0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
269 tayangan9 halaman

Struktur dan Jenis Bunga dalam Biologi

Dokumen tersebut memberikan informasi mengenai bagian-bagian bunga dan klasifikasi bunga berdasarkan beberapa kriteria seperti kelengkapan bagian, tata letak, jumlah, simetri, dan lainnya. Bunga dibedakan menjadi bunga sempurna, tidak sempurna, jantan, betina, dan banci. Ada juga klasifikasi bunga majemuk, berdasarkan susunan dan jenis bunganya.

Diunggah oleh

Farid Amrulloh
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
269 tayangan9 halaman

Struktur dan Jenis Bunga dalam Biologi

Dokumen tersebut memberikan informasi mengenai bagian-bagian bunga dan klasifikasi bunga berdasarkan beberapa kriteria seperti kelengkapan bagian, tata letak, jumlah, simetri, dan lainnya. Bunga dibedakan menjadi bunga sempurna, tidak sempurna, jantan, betina, dan banci. Ada juga klasifikasi bunga majemuk, berdasarkan susunan dan jenis bunganya.

Diunggah oleh

Farid Amrulloh
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

A.

Bunga
Bagian-bagian bunga (142)
Bunga pada umumnya memiliki bagian-bagian sebagai berikut:
1. Tangkai bunga, bagian yang bersifat batang, sering kali terdapat daun-daun peralihan.
2. Dasar bunga, bagian ujung tangkaiyang melebar dengan ruas-ruas sangat pendek,
sehingga daun-daun yang telah mengalami metamorfosis menjadi bagian-bagian
bunga yang duduk rapat satu sama lain.
3. Hiasan bunga, penjelmaan daun berbentuk lembaran dengan tulang atau urat-urat
yang masih jelas. Hiasan daun terdiri dari kelopak dan mahkota.
4. Kelamin bunga, terdiri dari :
a. Benang sari, metamorfosis daun yang membentuk serbuk sari dan tangkai sari.
b. Putik, metamorfosis daun yang membentuk bakal buah.
Berdasarkan kelengkapan bagian-bagian bunga, bunga dibedakan menjadi bunga
sempurna dan bunga tidak sempurna. Berdasarkan kelengkapan kelamin bunga, bunga
dibedakan menjadi bunga jantan, bunga betina, dan bunga banci.

1. Bunga berdasarkan Tata Letak


Berdasarkan tata letak, bunga dibedakan sebagai berikut.
a. Bunga yang bagian-bagiannya tersusun menurut garis spiral. Bunga cempaka
(Michelia champaca, L.)
b. Bunga yang bagian-bagiannya tersusun dalam lingkaran. Bunga bakung (Solanum
melongena, L.)
c. Bunga yang sebagian tersusun di dalam lingkaran dan sebagian lainnya tersusun
menurut garis spiral. Bunga sirsak (Anona muricata, L.)

