LAPORAN PRAKTIKUM
LABORATORIUM TEKNIK TENAGA LISTRIK
ELEKTRONIKA DISKRIT
KAPASITOR
Dosen Pengampu :
Torib Hamzah, [Link]., [Link].
NIP 19670910 200604 1 001
Lusiana, [Link]., [Link].T
NIP 19941116 202012 2 010
Disusun Oleh :
Syavera Awaliyatur Rohmah (P27838022098)
Virginia Inka Benusu (P27838022092)
Wardaya Priya Murti (P27838022094)
Fernando Kaloko ( P27838022098)
Kelompok 1
Kelas Praktikum 1B2
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA
JURUSAN TEKNOLOGI ELEKTRO-MEDIS
TAHUN AJARAN 2022/2023
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kapasitor adalah sebuah benda yang dapat menyimpan muatan listrik. Benda
ini terbuat dari dua pelat konduktor yang dipasang berdekatan satu sama lain tapi tidak
saling bersentuhan. Benda ini dapat menyimpan tenaga listrik dan dapat menyalurkannya
Kembali. Kegunaannya dapat dilihat pada lampu flash dikamera,, juga banyak dipakai pada
papan sirkuit elektrik pada computer maupun pada berbagai alat elektronk.
Latar belakang disusunya laporan ini adalah untuk memenuhi tujuan dari praktikum
yang akan dilakukan. Yaitu untuk mengukur kecepatan jarum yang bergerak saat
melakukan pengisian maupun pengosongan. Dalam praktikum kali ini menggunakan
kapasitor jenis elektronik dan pengukurannya menggunakan multimeter. Multimeter adalah
alat ukur yang paling umum dan sering digunakan dalam dunia elektronika, karena
memiliki beberapa fungsi pengukuran dalam satu alat. Oleh karena itu, menjadi suatu
keharusan bagi mahasiswa elektro untuk memahami dan bisa menggunakan multimeter.
1.2 Batasan masalah
Mahasiswa mampu menghitung kecepatan waktu yang diperlukan saat melakukan
pengisian dan pengosongan. Mampu membaca dan menghitung nilai dari kode warna
gelang kapasitor.
1.3 Rumusan Masalah
1. Apa itu resistor?
2. Apa saja jenis-jenis resistor?
3. Apa yang membedakan kapasitor polar dan non polar?
4. Bgaimana cara membedakan kaki positif dan negatif pada kapasitor?
5. Bagaimana rumus-rumus kapasitor?
1.4 Tujuan
1.4.1 Tujuan Umum
1. Mahasiswa mampu memahami pembacaan kapasitor.
2. Mahasiswa mampu mengenali jenis-jenis dari kapasitor.
3. Mahasiswa mampu mengetahui rumus-rumus kapasitor.
1.4.2 Tujuan Khusus
1. Mahasiswa mampu menjelaskan cara membedakan kaki posistif dan negative
pada kapasitor
2. Mahasiswa mampu menghitung nilai kapasitor.
3. Mahasiswa mampu melihat dan mengamati waktu pengisian dan pengosongan.
4. Mahasiswa mampu menghafal rumus kapasitor seri maupun paralel.
1.5 Manfaat
1.5.1 Manfaat Teoritis
1. Mahasiswa dapat memahami karakteristik dari setiap jenis- jenis kapasitor.
2. Mahasiswa dapat membaca nilai dari suatu kapasitor.
1.5.2 Manfaat Praktis
1. Mahasiswa dapat menghitung nilai resistor dengan melihat kode angka serta kode
huruf pada kapasitor.
2. Mahasiswa dapat menghitung kecepatan pengisian dan pengosongan kapasitor.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Resistor
Kapasitor adalah sebuah benda yang dapat menyimpan muatan listrik. Benda ini
terdiri dari dua pelat konduktor yang dipasang berdekatan satu sama lain tapi tidak sampai
bersentuhan. Benda ini dapat menyimpan tenaga listrik dan dapat menyalurkannya
kembali, kegunaannya dapat kamu temukan seperti pada lampu flash pada camera, juga
banyak dipakai pada papan sirkuit elektrik pada komputer yang kamu pakai maupun pada
berbagai peralatan [Link] [C] gambaran sederhananya terdiri dari dua keping
sejajar yang memiliki luasan [A] dan dipisahkan dengan jarak yang sempit sejauh [d].
