0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
208 tayangan85 halaman

Teknik Pengintegralan Kalkulus Integral

Buku ini membahas teknik-teknik pengintegralan yang dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai bentuk integral tak tentu. Teknik-teknik pengintegralan yang dijelaskan meliputi integral substitusi, integral trigonometri, integral substitusi yang merasionalkan, integral parsial, pengintegralan fungsi rasional, dan strategi penyelesaian integral secara umum.

Diunggah oleh

Marcellia Intan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
208 tayangan85 halaman

Teknik Pengintegralan Kalkulus Integral

Buku ini membahas teknik-teknik pengintegralan yang dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai bentuk integral tak tentu. Teknik-teknik pengintegralan yang dijelaskan meliputi integral substitusi, integral trigonometri, integral substitusi yang merasionalkan, integral parsial, pengintegralan fungsi rasional, dan strategi penyelesaian integral secara umum.

Diunggah oleh

Marcellia Intan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Perpustakaan Nasional RI:

Katalog Dalam Terbitan (KDT)

Kalkulus Integral: Teknik Pengintegralan

Penulis:
Venty Meilasari, [Link]., [Link].
Ratih Handayani, [Link]., [Link].

Editor:
Dr. Sumarno, [Link].
Dr. (chand) Purna Bayu Nugroho, [Link].

Desain Cover dan Tata Letak:


Khusnul Khotimah, [Link]., M.T.I.

ISBN:
978-602-60227-4-5

Cetakan, September 2019

Penerbit:
Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Alamat Redaksi:
Gedung C Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Kotabumi
Jl. Hasan Kepala Ratu No. 1052 Sindangsari, Lampung Utara
e-mail : perpustakaan@[Link].
Website : [Link].
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, atas berkat Rahmat dari Allah SWT penulis dapat


menyelesaikan buku yang berjudul “Kalkulus Integral: Teknik
Pengintegralan” ini. Penulisan bahan ajar ini bertujuan untuk
menghasilkan bahan ajar kalkulus khususnya pada bahasan teknik
pengintegralan yang sesuai dengan karakteristik mahasiswa yang ada
di Universitas Muhammadiyah Kotabumi. Hal ini dirasa sangat
penting mengingat banyaknya bentuk integran yang harus dapat
diselesaikan oleh mahasiswa.

Penulis mengucapkan ribuan terima kasih kepada semua pihak yang


telah membantu sehingga terselesaikannya penulisan buku ini. Penulis
juga berharap buku ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa Program
Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Kotabumi
khususnya, dan umumnya para pencinta ilmu pengetahuan. Saran dan
kritik dari pembaca sangat diharapkan demi perbaikan dan
pengembangan buku ini secara berkelanjutan.

Penulis,
DAFTAR ISI

Halaman Judul ................................................................. i


Halaman .......................................................................... ii
Kata Pengantar ................................................................ iii
Daftar Isi ......................................................................... iv

Pendahuluan .................................................................... 1
Tujuan Pembelajaran ....................................................... 3
Teknik Pengintegralan ..................................................... 4
A. Integral Substitusi ............................................... 5
B. Integral Trigonometri .......................................... 12
C. Integral Substitusi yang Merasionalkan ............... 27
D. Integral Parsial .................................................... 36
E. Pengintegralan Fungsi Rasional ........................... 45
F. Strategi Pengintegralan ........................................ 56
G. Pengintegralan dengan Tabel dan
Aplikasi Komputer .............................................. 64
Uji Kompetensi Akhir ...................................................... 73

Daftar Pustaka ................................................................. 75


Lampiran ......................................................................... 76
Teknik Pengintegralan

PENDAHULUAN

Kalkulus adalah salah satu cabang dari ilmu matematika yang


mempelajari perubahan. Contohnya adalah perubahan disekitar kita,
misalnya perubahan posisi bola setelah kita lemparkan ke atas,
perubahan kecepatan ketika kita mengendarai motor. Maka tidak salah
jika ide dasar dari kalkulus adalah mempelajari perubahan yang terjadi
dalam interval waktu yang kecil. Fokus materi pada kalkulus adalah
terletak pada materi limit fungsi, diferensial dan integral.

Kalkulus terdiri atas dua cabang, yaitu kalkulus diferensial dan


kalkuluas integral. Kalkulus diferensial dikembangkan oleh ilmuwan
Sir Isaac Newton, sedangkan Kalkulus Integral dikembangkan oleh
ilmuwan Gottfried Leibniz. Kalkulus diferensial merupakan kalkulus
yang berkaitan dengan turunan atau persoalan garis singgung. Di lain
sisi, kalkulus integral berkaitan dengan persoalan tentang
pengintegralan atau anti turunan. Pada bagian awal, kalkulus integral
kita akan diperkenalkan dengan beberapa bentuk integral dasar,
seperti beberapa integral trigonometri dan yang paling familiar adalah
bentuk berikut:

1
∫ 𝑥 𝑛 𝑑𝑥 = 𝑥 𝑛+1 + 𝐶
𝑛+1

1
Venty Meilasari
Ratih Handayan i

Bentuk di atas merupakan pedoman paling dasar dalam suatu


pengintegralan. Sangat sederhana bukan? Namun jika peserta didik
dihadapkan dengan permasalahan pengintegralan yang lebih
kompleks, mereka akan menemukan kesulitan bahkan kebuntuan.
Misalnya diberikan beberapa soal latihan berikut.

Hitunglah Integral berikut.


1. ∫ 3𝑥 2 − 2𝑥 + 3 𝑑𝑥
2. ∫ sin 𝑥 𝑑𝑥
3. ∫ sin 𝑥 cos 𝑥 𝑑𝑥
4. ∫ sin5 𝑥 𝑑𝑥
5. ∫ 𝑥 4 √𝑥 2 − 5 𝑑𝑥

Jika kita cermati lima soal di atas, soal nomor 1 dan 2 merupakan soal
yang sederhana. Dengan menggunakan ingatan dan menerapkan
aturan pengintegralan sebelumnya, kita mampu menyelesaikannya.
Selanjutnya soal nomor 3 dapat diselesaikan dengan melakukan
manipulasi. Kita dapat mengubah bentuk sin 𝑥 cos 𝑥 menjadi bentuk
1
sin 2𝑥.
2

Bagaimana dengan soal nomor 4 dan 5? Jika hanya mengandalkan


pengetahuan dasar, soal tersebut akan sulit untuk diselesaikan. Untuk
itu, perlu dipelajari teknik pengintegralan. Hal ini ditujukan agar
pembaca mampu menyelesaikan persoalan pengintegralan dalam
berbagai bentuk.

2
Teknik Pengintegralan

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari buku ini, diharapkan:

1. Mahasiswa dapat menghitung nilai integral dengan teknik


integral substitusi
2. Mahasiswa dapat menghitung nilai integral dengan teknik
integral trigonometri
3. Mahasiswa dapat menghitung nilai integral dengan teknik
integral substitusi yang merasionalkan
4. Mahasiswa dapat menghitung nilai integral dengan teknik
integral parsial
5. Mahasiswa dapat menghitung nilai integral dengan teknik
integral fungsi rasional
6. Mahasiswa dapat menentukan strategi yang tepat dalam
menyelesaikan persoalan pengintegralan.
7. Mahasiswa dapat menentukan integral dengan menggunakan
tabel dan aplikasi.

3
Venty Meilasari
Ratih Handayan i

TEKNIK PENGINTEGRALAN

Buku ini akan membahas teknik pengintegralan yang dapat dilihat


pada gambar berikut.

Integral Parsial

Integral substitusi Trigonometri Integral Fungsi Rasional

Integral
Trigonometri Strategi
Pengintegralan

TEKNIK
PENGINTEGRALAN

Integral Substitusi INtegral dengan Tabel dan


Aplikasi

GAMBAR 1
SEBARAN MATERI

4
Teknik Pengintegralan

cHAPT 1

INTEGRAL SUBSTITUSI

5
Venty Meilasari
Ratih Handayan i

A. INTEGRAL SUBSTITUSI

Kita akan mengintegralkan suatu integral tak tentu, jika bentuk


integrannya adalah bentuk yang sudah baku, maka kita dapat
mengintegraljkannya secara langsung. Namun jika bentuk
integrannya belum baku, maka tugas kita adalah mencari sebuah
substitusi untuk dapat mengubahnya menjasi bentuk baku. Salah satu
teknik yang dapat kita gunakan adalah dengan menggunakan aturan
rantai dalam dirensiasi dalam merubah bentuk intergran agar menjadi
bentuk yang baku, taknik ini dikenal dengan nama teknik substitusi

Konstanta, Pangkat
1. ∫ 𝒌 𝒅𝒖 = 𝒌𝒖 + 𝑪 𝑢 𝑟+1
𝑟 +𝐶 𝑟 ≠ −1
2. ∫ 𝑢 𝑑𝑢 = { 𝑟+1
ln|𝑢| + 𝐶 𝑟=1
Eksponen
3. ∫ 𝒆𝒖 𝒅𝒖 = 𝒆𝒖 + 𝑪 𝑎𝑢
4. ∫ 𝑎𝑢 𝑑𝑢 = ln 𝑎 + 𝐶, 𝑎 ≠ 1, 𝑎 > 0
Fungsi trigonometri
5. ∫ 𝐬𝐢𝐧 𝒖 𝒅𝒖 = − 𝐜𝐨𝐬 𝒖 + 𝑪 6. ∫ cos 𝑢 𝑑𝑢 = sin 𝑢 + 𝐶
𝟐
7. ∫ 𝐬𝐞𝐜 𝒖 𝒅𝒖 = 𝐭𝐚𝐧 𝒖 + 𝑪 8. ∫ csc 2 𝑢 𝑑𝑢 = − cot 𝑢 + 𝐶
9. ∫ 𝐬𝐞𝐜 𝒖 𝐭𝐚𝐧 𝒖 𝒅𝒖 = 𝐬𝐞𝐜 𝒖 + 𝑪 10. ∫ csc 𝑢 cot 𝑢 𝑑𝑢 = − csc 𝑢 + 𝐶
11. ∫ 𝐭𝐚𝐧 𝒖 𝒅𝒖 = − 𝐥𝐧|𝐜𝐨𝐬 𝒖| + 𝑪 12. ∫ cot 𝑢 𝑑𝑢 = ln|sin 𝑢| + 𝐶
Fungsi Aljabar
𝒅𝒖 𝒖 𝑑𝑢 1 𝑢
13. ∫ = 𝐬𝐢𝐧−𝟏 (𝒂) + 𝑪 14. ∫ = 𝑎 tan−1 (𝑎) + 𝐶
√ 𝒂𝟐 −𝒖𝟐 √ 𝑎 2 +𝑢 2
𝒅𝒖 𝟏 |𝒖| 𝟏 −𝟏 𝒂
15. ∫ = 𝒂 𝒔𝒆𝒄−𝟏 ( 𝒂 ) + 𝑪 = 𝒂 𝐜𝐨𝐬 (|𝒖|)
𝒖√𝒖𝟐 −𝒂𝟐

6
Teknik Pengintegralan

Teorema A

(substitusi) untuk menentukan∫ 𝒇(𝒙) 𝒅𝒙, kita dapat


mensubstitusi u = g(x), dengan g fungsi yang dapat di
integralkan. Apabila subsitusi itu mengubah f(x) dx menjadi
h(u) du dan apabila 𝑯 sebuah anti turunan 𝒉, maka:

∫ 𝒇(𝒙)𝒅𝒙 = ∫ 𝒉(𝒖)𝒅𝒖 = 𝑯(𝒖) + 𝑪 = 𝑯(𝒈(𝒙)) + 𝑪

Ide dari teknik substitusi ini adalah mensubstitusi (menggantikan)


bentuk integral yang rumit dengan bentuk integral yang lebih
sederhana. Ini dilakukan dengan cara menggantikan variabel yang
semula fungsinya 𝑥 menjadi bervariabel 𝑢. Hal yang perlu
diperhatikan dalam penggunaan teknik ini adalah memilih fungsi yang
tepat untuk digantikan. Kita dapat mencobanya dengan cara memilih
fungsi yang memiliki turunan yang bentuknya sama dengan fungsi
yang lain atau konstanta.

Berikut adalah beberapa contoh soal mengenai teknik pengintegralan


dengan substitusi. Perhatikan bentuk-bentuk integran yang dapat
diselesaikan dengan metode ini.

