Modul Ajar Matematika Kelas 4 Pecahan
Modul Ajar Matematika Kelas 4 Pecahan
Proses/Langkah Penyelesaian:
1. Berikan garis bawah pada hal yang ditanyakan dalam soal cerita.
2. Perhatikan kata-kata kunci yang bisa menunjukkan hubungan antara bilangan-bilangan
yang sudah ada.
3. Susunlah ke dalam kalimat matematika menggunakan operasi yang diperlukan untuk
menjawab pertanyaan.
Jangan lupakan hal-hal sebagai berikut:
1. Jangan sampai memasukan angka/bilangan yang tidak perlu ke dalam kalimat
matematika (contoh: kelas enam, sila kedua, dan sebagainya)
2. Lakukan penghitungan dengan cermat.
3. Jawablah pertanyaan dalam bentuk kalimat untuk memastikan kita telah menjawab
pokok masalah yang ditanyakan.
4. Periksa kembali hasil perhitungan untuk memastikan bahwa jawaban kita telah benar.
2. Pengurangan
• Selisih: seperti pada Selisih dari 23 dan 18 adalah ….
• Kurangnya: seperti pada Jumlah anak laki-laki 8 kurangnya dari jumlah anak
perempuan.
• Sisa: seperti pada Berapakah sisa, jika ….
• Berkurang: seperti pada Suhu udara sore ini berkurang 10 derajat celsius.
• Dikurangi: seperti pada Bilangan apakah apabila dikurangi 5 hasilnya 4?
• Contoh lainnya: diminta, dipinjam, diberikan kepada, dijual, dimakan, dan
sebagainya.
3. Perkalian
• Hasil kali: seperti pada Hasil kali 2 dan 7 adalah ….
• … dari: seperti pada Setengah dari siswa adalah penggemar film kartun (dikalikan
½).
• Total: seperti pada Jika kamu diberikan uang jajan Rp5.000,00 setiap hari, berapakah
uang jajanmu selama satu minggu?
• .. kali: seperti pada Ia mendapatkan keuntungan dua kali lipat
4. Pembagian
• Hasil bagi: seperti pada Hasil bagi akhirnya adalah ….
• Dibagi … : seperti pada 15 dibagi 5 sama dengan ….
• Dibagi menjadi: seperti pada Siswa kelas enam akan dibagi menjadi 8 kelompok.
• Rasio: seperti pada Berapakah rasio dari ….
• Setengah dari: seperti pada Setengah dari seluruh ternak …. (dibagi 2).
𝟏
𝟐
𝟐
𝟓
𝟏
14
Guru mengingat lagi materi dasari penjumlahan dan pengurangan pecahan biasa atau
pecahan campuran yang berpenyebut sama.
Guru dapat melakukan simulasi penjumlahan pecahan biasa atau pecahan campuran
menggunakan geogebra secara online di tautan :
[Link]
b. Visualisasi Operasi Hitung Perkalian Pecahan Biasa.
Menggunakan model batang atau diagram lingkaran untuk memvisualisasikan
penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian pecahan dan pecahan
campuran
Pendalaman materi prasyarat:
1) Perkalian pecahan biasa dan pecahan campuran
2) Mengingat kembali materi tentang visualisasi pecahan biasa dan pecahan
campuran dalam bentuk diagram batang dan diagram lingkaran (Materi Fase B
Bilangan Kelas 4)
Jika diperlukan, guru dapat menyimak penjelasan mengenai konsep perkalian
pecahan melalui tautan youtube [Link]
Rencana Asesmen
Asesmen
• Asesmen individu dan kelompok
Jenis asesmen
• Performa dan presentasi hasil
• Tertulis (tes objektif, esai)
Bagian II. Langkah-Langkah Pembelajaran
Topik Operasi Hitung Bilangan dan Pecahan
Tujuan Pembelajaran Pertemuan ke-1
• Siswa dapat menerapkan konsep penjumlahan, dan
pengurangan yang sama untuk menjumlah, mengurangi,
mengali, dan membagi bilangan cacah positif.
Pertemuan ke-2
• Siswa dapat menggunakan model batang atau diagram
lingkaran untuk memvisualisasikan penjumlahan pecahan
biasa.
• Siswa dapat menggunakan model batang atau diagram
lingkaran untuk memvisualisasikan penjumlahan pecahan
campuran.
• Siswa dapat menggunakan model batang atau diagram
lingkaran untuk memvisualisasikan pengurangan pecahan
biasa.
• Siswa dapat menggunakan model batang atau diagram
lingkaran untuk memvisualisasikan pengurangan pecahan
campuran.
Pertemuan ke-3
• Siswa dapat menggunakan model batang atau diagram
lingkaran untuk memvisualisasikan perkalian pecahan biasa
berpenyebut sama.
• Siswa dapat menggunakan model batang atau diagram
lingkaran untuk memvisualisasikan perkalian pecahan biasa
berpenyebut tidak sama.
Pertemuan ke-4
• Siswa dapat menggunakan model batang atau diagram
lingkaran untuk memvisualisasikan perkalian pecahan
campuran berpenyebut sama.
• Siswa dapat menggunakan model batang atau diagram
lingkaran untuk memvisualisasikan perkalian pecahan
campuran berpenyebut tidak sama.
Pertemuan ke-5
• Siswa dapat menggunakan model batang atau diagram
lingkaran untuk memvisualisasikan pembagian pecahan
biasa berpenyebut sama.
• Siswa dapat menggunakan model batang atau diagram
lingkaran untuk memvisualisasikan pembagian pecahan
biasa berpenyebut tidak sama.
Pertemuan ke-6
• Siswa dapat menggunakan model batang atau diagram
lingkaran untuk memvisualisasikan pembagian pecahan
campuran berpenyebut sama.
• Siswa dapat menggunakan model batang atau diagram
lingkaran untuk memvisualisasikan pembagian pecahan
campuran berpenyebut tidak sama.
Pemahaman Bermakna • Menerapkan operasi hitung campuran dalam kegiatan yang
biasa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
• Meningkatkan kemampuan numerasi melalui latihan
mengidentifkasi kata kunci dalam soal cerita matematika.
• Pengalaman langsung membuat bentuk visual operasi hitung
pecahan.
• Menggunakan geogebra untuk mengonfirmasi hasil operasi
hitung penjumlahan dan pengurangan pecahan.
Pertanyaan Pemantik • Jika seorang pemain basket dapat mencetak 25 poin dalam 1
pertandingan, berapa jumlah lemparan yang dia lakukan?
• Andika mempunyai 3 wadah masing-masing berukuran 1 liter,
2 liter, dan 5 liter. Dapatkah ia mengisi penuh sebuah jerigen
yang volumenya 13 liter tanpa menggunakan wadah
berukuran 3 liter?
• Ibu membuat martabak keju kesukaan Siti dan Beni, setiap
martabak dibagi menjadi 5 bagian yang sama besar. Jika Siti
memakan 2 potong dan Beni memakan 4 potong martabak
berapakah jumlah martabak yang dimakan keduanya?
1
• Bu Siti ingin membuat 2 resep kerupuk basah khas Kapuas
2
1
Hulu, untuk setiap resep diperlukan 12 kg ikan belidak. Berapa
3. Mengumpulkan Informasi
• Siswa diberikan bimbingan untuk menjawab masalah yang ada dengan
menggunakan konsep pembelajaran yang sudah dipelajari sebelumnya sampai
menemukan kalimat matematika yang tepat yaitu: (jumlah bola masuk keranjang
merah x 5 ) + (jumlah bola masuk keranjang kuning x 3) – (jumlah bola gagal masuk
keranjang x 1)
= (3 x 5) + (4 x 3) – (3 x 1)
= 15 + 12 – 3
= 24
Jadi, skor akhir yang didapatkan adalah 24
Dalam hal ada siswa yang mempunyai hasil atau cara yang berbeda, guru dapat
membahasnya bersama-sama.