2. Bunga berdasarkan Jumlah Bunga


Berdasarkan jumlah bunga, bunga dibedakan menjadi bunga tunggal yang ditemukan
pada bunga coklat (Zephyranthus rosea Lin) dan bunga majemuk yang ditemukan
pada tumbuhan pada umumnya. Ragam bunga majemuk dibedakan dalam tiga
golongan sebagai berikut.
a. Bunga majemuk tak terbatas
Bunga majemuk dengan ibu tangkai tidak bercabang, sehingga bunga
terdapat pada ibu tangkai langsung.
1) Tandan, bunga bertangkai nyata dan duduk pada ibu tangkai. Misalnya, bunga
merak (Caesalpinea pulcherrima, L)
2) Bulir, Bunga tidak bertangkai. Misalnya, bunga jarong (Stachytarpheta
jamaicensis, L)
3) Untai, seperti bulir, tetapi ibu tangkai hanya mendukung bunga-bunga
berkelamin tunggal,dan runtuh seluruhnya. Misalnya, sirih (Piper betle, L)
4) Tongkol, seperti bulir, tetapi ibu tangkai besar, tebal,dan sering kali,
berdaging. Misalnya, jagung (Zea mays, L)
5) Bunga payung, ujung ibu tangkai mengeluarkan cabang-cabang yang sama
panjang dan masing-masing cabang memiliki daun pelindung pada pangkal
daun yang sama tinggi letaknya. Misalnya, daun kaki kuda (Centella asiatica,
L)
6) Bunga cawan, ujung ibu tangkai melebar dan merata, sehingga mencapai
bentuk seperti cawan. Misalnya, bunga matahari (Helianthus annuus, L)
7) Bunga bongkol, seperti bunga cawan, tetapi tanpa daun-daun pembalut dan
ujung tangkai biasanya membengkak, sehingga berbentuk seperti bola.
Misalnya, lamtoro (Leucaena glauca, Benth)
8) Bunga periuk, terdiri dari dua bentuk. Pertama, ujung ibu tangkai menebal,
berdaging,mempunyai bentuk seperti gada, bunga-bunganya terdapat pada
keseluruhan bagian yang menebal, sehingga berbentuk bulat atau silinder.
Misalnya, nangka (Artocarpus integra, Merr). Kedua, ujung ibu tangkai
menebal, berdaging, membentuk badan menyerupai periuk, dan bunga-
bunganya terdapat dalam periuk. Misalnya awar-awar (Ficus septica, Burm)
Bunga majemuk dengan ibu tangkai bercabang, dan cabangnya dapat
bercabang-cabang lagi, sehingga bunga tidak terdapat pada ibu tangkai.
1) Malai, ibu tangkai membentuk percabangan monopodial, demikian pula pada
cabangnya, sehingga suatu malaidapat disamakan dengan tandan majemuk.
Misalnya, bunga mangga (Mangifera indica, L.)
2) Malai rata, masing-masing cabang memiliki sifat yang seakan-akan semua
bunga terdapat suatu bidang datar atau agak melengkung. Misalnya, bunga
soka (Ixora grandiflora, [Link] Mor.)
3) Bunga payung majemuk, bunga paying yang bersusun. Misalnya, wortel
(Daucus carota, L)
4) Bunga tongkol majemuk, masing-masing cabang memiliki susunan bunga
seperti tongkol. Misalnya kelapa (Cocos nucifera, L)
5) Bulir majemuk, masing-masing cabang mendukung bunga-bunga dengan
susunan seperti bulir. Misalnya, jagung bunga jantan (Zea mays, L)
b. Bunga majemuk terbatas
1) Anak payung menggarpu,
2) Bunga tangga
3) Bunga sekrup
4) Bunga sabit
5) Bunga kipas
c. Bunga majemuk campuran, campuran antara sifat-sifat bunga majemuk terbatas
dan tidak terbatas. Misalnya, bunga soka (Ixora paludosa Kurz), keseluruhan
merupakan malai rata, tetapi bagian-bagiannya berupa anak payung menggarpu.
Bunga kenari (Canarium commune L.) mempunyai susunan seperti malai, tetapi
ujungnya sekrup.
d. Lain-lain tipe bunga majemuk,
1) Gubahan semu,
2) Lembing,
3) Tukal,
4) Berkas,

3. Bunga berdasarkan Susunan Bunga


Susunan bagian-bagian penyusun bunga dibedakan sebagai berikut:
a. Terpencar, tersebar. Misalnya, bunga cempaka (Michelia champaca, L)
b. Berkarang, masing-masing bagian bunga tersusun dalam satu lingkaran, baik
berseling atau saling berhadapan. Misalnya, bunga terung (Solanum melongena,
L)
c. Campuran, sebagian bunga tersusun berkarang, bagian bunga lainnya tersusun
tersebar. Misalnya, bunga sirsat (Annona muricata, L)

4. Bunga berdasarkan Simetri Bunga


Bunga dikatakan simetri saat suatu garis bidang simetri membagi menjadi dua bagian,
sedemikian rupa, seperti cerminan antara bagian satu dengan lainnya, sehingga kedua
bagian saling dapat menutupi. Berdasarkan simetri, bunga dibedakan sebagai berikut:
a. Asimetris, tidak dapat dibuat satu bidang simetri dengan jalan apapun. Misalnya,
bunga tasbih (Canna hybrida, Hort.)
b. Setangkup tunggal (Zigomorf), hanya dapat dibuat satu bidang simetri. Misalnya,
bunga telang (Clitoria ternatea, L)
c. Setangkup dua bagian, dapat dibuat dua bidang simetri yang tegak lurus satu sama
lain. Misalnya, bunga lobak (Raphanus sativus, L)
d. Bersimetri banyak (Aktinomorf), dapat dibuat banyak bidang simetris. Misalnya,
bunga lilia gereja (Lilium longiflorum, Thunb.)