7
Venty Meilasari
Ratih Handayan i

Contoh A1.
Tentukan hasil dari ∫ 𝑥√𝑥 2 + 4𝑥 𝑑𝑥
Jawab:
Misalkan 𝑢 = 𝑥2 + 4
maka 𝑑𝑢 = 2𝑥 𝑑𝑥
𝑑𝑢
sehingga 𝑥 𝑑𝑥 = 2

substitusikan permisalan ke integran pada soal,

1
∫ 𝑥√𝑥 2 + 4𝑥 𝑑𝑥 = ∫ 𝑥 (𝑥 2 + 4)2 𝑑𝑥
1
= ∫(𝑥 2 + 4)2 𝑥 𝑑𝑥

1 𝑑𝑢
= ∫ 𝑢2
2
1 2 3
= ∙ ∙ 𝑢2 + 𝐶
2 3
1 3
= 𝑢2 + 𝐶
3
1 3
= (𝑥 2 + 4)2 + 𝐶
3
1
= (𝑥 2 + 4)√𝑥 2 + 4𝑥 + 𝐶
3

Contoh A2.
Carilah hasil dari ∫(2𝑥 − 5)(𝑥 2 − 5𝑥 + 14)6 𝑑𝑥
Jawab:

8
Teknik Pengintegralan

Misalkan 𝑢 = 𝑥 2 − 5𝑥 + 14
maka 𝑑𝑢 = (2𝑥 − 5) 𝑑𝑥
selanjutnya

∫(2𝑥 − 5)(𝑥 2 − 5𝑥 + 14)6 𝑑𝑥 = ∫(𝑥 2 − 5𝑥 + 14)6 (2𝑥 − 5) 𝑑𝑥

= ∫ 𝑢6 𝑑𝑢

1
= 𝑢7 + 𝐶
7
1
= (𝑥 2 − 5𝑥 + 14)7 + 𝐶
7

Contoh A3.
Tentukan hasil dari ∫ 𝑥 3 √𝑥 4 + 11 𝑑𝑥
jawab:
Misalkan 𝑢 = 𝑥 4 + 11
maka 𝑑𝑢 = 𝑑(𝑥 4 + 11) = 4𝑥 3 𝑑𝑥
selanjutnya
1
∫ 𝑥 3 √𝑥 4 + 11 𝑑𝑥 = ∫(𝑥 4 + 11)2 𝑥 3 𝑑𝑥

1 1
= ∫(𝑥 4 + 11)2 4𝑥 3 𝑑𝑥
4
1 1
= ∫(𝑥 4 + 11)2 𝑑( 𝑥 4 + 11)
4
1 2 3
= ∙ ∙ (𝑥 4 + 11)2 + 𝐶
4 3

9
Venty Meilasari
Ratih Handayan i

1 3
= (𝑥 4 + 11)2 + 𝐶
6
1
= (𝑥 4 + 11)√𝑥 4 + 11 + 𝐶
6

Contoh A4.
Tentukan ∫ cos(3𝑥 + 2)𝑑𝑥
Jawab:
Misalkan 𝑢 = 3𝑥 + 2
Maka 𝑑𝑢 = 3 𝑑𝑥
Sehingga
𝑑𝑢
∫ cos(3𝑥 + 2)𝑑𝑥 = ∫ cos 𝑢
3
1
= ∫ cos 𝑢 𝑑𝑢
3
1
= ∙ sin 𝑢 + 𝐶
3
1
= sin(3𝑥 + 2) + 𝐶
3

10
Teknik Pengintegralan

Latihan A
Untuk melihat sejauh mana pemahaman terhadap materi yang telah
dipelajari, Hitunglah Integral berikut.
a. ∫(𝑥 − 4)3 𝑑𝑥
b. ∫ 𝑥√𝑥 2 + 2 𝑑𝑥
𝑑𝑡
c. ∫
√1+𝑡

d. ∫ 𝑥 (4 − 2𝑥 2 )9 𝑑𝑥
e. ∫(2𝑥 − 1)(𝑥 2 − 2)4 𝑑𝑥
f. ∫(3𝑡 2 + 2)(2𝑡 3 + 4𝑡)8 𝑑𝑡
g. ∫ 𝑥√𝑥 2 + 2 𝑑𝑥
1
h. ∫ 𝑥 ln 𝑥 𝑑𝑥
𝑑𝑡
i. ∫
√1+𝑡
2
j. ∫ (1+5𝑧)3 𝑑𝑧

k. ∫ cos 4𝑥 𝑑𝑥
l. ∫ x sin 𝑥 2 𝑑𝑥
m. ∫ sin(2𝑥 + 3)𝑑𝑥
n. ∫ 𝑠𝑖𝑛3 𝜃 cos 𝜃 𝑑𝜃
sin √𝑥
o. ∫ 𝑑𝑥
√𝑥

p. ∫ cos 𝜃 cos(sin 𝜃)𝑑𝜃

11
Venty Meilasari
Ratih Handayan i

cHAPT 2

INTEGRAL TRIGONOMETRI

12
Teknik Pengintegralan

B. INTEGRAL TRIGONOMETRI

Pada bagian ini akan dibahas beberapa bentuk integral trigonometri


yang sering muncul, yaitu sebagai berikut.
1. Bentuk  𝑠𝑖𝑛𝑛 𝑥 𝑑𝑥 dan  𝑐𝑜𝑠 𝑛 𝑥 𝑑𝑥
2. Bentuk  𝑠𝑖𝑛𝑚 𝑥 𝑐𝑜𝑠 𝑛 𝑥 𝑑𝑥
3. Bentuk ∫ 𝑡𝑎𝑛𝑛 𝑥 𝑑𝑥 dan ∫ 𝑐𝑜𝑡 𝑛 𝑥 𝑑𝑥
4. Bentuk ∫ 𝑡𝑎𝑛𝑚 𝑥 𝑠𝑒𝑐 𝑛 𝑥 𝑑𝑥 dan ∫ 𝑐𝑜𝑡 𝑚 𝑥 𝑐𝑠𝑐 𝑛 𝑥 𝑑𝑥
5. Bentuk ∫ 𝑠𝑖𝑛 𝑚𝑥 𝑐𝑜𝑠 𝑛𝑥 𝑑𝑥 , ∫ 𝑠𝑖𝑛 𝑚𝑥 𝑠𝑖𝑛 𝑛𝑥 𝑑𝑥, dan
∫ 𝑐𝑜𝑠 𝑚𝑥 𝑐𝑜𝑠 𝑛𝑥 𝑑𝑥

Selanjutnya akan dijelaskan masing-masing bentuk pada uraian


berikut.

1. Bentuk  𝒔𝒊𝒏𝒏 𝒙 𝒅𝒙 dan  𝒄𝒐𝒔𝒏 𝒙 𝒅𝒙

Apabila 𝑛 bilangan ganjil dan positif, maka langkah yang harus


dilakukan adalah sebagai berikut.

 keluarkan satu faktor sin 𝑥 atau cos 𝑥


 gunakan kesamaan: sin2 𝑥 + cos2 𝑥 = 1 untuk disubstitusikan
ke sin2 𝑥 atau cos2 𝑥 sesuai soal.
 Lakukan pengintegralan

Sebelum kita membahas pengintegralan bentuk ini, mari kita ingat


kembali bahwa:

13
Venty Meilasari
Ratih Handayan i

∫ sin 𝑥 𝑑𝑥 = − cos 𝑥 + 𝐶

dan
∫ cos 𝑥 𝑑𝑥 = sin 𝑥 + 𝐶

Selain anti turunan tersebut, mari kita bersama-sama untuk mengingat


beberapa rumus trigonometri yang telah dipelajari pada semester
sebelumnya. Agar kita lebih memehami penerapan startegi di atas,
perhatikan contoh-contoh berikut.

Contoh B1
Tentukan ∫ sin5 𝑥 𝑑𝑥
Jawab:

∫ sin5 𝑥 𝑑𝑥 = ∫ sin4 𝑥 sin 𝑥 𝑑𝑥

= ∫(sin2 𝑥)2 sin 𝑥 𝑑𝑥

= ∫(1 − cos2 𝑥 )2 sin 𝑥 𝑑𝑥

= ∫(1 − 2 cos2 𝑥 + cos4 𝑥) sin 𝑥 𝑑𝑥

= − ∫(1 − 2 cos2 𝑥 + cos4 𝑥) 𝑑 (cos 𝑥)

2 1
= − (cos 𝑥 − cos3 𝑥 + cos5 𝑥) + 𝐶
3 5
2 1
= − cos 𝑥 + cos3 𝑥 − cos5 𝑥 + 𝐶
3 5

14
Teknik Pengintegralan

Apabila 𝑛 genap, lakukan langkah sebagai berikut.


* keluarkan atau faktorkan bentuk sin2 𝑥 atau cos2 𝑥
1−cos 2𝑥
* gunakan rumus setengah sudut: sin2 𝑥 = atau
2
1+cos 2𝑥
cos2 𝑥 = 2

* lakukan pengintegralan.

Contoh B2
Tentukan ∫ sin2 𝑥 𝑑𝑥
Jawab:
1 − cos 2𝑥
∫ sin2 𝑥 𝑑𝑥 = ∫ ( ) 𝑑𝑥
2
1 1
= ∫ 𝑑𝑥 − ∫ cos 2𝑥 𝑑𝑥
2 2
1 1 1
= 𝑥 − ∙ sin 2𝑥 + 𝐶
2 2 2
1 1
= 𝑥 − sin 2𝑥 + 𝐶
2 4

Contoh B3
Tentukan ∫ cos4 𝑥 𝑑𝑥
Jawab:
1 + cos 2𝑥 2
∫ cos4 𝑥 𝑑𝑥 = ∫ ( ) 𝑑𝑥
2

15
Venty Meilasari
Ratih Handayan i

1
= ∫(1 + 2 cos 2𝑥 + cos2 2𝑥) 𝑑𝑥
4
1 2 1
= ∫ 𝑑𝑥 + ∫ cos 2𝑥 𝑑𝑥 + ∫ cos2 2𝑥 𝑑𝑥
4 4 4
1 2 1 1 + cos 4𝑥
= ∫ 𝑑𝑥 + ∫ cos 2𝑥 𝑑𝑥 + ∫ ( ) 𝑑𝑥
4 4 4 2
1 2 1 1
= ∫ 𝑑𝑥 + ∫ cos 2𝑥 𝑑𝑥 + ∫ 𝑑𝑥 + ∫ cos 4𝑥 𝑑𝑥
4 4 8 8
3 2 1
= ∫ 𝑑𝑥 + ∫ cos 2𝑥 𝑑𝑥 + ∫ cos 4𝑥 𝑑𝑥
8 4 8
3 2 1 1 1
= 𝑥 + ∙ sin 2𝑥 + ∙ sin 4𝑥 + 𝐶
8 4 2 8 4
3 1 1
= 𝑥 + sin 2𝑥 + sin 4𝑥 + 𝐶
8 4 32

2. Bentuk  𝒔𝒊𝒏𝒎 𝒙 𝒄𝒐𝒔𝒏 𝒙 𝒅𝒙

Strategi penyelesaian 1

Jika pangkat dari kosinus adalah bilangan ganjil (𝑛 = 2𝑘 + 1),


simpan satu faktor kosinus dan gunakan cos2 𝑥 = 1 − sin2 𝑥 untuk
menyatakan faktor yang tersisa dalam sinus:

∫ sin𝑚 𝑥 cos2𝑘+1 𝑥 𝑑𝑥 = ∫ sin𝑚 𝑥 (cos2 𝑥)𝑘 cos 𝑥 𝑑𝑥

= ∫ sin𝑚 𝑥 (1 − sin2 𝑥)𝑘 cos 𝑥 𝑑𝑥

Kemudian substitusikan 𝑢 = sin 𝑥

16
Teknik Pengintegralan

Strategi penyelesaian 2

Jika pangkat dari sinus adalah bilangan ganjil (𝑚 = 2𝑘 + 1), simpan


satu faktor sinus dan gunakan sin2 𝑥 = 1 − cos2 𝑥 untuk menyatakan
faktor yang tersisa dalam kosinus:

∫ sin2𝑘+1 𝑥 cos𝑛 𝑥 𝑑𝑥 = ∫(sin 2 𝑥)𝑘 cos𝑛 𝑥 sin 𝑥 𝑑𝑥

= ∫(1 − cos2 𝑥 )𝑘 cos𝑛 𝑥 sin 𝑥 𝑑𝑥

Kemudian substitusikan 𝑢 = cos 𝑥

Catatan:
Jika pangkat dari sinus maupun kosinus adalah ganjil, salah satu dari
strategi penyelesaian 1 atau 2 dapat digunakan.

Strategi penyelesaian 3
Jika pangkat dari sinus maupun kosinus adalah bilangan genap,
gunakan kesamaan sudut paruh.

1
sin2 𝑥 = (1 − cos 2𝑥 )
2

atau

1
cos2 𝑥 = (1 + cos 2𝑥 )
2

17
Venty Meilasari
Ratih Handayan i

Terkadang kesamaan di bawah ini dapat membantu

1
sin 𝑥 cos 𝑥 = sin 2𝑥
2

Contoh B4
Tentukan ∫ sin3 𝑥 cos −4 𝑥 𝑑𝑥
Jawab:

∫ sin3 𝑥 cos −4 𝑥 𝑑𝑥 = ∫ sin2 𝑥 cos −4 𝑥 sin 𝑥 𝑑𝑥

= ∫(1 − cos2 𝑥) cos −4 𝑥 sin 𝑥 𝑑𝑥

= ∫ (cos −4 𝑥 −cos −2 𝑥) sin 𝑥 𝑑𝑥

= − ∫ (cos −4 𝑥 − cos −2 𝑥) 𝑑(cos 𝑥)

1 1
= −( cos −3 𝑥 − cos−1 𝑥) + 𝐶
−3 −1
1
= cos−3 𝑥 − cos−1 𝑥 + 𝐶
3
1
= sec 3 𝑥 − sec 𝑥 + 𝐶
3

Contoh B5
Tentukan ∫ sin2 𝑥 cos4 𝑥 𝑑𝑥
Jawab:

18
Teknik Pengintegralan

1 − cos 2𝑥 1 + cos 2𝑥 2
∫ sin2 𝑥 cos4 𝑥 𝑑𝑥 = ∫ ( )( ) 𝑑𝑥
2 2
1
= ∫(1 − cos 2𝑥)(1 + 2 cos 2𝑥 + cos2 2𝑥) 𝑑𝑥
8
1
= ∫(1 − cos 2𝑥 + 2 cos 2𝑥 − 2 cos2 2𝑥 + cos2 2𝑥 − cos3 2𝑥)𝑑𝑥
8
1
= ∫(1 + cos 2𝑥 − cos2 2𝑥 − cos3 2𝑥)𝑑𝑥
8
1 1 1 1
= ∫ 𝑑𝑥 + ∫ cos 2𝑥 𝑑𝑥 − ∫(1 + cos 4𝑥) 𝑑𝑥 − ∫ cos2 2𝑥 cos 2𝑥 𝑑𝑥
8 8 16 8
1 1 1 1
= ∫ 𝑑𝑥 + ∫ cos 2𝑥 𝑑𝑥 − ∫(1 + cos 4𝑥) 𝑑𝑥 − ∫(1 − sin2 2𝑥)𝑑(sin 2𝑥)
8 8 16 16
1 1 1 1 1 1
= 𝑥 + sin 2𝑥 − 𝑥 − sin 4𝑥 − sin 2𝑥 + sin3 2𝑥 + 𝐶
8 16 16 64 16 48
1 1 1
= 𝑥 − sin 4𝑥 + sin3 2𝑥 + 𝐶
16 64 48

3. Bentuk ∫ 𝒕𝒂𝒏𝒏 𝒙 𝒅𝒙 dan ∫ 𝒄𝒐𝒕𝒏 𝒙 𝒅𝒙

Pada bentuk ∫ 𝑡𝑎𝑛𝑛 𝑥 𝑑𝑥, langkah yang harus dilakukan:


* keluarkan satu faktor tan2 𝑥
* kemudian substitusikan tan2 𝑥 = sec 2 𝑥 − 1.
* lakukan pengintegralan.
Hal yang sama juga berlaku untuk bentuk ∫ 𝑐𝑜𝑡 𝑛 𝑥 𝑑𝑥 kemudian
substistusikan
cot 2 𝑥 = csc 2 𝑥 − 1

19
Venty Meilasari
Ratih Handayan i

Sebelum melakukan pengintegralan bentuk ∫ 𝒕𝒂𝒏𝒏 𝒙 𝒅𝒙 dan


∫ 𝒄𝒐𝒕𝒏 𝒙 𝒅𝒙, Ada hal yang perlu diingat!

