0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
71 tayangan7 halaman

Perencanaan Ulang Sump dan Pompa Tambang

Teks tersebut membahas perencanaan ulang dimensi sump dan pompa pada sump A di PT. Buana Eltra untuk mengatasi masalah overload akibat curah hujan tinggi. Penelitian ini menghitung total debit air masuk sebesar 2.228,65 m3/hari, merencanakan dimensi sump trapesium seluas 28 x 18 m dan kedalaman 5 m, serta menambah jam kerja pompa menjadi 21 jam/hari.

Diunggah oleh

FAZRIL AHSANU AMALA
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
71 tayangan7 halaman

Perencanaan Ulang Sump dan Pompa Tambang

Teks tersebut membahas perencanaan ulang dimensi sump dan pompa pada sump A di PT. Buana Eltra untuk mengatasi masalah overload akibat curah hujan tinggi. Penelitian ini menghitung total debit air masuk sebesar 2.228,65 m3/hari, merencanakan dimensi sump trapesium seluas 28 x 18 m dan kedalaman 5 m, serta menambah jam kerja pompa menjadi 21 jam/hari.

Diunggah oleh

FAZRIL AHSANU AMALA
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal Pertambangan

[Link] Jurnal Pertambangan Vol.4 No.2 Mei 2020


ISSN 2549-1008

PERENCANAAN ULANG DIMENSI SUMP DAN POMPA


PADA SUMP A DI PT. BUANA ELTRA

RE-DESIGN DIMENSIONS OF SUMP AND PUMP


AT SUMP A IN PT. BUANA ELTRA
Y. Armelia1, M. Asyik2, Syarifuddin3, M.Wijaya4
1-3JurusanTeknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya
4
PT. Buana Eltra
1-3
Jl. Raya Palembang-Prabumulih Km.32 Inderalaya Sumatera Selatan, Indonesia
4
Desa Gunung Kuripan, Komering Ulu, Sumatera Selatan, Indonesia
E-mail: yustikaarm@[Link], 2lingua_prima@[Link], 3syarif_unsri@[Link]
1

ABSTRAK
PT. Buana Eltra merupakan perusahaan pertambangan batubara menggunakan metode tambang terbuka. Pada metode
ini air merupakan salah satu faktor yang bisa mengganggu kegiatan penambangan sehingga diperlukan sistem
penyaliran yang ideal untuk mencegah air yang masuk menuju area penambangan. Sistem penyaliran yang digunakan
di PT. Buana Eltra adalah mine dewatering, dimana terdapat sump A yang berada ditengah pit. Jika intensitas hujan
tinggi, air akan tergenang di area kerja yang mengakibatkan sump A sering mengalami overload. Untuk itu perlu
dilakukan perencanaan ulang dimensi sump dan pompa untuk mengatasi overload pada sump A. Tujuan penelitian
adalah untuk mengetahui total debit air, merencanakan dimensi sump optimal, serta merencanakan jumlah dan jam
kerja pompa pada sump A di PT. Buana Eltra. Pada penelitian ini dilakukan pengamatan dan perhitungan serta analisis
data curah hujan, area limpasan, dan total debit air sehingga didapat dimensi sump yang optimal. Dari hasil penelitian
didapat total debit air yang masuk adalah sebesar 2.228,65 m3/hari dengan curah hujan sebesar 56,28 mm/hari dan luas
catchment area adalah sebesar 183.583,76 m2. Rencana sump A yang dibuat menyerupai trapesium. Dimensi panjang
serta lebar permukaan sump sebesar 28 meter, panjang serta lebar dasar sump sebesar 18 meter, dan kedalaman sump
sepanjang 5 meter. Volume sump A yang dibutuhkan sebesar 2.770 m3. Pompa yang digunakan tetap dengan pompa
yang lama yaitu satu unit pompa deeflo model DP2500-2 dengan jam kerja pompa bertambah menjadi 21 jam/hari.