Jika sesuai dengan keadaan di lingkungan siswa, guru dapat mengaitkan permainan yang
sudah dilakukan dengan aturan permainan basket dan menanyakan apa perbedaanya
dengan permainan yang baru saja dilakukan.
• Siswa menerima penjelasan tentang kata-kata kunci untuk menentukan operasi
hitung.
• Siswa diberikan contoh permasalahan yang berbeda, guru melibatkan lebih banyak
siswa dalam proses menyelesaikan permasalahan.
Contoh soal lainnya:
1) Suhu udara di Kota Pontianak saat malam hari 230C. Pada siang hari suhu udara Kota
Pontianak mencapai 380C. Selisih suhu udara Kota Pontianak pada siang dan malam
hari?
Penyelesaian:
Diketahui:
Suhu pada malam hari = 230C
Suhu pada siang hari = 370C
Ditanyakan:
Selisih suhu udara di Kota Pontianak pada siang dan malam hari.
Identifikasi kata kunci selisih = pengurangan
Selisih = nilai yang lebih tinggi – nilai yang lebih rendah
= suhu pada siang hari – suhu pada malam hari
= 370C - 230C
= 140C
Jadi, selisih suhu udara di Kota Pontianak pada siang dan malam hari adalah 140C
2) Pak Welly memiliki 144 buah masker. Kemudian ia membeli lagi 4 pak masker, setiap pak
berisi 1 lusin masker. Seluruh masker akan dibagikan kepada kepada 32 siswanya secara
merata. Berapakah jumlah masker yang didapatkan tiap siswa?
Penyelesaian:
Jumlah masker semula 144 buah
Membeli lagi 4 pak masker, setiap pak berisi 1 lusin (1 lusin = 12 buah)
Seluruh masker dibagikan secara merata untuk 32 siswa.
Ditanyakan:
Jumlah masker yang didapatkan tiap siswa.
Identifikasi kata kunci:
Membeli lagi = penjumlahan
Setiap pak = perkalian
Dibagikan = pembagian
Kalimat matematikanya =
menjadi satuan. Karena ada penjumlahan, maka harus diberikan tanda kurung agar tidak
keliru dalam penyelesaian akhirnya.
Jumlah masker yang diterima tiap siswa = (144 + 4 x 12) : 32
= (144 + 48) : 32
= 192 : 32
=6
Jadi, jumlah masker yang diterima tiap siswa adalah 6 buah.
• Siswa diberikan kesempatan untuk melakukan tanya jawab sesuai materi.
• Siswa dibagikan LKS yang dikerjakan secara berkelompok dan menjelaskan tekhnis
pengerjaannya.
• Siswa mulai mengidentifikasi dan mengumpulkan data dari permasalahan yang
diberikan.
4. Mengasosiasi
• Siswa mulai melakukan proses menyelesaian terhadap masalah yang diberikan
dengan melakukan diskusi di kelompok masing-masing.
• Guru mengamati aktivitas setiap kelompok dan memastikan bahwa proses diskusi
dilaksanakan dengan melibatkan semua anggota kelompok dan berlangsung
dengan tertib.
5. Mengomunikasikan
• Siswa mempresentasikan hasil pemecahan masalah dari kelompoknya. Presentasi
dapat dilakukan secara bergantian oleh tiap kelompok untuk setiap nomor soal.
Jika jumlah kelompok lebih banyak daripada jumlah soal, presentasi dapat
dilakukan oleh beberapa kelompok, sedangkan kelompok yang tidak mendapatkan
kesempatan diberikan peran sebagai kelompok yang memberikan tanggapan,
• Kelompok lain dapat memberikan tanggapan pada hasil presentasi yang
disampaikan.
Pertemuan Kedua
Persiapan yang dilakukan sebelum pembelajaran dimulai (60-90 menit)
• Membaca materi pembelajaran.
• Mencetak lembar kerja siswa dan Lembar Hasil Penilaian.
• Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran.
• Mempelajari penyelesaian soal dari kanal youtube welly roncah.
• Melakukan eksporasi geogebra online di tautan
[Link]
A. Kegiatan Pendahuluan (20 menit)
1. Siswa melakukan doa sebelum belajar (guru meminta seorang siswa untuk memimpin
doa).
2. Siswa mempersiapkan perlengkapan dan peralatan yang diperlukan sambil diabsen.
3. Siswa menerima informasi tentang pembelajaran yang akan dilaksanakan dengan
materi yang memiliki keterkaitan dengan materi sebelumnya yaitu tentang pecahan
biasa dan pecahan campuran yang ditayangkan dengan media tayang (MS Power Point
dan Proyektor).
4. siswa menerima informasi tentang kompetensi, ruang lingkup materi, tujuan, manfaat,
langkahSpembelajaran, metode penilaian yang ditayangkan (MS Power Point dan
Proyektor).
5. Siswa diberikan pertanyaan untuk mencari informasi tentang pemahaman siswa
terhadap materi prasyarat yaitu tentang pecahan biasa dan pecahan campuran.
6. Siswa diberikan contoh kehidupan siswa sehari-hari yang terkait dengan materi.
7. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok yang masing-masing beranggotakan 2-4
orang.
B. Kegiatan Inti (60 menit)
1. Stimulasi
Siswa menyimak pemaparan guru tentang permasalahan kontekstual tentang
penerapan penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian pecahan dan pecahan
campuran.
Contoh masalah kontekstual pertama:
Ibu membuat martabak keju kesukaan Siti dan Beni, setiap martabak dibagi menjadi 5
bagian yang sama besar. Jika Siti memakan 2 potong dan Beni memakan 4 potong
martabak berapakah jumlah martabak yang dimakan keduanya?
2. Identifikasi Masalah
Guru membimbing siswa untuk mengidentifikasi masalah kontekstual yang telah
disampaikan.
Siswa mengidentifikasi dan mencatat hal-hal yang diketahui.
Diketahui:
Ibu membuat martabak keju yang dipotong menjadi lima bagian sama besar
Visualisasi dilakukan dengan menggunakan keping pecahan model lingkaran yang
ditempel pada kertas hvs:
𝟏 𝟏 𝟐
𝟓
+ 𝟓
= 𝟓
𝟐
Siti memakan 𝟓 bagian martabak
Beni memakan 4 potong, bentuk visualisasinya:
𝟏 𝟏 𝟏 𝟏 𝟒
+ + + =
𝟓 𝟓 𝟓 𝟓 𝟓
𝟒
Beni memakan 𝟓 bagian martabak
3. Mengumpulkan Informasi
Siswa diberikan bimbingan untuk memvisualisaikan cara penyelesaiannya yaitu
𝟏
dengan menyusun keping pecahan 𝟓 model lingkaran.
𝟏
Hasilnya adalah ada 1 lingkaran penuh dan tersisa 1 keping pecahan 𝟓
model
lingkaran
𝟏
Hasilnya adalah 1 + 𝟓
Dalam hal ada siswa yang mempunyai hasil atau cara yang berbeda, guru dapat
membahasnya bersama-sama.
Siswa diberikan contoh kedua dari permasalahan yang melibatkan operasi hitung
pengurangan dan penyelesaiannya menggunakan model diagram batang.