∫ tan 𝑥 𝑑𝑥 = ln|sec 𝑥| + 𝐶

∫ cot 𝑥 𝑑𝑥 = ln|sin 𝑥 | + 𝐶

∫ sec 𝑥 𝑑𝑥 = ln|sec 𝑥 + tan 𝑥 | + 𝐶

∫ csc 𝑥 𝑑𝑥 = ln|csc 𝑥 − cot 𝑥 | + 𝐶

∫ sec 2 𝑥 𝑑𝑥 = tan 𝑥 + 𝐶

∫ csc 2 𝑥 𝑑𝑥 = − cot 𝑥 + 𝐶

∫ sec 𝑥 tan 𝑥 𝑑𝑥 = sec 𝑥 + 𝐶

∫ csc 𝑥 cot 𝑥 𝑑𝑥 = − csc 𝑥 + 𝐶

Contoh B6
Tentukan ∫ cot 4 𝑥 𝑑𝑥
Jawab:

∫ cot 4 𝑥 𝑑𝑥 = ∫ cot 2 𝑥 (csc 2 𝑥 − 1)𝑑𝑥

20
Teknik Pengintegralan

= ∫ cot 2 𝑥 csc 2 𝑥 − cot 2 𝑥 𝑑𝑥

= ∫ cot 2 𝑥 csc 2 𝑥 𝑑𝑥 − ∫ cot 2 𝑥 𝑑𝑥

= ∫ cot 2 𝑥 𝑑(cot 𝑥) − ∫(csc 2 𝑥 − 1)𝑑𝑥

1
= cot 3 𝑥 − cot 𝑥 + 𝑥 + 𝐶
3

Contoh B7
Tentukan ∫ tan5 𝑥 𝑑𝑥
Jawab:

∫ tan5 𝑥 𝑑𝑥 = ∫ tan3 𝑥 (tan2 𝑥)𝑑𝑥

= ∫ tan3 𝑥 (sec 2 𝑥 − 1)𝑑𝑥

= ∫(tan3 𝑥 sec 2 𝑥 − tan3 𝑥)𝑑𝑥

= ∫ tan3 𝑥 sec 2 𝑥 𝑑𝑥 − ∫ tan3 𝑥 𝑑𝑥

= ∫ tan3 𝑥 𝑑(tan 𝑥) − ∫ tan 𝑥 tan2 𝑥 𝑑𝑥

= ∫ tan3 𝑥 𝑑(tan 𝑥) − ∫ tan 𝑥 (sec 2 𝑥 − 1)𝑑𝑥

= ∫ tan3 𝑥 𝑑(tan 𝑥) − ∫(tan 𝑥 sec 2 𝑥 − tan 𝑥)𝑑𝑥

= ∫ tan3 𝑥 𝑑(tan 𝑥) − ∫ tan 𝑥 sec 2 𝑥 𝑑𝑥 + ∫ tan 𝑥 𝑑𝑥

21
Venty Meilasari
Ratih Handayan i

= ∫ tan3 𝑥 𝑑(tan 𝑥) − ∫ tan 𝑥 𝑑(tan 𝑥) + ∫ tan 𝑥 𝑑𝑥

1 1
= tan4 𝑥 − tan 𝑥 − ln|cos 𝑥 | + 𝐶
4 2

4. Bentuk ∫ 𝒕𝒂𝒏𝒎 𝒙 𝒔𝒆𝒄𝒏 𝒙 𝒅𝒙 dan ∫ 𝒄𝒐𝒕𝒎 𝒙 𝒄𝒔𝒄𝒏 𝒙 𝒅𝒙

Strategi 1.
Jika pangkat dari secan adalah bilangan genap (𝑛 = 2𝑘), simpan satu
faktor sec 2 𝑥 dan gunakan sec 2 𝑥 = 1 + tan2 𝑥 untuk menyatakan
faktor yang tersisa dalam tan 𝑥:

∫ tan𝑚 𝑥 sec 2𝑘 𝑥 𝑑𝑥 = ∫ tan𝑚 𝑥 (sec 2 𝑥 )𝑘−1 sec 2 𝑥 𝑑𝑥

= ∫ tan𝑚 𝑥 (1 + tan2 𝑥 )𝑘−1 sec 2 𝑥 𝑑𝑥

Kemudian substitusikan 𝑢 = tan 𝑥

Strategi 2.
Jika pangkat dari tangen adalah bilangan ganjil (𝑚 = 2𝑘 + 1),
simpan satu faktor sec 𝑥 tan 𝑥 dan gunakan tan2 𝑥 = sec 2 𝑥 − 1 untu
menyatakan faktor tersisa dalm sec 𝑥:

∫ tan2𝑘+1 𝑥 sec 𝑛 𝑥 𝑑𝑥 = ∫(tan2 𝑥 )𝑘 sec 𝑛−1 𝑥 sec 𝑥 tan 𝑥 𝑑𝑥

= ∫(sec 2 𝑥 − 1 )𝑘 sec 𝑛−1 𝑥 sec 𝑥 tan 𝑥 𝑑𝑥

Kemudian substitusikan 𝑢 = sec 𝑥

22
Teknik Pengintegralan

Untuk kasus lainnya, strategi penyelesaian tidak sejelas ini. Kita


mungkin harus menggunakan kesamaan-kesamaan, dan terkadang
sedikit manipulasi aljabar.

Contoh B8
3
Tentukan ∫ tan−2 𝑥 sec 4 𝑥 𝑑𝑥
Jawab:
3 3
∫ tan−2 𝑥 sec 4 𝑥 𝑑𝑥 = ∫ tan−2 𝑥 sec 2 𝑥 sec 2 𝑥 𝑑𝑥
3
= ∫ tan−2 𝑥 (tan2 𝑥 + 1) sec 2 𝑥 𝑑𝑥
1 3
= ∫(tan2 𝑥 + tan−2 𝑥) sec 2 𝑥 𝑑𝑥
1 3
= ∫(tan2 𝑥 + tan−2 𝑥)𝑑(tan 𝑥)

2 3 1
= tan2 𝑥 − 2 tan−2 𝑥 + 𝐶
3

Contoh B9
1
Tentukan ∫ tan3 𝑥 sec −2 𝑥 𝑑𝑥
Jawab:
1 1
∫ tan3 𝑥 sec −2 𝑥 𝑑𝑥 = ∫ tan2 𝑥 tan 𝑥 sec −2 𝑥 𝑑𝑥
3
= ∫ tan2 𝑥 sec −2 𝑥 (sec 𝑥 tan 𝑥)𝑑𝑥

23
Venty Meilasari
Ratih Handayan i

3
= ∫(sec 2 𝑥 − 1) sec −2 𝑥 𝑑(sec 𝑥)
1 3
= ∫(sec 2 𝑥 − sec −2 𝑥)𝑑(sec 𝑥)

2 3 1
= sec 2 𝑥 + 2 sec −2 𝑥 + 𝐶
3

5. Bentuk ∫ 𝒔𝒊𝒏 𝒎𝒙 𝒄𝒐𝒔 𝒏𝒙 𝒅𝒙 , ∫ 𝒔𝒊𝒏 𝒎𝒙 𝒔𝒊𝒏 𝒏𝒙 𝒅𝒙, dan


∫ 𝒄𝒐𝒔 𝒎𝒙 𝒄𝒐𝒔 𝒏𝒙 𝒅𝒙

Integral bentuk ini diselesaikan dengan menggunakan kesamaan-


kesamaan berikut.

1
sin 𝑚𝑥 cos 𝑛𝑥 = [sin(𝑚 + 𝑛)𝑥 + sin(𝑚 − 𝑛)𝑥]
2
1
sin 𝑚𝑥 sin 𝑛𝑥 = − [cos(𝑚 + 𝑛) 𝑥 − cos(𝑚 − 𝑛) 𝑥]
2
1
cos 𝑚𝑥 cos 𝑛𝑥 = [cos(𝑚 + 𝑛) 𝑥 + cos(𝑚 − 𝑛) 𝑥]
2

Contoh B10
Tentukan ∫ sin 2𝑥 cos 3𝑥 𝑑𝑥
Jawab:
1
∫ sin 2𝑥 cos 3𝑥 𝑑𝑥 = ∫[sin(2 + 3) 𝑥 + sin(2 − 3) 𝑥]𝑑𝑥
2
1
= ∫[sin 5𝑥 + sin(−𝑥)]𝑑𝑥
2

24
Teknik Pengintegralan

1 1
= [− cos 5𝑥 − (− cos 𝑥)] + 𝐶
2 5
1 1
= − cos 5𝑥 + cos 𝑥 + 𝐶
10 2

Contoh B12
Tentukan ∫ cos 𝑦 cos 4𝑦 𝑑𝑦
Jawab:
1
∫ cos 𝑦 cos 4𝑦 𝑑𝑦 = ∫[cos(1 + 4) 𝑦 + cos(1 − 4) 𝑦]𝑑𝑦
2
1
= ∫[cos 5𝑦 + cos(−3𝑦)]𝑑𝑦
2
1 1 1
= [ sin 5𝑦 − sin 3𝑦] + 𝐶
2 5 3
1 1
= sin 5𝑦 − sin 3𝑦 + 𝐶
10 6

25
Venty Meilasari
Ratih Handayan i

Latihan B
Hitunglah Integral berikut.
1. ∫ cos3 𝑥 𝑑𝑥
2. ∫ sin4 3𝑥 𝑑𝑥
𝜋/2
3. ∫0 cos5 𝑦 𝑑𝑦
4. ∫ cos4 2𝑥 𝑑𝑥
5. ∫ sin3 𝑥 𝑑𝑥
𝜋/2
6. ∫0 sin2 3𝑡 𝑑𝑡

7. ∫ sin7 2𝑧 cos2 2𝑧 𝑑𝑧
3𝜋
8. ∫ sin4 𝑥 cos3 𝑥 𝑑𝑥
𝜋
4

9. ∫ sin2 𝑥 cos4 𝑥 𝑑𝑥
𝜋/2
10. ∫0 sin2 𝑥 cos2 𝑥 𝑑𝑥

11. ∫ tan4 2𝑦 𝑑𝑦
12. ∫ tan3 𝑡 𝑑𝑡
𝜋/2
13. ∫𝜋/6 cot 2 𝑥 𝑑𝑥

14. ∫ cot 4 2𝑥 𝑑𝑥
15. ∫ tan3 3𝑦 sec 3 3𝑦 𝑑𝑦
16. ∫ cot 𝑥 sec 2 𝑥 𝑑𝑥
𝜋/4
17. ∫0 tan2 𝑥 sec 4 𝑥 𝑑𝑥

18. ∫ cos 7𝜃 cos 5𝜃 𝑑𝜃


19. ∫ sin 3𝑡 sin 𝑡 𝑑𝑡

26
Teknik Pengintegralan

cHAPT 3

INTEGRAL SUBSTITUSI YANG


MERASIONALKAN

27
Venty Meilasari
Ratih Handayan i

C. SUBSTITUSI YANG MERASIONALKAN

Bentuk akar sering kali menjadi kesulitan dalam memecahkan


masalah integral. Dengan suatu substitusi yang tepat bentuk akar
dapat dirasionalkan. Adapun beberapa kasus pengintegralan bentuk
akar akan dibahas sebagai berikut.

𝒏
1. Integral yang Memuat √𝒂𝒙 + 𝒃
𝑛
Jika di dalam integran terdapat bentuk √𝑎𝑥 + 𝑏, maka substitusikan
𝑛
bentuk 𝑢 = √𝑎𝑥 + 𝑏 dapat merasionalkan integran.

