0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
43 tayangan24 halaman

Model Pembelajaran Nested dan Sequenced

Model Nested dan Model Squenced merupakan model pembelajaran terpadu yang memadukan beberapa aspek dalam pembelajaran. Model Nested memfokuskan pada penyatuan konsep, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, dan keterampilan mengorganisir dalam satu kesatuan pembelajaran. Sedangkan Model Squenced menekankan pada pengaturan ulang urutan topik antar mata pelajaran agar memiliki kesamaan konsep yang diajarkan secara b

Diunggah oleh

Arifah Hidayani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
43 tayangan24 halaman

Model Pembelajaran Nested dan Sequenced

Model Nested dan Model Squenced merupakan model pembelajaran terpadu yang memadukan beberapa aspek dalam pembelajaran. Model Nested memfokuskan pada penyatuan konsep, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, dan keterampilan mengorganisir dalam satu kesatuan pembelajaran. Sedangkan Model Squenced menekankan pada pengaturan ulang urutan topik antar mata pelajaran agar memiliki kesamaan konsep yang diajarkan secara b

Diunggah oleh

Arifah Hidayani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Model Nested

dan Model
Squenced
Kelompok 2

1. Meike Mertian Fanista ( 06091281924014)


2. Rismala Dewi ( 06091181924003)
3. Syarifa Annisa ( 06091281924024)
Model Nested

1. Pengertian Model Nested


2. Bentuk Model Nested
3. Karakteristik
4. Langkah - Langkah
5. Kelebihan
6. Kelemahan
7. Penerapan
Pengertian Model Nested
Pembelajaran sains terpadu tipe nested (tersarang) merupakan salah satu tipe
pembelajaran terpadu yang memadukan tiga keterampilan, yaitu keterampilan berpikir
(thinking skill), keterampilan sosial (social skill), dan keterampilan mengorganisir
(organizing skill). Artinya memadukan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik serta
memadukan keterampilan proses, sikap dan komunikasi. Model ini masih memfokuskan
keterpaduan beberapa aspek pada kemudian dilengkapi dengan aspek keterampilan lain.
model ini dapat digunakan bila guru mempunyai tujuan selain menanamkan konsep
suatu materi tetapi juga aspek keterampilan lainnya menjadi suatu kesatuan. Dengan
menggabungkan atau merangkaikan kemampuan-kemampuan tertentu pada ketiga
cakupan tersebut akan lebih mudah mengintegrasikan konsep-konsep dan sikap melalui
aktivitas yang telah terstruktur.
Tabel skill
Model
Nested
Bentuk Model Nested
Pelajaran konten tingkat dasar atau dasar tentang sistem peredaran
darah tar mendapatkan konsep sistem serta fakta dan pemahaman tentang sistem
peredaran darah pada khususnya. Tetapi selain target konseptual ini, guru menyoroti
keterampilan berpikir atau standar proses seperti sebab dan akibat. Dalam skenario ini,
selama mempelajari sistem peredaran darah, siswa akan fokus pada sebab dan akibat
yang berkaitan dengan sistem peredaran darah.
Selain itu, keterampilan sosial seperti kerja sama dapat menjadi titik
fokus saat kelas belajar tentang bekerja dengan orang lain dan keterampilan kerja tim.
Desain diagram alir mungkin merupakan keterampilan organisasi yang dikembangkan
selama unit ini. Dalam model yang sangat dimanfaatkan ini, karena guru mencakup
standar konten, keterampilan hidup yang umum dan umum disatukan untuk
meningkatkan pengalaman belajar.
Karakteristik

01 02
Holistik Bermakna
Pembelajaran terpadu Pengkajian suatu fenomena dari
memungkinkan siswa untuk berbagai macam aspek seperti yang
memahami suatu fenomena dijelaskan di atas, memungkinkan
dari segala sisi. terbentuknya semacam jalinan
antar konsep-konsep yang
berhubungan yang disebut
skemata.
Karakteristik

03
Otentik
04
Aktif
Pembelajaran terpadu juga memungkinkan Pembelajaran terpadu menekankan keaktifan
siswa memahami secara langsung prinsip dan siswa dalam pembelajaran baik secara fisik,
konsep yang ingin dipelajarinya melalui mental, intelektual, maupun emosianal guna
kegiatan belajar secara [Link] tercapainya hasil belajar yang optimal dengan
memahami dari hasil belajarnya sendiri, bukan mempertimbangkan hasrat, minat, dan
sekedar pemberitahuan [Link] dan kemampuan siswa sehingga mereka
pengetauhuan yang diperoleh sifatnya menjadi termotivasi untuk terus menerus belajar.
lebih otentik.
Langkah - langkah