Diketahui:
Lani membeli 3 batang cokelat yang terdiri dari 6 bagian yang dapat dipatahkan
Visualisasinya:
Ada dua cara penulisan dari visualisasi cokelat yang dibeli Lani
1. Ada 3 batang cokelat utuh, jadi cokelat yang dibeli Lani dapat dituliskan 3
𝟏 𝟏𝟖
2. Ada 18 potongan 𝟔, jadi cokelat yang dibeli Lani dapat juga dituliskan 𝟔
Ada dua cara penulisan dari visualisasi cokelat yang diberikan kepada Edo
𝟏
1. Ada 1 batang cokelat utuh dan 1 potongan cokelat 𝟔, jadi cokelat yang diberikan
𝟏
kepada Edo dapat dituliskan 1𝟔
𝟏 𝟕
2. Ada 7 potongan 𝟔, jadi cokelat yang diberikan kepada Edo dapat juga dituliskan 𝟔
Siswa mengidentifikasi permasalahan/hal yang ditanyakan.
Ditanyakan:
Berapa siswa cokelat yang dimiliki Lani?
Penyelesaian masalah:
Siswa diberikan kesempatan untuk memberikan pendapat untuk menyelesaikan
soal. Guru kemudian menyampaikan bahwa salah satu sara penyelesaiannya yaitu
dengan cara menempel visualisasi bagian cokelat yang diberikan kepada Edo pada
bagian cokelat yang semula dimiliki oleh Lani.
Ada dua cara penulisan dari visualisasi sisa cokelat yang dimiliki Lani
𝟏
1. Ada 1 batang cokelat utuh dan 5 potongan cokelat , jadi sisa cokelat Lani dapat
𝟔
𝟓
dituliskan 1𝟔
𝟏
2. Ada 11 potongan , jadi sisa cokelat yang dimiliki oleh Lani dapat juga dituliskan
𝟔
𝟏𝟏
𝟔
Siswa diberikan kesempatan pada siswa untuk melakukan tanya jawab tentang
kegiatan yang telah dilakukan atau tentang materi yang dipelajari.
Guru membagikan LKS yang dikerjakan secara berkelompok dan menjelaskan
tekhnis pengerjaannya.
Siswa mulai mengidentifikasi dan mengumpulkan data dari permasalahan yang
diberikan.
4. Mengasosiasi
Siswa mulai melakukan proses menyelesaian terhadap masalah yang diberikan
dengan melakukan diskusi di kelompok masing-masing.
Selama diskusi aktivitas setiap kelompok diamati dan guru memastikan bahwa
proses diskusi dilaksanakan dengan melibatkan semua anggota kelompok dan
berlangsung dengan tertib.
5. Mengomunikasikan
Siswa mempresentasikan hasil pemecahan masalah dari kelompoknya. Presentasi
dapat dilakukan secara bergantian oleh tiap kelompok untuk setiap nomor soal.
Kelompok lain dapat memberikan tanggapan pada hasil presentasi yang
disampaikan.
2. Identifikasi Masalah
Siswa dibimbing untuk mengidentifikasi masalah kontekstual yang telah
disampaikan.
Siswa mengidentifikasi dan mencatat hal-hal yang diketahui.
Diketahui:
𝟑
Koko mempunyai 𝟒 cokelat batangan, visualisasi masalah dapat dilakukan dengan
melipat kertas menjadi 4 bagian yang sama sesuai dengan penyebut pecahan yang
digunakan pada cokelat batangan.
𝟑
Arsir 3 bagian dari lipatan sehingga membentuk pecahan
𝟒
𝟏
𝟒
bagian dari cokelat yang dimiliki Koko diberikan kepada Cici. Perlu diingatkan
bahwa bagian yang diberikan kepada Cici diambil dari bagian cokelat batangan yang
diberikan Koko.
𝟏 𝟑
Arsir kembali bagian 𝟒 dari 𝟒
𝟏 𝟑
Terbentuk 3 bagian yang dua kali diarsir, dan dari tersebut ternyata sama dengan
𝟒 𝟒
𝟑
3 lipatan kecil dari 16 lipatan atau 𝟏𝟔
.
𝟏 𝟑 𝟑 𝟏 𝟑 𝟑 𝟏𝒙𝟑
Jadi dari adalah atau x = =
𝟒 𝟒 𝟏𝟔 𝟒 𝟒 𝟏𝟔 𝟒 𝒙 𝟒
Siswa daat diberikan contoh lain permasalahan kontekstual tentang perkalian bilangan
yang berpenyebut tidak sama. Guru dapat lebih banyak melibatkan siswa dalam
penyelesaiannya.
Contoh masalah kontekstual kedua:
𝟐 𝟑
Ibu masih mempunyai 𝟑 bagian kue bolu, jika ibu menghidangkan 𝟒 –nya maka kue
3. Lipat bagian berpotongan tegak lurus dari garis lipatan yang pertama menjadi 4
𝟑
sesuai dengan penyebut pecahan 𝟒.
4. Arsir secara vertikal kembali 3 bagian dari yang telah diarsir sesuai dengan
𝟑
pembilang pecahan 𝟒.
𝟑 𝟐
Terbentuk 6 lipatan yang diarsir dua kali, dan 𝟒 dari 𝟑 tersebut ternyata sama dengan
𝟔
6 lipatan kecil dari 12 lipatan atau 𝟏𝟐
, siswa diminta memerhatikan sekali lagi sampai
ditemukan bahwa ternyata hasil lipatan tersebut ternyata sama dengan setengah
𝟏
bagian dari keseluruhan lipatan sehinggan senilai dengan 𝟐
𝟑 𝟐 𝟔 𝟏 𝟑 𝟐 𝟔 𝟑𝒙𝟐
Jadi 𝟒 dari 𝟑 adalah 𝟏𝟐 senilai dengan 𝟐 atau senilai dengan x = =
𝟒 𝟑 𝟏𝟐 𝟒 𝒙 𝟑
Siswa diberikan kesempatan pada siswa untuk melakukan tanya jawab tentang
kegiatan yang telah dilakukan atau tentang materi yang dipelajari.
Guru membagikan LKS yang dikerjakan secara berkelompok dan menjelaskan
tekhnis pengerjaannya.
Siswa mulai mengidentifikasi dan mengumpulkan data dari permasalahan yang
diberikan.
4. Mengasosiasi
Siswa mulai melakukan proses menyelesaian terhadap masalah yang diberikan
dengan melakukan diskusi di kelompok masing-masing.
Selama diskusi, guru mengamati aktivitas setiap kelompok dan memastikan bahwa
proses diskusi dilaksanakan dengan melibatkan semua anggota kelompok dan
berlangsung dengan tertib.
5. Mengomunikasikan
Siswa mempresentasikan hasil pemecahan masalah dari kelompoknya. Presentasi
dapat dilakukan secara bergantian oleh tiap kelompok untuk setiap nomor soal.
Kelompok lain dapat memberikan tanggapan pada hasil presentasi yang
disampaikan.
Pertemuan Keempat
Persiapan yang dilakukan sebelum pembelajaran dimulai (60-90 menit)
• Membaca materi pembelajaran
• Mencetak lembar kerja siswa dan Lembar Hasil Penilaian
• Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran
• Mempelajari penyelesaian soal dari tautan youtube [Link]
A. Kegiatan Pendahuluan (20 menit)
1. Siswa melakukan doa sebelum belajar (guru meminta seorang siswa untuk memimpin
doa).
2. Siswa diabsen dan diminta mempersiapkan perlengkapan dan peralatan yang
diperlukan.
3. Siswa menerima informasi tentang pembelajaran yang akan dilaksanakan dengan
materi yang memiliki keterkaitan dengan materi tentang perkalian pecahan biasa yang
telah dipelajari sebelumnya, ringkasan materi awal dapat ditayangkan dengan media
tayang (MS Power Point dan Proyektor).
4. Siswa menerima informasi tentang kompetensi, ruang lingkup materi, tujuan, manfaat,
langkah pembelajaran, metode penilaian yang ditayangkan (MS Power Point dan
Proyektor).
5. Siswa diberikan pertanyaan untuk mencari informasi tentang pemahaman siswa
terhadap materi prasyarat yaitu tentang pecahan biasa dan pecahan campuran serta
materi mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa.