Contoh C1
𝑑𝑥
Tentukan ∫
𝑥−√𝑥

Jawab:
Misalkan 𝑢 = √𝑥
maka 𝑢2 = 𝑥
dan 2𝑢 𝑑𝑢 = 𝑑𝑥
Sehingga
𝑑𝑥 2𝑢 𝑑𝑢
∫ =∫
𝑥 − √𝑥 𝑢2 − 𝑢
2𝑢
=∫ 𝑑𝑢
𝑢2−𝑢
2𝑢
=∫ 𝑑𝑢
𝑢(𝑢 − 1)

28
Teknik Pengintegralan

2
=∫ 𝑑𝑢
𝑢−1
1
= 2∫ 𝑑(𝑢 − 1)
𝑢−1
= 2 ln|𝑢 − 1| + 𝐶
= 2 ln|√𝑥 − 1| + 𝐶

Contoh C2
3
Tentukan ∫ 𝑥 √𝑥 − 4 𝑑𝑥
Jawab:
3
Misalkan 𝑢 = √𝑥 − 4
maka 𝑢3 = 𝑥 − 4 akibatnya 𝑥 = 𝑢3 + 4
dan 3𝑢2 𝑑𝑢 = 𝑑𝑥
Sehingga
3
∫ 𝑥 √𝑥 − 4 𝑑𝑥 = ∫(𝑢3 + 4) 𝑢 ∙ 3𝑢2 𝑑𝑢

= 3 ∫(𝑢6 + 4𝑢3 ) 𝑑𝑢

1
= 3 [ 𝑢7 + 𝑢4 ] + 𝐶
7
3
= 𝑢7 + 3𝑢4 + 𝐶
7
3 3 7 3 4
= ( √𝑥 − 4) + 3( √𝑥 − 4) + 𝐶
7
3 3 3
= (𝑥 − 4)2 √𝑥 − 4 + 3(𝑥 − 4) √𝑥 − 4 + 𝐶
7

29
Venty Meilasari
Ratih Handayan i

Sampai pada tahap tersebut sudah benar, namun jika ingin dilanjutkan
ke bentuk yang lebih sederhana akan lebih baik 

2. Integran yang Memuat √𝒂𝟐 − 𝒙𝟐, √𝒂𝟐 + 𝒙𝟐, √𝒙𝟐 − 𝒂𝟐

Integral yang mengandung √𝑎2 − 𝑥 2 , √𝑎2 + 𝑥 2 , √𝑥 2 − 𝑎2 Untuk


merasionalkan bentuk akar akar tersebut kita gunakan masing-masing
substitusi berikut.

a) Bentuk pertama 𝑥 = 𝑎 sin 𝑡


b) Bentuk kedua 𝑥 = 𝑎 tan 𝑡
c) Bentuk ketiga 𝑥 = 𝑎 sec 𝑡

Untuk melihat akibat substitusi tersebut, perhatikanlah bahwa:


a) 𝑎2 − 𝑥 2 = 𝑎2 − 𝑎2 sin2 𝑡 = 𝑎2 (1 − sin2 𝑡 ) = 𝑎2 cos2 𝑡
b) 𝑎2 + 𝑥 2 = 𝑎2 + 𝑎2 tan2 𝑡 = 𝑎2 (1 + tan2 𝑡) = 𝑎 sec 2 𝑡
c) 𝑥 2 − 𝑎2 = 𝑎2 sec 2 𝑡 − 𝑎 2 = 𝑎2 (sec 2 𝑡 − 𝑎 2 ) = 𝑎2 tan2 𝑡

Apabila daerah asal dibatasi sedemikian rupa sehingga substitusi a),


b), dan c) memiliki invers, maka:

𝜋 𝜋
a) √𝑎2 − 𝑥 2 = 𝑎|cos 𝑡 | = 𝑎 cos 𝑡 (sebab − 2 ≤ 𝑡 ≤ 2 );
𝜋 𝜋
b) √𝑎2 + 𝑥 2 = 𝑎|sec 𝑡| = 𝑎 sec 𝑡 (sebab − 2 ≤ 𝑡 ≤ 2 );
𝜋
c) √𝑥 2 − 𝑎2 = 𝑎|tan 𝑡| = ±𝑎 tan 𝑡 (sebab 0 ≤ 𝑡 ≤ 𝜋, 𝑡 ≠ 2 ).

30
Teknik Pengintegralan

Contoh C3
√4−𝑥 2
Tentukan ∫ 𝑥2
𝑑𝑥

Jawab:
Misalkan 𝑥 = 2 sin 𝑡
maka 𝑑𝑥 = 2 cos 𝑡 𝑑𝑡
dan √4 − 𝑥 2 = 2 cos 𝑡
𝜋 𝜋
Dengan batas − ≤ 𝑡 ≤
2 2

Sehingga
√4 − 𝑥 2 2 cos 𝑡
∫ 2
𝑑𝑥 = ∫ 2 cos 𝑡 𝑑𝑡
𝑥 (2 sin 𝑡)2
4 cos2 𝑡
=∫ 𝑑𝑡
4 sin2 𝑡
cos2 𝑡
=∫ 𝑑𝑡
sin2 𝑡

= ∫ cot 2 𝑡 𝑑𝑡

= ∫(csc 2 𝑡 − 1) 𝑑𝑡

= − cot 𝑡 − 𝑡 + 𝐶
√4 − 𝑥 2 𝑥
=− − 𝑎𝑟𝑐 sin ( ) + 𝐶
𝑥 2

31
Venty Meilasari
Ratih Handayan i

Contoh C4
𝑑𝑥
Tentukan ∫ √9+𝑥 2

Jawab:
Misalkan 𝑥 = 3 tan 𝑡
Maka 𝑑𝑥 = 3 sec 2 𝑡 𝑑𝑡
Dan √9 + 𝑥 2 = 3 sec 𝑡
Selanjutnya
𝑑𝑥 3 sec 2 𝑡 𝑑𝑡
∫ =∫
√9 + 𝑥 2 3 sec 𝑡

= ∫ sec 𝑡 𝑑𝑡

= ln|sec 𝑡 + tan 𝑡| + 𝐶
𝑥
Karena tan 𝑡 = 3, berdasarkan aturan Phytagoras, diperoleh sec 𝑡 =
√9+𝑥 2
sehingga
3

𝑑𝑥 √9 + 𝑥 2 𝑥
∫ = ln | + |+𝐶
√9 + 𝑥 2 3 3
√9 + 𝑥 2 + 𝑥
= ln | |+𝐶
3

= ln |√9 + 𝑥 2 + 𝑥| − ln|3| + 𝐶

32
Teknik Pengintegralan

3. Melengkapkan Menjadi Kuadrat Sempurna

Jika sebuah bentuk kuadrat 𝐴𝑥 2 + 𝐵𝑥 + 𝐶 muncul di bawah akar


integran, kita dapat melengkapkannya menjadi kuadrat sebelum
menggunakan substitusi trigonometri.

Contoh C5.
𝑑𝑥
Tentukan ∫
√𝑥 2+2𝑥+26

Jawab:
Pertama, ubahlah bentuk 𝑥 2 + 2𝑥 + 26 menjadi bentuk kuadrat
sempurna menjadi:

𝑥 2 + 2𝑥 + 26 = 𝑥 2 + 2𝑥 + 1 + 25 = (𝑥 + 1)2 + 25

Selanjutnya misalkan 𝑢 = 𝑥 + 1 maka 𝑑𝑢 = 𝑑𝑥 sehingga bentuk


pengintegralan menjadi:

𝑑𝑥 𝑑𝑢
∫ =∫
√𝑥 2 + 2𝑥 + 26 √𝑢2 + 25

Bentuk tersebut merupakan integran yang berbentuk √𝑎 2 + 𝑥 2


sehingga dapat kita simpulkan 𝑢 = 5 tan 𝑡 maka 𝑑𝑢 = 5 sec 2 𝑡 𝑑𝑡
akibatnya √𝑢2 + 25 = √25 tan2 𝑡 + 25 = √25(tan2 𝑡 + 1) =

√25 sec 2 𝑡 = 5 sec 𝑡.

33
Venty Meilasari
Ratih Handayan i

Pengintegralan sebagai berikut.

𝑑𝑢 5 sec 2 𝑡 𝑑𝑡
∫ =∫
√𝑢2 + 25 5 sec 𝑡

= ∫ sec 𝑡 𝑑𝑡

= ln|sec 𝑡 + tan 𝑡| + 𝐶
√𝑢2 + 5 𝑢
= ln | + |+𝐶
5 5

√𝑢2 + 5 + 𝑢
= ln | |+𝐶
5

= ln |√𝑢2 + 5 + 𝑢| − ln 5 + 𝐶

= ln |√𝑥 2 + 2𝑥 + 26 + 𝑥 + 1| + 𝐾

34
Teknik Pengintegralan

Latihan C
Hitunglah Integral berikut.

1. ∫ 𝑡√𝑡 + 2 𝑑𝑡
5
2. ∫ 𝑥 √(𝑥 + 1)2 𝑑𝑥
1
3. ∫ 𝑑𝑥
√𝑥+2
1
4. ∫ 2 2 𝑑𝑥
𝑥 √𝑥 −9
√𝑥
5. ∫ 𝑑𝑥
𝑥+1

6. ∫ 𝑥 3 √9 − 𝑥 2 𝑑𝑥
7. ∫ 𝑥√25 + 𝑥 2 𝑑𝑥
𝑑𝑥
8. ∫ √𝑥 2
+2𝑥+10
2𝑥+2
9. ∫ 2 𝑑𝑥
√𝑥 +2𝑥+26
2𝑥
10. ∫ 𝑑𝑥
√𝑥 2+4𝑥+13

35
Venty Meilasari
Ratih Handayan i

cHAPT 4

INTEGRAL PARSIAL

36
Teknik Pengintegralan

D. INTEGRAL PARSIAL

Jika pengintegralan dengan metode substitusi tidak berhasil, metode


pengintegralan merupakan solusinya. Metode ini didasarkan pada
pengintegralan rumus turunan hasilkali dua fungsi. Pada umumnya
bentuk yang diintegralkan dengan pengintegralan parsial berbentuk
∫ 𝑢 𝑑𝑣.

Misalkan 𝑢 = 𝑢(𝑥) dan 𝑣 = 𝑣(𝑥) maka


𝑫𝒙 [𝒖(𝒙)𝒗(𝒙)] = 𝒖(𝒙)𝒗′ (𝒙) + 𝒗(𝒙)𝒖′(𝒙)
Dengan mengintegralkan kedua ruas diperoleh

𝒖(𝒙)𝒗(𝒙) = ∫ 𝒖(𝒙)𝒗′(𝒙) 𝒅𝒙 + ∫ 𝒗(𝒙)𝒖′(𝒙) 𝒅𝒙

Sehingga

∫ 𝒖(𝒙)𝒗′(𝒙) 𝒅𝒙 = 𝒖(𝒙)𝒗(𝒙) − ∫ 𝒗(𝒙)𝒖′(𝒙) 𝒅𝒙

Jika 𝑑𝑣 = 𝑣 ′ (𝑥)𝑑𝑥 dan 𝑑𝑢 = 𝑢′ (𝑥)𝑑𝑥, bentuk terakhir dapat ditulis

∫ 𝒖 𝒅𝒗 = 𝒖𝒗 − ∫ 𝒖 𝒅𝒖

Selanjutnya untuk rumus pengintegralan parsial tentu adalah:


𝒃 𝒃
∫ 𝒖(𝒙)𝒗′(𝒙) 𝒅𝒙 = [𝒖(𝒙)𝒗(𝒙)]𝒃𝒂 − ∫ 𝒗(𝒙)𝒖′(𝒙) 𝒅𝒙
𝒂 𝒂

37
Venty Meilasari
Ratih Handayan i

Sehingga dapat ditulis dengan:

𝒃 𝒃
∫ 𝒖 𝒅𝒗 = [𝒖𝒗]𝒃𝒂 − ∫ 𝒗 𝒅𝒖
𝒂 𝒂

Catatan:
Dalam teknik pengintegralan parsial, pemisalan 𝑢 dan 𝑣 harus tepat.
Hal ini akan sangat menentukan hasil yang diperoleh.

Contoh D1.
Tentukan ∫ 𝑥 cos 𝑥 𝑑𝑥
Jawab:
Opsi Pertama
Misalkan 𝑢 = 𝑥 dan 𝑑𝑣 = cos 𝑥 𝑑𝑥
Maka 𝑑𝑢 = 𝑑𝑥 dan 𝑣 = sin 𝑥
Pengintegralan parsial menjadi:

∫ 𝑥 cos 𝑥 𝑑𝑥 = 𝑥 sin 𝑥 − ∫ sin 𝑥 𝑑𝑥

= 𝑥 sin 𝑥 − (− cos 𝑥) + 𝐶
= 𝑥 sin 𝑥 + cos 𝑥 + 𝐶

Proses dari opsi pertama cukup sederhana, bagaimana jika


mengambil pemisalan sebaliknya?

38
Teknik Pengintegralan

Opsi Kedua
Misalkan 𝑢 = cos 𝑥 dan 𝑑𝑣 = 𝑥 𝑑𝑥
1
Maka 𝑑𝑢 = − sin 𝑥 𝑑𝑥 dan 𝑣 = 2 𝑥 2

Pengintegralan parsial menjadi:

1 1
∫ 𝑥 cos 𝑥 𝑑𝑥 = (cos 𝑥) 𝑥 2 − ∫ 𝑥 2 (− sin 𝑥) 𝑑𝑥
2 2

Perhatikan hasil yang diperoleh dari permisalan yang kedua. Bentuk


tersebut tidak bisa diintegralkan secara langsung. Terdapat bentuk
1
∫ 2 𝑥 2 (− sin 𝑥) 𝑑𝑥 yang bahkan lebih rumit dari bentuk awal yang

harus diintegralkan. Penyelesaian masalah pada opsi kedua menjadi


lebih rumit. Oleh karenanya, penentuan 𝑢 dan 𝑑𝑣 harus setepat
mungkin.

PENGINTEGRALAN PARSIAL BERULANG

Contoh D2:
Tentukan ∫ 𝑥 2 sin 𝑥 𝑑𝑥
Jawab:

Misalkan 𝑢 = 𝑥 2 dan 𝑑𝑣 = sin 𝑥 𝑑𝑥


Maka 𝑑𝑢 = 2𝑥 𝑑𝑥 dan 𝑣 = − cos 𝑥
Bentuk pengintegralan parsial:

39
Venty Meilasari
Ratih Handayan i

∫ 𝑥 2 sin 𝑥 𝑑𝑥 = 𝑥 2 (− cos 𝑥 ) − ∫(− cos 𝑥)2𝑥 𝑑𝑥

= −𝑥 2 cos 𝑥 + 2 ∫ 𝑥 cos 𝑥 𝑑𝑥

Pada bentuk terakhir terdapat ∫ 𝑥 cos 𝑥 𝑑𝑥, sehingga harus dilakukan


pengintegralan parsial yang kedua.