1 3
Tahap 2 Tahap Evaluasi
Perencanaan
Tahap
Pelaksanaan
Kelebihan
1. Guru dapat memadukan beberapa ketrampilan sekaligus dalam
pembelajaran satu mata pelajaran.
2. Pembelajaran semakin berkembang dan diperkaya dengan menjaring dan
mengumpulkan sejumlah tujuan dalam pengalaman belajar siswa.
3. Pembelajaran dapat mencakup banyak dimensi dengan memfokuskan
pada isi pelajaran, strategi berfikir, keterampilan sosial dan ide lain yang
ditemukan
4. Memberikan perhatian pada berbagai bidang penting dalam satu saat
sehingga tidak memerlukan penambahan waktu sehingga guru dapat
memadukan kurikulum secara luas.
5. Model nested ini sangat cocok digunakan guru yang mencoba
menanamkan keterampilan berpikir dan keterampilan kooperatif dalam
latihan-latihan mereka
Kelemahan
1. Prioritas konseptual pelajaran mungkin menjadi kabur karena siswa
diarahkan untuk melakukan banyak tugas belajar sekaligus.
[Link] mungkin tidak eksplisit tentang berbagai lapisan pembelajaran,
mengakibatkan sedikit transfer aktual atau penerapan keterampilan dan
konsep.
3. Dalam hal perencanaan, jika dilakukan secara tergesa-gesa dan kurang
cermat maka penggabungan beberapa materi dan aspek keterampilan dapat
mengacaukan pola pikir siswa.
4. Dengan mengumpulkan dua, tiga, atau empat target belajar dalam satu
latihan mungkin membingungkan siswa jika pengumpulan ini tidak
dilakukan secara hati-hati.
Penggunaanya

Model nested di sekolah dasar dapat diterapkan khususnya di kelas


tinggi, yang sudah pasti semuanya disesuaikan dengan tingkat
perkembangan pemahaman siswa. Dalam implementasinya, diawali
dengan menentukan konten yang ingin dicapai dalam satu mata
pelajaran dan jenis keterampilan yang dipadukan. Dengan
menggunakan pokok bahasan / sub pokok bahasan sebagai bingkai
untuk menyarang keterampilan, konsep dan perilaku yang
diharapkan tercapai.
Kemudian menentukan keterampilan-keterampilan lain yang akan
dikembangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Setelah hal
ini dilakukan maka ditentukan langkah-langkah pembelajaran yang
diperlukan sebagai strategi pembelajaran dengan
mengintegrasikan setiap keterampilan yang akan dikembangkan.
Oleh karena itu, guru harus menyusun langkah-langkah
pembelajaran secara sistematis sehingga pembelajaran terpadu
yang diterapkan tidak membingungkan peserta didik ketika belajar
di sekolah.
Model Squenced

1. Pengertian Model Squenced


2. Karakteristik
3. langkah - langkah Pembelajran
4. kelebihan
5. kekurangan
6. penggunaan
Pengertian
Model Squenced adalah pembelajaran terpadu yang
menekankan pada urutkan karena adanya persamaan -
persamaan konsep, walaupun mata pelajarannya berbeda.

model sequence membelajarakan beberapa konsep yang


hampir sama diajarkan secara bersamaan (konsep),
sementara salah satu konsep tersebut tetap diajarkan secara
terpisah. hal ini dilakukan dengan cara mengatur ulang
beberapa topik dan diurutkan agar dapat serupa satu sama
lain.
model sequenced diibaratkan seperti
eyeglasses (kaca mata), yang berarti
konten internal yang bervariasi
dibingkai oleh konsep yang berkaitan.
Lensa menggambarkan dua materi
pelajaran yang berbeda. Kedua lensa
sejajar karena kedua materi pelajaran
ini akan diajarkan secara paralel,
dimana isi materi pelajaran tersebut
telah diurutkan terlebih dahulu.
contoh pembelajaran yang menggunakan model
sequenced, menunjukkan bagaimana semulanya
mata pelajaran Seni Bahasa dan Sosial memiliki
daftar topik yang mungkin saja daftar tersebut
berdasarkan urutan dalam buku teks yang
tersedia. Namun, ketika menggunakan model
sequenced urutan topik yang akan diajarkan
menjadi berubah. Contohnya, urutan pertama
pada mata pelajaran Seni Bahasa adalah “Robin
Hood” dan pada mata pelajaran Sosial adalah
“Revolusi Perang”. Ketika topik-topik diatur
ulang dan diurutkan maka hasilnya menjadi
pada urutan pertama topik yang akan diajarkan
yakni Robin Hood dan Abad Pertengahan,
karena Robin Hood ini adalah sebuah cerita
rakyat Inggris yang menurut catatan terjadi di
abad pertengahan, sehingga sembari guru
mengajarkan mengenai Abad Pertengahan,
belajar seni bahasa mengenai Robin Hood dapat
diajarkan secara paralel.
Karakteristik
berpusat pada anak. siswa lebih mudah emahami konsep
karena adanya mata pelajaran yang saling berkaitan.