6. Siswa diberikan contoh kaitan materi yang akan disampaikan dengan kehidupan siswa
sehari-hari.
7. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok yang masing-masing beranggotakan 2-4
orang.
B. Kegiatan Inti (60 menit)
1. Stimulasi
Siswa diberikan contoh permasalahan kontekstual tentang perkalian pecahan
campuran yang berpenyebut sama.
Contoh masalah kontekstual:
1
Bu Siti ingin membuat 2 resep kerupuk basah khas Kapuas Hulu, untuk setiap resep
2
1
diperlukan 1 kg ikan belidak. Berapa kg ikan belidak yang dibutuhkan Bu Siti?
2
2. Identifikasi Masalah
Siswa dibimbing untuk mengidentifikasi masalah kontekstual yang telah
disampaikan.
Siswa mengidentifikasi dan mencatat hal-hal yang diketahui.
Diketahui :
1 1
Bu Siti akan membuat 2 2 resep kerupuk basah, pecahan 2 2 dapat diubah menjadi
5
pecahan biasa yaitu 2, untuk memvisualisasikannya perlu disiapkan 3 potongan
kertas yang masing dilipat menjadi 2 bagian yang sama sesuai dengan penyebut dari
5
.
2
5
Arsir 5 bagian dari lipatan sehingga membentuk pecahan 2
1
Untuk membuat 1 resep diperlukan 12 kg ikan belidak.
Terdapat permasalahan baru, karena kertas yang sudah dibuat tidak dapat
3 1
menyatakan 2 karena hanya ada 2 lipatan bernilai 2.
1
Solusinya adalah dengan membuat satu lagi lipatan kertas yang bernilai 2 .
2
1 3 5
Arsir 3 bagian dengan garis horizontal untuk menyatakan bagian dari
2 2 2
Terbentuk 15 bagian yang dua kali diarsir, ternyata sama dengan 15 lipatan kecil
1
dimana tiap lipatan bernilai 4 .
1 1 3 5 15
Jadi, 1 dari 2 atau dari dalam bentuk pecahan biasa adalah atau dalam
2 2 2 2 4
3 5 3 15 5 𝑥 3
bentuk pecahan campuran senilai dengan 3 4 yang dihasilkan dari x = 4 =2𝑥2
2 2
Siswa diberikan contoh lain permasalahan kontekstual tentang perkalian pecahan yang
berpenyebut tidak sama. Guru dapat lebih banyak melibatkan siswa dalam
penyelesaiannya.
Contoh masalah kontekstual kedua:
2
Seorang pelukis akan membuat lukisan yang luasnya 2 3 m2. Untuk setiap m2
1
diperlukan cat berwarna merah sebanyak 1 liter. Jumlah cat merah yang
4
potongan kertas yang masing dilipat menjadi 3 bagian yang sama sesuai dengan
8
penyebut dari .
3
8
Arsir 8 bagian dari lipatan sehingga membentuk pecahan 3
1
Untuk tiap m2 diperlukan 14 liter cat berwarna merah.
Terdapat permasalahan baru, karena kertas yang sudah dibuat tidak dapat
3 1
menyatakan karena hanya ada 2 lipatan bernilai .
2 2
2
Solusinya adalah dengan membuat satu lagi lipatan kertas yang bernilai 2 3.
1 3 5
Arsir 3 bagian 2
dengan garis horizontal untuk menyatakan bagian 2 dari 2
Terbentuk 40 bagian yang dua kali diarsir, ternyata sama dengan 40 lipatan kecil
1
dimana tiap lipatan bernilai 12 .
1 2 5 8 40
Jadi, 1 4 dari 2 3 atau 4
dari 3
dalam bentuk pecahan biasa adalah 12
atau dalam
4 8 5 40 8 𝑥 5
bentuk pecahan campuran senilai dengan 3 12 yang dihasilkan dari x = =
3 4 12 3 𝑥 4
.
40
Siswa diminta untuk memperhatikan sekali lagi bahwa 12
ternyata dapat diubah
10 1 40∶4 10
menjadi bentuk paling sederhana yaitu yaitu 3 (hasil dari = ).
3 3 12:4 3
Siswa diberikan kesempatan untuk melakukan tanya jawab tentang kegiatan yang
telah dilakukan atau tentang materi yang dipelajari.
Guru membagikan LKS yang dikerjakan secara berkelompok dan menjelaskan
tekhnis pengerjaannya.
Siswa mulai mengidentifikasi dan mengumpulkan data dari permasalahan yang
diberikan.
4. Mengasosiasi
Siswa mulai melakukan proses menyelesaian terhadap masalah yang diberikan
dengan melakukan diskusi di kelompok masing-masing.
Selama diskusi, guru mengamati aktivitas setiap kelompok dan memastikan bahwa
proses diskusi dilaksanakan dengan melibatkan semua anggota kelompok dan
berlangsung dengan tertib.
5. Mengomunikasikan
Siswa mempresentasikan hasil pemecahan masalah dari kelompoknya. Presentasi
dapat dilakukan secara bergantian oleh tiap kelompok untuk setiap nomor soal.
Kelompok lain dapat memberikan tanggapan pada hasil presentasi yang
disampaikan.
3. Mengumpulkan Informasi
Siswa dibimbing untuk memvisualisaikan cara penyelesaiannya yaitu:
𝟒
Lani mempunyai 𝟓
m pita yang akan dibuat hiasan.
𝟒
Lipat pita menjadi 5 bagian yang sama sesuai dengan penyebut dari
𝟓
𝟒
Arsir 4 bagian sesuai pembilang dari 5 lipatan yang membentuk pecahan 𝟓
𝟏
Setiap hiasan memerlukan 𝟓 meter pita.
𝟒
Dari visualisasi tersebut tampak bahwa ada 4 hiasan yang dapat dibuat dari 𝟓
pita.
𝟒 𝟏 𝟒
Jadi banyaknya hiasan yang dapat dibuat adalah : = = 4 hiasan.
𝟓 𝟓 𝟏
Siswa diberikan contoh lain tentang pengurangan pecahan campuran dengan
penyelesaian yang sedikit divariasikan, guru dapat lebih banyak melibatkan siswa
dalam penyelesaiannya.
Contoh masalah kontekstual kedua tentang pembagian pecahan campuran yang
berpenyebut tidak sama.
Sebuah lampu hias berwarna-warni akan berganti warna secara berurutan setiap
𝟐 𝟏𝟒
𝟏𝟓
menit. Jika setiap 𝟏𝟓
menit warna lampu akan kembali ke warna semula, maka
Identifikasi masalah:
Diketahui:
𝟏𝟒
Lampu berganti warna setiap menit.
𝟏𝟓
𝟐
Kembali ke warna sebelumnya setiap menit.
𝟏𝟓
Ditanyakan:
Berapa jumlah warna lampu hias?
Penyelesaian:
𝟏𝟒
Membuat bentuk dalam bentuk diagram batang.
𝟏𝟓
𝟐
Membuat satu lipatan senilai 𝟏𝟓
𝟏𝟒
Melipat kembali sampai lipatan sama rata dengan 𝟏𝟓
𝟐
Dari visualisasi tersebut tampak bahwa ada 7 lipatan 𝟏𝟓 agar lipatan sampai
𝟏𝟒
menutupi .
𝟓
𝟏𝟒 𝟐 𝟏𝟒 𝟐 𝟕
Jadi banyaknya warna lampu hias adalah :
𝟏𝟓 𝟏𝟓
= : =𝟏
𝟏𝟓 𝟏𝟓
= 7 warna.
Siswa diberikan kesempatan untuk melakukan tanya jawab tentang kegiatan yang
telah dilakukan atau tentang materi yang dipelajari.