Misalkan 𝑢 = 𝑥 maka 𝑑𝑢 = 𝑑𝑥
𝑑𝑣 = cos 𝑥 𝑑𝑥 maka 𝑣 = sin 𝑥
Sehingga diperoleh

∫ 𝑥 2 sin 𝑥 𝑑𝑥 = −𝑥 2 cos 𝑥 + 2[(𝑥 sin 𝑥 ) − ∫ sin 𝑥 𝑑𝑥]

= −𝑥 2 cos 𝑥 + 2[(𝑥 sin 𝑥 ) − (− cos 𝑥 )] + 𝐶


= −𝑥 2 cos 𝑥 + 2𝑥 sin 𝑥 + 2cos 𝑥 + 𝐶

Contoh D2 menunjukkan pengintegralan parsial sebanyak dua kali.


Bagaimana jika pengintegralan parsial lebih dari dua kali dilakukan?
Secara konsep berapapun pengintegralan parsial yang dilakukan akan
melewati proses yang sama. Namun untuk sebagian orang, akan
mengalami kekeliruan karena proses yang panjang.

Dahulu saat di jenjang SMA, kita pernah diajari cara cepat


menghitung integral dengan cara parsial. Baiklah akan kita ingatkan
kembali. Kita akan menyelesaikan contoh D2 dengan “cara cepat”.

40
Teknik Pengintegralan

Misalkan 𝑢 = 𝑥 2 dan 𝑑𝑣 = sin 𝑥 𝑑𝑥


Maka akan selesaikan seperti cara berikut.

1. Cermati kolom yang memuat 𝑢 = 𝑥 2 , baris selanjutnya


merupakan hasil turunan dari baris di atasnya. Sedangkan kolom
disebelahnya merupakan kebalikan dari kolom u. Pada kolom
tersebut dilakukan pengintegralan terhadap baris diatasnya.
2. Kolom turunan berhenti ketika baris terakhirnya bernilai 0.
Kolom integral mengikuti kolom turunan.
3. Selanjutnya, tanda panah menunjukkan pasangan perkalian
antara kolom turunan dan integral. Terdapat pula tanda (-) dan (+)
yang menggambarkan nilai dari perkalin tersebut.

Dengan menggunakan cara tersebut diperoleh

∫ 𝑥 2 sin 𝑥 𝑑𝑥 = 𝑥 2 (− cos 𝑥 ) − 2𝑥 (− sin 𝑥) + 2 cos 𝑥 + 𝐶

= −𝑥 2 cos 𝑥 + 2𝑥 sin 𝑥 + 2 cos 𝑥 + 𝐶

41
Venty Meilasari
Ratih Handayan i

Contoh D3:
Tentukan ∫ 𝑒 𝑥 sin 𝑥 𝑑𝑥
Jawab:
Misalkan 𝑢 = 𝑒 𝑥 maka 𝑑𝑢 = 𝑒 𝑥 𝑑𝑥
𝑑𝑣 = sin 𝑥 𝑑𝑥 maka 𝑣 = − cos 𝑥
Sehingga pengintegralan parsial :

∫ 𝑒 𝑥 sin 𝑥 𝑑𝑥 = 𝑒 𝑥 (− cos 𝑥 ) − ∫(− cos 𝑥 )𝑒 𝑥 𝑑𝑥

= −𝑒 𝑥 cos 𝑥 + ∫ 𝑒 𝑥 cos 𝑥 𝑑𝑥

Nah, karena bentuk terakhir memuat ∫ 𝑒 𝑥 cos 𝑥 𝑑𝑥, maka dilakukan


pengintegralan parsial kedua. Dengan memisalkan 𝑢 = 𝑒 𝑥 dan 𝑑𝑣 =
cos 𝑥 𝑑𝑥.

∫ 𝑒 𝑥 cos 𝑥 𝑑𝑥 = 𝑒 𝑥 sin 𝑥 − ∫ 𝑒 𝑥 sin 𝑥 𝑑𝑥

Selanjutnya substitusikan hasil dari ∫ 𝑒 𝑥 cos 𝑥 𝑑𝑥 ke ∫ 𝑒 𝑥 sin 𝑥 𝑑𝑥


diperoleh bentuk:

∫ 𝑒 𝑥 sin 𝑥 𝑑𝑥 = −𝑒 𝑥 cos 𝑥 + 𝑒 𝑥 sin 𝑥 − ∫ 𝑒 𝑥 sin 𝑥 𝑑𝑥

Perhatikan kesamaan di atas! Kedua ruas memuat bentuk


∫ 𝑒 𝑥 sin 𝑥 𝑑𝑥 sehingga dapat sederhanakan menjadi:

42
Teknik Pengintegralan

2 ∫ 𝑒 𝑥 sin 𝑥 𝑑𝑥 = −𝑒 𝑥 cos 𝑥 + 𝑒 𝑥 sin 𝑥

1
∫ 𝑒 𝑥 sin 𝑥 𝑑𝑥 = (−𝑒 𝑥 cos 𝑥 + 𝑒 𝑥 sin 𝑥 )
2
1
= 𝑒 𝑥 (− cos 𝑥 + sin 𝑥 )
2

Perlu diketahui dan diingat bahwa:

∫ 𝑒 𝑥 𝑑𝑥 = 𝑒 𝑥 + 𝐶

43
Venty Meilasari
Ratih Handayan i

Latihan D
Hitunglah integral berikut.
1. ∫ 𝑥 ln 𝑥 𝑑𝑥
2. ∫ 𝑥 2 cos 3𝑥 𝑑𝑥
3. ∫ 𝑒 2𝑡 sin 3𝑡 𝑑𝑡
4. ∫(2𝑥 + 3) 𝑒 𝑦 𝑑𝑦
5. ∫ 𝑡 3 𝑒 𝑡 𝑑𝑡
1
6. ∫0 𝑥 5𝑥 𝑑𝑥
2 ln 𝑥
7. ∫1 𝑥2
𝑑𝑥
𝜋
8. ∫ 𝑥 csc 2 𝑥 𝑑𝑥
𝜋
2

1𝑥
9. ∫0 𝑒 𝑑𝑥
1 𝑟3
10. ∫0 √4+𝑟2
𝑑𝑟

44
Teknik Pengintegralan

cHAPT 5

INTEGRAL FUNGSI RASIONAL

45
Venty Meilasari
Ratih Handayan i

E. PENGINTEGRALAN FUNGSI RASIONAL

Menurut definisi, suatu fungsi rasional adalah hasil bagi dua fungsi
suku banyak (polinomial), contohnya sebagai berikut.

2
𝑓(𝑥) = ,
(𝑥 + 1)3
2𝑥 + 2
𝑔(𝑥) = ,
𝑥2 − 4𝑥 + 8
𝑥 5 + 2𝑥 3 − 𝑥 + 1
ℎ(𝑥) =
𝑥 3 + 5𝑥

Fungsi 𝑓 dan 𝑔 dinamakan fungsi rasional sejati, dapat kita lihat


bahwa derajat pembilang kurang dari derajat penyebut. Sebaliknya,
fungs ℎ merupakan fungsi rasional tidak sejati. Suatu fungsi rasional
tidak sejati dapat ditulis sebagai fungsi rasional sejati. Berikut adalah
bentuk sejati dari fungsi ℎ.

𝑥 5 + 2𝑥 3 − 𝑥 + 1 14𝑥 + 1
ℎ(𝑥) = 3
= (𝑥 2 − 3) + 3
𝑥 + 5𝑥 𝑥 + 5𝑥

Hasil tersebut diperoleh dengan melakukan pembagian pada


polinomial. Selanjutnya akan kita bahas mengenai pengintegralan
fungsi rasional sejati. Sebagai contoh awal akan dilakukan
pengintegralan untuk fungsi 𝑓 dan 𝑔.

46
Teknik Pengintegralan

Contoh E1.
2
Tentukan ∫ (𝑥+1)3 𝑑𝑥

Jawab:
Misalkan 𝑢 = 𝑥 + 1 maka 𝑑𝑢 = 𝑑𝑥, sehingga
2
∫ 𝑑𝑥 = 2 ∫ 𝑢−3 𝑑𝑢
(𝑥 + 1)3
2𝑢−2
= +𝐶
−2
= −𝑢−2 + 𝐶
= −(𝑥 + 1)−2 + 𝐶
1
=− +𝐶
(𝑥 + 1)2

Contoh E2
2𝑥+2
Tentukan ∫ 𝑥 2−4𝑥+8 𝑑𝑥

Jawab:
Contoh E2 berbeda dengan E1. Pada E2, pembilangnya berupa suatu
fungsi tidak seperti E1 yang hanya berupa konstanta. Jika berpedoman
pada contoh E1, maka langkah awal yang dilakukan adalah membuat
permisalan terlebih dahulu.

Misalkan 𝑢 = 𝑥 2 − 4𝑥 + 8 maka 𝑑𝑢 = (2𝑥 − 4)𝑑𝑥


Karena pembilang pada E2 bukan (2𝑥 − 4), maka perlu dilakukan
manipulasi aljabar sehingga diperoleh bentuk:

47
Venty Meilasari
Ratih Handayan i

2𝑥 + 2 2𝑥 − 4 + 6
∫ 𝑑𝑥 = ∫ 2 𝑑𝑥
𝑥2 − 4𝑥 + 8 𝑥 − 4𝑥 + 8
2𝑥 − 4 6
=∫ 𝑑𝑥 + ∫ 2 𝑑𝑥
𝑥 2 − 4𝑥 + 8 𝑥 − 4𝑥 + 8
𝑑(𝑥 2 − 4𝑥 + 8) 1
=∫ 2
+6∫ 2 𝑑𝑥
𝑥 − 4𝑥 + 8 𝑥 − 4𝑥 + 8
1
= ln|𝑥 2 − 4𝑥 + 8| + 6 ∫ 2 𝑑𝑥
𝑥 − 4𝑥 + 8

1
Pengintegralan tersebut belum selesai. Meskipun ∫ 2 𝑑𝑥
𝑥 −4𝑥+8

memilik bentuk yang sama dengan contoh E1, namun tidak dapat
diselesaikan dengan cara yang sama dengan E1. Ingat kembali
pembahasan pada C.

1 1
∫ 𝑑𝑥 = ∫ 2 𝑑𝑥
𝑥2 − 4𝑥 + 8 𝑥 − 4𝑥 + 4 + 4
1
=∫ 𝑑𝑥
(𝑥 − 2)2 + 4
1
=∫ 𝑑𝑢
𝑢2 +4
1 𝑥−2
= tan−1 ( )+𝐶
2 2

Akhirnya dapat disimpulkan bahwa:


2𝑥 + 2 𝑥−2
∫ 𝑑𝑥 = ln|𝑥 2 − 4𝑥 + 8| + 3 tan−1 ( )+𝐶
𝑥2 − 4𝑥 + 8 2

48
Teknik Pengintegralan

PENJABARAN MENJADI PECAHAN PARSIAL (FAKTOR


LINEAR)

Salah satu cara untuk memudahkan penyelesaian bentuk integral yang


memuat fungsi rasional adalah dengan mengubah bentuk integran
menjadi pecahan parsial. Berikut ini adalah beberapa contoh
permasalahan yang demikian.

Contoh E3. (Faktor Linear Berbeda)


(3𝑥−1)
Tentukan ∫ (𝑥 2−𝑥−6) 𝑑𝑥

Jawab:
Faktorkan penyebutnya sehingga diperoleh:

𝑥 2 − 𝑥 − 6 = (𝑥 − 3)(𝑥 + 2)
(3𝑥−1)
kemudian jabarkan (𝑥 2−𝑥−6) dalam bentuk:

3𝑥 − 1 𝐴 𝐵
= +
(𝑥 − 3)(𝑥 + 2) 𝑥 − 3 𝑥 + 2

Dilakukan manipulasi aljabar sehingga diperoleh:

3𝑥 − 1 = 𝐴(𝑥 + 2) + 𝐵(𝑥 − 3)
3𝑥 − 1 = (𝐴 + 𝐵)𝑥 + (2𝐴 − 3𝐵)
Sehingga:
𝐴+𝐵 = 3 maka 𝐴 = 3 − 𝐵 ....... (1)
2𝐴 − 3𝐵 = −1 ........(2)

49
Venty Meilasari
Ratih Handayan i

Substitusikan pers (1) ke (2)


2(3 − 𝐵) − 3𝐵 = −1
6 − 2𝐵 − 3𝐵 = −1
−5𝐵 = −7
7
𝐵=
5
7 7 8
Diperoleh 𝐵 = sehingga 𝐴 + = 3 maka 𝐴 =
5 5 5

Bentuk yang diperoleh adalah:

8 7
3𝑥 − 1 5
= + 5
(𝑥 − 3)(𝑥 + 2) 𝑥 − 3 𝑥 + 2

dan

3𝑥 − 1 8 1 7 1
∫ 𝑑𝑥 = ∫ 𝑑𝑥 + ∫ 𝑑𝑥
𝑥2 −𝑥−6 5 𝑥−3 5 𝑥+2

8 7
= ln|𝑥 − 3| + ln|𝑥 + 2| + 𝐶
5 5

Contoh E4. (Faktor Linear Berulang)

𝑥
Tentukan ∫ (𝑥−3)2 𝑑𝑥

Jawab:
𝑥
(𝑥−3)2
akan dijabarkan dalam bentuk

50
Teknik Pengintegralan

𝑥 𝐴 𝐵
= +
(𝑥 − 3)2 (𝑥 − 3) (𝑥 − 3)2

Dari bentuk di atas diketahui 𝑥 = 𝐴(𝑥 − 3) + 𝐵


maka 𝑥 = 𝐴𝑥 − 3𝐴 + 𝐵 sehingga diperoleh 𝐴 = 1 dan 𝐵 = 3.

Pengintegralan menjadi bentuk sebagai berikut.

