0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
38 tayangan13 halaman

Rencana Rehabilitasi Ruang Praktik Kejuruan

Dokumen ini berisi tentang rencana kerja dan syarat-syarat rehabilitasi ruang praktik kejuruan tingkat kerusakan sedang di SMK Negeri 2 Merauke. Terdiri dari 11 pasal yang mencakup persiapan pekerjaan, pekerjaan tanah, pembongkaran, dinding, lantai, pintu dan jendela, pengecatan, kayu, plafond, atap, dan elektrikal. Dokumen ini menjelaskan bahan dan proses pelaksanaan rehabilitasi ruang

Diunggah oleh

eliza tanalepy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
38 tayangan13 halaman

Rencana Rehabilitasi Ruang Praktik Kejuruan

Dokumen ini berisi tentang rencana kerja dan syarat-syarat rehabilitasi ruang praktik kejuruan tingkat kerusakan sedang di SMK Negeri 2 Merauke. Terdiri dari 11 pasal yang mencakup persiapan pekerjaan, pekerjaan tanah, pembongkaran, dinding, lantai, pintu dan jendela, pengecatan, kayu, plafond, atap, dan elektrikal. Dokumen ini menjelaskan bahan dan proses pelaksanaan rehabilitasi ruang

Diunggah oleh

eliza tanalepy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA KERJA DAN

SYARATA - SYARATA (RKS)

PEMERINTAH PROVINSI PAPUA


DINAS PENDIDIKAN PERPUSTAKAAN DAN ARSIP
DAERAH PAPUA

Kegiatan :
Rehabilitasi Ruang Peraktik Kejuruan tingkat kerusakan sedang

Pekerjaan :
Perencanaan Rehabilitasi Ruang Peraktik Kejuruan tingkat
kerusakan sedang
050/[Link]/B/IV/2021

Lokasi :
SMK Negeri 2 Merauke

DAK
Tahun Anggaran 2021

CV. ROLLER PERKASA MANDIRI


Kantor Pusat Jln. Telkom III Blok C1 No. 2B Telkomas Makassar,
Kantor Cabang Merauke : Jl. Pemuda Merauke – Papua
Kantor Cabang Mappi: Jl. Poros Kepi Agham Km. 05
Email:rollerperkasamandiri@[Link]
Daftar Isi i

DAFTAR ISI
Halaman

DAFTAR ISI ............................................................................................................. i

PERSYARATAN TEKNIS
Pasal 1 PERSIAPAN PEKERJAAN ................................................................................. 1

Pasal 2 PEKERJAAN TANAH ....................................................................................... 1

Pasal 3 PEKERJAAN PEMBONGKARAN ...................................................................... 1

Pasal 4 PEKERJAAN DINDING .................................................................................... 2

Pasal 5 PEKERJAAN LANTAI ....................................................................................... 4

Pasal 6 PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA.................................................................. 5

Pasal 7 PEKERJAAN PENGECATAN ............................................................................. 7

Pasal 8 PEKERJAAN KAYU .......................................................................................... 8

Pasal 9 PEKERJAAN PLAFOND.................................................................................... 9

Pasal 10 PEKERJAAN PENUTUP ATAP, LISTPLANG DAN TALANG ................................ 10

Pasal 11 PEKERJAAN ELEKTRIKAL ................................................................................ 11

CV. Roller Perkasa Mandiri


RKS - RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT
REHABILITASI RUANG PRAKTIK KEJURUAN TINGKAT KERUSAKAN SEDANG
REHABILITASI RUANG PRAKTIK SISWA (RPS) BESERTA PERABOTNYA
SMKS SANTO ANTONIUS MERAUKE (C)
SYARAT-SYARAT TEKNIS PEKERJAAN

PASAL 1. PEKERJAAN PERSIAPAN


1.1. Pembersihan Lokasi
1. Secara umum Kontraktor Pelaksana menerima lahan terbangun dalam keadaan rata,
padat, tanpa sampah, tanpa reruntuhan.
2. Meliputi semua pekerjaan-pekerjaan, bahan-bahan, peralatan-peralatan,
kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk menyelesaikan semua pekerjaan : stripping,
grubbing, penggalian, pengurugan, pemadatan dan lain-lain sesuai dengan RKS dan
gambar-gambar.
3. Pekerjaan pada seksi-seksi lain yang berhubungan dengan hal ini antara lain pekerjaan
untuk konstruksi.
1.2. Laporan Akhir
1. Kontraktor diwajibkan membuat Laporan Akhir pekerjaan, berupa progres
pekerjaan, bobot pekerjaan dan dokumentasi pekerjaan.
1.3. Penyediaan K3
1. Kontraktor wajib menyediakan kelengkpan K3.
2. Penerapan prinsip K3 di proyek sangat perlu diperhatikan dalam pekerjaan konstruksi.
Pelaksana konstruksi harus mengetahui dan menerapkan prinsip-prinsip kerja sesuai
ketentuan K3 di lingkungan proyek.

