MAKALAH WORKSHOP MEDIA PEMBELAJARAN
“MANFAAT MEDIA DALAM PEMBELAJARAN”
Dosen Pengampu: Dr. Ajat Sudrajat, [Link] dan Fery Andi Syuhada, S. Pd, M. Pd
DISUSUN OLEH:
KELOMPOK 1
Lewis Mardelina Simanjuntak 4203331013
Seli Cornelys M. Tambunan 4203331022
Rachel Indriani Nainggolan 4203131053
PRODI PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
T. A 2021/2022
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena ata berkat dan
karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan tugas Makalah “Manfaat Media Dalam Pembelajaran”
untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Workshop Media Pembelajaran dapat selesai
dengan tepat waktu.
Tujuan disusunnya makalah ini agar pembaca Khususnya Mahasiswa dapat memperluas
ilmu dan pengetahuan tentang manfaat media dalam pembelaran. Ucapan terimakasih kami
ucapkan kepada Dosen Pengampu mata kuliah Workshop Media Pembelaran yang telah
membimbing kami dalam menyelesaikan tugas ini, terutama kepeda Tuhan Yang Maha Esa yang
memberikan kami kesehatan.
Dengan segala kerendahan hati, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun agar kami dapat menyusun makalah lebih baik lagi. Semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi para pembaca, atas perhatiaanya kami mengucapkan terimakasih.
Medan, 23 Agustus 2022
Kelompok 1
DAFTAR ISI
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Media Pembelajaran
Media pembelajaran berasal dari dua kata yaitu media dan pembelajaran. Media
berasal dari Bahasa Latin “medium” yang artinya tengah, perantara, atau pengantar.
Istilah perantara atau pengantar tersebut menurut Bovee (1997, Kreatif Mengembangkan
Media Pembelajaran, hal.4) digunakan karena fungsi media sebagai perantara atau
pengantar suatu pesan dari si pengirim (sender) ke si penerima (receiver) pesan.
Pernyataan tersebut kemudian berkembang menjadi berbagai definisi terminologis
mengenai media menurut pendapat para ahli media dan pendidikan.
The Association for Educational Communication and Technology (AECT)
menyatakan bahwa media adalah apa saja yang digunakan untuk menyalurkan informasi.
Sementara menurut Suparman (1997, Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran,
hal.4) media merupakan alat yang digunakan untuk menyalurkan informasi dan pesan
dari pengirim pesan kepenerima pesan.
Definisi media menurut Kozma, Belle & Williams (1991): “Media can be defined
by its tehnology, symbol systems and processing capabilities. The obvious characteristic
of a medium is its technology, the mechanical and electronic aspects that determine its
function, and to some extent, its shape and other physical features”.(Media dapat
didefinisikan dari teknologinya, sistem simbol dan kemampuan memprosesnya. Yang
paling menonjol sifatsifat dari medium adalah teknologinya, aspek mekanikal dan
elektrikalnya yang menentukan fungsinya, dan dalam hal tertentu menyangkut bentuk
dan tampilan fisik lainnya.
Menurut pendapat Smaldino, Russel, Heinich, & Molenda (2008) menyatakan
bahwa: “Media, the plural of medium, are means of communication. Derived from the
latin medium (beetween), the term refers to anything that carries information beetween a
source and a receiver. Six basic categories of media are text, audio, video, manipulatives
(objects), and people. The purpose of media is to facilitate communication and learning”.
“Media, bentuk jamak dari medium adalah alat komunikasi. Diperoleh dari bahasa latin
medium (antara), istilah ini mengacu pada segala sesuatu yang dapat menyampaikan
informasi antara sumber dan penerima. Enam kategori pokok dari media adalah: teks,
audio, tampilan, video, tiruan (objek) dan manusia. Tujuan dari media untuk
memfasilitasi komunikasi dan pembelajaran”.
Association for Educational Communications and Technology (1977)
mendefinisikan media sebagai segala bentuk yang digunakan untuk menyalurkan
informasi. Dalam bahasa Latin, media dari kata medius yang berarti tengah, perantara,
atau pengantar. Sedangkan dalam bahasa Arab, media berarti perantara, atau pengantar
pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Media adalah sebuah alat yang mempunyai
fungsi menyampaikan pesan (Bovee, 1997).
Romiszowsky (1988) menyatakan bahwa media adalah sesuatu yang berfungsi
sebagai pembawa pesan yang disampaikan oleh sumber misalnya manusia atau sumber
lain kepada penerima pesan dalam hal ini adalah siswa. Media merupakan salah satu
komponen komunikasi, yaitu sebagai pembawa pesan dari komunikator menuju
komunikan (Criticos, 1996). Ada lagi pendapat (Bretz, 1977) yang mengatakan bahwa
media adalah sesuatu yang terletak di tengah-tengah yang menghubungkan semua pihak
yang membutuhkan terjadinya hubungan. Media pembelajaran mempunyai beberapa
pengertian. Menurut Newby, Stepich, Lehman & Russel (2000:10), media pembelajaran
adalah segala sesuatu yang dapat membawa pesan untuk pencapaian tujuan pembelajaran.