𝑥 1 3
∫ 𝑑𝑥 = ∫ 𝑑𝑥 + ∫ 𝑑𝑥
(𝑥 − 3)2 (𝑥 − 3) (𝑥 − 3)2
3
= ln|𝑥 − 3| − +𝐶
(𝑥 − 3)

Contoh E5 (ada beberapa faktor linear berbeda dan ada yang berulang)

3𝑥 2−8𝑥+13
Tentukan ∫ (𝑥+3)(𝑥−1)2 𝑑𝑥

Jawab:
Kita jabarkan integran tersebut menjadi

3𝑥 2 − 8𝑥 + 13 𝐴 𝐵 𝐶
= + +
(𝑥 + 3)(𝑥 − 1)2 𝑥 + 3 𝑥 − 1 (𝑥 − 1)2

Bedasarkan bentuk tersebut didapat bahwa:

3𝑥 2 − 8𝑥 + 13 = 𝐴(𝑥 − 1)2 + 𝐵(𝑥 + 3)(𝑥 − 1) + 𝐶 (𝑥 + 3)

Maka

3𝑥 2 − 8𝑥 + 13 = (𝐴 + 𝐵)𝑥 2 + (−2𝐴 + 2𝐵 + 𝐶)𝑥 + (𝐴 − 3𝐵 + 3𝐶)

51
Venty Meilasari
Ratih Handayan i

Dengan melakukan eliminasi atau substitusi diperoleh :


𝐴=4
𝐵 = −1
𝐶=2

Substitusikan nilai 𝐴, 𝐵, 𝐶 yang telah diperoleh ke penjabaran awal,


sehingga
3𝑥 2 − 8𝑥 + 13 4 1 2
= − +
(𝑥 + 3)(𝑥 − 1)2 𝑥 + 3 𝑥 − 1 (𝑥 − 1)2

Adapun pengintegralannya

3𝑥 2 − 8𝑥 + 13 4 1 2
∫ 𝑑𝑥 = ∫ 𝑑𝑥 − ∫ 𝑑𝑥 + ∫ 𝑑𝑥
(𝑥 + 3)(𝑥 − 1) 2 𝑥+3 𝑥−1 (𝑥 − 1)2

2
= 4 ln|𝑥 + 3| − ln|𝑥 − 1| − +𝐶
𝑥−1

Berdasarkan contoh-contoh di atas dapat dibuat kesimpulan bahwa


tiap faktor (𝑎𝑥 + 𝑏)𝑘 dalam penyebut, ada 𝑘 suku dalam
penjabaran pecahan parsial, yaitu:

𝐴1 𝐴2 𝐴3 𝐴𝑘
+ + + ⋯+
𝑎𝑥 + 𝑏 (𝑎𝑥 + 𝑏)2 (𝑎𝑥 + 𝑏)3 (𝑎𝑥 + 𝑏)𝑘

52
Teknik Pengintegralan

PENJABARAN MENJADI PECAHAN PARSIAL (FAKTOR


KUADRAT)

Penjabaran ini digunakan saat penyebut suatu pecahan terdapat faktor


kuadrat, misalnya 𝑥 2 + 1 yan tidak dapat diuraikan menjadi faktor
linear tanpa harus menggunakan bilangan kompleks.

Contoh E6. (faktor kuadrat yang berbeda)


6𝑥 2−3𝑥+1
Tentukan ∫ 𝑑𝑥 dengan terlebih dahulu menjabarkan
(4𝑥+1)(𝑥 2 +1)

integran menjadi jumlah pecahan parsial.


Jawab:
Pertama, jabarkan integran menjadi bentuk berikut.

6𝑥 2 − 3𝑥 + 1 𝐴 𝐵𝑥 + 𝐶
= +
(4𝑥 + 1)(𝑥 2 + 1) 4𝑥 + 1 𝑥 2 + 1

Setelah kedua ruas dikalikan dengan (4𝑥 + 1)(𝑥 2 + 1) diperoleh


kesamaan berikut.

6𝑥 2 − 3𝑥 + 1 = 𝐴(𝑥 2 + 1) + (𝐵𝑥 + 𝐶 )(4𝑥 + 1)


6𝑥 2 − 3𝑥 + 1 = (𝐴 + 4𝐵)𝑥 2 + (𝐵 + 4𝐶 )𝑥 + (𝐴 + 𝐶)

Lakukan penyelesaian SPL untuk kesamaan di atas, sehingga


diperoleh 𝐴 = 2, 𝐵 = 1, 𝐶 = −1. Substitusi nilai tersebut ke
penjabaran:

53
Venty Meilasari
Ratih Handayan i

6𝑥 2 − 3𝑥 + 1 2 𝑥−1
= + 2
(4𝑥 + 1)(𝑥 + 1) 4𝑥 + 1 𝑥 + 1
2

Bentuk Pengintegralan

6𝑥 2 − 3𝑥 + 1 2 𝑥−1
∫ 𝑑𝑥 = ∫ 𝑑𝑥 + ∫ 2 𝑑𝑥
(4𝑥 + 1)(𝑥 + 1)
2 4𝑥 + 1 𝑥 +1
2 𝑥 1
=∫ 𝑑𝑥 + ∫ 2 𝑑𝑥 − ∫ 2 𝑑𝑥
4𝑥 + 1 𝑥 +1 𝑥 +1
1 4 1 2𝑥 1
= ∫ 𝑑𝑥 + ∫ 2 𝑑𝑥 − ∫ 2 𝑑𝑥
2 4𝑥 + 1 2 𝑥 +1 𝑥 +1
1 1
= ln|4𝑥 + 1| + ln|𝑥 2 + 1| − tan−1 𝑥 + 𝐶
2 2

54
Teknik Pengintegralan

Latihan E
Selesaikan Integral Berikut.
𝑑𝑥
1. ∫ 2
𝑥 −9
3
2. ∫ 2𝑥 2+𝑥−3 𝑑𝑥
𝑥 2+9𝑥−12
3. ∫ (3𝑥−1)(𝑥+6)2 𝑑𝑥
𝑥 2+1
4. ∫ 𝑥 2−1 𝑑𝑥
𝑦 3−4𝑦
5. ∫ (𝑦2 2 𝑑𝑦
+1)

55
Venty Meilasari
Ratih Handayan i

CHAPT 6

STRATEGI PENGINTEGRALAN

56
Teknik Pengintegralan

F. STRATEGI PENGINTEGRALAN

Sebuah persyaratan untuk mengintegralkan berbagai bentuk integran


adalah pengetahuan tentang rumus-rumus pengitegralan dasar. Pada
bagian awal buku terdapat tabel rumus pengintegralan. Kebanyakan
diantaranya harus dihafalkan dan dikuasai. Dengan demikian
diharapkan rumus tersebut dapat berguna untuk memilih strategi
pengintegralan.

Jika pemanfaatan rumus dasar masih belum bisa menyelesaikan


persoalan pengintegralan, Kita dapat mencoba strategi empat langkah
Stewart berikut.

1. Sederhanakan Integran Bila Mungkin

Terkadang penggunaan manipulasi aljabar atau kesamaan


trigonometri akan menyederhanakan integran dan membuat metode
pengintegralan menjadi jelas. Berikut contoh yang diberikan.

Contoh F1.
Tentukan ∫ √𝑥(1 + √𝑥) 𝑑𝑥

Jawab:
Soal tersebut memiliki integran yang terdiri dari 2 fungsi sederhana,
maka untuk mengintegralkannya dapat dilakukan dengan cara
mengalikan kedua fungsi tersebut agar lebih sederhana dan hanya
menjadi satu fungsi saja.

57
Venty Meilasari
Ratih Handayan i

∫ √𝑥(1 + √𝑥) 𝑑𝑥 = ∫(√𝑥 + 𝑥) 𝑑𝑥

Setelah dua fungsi tersebut dikalikan, maka bentuknya menjadi satu


buah fungsi sederhana. Setelah didapat integran yang telah sederhana,
maka integral tersebut dapat langsung diselesaikan dengan
menggunakan rumus integral seperti biasa.

Contoh F2
2
Tentukan ∫(sin 𝑥 + cos 𝑥 ) 𝑑𝑥

Jawab:
Untuk menyelesaikan soal dengan bentuk seperti itu, terlebih dahulu
kita jabarkan bentuk aljabarnya dengan menggunakan sifat perkalian
dua suku aljabar, yaitu:

(𝑎)2 = 𝑎 2 + 2𝑎𝑏 + 𝑏2

Maka bentuk nya akan menjadi

2
∫(sin 𝑥 + cos 𝑥) 𝑑𝑥 = ∫(𝑠𝑖𝑛2 𝑥 + 2 sin 𝑥 cos 𝑥 + 𝑐𝑜𝑠 2 𝑥) 𝑑𝑥

Setelah bentuknya dijabarkan, maka selanjutkan kita sederhanakan


bentuknya sesuai dengan identitas trigonometri. Karena fungsi
tersebut memiliki variabel 𝑠𝑖𝑛2 𝑥 dan 𝑐𝑜𝑠 2 𝑥 maka identitas yang
dapat digunakan, yaitu:
𝑠𝑖𝑛2 𝑥 + 𝑐𝑜𝑠 2 𝑥 = 1

58
Teknik Pengintegralan

Maka bentuknya akan menjadi

2
∫(sin 𝑥 + cos 𝑥) 𝑑𝑥 = ∫(𝑠𝑖𝑛2 𝑥 + 𝑐𝑜𝑠 2 𝑥 + 2 sin 𝑥 cos 𝑥) 𝑑𝑥

= ∫(1 + 2 sin 𝑥 cos 𝑥) 𝑑𝑥

Bentuk akhir tersebut telah bisa diintegralkan dengan substitusi 𝑢 =


sin 𝑥

2. Cari Substitusi yang Jelas

Jika ditemukan suatu fungsi 𝑢 = 𝑔(𝑥) dalam integran yang


diferensial atau turunannya 𝑑𝑢 = 𝑔′ (𝑥) 𝑑𝑥 juga terdapat di sana
terpisah dari faktor konstanta maka kita gunakan metode substitusi
bukan parsial.

Contoh F3
𝑥
Tentukan ∫ 𝑑𝑥
𝑥 2−1

Jawab:
Dari contoh F3 dapat kita misalkan 𝑢 = 𝑥 2 − 1 maka 𝑑𝑢 = 2𝑥 𝑑𝑥.
Kita ketahui pada soal terdapat 𝑥 𝑑𝑥, sehingga soal tersebut dapat
diselesaikan dengan metode subsitusi.

3. Bedakan Integran Menurut Bentuknya

Jika langkah 1 dan 2 belum mengarah ke penyelesaian, maka kita lihat


bentuk integran 𝑓(𝑥).

59
Venty Meilasari
Ratih Handayan i

a) Fungsi trigonometri
Jika 𝑓(𝑥) adalah hasil kali pangkat dari sin 𝑥 dan cos 𝑥, tan 𝑥 dan
sec 𝑥, atau cot 𝑥 dan csc 𝑥, maka kita gunakan substitusi yang
disarankan pada bahasan B.

b) Fungsi rasional
Jika 𝑓 fungsi rasional, kita dapat gunakan prosedur yang
disampaikan pada bagian E

c) Pengintegralan parsial
Jika 𝑓(𝑥) merupakan hasil kali pangkat dari 𝑥 (atau polinom),
dan fungsi transenden (seperti fungsi trigonometri, eksponensial,
atau logaritma) maka kita coba pengintegralan parsial dengan
memilih 𝑢 dan 𝑑𝑣 yang tepat.

d) Radikal
Substitusi jenis tertentu direkomendasikan jika radikal tertentu
muncul.

 Jika √±𝑥 2 ± 𝑎2 muncul, kita gunakan substitusi


trigonometri pada bahasan C.
𝑛
 Jika √𝑎𝑥 + 𝑏 muncul, kita gunakan substitusi yang
𝑛
merasionalkan 𝑢 = √𝑎𝑥 + 𝑏. Lebih umum,dapat
dilakukan untuk 𝑛√𝑔(𝑥)

60
Teknik Pengintegralan

4. Coba Lagi

Jika tiga langkah pertama belum menghasilkan jawaban, ingat bahwa


pada dasarnya terdapat dua metode pengintegralan: substitusi dan
parsial.

a) Coba substitusi
Walaupun tidak ada substitusi yang jelas (Langkah 2), kecerdikan
bahkan keputusasaan dapat menyarankan suatu substitusi yang
tepat.

b) Coba parsial
Meskipun pengintegralan parsial hampir selalu digunakan untuk
hasil kali berbentuk seperti dijelaskan pada Langkah 3(c),
terkadang dapat pula digunakan fungsi tunggal. Misalnya
pengintegralan parsial dapat digunakan juga untuk tan−1 𝑥,
sin−1 𝑥, dan ln 𝑥, dan ini emua merupakan fungsi invers.

c) Manipulasi integran
Manipulasi aljabar seperti merasionalkan penyebut atau
menggunakan kesamaan trigonometri mungkin bermanfaat
dalam mengubah integral menjadi bentuk yang lebih mudah.
Manipulasi ini mungkin lebih substansial daripada manipulasi
sebelumnya pada langkah 1 dan mungkin memerlukan
kecerdikan.

61
Venty Meilasari
Ratih Handayan i

d) Kaitkan dengan soal sebelumnya


Jika kita telah memiliki pengalaman dalam pengintegralan, kita
cenderung menggunakan metode pengintegralan yang mirip
dengan bentuk yang pernah kita temui.

e) Gunakan beberapa metode


Terkadang dua atau tiga metode diperlukan untuk menghitung
suatu integral. Penghitungan dapat melibatkan beberapa
substitusi berbeda yang berurutan atau kombinasi pengintegralan
parsia dengan satu atau lebih substitusi.

