Desain Media Sosial Haluan Riau Grup
Desain Media Sosial Haluan Riau Grup
Febrelly Sabatini
NIM: 190604010
Febrelly Sabatini
Nim : 190604010
iv
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN .......................................................................... ii
KATA PENGANTAR ...................................................................................... iv
DAFTAR ISI .................................................................................................... v
DAFTAR TABEL ............................................................................................ vi
DAFTAR GAMBAR ........................................................................................ vii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang pelaksanaan magang Industri FKIP UMRI ................... 1
B. Deskripsi tentang Perusahaan/Industri Tempat Pelaksanaan
Magang Industri ..................................................................................... 2
C. Perencanaan kegiatan magang industri di perusahaan/industri .............. 8
D. Pelaksanaan kegiatan magang industri serta hambatan-hambatan
yang ditemui dan penyelesaiannya......................................................... 9
BAB II DESAIN DAN LAYOUT MEDIA SOSIAL DI HALUAN RIAU
GRUP
A. Aspek-aspek Teoritis .............................................................................. 16
B. Proses PengerjaanProduksi .................................................................... 20
C. Pembahasan/Ulasan................................................................................ 21
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ........................................................................................... 23
B. Saran ..................................................................................................... 23
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 25
LAMPIRAN
v
DAFTAR TABEL
vi
DAFTAR GAMBAR
vii
BAB I
PENDAHULUAN
1
2
Haluan Riau Grup berpusat di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Perusahaan ini
berkedudukan di Jln. Tuanku Tambusai No. 7 Pekanbaru. Terbit sejak 1 Agustus
2000. Pada hari kamis tanggal 21 Agustus 2000 resmi berdirinya PT Inti Kharisma
3
Manadiri Riau (IKMR) berdasarkan Akta Notaris No. 20, yang bernama Eddy
Sumantri, SH di Pekanbaru. Para pendiri yaitu:
a. Tuan Haji Basrizal
b. Tuan Tatang Istiawan Witjaksono
c. Ny. Hajjah Mukhniarti Basrizal
d. Tuan Eddy Zahar Koto
Seiring dengan berjalannya waktu, Harian Umum Riau Mandiri pun berubah
nama menjadi Harian Umum Haluan Riau. Hal ini di sebabkan karena, terjadinya
pembelian saham oleh Pimpinan Umum Riau Mandiri yaitu H. Basrizal Koto,
terhadap perusahaan Sumbar Mandiri yang sebelumnya sudah sempat terdiam,
sehingga H. Basrizal Koto memiliki tiga perusahaan yang sama-sama bergerak di
bidang penjualan koran, dan ia berinisiatif untuk menggabungkan nama ketiga
perusahaan tersebut menjadi satu kesatuan, di mana ketiga perusahaan tersebut
adalah:
a. Sumbar Mandiri yang berubah menjadi Haluan.
b. Riau Mandiri yang berubah menjadi Haluan Riau.
c. Sejori Mandiri yang berubah menjadi Haluan Kepri.
Harian Umum Riau Mandiri menjadi Harian Umum Haluan Riau, dimana
pergantian ini terkait dengan diakuisisinya keberadaan koran haluan yang merupakan
satu dari Sembilan media tertua di Indonesia yang keberadaannya tercatat di Museum
Leiden Di Belanda. Dan sejak enam dekade terakhir menjadi yang terbesar dikawasan
Sumatera Tengah. Haluan Riau terbit setiap hari 16 halaman dengan Spesifikasi,
Gagasan (Beranda Redaksi), Hukrim, Riau Bisnis Politik, Zona Pekan, Olahraga,
Internasional dan juga halaman khusus daerah per-Kabupaten atau Kota yang ada di
Riau. Adapun untuk oplah nya Haluan Riau saat ini mencapai 15.000 eksempler per
hari. Perindustrian koran pun telah menyebar di seluruh Provinsi Riau, mulai dari
Pekanbaru, Siak, Bengkalis, Pelalawan, Dumai, Kuantan Singingi, Kampar, Inhil,
Inhu, Rohul, Rohil, Mearanti, dan Jakarta. Koran Harian Umum Riau mempunyai
percetakan sendiri dengan nama PT. Inti Kharisma Mandiri Riau (IKMR) dengan
4
Merk solna dan terdaftar sebagai anggota serikat penerbit surat kabar (SPS) dengan
No.308/2002/06/A/2002. Haluan Riau telah disertifikasi oleh Dewan Pers dengan
No..87/DP-Terverifikasi/K/X/2017.