5. Bunga berdasarkan Letak Daun dalam Kuncup


Kondisi daun-daun dalam kuncup dibedakan sebagai berikut:
a. Pelipatan
1) Rata
2) Terlipat ke dalam arah adaxial sepanjang ibu tulang daun
3) Terlipat sepanjang tulang-tulang cabang
4) Terlipat tidak beraturan
5) Tergulung ke dalam menurut poros bujur
6) Tergulung ke luar menurut poros bujur
7) Tergulung ke suatu arah menurut poros bujur
8) Tergulung ke dalam menurut poros lintang
9) Tergulung ke luar menurut poros lintang
10) Terlipat ke bawah dan ke dalam
11) Terlipat menurut poros lintang keluar

b. Letak daun-daun kelopak dan mahkota terhadap sesamanya


1) Terbuka
2) Berkatup
3) Berkatup dengan tepi melipat ke dalam
4) Berkatup dengan tepi melipat ke luar
5) Menyirap

6. Bunga berdasarkan Dasar Bunga


Berdasarkan fungsi, dasar bunga dibedakan sebagai berikut:
a. Pendukung mahkota bunga (antofor), bagian dasar bunga menjadi tempat melekat
mahkota bunga. Misalnya, bunga anyelir (Dianthus caryophyllus, L)
b. Pendukung benang sari (androfor), bagian dasar bunga menjadi tempat melekat
benang sari. Misalnya, bunga maman (Gynandropsis pentaphylla, D.C.)
c. Pendukung putik (ginofor), bagian dasar bunga menjadi tempat melekat putik.
Misalnya, bunga cempaka (Michelia champaca, L)
d. Pendukung benang sari dan putik (androginofor) bagian dasar bunga menjadi
tempat melekat benang sari dan putik. Misalnya, buah markisa (Passiflora
quadragularis, L)
e. Cakram, bagian diatas dasar bunga terdapat semacam bantalan berbentuk cakram
sering kali memiliki kalenjar madu. Misalnya, bunga jeruk (Citrus sp)

Berdasarkan bentuk, dasar bunga dibedakan sebagai berikut:


a. Rata,
b. Menyerupai kerucut,
c. Seperti cawan,
d. Bentuk mangkuk,

Berdasarkan sifat, dasar bunga dibedakan sebagai berikut:


a. Hipogin, jika hiasan bunga tertanam pada bagian dasar bunga lebih rendah
daripada tempat duduk putik. Misalnya, bunga johar (Cassia siamea, Lmk)
b. Perigin, jika letak hiasan bunga tertanam pada bagian dasar bunga sama atau
sedikit lebih tinggi daripada tempat duduk putik. Misalnya, bunga bungur
(Lagerstomia speciosa, Pers)
c. Epigin, dasar bunga berbentuk mangkuk dengan bakal buah yang tenggelam,
sehingga seringkali seakan-akan hiasan bunga duduk di bagian atas bakal buah.
Misalnya, bunga daun kaki kuda (Centella asiatica, Urban)

7. Bunga berdasarkan Kelopak


Berdasarkan susunan bagian-bagian kelopak pada bunga dibedakan sebagai berikut:
a. Berlekatan, berlekatan hanya bagian bawah daun-daun kelopak saja, bagian atas
ujung kelopak tetap bebas. Berdasarkan banyak sedikitnya bagian yang
berlekatan, dibedakan menjadi kelopak berbagi (sebagian kecil daun kelopak yang
berlekatan), bercangap (setengah daun kelopak berlekatan), dan berlekuk (lebih
dari setengah bagian daun kelopak berlekatan).
b. Berlepasan, jika daun-daun kelopak yang satu dengan yang lain benar-benar
terpisah-pisah, sama sekali tidak berlekatan.

8. Bunga berdasarkan Mahkota Bunga


Berdasarkan susunan bagian-bagian mahkota pada bunga dibedakan sebagai berikut:
c. Berlekatan, berlekatan hanya bagian bawah daun-daun mahkota saja, bagian atas
ujung mahkota tetap bebas. Mahkota bunga berlekatan dibedakan menjadi 3
bagian, tabung, pinggiran mahkota, dan leher mahkota.
d. Berlepasan, jika daun-daun mahkota yang satu dengan yang lain benar-benar
terpisah-pisah, sama sekali tidak berlekatan. Mahkota bunga berlepasan
dibedakan menjadi kuku daun mahkota dan helaian daun mahkota.
Mahkota bunga beraturan (aktinomorf) memiliki beberapa bentuk, diantaranya:
a. Bentuk bintang pada bunga lombok (Capsicum anuum, L)
b. Bentuk tabung pada bunga matahari (Helianthus annuus, L)
c. Bentuk terompet pada bunga jantan papaya (Carica papaya, L)
d. Bentuk corong pada bunga kecubung (Datura metel, L)
e. Bentuk lonceng pada bunga ketela rambat (Ipomoea batatas, Poir).
Mahkota bunga bersimetri satu (zigomorf) memiliki bentuk mahkota bunga khas,
diantaranya:
a. Bertaji, mahkota bunga menyerupai taji kaki ayam jantan. Misalnya, bunga larat
(Dendrobium phalaeonopsis, Fitzg)
b. Berbibir, mahkota bunga menyerupai bibir. Misalnya, bunga kemangi (Oscimum
basilicum, L)
c. Berbentuk kupu-kupu, seperti pada bunga kacang tanah (Arachis hypogaea, L)
d. Bertopeng, seperti berbibir, namun bibir bagian bawah melengkung ke atas
menutupi lubang buluh mahkota. Misalnya, bunga mulut singa (Anthirrhinum
majus, L)
e. Berbentuk pita, bagian bawah mahkota berbentuk tabung kecil dengan bagian atas
berbentuk pita. Misalnya, bunga matahari (Helianthus annuus, L)