62
Teknik Pengintegralan

Latihan F
Tanpa menyelesaikan, tentukan metode penyelesaian dari integran-
integran berikut. Berikan alasannya!
𝑥 2+4𝑥−5
1. ∫ 𝑥−1
𝑑𝑥
𝑥−1
2. ∫ 2 𝑑𝑥
𝑥 −4𝑥+5
cos 𝑥
3. ∫ 𝑑𝑥
1−sin2 𝑥
𝑥
4. ∫ 𝑑𝑥
√3−𝑥 4
𝑥2
5. ∫ √1−𝑥 2 𝑑𝑥

6. ∫ sin3 𝑥 cos2 𝑥 𝑑𝑥
7. ∫ sin 𝑥 cos(cos 𝑥) 𝑑𝑥
8. ∫ 𝑡 3 𝑒 −2𝑡 𝑑𝑡
9. ∫ sin √𝑎𝑡 𝑑𝑡
1
10. ∫ 𝑑𝑦
√4𝑦 2 −4𝑦−3

63
Venty Meilasari
Ratih Handayan i

CHAPT 7

PENGINTEGRALAN DENGAN TABEL


DAN APLIKASI KOMPUTER

64
Teknik Pengintegralan

G. PENGINTEGRALAN DENGAN TABEL DAN APLIKASI


KOMPUTER

1. Tabel Integral

Tabel Integral akan sangat bermanfaat saat Kita dihadapkan pada


pengitegralan yang rumit. Berikut adalah tabel yang berisi beberapa
bentuk pengintegralan. Adapun untuk entri yang lebih lengkap ada
pada lampiran.
TABEL 1
Beberapa Bentuk Pengintegralan
Konstanta, Pangkat
1. ∫ 𝒌 𝒅𝒖 = 𝒌𝒖 + 𝑪 𝑢 𝑟+1
𝑟 +𝐶 𝑟 ≠ −1
2. ∫ 𝑢 𝑑𝑢 = { 𝑟+1
ln|𝑢| + 𝐶 𝑟=1
Eksponen
𝒖
3. ∫ 𝒆 𝒅𝒖 = 𝒆 + 𝑪 𝒖 𝑎𝑢
4. ∫ 𝑎𝑢 𝑑𝑢 = ln 𝑎 + 𝐶, 𝑎 ≠ 1, 𝑎 > 0

Fungsi trigonometri
5. ∫ 𝐬𝐢𝐧 𝒖 𝒅𝒖 = − 𝐜𝐨𝐬 𝒖 + 𝑪 6. ∫ cos 𝑢 𝑑𝑢 = sin 𝑢 + 𝐶
𝟐
7. ∫ 𝐬𝐞𝐜 𝒖 𝒅𝒖 = 𝐭𝐚𝐧 𝒖 + 𝑪 8. ∫ csc 2 𝑢 𝑑𝑢 = − cot 𝑢 + 𝐶
9. ∫ 𝐬𝐞𝐜 𝒖 𝐭𝐚𝐧 𝒖 𝒅𝒖 = 𝐬𝐞𝐜 𝒖 + 𝑪 10. ∫ csc 𝑢 cot 𝑢 𝑑𝑢 = − csc 𝑢 + 𝐶
11. ∫ 𝐭𝐚𝐧 𝒖 𝒅𝒖 = − 𝐥𝐧|𝐜𝐨𝐬 𝒖| + 𝑪 12. ∫ cot 𝑢 𝑑𝑢 = ln|sin 𝑢| + 𝐶
Fungsi Aljabar
𝒅𝒖 𝒖 𝑑𝑢 1 𝑢
13. ∫ = 𝐬𝐢𝐧−𝟏 (𝒂) + 𝑪 14. ∫ = 𝑎 tan−1 (𝑎) + 𝐶
√ 𝒂𝟐 −𝒖𝟐 √ 𝑎 2 +𝑢 2

𝒅𝒖 𝟏 |𝒖| 𝟏 𝒂
15. ∫ = 𝒂 𝒔𝒆𝒄−𝟏 ( 𝒂 ) + 𝑪 = 𝒂 𝐜𝐨𝐬−𝟏 (|𝒖|)
𝒖√𝒖𝟐 −𝒂𝟐

65
Venty Meilasari
Ratih Handayan i

Beberapa contoh pengintegralan dengan menggunakan tabel sebagai


berikut.

Contoh G1
𝑥2
Gunakan Tabel Integral untuk menyelesaikan ∫ 𝑑𝑥.
√5−4𝑥 2

Jawab:
Jika Kita perhatikan Tabel Integral pada lampiran, bentuk yang paling
dekat dengan soal G1 adalah pengitegralan nomor 56, yaitu:

𝒖𝟐 𝐮 𝒂𝟐 𝒖
∫ 𝒅𝒖 = − √𝒂𝟐 − 𝒖𝟐 + 𝐬𝐢𝐧−𝟏 ( ) + 𝑪
√𝒂 − 𝒖
𝟐 𝟐 𝟐 𝟐 𝒂

tetapi harus dilakukan manipulasi aljabar untuk bentuk di atas,


mengingat soal memuat 4𝑥 2 . Untuk itu, Kita misalkan 𝑢 = 2𝑥 maka
𝑑𝑢 = 2𝑑𝑥 diperoleh bentuk integran sebagai berikut.

𝑢 2
𝑥2 ( ) 𝑑𝑢
∫ 𝑑𝑥 = ∫ 2
√5 − 4𝑥 2 2 2
√ 5 − 4 (𝑢 )
2
1 𝑢2
= ∫ 𝑑𝑢
8 √5 − 𝑢2

Selanjutnya berdasarkan soal, diketahui bahwa 𝑎2 = 5 sehingga


diperoleh:

𝑥2 1 𝑢2
∫ 𝑑𝑥 = ∫ 𝑑𝑢
√5 − 4𝑥 2 8 √5 − 𝑢2

66
Teknik Pengintegralan

1 2𝑥 5 −1 2𝑥
= [− √ 2
5 − 4𝑥 + sin ( )] + 𝐶
8 2 2 √5
−1
1 5 2𝑥
= − 2𝑥 √5 − 4𝑥 2 + sin ( ) + 𝐶
8 16 √5

Contoh G2
Gunakan Tabel Integral untuk menentukan ∫ 𝑥 3 sin 𝑥 𝑑𝑥.
Jawab:
Pada tabel integral nomor 42 diketahui bahwa

∫ 𝑢𝑛 sin 𝑢 𝑑𝑢 = −𝑢𝑛 cos 𝑢 + 𝑛 ∫ 𝑢𝑛−1 cos 𝑢 𝑑𝑢

Berdasarkan aturan tersebut maka dapat kita lakukan pengintegralan


sebagai berikut.

∫ 𝑥 3 sin 𝑥 𝑑𝑥 = −𝑥 3 cos 𝑥 + 3 ∫ 𝑥 2 cos 𝑥 𝑑𝑥

Selanjutnya lakukan pengintegralan nomor 43 dengan bentuk

∫ 𝑢𝑛 cos 𝑢 𝑑𝑢 = 𝑢𝑛 sin 𝑢 − 𝑛 ∫ 𝑢𝑛−1 sin 𝑢 𝑑𝑢

sehingga

∫ 𝑥 3 sin 𝑥 𝑑𝑥 = −𝑥 3 cos 𝑥 + 3 (𝑥 2 sin 𝑥 − 2 ∫ 𝑥 sin 𝑥 𝑑𝑥)

67
Venty Meilasari
Ratih Handayan i

Gunakan aturan nomor 40 untuk menyelesaikan pengintegralan


tersebut dengan bentuk:

∫ 𝑢 sin 𝑢 𝑑𝑢 = 𝑠𝑖𝑛 𝑢 − 𝑐𝑜𝑠 𝑢 + 𝐶

Akhirnya diperoleh:

∫ 𝑥 3 sin 𝑥 𝑑𝑥 = −𝑥 3 cos 𝑥 + 3(𝑥 2 sin 𝑥 − 2(sin 𝑥 − cos 𝑥) + 𝐶

= −𝑥 3 cos 𝑥 + 3𝑥 2 sin 𝑥 − 6 sin 𝑥 + 6 cos 𝑥 + 𝐶

2. Sistem Aljabar Komputer

Setelah membahas pengintegralan dengan menggunakan tabel integral.


Kali ini akan Kita bahas cara menentukan integral dengan
menggunakan aplikasi di komputer. Adapun aplikasi yang akan kita
bahas adalah Maple. Adapun fungsi-fungsi matematis yang terdapat
pada Maple adalah sebagai berikut.
TABEL 2
FUNGSI MATEMATIS DAN PERINTAH PADA MAPLE
Fungsi Contoh Perintah Maple
Logaritma natural ln(𝑥) ln(x)
Logaritma berbasis 𝑎 log 2 (𝑥) log[2](x)
Akar pangkat 𝑛 𝑛
√𝑥 surd(x,n)
Trigonometri invers arcsin 𝑥 arcsin(x)
arccos 𝑥 arccos(x)
dan seterusnya

68
Teknik Pengintegralan

Berikut ini beberapa perinta dan sintaksis pada Maple yang akan
diguakan pada subbab ini.
TABEL 3
BEBERAPA PERINTAH DAN SINTAKSIS PADA MAPLE
PERINTAH SINTAKSIS
; Akhir dari suatu perintah untuk menampilkan
hasil
Contoh: 5+6; akan menampilkan 11
: Menyembunyikan hasil
Contoh: 5+6: tidak akan menampilkan 11
≔ Menetapkan suatu pernyataan untuk suatu
variabel
Contoh: 𝑥 ≔ 3; menetapkan nilai 3 untuk
variabel 𝑥 artinya 𝑥 = 3
Unassign(‘variabel’) Menghapus nilai yang disimpan dalam
variabel
Contoh: 𝑥 ≔ 3; 𝑢𝑛𝑎𝑠𝑠𝑖𝑔𝑛(′𝑥 ′ ); mengahpus
nilai 3 untuk variabel 𝑥
= Mendefinisikan persamaan matematis
unapply(ekspresi,variabel) Menghasilkan suatu operator fungsional dari
suatu pernyataan dan variabel
int(ekspresi,variabel) Menghitung integral tak tentu
nnt(ekspresi,variabel=a..b) Mengitung integral tertentu atas interval [a,b]

69
Venty Meilasari
Ratih Handayan i

Tabel 3 hanya memuat beberapa perintah yang akan kita gunakan


dalam pengintegralan. Masih banyak perintah dan sintaksis lain. Untuk
itu dapat dipelajari lebih dalam oleh pembaca.

Contoh G3.
Gunakan Maple untuk menentukan ∫(𝑥 4 − 2𝑥 + 20)𝑑𝑥
Jawab:
Langkah awal buka aplikasi maple, buka sheet baru kemudian input

int(x^4-2*x+20, x);

lalu tekan enter akan menghasilkan :

1 5
𝑥 − 𝑥 2 − 20𝑥
5

Perlu diingat, Maple tidak mencantumkan Konstanta integrasi (C).


Adapun tampilan pada Maple dapat dilihat pada sebagai berikut.

Contoh G4
Gunakan Maple untuk menentukan integral pada soal G1 dan G2.
Jawab:

70
Teknik Pengintegralan

Untuk G1, data yang diinput:

int(x^2/surd(-4*x^2+5, 2), x);

pada Maple akan muncul tampilan berikut.

kemudian setelah dienter akan muncul hasil berikut.

Untuk soal G2, diinput data

int(x^3*sin(x), x)

adapun tampilan pada Maple

Setelah ditekan enter akan menghasilkan

71
Venty Meilasari
Ratih Handayan i

Latihan G
1. Selesaikan soal berikut dengan menggunakan Tabel Integral.
2
a. ∫ √5−4𝑥 2 𝑑𝑥
𝜃
b. ∫ cos2(𝜃3 ) 𝑑𝑥
1
6𝑒 𝑥
c. ∫ 𝑥2
𝑑𝑥
𝑒𝑥
d. ∫ 1+4𝑒 2𝑥 𝑑𝑥

2. Selesaikan soal nomor 1 dengan menggunakan Maple.

72
Teknik Pengintegralan

UJI KOMPETENSI AKHIR

Hitunglah Integral dari no 1 s.d. 25


1. ∫ sin12 𝑥 cos 𝑥 𝑑𝑥
2
𝑥2
2. ∫ ( − 1) 𝑥 2 𝑑𝑥
2
𝑒𝑥
3. ∫ 1+2𝑒 𝑥 𝑑𝑥

4. ∫ √6𝑦 − 𝑦 2 𝑑𝑦
𝑥 2−𝑥
5. ∫ 𝑥+1
𝑑𝑥

6. ∫ sin 2𝑥 cos 3𝑥 𝑑𝑥
7. ∫ sin7 3𝑥 cos2 3𝑥 𝑑𝑥
8. ∫ tan5 𝑦 𝑑𝑦
𝜋
9. ∫02 cos5 𝑥 𝑑𝑥
𝜋
10. ∫0 sin 𝑚𝑥 sin 𝑛𝑥 𝑑𝑥
3
11. ∫ 3𝑥 √(𝑥 − 3)2 𝑑𝑥
√3−𝑥 2
12. ∫ 2
𝑑𝑥
√1−𝑥 2
13. ∫ 𝑥
𝑑𝑥

14. ∫ √5 − 4𝑥 − 𝑥 2 𝑑𝑥
2𝑥−1
15. ∫ 𝑑𝑥
(2𝑥−1)(𝑥+1)

16. ∫ 𝑒 𝑥 cos 𝑥 𝑑𝑥
17. ∫(ln 𝑥 )2 𝑑𝑥

73
Venty Meilasari
Ratih Handayan i

𝑟3
18. ∫ √4+𝑟2 𝑑𝑟
4
19. ∫1 √𝑡 ln 𝑡 𝑑𝑡
1
20. ∫0 𝑥5𝑥 𝑑𝑥
2𝑥+21
21. ∫ 2𝑥 2+9𝑥−5 𝑑𝑥
𝑡
22. ∫ (𝑡−3)2 𝑑𝑡
3𝑥 3
23. ∫ 2 𝑑𝑥
𝑥 +𝑥−2
𝑥+1
24. ∫ (𝑥−3)2 𝑑𝑥
𝑥 3−8𝑥 2−1
25. ∫ (𝑥+3)(𝑥−2)(𝑥 2+1) 𝑑𝑥

Kemudian selesaikanlah soal no 1 s.d. 25 dengan menggunakan


aplikasi Maple.

74
Teknik Pengintegralan

DAFTAR PUSTAKA

Ayres, Frank dan Mendelson, Elliot. 2004. Kalkulus. Jakarta:


Penerbit Erlangga.