Kata kunci: Sistem Penyaliran, Curah Hujan, Overload, Sump, Pompa

ABSTRACT

PT. Buana Eltra is a coal mining company that uses the open pit mining method. One factor that can disrupt mining
activities is the water factor, so an ideal drainage system is needed to prevent water from entering the mining area.
Drainage system used at PT. Buana Eltra is mine dewatering, where sump A in the middle of the pit. If the intensity of
rain is high, water will stagnate in the work area resulting in sump A often overload. For the reason, it is necessary to
re-design dimensions of sump and pump to overcome at sump A. The purpose of this study is to determine the total
incoming water discharge, planning the optimal sump dimension, and planning the number and hours of sump work on
sump A at PT. Buana Eltra. The research was conducted by calculating and analyzing rainfall data, catchment area,
and total incoming water debit so that the obtained optimal sump dimension. From the results of the research, total
discharge entering into the mining area of 2,228.65 m3/day with rainfall of 56.28 mm/day and the catchment area of
183,583.76 m2. Sump is designed to be trapezoidal with dimension of length and width of sump surface is 28 m, length
and width of sump base is 18 m, and with depth 5 m. The required sump volume is 2,770 m3. Pump that is used remains
with the old pump that is one unit of the deeflo pump model DP2500-2 with the pump working hours increased to 21
hours/day.

