0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
82 tayangan17 halaman

Tabel Program Latihan Sepak Bola

Dokumen ini membahas tentang metode latihan inti ala Jepang yang digunakan untuk tim sepak bola muda Jepang. Metode ini dikembangkan oleh Universitas Fukuoka dan berfokus pada pemanasan sendi, penguatan otot inti, dan meningkatkan kecepatan. Latihan inti meliputi gerakan seperti jembatan depan, tarikan, dan lompatan untuk meningkatkan kecepatan, daya tahan, dan mencegah cedera.

Diunggah oleh

Ilham Ahmad Rosyadi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
82 tayangan17 halaman

Tabel Program Latihan Sepak Bola

Dokumen ini membahas tentang metode latihan inti ala Jepang yang digunakan untuk tim sepak bola muda Jepang. Metode ini dikembangkan oleh Universitas Fukuoka dan berfokus pada pemanasan sendi, penguatan otot inti, dan meningkatkan kecepatan. Latihan inti meliputi gerakan seperti jembatan depan, tarikan, dan lompatan untuk meningkatkan kecepatan, daya tahan, dan mencegah cedera.

Diunggah oleh

Ilham Ahmad Rosyadi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Ardiaz Sport Science

DR. Eng. Asril Pramutadi

1
Core Training ala Jepang
Core training metode Jepang digunakan sebagai standar latihan usia muda tim sepak bola
Jepang. Metode ini dikembangkan oleh universitas Fukuoka yang banyak menghasilkan
pemain bola profesional seperti Nagatomo. Metode yang diajarkan pada Trainwapp ini
adalah metode yang diajarkan oleh pelatih utama universitas Fukuoka Ryoichi Yoshizuka
dengan penyesuaian oleh coach Asril. Pelatihan ini penting untuk meningkatkan efek dari
pelatihan dan untuk mencegah cedera yang tidak perlu, seperti cedera lutut.
Core Training sangat penting untuk

 Meningkatkan kecepatan
 Menguatkan badan saat terjadi body charge
 Meningkatkan agility
 Menjaga dari cedera

“Core training improves your overall condition.” Coach Asril


Efek pelatihan biasanya baru muncul setelah 3 bulan. Pelatihan bersifat personal
bergantung pada kondisi masing-masing pemain. Oleh karena itu sangat penting untuk
mengukur tingkat kebugaran fisik pemain untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan
pemain dan menentukan menu latihan yang efektif. Prinsip pelaksanaan pelatihan :

Beban ringan --> berat

Gerakan sederhana --> rumit

Balance test
Salah satu cara untuk mengetahui kebugaran tubuh dan kekuatan inner muscle adalah
dengan tes keseimbangan. Core muscle atau otot inti, secara umum dapat diartikan sebagai otot
dimana titik tengah gravitasi tubuh (centre of gravity) berada, dan semua gerakan dalam tubuh berasal
dari otot core. Otot core menopang seluruh gerakan dan keseimbangan tubuh manusia. Lakukan :
1. Berdiri tegap, tangan di pinggang
2. Letakkan telapak kaki kiri di samping lutut kanan
3. Pejamkan mata dan berusahalah menyeimbangkan badan selama mungkin lalu
mulailah berhitung (detik)

2
Bagaimana hasilnya? nilai usia keseimbangan berdasarkan The National Center for
Geriatrics and Gerontology (NCGG) Jepang :

Usia (tahun) Durasi keseimbangan (detik)

20 70 or more
30 55 – 69
40 40 – 54
50 20 – 39
60 10 – 19
70 5–9
80 4 atau kurang

Sarana yang dibutuhkan untuk pelatihan :


1. Matras,
2. Barbel tangan 3 kg 2 pcs,
3. Elastic ban atau karet ban dalam motor/sepeda

TAHAPAN PELATIHAN
1. Warming Up
Pemanasan dan peregangan telah dimasukkan ke dalam tahap pra-pelatihan oleh banyak
orang, namun tidak banyak yang memfokuskan pemanasan pada sendi. Padahal
fleksibilitas sendi sangat penting untuk meningkatkan efek pelatihan dan meningkatkan
kualitas gerakan bermain. Oleh karena itu,pemanasan yang dibahas di sini berfokus untuk
menggerakkan persendian supaya bergerak lancar bersamaan dengan peregangan.
a. Posisi unta
b. Rotasi bahu 1
c. Rotasi bahu 2
d. Rotasi pinggul
e. Rotasi pinggul berdiri