PASAL 2. PEKERJAAN TANAH


2.1. Umum
Semua pekerjaan penggalian tanah harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari
Pengawas Lapangan terutama tentang ukuran galian. Bahan-bahan galian yang akan
dipakai untuk penimbunan harus diperiksa lebih dahulu oleh Pengawas Lapangan.
2.2. Pengurugan Kembali
1. Jika ditemukan lubang pada dasar galian pondasi, maka lubang tersebut harus diurug
dengan pasir pasangan dan harus dipadatkan dengan vibro stamper.
2. Tanah yang digunakan untuk pengurugan bekas galian harus mendapat persetujuan dari
Pengawas Lapangan.
3. Semua bahan-bahan organis, sisa-sisa bongkaran bekisting, sampah-sampah harus
disingkirkan.
4. Bongkaran-bongkaran tanah harus dipecah menjadi komponen-komponen yang lebih
kecil lebih dahulu.
5. Pemadatan harus dilakukan lapis demi lapis (max. 30 cm/lapis) dengan vibro stamper
dengan memperhatikan kadar air tanah.

PASAL 3. PEKERJAAN PEMBONGKARAN


1. Pembongkaran Plafond dan rangka
2. Pembongkaran Atap
3. Pembongkaran Lantai
4. Penmbongkaran jalur pipa

1
RKS - RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT
REHABILITASI RUANG PRAKTIK KEJURUAN TINGKAT KERUSAKAN SEDANG
REHABILITASI RUANG PRAKTIK SISWA (RPS) BESERTA PERABOTNYA
SMKS SANTO ANTONIUS MERAUKE (C)
SYARAT-SYARAT TEKNIS PEKERJAAN

PASAL 4. PEKERJAAN DINDING


4.1. Lingkup Pekerjaan dan Ketentuan Umum
1. Menyediakan bahan, tenaga dan peralatan untuk pekerjaan ini.
2. Meliputi pekerjaan pasangan dengan bahan yang disebut dalam persyaratan ini.
4.2. Bahan/ Material dan Campuran
4.2.1. Bahan/Material
a. Semen : Semen seperti untuk pekerjaan dinding harus sama
kualitasnya seperti semen yang ditentukan untuk
pekerjaan beton.
b. Pasir : Pasir untuk pekerjaan dinding adalah pasir pasangan
dengan kualitas yang baik dan sesuai untuk pekerjaan
tersebut.
c. Air : Air yang dipakai untuk pekerjaan dinding harus memenuhi
syarat-syarat sama dengan pekerjaan beton.
4.2.2. Campuran/Adukan
Komposisi :
Jenis adukan berikut harus dipakai sesuai dengan yang diinstruksikan dalam
gambar atau dalam spesifikasi teknis.
Ketinggian pemasangan dinding dan komposisi campurannya harus sesuai dengan
gambar kerja.
4.2.3. Mengatur Adukan
Adukan harus dicampur dalam alat tempat pencampuran yang telah disetujui oleh
Pengawas Lapangan, diatas permukaan yang keras. Jangan memakai adukan yang
sudah mulai mengeras atau membubuhkannya untuk dipakai lagi.
4.3. Dinding Pasangan Bata
4.3.1. Batu Bata
a. Batu bata biasa (tangan) dari tanah liat, hasil produksi lokal yang
dibakar dengan baik dan bersudut tajam serta rata, tanpa cacat atau
mengandung kotoran.
b. Sesuai dengan pasal 82 dari A.V. 1941, minimum daya tekan ultimate harus
100 Kg/Cm2. Bata yang dipakai harus memenuhi syarat sebagai berikut:
- Kualitas baik
- Pembakaran matang
- Sisi dengan permukaan rata tegak lurus dan tajam
- Keras dan tidak mudah patah
- Harus satu ukuran dan satu kualitas (kalau ada perbedaan tidak boleh
lebih dari3 mm).
- Penyerahan ditempat hanya diizinkan maksimum 5% yang patah.
4.3.2. Campuran
a. Semua dinding mulai dari ujung atas sloof pondasi beton sampai 30 cm diatas
lantai jadi (trasraam) harus dibuat dari campuran 1 PC : 3 pasir. Selanjutnya
diatasnya dipakai campuran 1 Pc : 4 Pasir, kecuali ditentukan lain dalam
gambar kerja.

2
RKS - RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT
REHABILITASI RUANG PRAKTIK KEJURUAN TINGKAT KERUSAKAN SEDANG
REHABILITASI RUANG PRAKTIK SISWA (RPS) BESERTA PERABOTNYA
SMKS SANTO ANTONIUS MERAUKE (C)
SYARAT-SYARAT TEKNIS PEKERJAAN