Tujuan penggunaan media pembelajaran adalah untuk mempermudah komunikasi dan
meningkatkan hasil belajar.
Gagne & Reiser (1983:49) menyatakan bahwa “instructional media are the
physical means by which an instructional message is communication”, (media
pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi
pembelajaran). Gagne & Briggs (1979:19) mengatakan bahwa media pembelajaran
meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pembelajaran,
yang terdiri dari buku, tape recorder, kaset, video, video recorder, film, slide (gambar
bingkai), foto, gambar, grafik, televisi, dan komputer. Dengan kata lain, media adalah
komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengadung materi instruksional di
lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar.
Pengertian media pembelajaran menurut Winkel (2009:318), media pembelajaran
diartikan sebagai suatu sarana non personal (bukan manusia) yang digunakan atau
disediakan oleh pengajar, yang memegang peranan dalam proses belajar mengajar untuk
mencapai tujuan instruksional. Menurut Rossie & Breidle dalam Wina Sanjaya
(2008:163) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan
yang dapat dipakai untuk mencapai tujuan pendidikan seperti radio, televisi, buku, koran,
majalah, dan sebagainya.
B. Fungsi Media Pembelajaran
Media dipandang sebagai salah satu faktor yang dapat meningkatkan efektifitas
proses pembelajaran, hal ini disebabkan karena media memiliki peran dan fungsi strategis
yang secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi motivasi, minat dan
atensi peserta didik dalam belajar serta mampu memvisualisasikan materi abstrak yang
diajarkan sehingga memudahkan pemahaman peserta didik. Selain itu, media mampu
membuat pembelajaran lebih jelas serta mampu memanipulasi dan menghadirkan objek
yang sulit dijangkau oleh peserta didik. Media pembelajaran sangat penting bagi kegiatan
belajar mengajar karena dapat mendukung tercapainya tujuan belajar dengan lebih baik
dan lebih cepat. Media pembelajaran tidak sekedar menjadi alat bantu pembelajaran,
melainkan juga merupakan suatu strategi dalam pembelajaran. Sebagai strategi media
pembelajaran memiliki banyak fungsi, yaitu:
1. Media Sebagai Sumber Belajar
Belajar adalah proses aktif dan konstruktif melalui suatu pengalaman dalam
memperoleh informasi. Dalam proses aktif tersebut, media pembelajaran berperan
sebagai salah satu sumber belajar bagi pembelajar. Artinya, melalui media peserta
didik memperoleh pesan dan informasi sehingga membentuk pengetahuan baru pada
diri peserta didik. Dalam batas tertentu, media dapat menggantikan fungsi guru
sebagai sumber informasi atau pengetahuan bagi peserta didik. Media pembelajaran
sebagai sumber belajar merupakan suatu komponen system pembelajaran yang
meliputi pesan, orang, bahan, alat, teknik, dan lingkungan, yang dapat mempengaruhi
hasil belajar peserta didik.
2. Funfsi Semantik
Semantik berkaitan dengan “meaning” atau arti dari suatu kata, istilah, tanda atau
simbol. Saat seseorang mempelajari suatu arti dari kata baru, seseorang akan
membutuhkan media seperti kamus, glossary, atau narasumber. Melalui media
tersebut seseorang dapat menambah perbendaharaan kata dan istilah. Begitupun saat
belajar ilmu kimia, fisika, dan matematika, seseorang akan menjumpai berbagai
simbol, rumus, ataupun persamaan matematika. Simbol, rumus, dan persamaan
matematika tersebut biasanya dimaksudkan sebagai simplikasi dalam
merepresentasikan suatu keadaan atau benda. Misalnya, dalam mata pelajaran kimia
digunakan simbol H untuk hidrogen, O untuk oksigen, dan Au untuk emas. Pada ilmu
biologi banyak istilah yang diambil dari Bahasa Latin, demikian pula dalam bahasa
ilmiah yang tidak sedikit istilah yang diadopsi dari Bahasa Inggris.
3. Fungsi Manipulatif
Fungsi manipulatif adalah kemampuan media dalam menampilkan kembali suatu
benda atau peristiwa dengan berbagai cara, sesuai kondisi, situasi, tujuan dan
sasarannya. Manipulasi ini seringkali dibutuhkan oleh para pendidik untuk
menggambarkan suatu benda yang terlalu besar, terlalu kecil, atau terlalu berbahaya
serta sulit diakses mungkin karena letak dan posisinya yang jauh atau prosesnya
terlalu lama untuk observasi dalam waktu yang terbatas. Misalnya, proses
metamorphosis kupu-kupu tidak mungkin diamati selama proses pembelajaran, untuk
itu dibutuhkan media seperti skema, gambar, video, dan lain-lain.
