5 KINGDOM MAKHLUK HIDUP
1. Kingdom Monera
Makhluk hidup yang termasuk ke dalam kelompok monera memiliki ukuran mikroskopis
berkisar antara 1-10 μm (mikrometer). Untuk melihatnya dibutuhkan mikroskop yang
memiliki pembesaran lebih dari 1.000 kali.
Ciri-ciri makhluk hidup kelompok monera adalah selnya tidak memiliki membran inti
(prokariotik), bersel satu, dan berkembang biak dengan cara membelah diri. Kingdom monera
terdiri dari bakteri dan alga biru.
2. Kingdom Protista
Kelompok kedua dalam klasifikasi makhluk hidup adalah kingdom protista. Perbedaan utama
kelompok monera dan kelompok protista adalah pada membran inti yang dimilikinya.
Makhluk hidup kingdom protista selnya mempunyai membran inti.
Sifat-sifat dari kelompok protista ini sangat beragam, ada yang bersel tunggal dan ada juga
yang bersel banyak. Selain itu juga ada yang berukuran mikroskopis (dilihat mengunakan
mikroskop) dan ada juga yang berukuran makroskopis (dapat dilihat tanpa mikroskop).
Ada yang sifat-sifatnya menyerupai hewan (memakan hewan lain) dan ada juga yang
memiliki sifat-sifat seperti tumbuhan (mampu berfotosintesis). Kelompok protista yang
memiliki sifat seperti hewan disebut protozoa dan yang memiliki sifat tumbuhan disebut alga.
3. Kingdom Fungi (Jamur)
Jamur memiliki ukuran yang bermacam-macam, dari yang halus kecil seperti benang hingga
yang berukuran cukup besar. Jamur tidak memiliki klorofil sehingga tidak dapat
berfotosintesis untuk membuat makanannya sendiri. Jamur bertahan hidup dengan cara
menguraikan sisa-sisa makhluk hidup yang telah mati dan menyerap sari-sarinya sebagai
makanan.
Jamur memiliki cara yang unik dalam hal cara memperoleh makanannya. Jamur tidak
menelan makanannya seperti hewan atau manusia, namun mengeluarkan sejenis zat yang
membuat sisa makhluk hidup lain menjadi terurai. Jika telah terurai maka sari-sarinya akan
diserap oleh jamur.
Jamur ada yang bersel tunggal dan ada juga yang bersel banyak. Jamur yang memiliki banyak
sel atau multiseluler, tubuhnya terdiri atas benang-benang halus yang disebut hifa. Hifa
tersebut akan membentuk suatu anyaman yang disebut miselium. Jamur biasanya hidup di
tempat-tempat yang lembab dan sedikit terkena sinar matahari, bersifat saprofit (hidup dan
makan dari bahan organik yang sudah mati atau busuk), dan parasit.
Perkembangbiakan jamur dapat dilakukan secara generatif (kawin) maupun vegetatif (tidak
kawin). Perkembang biakan secara generatif, dengan melakukan perkawinan melalui
miselium. Adapun secara vegetatif, jamur akan menghasilkan spora yang dibentuk oleh tubuh
buah.
4. Kingdom Plantae (Tumbuhan)
Kelompok ini beranggotakan makhluk hidup bersel banyak yang mampu berfotosintesis.
Kemampuan fotosintesis ini dikarenakan adanya klorofil di dalam kloroplas. Klorofl inilah
yang bisa memanfaatkan energi cahaya matahari untuk membuat makanan.
Perbedaan lain antara tumbuhan dengan makhluk hidup bersel banyak lain adalah dalam hal
struktur selnya. Sel-sel tumbuhan mempunyai dinding sel yang terbuat dari bahan selulosa
(sejenis karbohidrat). Oleh karena itu, tumbuhan biasanya bersifat kaku dan tidak mudah
patah.
Kingdom Plantae dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok yaitu tumbuhan tidak
berpembuluh (tidak mempunyai xilem dan floem) dan tumbuhan berpembuluh. Tumbuhan
yang termasuk ke dalam kelompok tumbuhan tidak berpembuluh adalah tumbuhan lumut.
Sedangkan, tumbuhan paku dan tumbuhan berbiji termasuk tumbuhan berpembuluh.
5. Kingdom Animalia (Hewan)
Dalam klasifikasi makhluk hidup, hewan termasuk ke dalam kingdom animalia. Hewan
merupakan kelompok makhluk hidup yang hidup dengan cara memakan makhluk hidup lain.
Perbedaan utama antara hewan dan tumbuhan adalah pada dinding sel yang dimilikinya. Sel-
sel tumbuhan memiliki dinding sel, sedangkan sel-sel hewan tidak mempunyai dinding sel.
Kingdom animalia dapat dikelompokkan menjadi dua bagian berdasarkan ada tidaknya tulang
belakang. Berdasarkan hal itu, hewan dapat dibagi menjadi kelompok hewan bertulang
belakang (Vertebrata) dan hewan tidak bertulang belakang (Avertebrata).