KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, karena berkat petunjuk dan
bimbingan-Nya, penulis berhasil menyelesaikan makalah dengan judul Kebudayaan Provinsi
Riau yang berisi pemahaman materi bagi siswa sebagai saran belajar agar siswa lebih aktif
dan kreatif.
Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak sekali mengalami bayak kesulitan
karena kurangnya ilmu pengetahuan. namun berkat bantuan dan bimbingan dari berbagai
pihak akhirnya makalah ini dapat terselesaikan meskipun banyak kekurangan. penulis
menyadari sebagai seorang pelajar yang pengetahuannya belum seberapa dan masih perlu
banyak belajar dalam penyusunan makalah ini. Oleh karena itu, penulis sangat
mengharapkan adanya kritik dan saran yang positif untuk ksempurnaan makalah ini.
Penulis berharap mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat dan digunakan
sebagai bahan pembelajaran di masa yang akan datang. Amiin.
DAFTAR ISI
Kata Pengantar……………………………………………………………..
Daftar Isi…………………………………………………………………...
Profil Provinsi………………………………………………………………
Rumah Adat………………………………………………………………..
Pakaian Adat……………………………………………………………….
Senjata Tradisional…………………………………………………………
Seni Tari…………………………………………………………………....
Seni Musik………………………………………………………………….
Lagu Daerah………………………………………………………………..
Makanan Tradisional……………………………………………………….
Kue Tradisional…………………………………………………………….
Kearifan Lokal……………………………………………………………..
Objek Wisata Terkenal……………………………………………………...
Seni Rupa Bahasa Dan Tulisan……………………………………………..
1. Profil Provinsi
Riau
Provinsi di Indonesia
Transkripsi bahasa Melayu Bendera
• Jawi
Istana Siak
Semboyan : Bumi Bertuah Negeri Beradat
Lambang
Peta
Negara : Indonesia
Hari Jadi : 9 Agustus 1957
Ibu kota : Pekanbaru
Pemerintahan :
• Gubernur : Syamsuar
• Wakil Gubernur : Edy Afrizal Natar Nasution
• Sekretaris Daerah : Ahmad Hijazi
Luas :
• Total : 87.023,66 km2 (3,360,002 sq mi)
Penduduk (2019) :
• Total : 6.814.909
• Kepadatan : 78,31/km2 (20,280/sq mi)
Demografi :
• Agama Islam : 87,47%
• Kristen : 10,28%
• Protestan : 9,27%
• Katolik : 1,01%
• Buddha : 2,18%
• Hindu : 0,04%
• Konghucu : 0,01%
• Lainnya : 0,02%
• Bahasa Resmi : Indonesia
Regional : Melayu (dominan), Banjar, Batak, Bugis, Jawa, Kampar,
Loncong, Minangkabau, Arab, Hokkien, Tamil, Tiochiu,
Tionghoa
Zona waktu : WIB (UTC+07:00)
Kode pos : 28xxx-29xxx
Kode area telepon :-
ISO 3166 : ID-RI
Plat kendaraan : BM
Dasar hukum pendirian : Undang-Undang RI No. 19/drt Tahun 1957, tanggal 10 Agustus 1957
Rumah adat : Selaso Jatuh Kembar
Flora : Nibung
Fauna : Serindit melayu
Situs web : [Link]
Riau adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian tengah pulau
Sumatra. Provinsi ini terletak di bagian tengah pantai timur Pulau Sumatra, yaitu di
sepanjang pesisir Selat Melaka. Hingga tahun 2004, provinsi ini juga meliputi Kepulauan
Riau, sekelompok besar pulau-pulau kecil (pulau-pulau utamanya antara lain Pulau Batam
dan Pulau Bintan) yang terletak di sebelah timur Sumatra dan sebelah selatan Singapura.