Seringkali kedua keping tersebut digulung menjadi silinder dengan sebuah insulator atau
kertas sebagai pemisah kedua keping.
Gambar 2.1 Kapasitor
(Sumber : [Link]
2.2 Fungsi Kapasitor
Fungsi-fungsi kapasitor di dalam rangkaian elektronika diantaranya adalah :
1. Untuk menyimpan arus dan tegangan listrik sementara waktu.
2. Sebagai penyaring atau filter di dalam sebuah rangkaian elektronika, misalnya power
supply atau adaptor.
3. Sebagai isolator atau penahan arus untuk arus DC atau searah.
4. Pengisian dan pengosongan.
2.3 Jenis-Jenis Resistor
Pada umumnya kapasitor dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis, diantaranya
adalah Fixed Capasitor, Variable Capasitor.
2.3.1 Fixed Capasitor
Fixed Capasitir adalah jenis kapasitor yang memiliki nilai kapasitansi yang tetap.
Bentuk dan ukuran kapasitor tetap bermacam-macam antara satu dan lainnya. Berdasarkan
bahan pembuatannya, kapasitor tetap di bagi menjadi beberapa bagian tergantung dari
bahan pembuatnya. Yang tergolong dalam kategori fixed capasitor berdasarkan komposisi
bahan pembuatnya diantaranya adalah :
1. Kapasitor Elektrolit
Kapasitor elektrolit yaitu jenis kapasitor polar yang mempunyai 2 buah kutub
pada kakinya. Kaki yang Panjang adalah kutub positif dan kaki yang pendek atau kaki
yang mempunyai tanda khusus merupakan kaki negatif. pemasangan kapasitor
elektrolit dalam rangkaian elektronika tidak boleh terbalik. Kapasitor elektrolit tidak
boleh terkena panas yang berlebihan saat proses penyolderan, karena bahan elektrolit
yang ada dalam kapasitor bisa mendidih dan membuat kapasitor menjadi rusak.
Gambar 2.2 Kapasitor Elektrolit
(Sumber : [Link]
2. Kapasitor Tantalum
Kapasitor ini terbuat dengan bentuk fisik yang kecil. karena
mempunyai keandalan yang tinggi, kapasitor tantalum memiliki harga yang cukup
mahal.
Gambar 2.3 Kapasitor Tantalum
(Sumber : [Link]
3. Kapasitor Keramik
Kapasitor keramik punya bentuk dan ukuran yang bermacam-macam. Kapasitor
ini cukup stabil, jadi sering dipakai dalam rangkaian elektronika. nilai kapasitansi
kapasitor ini biasanya ditulis dalam kode angka, tapia da juga yang dituliskan langsung
pada badannya memakai angka.
Gambar 2.4 Kapasitor Keramik
(Sumber : [Link]
4. Kapasitor Polyester
Kapasitor plastic sangat popular dalam penggunaannya dalam bidang
elektronika dikenal dengan nama kapasitor polyester. Pada umumnya kapasitor ini
dibuat dengan bentuk yang kecil dan pipih. Kapasitor ini tidak memiliki polaritas, jadi
dalam pemasangannya tidak akan sulit. Pencantuman kapasitansinya biasanya dalam
kode warna.
Gambar 2.5 Kapasitor Polyester
(Sumber : [Link]
5. Kapasitor Film
Kapasitor film dielektrikumnya terbuat dari bahan film. Kapasitansinya ditulis
dengan kode warna berupa gelang dan cara membacanya sama dengan membaca kode
warna.
Gambar 2.6 Kapasitor Film
(Sumber : [Link]
6. Kapasitor Kertas
Kapasitor kertas ini sudah jarang dan hamper tidak dipakai lagi. Dalam
pemasangannya, kapasitor ini tidak akan jadi masalah, karena tidak dilengkapi dengan
polaritas. Besar kapasitansi dari kapasitor jenis ini yaitu sekitar 100 pF sampai 6800
pF.
