Modul 8
Cisco Router (Dynamic Routing)
I. Tujuan
1. Siswa memahami konsep routing RIP dengan perangkat Cisco.
2. Siswa mampu melakukan konfigurasi dengan menggunakan Cisco Router dengan
protokol routing RIP.
II. Peralatan Yang Dibutuhkan
1. Satu buah Cisco router
2. Dua buah komputer sebagai host.
3. NIC Card (Kartu Jaringan) yang terpasang di masing – masing komputer.
4. Hub/Switch sebagai penghubung jaringan.
5. Kabel jaringan secukupnya.
III. Dasar Teori
Sebagian besar algoritma routing dapat diklasifikasikan menjadi satu dari dua kategori
berikut:
- Distance vector
- Link-state
Routing distance vector bertujuan untuk menentukan arah atau vector dan jarak ke link-link lain
dalam suatu internetwork. Sedangkan link-state bertujuan untuk menciptakan kembali topologi
yang benar pada suatu internetwork.
Gambar 1 Klasifikasi routing protokol
Algoritma routing distance vector secara periodik menyalin table routing dari router ke
router. Perubahan table routing ini di-update antar router yang saling berhubungan pada saat
terjadi perubahan topologi. Algoritma distance vector juga disebut dengan algoritma Bellman-
Ford.
Setiap router menerima table routing dari router tetangga yang terhubung langsung. Pada
gambar di bawah ini digambarkan konsep kerja dari distance vector.
Gambar 2 Konsep Distance Vector
Router B menerima informasi dari Router A. Router B menambahkan nomor distance
vector, seperti jumlah hop. Jumlah ini menambahkan distance vector. Router B melewatkan table
routing baru ini ke router-router tetangganya yang lain, yaitu Router C. Proses ini akan terus
berlangsung untuk semua router.
Algoritma ini mengakumulasi jarak jaringan sehingga dapat digunakan untuk
memperbaiki database informasi mengenai topologi jaringan. Bagaimanapun, algoritma distance
vector tidak mengijinkan router untuk mengetahui secara pasti topologi internetwork karena
hanya melihat router-router tetangganya.
Setiap router yang menggunakan distance vector pertama kali mengidentifikasi router-
router tetangganya. Interface yang terhubung langsung ke router tetangganya mempunyai
distance 0. Router yang menerapkan distance vector dapat menentukan jalur terbaik untuk
menuju ke jaringan tujuan berdasarkan informasi yang diterima dari tetangganya. Router A
mempelajari jaringan lain berdasarkan informasi yang diterima dari router B. Masing-masing
router lain menambahkan dalam table routingnya yang mempunyai akumulasi distance vector
untuk melihat sejauh mana jaringan yang akan dituju. Seperti yang dijelakan oleh gambar berikut
ini:
Gambar 3 Jaringan Distance Vector yang konvergen
Update table routing terjadi ketika terjadi perubahan toplogi jaringan. Sama dengan
proses discovery, proses update perubahan topologi step-by-step dari router ke router.
Untuk mengetahui tabel routing di masing-masing router dapat digunakan perintah show
ip route. Seperti contoh konfigurasi di bawah ini :
Gambar 4 Konfigurasi Jaringan
Setting Router RIP
Untuk setting pada konfigurasi berbasis routing RIP, maka yang dimasukkan hanya jaringan
yang terhubung langsung, misal pada R1, yang dimasukkan adalah jaringan [Link]/24 dan
[Link]/24
Konfigurasi pada R1 :
Router# configure terminal
Router(config)# router rip
Router (config-router)# network [Link]
Router (config-router)# network [Link]
Router (config-router)# CTRL-Z
Router#
Cek konfigurasi
Untuk mengecek konfigurasi yang telah dibuat, dan menguji apakah semua router sudah dalam
keadaan konvergen, maka dapat dicek sebagai berikut :
Keterangan :
R : menggunakan routing protocol RIP.
Untuk menuju ke jaringan [Link]/24 dapat melalui gateway [Link] dengan jumlah hop
1 (dari 120/1)
Untuk menuju ke jaringan [Link]/24 dapat melalui gateway [Link] dengan jumlah hop
2 (dari 120/2)
IV. Percobaan
Bangunlah topologi jaringan seperti berikut ini :
R2
R1
R3
Gambar 5. Topologi Jaringan
A. Setting untuk Client
1. Setting ip untuk client
# ifconfig eth0 [Link] netmask [Link]
2. Tambahkan default gateway untuk PC client
# route add –net default gw [Link]
Lakukan hal yang sama untuk PC Client yang lainnya.