Kepulauan ini dimekarkan menjadi provinsi tersendiri pada Juli 2004. Ibu kota dan kota
terbesar Riau adalah Pekanbaru. Kota besar dan Ibukota Kabupaten lainnya antara lain
Dumai, Selatpanjang, Bagansiapiapi, Bengkalis, Bangkinang, Tembilahan, dan Rengat.
Riau saat ini merupakan salah satu provinsi terkaya di Indonesia, dan sumber dayanya
didominasi oleh sumber alam, terutama minyak bumi, gas alam, karet, kelapa sawit dan
perkebunan serat. Tetapi, penebangan hutan yang merajalela telah mengurangi luas hutan
secara signifikan, dari 78% pada 1982 menjadi hanya 33% pada 2005. Rata-rata 160.000
hektare hutan habis ditebang setiap tahun, meninggalkan 22%, atau 2,45 juta hektare pada
tahun 2009. Deforestasi dengan tujuan pembukaan kebun-kebun kelapa sawit dan produksi
kertas telah menyebabkan kabut asap yang sangat mengganggu di provinsi ini selama
bertahun-tahun, dan menjalar ke negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.
2. Rumah Adat
Rumah Melayu Atap Lontik
Rumah adat ini memiliki hiasan perahu pada bagian kaki dindingnya. Salah satu
ciri khas dari rumah adat ini adalah jumlah tangga yang selalu ganjil, seperti lima, tujuh,
dan seterusnya. Namun biasanya banyak masyarakat yang menggunakan lima anak
tangga karena menjadi simbol rukun Islam.
Adapun bentuk tiang dari rumah adat ini pun memiliki arti tersendiri. Seperti
misalnya pada bentuk segi empat yang melambangkan empat arah mata angin, segi enam
yang melambangkan rukun iman dalam agama Islam, dan lain sebagainya.
Rumah Melayu Atap Limas Potong
Jenis rumah adat ini memiliki ciri khas berbentuk rumah panggung yang
menyerupai limas terpotong. Ketinggiannya sekitar 1,5 meter dan terdiri dari beberapa
ruangan di dalamnya. Setidaknya ada lima bagian utama, yaitu teras, ruang depan, ruang
tengah, ruang belakang atau tempat tidur dan dapur. Jenis rumah ini masih banyak
ditemukan di wilayah Kepulauan Riau.
3. Pakaian Adat
Pakaian Adat Resmi
Di masa lalu, pakaian adat resmi Riau hanya dipakai ketika melakukan
pertemuan/kunjungan resmi dengan kerajaan. Namun pada zaman sekarang, pakaian
tersebut lebih sering dipakai pada acara resmi kepemerintahan.
Bagi kaum laki-laki, pakaian adat resminya adalah Baju Kurung Cekak Musang
yang dikombinasikan lengkap dengan kopyah beserta sarung. Baju Kurung Cekak
Musang tersebut dibuat dari bahan-bahan kain berkualitas tinggi, seperti kain satin atau
kain sutra.
Sementara bagi kaum perempuan, pakaian adat resminya adalah Kebaya Laboh. Pakaian
ini berbahan dasar kain tenun khas yang dibuat oleh masyarakat di beberapa daerah Riau,
seperti Indragini, Siak, Trengganu, dan masyarakat lainnya.
Kebaya yang dipakai oleh gadis/wanita perawan didesain dengan panjangnya
mencapai 3 jari di atas lutut. Sedangkan kebaya yang dipakai oleh wanita setengah baya
yakni didesain dengan panjangnya hingga mencapai 3 jari di bawah lutut.
Pakaian Upacara Adat
Pakaian upacara adat digunakan dalam upacara-upacara resmi seperti upacara
pelantikan, upacara penobatan raja, upacara penerimaan tamu, upacara penerimaan
anugerah, dan lain-lain. Untuk pakaian upacara adat, juga dibedakan menjadi pakaian
laki-laki dan pakaian perempuan.