Gambar 2.7 Kapasitor Kertas
(Sumber : [Link]
7. Kapasitor Mika
Kapasitor mika yaitu komponen generasi pertama dan masih banyak sekali
dipakai, karena keandalannya tinggi dan punya sifat yang stabil dan toleransinya
rendah. Pemakaian dari kapasitor jenis ini yaitu rangkaian yang berhubungan dengan
frekuensi tinggi. Besar kapasitansinya sekitar 50 sampai 10.000 μF.
Gambar 2.8 Kapasitor Mika
(Sumber : [Link]
2.3.2 Variable Kapasitor
Variable kapasitor adalah jenis kapasitor yang nilai kapasitansinya dapat
berubah dan diatur sesuai dengan keinginan. Pada umumnya Variable kapasitor
terbagi menjadi Varco, Kapasitor Trimmer, dan Kapasitor Aktif atau CDS.
[Link] Kapasitor Variabel (Varco)
Kapasitor variable yaitu jenis kapasitor yang lebih besar dibandingkan
dengan kapasitor tetap. Sesuai dengan bentuk fisiknya maka kapasitor variable
memiliki kapasitansi yang besar. Kapasitor ini dibuat pada generasi pertama.
Kapasitor variable banyak dipakai di rangkaian-rangkaian yang besar. Kapasitas
variable banyak dipakai di rangkaian-rangkaian yang besar. Kapasitas dari
kapasitor jenis ini sekitar 1 μF sampai 500 μF.
Gambar 2.8 Varco
(Sumber : [Link]
[Link] Kapasitor Trimmer
Kapasitor trimmer yaitu kapasitor variable yang sudah dikembangkan dari
kapasitor variable sebelumnya yaitu punya ukuran yang kecil. Jadi, dengan
ukuran yang kecil kapasitor ini sangat cocok dipasang dalam rangkaian-
rangkaian modern sekarang ini. Kapasitor trimmer dilengkapi dengan preset
yaitu alat yang dipakai untuk mengatur besaran kapasitansi. Pengaturannya bisa
dilakukan menggunakan obeng. Kapasitor variabel jenis ini memakai bahan
bahab dielektrikum yaitu mika atau plastic. Besaran kapasitansi dari kapasitor
jenis ini sekitar 5 sampai 30 μF
Gambar 2.9 Trimmer
(Sumber : [Link]
[Link] Kapasitor Aktif atau CDS
Komponen kapasitor sekarang ini sudah dikembangkan
jenis kapasitor yang bersifat aktif. Artinya komponen kapasitor tersebut akan
aktif mengalirkan muatan apabila terkena cahaya, baik cahaya matahari atau
sumber cahaya lainnya. Komponen ini banyak sekali dipakai sebagai sensor pada
rangkaian lampu taman atau rangkaian alarm atau fungsinya sebagai saklar
otomatis.
Gambar 2.10 CDS
( Sumber : [Link]
2.4 Nilai Warna dan Kapasitansi Kapasitor
Kapasitansi didefinisikan sebagai kemampuan dari suatu kapasitor untuk dapat
menampung muatan elektron atau besaran untuk mengukur jumlah muatan yang tersimpan
dalam kapasitor . Coulombs pada abad 18 menghitung bahwa 1 coulomb = 6.25 x
1018elektron. Kemudian Michael Faraday membuat postulat bahwa sebuah kapasitor akan
memiliki kapasitansi sebesar 1 farad jika dengan tegangan 1 volt dapat memuat muatan
elektron sebanyak 1 coulombs. Dengan rumus dapat ditulis :
Q = muatan elektron dalam C (coulombs)
C = nilai kapasitansi dalam F (farad)
V = besar tegangan dalam V (volt)
Dalam praktek pembuatan kapasitor, kapasitansi dihitung dengan mengetahui luas
area plat metal (A), jarak (t) antara kedua plat metal (tebal dielektrik) dan konstanta (k)
bahan dielektrik. Dengan rumus dapat di tulis sebagai beriku
Dari rumus diatas, dapat kita lihat bahwa besar kecilnya kapasitansi suatu
komponenkapasitor tergantung kepada konstanta dielektrikumnya serta luas bidang bahan
dielektrikum yang digunkan. Berikut adalah tabel contoh konstanta (k) dari beberapa bahan
dielektrik yang disederhanakan.