Guru membagikan LKS yang dikerjakan secara berkelompok dan menjelaskan
tekhnis pengerjaannya.
Siswa mulai mengidentifikasi dan mengumpulkan data dari permasalahan yang
diberikan.
4. Mengasosiasi
Siswa mulai melakukan proses menyelesaian terhadap masalah yang diberikan
dengan melakukan diskusi di kelompok masing-masing.
Selama diskusi, guru mengamati aktivitas setiap kelompok dan memastikan bahwa
proses diskusi dilaksanakan dengan melibatkan semua anggota kelompok dan
berlangsung dengan tertib.
5. Mengomunikasikan
Siswa mempresentasikan hasil pemecahan masalah dari kelompoknya. Presentasi
dapat dilakukan secara bergantian oleh tiap kelompok untuk setiap nomor soal.
Kelompok lain dapat memberikan tanggapan pada hasil presentasi yang
disampaikan.
C. Kegiatan Penutup
1. Guru memberikan tanggapan dan penilaian terhadap hasil kerja kelompok
2. Siswa diberikan tugas mandiri untuk mengukur kemampuan individu siswa terhadap
materi menggunakan model batang atau diagram lingkaran untuk memvisualisasikan
pembagian pecahan campuran.
3. Siswa mengumpulkan hasil kerja, guru memberikan penilaian hasil kerja siswa.
4. Guru memberikan konfirmasi dan penguatan terhadap tugas mandiri yang telah
diselesaikan.
5. Siswa diajak untuk menemukan cara mudah untuk melakukan pembagian pecahan
biasa.
6. Jika pembilang pecahan yang dibagi dapat dibagi habis pembilang pecahan pembagi
serta penyebut pecahan yang dibagi dapat dibagi habis penyebut pecahan pembagi,
maka dapat berlaku:
𝒂 𝒄 𝒂∶ 𝒄
: =
𝒃 𝒅 𝒃∶ 𝒅
7. Guru memberikan contoh permasalahan jika, a : c atau b : d tenyata tidak habis dibagi.
8. Salah satu atau beberapa siswa diharapkan dapat menemukan bahwa cara paling
singkat untuk melakukan pembagian pecahan biasa yaitu mengalikan silang pembilang
dengan penyebut dan penyebut dengan pembilang masing-masing pecahan.
Kesimpulan:
Pecahan dibagi pecahan hasilnya adalah pembilang pecahan yang dibagi dikalikan
penyebut pecahan pembagi dan penyebut pecahan yang dibagi dikalikan pembilang
pecahan pembagi.
𝒂 𝒄 𝒂𝒙𝒅
: =
𝒃 𝒅 𝒃𝒙𝒄
9. Siswa melakukan refleksi pembelajaran dengan bimbingan guru.
10. Siswa mendengarkan arahan guru untuk materi pada pertemuan berikutnya.
11. Untuk memberi penguatan materi yang telah di pelajari, guru memberikan arahan untuk
mencari referensi terkait materi yang telah dipelajari baik melalui buku di perpustakaan
atau mencari di internet.
12. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan melakukan doa bersama, dan atau
melaksanakan kegiatan pembiasaan yang dilaksanakan di sekolah masing-masing
(misalnya menyanyikan lagu daerah, lagu wajib nasional, atau melakukan kegiatan
pembiasaan lainnya).
Pertemuan Keenam
Persiapan yang dilakukan sebelum pembelajaran dimulai (60-90 menit)
• Membaca materi pembelajaran
• Mencetak lembar kerja siswa dan Lembar Hasil Penilaian
• Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran
• Mempelajari penyelesaian soal dari tautan youtube [Link]
A. Kegiatan Pendahuluan (20 menit)
1. Siswa melakukan do’a sebelum belajar (guru meminta seorang siswa untuk memimpin
do’a).
2. Guru mengecek kehadiran siswa dan meminta siswa untuk mempersiapkan
perlengkapan dan peralatan yang diperlukan.
3. Siswa menerima informasi tentang pembelajaran yang akan dilaksanakan memiliki
keterkaitan dengan materi tentang pembagian pecahan biasa yang telah dipelajari
sebelumnya, ringkasan materi prasyarat dapat ditayangkan kembali dengan media
tayang (MS Power Point dan Proyektor).
4. Siswa menerima informasi tentang kompetensi, ruang lingkup materi, tujuan, manfaat,
langkah pembelajaran, metode penilaian yang ditayangkan (MS Power Point dan
Proyektor).
5. Siswa diberikan pertanyaan untuk mencari informasi tentang pemahaman siswa
terhadap materi prasyarat yaitu tentang representasi visual operasi hitung pembagian
pecahan biasa.
6. Siswa diberikan contoh kaitan materi yang disampaikan dengan kehidupan sehari-hari.
7. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok yang masing-masing beranggotakan 2-4
orang.
B. Kegiatan Inti (60 menit)
1. Stimulasi
Siswa diberikan contoh permasalahan kontekstual tentang penerapan konsep
penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian pecahan dan pecahan campuran.
Contoh permasalahan yang kontekstual (pembagian pecahan campuran yang
berpenyebut sama).
𝟏
Seorang pedagang membeli minyak goreng sebanyak 7𝟐 liter. Ia akan menjualnya
𝟏
kembali menjadi beberapa botol yang masing-masing berisi minyak goreng 1𝟐 liter.
2. Identifikasi Masalah
Siswa dibimbing untuk mengidentifikasi masalah kontekstual yang telah
disampaikan.
Siswa mengidentifikasi dan mencatat hal-hal yang diketahui.
Diketahui:
𝟏
Pedagang membeli minyak goreng sebanyak 7𝟐 liter.
𝟏
MInyak goreng akan dibagi ke dalam beberapa botol yang masing-masing berisi 1𝟐
liter.
Siswa mengidentifikasi permasalahan/hal yang ditanyakan.
Ditanyakan:
Berapa banyak botol yang harus disediakan?
3. Mengumpulkan Informasi
Siswa dibimbing untuk memvisualisaikan cara penyelesaiannya yaitu:
𝟏
Pedagang membeli minyak goreng sebanyak 𝟕 liter.
𝟐
Arsir penuh 7 lingkaran untuk menyatakan bilangan 7 dan 1 bagian lingkaran yang
𝟏
dibagi 2 untuk menyatakan pecahan 𝟐 bagian lingkaran untuk menyatakan pecahan
𝟏
7𝟐
𝟏
Botol yang dijual kembali isinya masing-masing 1 liter.
𝟐
𝟏
Dari visualisasi tersebut tampak bahwa ada 5 botol yang dapat dibuat dari 7 𝟐 liter
minyak goreng.
𝟏 𝟏 𝟏𝟓 𝟑 𝟓
Jadi banyaknya botol yang harus disediakan adalah 7 : 1 = : = = 5 botol.
𝟐 𝟐 𝟐 𝟐 𝟏
Pengulangan Siklus
Siswa diberikan contoh lain tentang pengurangan pecahan campuran dengan
penyelesaian yang sedikit divariasikan, guru dapat lebih banyak melibatkan siswa
dalam penyelesaiannya.
Contoh masalah kontekstual kedua (pembagian pecahan campuran yang
berpenyebut tidak sama)
Andi membuat sebuah bangunan dari beberapa lego berbentuk balok yang masing-
𝟏
masing tebalnya 1 cm. Berapa tumpukan susunan lego yang dibutuhkan agar
𝟒
𝟏
bangunan tersebut mencapai tinggi 7𝟐 cm?
Identifikasi masalah:
Diketahui:
𝟏
Tinggi bangunan = 7𝟐 cm
𝟏
Tebal tiap lego = 1𝟒 cm
Ditanyakan:
Berapa tumpukan lego yang dibutuhkan?
Penyelesaian:
𝟏
Membuat bentuk 7𝟐 dalam bentuk diagram batang.
