0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan3 halaman

Struktur dan Material Rumah Gadang

Rumah Gadang adalah rumah tradisional Minangkabau berbentuk rumah panggung besar dengan atap gonjong. Rumah ini memiliki 72 tiang penyangga dan 11 gonjong di atap. Dindingnya dihiasi ukiran berwarna-warni sebanyak 58 motif. Strukturnya menggunakan sistem rangka kayu dan sambungan sendi. Pondasinya menggunakan batu kali, lantainya terbuat dari papan kayu yang naik ke pinggir, dan

Diunggah oleh

nabila
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan3 halaman

Struktur dan Material Rumah Gadang

Rumah Gadang adalah rumah tradisional Minangkabau berbentuk rumah panggung besar dengan atap gonjong. Rumah ini memiliki 72 tiang penyangga dan 11 gonjong di atap. Dindingnya dihiasi ukiran berwarna-warni sebanyak 58 motif. Strukturnya menggunakan sistem rangka kayu dan sambungan sendi. Pondasinya menggunakan batu kali, lantainya terbuat dari papan kayu yang naik ke pinggir, dan

Diunggah oleh

nabila
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MATERIAL

Bangunan Rumah Gadang berbentuk sebuah rumah panggung berukuran besar dengan atap
gonjong yang menjadi cirikhas dari arsitektur tradisional [Link] panggung besar
ini bertingkat tiga,dengan 72 tonggak yang menjadi penyangga Utamanya. Terdapat 11
gonjong atau pucuk atapyang menghias bagian atas dari bangunan ini. Seluruh dinding
bangunan ini dihiasi oleh ornamen ukiran berwarna-warni yang secara total terdiri dari 58 jenis
motif yang berbeda. Bentuk atau motif ukiran ini ada yang berbentuk melingkar atau persegi.

Orang Minang menyebut rumah dibagi menjadi ‘ruang’ sebagai panjangnya, dan ‘lanjar atau
labu gadang’ sebagai lebarnya. Setiap Rumah Gadang memiliki jumlah ruang dalam bilangan
ganjil: 3,5,7,9,11, bahkan ada yang sampai 17. Susunan ruang yang ada di Rumah Gadang dapat
dilihat dari gambar di bawah ini.
Sistem struktur pada Rumah Gadang menggunakan sistem rangka kayu. Hampir semua
pertemuan struktur menggunakan sambungan sendi karena memakai sistem tumpang tindih
dan coakan. Untuk mengokohkannya pun menggunakan sistem pasak. Ukuran yang dipakai
dalam menentukan panjang pada Rumah Gadang adalah satuan eto. Eto adalah panjang
antara jari tengah hingga siku yaitu sekitar 45 cm. Orang Minang menyebut rumah dibagi
menjadi ‘ruang’ sebagai panjangnya, dan ‘lanjar atau labu gadang’ sebagai lebarnya.

Ratarata memiliki sistem penopang seperti pada lantai. Sehingga pada bagian atas langit-
langit dibuat loteng sebelum atap. Ruangan ini biasa dipakai untuk menyimpan benda-benda.
Kemudian baru penutup atap yang digunakan berupa ijuk yang diikatkan ke tali rotan pada
reng-reng bambu. Tiang Rumah Gadang berbentuk dasar bulat yang biasanya dibuat
bersegi-segi. Tiang-tiang ini menggunakan hasil hutan Minangkabau. Jenis kayu yang paling
sering digunakan adalah jenis Joar yang sudah berusia 15 tahun. Setiap penempatan tiang
ini memiliki nama yang menunjukkan fungsi ruang tersebut: tapi, dilapisi papan seperti pada
Istana Pagaruyuang. Hal ini diperkirakan karena Istana Pagaruyuang sendiri sangat besar
sehingga kebutuhan diameter tiang pada pohon yang masih ditanam saat ini sudah sangat
sulit. Pada Nagari Sumpur sendiri masih banyak hasil hutan yang bisa diambil untuk
komponen struktural. Untuk tiang bangunan Rumah Gadang disini masih menggunakan kayu
utuh karena diameternya tidak sebesar di Istana Pagaruyuang.

PONDASI

Pondasi yang digunakan pada Rumah Gadang memakai umpak batu kali. Tiang-tiang pada
Rumah Gadang akan langsung bertumpu pada batu ini. Batu yang dipilih pun batu yang salah
satu sisinya memiliki permukaan datar sehingga dapat ditancapkan ke tanah. Batu yang dipilih
pun batu yang salah satu sisinya memiliki permukaan datar sehingga dapat ditancapkan ke
tanah. Lantai Rumah Gadang menggunakan papan kayu yang dari tengah ke bagian pinggir
semakin lama semakin naik seperti lantai [Link] kayu yang paling sering digunakan
adalah jenis Joar yang sudah berusia 15 tahun

Pada bagian bawah papan lantai ini terdapat balok-balok kayu penahan beban lantai. Dinding
Rumah Gadang juga terbuat dari kayu berupa papan dan tadiah (gedek). Dindingdinding ini
biasanya diukir sesuai dengan selera pemilik Rumah Gadang. Pada beberapa kasus juga ada
yang memakai anyaman bambu sebagai dinding. Pada bangunan ini tidak ada yang disebut
jendela, semua bukaan disebut pintu. Ada yang disebut pintu di badan rumah dan ada pintu
naik ke rumah. Biasanya letak pintu berada pada bagian tengah muka bangunan dan samping
kiri kanan. Langit-langit memiliki material yang sama.

SUMBER: [Link]
[Link]

Anda mungkin juga menyukai