Keywords: Drainage System, rainfall, overload, sump, and pump

114
Jurnal Pertambangan
[Link] Jurnal Pertambangan Vol.4 No.2 Mei 2020
ISSN 2549-1008

PENDAHULUAN diakibatkan karena dimensi sump dan kebutuhan


pompa yang kurang optimal untuk menampung serta
PT. Buana Eltra berlokasi di Ogan Komering Ulu, mengalirkan air yang masuk ke front kerja tambang.
Sumatera Selatan. Dalam kegiatan penambangannya Untuk itu perlu dilakukan perencanaan ulang dimensi
PT. Buana Eltra menggunakan metode tambang sump dan pompa untuk mengatasi overload pada sump
terbuka atau open pit. Lokasi penambangan terdiri dari A, sehingga kegiatan penambangan berjalan sesuai
2 pit, namun kegiatan operasi tambang saat ini hanya perencanaan.
berlangsung di pit 2 sedangkan di pit 1 tidak dilakukan
kegiatan operasi penambangan lagi karena sedang Tujuan penelitian ini adalah mengetahui berapa
dalam tahap reklamasi. banyak debit air yang masuk di sump A saat ini,
merencanakan dimensi sump yang optimal untuk
Salah satu faktor yang mengganggu pada kegiatan mengatasi overload pada sump A, merencanakan
penambangan adalah faktor air. Metode penambangan jumlah dan jam kerja pompa untuk mengatasi overload
dengan surface mining dapat menyebabkan pada sump A di PT. Buana Eltra.
terbentuknya cekungan besar yang keadaanya sangat
berpotensi untuk tertampungnya air, baik air dari tanah, Total debit air yang masuk terdiri dari debit air
air limpasan, maupun air hujan. Berdasarkan hal limpasan, debit evaporasi serta debit air tanah. Di
tersebut diperlukannya sistem penyaliran yang optimal dalam menghitung debit air limpasan dibutuhkan data
agar dapat mengatasi air yang masuk ke area curah hujan rencana untuk dapat menghitung intensitas
penambangan agar aktivitas penambangan berjalan hujan maksimum, kemudian data koefisien limpasan
dengan baik. Sistem penyaliran yang digunakan di PT. dan data catchment area.
Buana Eltra adalah mine dewatering, dimana terdapat Curah hujan rencana dapat diperkirakan dengan
sump A yang berada ditengah pit 2. menggunakan ilmu statistik dengan memperhatikan
curah hujan maksimum dalam periode waktu tertentu.
Penelitian mengenai Perencanaan Sistem Penyaliran [3]
Tambang Batubara pernah dilakukan sebelumnya oleh
Dessy S Nanda C mayor namun penelitian tersebut Intensitas hujan adalah banyaknya curah hujan
dilakukan di pit Serelo Utama Bumi Merapi Energi terhadap durasi waktu hujan tertentu yang dinyatakan
Kabupaten Lahat. Penelitian tersebut menunjukan total dengan satuan mm/jam. Intensitas curah hujan
debit air adalah 4.892,632 m3/hari dengan pembuatan menyatakan besarnya curah hujan dalam jangka waktu
saluran terbuka ke muara kolam pengendapan dimana pendek yang menjadi gambaran derasnya hujan perjam.
saluran rencana pada pit Serelo Utara sejumlah 2 [4]
saluran berbentuk trapesium dengan kemiringan sudut Limpasan merupakan semua air yang mengalir dari
dinding saluran 60° dan kemiringan dasar saluran 2% satu tempat ke tempat lain yang lebih rendah. Aliran air
[1]. ini diakibatkan oleh adanya hujan yang mendorong air
menuju ke saluran terdekat [5]. Evaporasi adalah
Selanjutnya penelitian lain mengenai Kajian Teknis proses pertukaran molekul air di atmosfer akibat
Sistem Penirisan Tambang sebelumnya pernah adanya panas [6].
dilakukan oleh M. Rully Saputra di PT. Dizamatra
Powerindo Kabupaten Lahat. Penelitian ini bertujuan Sump adalah kolam untuk menampung air yang dibuat
untuk mengeluarkan air yang masuk ke dalam tambang secara temporary mengikuti lokasi kemajuan front
dengan merencanakan ulang volume sump, kapasitas kerja tambang. Selain itu, sump dapat digunakan untuk
pompa dan kolam pengendapan lumpur. Total debit air pengendapan lumpur dan sebagai settling pond. Sistem
yang didapat dengan penentuan debit evapotranpirasi drainase tambang mempengaruhi pengaliran air dari
menggunaan persamaan rumus Turc sebesar sump yang disesuaikan dengan kondisi geografis
17.396,182 m3/hari, dimana kapasitas pompa yang daerah tambang serta kestabilan lereng tambang [7].
digunakan adalah pompa jenis sykes CP220I yang
memiliki debit sebesar 870 m3/jam yang dipasang Pompa adalah alat angkut yang digunakan untuk
secara paralel [2]. memindahkan benda cair dari suatu tempat menuju
tempat lain. Pengangkutan atau pemindahan zat cair
Berdasarkan pengamatan dilapangan PT. Buana Eltra dilakukan dengan gaya tekan yang gunanya untuk
memiliki sump A yang terletak di front penambangan, mengatasi tahanan-tahanan yang di alami oleh zat cair
apabila intensitas hujan tinggi air akan tergenang di sewaktu pemindahan. Dalam sistem penirisan tambang,
area kerja yang mengakibatkan sump A sering pompa befungsi untuk mengeluarkan air dari tambang.
mengalami overload. Overload pada sump A ini Jenis pompa yang sering dipakai untuk penyaliran

