Coloured inversion.
Colored inversion merupakan modifikasi dari bandlimited inversion, dimana proses inversi membatasi
frekuensi yang dihasilkan, dan digunakan operator untuk mendefenisikan domain frekuensi (Kartika,
2013).
Kelebihan : Merupakan metode yang sangat mudah dan cepat diaplikasikan pada data
Kekurangan : • Sama seperti inversi recursive, proses
• Karena sangat simpel dengan parameter inversi yang sedikit, metoda ini hanya
digunakan sebagai metode quick look.
Metode seismik inversi yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Seismic Coloured Inversion
(SCI). Prinsip metode SCI menganalisis variasi seismik dan spektrum well log untuk membuat operator
yang dapat secara langsung mengubah sebuah trace seismik menjadi trace reflektivitas. Menurut
Lancaster dan Whitcombe (2000), dibandingkan dengan metode inversi impedansi akustik lainnya
seperti metode inversi deterministik, metode SCI ini lebih efisien dari segi waktu dan mudah
digunakan. Hasil inversi dengan metode SCI juga lebih andal jika dibandingkan dengan metode lainnya.
Coloured inversion.
Pada Inversi ini outputnya adalah impedansi akustik relatif. Impedansi relatif didapatkan dengan
meng-aplikasikan bandpass filter terhadap impedansi akustik absolut.
Apa itu impedansi akustik absolut?
Impedansi akustik absolut sederhananya adalah angka impedansi akustik itu sendiri. kalau dari data
sumur, didapatkan dengan membagi log densitas dengan log sonik. angka absolut impedansi selalu
positif dan range frequency-nya lebar. Karena range frequenci-nya lebar maka kalau di-plot terhadap
kedalaman, akan ada trend. Trend-nya sendiri merupakan komponen 1-2 Hz dari absolute acoustic
impedance (low frequency).
Ketika absolute acoustic impedance ini di-kasih bandpass filter, maka komponen low frequency-nya
hilang. akibatnya kalau di-plot thd kedalaman, tidak lagi membentuk trend.
Angka-nya bisa negatif dan positif (mirip seperti data seismik). range frequencynya akan bandlimited,
tergantung dari range frequency bandpass filter-nya. jadi, nilai impedans relatif terhadap trend-nya.
* Ide dasar dari coloured inversion : dihasilkan data dalam impedance domain (sebagai output) dengan
menggunakan data dalam seismic domain (sebagai input).
jadi:
seismik (*) operator = impedansi
dimana (*) adalah simbol konvolusi.
Karena input dari coloured inversion hanya data seismik (dan tidak ada data lainnya) maka hasil
outputnya (yang berupa impedansi) juga mewarisi sifat-sifat dari data seismik, dimana range
frequenci-nya juga akan terbatas (bandlimited).
Kuntungannya, Proses cepat. operator bisa didapatkan dgn cepat karena operator ini pada dasarnya
adalah integrator, tidak perlu low frequency model jadi tidak ada intervensi dari interpreter.
kerugiannya, Analisa yang dilakukan hanya bisa bersifat kualitatif dan bukan kuantitatif.
Inversi Colored
Metoda inversi ini merupakan salah satu metoda hasil modifikasi dari metoda inversi recrusif, yang
secara umum di deskrepsikan memiliki rumus empiris .
I=O*S
I : Inversi,
O : Operator,
S: Seismik Trace.
Amplitudo operator sangat tergantung pada data sumur, dimana data-data amplitudo impedansi
akustik dari sumur diplot dalam skala log. Operator pada metoda ini memiliki fase -900 yang
berdomain frekuensi. Hasil operator yang telah dilakukan akan diaplikasikan dengan seismik trace.
Masalah-masalah dalam Metoda ini, sebagai berikut:
• Sangat Mudah untuk diaplikasikan dengan beberapara parameter
• Berasumsi data wavelet zero phase
• Metoda ini menghasilkan output impedansi relatif
• Frekuensi sangat tergantung pada sebaran data sumur.
Colored Inversion mengambil pendekatan berbeda yang lebih familiar dengan pemrosesan seismik.
Dalam istilah sederhana, kami menganalisis berbagai spektrum log seismik dan sumur untuk
menentukan operator yang membentuk spektrum jejak seismik rata-rata dengan kurva halus yang
dipasang yang mewakili spektrum log AI rata-rata. Ini mendefinisikan spektrum amplitudo dari
operator yang diperlukan. Teori memberi tahu kita bahwa rotasi fase 90 derajat juga diperlukan. Ini
dimasukkan ke dalam operator. Asumsinya adalah input data seismik adalah fase nol. Operator
Pembalikan Berwarna dikonversi ke domain waktu dan secara sederhana diterapkan pada volume
seismik menggunakan algoritma konvolusi.
Sekarang jika kita membandingkan tampilan di atas secara lebih rinci, kita akan mengamati hasil yang
menarik. Mari kita perhatikan gambar di bawah ini. Dua layar teratas berlabel SS (untuk Sparse Spike)
dan CI (untuk Pembalikan Berwarna). Pada pengamatan pertama, hasil SS terlihat lebih baik karena
tampaknya menawarkan resolusi yang lebih tinggi. Namun, jika kita membandingkan SS dan CI dengan
jawaban AI (kanan bawah) maka itu adalah hasil CI yang lebih mirip dengan model input. Kenapa harus
begitu? Melacak masalah menemukan bahwa wavelet yang dibutuhkan oleh SS diperkirakan sedikit
salah (perbedaan antara kurva ungu dan biru di plot paling kanan bawah.) Estimasi wavelet asli kurang
pada frekuensi tinggi, di mana solusi AI turunan harus mengkompensasi. Ketika spike spike inversion
diberikan wavelet yang benar, ia memberikan hasil yang mirip dengan CI. Dengan demikian, contoh
ini menunjukkan betapa mudahnya untuk mendapatkan inversi spike spike yang salah bahkan ketika
jawabannya diketahui. CI tidak menderita masalah ini karena tidak perlu menentukan wavelet.