Untuk rangkaian elektronik praktis, satuan farad adalah sangat besar sekali.
Umumnya kapasitor yang ada di pasaran memiliki satuan : μF, nF dan pF
1. 1 Farad = 1.000.000 μF (mikro Farad)
2. 1 μF = 1.000.000 pF (piko Farad)
3. 1 μF = 1.000 nF (nano Farad)
4. 1 nF = 1.000 pF (piko Farad)
5. 1 pF = 1.000 μμF (mikro-mikro Farad)
6. 1 μF = 10 -6 F
7. 1 nF = 10-9 F
8. 1 pF = 10-12 F
Konversi satuan penting diketahui untuk memudahkan membaca besaran sebuah
kapasitor. Misalnya 0.047μF dapat juga dibaca sebagai 47nF, atau contoh lain 0.1nF sama
dengan 100pF. Kondensator diidentikkan mempunyai dua kaki dan dua kutub yaitu positif
dan negatif serta memiliki cairan elektrolit dan biasanya berbentuk tabung.
Sedangkan jenis yang satunya lagi kebanyakan nilai kapasitasnya lebih rendah, tidak
mempunyai kutub positif atau negatif pada kakinya, kebanyakan berbentuk bulat pipih
berwarna coklat, merah, hijau dan lainnya seperti tablet atau kancing baju yang sering
disebut kapasitor (capacitor).
Pada kapasitor yang berukuran besar, nilai kapasitansi umumnya ditulis dengan
angka yang jelas. Lengkap dengan nilai tegangan maksimum dan polaritasnya. Misalnya
pada kapasitor elco dengan jelas tertulis kapasitansinya sebesar 100μF25v yang artinya
kapasitor/ kondensator tersebut memiliki nilai kapasitansi 100 μF dengan tegangan kerja
maksimal yang diperbolehkan sebesar 25 volt.
Kapasitor yang ukuran fisiknya kecil biasanya hanya bertuliskan 2 (dua) atau 3 (tiga)
angka saja. Jika hanya ada dua angka, satuannya adalah pF (pico farads). Sebagai contoh,
kapasitor yang bertuliskan dua angka 47, maka kapasitansi kapasitor tersebut adalah 47 pF.
Jika ada 3 digit, angka pertama dan kedua menunjukkan nilai nominal, sedangkan angka
ke-3 adalah faktor pengali. Faktor pengali sesuai dengan angka nominalnya, berturut-turut
1 = 10, 2 = 100, 3 = 1.000, 4 = 10.000, 5 = 100.000 dan seterusnya. Untuk kapasitor
polyester nilai kapasitansinya bisa diketahui berdasarkan warna seperti pada resistor.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Alat dan Bahan
1. Kapasitor
2. Project board
3. Power Supply
4. Multimeter
5. Solder
6. Timah
3.2 Langkah Percobaan
1. Siapkan alat dan Bahan.
2. Hitung nilai capasitor dan catat pada tabel pengamatan.
3. Rangkai capasitor sesuai petunjuk pada modul ( seri atau paralel ).
4. berikan Tegangan 5 volt pada rangkaian.
5. hitung besar capasitansi totl dan ukur tegangan pada masing-masing capasitor.
6. Ukur berapa waktu yang dibutuhkan untuk pengisian dan pengosongan kapasitor.
7. Untuk mengukur Pengisian kapasitor, lakukan seperti yang ada pada gambar.
8. Sedangkan untuk pengosongan kapasitor lepaskan rangkaian dari power supply.
Kemudian hubungkan menjadi rangkaian tertutup.
3.3 Tabel Pengamatan
3.3.1 Tabel Pengamatan I
Nilai Baca
Angka Kode
NO.