Pada tahun 2019 [Link] resmi berdiri sendiri sebagai media online
sebagai media online dibawah PT. Haluan Riau Media Siber yang merupakan bagian
dari Haluan Media Group. [Link] dibuat untuk memenuhi kecepatan dan
kemudahan masyarakat untuk bisa mengakses informasi terbaru. [Link] memiliki
jaringan terluas di Riau dengan memiliki wartawan dan koresponden tersebar di
seluruh Kabupaten atau Kota di Riau, Sumatera Barat dan Jakarta. Sebagai media
daerah [Link] tetap intensif dalam pemberitaan daerah meliputi berita
kabupaten dan kota seluruh provinsi Riau. selain itu [Link] juga menyajikan
berita Nasional maupun Internasional.
Beberapa bagian utama di Haluan Riau Pekanbaru sebagai perusahaan pers
antara lain bagian produksi sebagai bidang yang memiliki sumber daya aset dan
pengelolaan anggaran terbesar dalam operasional perusahaan dituntut untuk terus
meningkatkan produktivitasnya, serta mendorong penciptaan peluang usaha. Selain
itu ada Reporter yang bertugas mencari berita, mengumpulkan bahan tulisan yang
menarik dan enak dibaca. Adapun bagian Redaksi tidak kalah penting karena
bertanggung jawab terhadap semua isi penerbitan. Sedangkan bagian Pencetak
bertugas untuk mencetak penerbitan.
2. Visi
Mengkomunikasikan persoalan-persoalan politik, sosial, ekonomi, hukum dan
budaya kepada masyarakat Riau melalui bacaan yang sehat optimis dan tanpa
prasangka. Membangun komunitas mandiri untuk meningkatkan kesejahteraan dan
martabat masyarakat dan rakyat Riau yang berbudaya. Dan merupakan salah satu
Media yang bisa menjadi pedoman bagi masyarakat untuk memajukan daerah Riau
ke depan.
5
3. Misi
a. Menjadikan Haluan Riau sebagai media yang independen untuk semua kalangan
b. Menjadi nilai tambah untuk membangun masyarakat Riau yang cerdas
c. Menjadi media yang mengedepankan inspirasi masyarakat terhadap pemerintah
d. Menjadi satu-satunya media pedoman Riau kedepan
e. Menciptakan lapangan pekerjaan
f. Meningkatkan minat baca masyarakat
g. Membangun kemandirian masyarakat dan daerah
4. Tujuan
Menciptakan media lokal yang memiliki daya saing tinggi dengan
pengelolaan yang efisien dan efektif di tengah euphoria penerbitan pers di Indonesia,
khususnya di Riau.