115
Jurnal Pertambangan
[Link] Jurnal Pertambangan Vol.4 No.2 Mei 2020
ISSN 2549-1008

tambang merupakan pompa sentrifugal. Pompa jenis b. Data debit aktual pemompaan, digunakan untuk
ini bekerja berdasarkan putaran impeller dan diffuser menentukan kebutuhan kapasitas pompa yang
didalam pompa. Air yang masuk kedalam pompa akan akan dievaluasi. Pengambilan data debit aktual
diputar oleh impeller dan kemudian terdorong ke pemompaan menggunakan ember 18 liter dan
diffuser sampai selanjutnya diteruskan menuju lubang stopwatch yang dilakukan sebanyak 30 data.
keluar pompa. Jenis pompa sentrifugal banyak c. Data suhu rata-rata, digunakan untuk menghitung
digunakan di tambang karena dapat mentransportasikan debit evaporasi dalam menentukan debit total air
lumpur serta memiliki kapasitas besar dan mudah yang masuk. Pengambilan data suhu rata-rata ini
dalam perawatan [8]. dilakukan menggunakan aplikasi cuaca pada
handphone dan dilakukan setiap hari selama
Pipa adalah alat yang digunakan untuk keperluan penelitian.
pemompaan dalam kegiatan penambangan. Sistem d. Data debit air tanah, digunakan untuk menghitung
pemipaan sangat berkaitan erat dengan head loss yang debit total air yang masuk. Pengambilan data debit
dihasilkan oleh pipa. [9]. air tanah ini dilakukan dengan pengamatan
langsung dilapangan, dimana debit air tanah ini
METODE PENELITIAN mengalir dengan deras melalui rekah-rekah
batubara sehingga dapat dihitung manual
Penelitian ini dilakukan di lokasi penambangan PT. menggunakan ember 18 liter dan dibantu
Buana Eltra yang terletak di Desa Gunung Kuripan, stopwatch. Pengambilan data dilakukan sebanyak
Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Secara 30 data.
Geografis lokasi penambangan PT Buana Eltra terletak e. Peta catchment area dan koefisien limpasan.
pada 3°57'41"-3°58'38"LS dan 103°53'50"- Dimana luas catchment area sebesar 183.583,76
103°55'00"BT. Lokasi ini dapat dicapai dari kota m2 dan koefisien limpasan sebesar 0,52.
Palembang melalui perjalanan darat selama 5 jam
Data sekunder yang digunakan terdiri dari:
dengan jarak tempuh 240 km menggunakan
a. Data curah hujan
kendaraan roda empat dengan kondisi jalan lancar dan
Data ini didapat dari data Departemen
beraspal baik.
Engineering untuk membantu dalam perhitungan
curah hujan rencana.
Tahapan penelitian yang dilakukan diawali dengan
b. Data spesifikasi pompa, data didapat dari
studi literatur berupa buku, jurnal, laporan perusahaan,
handbook alat untuk membantu dalam
serta sumber pustaka lainnya seperti teori yang
perhitungan kebutuhan kapasitas pompa.
berkaitan dengan sistem penyaliran tambang terbuka,
c. Data jam kerja pompa, data ini digunakan untuk
perhitungan debit aliran, serta hal-hal yang
mengevaluasi dan menentukan jam kerja pompa
mempengaruhi sistem penyaliran yang dapat menjadi
optimal.
bahan pendukung untuk penelitian.
d. Peta kesampaian daerah, digunakan untuk
mengetahui lokasi penelitian.
Tahapan selanjutnya adalah observasi lapangan
dilakukan dengan cara melakukan pengamatan dan
Tahapan berikutnya adalah pengolahan data dimana
pembelajaran mengenai kegiatan operasi penambangan
data mentah yang didapat dari lapangan kemudian
dan keadaan lapangan untuk mencari informasi yang
disusun dan melakukan perhitungan sesuai dengan
dapat mendukung penyelesaian permasalahan yang
teori pemahaman yang didapat dari pustaka penunjang.
diteliti.
Beberapa perhitungan yang dilakukan meliputi
perhitungan curah hujan dan intensitas hujan, debit
Tahapan berikutnya adalah pengumpulan data. Data
limpasan dan evaporasi, volume sump, head pompa
Primer diperoleh dari observasi lapangan, diskusi
dan jam kerja pompa.
dengan pengawas tambang maupun pekerja tambang,
dan dokumentasi lapangan. Data yang diambil di
Curah hujan rencana dapat dihitung menggunakan
lapangan adalah:
Persamaan Gumbel Pers. (1) [5].
a. Data dimensi sump, digunakan untuk mengetahui
dimensi sump aktual. Pengambilan data dimensi
sump dilakukan dengan menggunakan Total X= + (Yt-Yn) (1)
Station dan meteran untuk menentukan dan
membandingkan dimensi sump aktual dan sump Keterangan:
rencana. X = Perkiraan nilai curah hujan yang terjadi untuk
periode ulang hujan T tahun (mm/hari)