4.3.3. Pelaksanaan
a. Dinding harus dipasang dan didirikan untuk masing-masing ukuran ketebalan
dan ketinggian yang disyaratkan seperti yang ditunjukkan dalam gambar dan
Sub-Kontraktor harus memasang piket (uitzet) lubang-lubang dan sebagainya
dengan alat uitzet yang disetujui. Blok-blok atau bata dipasang dengan adukan
pengikat sambungan (spesi) 10 mm didasari dengan baik dan
sambungan-sambungan yang terus lurus dan rata.
b. Dalam pemasangan tembok tidak boleh meneruskan disuatu bagian lebih dari
satu meter tingginya.
4.3.4. Perlindungan dan Perawatan
a. Dalam mendirikan dinding yang terkena udara terbuka, selama waktu-waktu
hujan lebat, harus diberi perlindungan dengan menutup bagian atas dari
tembok bahan penutup yang sesuai.
b. Dinding tembok harus dibasahi terus menerus selama paling sedikit 7 hari
setelah didirikan/pemasangan.
4.3.5. Angker dan Pengikat lainnya
Antara sambungan dinding dengan kolom, pondasi dan lain-lain harus dipasang
angker-angker dan pengikat lainnya pada sambungan-sambungan dinding tersebut
setelah dibersihkan dari kulit ozid besi, karat atau debu bangunan diameternya
minimal 10 mm. Beton harus dikasarkan dengan alat yang sesuai pada sambungan
vertikal dengan dinding agar adukan spesi dapat merekat.
4.4. Penyelesaian Dinding Dengan Plasteran
Dinding bangunan yang terbuat dari pasangan ½ bata dilapisi dengan plester semen setebal
1,5 cm dan dihaluskan permukaannya dengan acian.
4.4.1. Lingkup Pekerjaan dan Ketentuan Umum
a. Pekerjaan meliputi penyediaan alat, bahan dan tenaga kerja untuk keperluan
pekerjaan ini.
b. Pekerjaan meliputi penyelesaian permukaan dinding dengan bahan yang
disebut dalam persyaratan ini atau dalam syarat-syarat dan spesifikasi khusus.
c. Plesteran harus dibuat pada semua tembok, kolom, bidang vertikal lainnya
yang dikerjakan dengan pasangan bata kecuali bagian dalam tombak layar
yang tertutup atap, balok beton yang tidak dinyatakan dalam gambar sebagai
penyelesaian dengan bahan lain, tembok tersebut diselesaikan dengan
plesteran yang kemudian dihaluskan (acian) dicat emulsi vinyl kecuali disebut
lain dalam gambar kerja atau syarat-syarat bagian dinding lainnya.
4.4.2. Bahan
Bahan/material seperti portland cement (PC) type 1, pasir dan air harus sesuai
dengan pekerjaan beton.
4.4.3. Komposisi Adukan
Untuk semua penembokan dinding yang dilaksanakan dengabn campuran 1 pc : 3
pasir, plesteran harus dilaksanakan dengan campuran 1 pc : 3 pasir. Semua
plesteran lainnya harus dilaksanakan dengan adukan jenis 1 pc : 4 pasir.

3
RKS - RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT
REHABILITASI RUANG PRAKTIK KEJURUAN TINGKAT KERUSAKAN SEDANG
REHABILITASI RUANG PRAKTIK SISWA (RPS) BESERTA PERABOTNYA
SMKS SANTO ANTONIUS MERAUKE (C)
SYARAT-SYARAT TEKNIS PEKERJAAN

4.4.4. Pengolahan Permukaan Plesteran


a. Untuk mengeringkan dinding bata dan permukaan beton harus diberikan
cukup waktu. Tidak boleh memulai pekerjaan, sampai tembok dinding
benar-benar kering.
b. Sebelum pemlasteran permukaan-permukaan beton harus dikasarkan. Lemak
atau minyak yang melekat harus dibersihkan dengan sikat dengan memakai
sikat yang kaku atau sikat kawat.
c. Untuk mencegah plesteran menjadi kering sebelum waktunya,
permukaan-permukaannya harus dibasahi dengan air sehingga tetap lembab.
4.4.5. Pelaksanaan
a. Sebagai penyelesaian permukaan beton, diharuskan diberi dua lapisan
adukan, tapi satu lapisan juga bisa diterima asalkan tebal lapisannya tidak
lebih dari 1,5 cm dan diberi lapisan finish yang distujui oleh Pengawas
Lapangan.
b. Lapisan harus dibentuk sedemikian rupa, hingga rata. Hasil permukaan
plesteran harus benar-benar merupakan bidang yang rata dan halus.
c. Plesteran harus dibiarkan basah selama paling sedikit dua hari setelah
dipasang. Mulailah membasahinya, begitu plesteran telah mengeras, untuk
menghindari kerusakan (retakan). Sewaktu kondisi udara lingkungan kering
dan panas, plesteran harus dibasahi agar tidak terjadi penguapan terlalu
banyak dan menjadi tidak rata.
d. Bagian-bagian dinding yang tertutup antara atap dengan plafond yang tidak
terlihat, tidak diplaster.
4.4.6. Memperbaiki dan Membersihkan
Memperbaiki semua pekerjaan yang cacat, harus dilaksanakan dengan
membongkar bagian tersebut sampai berbentuk bujur sangkar. Pekerjaan yang
sudah selesai, tidak boleh ada yang retak, bernoda serta cacat lainnya.
Sewaktu-waktu dengan secara teratur, selama pelaksanaan dan penyelesaian
pekerjaan, semua pekerjaan-pekerjaan yang menjadi kotor dalam pelaksanaan
pekerjaan, harus dibersihkan.