Redaktur
1. Edwar Pasaribu : Koordinator Liputan
2. Renny Rahayu : Redaktur Ekonomi dan Kerjasama
3. Edhar Darlis : Redaktur
4. Erma Srimelyati : Redaktur
5. Shinta S : Redaktur
Reporter
1. Nurmadi : Reporter
2. Dodi Ferdian : Reporter
6
3. Suherman : Reporter
4. Andika : Reporter
Keuangan
1. Netu Okta Fera : Koordinator Keuangan
2. Widya Ayuni : Kasir
3. Jon Pendri : Staf Keuangan dan Piutang
4. Hendrik Panca Abdi : Staf Penagihan
Sekretaris
1. Asma Ul Husna : Sekretaris Redaksi
Sirkulasi
1. Syafari : Manager Sirkulasi
2. Agus salim Harahap : Staf Sirkulasi
Iklan
1. Alek Sander Hek : Manager Iklan
2. Liza Fauziah : Staf Iklan
3. Tengku Afrizal : Design Iklan dan Lay Out
Cetak
1. Junaidi Koto : Koordinator Cetak
2. Ramalius : Repro
3. Vince : Staf Adm Cetak
4. Hamzah : Operator
5. Zulpadly : Operator
6. Syahriatul Akmal : Operator
7. Hendro Prasetyo : Operator
8. Widho Afriananda : Operator
9. R. Andhika : Operator
10. Anton : Packing
Kepala Perwakilan
1. Ramli Agus : Kaper Inhil 7. Supendi : Kaper Pelalawan
2. Eka Buana Putra : Kaper Inhu 8. Ari Amrizal : Kaper Kampar
3. : Kaper Rohil 9. Usman Malik : Kaper Bengkalis
4. Agustian Lubis : Kaper Rohul 10. : Dumai
5. Hendra Wandi : Kaper Kuansing 11. : Meranti
6. Effendi : Siak
8
organisasi FKHMEI
wilayah III
Minggu ke-4 • Mahasiswa • Mahasiswa dapat • Pembimbing
Senin, 28 diberikan tugas lebih lapangan
Maret – menulis tentang meningkatkan memberikan
Kamis, 7 mahasiswa kreativitas menulis evaluasi
April 2022) UMRI yang dan berkomunikasi terhadap
akan dalam menghadapi perkembangan
melaksanakan lawan bicara mahasiswa
uji baca al- • Mahasiswa selama satu
quran bagi mendapatkan bulan di
mahasiswa evaluasi terhadap Haluan Riau
semester 3,5&7 apa yang pernah Grup.
• Mahasiswa dilakukan selama
diberikan tugas magang di Haluan
menulis tentang Riau Grup dan
Badan berguna untuk
Legislatif perkebangan
Mahasiswa mahasiswa dalam
(BLM) Fakultas dunia kerja.
Ekonomi dan
Bisnis UMRI
yang akan
melaksanakan
seminar dan
kuliah umum di
awal semester
genap
14
• Mahasiswa
diberikan tugas
menulis tentang
pembukaan
bazar ramadhan
1443 hijriyah
IKMR Provinsi
Riau
• Mahasiswa
diberikan tugas
menulis tentang
kisah inspiratif
dari masyarakat
yang terkena
dampak
pandemi Covid-
19
• Evaluasi kinerja
selama kegitan
magang.
menyusun teks berita merupakan hal baru bagi penulis sehingga menjadi tantangan
yang harus dipelajari.
Selain menulis berita, mencari atau menemukan topik untuk dijadikan sebuah
teks berita juga tidak mudah. Menemukan dan mencari sumber dan narasumber yang
akurat sehingga data yang akan ditulis adalah data yang valid dan merupakan data
sebenarnya. Akan tetapi sebelum terjun langsung ke lapangan untuk melaksanakan
tugas, penulis sudah diberi arahan dan ilmu dari pembimbing lapangan di tempat
magang. Sehingga dapat mengurangi tantangan yang penulis hadapi.
Hambatan mahasiswa dalam pelaksanaan magang yang penulis hadapi adalah
sulitnya melakukan konfirmasi langsung apabila terdapat sebuah berita. Tidak semua
narasumber terkait dalam topik yang diangkat mau memberikan informasi sehingga
hal tersebut menjadi hambatan bagi penulis dalam menulis sebuah teks berita yang
valid.
Selain itu kurangnnya keahlian penulis dalam menggunakan teknik 5 W 1 H
membuat penulis sulit menanggapi jawaban atau memberi pertanyaan kepada
narasumber. Namun sebelum terjun ke lapangan pembimbing lapangan sudah terlebih
dahulu mengajarkan dan mengarahkan bagaimana penempatan kalimat pertanyaan
yang baik dan benar saat wawancara bersama narasumber.