Bagi laki-laki, pakaian untuk upacara adat adalah Baju Kurung Cekak Musang.
Baju ini dipadukan dengan sarung dan kopyah. Sementara bagi perempuan, pakaian
untuk upacara adat adalah Baju Kurung Tulang Belut atau Baju Kebaya Laboh Cekak
Musang. Baju ini dikombinasikan dengan jilbab atau kerudung.
4. Senjata Tradisional
Beladau.
Beladau merupakan salah satu senjata tradisional melayu dengan jenis tusuk.
Senjata Beladau yaitu pisau belati yang tajam pada salah satu sisinya. Beladau hanya
memiliki panjang sekitar 24 cm saja. Senjata ini sering digunakan sebagai sarana
perlindungan diri dari serangan jarak dekat dengan musuh.
Perbedaan beladau melayu riau dengan yang lainnya yaitu terletak pada
kelengkungan di pangkal pegangannya. Sehingga beladau akan lebih mudah dipegang
dan didorong ketika menggunakannya.
Pedang Jenawi.
Pedang Jenawi menjadi senjata tradisional yang pertama dan populer di Riau.
Pedang ini dulunya sering digunakan oleh panglima perang kerajaan Melayu dalam
menghadapi musuh-musuhnya. Pedang memiliki ukuran panjang sekitar 1 meter sehingga
sering digunakan untuk perang tanding jarak dekat.
Pedang Jenawi mirip seperti samurai khas Jepang. Ahli sejarah dan budayawan
berpendapat bahwa senjata ini berasal dari Jepang kuno yang mengalami akulturasi
dengan budaya Melayu. Terlepas dari pendapat tersebut, pedang jenawi tetaplah menjadi
identitas masyarakat melayu di kancah nasional.
5. Seni Tari
Tari Zapin.
Salah satu Tarian Melayu yang cukup terkenal yaitu tari Zapin. Tarian ini dulunya
ditarikan di atas tikar madani dan tikar tidak boleh bergeser atau bergoyang sedikitpun
ketika sedang menari. Tarian Zapin banyak dipengaruhi oleh budaya arab dan tata nilai.
Tarian juga mempertontonkan gerakan kaki cepat yang mengikuti pukulan gendang.
Selain itu, tarian Zapin dulunya juga hanya di peruntukkan bagi penari laki-laki
saja. Namun dengan perkembangan zaman, kini tari zapin lebih mudah dan dapat
diperagakan oleh laki-laki dan perempuan.
Pakaian Tarian Tradisional Melayu yang dikenakan penari laki-laki yaitu
mengenakan baju kurung cekak musang, oleat, songket, seluar dan kopya yang ditambah
dengan bros. Sedangkan kostum penari wanita yaitu baju kurung, labuh, kain songket,
kain samping, selendang tudung manto, anting-anting, kalung, kembang goyang, dan
riasan sanggul lipat dan conget.
Tari Zapin Matahari.
Tari Zapin Matahari merupakan tarian khas yang berasal dari Kecamatan
Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Riau. Tarian yang satu ini mengisahkan kisah cinta
sepasang muda mudi di desa Kuala Tolam. Kemudian mereka menikah dan hidup
bahagia. Namun sangat disayangkan bahwa kebahagiaan mereka hanya sementara.
6. Seni Musik
Gambus
Gambus merupakan alat musik yang sudah sangat terkenal dinusantara. Pada
awalnya Gambus dimainkan untuk acara-acara spiritual pada masyarakat adat Melayu.
Namun kini alat musik Gambus lebih banyak digunakan sebagai pengiring tarian Zapin.
Alat musik yang dimainkan dengan dipetik ini memiliki bentuk seperti alat musik
Mandolin dengan jumlah senar antara 3 sampai 12 buah. Gambus biasanya dimainkan
bersamaan dengan alat musik Gendang. Hal yang unik juga alat musik Gambus ini
digunakan oleh para nelayan sebagai hiburan di atas alat transportasi laut tradisional
ketika mencari ikan.