Kapasitor/Kondensator pf nF µF F
470 pF 47 x 10-3 nF 47 x 10-5 µF 47 x 10-
1. 471 11
F
220.000 pf 220 nF 22 x 10-2 22 x 10-5
2. 224 µF F
1000 Pf 1 nF 1 x 10-3 1 x 10-5
3. 102 µF F
47 pf 47 x 10-3 nF 47 x 10-6 µF 47 x 10-
4. 47 12
F
33.000 Pf 33 nF 33 x 10-3 µF 33 x 10-
5. 333 6F
68 Pf 68 x 10-3 68 x 10-6 µF 68 x 10-
6. 68 11
F
Tabel 3.1 Tabel satuan kapasitor
3.3.2 Tabel Pengaamatan II
Gambar
NO Ctotal F µF nF pF
Rangkaian
1 1/Cs = 1/3+1/6 2 x 10-6 2 µF 2x103 2x106
1/Cs = 2/6+1/6 F nF pF
1/Cs = 3/6
Cs = 6/3
Cs = 2 µF
2 1/ 16x10-9 157x10-6 0,175 157 pF
Cs=1/82+1/22+1/10 F µF nF
1/
Cs=220/18.040+820
/18.040+1.804/18.04
0
1/Cs=2844/18.040
Cs = 0,157 nF
3 Cp= 10+100 11 x 10-8 11x10-2 110 11x104
Cp= 110 nF F µF nF pF
4 1/Cs=1/100+1/50 133x10- 1333x10-4 133,3 133.30
1/Cs=1/100+2/100 10
µF nF 0 pF
1/Cs=3/100 F
Cs = 33,3
Ctot= 33,3+100
Ctot= 133,3 nF
5 Cp=22+2,2 218x10-7 218x10-4 2170 217x10
Cp=24,2 F µF nF 3
pF
1/
Ctot=1/220+1/24,2
1/Ctot
=11/2420+100/2420
=111/2420
Ctot= 2420/111
Ctot= 21,8 µF
Tabel 3.2 Tabel Perhitungan Rangkaian Seri, Paralel, dan Seri Paralel
3.3.3 Tabel Pengamatan III
T ukur
T T
No Vs Resistor C Total
pengisian pengosongan
1 5 V 100 k 100 µF 14,25 s 28,91 s
2 5V 1k 100 µF 2.14 s 03,07 s
3 12 V 10 k 100 µF 2,57 s 02,05 s
4 12 V 39 k 100 µF 14,24 s 21,37 s
5 12 V 400 k 100 µF 44,64 s 01,27 s
Tabel 3.3 Tabel Waktu Pengisian dan Pengosongan
BAB VI
ANALISIS DAN KESIMPULAN
4.1 Analisis
Dari data tabel pengamatan praktikum 1 diatas menunjukan angka kapasitor yang diubah
nilainya menjadi satuan kapasitor dari satuan yang terkecil yaitu pikoFarad, nanoFarad,
mikroFarad, miliFarad, Farad. Yang setiap naik maupun turun satu satuan yaitu dibagi dan
dikalikan 1000. Untuk tabel pengamatan 2 menunjukan gambar rangkaian seri dan paralel
kapasitor yang hasil totalnya diubah ke satuan kapasitor juga. Untuk tabel pengamatan 3
menunjukan tabel pengukuran waktu pengisian dan pengosongan kapasitor. Yang cara pengisian
tabelnya yaitu merangkai rangkaian kapasitor dengan bantuan resistor dan power supply untuk
mengukur waktu pengisian dan pengosongan nya.
4.2 Kesimpulan
Kapasitor atau kondensator adalah komponen elektronika yang berfungsi sebagai
penyimpan muatan listrik sementara atau dengan jangka waktu tertentu. Kapasitor ada 2 jenis
yaitu kapasitor polar dan nonpolar. Kapasitor nonpolar yaitu kapasitor yang memiliki polaritas
kutub positif (+) dan kutub negatif (-).
Sedangkan kapasitor nonpolar adalah jenis kapasitor dimana bahan dielektriknya terbuat
dari keramik, film dan mika. Kapasitor jenis ini biasanya digunakan untuk rangkaian dengan
frekuensi yang tinggi. Berdasarkan kapasitansinya kapasitor dibagi menjadi dua yaitu fixed
kapasitor dan variable kapasitor. Kapasitor fixed atau kapasitor nilai tetap yaitu jenis kapasitor
yang nilainya konstan atau tidak akan berubah-ubah. Sedangkan kapasitor variabel yaitu salah
satu jenis kapasitor yang nilai kapasitansinya bisa diatur atau berubah-ubah.