PASAL 5. PEKERJAAN LANTAI


5.1. Lingkup Pekerjaan
1. Meliputi pengadaan material/bahan dan pemasangan semua jenis penutup lantai seperti
tertera dalam gambar atau disebutkan dalam persyaratan.
2. Mengerjakan timbunan dan pemadatan dasar lantai.
3. Mengadakan koordinasi kerja yang berkaitan dengan pekerjaan pemasangan penutup
lantai, seperti instalasi air, listrik dan lain-lain.
5.2. Persyaratan dan Bahan
1. Ukuran lantai keramik ruangan 30 x 30 , warna yang disetujui oleh Pengawas Lapangan
maupun Direksi.
2. Bahan dan contoh harus disetujui oleh Pengawas Lapangan.
3. Keramik yang telah diterima Sub-Kontraktor di lapangan, sepenuhnya menjadi
tanggung jawab Sub-Kontraktor.

4
RKS - RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT
REHABILITASI RUANG PRAKTIK KEJURUAN TINGKAT KERUSAKAN SEDANG
REHABILITASI RUANG PRAKTIK SISWA (RPS) BESERTA PERABOTNYA
SMKS SANTO ANTONIUS MERAUKE (C)
SYARAT-SYARAT TEKNIS PEKERJAAN

5.3. Pelaksanaan
5.3.1. Dasar Lantai :
a. Sebelum pemasangan keramik, tanah dasar lantai harus dipadatkan kemudian
dilapisi pasir urug dan dipadatkan.
b. Dasar lantai harus rata dan pada kemiringan yang tepat kearah pembuangan
air (floor drain).
5.3.2. Pemasangan
a. Pemasangan keramik untuk pola, tipe dan ukurannya harus sesuai dengan
gambar kerja dan petunjuk Pengawas Lapangan..
b. Setelah dasar lantai siap, maka keramik yang akan dipasang diseleksi sesuai
dengan warna-warna yang sama. Apabila diperlukan pemotongan
dilaksanakan dengan rapi dengan memakai mesin pemotong dan
pinggirannya diasah dengan batu pengasah.
c. Sebelum pemasangan, keramik harus direndam air hingga tercapai kondisi
jenuh air untuk menghindari pengeringan adukan mortar/spesi yang terlalu
cepat.
d. Keramik dipasang dengan menggunakan adukan mortar 1 Pc : 4 Ps dalam
perbandingan volume. Pemasangan dengan jalur-jalur (joints) yang lurus dan
apabila terjadi ketidakteraturan jalur diisi dengan pasta semen. Sesudah cukup
kering keramik dicuci dengan lap basah sampai bersih, dan apabila ada
bagian-bagian yang lepas harus cepat diperbaiki.
e. Selama pemasangan dan sebelum kering yang cukup, lantai harus dihindari
dari injakan dan gangguan lain. Kotoran-kotoran dan lainnya yang menempel
pada permukaan lantai harus segera dibersihkan sebelum menjadi kering.
f. Pemasangan keramik lantai yang tidak lurus atau tidak rata atau cacat atau
tidak sesuai gambar kerja dapat dilakukan perintah pembongkaran oleh
Pengawas Lapangan, dan biaya yang timbul akibat pembongkaran tersebut
sepenuhnya menjadi tanggung Sub-Kontraktor.

PASAL 6. PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA


6.1. Lingkup Pekerjaan
Pengadaan kusen, daun pintu dan jendela, alat dan tenaga kerja baik untuk pekerjaan
pembuatan maupun pemasangan kusen, daun pintu dan jendela, kaca, kunci-kunci dan
pemasangan sesuai dengan gambar dan syarat-syarat spesifikasi ini.
6.2. Jenis dan Tipe
1. Pemasangan jenis pintu dan jendela disesuaikan dengan denah gambar kerja, jika
terdapat keraguan terhadap jenis pintu dan jendela pada gambar kerja, maka segera
laporkan kepada Pengawas Lapangan.
2. Setiap pintu dan jendela mempunyai nomor sesuai dengan tipe rumah dan jenisnya.
6.3. Bahan/Material
1. Kaca yang digunakan untuk jendela kaca adalah jenis kaca bening tebal 4mm.
2. Kunci-kunci, handle dan penggantung digunakan jenis dan merek sesuai dengan
ketentuan spesifikasi material (bagian I)
6.4. Persiapan Pemasangan
1. Sub-Kontraktor yang bersangkutan wajib memasang pengangkeran dan pemasangan
semua komponen lengkap dengan ukuran-ukurannya. Sub-Kontraktor harus memeriksa