BAB II
DESAIN DAN LAYOUT MEDIA SOSIAL DI HALUAN RIAU
A. Aspek-Aspek Teoritis
1. Desain Layout
Secara bahasa adalah tata letak. Secara lebih spesifik layout adalah suatu
kegitan menyusun, mengatur dan memadukan unsur komunikasi grafis (teks,
gambar, table dan lain-lain) menjadi komunikasi visual yang komunikatif, estetik
dan menarik (Hendratman, 85). Harus diperhtikan adalah kata estetik, artinya
disini seorang layouter harus tetap memegang kaidah serta norma-norma yang
berlaku, sehingga pesan yang disampaikan akan secara jelas terserap dn diterima
oleh si penerima dengan jelas dan baik. Oleh sebab itu fungsi layout sendiri
haruslah terbaca, tersusun, identitas produk dan jelas.
Menurut Tom Lincy dalam bukunya yang berjudul Design Principle for
Desktop Publishing dalam jurnal Rangga Galura Gumelar, ada 5 prinsip layout
yang baik yaitu: Poporsi, Keseibangan, Kontras, Irama dan Kesatuan.
a. Proporsi: Kesesuaian antara ukuran halaman dengan isinya. Biasanya dalam
dunia layoutyang paling populer adalah ukurran letter, 8,5 x 11.
16
17
17
18
c. Warna: disadari atau tidak seorang pelangan akan merespon apa yang dia
lihat (di tampilan monitornya) pada level psikologis. Seorang desainer
grafis yang baik, haruslah bisa membuat dan meletakkan elemen-elemen
untuk menggoda, menyenangan dan memuaskan para pelanggan. Dan
tujuannya tidak akan berhenti saja pada si pelanggan, tapi seorang
pelanggan yang senang, kemungkinan besar akan merespon terhadap apa
yang menjadi tujuan dari desain tersebut.
d. Foto (Gambar): merupakan kekuatan terbesar sebagai penekan suatu
berita baik di media surat kabar ataupun majalah. Bahkan menurut
penelitian sekolah jurnalisme di Amerika Serikat bahwa orang lebih
tertarik kepada foto berwarna dibandingkan dengan warna hita putih.
Foto berwarna lebih mendapatkan perhatian 20% dibandingkan dengan
foto hitam putih.
Tujuan dan manfaat utama layout adalah membuat tampilan menjadi
komunikatif dan juga mendukung penataan elemen gambar dan teks dalam
desain. Hal ini akan membantu pengguna maupun audiens dalam menangkap
informasi yang disajikan. Menurut Freddy Adiono Basuki (2000), fungsi Layout
adalah untuk mencapai keharmonisan, nilai estetis, ekonomis, dan komunikatif.
Berikut ini tujuan layout secara umum:
a. Membuat elemen gambar dan teks tampak komunikatif.
b. Memudahkan audiens dan pembaca dalam menangkap informasi desain.
c. Penataan ruang dan isi desain menjadi terkonsep secara harmonis.
2. Media Sosial
a. Definisi Media Sosial
Van Dijk dalam Nasrullah (2015) menyatakan bahwa media sosial adalah
platform media yang memfokuskan pada eksistensi pengguna yang
memfasilitasi mereka dalam beraktifitas maupun berkolaborasi. Karena itu
media social dapat dilihat sebagai medium (fasilitator) online yang
menguatkan hubungan antar pengguna sekaligus sebuah ikatan sosial.
19
Meike dan Young dalam Nasrullah (2015) mengartikan kata media sosial
sebagai konvergensi antara komunikasi personal dalam arti saling berbagi
diantara individu (to be share one-to-one) dan media publik untuk berbagi
kepada siapa saja tanpa ada kekhususan individu.
Menurut Boyd dalam Nasrullah (2015) media sosial sebagai kumpulan
perangkat lunak yang memungkinkan individu maupun komunitas untuk
berkumpul, berbagi, berkomunikasi, dan dalam kasus tertentu saling
berkolaborasi atau bermain. Media sosial memiliki kekuatan pada user-
generated content (UGC) dimana konten dihasilkan oleh pengguna, bukan
oleh editor sebagaimana di instansi media massa.