9. Bunga berdasarkan Tenda Bunga


Beberapa jenis tumbuhan memiliki hiasan bunga yang tidak bisa dibedakan antara
kelopak dan mahkota disebut tenda bunga (perigonium). Berdasarkan bentuk dan
warna, tenda bunga dibedakan menyerupai kelopak, seperti pada bunga jenis palm
dan menyerupai mahkota, seperti pada bunga famili Orchidaceae, Liliaceae,
Amaryllidaceae, dan Iridaceae. Susunan tenda bunga dibedakan menjadi 2 yaitu,
tenda bunga berlekatan seperti pada bunga lili (Lilium longiflorum, Thunb) dan tenda
bunga berlepasan seperti pada kembang sungsang (Gloriosa superba, L).

10. Bunga berdasarkan Benang Sari


Bagian-bagian benang sari adalah sebagai berikut:
a. Tangkai sari (filamentum).
Berdasarkan perlekatan benang sari dibedakan sebagai berikut:
1) Benang sari berbekas satu, yaitu jika semua tangkai sari pada satu bunga
berlekatan menjadi satu. Misalnya, bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis, L)
2) Benang sari berbekas dua, yaitu jika benang sari terbagi menjadi dua
kelompok dengan tangkai yang berlekatan dalam masing-masing kelompok.
Misalnya, bunga kupu-kupu (Papilionaceae)
3) Benang sari berbekas banyak, yaitu jika dalam suatu bunga yang mempunyai
banyak benang sari, tangkai sarinya tersusun menjadi beberapa kelompok atau
berkas. Misalnya, bunga kapok (Ceiba pentandra, Gaertn.)
b. Kepala sari (anthera).
Berdasarkan duduk kepala sari pada tangkai, dibedakan sebagai berikut:
1) Tegak, yaitu jika kepala sari dengan tangkainya memperlihatkan batas yang
jelas dan kepala sari bersambungan pada pangkalnya dengan tangkai sari dan
sambungan ini tidak memberikan kemungkinan gerak bagi kepala sari.
2) Menempel, yaitu jika tangkai sari pada ujungnya beralih menjadi penghubung
ruang sari atau kepala sari sepanjang penghubung ruang sarinya
menempelpada ujung tangkai sari.
3) Bergoyang, yaitu jika kepala sari melekat pada suatu titik pada ujung tangkai
sari sehingga kepala sari dapat digerak-gerakkan atau bergoyang.

Berdasarkan cara keluar serbuk sari dari ruang sari, kepala sari dibedakan sebagai
berikut:

1) Dengan celah membujur menghadap ke dalam. Misalnya, bunga matahari


(Helianthus annuus, L)
2) Dengan celah membujur menghadap ke luar. Misalnya, bunga semprit
(Belamcanda chinensis, L)
3) Dengan celah membujur menghadap ke samping. Misalnya, bunga begonia
4) Dengan celah melintang. Misalnya pada famili Euphorbiaceae
5) Dengan sebuah liang pada ujung atau pangkal kepala sari. Misalnya pada
kentang (Solanum tuberosum, L)
6) Dengan kelep atau katup yang berjumlah satu atau lebih. Misalnya, keningar
(Cinamomum zeylanicum, Breyn)
c. Penghubung ruang sari (connectivum), identic berukuran kecil hingga seringkali
tidak begitu jelas, namun ada pula kalanya kelihatan jelas lebar,hingga kedua
ruang sari agak berjauhan satu sama lain. Misalnya, bunga biduri (Calotropis
gigantea, Dryand, L)

11. Bunga berdasarkan Putik


12. Bunga berdasarkan Kalenjar madu (nectarium)

Perbungaan dan Penyerbukan


Diagram bunga (206)
Rumus Bunga (211)

Anda mungkin juga menyukai