5
RKS - RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT
REHABILITASI RUANG PRAKTIK KEJURUAN TINGKAT KERUSAKAN SEDANG
REHABILITASI RUANG PRAKTIK SISWA (RPS) BESERTA PERABOTNYA
SMKS SANTO ANTONIUS MERAUKE (C)
SYARAT-SYARAT TEKNIS PEKERJAAN

kualitas bahan yang dipakai, apakah dimensi yang ditunjukkan dalam gambar rencana
dan spesifikasi teknis memenuhi ketentuan struktur dan ketahanan.
2. Sub-Kontraktor harus mengukur setempat semua dimensi yang mempengaruhi
pekerjaannya. Ukuran lapangan yang berbeda dengan gambar kerja, harus di-
koreksi/diselesaikan bersama Pengawas Lapangan, untuk mendapatkan kepastian.
3. Sub-Kontraktor harus memperhitungkan kekuatan atas syarat-syarat teknis yang
ditentukan.
6.5. Pemasangan
1. Bahan-bahan yang diserahkan ke lapangan untuk dipasang harus sesuai dengan
contoh-contoh yang disetujui dan dalam keadaan terpelihara baik. Bahan-bahan ini
harus dijaga dan dilindungi sebaik-baiknya sewaktu penyimpanan, pemasangan sampai
diserahkan dengan baik.
2. Pemasangan harus dikerjakan oleh tenaga-tenaga terlatih/berpengalaman untuk
pekerjaan yang serupa dan dipimpin oleh tenaga ahli.
3. Kaca harus dipasang lurus dan tegak lurus dan harus distel tengah-tengah dengan
hati-hati sampai kerenggangan (clearence) yang sama.
4. Kaca diidentifisir dengan tanda-tanda peringatan menggunakan tape atau cara lain yang
tidak membekas pada kaca ketika dibersihkan.
5. Menjelang penyerahan pekerjaan, dilakukan pembersihan semua alat-alat pelindung,
tanda-tanda label dibersihkan dan kaca-kaca dicuci.
6. Pekerjaan yang selesai, harus bebas dari noda/cacat dan kerusakan, baik pada bahan
maupun cara pengerjaannya, water tight serta jaminan pemeliharaannya.
7. Kesalahan pemasangan yang berakibat tidak berfungsinya komponen pintu dan jendela,
tidak lurus dan tidak berfungsinya pintu dan jendela dengan baik, yang apabila menurut
Pengawas Lapangan atau Developer harus diperbaiki atau harus diganti, maka seluruh
biaya akibat kesalahan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Sub-Kontraktor.

6.6. Pekerjaan Kunci-Kunci dan Penggantung


6.6.1. Lingkup pekerjaan
Meliputi penyediaan bahan, alat dan tenaga kerja untuk pekerjaan ini. Pekerjaan
meliputi kunci, engsel, dan kelengkapan pintu serta jendela lainnya.
6.6.2. Kunci-kunci
a. Pintu depan utama mengunakan kunci type cylinder lock heavy duty 2 slag
dengan sistem instalasi masterkey untuk tiap shop.
b. Tiap kunci harus mempunyai tiga buah anak kunci. Sebelum pemasangan
Sub-Kontraktor harus memperlihatkan contohnya terlebih dahulu untuk
mendapatkan persetujuan dari Pengawas Lapangan.
6.6.3. Engsel-engsel, Pegangan (handle) dan grendel.
a. Engsel-engsel harus dari kuningan (brass) yang dengan memakai 2 buah ring
nylon. Engsel dengan ukuran 4 inch dipakai dua buah untuk satu daun pintu.
Engsel dengan ukuran 3 atau 2,5 inch dipakai dua buah untuk satu daun jendela.
b. Pegangan pintu depan utama dan samping dari bahan besi tuang lapis kuningan.
c. Pegangan pintu belakang dan kamar dari bahan besi tuang lapis nickel.
d. Pegangan pintu kamar mandi dari bahan besi tuang lapis nickel, bukan engkol.
e. Pegangan jendela dari bahan besi tuang lapis perunggu.
f. Grendel jendela dari dari bahan mild steel lapis perunggu dipasang 2 buah untuk
setiap daun.

6
RKS - RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT
REHABILITASI RUANG PRAKTIK KEJURUAN TINGKAT KERUSAKAN SEDANG
REHABILITASI RUANG PRAKTIK SISWA (RPS) BESERTA PERABOTNYA
SMKS SANTO ANTONIUS MERAUKE (C)
SYARAT-SYARAT TEKNIS PEKERJAAN

g. Hak angin kait dari dari bahan mild steel lapis perunggu dipasang 1 buah untuk
setiap daun.
Sebelum pemasangan Sub-Kontraktor harus memperlihatkan
material/bahan tersebut di atas terlebih dahulu untuk mendapatkan persetujuan
dari Pengawas Lapangan.
6.6.4. Pemasangan barang-barang dari besi
a. Sekrup-sekrup dalam pemasangannya harus cocok dengan barang besi yang
dipasang. Tidak diperbolehkan memukul sekrup pada barang-barang besi,
pengokohan sekrup harus dengan memutar. Sekrup yang rusak pada waktu
dipasang harus dicabut kembali dan diganti.
b. Semua kunci-kunci, pegangangan engsel dan lain-lain harus terpasang dengan
baik, dan tidak cacat. Semua bagian yang cacat, rusak harus segera diganti.
c. Semua pekerjaan kunci dan alat gantungan harus diminyaki sehingga bekerja
dengan baik.
6.6.5. Perlindungan terhadap barang-barang dari besi
Semua barang-barang dari besi harus disingkirkan dan dibungkus dengan plastik
atau tempat aslinya setelah dicoba. Pemasangannya dilakukan setelah bangunan
selesai dan dicat.