Pada intinya, dengan sosial media dapat dilakukan berbagai aktifitas dua
arah dalam berbagai bentuk pertukaran, kolaborasi, dan saling berkenalan
dalam bentuk tulisan, visual maupun audiovisual. Sosial media diawali dari
tiga hal, yaitu Sharing, Collaborating dan Connecting (Puntoadi, 2011).
3) Arsip (Archive)
Bagi pengguna media sosial, arsip menjadi sebuah karakter yang
menjelaskan bahwa informasi telah tersimpan dan bias diakses
kapanpun dan melalui perangkat apapun.
4) Interaksi (Interactivity)
Media sosial membentuk jaringan antar pengguna yang tidak sekedar
memperluas hubungan pertemanan atau pengikut (follower) semata,
tetapi harus dibangun dengan interaksi antar pengguna tersebut.
5) Simulasi Sosial (simulation of society)
Media sosial memiliki karakter sebagai medium berlangsungnya
masyarakat (society) di dunia virtual. Media sosial memiliki keunikan
dan pola yang dalam banyak kasus berbeda dan tidak dijumpai dalam
tatanan masyarakat yang real.
6) Konten oleh pengguna (user-generated content)
Di Media sosial konten sepenuhnya milik dan berdasarkan kontribusi
pengguna atau pemilik akun. UGC merupakan relasi simbiosis dalam
budaya media baru yang memberikan kesempatan dan keleluasaan
pengguna untuk berpartisipasi. Hal ini berbeda dengan media lama
(tradisional) dimana khalayaknya sebatas menjadi objek atau sasaran
yang pasif dalam distribusi pesan.
B. Proses Pengerjaan/Produksi
1. Proses Desain
Langkah-langkah dalam proses desain antara lain:
a. Langkah pertama dalam pemmbuatan sebuah desain adalah menentukan ide
pokok/ gagasan/ konsep, agar desain yang dibuat tidaklah asal-asalan dan lebih
terarah.
b. Berikutnya ialah pengumpulan materi atau bahan dalam membuat desain, setelah
menentukan sebuah konsep, sehingga penulis sebagai seorang
21
C. Pembahasan/Ulasan
Kegiatan magang di Haluan Riau Grup berlangsung selama kurang lebih satu
bulan. Kegiatan magang dilakukan selama 5 hari dalam seminggu. Selama kegiatan
dilaksanakan penulis banyak mendapat ilmu-ilmu yang tidak dipelajari di program
studi atau Universitas. Selain itu penulis juga mendapat pengalaman serta rekan-
rekan kerja yang selalu membantu apabila penulis mendapat kesulitan dalam praktik
magang.
Dalam pembuatan desain layout surat kabar atau media online dalam
perusahaan media lebih dominan menggunakan aplikasi Adobe InDesign. Salah satu
keunggulan Adobe InDesign adalah aplikasi tersebut bisa membuat layout desain apa
saja, untuk dokumen satu halaman maupun banyak. Sama seperti Microsoft Word,
terdapat opsi untuk membuat kolom (jika ingin membuat majalah dan semacamnya).
Tetapi pada praktek lapangannya hal ini tidak dilakukan.
Fakta di lapangan tidak menggunakan aplikasi InDesign tetapi aplikasi
Photoshop. Photoshop mempunyai kelemahan yaitu sangat tergantung pada jumlah
resolusi yang biasanya ditentukan dengan satuan dpi. Namun Photoshop memberi
kreasi visual yang lebih baik dalam dunia seni digital. Seperti membuat poster untuk
film, pembuatan text effect, pengeditan foto, digital painting dan lain-lain. Pada
praktik lapangan pengeditan atau pembuatan desain layout ini tidak hanya berpatok
pada satu aplikasi edit saja, akan tetapi bisa menggunakan aplikasi apa saja yang
berkaitan dengan desain misalnya Canva dan PageMaker.
Desain layout dibuat setiap hari sesuai jadwal produksi surat kabar di Haluan
Riau Grup. Jadwal rutin untuk mengumpulkan hasil desain adalah saat pukul 4 sore,
dimana semua bahan keperluan dikumpulkan untuk nantinya di cetak menjadi suatu
surat kabar yang utuh sebagai luaran dari media cetak.
