RAHASIA
KOMANDO DAERAH MILITER XII/TANJUNGPURA
BADAN PEMBINA MINVETCAD
PROSEDUR TETAP
NOMOR : R/132/PROTAP/VI/2022
Tentang
PENANGGULANGAN BAHAYA ANGIN RIBUT
I. PENDAHULUAN
1. Umum.
a. Bahaya Angin ribut adalah suatu bentuk bencana alam yang
diakibatkan oleh kondisi Alam itu sendiri berupa perubahan pancaroba.
b. Dengan melihat bahaya Angin ribut yang ditimbulkan oleh kondisi
alam maka setiap anggota Babinminvetcaddam XII/Tanjungpura wajib
waspada terhadap adanya angin ribut yang datangnya sewaktu-waktu .
2. Maksud danTujuan.
a. Maksud. Prosedur tetap ini dibuat sebagai pedoman dalam
melaksanakan tindakan awal apabila terjadi bahaya angin ribut baik di
satuan maupun dilingkungan masyarakat yang ada di sekitar satuan.
b. Tujuan. Agar seluruh anggota mengerti tentang tindakan yang
akan dilaksanakan apabila terjadi bahaya angin ribut.
3. Ruang Lingkup dan Tata Urut. Ruang Lingkup Prosedur Tetap ini
meliputi tindakan penanggulangan dan rehabilitasi yang dilakukan terhadap
bahaya angin ribut/puting beliung dengan tata urut sebagai berikut :
a. Pendahuluan.
b. Ketentuan Umum.
c. Pengorganisasian.
d. Prosedur Tindakan Penanggulangan
e. Komando dan pengendalian.
f. Penutup.
4. Dasar.
a. Surat Telegram Pangdam XII/Tpr nomor ST/590/2022 tanggal 31
Mei 2022 tentang jumlah standar minimal protap yang harus dimiliki
Satuan jajaran Kodam XII/Tpr; dan
b. Program kerja dan Anggaran Babinminvetcaddam XII/Tpr TA.2022.
RAHASIA
RAHASIA
2
II. KETENTUAN UMUM
5. Umum.
a. Bencana alam merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian
intensif, karena pada umumnya setiap kejadian bencana alam dapat
mengakibatkan kerugian harta benda dan prasarana bahkan korban jiwa.
Bencana alam dapat ditimbulkan oleh alam sekitarnya baik yang
disebabkan oleh proses alamiah maupun oleh perbuatan atau kelalaian
manusia.
b. Kalau diperhatikan dari Geografis Kalimantan Barat paling dominan
musim penghujan yang disertai angin kencang dan Petir, hal ini tentunya
sangat memungkinkan terjadinya bahaya Angin ribut/putting beliung yang
dapat menimbulkan kerusakan pada bangunan/perumahan serta Harta
benda bahkan korban jiwa, oleh karena itu untuk mengurangi kerugian
akibat angin ribut/putting beliung selalu meningkatkan kewaspadaan bila
hujan yang disetai angin kencang dan petir.
6. Bentuk Obyek Penanggulangan.
a. Manusia
b. Harta Benda
c. Sarana dan Prasarana
d. Dokumen
7. Bentuk-Bentuk Ancaman Terhadap Obyak Pengamanan.
a. Manusia. Pada setiap kejadian bencana baik itu diakibatkan
oleh Alam maupun manusia sering menimbulakan korban jiwa oleh
karena itu setiap ada kejadian bencana yang menjadi fokus pengamanan
pertama adalah penyelamatan terhadap masyarakat yang terkenan
bencana kemudian harta benda..
b. Harta Benda dan Dokumen. Harta benda dan dokumen
masyarakat yang tertimpa bencana rawan terhadap pencurian oleh orang
yang tidak bertanggungjawab, oleh karena itu perlua adanya pengamanan
agar harta benda dan dokumen berharga milik masyarakat yang terkena
musibah dapat terjaga dengan aman.
c. Sarana dan Prasarana. Sarana prasarana yang ada disekitar
daerah bencana perlu adanya pengamanan agar pelaksanaan
pengamanan dan pengungsian terhadap korban yang terkena musibah
dapat berjalan lancer.
III. PENGORGANISASIAN
8. Umum. Untuk menghadapi dan mengatasi bahaya Angin
Ribut/Puting Beliung yang mungkin timbul/terjadi di daerah kesatrian dan
sekitarnya perlu disiapkan adanya suatu organisasi serta petunjuk -
petunjuk cara mengatasi dan menanggulangi bahaya angin ribut/puting
beliung baik dalam jam kerja maupun diluar jam kerja.
RAHASIA
RAHASIA
3
9. Organisasi
c. Struktur Organisasi.
KOMANDO
PENGAMANAN PENYINGKIRAN BANTUAN
d. Susunan Personel.
1) Kelompok Komando.
a) Kababinminvetcaddam XII/Tanjungpura.
b) Sekretaris Kababinminvetcaddam XII/Tanjungpura.