PASAL 7. PEKERJAAN PENGECATAN


7.1. Lingkup Pekerjaan
1. Menyediakan bahan, tenaga dan peralatan untuk pekerjaan ini.
2. Meliputi pengecatan untuk semua permukaan kayu, plesteran, besi dan lain-lain sesuai
dengan gambar kerja dan persyaratan ini.
7.2. Ketentuan Umum
1. Semua bahan-bahan cat yang telah disetujui harus diperoleh dari supplier beserta
keterangan lengkap mengenai barang tersebut dan prosesnya.
2. Semua cat harus digunakan dan dipulaskan betul-betul sesuai dengan instruksi
pabriknya.
3. Plamir dan cat dasar harus dikeluarkan oleh pabrik yang sama untuk masing-masing
lapisan pemakaian.
4. Kaleng yang diisi cat harus diaduk benar-benar sebelum dituangkan dan dipulaskan
menurut aturan dari pabriknya.
5. Jangan sekali-kali mencampurkan bahan pengering atau bahan-bahan lain kedalam cat,
jika tidak disarankan atau dikehendaki oleh pabriknya.
6. Untuk pengecatan dinding/palsteran, plesteran harus dibiarkan sampai mengering
dalam waktu yang cukup dan jangan dipulas (dicat) sampai benar-benar mengering.
Semua pekerjaan plesteran atau semen yang cacat harus dipotong dan diperbaiki dengan
plesteran dari jenis yang sama. Retak-retak kecil harus ditambal dengan penambal
keras. Retak-retak yang lebar harus dipotong dengan pinggir-pinggirnya bersambungan
menjadi rata dengan plesteran sekelilingnya. Sebelum permukaan diplester lebih dahulu
dilapis cat dasar yang tahan alkali, debu-debu yang menempel pada permukaan harus
dibersihkan dengan kain lap kering lalu dilanjutkan dengan menyekanya memakai lap
yang dibasahi.
7. Lapisan cat yang terluka harus diulang/diperbaiki.
8. Semua konstruksi baja sebelum dipasang harus dicat dasar terlebih dahulu dan diulang
lagi sebelum dilaksanakan pengecatan akhir sebanyak 1 (satu) kali.

7
RKS - RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT
REHABILITASI RUANG PRAKTIK KEJURUAN TINGKAT KERUSAKAN SEDANG
REHABILITASI RUANG PRAKTIK SISWA (RPS) BESERTA PERABOTNYA
SMKS SANTO ANTONIUS MERAUKE (C)
SYARAT-SYARAT TEKNIS PEKERJAAN

7.3. Bahan dan Ketentuan-Ketentuan Khusus


7.3.1. Kayu
Pelapis yang dipakai untuk pekerjaan kayu adalah :
a. Lapisan dasar menggunakan cat minyak.
7.3.2. Dinding/Plasteran
Pelapis yang dipakai untuk pekerjaan dinding/plasteran adalah :
a. Lapisan dasar menggunakan jenis alkali resin dengan merek yang setara Paragon.
c. Lapisan finishing untuk plafond digunakan jenis dan merek yang sama dengan
warna Putih, kecuali ditentukan lain oleh Pengawas Lapangan dan Direksi.
7.4. Pengajuan Bahan-Bahan
Setelah kontrak ditandatangani, Sub-Kontraktor harus secepatnya, tidak kurang dari dua
bulan sebelum memulai pekerjaan pengecatan, mengajukan daftar dari semua bahan-bahan
yang akan dipakai untuk pekerjaan pengecatan, kepada Pengawas Lapangan. Semua
bahan-bahan harus disetujui oleh Pengawas Lapangan dan Direksi.
7.5. Pemilihan Warna
Semua warna harus dipilih oleh Pengawas Lapangan dan Direksi, Sub-Kontraktor harus
bawa contoh-contoh warna yang akan disetujui.