4. Fungsi Fiksatif (Daya Tangkap atau Rekam)
Fungsi fiksatif adalah fungsi yang berkaitan dengan kemampuan suatu media untuk
menangkap, menyimpan, menampilkan kembali suatu objek atau kejadian yang sudah
lama terjadi. Artinya, fungsi fiksatif ini terkait dengan kemampuan merekam (record)
media pada suatu peristiwa atau objek dan menyimpannya dalam waktu yang tidak
terbatas sehingga sewaktu-waktu dapat diputar kembali ketika diperlukan. Peserta
didik akan mudah memahami peristiwa-peristiwa yang direkam tersebut meskipun
mereka tidak mengalaminya secara langsung.
5. Fungsi Distributif
Fungsi distributif memiliki dua fungsi di dalamnya yaitu mengatasi batas-batas ruang
dan waktu, juga mengatasi keterbatasan inderawi manusia. Contoh media yang
memiliki fungsi distributif adalah TV, TV memberikan informasi, hiburan, dan
berbagai pengetahuan yang dapat dilihat oleh berbagai orang di berbagai tempat dan
kondisi yang berbeda. Seseorang dapat mengetahui kejadian, berita, atau informasi
dari tempat lain tanpa harus dating langsung ke tempat tersebut, tetapi melalui
tayangan televisi.
6. Fungsi Psikologis
Dari segi psikologis, media pembelajaran memiliki beberapa fungsi seperti fungsi
atensi, fungsi afektif, fungsi kognitif, fungsi imajinatif dan fungsi motivasi.
C. Manfaat Media Dalam Pembelajaran
Secara umum, manfaat media dalam proses pembelajaran adalah memperlancar
interaksi antara pembelajar dengan pebelajar sehingga kegiatan pembelajaran akan lebih
efektif dan efisien. Tetapi secara lebih khusus ada beberapa manfaat media yang lebih
rinci. Kemp dan Dayton (1985) misalnya, mengidentifikasi beberapa manfaat media
dalam pembelajaran, yaitu:
1. Penyampaian materi pelajaran dapat diseragamkan
Setiap pembelajar mungkin mempunyai penafsiran yang berbeda-beda terhadap suatu
konsep materi pelajaran tertentu. Dengan bantuan media, penafsiran yang beragam
tersebut dapat dihindari sehingga dapat disampaikan kepada pebelajar secara seragam.
Setiap pebelajar yang melihat atau mendengar uraian suatu materi pelajaran melalui
media yang sama, akan menerima informasi yang persis sama seperti yang diterima oleh
pebelajar-pebelajar lain. Dengan demikian, media juga dapat mengurangi terjadinya
kesenjangan informasi diantara pebelajar di manapun berada.
2. Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik
Dengan berbagai potensi yang dimilikinya, media dapat menampilkan informasi melalui
suara, gambar, gerakan dan warna, baik secara alami maupun manipulasi. Materi
pelajaran yang dikemas melalui program media, akan lebih jelas, lengkap, serta menarik
minat pebelajar. Dengan media, materi sajian bisa membangkitkan rasa keingintahuan
pebelajar dan merangsang pebelajar bereaksi baik secara fisik maupun emosional.
Singkatnya, media pembelajaran dapat membantu pembelajar untuk menciptakan suasana
belajar menjadi lebih hidup, tidak monoton, dan tidak membosankan.
3. Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif
Jika dipilih dan dirancang secara baik, media dapat membantu pembelajar dan pebelajar
melakukan komunikasi dua arah secara aktif selama proses pembelajaran. Tanpa media,
seorang pembelajar mungkin akan cenderung berbicara satu arah kepada pebelajar.
Namun dengan media, pembelajar dapat mengatur kelas sehingga bukan hanya
pembelajar sendiri yang aktif tetapi juga pembelajarnya.
4. Efisiensi dalam waktu dan tenaga
Keluhan yang selama ini sering kita dengar dari pembelajar adalah, selalu kekurangan
waktu untuk mencapai target kurikulum. Sering terjadi pembelajar menghabiskan banyak
waktu untuk menjelaskan suatu materi pelajaran. Hal ini sebenarnya tidak harus terjadi
jika pembelajar dapat memanfaatkan media secara maksimal. Misalnya, tanpa media
seorang pembelajar tentu saja akan menghabiskan banyak waktu untuk mejelaskan sistem
peredaran darah manusia atau proses terjadinya gerhana matahari. Padahal dengan
bantuan media visual, topik ini dengan cepat dan mudah dijelaskan kepada anak.