Nafiri
Alat yang satu ini memiliki bentuk fisik yang sangat mirip dengan Terompet yang
dimainkan dengan cara ditiup. Alat musik ini bisa dikatakan terkenal di Provinsi Riau,
sebab kerap mengiringi acara pertunjukan makyong. Selain sebagai alat musik yang
mengiringi acara pertunjukan alat musik ini juga dijadikan sebagai alat komunikasi
tradisional menyampaikan informasi terkait terjadinya bencana, kematian, kemalingan,
dan informasi yang mendesak lainnya kepada warga masyarakat.
7. Lagu Daerah
8. Makanan Tradisional
Gulai Ikan Patin
Resep dan cara membuat Gulai Ikan Patin
Bahan-bahan:
2 ekor ikan patin, potong-potong
1 buah asam kandis
2 lembar daun kunyit
2 lembar daun salam
4 lembar daun jeruk
garam dan gula secukupnya
air secukupnya
Bumbu halus:
4 siung bawang putih
7 siung bawang merah
5 buah cabai merah
2 cm jahe
3 cm jahe
1 batang serai
Cara membuat:
a. Rebus air kurang lebih 1 liter atau secukupnya hingga mendidih. Masukkan bumbu
halus, masak lagi hingga mendidih.
b. Masukkan ikan patin bersama asam kandis, daun kunyit, daun jeruk, dan daun salam.
c. Bumbui dengan garam secukupnya, tambahkan 2 sdt gula. Masak lagi hingga ikan
matang dan kuah sedap. Jadi deh.
Nasi Lemek Khas Riau
Resep dan cara membuat Nasi Lemek Khas Riau
Bahan-bahan
1 kg beras
½ liter santan kental
Bumbu-bumbu
125 gr bawang merah, sebagian digiling sebagian dirajang lalu goreng
75 gr bawang putih, sebagian digiling halus sebagian lagi dirajang lalu goreng
5 buah kapulaga
3 buah pekak
3 buah cengkeh
Daun salam secukupnya
Serai secukupnya
Garam
Minyak goreng
Cara membuat
a. Cuci bersih beras kemudian tiriskan. Panaskan dandang hingga air mendidih. Kukus
beras dalam dandang hingga ½ matang. Angkat;
b. Panaskan wajan tambahkan minyak goreng, biarkan minyak agak panas. Masukkan
daun salam dan serai, tumis hingga wangi, lalu masukkan rempah lainnya, setelah
wangi lalu masukkan bawang merah dan bawang putih halus. Tumis sampai matang
dan wangi;
c. Tambahkan santan, aduk rata. Tambahkan sedikit air agar tidak terlalu kental.
Masukkan beras yang telah dikukus ke dalam bumbu. aduk hingga rata;
d. Tambahkan bawang merah dan bawang putih goreng dan garam, aduk kembali.
Masukkan lagi beras yang telah tercampur bumbu ke dalam dandang. Kukus hingga
matang;
e. Sajikan nasi lemak bersama berbagai lauk.
9. Kue Tradisional
Kue Bangkit Khas Riau
Resep dan cara membuat Kue Bangkit Khas Riau
Bahan-bahan:
500 gram Tepung Kanji
3 lembar Daun Pandan Kering
175 ml Santan (dari ½ butir Kelapa)
2 lembar Daun Pandan
5 lembar Daun Jeruk Purut
1 buah Jeruk Purut, kemudian anda ambil kulitnya
½ sendok teh Garam
2 kuning Telur
1 putih Telur
200 gram Gula Halus
Cara membuat kue bangkit yang enak :
1. Pertama anda sangrai terlebih dahulu tepung kanjinya bersamaan dengan daun
pandan kering, kemudian anda angkat dan dinginkan.
