebut
tidak terbalik atau tidak berurutan.
• Langkah-langkah dalam Algoritma :
o Input : data masukan pada algoritma. Analogi: tahapan-tahapan sebelum mengendarai
sepeda
o Proses: data masukan yang diolah. Analogi: mengendarai dan mengayuh sepeda
o Output: Hasil data yang diolah. Analogi: sampai ke tempat tujuan
• Bentuk dasar Algoritma:
o Squence Algoritm / Algoritma sekuensial
Algoritma yang Langkah-langkahnya berurutan dari awal sampai akhir
o Looping Algorithm / Algoritma perulangan
Menjalankan beberapa Langkah tertentu secara berulang-ulang / looping
o Algorithm percabangan atau bersyarat/ Conditional Algorithm
Menjalankan Langkah beikutnya apabila terdapat syarat yang sudah memenuhi
• Penyajian Algoritma: Pseudocode dan Flowchart
• Pseudocode adalah deskripsi tingkat tinggi informal dan ringkas atas algoritma pemograman
computer yang menggunakan konvensi structural atas suatu Bahasa pemograman, dan ditujukan
untuk dibaca oleh manusia dan bukan oleh mesin.
• Secara umum penulisan pseudocode terbagi kedalam tiga bagian, sebagai berikut:
o Judul – Pada bagian ini kita menuliskan judul dari suatu program yang akan dibuat.
Biasanya judul diawali dengan kata “program” atau “algoritma” kemudian diikuti dengan
nama program yang ingin dibuat. Contoh : program menghitung luas_lingkaran atau
program menghitung gaji_karyawan.
o Deklarasi – Pada bagian ini kita bisa menulis semua variabel yang diinisialisasikan didalam
suatu program. Biasanya menggunakan kata kunci ‘var’ diikuti dengan nama variabel dan
tipe data yang digunakan.
o Isi – Bagian ini merupakan bagian utama pada suatu program dimana terdiri dari perintah
program terstruktur baik berupa kondisional, perulangan dan lainnya.

• Contoh: membuat pseudocode untuk menentukan apakah bilangan yang diinput adalah bilangan
ganjil atau genap maka Langkah-langkahnya:
o 1. Buat Langkah-langkah algoritmanya, yaitu:
a) Masukan sebuah bilangan.
b) Bagi bilangan tersebut edngan bilangan atau angka 2
c) Jika bilangan menghasilkan sisa pembagaian 0 maka genap
d) Jika bilangan tidak menghasilkan sisa pembagian 0 maka ganjil
o 2. Tuliskan Pseudocodenya,yaitu:

If bil mod 2 = 0 then,


“Output Genap”
Else
“output Ganjil”
End if
• Flowchart adalah sebuah jenis diagram yang mewakili algoritme, alir kerja atau proses, yang
menampilkan langkah-langkah dalam bentuk simbol-simbol grafis, dan urutannya dihubungkan
dengan panah. Diagram ini mewakili ilustrasi atau penggambaran penyelesaian masalah.
o Contoh: membuat flowchart untuk menentukan apakah bilangan yang diinput adalah
bilangan ganjil atau genap maka Langkah-langkahnya:
o 1. Buat Langkah-langkah algoritmanya, yaitu:
e) Masukan sebuah bilangan.
f) Bagi bilangan tersebut edngan bilangan atau angka 2
g) Jika bilangan menghasilkan sisa pembagaian 0 maka genap
h) Jika bilangan tidak menghasilkan sisa pembagian 0 maka ganjil
o 2. Tuliskan flowchart sebagai berikut

• Simbol-simbol Flowchart:
Contoh soal dan jawaban Flowchart:

Common questions

Didukung oleh AI

Pseudocode relies on structured text to describe algorithms logically, prioritizing human readability, while flowcharts use graphical symbols to illustrate the flow of processes visually. Pseudocode is better for detailed logic because it mirrors programming syntax, whereas flowcharts provide an intuitive overview of processes and decision paths, useful for understanding the overall algorithm structure .

Using real-world analogies like riding a bicycle can be very effective in teaching algorithm concepts, as they provide a tangible context that simplifies abstract ideas. This approach aids in comprehension by allowing learners to relate to familiar experiences, which enhances understanding and retention of algorithmic principles .

Algorithmic sequence involves executing instructions in a predefined order without deviation. A loop repeats a set of instructions until a condition is met or no longer satisfied, ideal for repetitive tasks. Conditional branches evaluate criteria to determine which path of instructions to follow, allowing dynamic decision-making. These concepts enable flexibility in task execution, catering to specific problem requirements .

Pseudocode bridges problem-solving and programming by allowing developers to outline their thoughts in a structured but informal language. This method helps identify logic errors and verify clarity before converting the pseudocode into actual code, thereby reducing effort and errors in the implementation phase .

A flowchart uses symbols and arrows to depict the logic of determining if a number is odd or even. It starts with an input action symbol to receive the number, followed by a process symbol to divide it by 2. Then, decision diamonds are used to check if the remainder is 0. If the remainder is 0, an output action states the number is even; otherwise, it shows the number is odd. Arrows connect each symbol, illustrating the sequence .

An algorithm consists of three fundamental components: input, process, and output. These components correlate with riding a bicycle as follows: the input represents the initial steps or preparations, such as getting on the bicycle, the process entails the actual riding and pedaling, and the output is reaching the destination successfully .

Conditional algorithms enable decision-making within computational problem-solving, allowing different actions contingent on varying conditions, which is crucial for complex tasks requiring adaptability. However, they can impact efficiency by introducing branching paths that complicate processing, potentially increasing computational time if not optimized .

Input, process, and output are critical in constructing an algorithm as they define the entire workflow: inputs provide the necessary data, processes transform this data through logical steps, and outputs deliver the final results. Together, they ensure the algorithm effectively solves the intended problem by structuring the solution in an organized way .

Sequential algorithms follow a strict order from start to finish without deviation, suitable for linear tasks. Looping algorithms involve performing a set of instructions repeatedly, useful for tasks that require iteration. Conditional algorithms, on the other hand, involve executing instructions based on whether certain conditions are met, allowing for decision-making within the process .

Pseudocode serves as a high-level, informal tool for representing algorithms, meant for human understanding rather than machine execution. It follows the structure of a programming language, with components like a title, declarations of variables, and structured commands, making it easier to conceptualize and communicate the logic of a program before actual coding .

Anda mungkin juga menyukai