Tabel worksheet dan foto gerakan >>>>>>

3
Posisi unta
Ceklist (V)
Alat: (tidak ada) Tulang
punggung
Repetisi/ set: 1 set 8 – 10 x

1 2

Badan melakukan posisi Tarik nafas sambil


seperti unta melengkungkan badan

3 4

Keluarkan udara dan Ulangi seperti posisi 2


kembali ke posisi semula

4
Judul : Rotasi bahu 1 Ceklist (V)
Alat: - Bahu
Repetisi/ set: 2 set 8 – 10 x scapula

1 2

3 4

5
Judul : Rotasi bahu 2 Ceklist (V)
Alat: -
Repetisi/ set: 1 set 8 – 10 x

1 2

3 4

6
Judul : Rotasi Pinggul Ceklist (V)
Alat: -
Repetisi/ set: 1 set 8 – 10 x

1 4

2 5

3 6

7
Judul : Rotasi pinggul berdiri Ceklist (V)
Alat: -
Repetisi/ set: 1 set 8 – 10 x

1 2 3

4 5 6

8
2. Base Up Training
Otot yang digunakan untuk berlari tidak terbatas pada kaki saja. Otot ‘trunk’ yang meliputi
otot abdominal dan punggung juga terlibat secara dominan. Artinya jika ingin level tinggi
dalam berbagai gerakan, memperkuat core adalah syarat wajib. Berikut adalah latihan untuk
penguatan Core muscles :
a. Front bridge
b. Lateral core stability 1
c. Lateral core stability 2
d. Pull up
e. Wrestler Push up
f. Lateral Abduction
g. Front Abduction
h. Front lunge (terjangan depan)
i. One handed rowing (dayung 1 tangan)

a. Front Bridge

30-60 detik

b. Rotary core stability


30-60 detik

9
c. Lateral Core Stability 1

10 kali 1-2 set

10
d. Lateral core stability 2

10 kali 1-2 set

11
e. Pull Up

10 kali 2-3 set

1 2

12
Wrestler push up
Alat: -
Repetisi/ set: 1 set 8 – 10 x

1 2

5 6

13
f. Lateral core abduction
Elastic ban
10 kali 2-3 set

14
g. Front core abduction
Elastic ban Ceklist
10 kali 2-3 set

15
h. Front Lunge
Alat: - Ceklist
Repetisi/ set: 1 set 8 – 10 x

1 2

3 4

Kembali ke posisi 1 Bisa juga dilengkapi dengan


beban

16
Latihan tahap lanjut :

3. Speed H2
Kemampuan untuk berlari cepat dalam garis lurus adalah senjata yang utama. Namun saat
berhadapan dengan bola, seorang pemain bola belum dapat dikatakan pemain yang
berkarakter jika belum dapat mendemonstrasikan kecepatan sambil menjaga interaksi
dengan bola yang baik/menarik. Setelah membayangkan ‘adegan’ interaksi dengan bola
maka perlu dibuat menu latihan yang sesuai.

Latihan berikut dapat meningkatkan kecepatan lari :


a. Lari tali, 10 meter
b. Arm swing, menggunakan barbell, 8-10 kali. 2-3 set
c. Lari kuda, 10 meter
d. Single bridge and rotation, 8-10 kali. 2-3 set
e. Squat rotasi depan, 8-10 kali. 1-2 set
f. Lompat halang samping, , 8-10 kali. 2-3 set
g. Lompat halang depan, , 8-10 kali. 2-3 set
h. Squat kursi depan 8-10 kali. 1-2 set
i. Squat kursi samping, 8-10 kali. 1-2 set
j. Single Jump Squat, 8-10 kali. 1-2 set
k. Squat samping rotasi barbel, 8-10 kali. 1-2 set
l. Squat rotasi depan dengan balance ball, 8-10 kali. 1-2 set

Link file video dapat dilihat di :

[Link]

Referensi :
Physical Training for Professional Soccer Player, Inui Masahiro.

17

Anda mungkin juga menyukai