2. Setelah itu anda rebus santan, daun pandan, daun jeruk purut, kulit jeruk purut dan
garam, sambil anda aduk-adukan hingga mendidih. Kemudian anda angkat lalu
saring dan dinginkan.
3. Lalu anda kocok telur dan gula hingga mengental, kemudian anda tambahkan tepung.
Anda aduk rata dan masukkan santan, lalu aduk kembali.
4. Selanjutnya anda giling adonan setebal 1 cm dan cetak lalu anda letakkan diatas
Loyang yang telah anda olesi margarin.
5. Nah anda oven hingga kuning dan matang.
Roti Canai Khas Riau
Resep dan cara membuat Roti Canai Khas Riau
Bahan-Bahan :
Tepung terigu protein tinggi sebanyak 350 gram
Garam halus sebanyak 1 sdm
Air hangat sebanyak 200 ml
Margarin sebanyak 250 gram, lelehkan
Cara membuat Roti Canai Khas Riau Asli Enak
1. Ambil mangkuk besar kemudian masukan bahan seperti tepung terigu, garam halus
dan air hangat. Aduk-aduk bahan-bahan tersebut sampai semua bahan rata dan
membentuk adonan yang cuku kental.
2. Masukan mentega yang sudah di lelehkan sebelumnya ke dalam wadah tepung tadi
sedikit demi sedikit sambil terus diaduk-aduk. Anda bisa menguleninya sampai
adonan tersebut elastis dan kalis atau tidak lengket di tangan.
3. Jika sudah ambil adonan tadi dan bagi-bagi menjadi 20 bagian adonan yang beratnya
sama, bentuk bulatan dan tata rapi.
4. Tutup adonan yang sudah dibulatkan tadi dengan serbet bersih yang lembab selama
20-30 menit.
5. Ambil satu bagian adonan kemudian giling menggunakan rolling pan hingga tebal
adonan sekitar ½ cm. lakukan sampai semua bahan habis dan sisihkan.
6. Ambil wajan anti lengket atau teflon dan tambahkan sedikit mentega atau minyak
bersih. Panaskan dengan api kecil sana dan biarkan hingga 2-3 menit.
7. Masak adonan sampai matang berwarna kuning kecokelatan. Jangan lupa untuk
membaliknya agar semua bagian matang merata. Lakukan sampai semua adonan
habis dan roti canai siap untuk disajikan.
10. Kearifan Lokal
1. Penggunaan alat-alat tradisional (endoteknologi) dalam menangkap ikan dan
kerang di perairan Indragiri Hilir, Kuantan, dan Kampar. Contohnya dengan
menggunakan jaring, jala, luka/bubu, sawuak-sawuak, rawai, posok, tanggok
bambu, simotiak, dan tongkah.
2. Tradisi-tradisi upacara adat sebagai wujud hormat kepada alam sebelum diambil
manfaatnya oleh masyarakat. Contohnya tradisi menyemah (menyembelih hewan)
sebelum membuka hutan di hutan adat Desa Dosan, Kabupaten Bengkalis dan
upacara semah laut sebelum melaut di Desa Panglima Raja, Indragiri Hilir.
3. Restriksi pemanfaatan alam, yang dapat berupa:
a. Meminta izin kepada kepala adat (ninik mamak) sebelum pergi ke hutan atau
melaut. Ini adalah wujud dari kontrol sosial agar tidak terjadi eksploitasi
terhadap alam;
b. Menentukan kawasan boleh menebang bakau di Desa Panglima Raja, Inhil
sebagai kesadaran fungsi strategis bakau dalam mencegah abrasi pantai dan
peran perlindungan di ekosistem pantai;
c. Menentukan musim tertentu untuk melaut di Desa Panglima Raja, Inhil agar
tidak terjadi eksploitasi pada sumber daya alam perairan;
d. Larangan menebang kayu di hutan, tetapi memperbolehkan pemetikan buah
yang tidak disertai pemotongan kayu di Rimbo Larangan Jake, Kuantan
Singingi;
e. Denda jika memotong kayu untuk keperluan komersial berupa wajib
memotong kambing/lembu/kerbau di Rimbo Larangan Jake, Kuantan
Singingi.