Dari praktikum yang sudah dilakukan, kami dapat menyimpulkan bahwa saat melakukan
proses menghitung kecepatan waktu pengisian dan pengosongan kita harus teliti. Hal tersebut
dikarenakan kecepatan jarum jam yang bergerak tergantung dari besar atau kecil nilai
hambatannya. Jika nilai R semakin besar, maka waktu yang dibutuhkan untuk pengisian
kapasitor semakin lambat. Sebaliknya, jika nilai R semakin kecil, maka waktub yang dibutuhkan
untuk pengisian semakin cepat.
4.3 Pertanyaan
1. Jelaskan perbedaan kapasitor polar dan non polar ?
Jawab :
- Kapasitor Polar adalah kapasitor yang kedua kutubnya mempunyai polaritas positif dan
negatif, biasanya kapasitor Polar bahan dielektriknya terbuat dari elketrolit dan biasanya
kapasitor ini mempnyai nilai kapasitansi yang besar dibandingkan dengan kapasitor yang
menggunakan bahan dielektrik kertas atau mika atau [Link] pada gambar di bawah.
- Kapasitor Non Polar adalah kapasitor yang yang pada kutubnya tidak mempunyai polaritas
artinya pada kutup kutupnya dapat dipakai secara berbalik. biasanya kapasitor ini mempunyai
nilai kapasitansi yang kecil dan bahan dielektriknya terbuat dari keramik, mika dll.
2. Faktor-faktor apakah yang menentukan kapasitansi kapasitor?
Jawab :
1. Luas penampang keping sejajar
2. Jarak antar keping
3. Bahan dielektrikum antara kedua keping
4. Bahan pembuat keping
3. Jika nilai R semakin kecil maka waktu yang dibutuhkan untuk pengisian kapasitor semakin?
Jawab :
Bila nilai Resistansi ( R ) kecil, maka arus akan lebih mudah mengalir sehingga proses pengisian
muatan listrik pada Kapasitor pun akan semakin cepat. Sebaliknya, semakin besar nilai
Resistansinya, semakin lambat waktu pengisiannya.
4. Jika nilai R semakin besar maka waktu yang dibutuhkan untuk pengisian kapasitor semakin?
Jawab :
Semakin besar nilai Resistansinya, semakin lambat waktu pengisiannya.
5. Apakah tegangan sumber menentukan lama waktu pengisian kapasitor? Jawab : Iya, karena
saat saklar (S) ditutup maka akan ada arus mengalir dari sumber tegangan (Vin) menuju ke
kapasitor. Besarnya arus ini tidak tetap karena adanya bahan dielektrik pada kapasitor. Arus
pengisian akan menurun atau makin kecil seiring dengan meningkatnya jumlah muatan pada
kapasitor, sedangkan tegangan kapasitor makin besar. dimana Vc≈Vin saat i=0.
6. Apakah waktu yang diperlukan untuk mengisi dan membuang muatan pada kapasitor sama?
Jawab :
Tidak sama, untuk pengisian perlu menghubungkan langsung kapasitor ke sumber tegangan,
maka waktu yang diperlupan untuk mengisi kapasitor hampir nol. Bergitu saklar di-ON maka
muatan dari baterai langsung mengalir ke pelat kapasitor dan dalam waktu sekejap kapasitor
penuh. Dan untuk pembuangan, kapasitor yang sudah berisi muatan dapat diskongkan dengan
menyambungkan langsng dua kaki. Tetapi ini mudah merusak kapasitor karena arus yang
dihasilkan sangat tinggi.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Studio Belajar, September 2018, “Pengertian, Macam-macam dan Rumus Kapasitor”,
Mei 2019, [Online]. Available : [Link]
[Accessed : 09 Agustus 2022].
[2] Dickson Kho, "Rangkaian seri dan paralel," Juni 2014 [Online]. Available :
[Link] [Accessed 09 Agustus 2022].
[3] Dickson Kho, "Jenis Jenis kapasitor " [Online]. Available:
[Link]
[Accessed 09 Agustus 2022].
[4] Modul Teori Teknik Tenaga Listrik.
LAMPIRAN
FOTO PRAKTIKUM
GAMBAR KETERANGAN
Proses pengisi
Proses pengosongan
Pengecekan baik tidaknya kapasitor