PASAL 8. PEKERJAAN KAYU


8.1. Lingkup Pekerjaan
1. Meliputi penyediaan secara lengkap akan tenaga, alat-alat dan bahan-bahan yang
berhubungan dengan pekerjaan kayu (kasar dan halus) dalam hubungan dengan
gambar dan spesifikasi.
2. Pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan kayu adalah :
- Pekerjaan pemasangan pintu dan jendela.
- Pekerjaan lesplank
- Pekerjaan Rangka plafon.
8.2. Kualitas, Kelembaban dan Jenis Kayu
8.2.1. Kualitas
a. Kayu yang dipakai harus dari kayu klas kuat I dan klas kuat II, mutu yang sesuai
NI - 5 PPKI 1961 Lampiran I.
b. Kayu berkualitas terbaik, lurus, tua, kering dan tidak cacat, tidak pecah-pecah,
tidak terdapat kayu muda.
c. Kayu yang dipakai harus sesuai dengan pasal III PPKI 1965 mutu A.
8.2.2. Jenis Kayu :
Jenis kayu yang dipergunakan pada pekerjaan ini adalah sebagai berikut :
- Lesplank menggunakan papan Kayu kelas 2.
- Kusen menggunakan kayu Kelas 1
- Daun pintu dan jendela menggunakan papan kayu kelas 2.
- Rangka plafond menggunakan kayu kelas 2.

8
RKS - RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT
REHABILITASI RUANG PRAKTIK KEJURUAN TINGKAT KERUSAKAN SEDANG
REHABILITASI RUANG PRAKTIK SISWA (RPS) BESERTA PERABOTNYA
SMKS SANTO ANTONIUS MERAUKE (C)
SYARAT-SYARAT TEKNIS PEKERJAAN

8.2.3. Ukuran
a. Semua ukuran didalam gambar adalah ukuran jadi (finish), yaitu ukuran kayu
setelah selesai dikerjakan dan terpasang. Kayu dasar diketam, dibor atau jika
tidak, dikerjakan dengan mesin menurut ukuran-ukuran dan bentuk yang tertera
dalam gambar.
b. Ukuran-ukuran nominal telah disebutkan untuk kayu yang sudah dikerjakan,
maka potongan pengurangan (kekurangan) sebanyak 3 mm diperbolehkan untuk
tiap permukaan yang sudah dikerjakan.
c. Jika terdapat perbedaan yang menyolok antara ukuran dilapangan dengan ukuran
dalam gambar kerja, hendaknya segera dilaporkan pada Pengawas Lapangan
untuk disetujui cara-cara pemecahannya.
8.3. Permukaan Luar
Semua permukaan kayu yang akan kelihatan permukaannya bila sudah jadi (finish),
harus dikerjakan dengan baik kecuali jika ada penentuan lain. Semua kayu untuk pekerjaan
kayu kasar dibiarkan bekas gergajiannya kecuali jika ditentukan untuk dihaluskan. Jika
terdapat mata kayu yang mulus (keras) pada salah satu permukaan kayu yang akan di cat,
dan mata kayu itu diameternya tidak lebih dari 4 cm dan tidak memenuhi lebih dari
setengah permukaan kayu tersebut, maka kayu tersebut dapat diterima.

8.4. Pengawetan/Perlindungan Kayu


Penyimpanan kayu ditempatkan pada tempat yang kering, tidak terkena hujan.
8.5. Susut (Mengkerut)
Persiapan, Penyambungan dan pemasangan semua pekerjaan kayu harus sedemikian
rupa, hingga susut dibagian mana saja dan kearah manapun tidak akan mengurangi
(mempengaruhi) kekuatan dan bentuk dari pekerjaan kayu yang sudah jadi, juga tidak
menyebabkan rusaknya bahan-bahan yang bersentuhan.
8.6. Pembuatan
1. Kotraktor harus melaksanakan semua pekerjaan seperti; mempasak, memahat,
menyetel (memasang), membuat lidah-lidah, lubang pasak, sponing dan lain-lain
pekerjaan yang diperlukan untuk penyambungan kayu dengan baik. Sub-Kontraktor
juga harus melakukan pekerjaan-pekerjaan yang diperlukan untuk konstruksi semua
rangka-rangka, lapis-lapis dan sebagainya dan pasangan serta penyangga pada
bangunan.
2. Selama pelaksanaan, mutu dan kekeringan kayu, harus dijaga dengan menyimpannya
ditempat yang kering, terlindung dari hujan dan panas.

PASAL 9. PEKERJAAN PLAFOND


9.1. Lingkup Pekerjaan
9. Penyediaan bahan, alat dan tenaga untuk keperluan pekerjaan ini.
10. Pekerjaan meliputi pemasangan rangka dan dan penutup plafond dengan bahan dan
ketentuan dalam persyaratan ini dan gambar kerja.
9.2. Bahan
1. Jenis kayu untuk rangka plafond dan lesplafond yang digunakan sesuai dengan
spesifikasi material.
2. Bahan penutup plafond sesuai dengan spesifikasi material.