11. Objek Wisata Terkenal
Wisata Danau Raja
Lokasi menarik lainnya yang bisa anda jumpai saat berada di Provinsi Riau adalah Danau
Raja yang terletak di Kota Rengat, Riau, Indonesia. Kondisi danau yang tenang serta
dikelilingi pohon pohon yang rindang menghadirkan suasana nyaman dan damai untuk
menenangkan pikiran anda. Menyaksikan sunset adalah hal terbaik untuk anda lakukan
saat berada di danau ini.
Pasalnya, dahulu Danau Raja merupakan tempat pemandian keluarga kerajaan dari Istana
Indragiri. Bahkan, disebut sebut dulu ada sebuah bangunan kerajaan yang berada di dekat
danau, tepatnya di tengah tengah sungai Indragiri. Sampai sekarang pun anda masih bisa
melihat ada bekas bangunan di tengah aliran sungai ketika air sungai berdebit kecil. Sore
hari adalah waktu yang paling tepat bagi anda dan keluarga untuk menikmati keindahan
danau sambil ditemani cemilan khas daerah setempat.
Wisata Kebun Binatang Kasang Kulim
Berlibur bersama keluarga adalah hal yang bagus untuk anda lakukan ketika liburan.
Membawa anak anak ke Kebun Binatang Kasang Kulim yang terletak tak jauh dari pusat
kota tentunya akan sangat seru dan menyenangkan. Selain bermain, anak anak anda juga
bisa belajar untuk menambah wawasan serta ilmu pengetahuan.
Kebun binatang yang memiliki luas sekitar 10 hektar ini menawarkan berbagai aneka
spesies koleksi satwa dari yang liar hingga jinak. Anda pastinya bisa mengenalkan satu
per satu jenis hewan yang ada di kebun ini kepada anak anak anda sambil mengabadikan
momen bahagia tersebut ke dalam gambar. Tidak hanya itu, tempat yang nyaman serta
fasilitas menarik dan lokasi bersih juga menjadi hal utama taman bermain ini selalu
dipadati pengunjung.
Anda hanya perlu mengeluarkan uang sejumlah Rp. 20.000 untuk pengunjung dewasa
dan Rp. 10.000 untuk ukuran anak anak, anda akan langsung bisa menikmati berbagai
wahana yang disediakan. Terdapat banyak pohon pohon yang rindang sehingga
menambah kesejukan udara yang bisa anda hirup. Anak anak tentunya bisa bermain
dengan nyaman dan menyenangkan.
12. Seni Rupa Bahasa dan Tulisan
Kerajinan Kain Tenun Lejo Khas Kabupaten Bengkalis
Kain Tenun lejo kabupaten bengkalis merupakan salah satu jenis kain tenun yang
di produksi sendiri oleh masyarakat yang berada di lingkup kabuapten Bengkalis.
Tenun lejo ini jugla merupakan dari ciri khas masyarakat melayu yang mana
didalam setiap kesempatan selalu di gunakan dalam berbagai upacara ceremonial seperti
pada acara pernikahan, sunatan (akikah anak), penyambutan tamu, dan acara pementasan
seni budaya.
Di samping itu kain tenun lejo ini terbuat dari bahan sutera yang berkualitas tinggi
dengan di sulam benang emas yang gemerlap keemasan menjadikan kain tenun lejo ini
kelihatan begitu mewah untuk di pakai bagi anda yang pecinta kain tenun khususnya kain
tenun lejo yang berasal dari Kabupaten Bengkalis yang di produksi melalui berbagai
proses panjang untuk menghasilkan sebuah kain yang bermutu tinggi. kerajinan tangan
dari banten bisa anda jadikan sebagai informasi tambahan.