B. Setting untuk Cisco Router
1. Setting pada Cisco Router
a. Nyalakan perangkat CISCO
b. Tunggu hingga proses booting perangkat CISCO selesai
c. Siapkan aplikasi minicom dengan setting 9600 8 N 1
Gambar 6. Setting dengan minicom (minicom –s)
d. Setting ip address pada masing-masing interface
Router 1 :
Continue with configuration dialog? [yes/no]: no
Router#conf t
Router(config)#interface fastEthernet 0/0
Router(config-if)#ip address [Link] [Link]
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface serial 2/0
Router(config-if)#ip address [Link] [Link]
Router(config-if)#clock rate 64000 => sebagai DCE
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Router 2:
Continue with configuration dialog? [yes/no]: no
Router#conf t
Router(config)#interface serial 2/0
Router(config-if)#ip address [Link] [Link]
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface serial 3/0
Router(config-if)#ip address [Link] [Link]
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#clock rate 64000 => sebagai DCE
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface fastEthernet 0/0
Router(config-if)#ip address [Link] [Link]
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Router 3:
Continue with configuration dialog? [yes/no]: no
Router#conf t
Router(config)#interface fastEthernet 0/0
Router(config-if)#ip address [Link] [Link]
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface serial 2/0
Router(config-if)#ip address [Link] [Link]
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Router(config)#
e. Setting table routing pada masing-masing Router
Router 1:
Router# configure terminal
Router(config)# router rip
Router (config-router)# network [Link]
Router (config-router)# network [Link]
Router (config-router)# CTRL-Z
Router#
Router 2:
Router# configure terminal
Router(config)# router rip
Router (config-router)# network [Link]
Router (config-router)# network [Link]
Router (config-router)# network [Link]
Router (config-router)# CTRL-Z
Router#
Router 3:
Router# configure terminal
Router(config)# router rip
Router (config-router)# network [Link]
Router (config-router)# network [Link]
Router (config-router)# CTRL-Z
Router#
C. Tes konfigurasi dan koneksi, catat hasilnya
1. Dari Cisco router, catat hasilnya
a. Cek tabel routing :
Router# show ip route
b. Cek ip address
Router# show ip interface brief
c. Untuk mengamati update tabel routing, gunakan perintah
Router# debug ip rip => untuk mengaktifkan
Router# no debug ip rip => untuk menonaktifkan
2. Dari PC Client yang pertama :
Lakukan ping dan traceroute (catat hasilnya) ke :
IP gateway : [Link]
IP NetID yang lain : [Link]
IP PC Client yang lain : [Link] dan [Link]
D. Rubah Topologi
1. Rubahlah topologi yang telah anda buat. Asumsi terjadi trouble jaringan dari R2 menuju
R3, dengan mencabut kabel serial dari R2 menuju R3. Amati proses yang terjadi untuk
melakukan update table routingnya.
2. Cek kembali tabel routing di masing-masing Router dengan perintah (catat hasilnya) :
Router# show ip route
Router# debug ip route => amati butuh waktu berapa lama untuk
mencapai konvergen data
3. Ulangi langkah C.2 dan bandingkan hasilnya.
4. Ulangi langkah D.1 dengan asumsi bahwa perbaikan sudah dilakukan, dan amati
bagaimana router melakukan update table routing lagi dengan perintah di D.2-3.
E. Protokol OSPF
1. Hapus protokol rip di semua router
Router 1:
Router# configure terminal
Router(config)# no router rip
Router (config-router)# CTRL-Z
Router#
Router 2:
Router# configure terminal
Router(config)# no router rip
Router (config-router)# CTRL-Z
Router#
Router 3:
Router# configure terminal
Router(config)# no router rip
Router (config-router)# CTRL-Z
Router#
2. Setting table routing pada masing-masing Router dengan protokol OSPF
Router 1:
Router(config)#router ospf 10
Router(config-router)#network [Link] [Link] area 0
Router(config-router)#network [Link] [Link] area 0
Router(config-router)#^Z
Router#
Router 2:
Router(config)#router ospf 10
Router(config-router)#network [Link] [Link] area 0
Router(config-router)#network [Link] [Link] area 0
Router(config-router)#network [Link] [Link] area 0
Router(config-router)#^Z
Router#
Router 3:
Router(config)#router ospf 10
Router(config-router)#network [Link] [Link] area 0
Router(config-router)#network [Link] [Link] area 0
Router(config-router)#^Z
Router#
3. Ulangi langkah C dan D. Untuk langkah C.1.c gunakan perintah berikut :
Router# debug ip ospf events => untuk mengaktifkan
Router# no debug ip ospf events => untuk menonaktifkan
V. Laporan Resmi
1. Tulis hasil percobaan dan analisa hasilnya.
2. Jelaskan jenis protocol routing lainnya yang berbasis ke Distance Vector di Cisco
Router.