𝟏
Membuat satu lipatan senilai 1𝟒
𝟏
Melipat kembali sampai lipatan sama rata dengan 7
𝟐
𝟏
Dari visualisasi tersebut tampak bahwa diperlukan 6 tumpukan lego 1𝟒 agar tinggi
𝟏
dari bangunan yang dibaut setinggi 7 𝟐 cm.
𝟏 𝟏 𝟏𝟓 𝟓 𝟏𝟓𝒙𝟐 𝟓 𝟑𝟎 𝟓 𝟔
Jadi banyaknya tumpukan lego adalah 7𝟐 : 1𝟒 = : = 𝟐𝒙𝟐 : 𝟒 = 𝟒 : 𝟒 = 𝟏
𝟐 𝟒
= 6 tumpukan.
Ssiwa diberikan kesempatan untuk melakukan tanya jawab tentang kegiatan yang
telah dilakukan atau tentang materi yang dipelajari.
Guru membagikan LKS yang dikerjakan secara berkelompok dan menjelaskan
tekhnis pengerjaannya.
Siswa mulai mengidentifikasi dan mengumpulkan data dari permasalahan yang
diberikan.
4. Mengasosiasi
Siswa mulai melakukan proses menyelesaian terhadap masalah yang diberikan
dengan melakukan diskusi di kelompok masing-masing.
Selama diskusi, guru mengamati aktivitas setiap kelompok dan memastikan bahwa
proses diskusi dilaksanakan dengan melibatkan semua anggota kelompok dan
berlangsung dengan tertib.
5. Mengomunikasikan
Siswa mempresentasikan hasil pemecahan masalah dari kelompoknya. Presentasi
dapat dilakukan secara bergantian oleh tiap kelompok untuk setiap nomor soal.
Kelompok lain dapat memberikan tanggapan pada hasil presentasi yang
disampaikan.
Refleksi Guru
Guru dapat melakukan kegiatan refleksi dengan memeilih beberapa pertanyaan kunci berikut
ini:
1. Apakah kegiatan dalam membuka pelajaran yang dilakukan dapat mengarahkan dan
mempersiapkan siswa untuk mengikuti pelajaran dengan baik?
2. Apakah dalam memberikan penjelasan tekhnis atau instruksi yang akan disampaikan
untuk pembelajaran dapat dipahami oleh siswa?
3. Apakah sarana dan prasarana serta media, alat, dan bahan yang digunakan mendapat
respon positif dan dapat mempermudah siswa dalam memahami materi pembelajaran?
4. Apakah tanggapan siswa terhadap materi atau bahan ajar sesuai dengan yang
diharapkan?
5. Apakah proses pembelajaran yang terjadi sudah sesuai dengan apa yang diharapkan?
6. Apakah pembelajaran dapat dilaksanakan sesuai dengan alokasi waktu yang
direncanakan?
7. Bagaimanakah tanggapan siswa terhadap latihan dan penilaian yang dilakukan?
8. Apakah semua siswa telah menguasai materi sesuai dengan tujuan pembelajaran yang
ingin dicapai?
Jawaban
Kriteria Skor
Mengidentifkasi Mengidentifkasi Mengidentifkasi Mengidentifkasi Mengidentifkasi
hal-hal yang 4 hal yang 3 hal yang 2 hal yang 1 hal yang
diketahui dari diketahui dari diketahui dari diketahui dari diketahui dari
A
permasalahan permasalahan permasalahan permasalahan permasalahan
yang disajikan yang disajikan yang disajikan yang disajikan yang disajikan
dengan tepat dengan tepat dengan tepat dengan tepat dengan tepat
Mengidentifikasi Mengidentifikasi Mengidentifikasi Mengidentifikasi Mengidentifikasi
hal-hal yang 4 hal yang 3 hal yang 2 hal yang 1 hal yang
ditanyakan dari ditanyakan dari ditanyakan dari ditanyakan dari ditanyakan dari
B
permasalahan permasalahan permasalahan permasalahan permasalahan
yang disajikan yang disajikan yang disajikan yang disajikan yang disajikan
tepat tepat tepat tepat tepat
Menentukan Menentukan 4 Menentukan 3 Menentukan 2 Menentukan 1
kalimat kalimat kalimat kalimat kalimat
matematika matematika matematika matematika matematika
dengan dengan dengan dengan dengan
C menggunakan menggunakan menggunakan menggunakan menggunakan
kata kunci dalam kata kunci dalam kata kunci dalam kata kunci dalam kata kunci dalam
permasalahan permasalahan permasalahan permasalahan permasalahan
yang disajikan yang disajikan yang disajikan yang disajikan yang disajikan
dengan tepat dengan tepat dengan tepat dengan tepat dengan tepat
Menemukan hasil Menemukan 4 Menemukan 3 Menemukan 2 Menemukan 1
akhir/jawaban hasil hasil hasil hasil
dari akhir/jawaban akhir/jawaban akhir/jawaban akhir/jawaban
D permasalahan dari dari dari dari
yang disajikan permasalahan permasalahan permasalahan permasalahan
dengan tepat yang disajikan yang disajikan yang disajikan yang disajikan
dengan tepat dengan tepat dengan tepat dengan tepat
LKS Kelompok
Nomor Kunci Jawaban
Soal Diketahui Ditanyakan Kalimat matematika Hasil Akhir
1 Tinggi gunung semeru Tinggi Gunung 3.676 – 746 = …. Jadi, tinggi
= 3.676 mdpl Merapi mdpl Gunung Merapi
Selisih dengan gunung adalah 2.930
Merapi mdpl.
= 746 mdpl
(Gunung Merapi lebih
rendah)
2 Permen rasa mint Jumlah semua (2 x 30) + (5 x 25) = Jadi, jumlah
= 2 bungkus permen …. permen Edo
Tiap bungkus berisi 30 ada 185
permen permen.
Permen rasa jeruk
= 5 bungkus
Tiap bungkus berisi 25
permen
3 Jumlah buku tulis Jumlah buku (9 x 12) : 36 = … Jadi, jumlah
= 9 lusin yang diterima buku yang
1 lusin = 12 buku tulis tiap anak diterima tiap
Jumlah anak di panti anak adalah 3
asuhan = 36 anak buku tulis.
4 Ayah mempunyai 8 Jumlah (8 x 14) : (8 – 1) = …. Jadi, jumlah
kandang kambing kambing dalam Beberapa kambing
Tiap kandang berisi 14 tiap kandang siswa/kelompok setelah
ekor kambing setelah mungkin akan dipindahkan
Salah satu kandang kambing dari langsung pada dalam tiap
rusak (tersisa 7 kandang yang kalimat matematika kandang adalah
kandang yang layak rusak (8 x 14) : 7 = …. 16 kambing.
pakai) dipindahkan.
Penilaian Tertulis
Tes tertulis dilakukan secara mandiri melalui lembar kerja siswa mandiri
Nomor Skor
Kunci Jawaban
Soal Maksimal
1 Jadi, ketinggian pesawat tersebut sekarang adalah 11.500 mdpl. 5
2 Jadi, banyaknya kue bolu yang dapat dibuat oleh ibu ada 14. 5
3 Jadi, jumlah bilangan tertinggi dan terendah dari bilangan yang 5
terbentuk adalah 112.120
4 Jadi jumlah bantuan yang diterima oleh tiap pengungsi di tenda 5
B adalah 50 Kg.