116
Jurnal Pertambangan
[Link] Jurnal Pertambangan Vol.4 No.2 Mei 2020
ISSN 2549-1008

= Curah hujan rata – rata (mm/hari) Untuk menghitung head total pompa menggunakan
S = Simpangan baku data sampel curah hujan Pers. (6). [8].
Y = Reduce variate, mempunyai nilai yang berbeda
pada setiap periode ulang Hp =( z2-z1) + HL (6)
Yn = Reduced mean, yang tergantung pada jumlah data
(n) Keterangan:
Sn = Reduced standard deviation, berdasarkan dari Hp = Head pompa (m)
jumlah data (n) Z = Ketingian diukur dari bidang referensi (m)
HL = Head loss (m)
Dalam menghitung intensitas hujan, biasanya
menggunakan data curah hujan harian dan dihitung Nilai head loss pada pipa dihitung melalui persamaan
berdasakan rumus Mononobe Pers. (2) [4]. Hazen-William yaitu Pers. (7) [1].

(7)
(2)
Keterangan:
Keterangan: HL = Head loss pipa (m)
I = Intensitas curah hujan (mm/jam) Q = Debit aliran pipa (m3/detik)
t = lama waktu hujan (jam) C = Konstanta Hazen-Williams
d24 = curah hujan maksimum (mm) D = Diameter pipa (m)
Debit limpasan dapat dihitung dengan menggunakan L = Panjang pipa (m)
persamaan rasional Pers. (3) [1]. Le = Panjang pipa ekivalen (m)
Perhitungan jumlah jam kerja terhadap debit pompa
Q=CxIxA (3) dapat dihitung dengan pers. (8) [6].
Keterangan: Jam Kerja Pompa Deeflo = (8)
Q = Debit limpasan (m3/jam)
C = Koefisien limpasan
I = Intensitas curah hujan (m/jam) Hasil yang telah didapat dari pengolahan penelitian
A = Luas catchment area (m2) dihitung berdasarkan persamaan yang ada kemudian
dibandingkan dengan data aktual dimensi sump dan
Debit evaporasi dapat dihitung menggunakan pompa, sehingga dapat dirancang kembali dimensi
persamaan Dalton Pers. (4) [6]. sump yang sesuai dengan sistem pemompaan yang
ideal.
(4)
Dari hasil pengolahan, analisis dan pembahasan yang
Keterangan: didapat maka diambil kesimpulan untuk menentukan
= Evaporasi air permukaan bebas (mm/hari) dimensi sump dan kebutuhan pompa yang optimal
Es =Tekanan uap air jenuh (mmHg) sehingga dapat mejadi rekomendasi bagi perusahaan.
e = Tekanan uap aktual dalam udara (mmHg)
= Kecepatan angin pada ketinggian 2 meter dari HASIL DAN PEMBAHASAN
permukaan (m/s)
Kondisi aktual debit air yang masuk ke sump A
Pengambilan data dimensi sump A menggunakan Banyaknya air yang masuk ke dalam pit 2 dipengaruhi
meteran dan total station. Ukuran dimensi sump aktual oleh debit limpasan air hujan, air tanah, dan evaporasi.
tidak optimal maka dilakukan perencanaan ulang Tingginya intensitas curah hujan dan tidak optimalnya
dengan menghitung dimensi sump rencana. kapasitas sump dalam menampung air mengakibatkan
Perhitungan dimensi sump dipengaruhi dengan volume sump A mengalami overload, sehingga air tergenang di
total debit air yang masuk dan kapasitas pompa, sump front kerja. Untuk itu perlu dilakukannya perencanaan
yang didesain berbentuk trapesium dengan ulang dimensi sump A dengan menghitung total debit
menggunakan Pers (5) [10]. air yang masuk sebagai patokan volume sump A yang
akan direncanakan.
Volume =(Luas atas + Luas bawah) x kedalaman (5)
Setelah data dimensi sump didapatkan maka Analisa curah hujan dan intensitas hujan
selanjutnya dilakukan perhitungan head total pompa.