2) Kelompok pengaman. Terdiri dari anggota seksi Pengaman
dibantu oleh Provost dibawah pimpinan Kabag Minvet.
3) Kelompok penyingkir. Terdiri dari Staf Pok Tuud
Babinminvetcad, Staf Ren, Staf Pok Tuud Kanminvetcad, Staf
Urcad Kanminvetcad dibawah pimpinan Kasiren Babinminvetcad.
4) Kelompokbantuan.
a) Kelompok pencatat/dokumen. Terdiri dari Staf Min, Staf
Log di bawah pimpinan Kasimin Babinminvetcad.
b) Kelompok kesehatan. Terdiri dari Puskermas dan
anggota Kesdam XII/Tanjungpura.
c) Kelompok penanggulangan. Terdiri dari Staf Bag
Mincad, Staf Bag Minvet, Staf Bag Regring, Staf Ur Vet
Kanmin, Staf Ur RegringKanmin di bawah pimpinan
Kakanminvetcad XII/24 Ptk.
10. Tugas dan Tanggung Jawab.
a. Kelompok Komando.
1) Tugas Kelompok Komando adalah mengkoordinir semua
kelompok, agar kelompok-kelompok dapat melaksanakan tugasnya
sesuai dengan fungsinya masing-masing.
2) Kelompok Komando bertanggung jawab kepada Komando
Atas mengenai kecepatan, ketepatan serta keamanan dalam
penanggulangan bahaya angin ribut/puting beliung di
Kesatrian/satuan dan daerah sekitarnya.
RAHASIA
RAHASIA
4
3) Melaporkan kekomando atas baik tertulis maupun lisan
pada kesempatan pertama.
b. Kelompok pengaman.
1) Bertanggung jawab terhadap keamanan dilingkungan yang
terkena bencana.
2) Memeriksa orang yang mencurigakan disekitar tempat
kejadian bencana.
3) Turut serta membantu dan koordinasi dengan instansi
terkait yang ada saat itu berada disekitar kejadian bencana.
4) Mencegah kemungkinan hilangnya barang barang atau
terjadinya pencurian ditempat kejadian bencana.
5) Melarang orang yang tidak dikenal memasuki daerah yang
terkena bencana.
c. Kelompok penyingkir
1) Menyingkirkan dan menyelamatkan barang barang terutama
barang berharga dokumen/surat surat penting dll ketempat yang
lebih aman.
2) Membantu mengevaluasi korban dan mengirimkan ke Dinas
Kesehatan terdekat.
3) Menyiapkan alat tandu untuk membantu PPPK sementara.
d. Kelompok Bantuan.
1) Membantu kelompok yang membutuhkan dan menyalurkan
kebelakang ketempat yang aman.
2) Koordinasi dengan instasi terkait guna menunjang
kelancaran tugas.
3) Turut serta membantu dan mengatur masyarakat yang ada
dilokasi bencana.
4) Membantu kesehatan lapangan bila diperlukan.
5) Membuat tenda
6) Menyiapkan dapurumum.
e. Disamping kelompok-kelompok diatas, adapula Dinas Pekerjaan
Umum, Dinas Kesehatan Kota Pontianak yang apabila diperlukan dapat
diminta bantuan menurut prosedur yang berlaku.
IV. PROSEDUR TINDAKAN PENANGGULANGAN
11. Pada waktu jam kerja.
a. Setelah mendengar lonceng bahaya angin ribut/puting beliung
semua anggota (TNI dan Sipil) segera keluar meninggalkan tempat
kerja /kegiatan masing-masing untuk keluar dari ruangan hal itu untuk
menjaga jangan sampai terkena reruntuhan bangunan.
RAHASIA
RAHASIA
5
b. Setelah angin ribut selesai maka masing-masing kelompok
melaksanak penanggulangan sesuai dengan tugas masing-masing antara
lain :
1) Kelompok Komando
a) Menyiapkan/membagi alat/pralatan yang diperlukan.
b) Memberikan bantuan tenaga kepada kelompok yang
masih membutuhkan.
c) Menyiapkan kendaraan-kendaraan bila diperlukan.
2) Kelompok penyingkir
a) Menyingkirkan dan menyelamatkan barang-barang,
terutama barng-barang berharga, dokumen/surat-surat
penting dan lain-lain.
b) Menyimpan barang-barang tersebut ditempat yang
aman yang telah ditentukan pimpinan
3) Kelompok pengaman
a) Memisahkan daerah atau sebagian instalasi yang
runtuh akibat angin rebut dari daerah lainnya yang tidak
runtuh.
b) Apabila perlu membongkar sekitar tempat reruntuhan
untuk mencegah menjalarnya ketempat lain.
c) Menjaga ketertiban dan keamanan daerah yang
terkena bencana dan sekitarnya.
d) Melarang dan menahan orang yang tidak dikenal
atau mencurigakan memasuki daerah bencana, yang diduga
mempunyai maksud tertentu yang tidak baik.
e) Mencegah kemungkinan hilangnya barang-barang
atau terjadinya pencurian ditempat bencana dan sekitarnya.