Jumlah Skor Maksimal 20
*) Keterangan Skor
Skor Deskripsi Penskoran
5 Jawaban benar dan lengkap sampai dengan konfirmasi jawaban (jadi ….)
4 Jawabani benar namun tidak ada konfirmasi jawaban
3 Identifikasi hal-hal yang diketahui, ditanyakan, dan kalimat matematikanya benar
namun hasil akhirnya keliru
2 Identifikasi hal-hal yang diketahui, ditanyakan benar, namun kalimat matematika
dan hasil akhirnya keliru
1 Identifikasi salah satu dari hal-hal yang diketahui atau ditanyakan benar, kalimat
matematika dan hasil akhirnya keliru
0 Belum dapat mengidentifikasi dan menyelesaikan soal.
Nilai Tertulis siswa = Jumlah Skor x 5
Nilai Tertulis Maksimal = 100
Profil Pelajar
Nilai Performa
Pancasila Nilai
Nama Nilai
No Nilai Kriteria Konversi Tes Ket
Siswa Berpikir ((9+10)/2)
Kreatif Nilai Individu
Kritis A B C D
Kriteria
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
Guru Kelas/Mata Pelajaran
….……………………………….
NIP/NUPTK
Lampiran 2A
Lembar Kerja Peserta Didik (Kelompok)
Nama Kelompok :
Anggota : 1. ……………………………………………….. Nomor Absen : ….
2. ……………………………………………….. Nomor Absen : ….
3. ……………………………………………….. Nomor Absen : ….
4. ……………………………………………….. Nomor Absen : ….
Materi Pokok
Menggunakan model batang atau diagram lingkaran untuk memvisualisasikan penjumlahan,
pengurangan, perkalian dan pembagian pecahan dan pecahan campuran
Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menggunakan model batang atau diagram lingkaran untuk
memvisualisasikan penjumlahan dan pengurangan pecahan biasa dan pecahan
campuran.
Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Menyajikan bentuk visual penjumlahan dan pengurangan pecahan biasa atau pecahan
campuran dengan tepat.
2. Mempresentasikan bentuk visual penjumlahan dan pengurangan pecahan biasa atau
pecahan campuran dengan tepat.
Langkah Kerja
1. Mengamati permasalahan/soal
2. Mengidentifikasi hal-hal yang diketahui
3. Mengidentifikasi hal yang ditanyakan
4. Memvisualisasikan hal-hal yang diketahui
5. Memvisualisasikan penyelesaian soal
6. Mengonfirmasi jawaban dari pertanyaan
Petunjuk
Buatlah bentuk visual dengan menggunakan diagram batang atau diagram lingkaran dari
penjumlahan atau pengurangan pecahan berikut, diskusikan penyelesaiannya dengan teman
sekelompokmu!
Pertanyaan
1. Iwan mengambil bagian kue Bingke Pontianak yang terhidang di meja, sedangkan Lusi
mengambil bagian kue. Jumlah bagian kue Bingke Pontianak yang diambil keduanya
adalah?
2. Ibu sedang mengukur susu untuk membuat satu resep kue, ia memerlukan gelas susu.
Sekarang ia mempunyai gelas susu. Berapa banyak susu lagi yang ia butuhkan?
3. Beni dan Edo mendapatkan tugas untuk menghias beberapa bagian dari dinding kelas,
Beni menghias bagian dan dan Edo menghias bagian. Jumlah bagian dinding yang
4. Pita milik Heni semula panjangnya 2 meter, saat akan membuat kerajinan tangan ia
memotong pitanya meter. Panjang pita milik Heni sekarang adalah …meter.
Jawaban
Jawaban diselesaikan dalam bentuk visualisasi, setiap lembar jawaban menyajikan tiap nomor
soal.
1. + = ….
2. - = ….
3. + = ….
4. - = ….
Jawaban:
Jawaban diselesaikan dalam bentuk visualisasi, setiap lembar jawaban menyajikan tiap nomor
soal.
Nilai (diisi oleh guru) Catatan guru:
Lampiran 2C
Asesmen
Bagaimana Asesmen Dilakukan?
Penilaian Performa
Observasi guru selama kegiatan belajar berlangsung
Kunci Jawaban LKS Kelompok
Kunci Jawaban
Nomor Soal
merupakan bentuk visual dari
…………………………..
NIP/NUPTK
Lampiran 3A
Lembar Kerja Peserta Didik (Kelompok)
Nama Kelompok :
Anggota : 1. ……………………………………………….. Nomor Absen : ….
2. ……………………………………………….. Nomor Absen : ….
3. ……………………………………………….. Nomor Absen : ….
4. ……………………………………………….. Nomor Absen : ….
Materi Pokok
Menggunakan model batang atau diagram lingkaran untuk memvisualisasikan penjumlahan,
pengurangan, perkalian dan pembagian pecahan dan pecahan campuran
Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat menggunakan model batang atau diagram lingkaran untuk
memvisualisasikan perkalian pecahan biasa berpenyebut sama.
Siswa dapat menggunakan model batang atau diagram lingkaran untuk
memvisualisasikan perkalian pecahan biasa berpenyebut tidak sama.
Langkah Kerja
1. Mengamati permasalahan/soal
2. Mengidentifikasi hal-hal yang diketahui
3. Mengidentifikasi hal yang ditanyakan
4. Memvisualisasikan hal-hal yang diketahui
5. Memvisualisasikan penyelesaian soal
6. Mengonfirmasi jawaban dari pertanyaan
Petunjuk
Nyatakan permasalahan yang melibatkan perkalian pecahan berikut menggunakan diagram
batang!
Pertanyaan
1. x = ….
2. x = ….
3. Sebuah taman memiliki luas hektar, bagian tanaman tersebut akan ditanami bunga
mawar. Luas bagian taman yang akan ditanami bunga mawar adalah … hektar.
4. Sebuah akuarium memiliki volume meter kubik, berapa liter air yang diperlukan untuk
Jawaban
Jawaban diselesaikan dalam bentuk visualisasi, setiap lembar jawaban merupakan jawaban dari
1 nomor soal.
Nilai (diisi oleh guru) Catatan guru :
Lampiran 3B
Lembar Kerja Peserta Didik (Individu)
1. x = ….
2. x = ….
3. Diketahui luas sebuah lembaran buku gambar adalah meter persegi, bagian dari
buku gambar akan diwarnai dengan warna merah. Luas bagian buku gambar yang
diwarnai merah adalah … meter persegi.
4. Dalam suatu wadah dapat menampung cairan sebanyak liter, jika wadah tersebut diisi
bagiannya dengan benda padat, berapa liter cairan yang harus diisi agar wadah
Jawaban
Jawaban diselesaikan dalam bentuk visualisasi, setiap lembar jawaban merupakan jawaban dari
1 nomor soal.
Nilai (diisi oleh guru) Catatan guru :
Lampiran 3C
Asesmen
Bagaimana Asesmen Dilakukan?
Penilaian Performa
Dinilai melalui observasi guru selama kegiatan belajar berlangsung
Kunci Jawaban LKS Kelompok
Jawaban siswa merupakan bentuk
No Deskripsi jawaban
visualisasi dari pecahan
Skor
Kriteria
2 1
Menyajikan bentuk visual Menyajikan 2 bentuk visual Menyajikan 1 bentuk visual
perkalian pecahan biasa perkalian pecahan biasa perkalian pecahan biasa
A
berpenyebut sama dengan berpenyebut sama dengan berpenyebut sama dengan
tepat. tepat. tepat.
Mempresentasikan bentuk Mempresentasikan 2 Mempresentasikan 1
visual perkalian pecahan bentuk visual perkalian bentuk visual perkalian
B
biasa berpenyebut sama pecahan biasa berpenyebut pecahan biasa berpenyebut
dengan tepat sama dengan tepat sama dengan tepat
Menyajikan bentuk visual Menyajikan 2 bentuk visual Menyajikan 1 bentuk visual
perkalian pecahan biasa perkalian pecahan biasa perkalian pecahan biasa
C berpenyebut tidak sama berpenyebut tidak sama berpenyebut tidak sama
dengan tepat. dengan tepat. dengan tepat.