117
Jurnal Pertambangan
[Link] Jurnal Pertambangan Vol.4 No.2 Mei 2020
ISSN 2549-1008

Pengolahan data curah hujan berdasarkan metode Selain kapasitas sump A, jumlah dan jam kerja pompa
analisis gumbel (Pers. 1) menghasilkan curah hujan juga akan menjadi masalah jika jumlah dan jam kerja
rencana sebesar 56,28 mm/hari selama periode hujan 2 pompa tersebut tidak mampu mengatasi total debit air
tahun. Intensitas curah hujan yang didapat berdasarkan yang masuk ke front kerja di pit 2. Kapasitas pompa
persamaan mononobe (Pers. 2) sebesar 9,24 mm/jam. diharapkan mampu mengalirkan total debit air yang
Berikut merupakan data yang telah diolah masuk. Kapasitas aktual pompa yang didapatkan
menggunakan perhitungan untuk menentukan jumlah sebesar 0,03 m3/detik atau 1836 m3/hari dengan operasi
debit air yang masuk ke dalam sump A ( Tabel 1). pompa selama 17 jam. Berdasarkan hal ini maka
kebutuhan pompa belum optimal untuk mengatasi debit
Tabel 1. Data perhitungan total debit air pada sump A keseluruhan air yang masuk, karena terdapat sisa air
yang masih tertampung didalam sump setiap harinya
No Keterangan Nilai Satuan sebesar 392,65 m3/hari.
1 Curah Hujan Rencana 56,28 mm/hari
Perencanaan dimensi sump A
2 Intensitas Curah Hujan 9,24 mm/jam
3 Daerah Tangkapan Hujan 183.583,76 m2 Didalam melakukan perencanaan dimensi sump A
untuk menampung air yang masuk maka dihitung
4 Debit Air Limpasan 2.707,99 m3/hari
selisih volume maksimum dari total debit air yang akan
5 Debit Air Tanah 46,66 m3/hari masuk ke dalam sump dikurangi debit aktual
6 Debit Evaporasi 526 m3/hari pemompaan dalam waktu yang sama. Untuk
menghitung kebutuhan sump saat ini digunakan asumsi
Total Debit Air yang bahwa hujan paling maksimal terjadi selama 12 jam
7 2.228,65 m3/hari
Masuk pada hari hujan dimana intensitas hujan adalah 3,72
m/jam. Perkiraan curah hujan rencana sebesar 56,28
8 Kapasitas Sump saat ini 965,625 m3
mm, sehingga didapat total debit air yang akan masuk
9 Kapasitas Pompa Saat Ini 1.836 m3/hari ke dalam sump sebanyak 4024,59 m3 sedangkan pada
waktu yang sama pompa hanya dapat memompakan
debit air sebanyak1296 m3. Maka selisih debit air yang
Total debit air yang masuk pada sump A masuk dan debit air yang dipompakan keluar sump
sebanyak 2728,59 m3. Selisih volume maksimum ini
Total air pada area sump A terdiri dari debit air yang digunakan menjadi patokan sebagai volume
limpasan dan debit air tanah dikurangi debit evaporasi. minimum sump A. Sehingga berdasarkan perhitungan
Perhitungan debit air limpasan menggunakan (Pers.3) rumus abc didapat dimensi sebesar 28 m x 28 m untuk
diperoleh sebesar 2.707,99 m3/hari dengan koefisien dimensi pada permukaan sump, dimensi pada dasar
limpasan 0,52, Intensitas hujan 9,24 mm/jam dan luas sump sebesar 18 m x 18 m, berbentuk trapesium
catchment area 183.583,76 m2. Debit air tanah dengan kemiringan 45°. Berikut adalah perbandingan
berdasarkan pengamatan dan perhitungan dilapangan dimensi sump aktual dan rencana sump A (Tabel 2).
didapat sebesar 46,66 m3/hari. Perhitungan debit
evaporasi menggunakan (Pers.4) diperoleh sebesar 526 Tabel 2. Perbandingan dimensi aktual dan rencana
m3/hari. sump A
Menurut data tersebut diperoleh total debit air sebesar
Dimensi sump A (meter)
2.228,65 m3/hari yang nantinya akan masuk ke dalam Dimensi
sump A dimana sebagian besar debit air berasal dari air Aktual Rencana
limpasan. Air yang akan masuk menuju area pit 2
Panjang permukaan 22 28
nantinya ditampung di sump A, sehingga diperlukan
volume sump A yang optimal untuk dapat menampung Lebar permukaan 20 28
air tersebut. Kapasitas sump A yang optimal adalah
minimum dapat menampung air yang masuk ke front Panjang dasar 19 18
kerja di pit 2 selama satu hari tanpa pompa. Dimensi Lebar dasar 17,5 18
Sump A aktual yang berukuran 965,625 m3 ini tidak
optimal dalam menampung debit total air yang masuk Kedalaman 2,5 5
selama satu hari penuh jika pompa tidak beroperasi,
dimana terdapat air sebanyak 1263,025 m3 yang tidak
dapat tertampung ke dalam sump A dan mengakibatkan Berdasarkan rencana dimensi sump tersebut didapat
overload. volume maksimum rencana sump A (Pers. 5) di area pit