Baisuni, Hasim. 2008. Kalkulus. Jakarta: UI-Press

Nugroho, Didit Budi. 2012. Kalkulus Integral dan Aplikasinya.


Yogyakarta: Graha Ilmu.

Purcell, Edwin J dan Varberg, Dale. Kalkulus dan Geometri Analitis


Jilid 1. Jakarta: Erlangga

Stewart, James. 2002. Kalkulus:Edisi Keempat. Jakarta: Erlangga.

75
Venty Meilasari
Ratih Handayan i

LAMPIRAN: TABEL INTEGRAL

BENTUK ELEMENTER

1. ∫ 𝑢 𝑑𝑣 = 𝑢𝑣 − ∫ 𝑣𝑑𝑢
1
2. ∫ 𝑢𝑛 𝑑𝑢 = 𝑛+1 𝑢𝑛+1 + 𝐶
𝑑𝑢
3. ∫ 𝑢
= ln|𝑢| + 𝐶
4. ∫ 𝑒 𝑑𝑢 = 𝑒 𝑢 + 𝐶
𝑢
𝑎𝑢
5. ∫ 𝑎𝑢 𝑑𝑢 = ln 𝑎 + 𝐶
6. ∫ sin 𝑢 𝑑𝑢 = − cos 𝑢 + 𝐶
7. ∫ cos 𝑢 𝑑𝑢 = sin 𝑢 + 𝐶
8. ∫ sec 2 𝑢 𝑑𝑢 = tan 𝑢 + 𝐶
9. ∫ csc 2 𝑢 𝑑𝑢 = − cot 𝑢 + 𝐶
10. ∫ sec 𝑢 tan 𝑢 𝑑𝑢 = sec 𝑢 + 𝐶
11. ∫ csc 𝑢 cot 𝑢 𝑑𝑢 = − csc 𝑢 + 𝐶
12. ∫ tan 𝑢 𝑑𝑢 = ln|sec 𝑢| + 𝐶
13. ∫ cot 𝑢 𝑑𝑢 = ln|sin 𝑢| + 𝐶
14. ∫ sec 𝑢 𝑑𝑢 = ln|sec 𝑢 + tan 𝑢| + 𝐶
15. ∫ csc 𝑢 𝑑𝑢 = ln|csc 𝑢 − cot 𝑢| + 𝐶
𝑑𝑢 𝑢
16. ∫ √𝑎2 2 = sin−1 𝑎 + 𝐶
−𝑢
𝑑𝑢 1 𝑢
17. ∫ 2 2 = tan−1 + 𝐶
𝑎 +𝑢 𝑎 𝑎
𝑑𝑢 1 𝑢+𝑎
18. ∫ 2 2 = ln | | + 𝐶
𝑎 −𝑢 2𝑎 𝑢−𝑎
𝑑𝑢 1 𝑢
19. ∫ = sec −1 | | + 𝐶
𝑢√𝑢2 −𝑎 2 𝑎 𝑎

76
Teknik Pengintegralan

BENTUK TRIGONOMETRI
1 1
20. ∫ sin2 𝑢 𝑑𝑢 = 2 𝑢 − 4 sin 2𝑢 + 𝐶
1 1
21. ∫ cos2 𝑢 𝑑𝑢 = 2 𝑢 + 4 sin 2𝑢 + 𝐶
22. ∫ tan2 𝑢 𝑑𝑢 = tan 𝑢 − 𝑢 + 𝐶
23. ∫ cot 2 𝑢 𝑑𝑢 = − cot 𝑢 − 𝑢 + 𝐶
1
24. ∫ sin3 𝑢 𝑑𝑢 = − 3 (2 + sin2 𝑢) cos 𝑢 + 𝐶
1
25. ∫ cos3 𝑢 𝑑𝑢 = (2 + cos2 𝑢 ) sin 𝑢 + 𝐶
3
1
26. ∫ tan 𝑢 𝑑𝑢 = tan2 𝑢 + ln|cos 𝑢 | + 𝐶
3
2
1
27. ∫ cot 𝑢 𝑑𝑢 = − cot 2 𝑢 − ln|sin 𝑢| + 𝐶
3
2
3 1 1
28. ∫ sec 𝑢 𝑑𝑢 = 2 sec 𝑢 tan 𝑢 + 2 ln|sec 𝑢 + tan 𝑢| + 𝐶
1 1
29. ∫ csc 3 𝑢 𝑑𝑢 = − csc 𝑢 cot 𝑢 + ln|csc 𝑢 − cot 𝑢 | + 𝐶
2 2
sin(𝑎−𝑏)𝑢 sin(𝑎+𝑏)𝑢
30. ∫ sin 𝑎𝑢 sin 𝑏𝑢 𝑑𝑢 = − + 𝐶, 𝑎2 ≠ 𝑏2
2(𝑎−𝑏) 2(𝑎+𝑏)
sin(𝑎−𝑏)𝑢 sin(𝑎+𝑏)𝑢
31. ∫ cos 𝑎𝑢 cos 𝑏𝑢 𝑑𝑢 = 2(𝑎−𝑏)
+ 2(𝑎+𝑏)
+ 𝐶, 𝑎2 ≠ 𝑏2
cos(𝑎−𝑏)𝑢 cos(𝑎+𝑏)𝑢
32. ∫ sin 𝑎𝑢 cos 𝑏𝑢 𝑑𝑢 = − 2(𝑎−𝑏)

2(𝑎+𝑏)
+ 𝐶, 𝑎2 ≠ 𝑏2
1 𝑛−1
33. ∫ sin𝑛 𝑢 𝑑𝑢 = − 𝑛 sin𝑛−1 𝑢 cos 𝑢 + 𝑛 ∫ sin𝑛−2 𝑢 𝑑𝑢
1 𝑛−1
34. ∫ cos𝑛 𝑢 𝑑𝑢 = 𝑛 cos𝑛−1 𝑢 sin 𝑢 + 𝑛 ∫ cos𝑛−2 𝑢 𝑑𝑢
1
35. ∫ tan𝑛 𝑢 𝑑𝑢 = 𝑛−1 tan𝑛−1 𝑢 − ∫ tan𝑛−2 𝑢 𝑑𝑢, 𝑛 ≠ 1
1
36. ∫ cot 𝑛 𝑢 𝑑𝑢 = − 𝑛−1 cot 𝑛−1 𝑢 − ∫ cot 𝑛−2 𝑢 𝑑𝑢, 𝑛 ≠ 1
1 𝑛−2
37. ∫ sec 𝑛 𝑢 𝑑𝑢 = 𝑛−1 sec 𝑛−2 𝑢 tan 𝑢 + 𝑛−1 ∫ sec 𝑛−2 𝑢 𝑑𝑢, 𝑛 ≠ 1
1 𝑛−2
38. ∫ csc 𝑛 𝑢 𝑑𝑢 = − 𝑛−1 csc 𝑛−2 𝑢 cot 𝑢 + 𝑛−1 ∫ csc 𝑛−2 𝑢 𝑑𝑢, 𝑛 ≠ 1
𝑛 𝑚 sin𝑛−1 𝑢 cos𝑚+1 𝑢
39. ∫ sin 𝑢 cos 𝑢 𝑑𝑢 = − 𝑛+𝑚
+
𝑛−1
𝑛+𝑚
∫ sin𝑛−2 𝑢 cos𝑚 𝑢 𝑑𝑢, 𝑛 ≠ −𝑚
40. ∫ 𝑢 sin 𝑢 𝑑𝑢 = sin 𝑢 − 𝑢 cos 𝑢 + 𝐶

77
Venty Meilasari
Ratih Handayan i

41. ∫ 𝑢 cos 𝑢 𝑑𝑢 = cos 𝑢 + 𝑢 sin 𝑢 + 𝐶


42. ∫ 𝑢𝑛 sin 𝑢 𝑑𝑢 = −𝑢𝑛 cos 𝑢 + 𝑛 ∫ 𝑢𝑛−1 cos 𝑢 𝑑𝑢
43. ∫ 𝑢𝑛 cos 𝑢 𝑑𝑢 = 𝑢𝑛 sin 𝑢 − 𝑛 ∫ 𝑢𝑛−1 sin 𝑢 𝑑𝑢

BENTUK MENYANGKUT √𝑢2 ± 𝑎2


𝑢 𝑎2
44. ∫ √𝑢2 ± 𝑎2 𝑑𝑢 = 2 √𝑢2 ± 𝑎2 ± 2
ln |𝑢 + √𝑢2 ± 𝑎2 | + 𝐶
𝑑𝑢
45. ∫ = ln |𝑢 + √𝑢2 ± 𝑎2 | + 𝐶
√𝑢2 ±𝑎 2
√𝑢2 +𝑎 2 𝑎+√𝑢2 +𝑎 2
46. ∫ 𝑢
𝑑𝑢 = √𝑢2 + 𝑎2 − 𝑎 ln ( 𝑢
)+𝐶
√𝑢2 −𝑎 2 𝑢
47. ∫ 𝑢
𝑑𝑢 = √𝑢2 − 𝑎2 − 𝑎 sec −1 𝑎 + 𝐶
𝑢 𝑎4
48. ∫ 𝑢2 √𝑢2 ± 𝑎2 𝑑𝑢 = 8 (2𝑢2 ± 𝑎2 )√𝑢2 ± 𝑎2 − 8
ln |𝑢 +
√𝑢2 ± 𝑎2 | + 𝐶
𝑢2 𝑑𝑢 𝑢 𝑎2
49. ∫ = 2 √𝑢2 ± 𝑎2 ± 2
ln |𝑢 + √𝑢2 ± 𝑎2 | + 𝐶
√𝑢2 ±𝑎 2
𝑑𝑢 √𝑢2 ±𝑎 2
50. ∫ =± 𝑎 2𝑢
+𝐶
𝑢2 √𝑢2 ±𝑎 2
√𝑢2 ±𝑎 2 √𝑢2±𝑎 2
51. ∫ 𝑢2
𝑑𝑢 = − 𝑢
+ ln |𝑢 + √𝑢2 ± 𝑎2 | + 𝐶
𝑑𝑢 𝑢
52. ∫ (𝑢2 ±𝑎 2)3/2 = ± +𝐶
𝑎 2 √𝑢2±𝑎 2
𝑢 3𝑎 4
53. ∫(𝑢2 ± 𝑎2 )3/2 𝑑𝑢 = 8 (2𝑢 ± 5𝑎2 )√𝑢2 ± 𝑎2 +
2
8
ln |𝑢 +
√𝑢2 ± 𝑎2 | + 𝐶

BENTUK MENYANGKUT √𝑎 2 − 𝑢2
𝑢 𝑎2 𝑢
54. ∫ √𝑎2 − 𝑢2 𝑑𝑢 = 2 √𝑎2 − 𝑢2 + 2
sin−1 𝑎 +𝐶
√𝑎 2−𝑢2 𝑎+√𝑎 2−𝑢2
55. ∫ 𝑢
𝑑𝑢 = √𝑎 2 − 𝑢2 − 𝑎 ln | 𝑢
|+𝐶

78
Teknik Pengintegralan

𝑢2 𝑑𝑢 𝑢 𝑎2 𝑢
56. ∫ 2 2 = − √𝑎2 − 𝑢2 + sin−1 + 𝐶
√𝑎 −𝑢 2 2 𝑎
2 𝑢 2 2) 𝑎4 𝑢
57. ∫ 𝑢 √𝑎 2 − 𝑢2 𝑑𝑢 = 8 (2𝑢 − 𝑎 √𝑎 2 − 𝑢2 + 8
sin−1 𝑎 + 𝐶
𝑑𝑢 √𝑎 2−𝑢2
58. ∫ 2 √𝑎2 2 = − 𝑎 2𝑢
+𝐶
𝑢 −𝑢
√𝑎 2−𝑢2 √𝑎 2−𝑢2 𝑢
59. ∫ 𝑑𝑢 = − − sin−1 + 𝐶
𝑢2 𝑢 𝑎
𝑑𝑢 1 𝑎+√𝑎 2−𝑢2
60. ∫ = − 𝑎 ln | |+𝐶
𝑢√𝑎 2−𝑢2 𝑢
𝑑𝑢 𝑢
61. ∫ 3 = +𝐶
(𝑎 2−𝑢2 )2 𝑎 2√𝑎 2−𝑢2
3
𝑢 3𝑎 2 𝑢
62. ∫(𝑎2 − 𝑢2 )2 𝑑𝑢 = 8 (5𝑎2 − 2𝑢2 )√𝑎 2 − 𝑢2 + 8
sin−1 𝑎 + 𝐶

BENTUK EKSPONEN DAN LOGARITMA

63. ∫ 𝑢𝑒 𝑢 𝑑𝑢 = (𝑢 − 1)𝑒 𝑢 + 𝐶
64. ∫ 𝑢𝑛 𝑒 𝑢 𝑑𝑢 = 𝑢𝑛 𝑒 𝑢 − 𝑛 ∫ 𝑢𝑛−1 𝑒 𝑢 𝑑𝑢
65. ∫ ln 𝑢 𝑑𝑢 = 𝑢 ln 𝑢 − 𝑢 + 𝐶
𝑢𝑛+1 𝑢𝑛+1
66. ∫ 𝑢𝑛 ln 𝑢 𝑑𝑢 = ln 𝑢 − (𝑛+1)2 + 𝐶
𝑛+1
𝑎𝑢 𝑒 𝑎𝑢
67. ∫ 𝑒 sin 𝑏𝑢 𝑑𝑢 = 𝑎2+𝑏2 (𝑎 sin 𝑏𝑢 − 𝑏 cos 𝑏𝑢) + 𝐶
𝑒 𝑎𝑢
68. ∫ 𝑒 𝑎𝑢 cos 𝑏𝑢 𝑑𝑢 = 𝑎2+𝑏2 (𝑎 cos 𝑏𝑢 + 𝑏 sin 𝑏𝑢) + 𝐶

Catatan: Untuk Bentuk Lainnya dapat dilihat pada buku Kalkulus


Purcell.

79

Anda mungkin juga menyukai