konsep dari berbagai bidang studi dijsikan dalam suatu


proses pembelajaran

guru bidang studi melakukan kerjasama dengan partner


untuk mengurutkan konsep - konsep yang sama, yang
akan di ajarkan pada siswa
Langkah - langkah Pembeajaran

1. menganalisis isi kurikulu 2. memilih dua mata


● Think bock pelajaran yang sejenis
● Think Ahead 3. mengurutkan kembali
● Think Again urutan perubahan masing
- masing dengan periode
waktu yang sejajar.
Kelebihan
1. Guru dapat menetapkan prioritas kurikuler, ini lebih baik daripada harus
mengikuti urutan yang ditetapkan oleh redaksi buku teks.

2. Guru dapat membuat keputusan penting mengenai isi materi pelajaran yang
akan diajarkan.

3. Dari sudut pandang siswa, pengurutan yang disengaja pada topik yang
berhubungan antar disiplin ilmu dapat membantu siswa memahami
pelajaran mereka baik pada subjek maupun konten.

4. Pengintegrasian dapat membantu transfer ilmu. Ketika siswa melihat guru


pada area konten yang berbeda, ruangan yang berbeda, periode yang
berbeda, membuat pokok-pokok yang sama, maka siswa dapat memperkuat
pengetahuannya dan mendapat pembelajaran yang lebih bermakna.
Kelemahan

1. perlukan kompromi untuk membentuk model.


2. Guru harus mengalah pada otonomi dalam membuat urutan kurikulum karena guru
bermitra dengan yang lain, artinya guru tidak boleh menang sendiri atau
mementingkan diri sendiri namun guru harus banyak mengalah karena dalam
penggunaan model ini melibatkan dua guru yang bermitra. Untuk urutan yang sesuai
dengan kejadian-kejadian yang terakhir membutuhkan kerjasama yang berkelanjutan
dan fleksibilitas yang tinggi dari semua orang yang area kontennya terlibat.

Hal ini tidak semudah kedengarannya. Namun, dalam waktu yang sangat singkat,
bahkan dengan hanya satu sore bersama, mitra guru dapat dengan mudah melakukan
beberapa penataan ulang dan pengurutan sebagai langkah awal. Jika usaha pertama ini
dalam menghubungkan dua area subjek berhasil, maka dua guru dapat mencoba
mengurutkan lebih banyak unit untuk pengajaran paralel.
Penggunaan Model Squence
Model sequenced berguna pada tahap awal proses integrasi, menggunakan dua
bidang disiplin yang mudah dikaitkan satu sama lain. Guru harus bekerja dengan
seorang mitra, mulai dari membuat daftar isi kurikuler secara terpisah. Kemudian,
tim mencoba menyulap potongan-potongan konten yang terpisah menjadi "cocok"
atau urutan beberapa hal bersinggungan. Guru mencoba menyamakan konten
yang berbeda untuk membuat lebih masuk akal bagi para siswa yang belajar
kedua bidang disiplin ilmu tersebut. Dalam model ini, kedua disiplin ilmu tetap
murni. Penekanan khusus masih dalam domain materi pelajaran, tetapi siswa
mendapatkan manfaat dari konten yang terkait.
Kesimpulan
Pembelajaran sains terpadu tipe nested (bersarang) merupakan salah
satu tipe pembelajaran terpadu yang memadukan 3 keterampilan
yaitu keterampilan berpikir, keterampilan sosial dan keterampilan
mengorganisir. Model pembelajaran ini memfokuskan keterpaduan
beberapa aspek yang kemudian dilengkapi dengan aspek
keterampilan lainnya.

Model pembelajaran sequenced (urutan) merupakan pembelajaran


terpadu yang menekankan pada urutan karena adanya persamaan
konsep, walaupun mata pelajarannya berbeda. Model pembelajaran
ini memfokuskan pada beberapa konsep yang hampir sama diajarkan
secara bersamaan, sementara konsep lainnya diajarkan secara
terpisah.
Thanks

CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo, including


icons by Flaticon, and infographics & images by Freepik
Please keep this slide for attribution

Anda mungkin juga menyukai