118
Jurnal Pertambangan
[Link] Jurnal Pertambangan Vol.4 No.2 Mei 2020
ISSN 2549-1008

2 PT. Buana Eltra sebesar 2.770 m3 dan jumlah debit dinyatakan masih dapat memenuhui kebutuhan untuk
air yang masuk sebanyak 2.228,65 m3/hari. Dimensi mengatasi air yang masuk ke dalam sump A dan tidak
rencana sump A dapat dilihat seperti Gambar 1. perlu dilakukan penambahan pompa lagi. Dimana jenis
Volume maksimum rencana sump A ini dapat pompa yang digunakan adalah satu unit pompa deeflo
mengatasi overload pada sump A karena air dapat Model DP2500-2 with Skidding Chassis.
sepenuhnya masuk kedalam sump jika pompa tidak
beroperasi selama satu hari. Adapun dimensi rencana Perhitungan total jam kerja dihitung berdasarkan Pers.
sump A yang dibuat menyerupai trapesium menjadi (8). Dengan total debit air yang masuk ke daerah
leih mudah dalam pembuatan dan perawatan sump. tangkapan hujan sebesar 2.228,65 m3/hari berbanding
debit aktual pemompaan sebesar 0,03 m3/detik atau
108 m3/jam, maka jam kerja pompa yang didapat
28 meter sebesar 21 jam/hari. Berikut adalah perbandingan
28 meter antara banyaknya pompa yang digunakan dan jam kerja
pompa rencana dan aktual (Tabel 4).

Tabel 4. Jumlah pompa, jam kerja pompa rencana


dan aktual

5 meter Pompa Jumlah pompa Jam kerja pompa


(jam/hari)
18 meter Aktual Rencana Aktual Rencana
Deeflo DP2500- 1 unit 1 unit 17 21
18 meter
2