Biarkanlah media menyajikan materi pelajaran yang memang sulit untuk disajikan oleh
pembelajar secara verbal. Dengan media, tujuan belajar akan lebih mudah tercapai secara
maksimal dengan waktu dan tenaga seminimal mungkin. Dengan media, pembelajar tidak
harus menjelaskan materi pelajaran secara berulang-ulang, sebab hanya dengan sekali
sajian menggunakan media, pebelajar akan lebih mudah memahami pelajaran.
5. Meningkatkan kualitas hasil belajar pebelajar
Penggunaan media bukan hanya membuat proses pembelajaran lebih efisien, tetapi juga
membantu pebelajar menyerap materi pelajaran lebih mendalam dan utuh. Bila hanya
dengan mendengarkan informasi verbal dari pembelajar saja, pebelajar mungkin kurang
memahami pelajaran secara baik. Tetapi jika hal itu diperkaya dengan kegiatan melihat,
menyentuh, merasakan, atau mengalami sendiri melalui media, maka pemahaman
pebelajar pasti akan lebih baik.
6. Media memungkinkan proses pembelajaran dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja.
Media pembelajaran dapat dirancang sedemikian rupa sehingga pebelajar dapat
melakukan kegiatan pembelajaran secara lebih leluasa, kapanpun dan dimanapun, tanpa
tergantung pada keberadaan seorang pembelajar. Program-program pembelajaran audio
visual, termasuk program pembelajaran menggunakan komputer, memungkinkan
pebelajar dapat melakukan kegiatan belajar secara mandiri, tanpa terikat oleh waktu dan
tempat. Penggunaan media akan menyadarkan pebelajar betapa banyak sumber-sumber
belajar yang dapat mereka manfaatkan dalam belajar. Perlu kita sadari bahwa alokasi
waktu belajar di sekolah sangat terbatas, waktu terbanyak justru dihabiskan pebelajar di
luar lingkungan sekolah.
7. Media dapat menumbuhkan sikap positif pebelajar terhadap materi dan proses belajar.
Dengan media, proses pembelajaran menjadi lebih menarik sehingga mendorong
pebelajar untuk mencintai ilmu pengetahuan dan gemar mencari sendiri sumber-sumber
ilmu pengetahuan. Kemampuan pebelajar untuk belajar dari berbagai sumber tersebut,
akan bisa menanamkan sikap kepada pebelajar untuk senantiasa berinisiatif mencari
berbagai sumber belajar yang diperlukan.
8. Mengubah peran pembelajar ke arah yang lebih positif dan produktif.
Dengan memanfaatkan media secara baik, seorang pembelajar bukan lagi menjadi satu-
satunya sumber belajar bagi pebelajar. Seorang pembelajar tidak perlu menjelaskan
seluruh materi pelajaran, karena bisa berbagi peran dengan media. Dengan demikian,
pembelajar akan lebih banyak memiliki waktu untuk memberi perhatian kepada aspek-
aspek edukatif lainnya, seperti membantu kesulitan belajar pebelajar, pembentukan
kepribadian, memotivasi belajar, dan lain-lain.
9. Media dapat membuat materi pelajaran yang abstrak menjadi lebih konkrit
Mengidentifikasi bentuk pasar dalam kegiatan ekonomi masyarakat misalnya dapat
dijelaskan melalui media gambar pasar dari yang tradisional sampai pasar yang modern,
demikian pula materi pelajaran yang rumit dapat disajikan secara lebih sederhana dengan
bantuan media. Misalnya materiyang membahas tentang pusat pusat kerajaan Islam
dinusantara dapat disampaikan dengan penggunaan peta atau atlas, sehingga pebelajar
dapat dengan mudah memahami pembelajaran tersebut.
10. Media juga dapat mengatasi kendala keterbatasan ruang dan waktu
Sesuatu yang terjadi di luar ruang kelas, bahkan di luar angkasa dapat dihadirkan di
dalam kelas melalui bantuan media. Demikian pula beberapa peristiwa yang telah terjadi
di masa lampau, dapat kita sajikan di depan pebelajar sewaktu-waktu. Dengan media pula
suatu peristiwa penting yang sedang terjadi di benua lain dapat dihadirkan seketika di
ruang kelas.
11. Media dapat membantu mengatasi keterbatasan indera manusia
Obyek-obyek pelajaran yang terlalu kecil, terlalu besar atau terlalu jauh, dapat kita
pelajari melalui bantuan media. Demikian pula obyek berupa proses/kejadian yang sangat
cepat atau sangat lambat, dapat kita saksikan dengan jelas melalui media, dengan cara
memperlambat, atau mempercepat kejadian. Misalnya, proses perkembangan janin dalam
kandungan selama sembilan bulan, dapat dipercepat dan disaksikan melalui media hanya
dalam waktu beberapa menit saja (Yamin, Martinis. 2006).