9
RKS - RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT
REHABILITASI RUANG PRAKTIK KEJURUAN TINGKAT KERUSAKAN SEDANG
REHABILITASI RUANG PRAKTIK SISWA (RPS) BESERTA PERABOTNYA
SMKS SANTO ANTONIUS MERAUKE (C)
SYARAT-SYARAT TEKNIS PEKERJAAN

3. Penggantung rangka plafond menggunakan kayu Kelas 2.


4. Pengecatan plafond sesuai dengan persyaratan pengecatan.
9.3. Persiapan Pemasangan
1. Pola pemasangan plafond dilakukan sesuai dengan gambar kerja
2. Sebelum pemasangan rangka plafond, Sub-Kontraktor harus menyajikan metoda
sambungan dan sistim penggantungan rangka plafond untuk disetujui Pengawas
Lapangan.
3. Bahan/material yang digunakan harus sesuai dengan contoh yang telah disetujui oleh
Pengawas Lapangan.
9.4. Pemasangan
1. Penetapan pengukuran yang tepat untuk pemasangan dengan memperhatikan rencana
peletakan, rangka batang-batang pengantung harus terpasang dengan menjamin
kekakuan kebidangan (level), kelurusan dan kerataan (flush) seluruh bidang
langit-langit setelah terpasang.
2. Setelah beberapa waktu sistem langit-langit sudah pada bidang yang lurus dan rata.
Dimana diperlukan lubang masuk keruangan langit-langit kepada bagian instalasi
tertentu. Bagian langit-langit yang dapat dibuka harus dipasang.
3. Perlu dilakukan koordinasi kerja dalam pemasangan langit-langit terhadap pekerjaan
lain yang berkaitan, seperti pekerjaan listrik dan lain-lain sesuai dengan gambar kerja.
4. Kesalahan pemasangan yang berakibat tidak lurus atau tidak rata seluruh atau sebagian
bidang plafond, adanya bagian plafond yang cacat, sehingga menurut Pengawas
Lapangan atau Developer harus diperbaiki atau harus diganti, maka seluruh biaya akibat
kesalahan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Sub-Kontraktor.
9.5. Pemeliharaan
Setelah plafond diselesaikan, bersihkan bagian-bagian yang kotor dan terpelihara
dari kerusakan-kerusakan yang dapat ditimbulkan hingga masa penyerahan pekerjaan
secara keseluruhan.

PASAL 10. PEKERJAAN PENUTUP ATAP, LESPLANK DAN TALANG


10.1. Lingkup Pekerjaan
1. Menyediakan bahan, tenaga dan peralatan untuk pekerjaan ini, serta peralatan
keselamatan pekerja
2. Pekerjaan meliputi pemasangan penutup atap dan talang, serta pemasangan dan
pembuatan lesplank, dan pekerjaan lainnya yang berkaitan dengan pekerjaan ini seperti
disebut dalam persyaratan ini.
10.2. Bahan/Material dan Ketentuan Umum
10.2.1. Penutup Atap
Penutup atap adalah genteng metal dengan warna yan disetujui Pengawas Lapangan
dan Direksi.
10.2.2. Rangka Atap
Rangka atap menggunakan rangka kayu kelas 1 disetujui Pengawas Lapangan dan
Direksi

10
RKS - RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT
REHABILITASI RUANG PRAKTIK KEJURUAN TINGKAT KERUSAKAN SEDANG
REHABILITASI RUANG PRAKTIK SISWA (RPS) BESERTA PERABOTNYA
SMKS SANTO ANTONIUS MERAUKE (C)
SYARAT-SYARAT TEKNIS PEKERJAAN

10.2.3. Lesplank
Lesplank bagian depan terbuat dari Beton sesuai pada gambar kerja dan Lesplank
bagian belakang terbuat dari kayu Kelas I pemasangan sesuai dengan gambar kerja.
Lesplank dilapisi cat dengan warna finishing yang ditentukan oleh Pengawas
Lapangan dan Direksi.
Sub-Kontraktor harus memberikan contoh bahan/material atap selambat-lambatnya 30 hari
sebelum pemasangan untuk disetujui oleh Pengawas Lapangan.
10.3. Pedoman Pelaksanaan
1. Sebelum melaksankan pekerjaan Sub-Kontraktor diharuskan membuat shop drawing
yang menyajikan sistim konstruksi, penyambungan dan pembautan atap,
penyambungan nok, pemasangan lesplank, sesuai gambar kerja untuk disetujui oleh
Pengawas Lapangan.
2. Overlap pemasangan penutup atap minimal 100 cm sesuai engan gambar kerja.
3. Penyambungan penutup atap dilakukan sesuai dengan petunjukPengawas Lapangan.

PASAL 11. PEKERJAAN ELEKTRIKAL


1. Pemasangan Instalasi Listrik didalam rumah yang mencakup jumlah titik lampu,
penempatannya serta pemasangan (tidak termasuk penyambungan daya) disesuaikan
dengan gambar. Pemasangan saklar dan stop kontak (merek Broco Standard warna
putih) setinggi 1.50 m dari lantai, kabel memakai jenis LMK Prima NYA 2,5 dan 1,5
(untuk nol)
2. Untuk bahan pekerjaan instalasi tersebut harus memenuhi peraturan dan persyaratan
dari AKLI atau PLN.
3. Pemasangan pipa instalasi listrik harus dikerjakan sebelum pekerjaan plesteran
[Link] kabel listrik dikerjakan sebelum pekerjaan penutup plafond.

11

Anda mungkin juga menyukai