Gambar 1. Dimensi rencana sump A


KESIMPULAN

Kebutuhan pompa pada sump A Total debit air yang masuk menuju dalam sump A
sebesar 2.228,65 m3/hari dengan volume aktual sump A
Penentuan kebutuhan jumlah pompa yang akan dipakai adalah sebesar 965,625 m3 dan debit aktual
dengan kondisi area sump A saat ini agar debit total air pemompaan adalah sebesar 1.836 m3/hari. Berdasarkan
yang masuk ke sump dengan debit air yang mampu hal ini maka sump A belum optimal untuk mengatasi
dipompakan dapat seimbang. Total head pompa yang total debit air yang masuk sehingga perlu dilakukan
didapat berdasarkan Pers. (6) sebesar 51,67 m dengan perencanaan ulang dimensi sump A dan kebutuhan
menggunakan rpm 1200. Berikut adalah data total head pompa di pit 2 PT. Buana Eltra.
pompa Deeflo Model DP2500-2 (Tabel 3).
Dimensi rencana sump A yang diperlukan untuk
Tabel 3. Data total head pompa Deeflo Model mengatasi total debit air yang masuk sehingga tidak
DP2500-2 terjadi overload adalah 28 m x 18 m x 5 m dengan
kemiringan sudut 45⁰ dan berbentuk trapesium,
No Pompa Head Keterangan Head Kecepatan sehingga didapat volume tambahan untuk sump A
Spesifikasi Aktual putaran menjadi 2770 m3.
(Meter) (meter) mesin
(Rpm)
Jumlah pompa yang ada masih memenuhi kebutuhan
1 Deeflo 90 Head statis 43 1200
Model untuk menanggulangi total debit air yang masuk yaitu
DP - Head 0,409 1 unit pompa jenis deeflo Model DP2500-2.
kecepatan
2500-
Head loss 8,26 Sedangkan untuk jam kerja pompa perlu dilakukan
2
(Head penambahan menjadi 21 jam/hari.
friction dan
elbow)
Head total 51,67
DAFTAR PUSTAKA
[1] Mayor, C., (2018). Perencanaan Sistem Penyaliran
Tambang Batubara di Pit Serelo Utara PT.
Total debit air yang masuk menuju area pit 2 adalah Bumi Merapi Energi Kabupaten Lahat.
2.228,65 m3/hari dan debit rencana pemompaan Jurnal Universitas Sriwijaya. 2(4): 34-43.
sebesar 108 m3/jam sehingga pompa sekarang

119
Jurnal Pertambangan
[Link] Jurnal Pertambangan Vol.4 No.2 Mei 2020
ISSN 2549-1008

[2] Saputra, M,R., (2014). Kajian Teknis Sistem


Penirisan pada Pit Tambang Batubara PT.
Dizamatra Powerindo Kabupaten Lahat
Provinsi umatera Selatan. Jurnal Ilmu
Teknik, Universitas Sriwijaya.. 2(6) :
[3] Soewarno. (2014). Aplikasi Metode Statistika untuk
Analisis Data Hidrologi. Tanggerang:
Graha Ilmu.
[4] Oktaviantono, A., (2017). Perencanaan Sistem
Penyaliran pada Tambang Terbuka PT.
Bara Prima Mandiri, Desa Malungai
Kecamatan Gunung Bintang Awai
Kabupaten Barito Selatan. Jurnal
Himasapta. 2(3): 61-64.
[5] Endriantho, M dan Ramli, M., (2013). Perencanaan
sistem Penyaliran Tambang Terbuka
Batubara. Makassar: Geosains Universitas
Hasanuddin. 9(1): 29-39.
[6] Gultom, R., (2018). Evaluasi Kapasitas
Pemompaan dalam Sistem Penyaliran
pada Pit 1 Timur Penambangan Banko
Barat PT. Bukit Asam (Persero), TBK,
Tanjung enim, Sumatera selatan. Jurnal
Ilmu Teknik, unversitas Sriwijaya. 2(1): 1-
8.
[7] Hermawan, E. R. (2017).
([Link]
content/uploads/2014/02/Perencanaan-
Drainase-Tambang-Terbuka-Pit-South-
Pinang-PT.-Kaltim-Prima-Coal-
Sangatta-Kalimantan-Timur-Periode-
Tambang-2014-2017-Eko-Rahmadianto-
[Link])
diakses April 2020.
[8] Nani, Y. (2011). BWE Teknologi Penambangan
Continous Mining. Tanjung Enim: PT.
Bukit Asam (Persero) Tbk.
[9] Potter, M.C dan Wiggert, D.C. (2011). Mekanika
Fluida Terjemahan Shaum’s Outline of
Fluid Mechanics. Jakarta: Erlangga.
[10] Saputra, A., (2014). Water Management System
Tambang Pada Pit PT Ulima Nitra Jobsite
PT Manambang Muara Enim. Jurnal Ilmu
Teknik, Universitas Sriwijaya. 2(5).

120

Anda mungkin juga menyukai