4) Piket Babinminvetcaddam XII/Tpr apabila melihat adanya
anginribut, maka segera mematikan listrik guna mencegah
terjadinya bahaya kebakaran.
5) Kelompok bantuan (Dinas PU, DinasKesKota Pontianak).
Memberikan bantuan untuk pembenahan dengan menggunakan
peralatan yang diperlukan.
6) Provost mengadakan pengawasan keluar yang lebih ketat,
semua pintu masuk yang tidak penting ditutup menurut
pertimbangan terhadap keadaan yang dihadapi.
12. Diluar jam kerja
a. Pada waktu Dinas Piket Babinminvetcaddam XII/Tpr
melihat/mendengar/mengetahui adanya bahaya angin ribut, segera
membunyikan tanda bahaya dan segera melaporkan kepada
KababinminvetcaddamXII/Tpr/Sekretaris serta menghubungi personel
yang berada di luar pangkalan untuk mengatasi bencana alam angin rebut
tersebut sesuai denganfungsi masing-masing.
RAHASIA
RAHASIA
6
b. Anggota yang berada disekitar Babinminvetcaddam XII/Tpr
c. Mendengar tanda bahaya angin ribut/putting beliung harus segera
menuju ke MaBabinminvetcaddam XII/Tpr untuk memberikan bantuan.
d. Seksi Pam segera mengambil tindakan memperkuat
penjagaan/pengawasan menurut pertimbangan keadaan yang dihadapi.
e. Anggota yang bertempat tinggal diluar Pangkalan setelah
mendengar atau mengetahui kejadian tersebut segera ketempat kejadian
untuk mengatasi bahaya angin ribut.
f. Petugas Piket mematikan Handel/saklar listrik dengan posisi OFF.
g. Masing-masing kelompok melaksanakan tugas dan tanggung
jawabnya, setelah datang ke MaBabinminvetcaddam XII/Tpr langsung
melaksanakan tugasnya.
13. Tanda bahaya. Tanda bahaya angin ribut/putting beliung berupa
pukulan lonceng, tiupan sangkakala, sirinedan lain-lain, disamping teriakan-
teriakan sesuai dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Tanda adanya bahaya angin ribut
a) Dengan pukulan lonceng empat kali pukulan
terus-menerus selamakurang lebih tiga menit contoh :
0000…..0000…..0000 dan seterusnya.
b) Bunyi sirine selama setengah menit terputus-
putus.
b. Tanda aman
a) Dengan pukulan lonceng satu kali pukulan terus-menerus
selama kurang lebih tiga menit contoh : 0…..0…..0 dan
seterusnya.
b) Dengan bunyi serine selama 1 menit sesuai dengan
ketentuan.
V. KOMANDO DAN PERHUBUNGAN
14. Perhubungan.
a. Sentral TRO Kodam XII/Tpr : (0561) 732070.
b. Posko utama Siaga Kodam XII/Tpr : (0561) 732585
c. Dinas kebakaran Pontianak : (0561)7081234
d. PLN Pontianak : (0561) 734120
e. Kodim 1207/KdyPtk : (0561) 734481
f. Polwiltabes Pontianak : (0561) 734900
g. Kababinminvetcad : (0561) 746180
h Piket Babinminvetcad : (0561) 734356
15. Komando.
a. Kababinminvetcaddam XII/Tpr selaku ketua.
b. Sekretaris selaku wakil ketua I.
RAHASIA
RAHASIA
7
c. Kabag Minvet selaku wakil ketua II.
d. Kasiren.
VI. PENUTUP
16. Demikian Prosedur Tetap penanggulangan bahaya angin ribut/putting
beliung ini di buat untuk digunakan sebagai pedoman seluruh personil dan
unsure Pimpinan di Satuan Babinminvetcad dalam upaya penanggulangan
bahaya angin ribut/puting beliung. Hal-hal yang belum tercantum dalam
Prosedur Tetap ini akan disampaikan secara parsil/disesuaikan keadaan di
lapangan.
Dibuat di Pontianak
Pada tanggal 06 Juni 2022
Kepala Babinminvetcaddam XII/Tpr
Asep Supriyanto, S.I.P.
Kolonel Inf NRP 11950036350970
RAHASIA
RAHASIA
8
KOMANDO DAERAH MILITER XII/TANJUNGPURA
BADAN PEMBINA MINVETCAD
PROSEDUR TETAP
NOMOR : R/132/PROTAP/VI/2022
Tentang
PENANGGULANGAN BAHAYA ANGIN RIBUT
RAHASIA
RAHASIA
9
Pontianak, 06 Juni 2022
RAHASIA