Berbeda dengan media online, proses desainnya tidak memiliki jadwal tetap.
Setiap ada kabar atau berita terbaru maka disaat itulah desain layout untuk media
online dibuat. Dengan kata lain ada berita maka akan langsung ada proses pengeditan.
23
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berbagai tugas yang dikejakan penulis selama kegiatan magang dilakukan
dengan menerapkan ilmu yang telah didapatkan selama menutut ilmu di Program
Studi Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika Universitas Muhammadiyah Riau.
Proses wawancara bersama masyarakat mengajarkan penulis untuk memahami
berbagai karakter seseorang, tentunya hal ini sangat berguna bagi penulis nanti ketika
belajar ataupun mengajar di kelas ketika sudah menjadi sarjana.
Banyak pengalaman baru yang penulis peroleh selama satu bulan kegiatan
magang industri. Beberapa diantanya yaitu:
1. Cara beradaptasi dengan lingkungan baru, sebagai mahasiswa ketika dihadapkan
dengan dunia kerja maka akan ada rasa canggung karena belum punya pengalaman
dalam bidang tersebut. Dalam kegiatan magang maka penulis bisa belajar
beradaptasi di lingkugan kerja dengan jangka waktu satu bulan.
2. Public speaking, proses wawancara bersama masyarakat mengajarkan penulis
untuk memahami berbagai karakter seseorang, tentunya hal ini sangat berguna
bagi penulis nanti ketika belajar di kelas ataupun mengajar ketika sudah menjadi
Sarjana.
3. Menghargai waktu, bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang media tentunya
harus memiliki deadline untuk dapat memproduksi surat kabar setiap hari,
sehingga disiplin waktu sangat dibutuhkan.
B. Saran
Saran penulis untuk kegiatan magang hendakanya diberikan jangka waktu
yang lebih lama lagi, karena dengan waktu yang hanya satu bulan tersebut penulis
sebagai salah satu peserta magang FKIP UMRI tidak totalitas dalam menuntut ilmu
24
di tempat magang. Selain itu mahasiswa magang juga butuh penyesuaian terlebih daluhu
dengan lingkungan baru.
Untuk pelaksanaan kegiatan magang akan lebih baik jika pihak Program Studi yang
menentukan tempat atau perusahaan untuk mahasiswa yang mengikuti kegiatan magang
industri. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir mahasiswa magang di perusahaan yang tidak
sesuai dengan jurusan.
Haluan Riau Grup merupakan salah satu perusahaan media cetak terbesar di kota
Pekanbaru, hendakknya sarana dan prasarana yang digunakan didalamnya lebih dilengkapi,
sehingga mengurangi hambatan dan tantangan yang mahasiswa ataupun karyawan lain dalam
melaksanakan tugasnya. Selain itu, kuota untuk mahasiswa magang perlu ditambah lagi dan
di tempatkan pada bidang yang berbeda bagi setiap mahasiswa.
25
DAFTAR PUSTAKA
Basuki, Freddy Ardiono (2000). Komunikasi Grafis untuk Sekolah Menengah Kejuruan
Bidang Keahlian Seni Rupa dan Kriya, Jakarta: Pusat Pembukuan Departemen
Pendidikan Nasional.
Gumelar, Rangga Galura (2014). Layout Majalah Sebagai Sebuah Cerminan Identitas
Pembaca Studi Kasus Layout Majalah Cosmopolitan dan Aneka Yes, Jakarta:
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Hendratman, Hendi (2008). Computer Graphics Design, Bandung: Informatika. Bandung.
Nasrullah, Rulli. 2015. Media Sosial; Persfektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi.
Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Puntoadi, Danis. 2011. Menciptakan Penjualan Melalui Social Media. Jakarta: Elex Media
Komputindo.
LAMPIRAN
1. Dokumentasi Magang
2. Surat Izin Magang
3. Surat Balasan Magang
4. Catatan Konsultasi Laporan dengan Supervisor
5. Catatan Konsultasi Laporan dengan Dosen Pembimbing