Mempresentasikan bentuk Mempresentasikan 2 Mempresentasikan 1
visual perkalian pecahan bentuk visual perkalian bentuk visual perkalian
D
biasa berpenyebut tidak pecahan biasa berpenyebut pecahan biasa berpenyebut
sama dengan tepat tidak sama dengan tepat tidak sama dengan tepat
Penilaian Tertulis
Tes tertulis dilakukan secara mandiri melalui lembar kerja siswa mandiri
Nomor Visualisasi Skor
Kunci Jawaban
Soal Pecahan Maksimal
1 Memvisualisasikan perkalian pecahan biasa
berpenyebut sama menggunakan diagram batang 5
atau diagram lingkaran dengan tepat
2 Memvisualisasikan perkalian pecahan biasa
berpenyebut tidak sama menggunakan diagram 5
batang atau diagram lingkaran dengan tepat
3 Memvisualisasikan soal cerita perkalian pecahan
biasa berpenyebut sama menggunakan diagram
batang atau diagram lingkaran dengan tepat
5
1. x = ….
2. x = ….
3. Dita membeli gula sebanyak kg, setiap kilogram gula dapat dipergunakan untuk
membuat liter sirup. Berapa liter sirup yang dapat Dita buat dari gula yang dia miliki?
4. Setiap hektar sawah memerlukan kuintal pupuk. Untuk memupuk hektar sawah,
Jawaban
Jawaban diselesaikan dalam bentuk visualisasi, setiap lembar jawaban merupakan jawaban
dari 1 nomor soal.
Nilai (diisi oleh guru) Catatan guru:
Lampiran 4B
Lembar Kerja Peserta Didik (Individu)
1. x = ….
2. x = ….
3. Leo menyelesaikan lomba lari dalam waktu jam, sedangkan Sandi membutuhkan
waktu kali lebih lama daripada Leo. Berapa jam waktu yang dibutuhkan Sandi untuk
Jawaban
Jawaban diselesaikan dalam bentuk visualisasi, setiap lembar jawaban merupakan jawaban dari
1 nomor soal.
Nilai (diisi oleh guru) Catatan guru:
Lampiran 4C
Asesmen
Bagaimana Asesmen Dilakukan?
Penilaian Performa
Observasi guru selama kegiatan belajar berlangsung
77 5
1 A dan B 𝑎𝑡𝑎𝑢 8
9 9
25 1
2 C dan D 𝑎𝑡𝑎𝑢 1
12 12
27 3
3 A dan B 𝑎𝑡𝑎𝑢 6
4 4
45 9 3
4 C dan D 𝑎𝑡𝑎𝑢 3 , 𝑎𝑡𝑎𝑢 3 𝑘𝑢𝑖𝑛𝑡𝑎𝑙 = 375 𝑘𝑔
12 12 4
*) Keterangan Skor
Skor Deskripsi Penskoran
5 Visualisasi benar dan lengkap sampai dengan konfirmasi jawaban (jadi ….)
4 Visualisasi benar namun tidak ada konfirmasi jawaban
3 Visualisasi pecahan benar namun hasil akhirnya keliru
2 Visualisasi pecahan sebagian besar benar namun sebagian kecil keliru.
1 Visualisasi pecahan sebagian kecil benar dan sebagian besar keliru.
0 Belum dapat menyajikan bentuk visualisasi operasi hitung pecahan.
**) Penjelasan rinci dari penyelesaian soal LKS Kelompok ini dapat dilhat di kanal youtube
Welly Roncah.
1. : = ….
2. : = ….
3. Ibu mempunyai tali sepanjang meter, untuk mengikat setiap kilogram kacang panjang
diperlukan tali sepanjang meter. Berapa ikatan kacang panjang yang dapat dibuat
4. Untuk membuat sebuah patung diperlukan tanah liat sebanyak karung. Berapa banyak
Jawaban
Jawaban diselesaikan dalam bentuk visualisasi, setiap lembar jawaban merupakan jawaban dari
1 nomor soal.
1. : = ….
2. : = ….
3. Seorang penjahit mempunyai kain meter, untuk membuat sebuah boneka diperlukan
meter kain. Berapa jumlah boneka yang dapat dibuat menggunakan kain tersebut?
4. Untuk membuat satu liter jamu, Bu Siti memerlukan ons jahe. Jika Bu Siti mempunyai
jahe sebanyak ons, berapa liter jamu yang dapat dia buat?
Jawaban
Jawaban diselesaikan dalam bentuk visualisasi, setiap lembar jawaban merupakan jawaban
dari 1 nomor soal.
*) Keterangan Skor
Skor Deskripsi Penskoran
5 Visualisasi benar dan lengkap sampai dengan konfirmasi jawaban (jadi ….)
4 Visualisasi benar namun tidak ada konfirmasi jawaban
3 Visualisasi pecahan benar namun hasil akhirnya keliru
2 Visualisasi pecahan sebagian besar benar namun sebagian kecil keliru.
1 Visualisasi pecahan sebagian kecil benar dan sebagian besar keliru.
0 Belum dapat menyajikan bentuk visualisasi operasi hitung pecahan.
**) Penjelasan rinci dari penyelesaian soal LKS Kelompok ini dapat dilhat di kanal youtube
Welly Roncah.
1. : = ….
2. : = ….
3. Bu Mardi membeli kg tepung ketan, Berapa resep kue ketan yang dapat dibuat oleh
4. Untuk membasmi hama pada sebuah lahan pertanian, seorang petani memerlukan
liter pestisida. Jika setiap hektar lahan memerlukan pestisida sebanyak liter, maka
Jawaban
Jawaban diselesaikan dalam bentuk visualisasi, setiap lembar jawaban merupakan jawaban dari
1 nomor soal.
1. : = ….
2. : = ….
3. Keliling sebuah trek balap sepeda adalah km. Jika Beni bersepeda di trek itu dan
menempuh jarak sepanjang km. Berapa kali Beni mengelilingi trek tersebut?
4. Relawan Garuda berhasil mengumpulkan beras sebanyak ton. Jika tiap posko
bencana menampung 100 orang dan akan menerima bantuan beras sebanyak ton,
maka banyak orang yang dapat menerima bantuan beras dari Relawan Garuda adalah …
orang.
Jawaban
Jawaban diselesaikan dalam bentuk visualisasi, setiap lembar jawaban merupakan jawaban dari
1 nomor soal.
1 4
*) Keterangan Skor
Skor Deskripsi Penskoran
5 Visualisasi benar dan lengkap sampai dengan konfirmasi jawaban (jadi ….)
4 Visualisasi benar namun tidak ada konfirmasi jawaban
3 Visualisasi pecahan benar namun hasil akhirnya keliru
2 Visualisasi pecahan sebagian besar benar namun sebagian kecil keliru.
1 Visualisasi pecahan sebagian kecil benar dan sebagian besar keliru.
0 Belum dapat menyajikan bentuk visualisasi operasi hitung pecahan.
**) Penjelasan rinci dari penyelesaian soal LKS Kelompok ini dapat dilhat di kanal youtube Welly
Roncah.
Remedial
Remedial diberikan pada siswa yang tidak berhasil mencapai tujuan pembelajaran (nilai di
bawah KKM Mata Pelajaran).
Remedial dapat juga diberikan pada siswa yang ingin memperkuat pemahaman terhadap
isi materi.
Remedial dapat diberikan dalam bentuk kegiatan yang disesuaikan tugas dengan tingkat
kesulitan yang lebih rendah atau sama dengan tugas mandiri yang telah diberikan.
Beberapa contoh kegiatan remedial dapat dilakukan dengan cara :
1. Modifikasi tugas sesuai penguasaan kompetensi siswa.
2. Tutor sebaya.
3. Melakukan proyek sesuai dengan penguasaan kompetensi siswa.