Fungsi Busbar dalam Gardu Induk
Fungsi Busbar dalam Gardu Induk
PERCOBAAN II
BUSBAR
Sirkuit yang ditunjukkan oleh gambar 2.1 menunjukkan incoming dan feeder
outgoing. Dua isolator digunakan untuk memutus circuit breaker, termasuk
transformator arus dan tegangan. Tranformator memperoleh data yang dibutuhkan
dari fasilitas yang bertanggujawab untuk operasi,metering dan proteksi. Isolator
pentanahan digunakan untuk melindungi saluran transmisi dari efek induktif dan
kapasitif dari saluran yang berdekatan ketika sedang ada pekerjaan isnpeksi dan
sambaran petir. Berdasarkan fungsi ini, isolator pentanahan juga kadang dikenal
sebagai “pembumian untuk kerja”. Gambar 2.2 menunjukkan sistem sirkuit
sederhana yang terdiri dari satu busbar, satu feeder incoming, dan dua feeder
outgoing.
Gambar 2.2 Sistem yang terdiri dari sebuah busbar juga incoming dan feeder
outgoing
Gambar 2.3 Sistem yang terdiri dari dua busbar dan panel kopel
Gambar 2.4 Sistem yang terdiri dari dua busbar dan sebuah busbar transfer
Dalam sistem ini, adalah mungkin untuk memutus peralatan yang berlokasi
diantara busbar dan busbar transfer untuk tujuan inspeksi tanpa harus membuka
cabang yang terkait. Ini juga memungkinkan untuk trafo arus dan trafo tegangan
yang ditunjukkan oleh Gambar 2.4. Jika sebuah transfer busbar bekerja, tranfo dan
relay proteksi yang ada dalam cabang dalam hal ini busbar ini harus memproteksi
dan melakukan pengukuran terhadap saluran transmisi yang terkait. Namun ini
hanya mungkin jika transformator memiliki rasio identitas trafo yang dipasang
pada setiap cabang. JIka kondisi ini tidak memungkinkan, trafo arus dan trafo
tegangan harus diletakkan pada bagian belakang dari busbar transfer. Tapi ini
pada gilirannya menghindari inspeksi yang relevan untuk peralatan. Sistem besar
sering menggabungkan sebuah switching lebih lanjut yang memungkinkan isolasi
longitudinal dari sistem busbar panjang. Berdasarkan kopel longitudinal, teknik
ini dapat dikombinasikan dengan kopel melintang yang ditunjukkan oleh Gambar
2.5.
Gambar 2.5 Panel kopel dengan kopel longitudinal dan kopel melintang
Gambar 2.6 Gardu induk dengan busbar ganda (I and II) untuk arus tiga fasa
Area 1 : Area pengukuran dengan fuse daya tinggi (F1, F2), transformator
tegangan (T3, T4) and voltmeter (P1, P2)
Area 2,4,6 and 8: keluaran dari gardu induk untuk konsumen
Fields 3 and 7: arah masuknya beban dengan transofmator T1 and T2
Field 5: Coupler
sambungkan switch dari area 5 harus terhubung. Urutan switching pada Gambar
3.6 sebagai berikut :
1. Isolator 051 ON, isolator 052 ON, isolator 053 ON. Tegangan kedua
basbar kemudian indentik dalam hal nilai, sudut fasa, dan frekuensi
2. Isolator 022 ON, Isolator 021 OFF
3. Isolator 032 ON, Isolator 031 OFF
4. Isolator 042 ON, Isolator 041 OFF
5. Isolator 062 ON, Isolator 061 OFF
6. Isolator 072 ON, Isolator 071 OFF
7. Isolator 082 ON, Isolator 081 OFF
8. Circuit breaker 053 OFF, isolators 051 and 052 OFF
Memutuskan dan membuat busbar I tidak bekerja. Modul laboratorium kami
dimaksudkan untuk mempraktikkan prosedur switching yang ada diatas, selain
mempelajari cara menghindari pengoprasian switching yang salah dan
membandingkan distribusi daya sebelumnya dengan yang baru serta keadaan yang
terjadi diantaranya. Urutan diagram parsial a sampai c didalam gambar 2.7
dibawah memperlihatkan representasi dasar dari keadaan awal a, keadaan antara
b, dan keadaan akhir c. Panel coupel diberi energi hanya selama pergantian
switching
Gambar 2.7 kondisi sebelum switching (a), sementara (b) dan setelah (c)
busbar berganti dengan indikasi arus
Dalam ketiadaan dari sisi mekanik, elektrik dan kontrol program interlock,
keberhasilan atau kegagalan tindakan switchover bergantung pada operator
(teknisi Switching, teknisi, dan engginer). Pengoprasian isolator yang salah dapat
mengakibatkan busur listrik yang menyebabkan kerusakan yang signifikan dan
kegagalan pasokan listrik berdampak pada konsumen area sekitar. Karena alasan
ini, keterampilan dasar dalam menangani perangkat switching yang membentuk
bagian dari gardu induk sangat penting, dan alat proteksi pada gardu induk
terhadap kesalahan menjadi prioritas yang sangat tinggi. Dengan
mempertimbangkan persyaratan ini juga, model pelatihan yang disajikan disini
dapat dikontrol oleh PLC (Programmable Logic Controller).
Alat
Kode
Uraian Jumlah
Alat
Double busbar, 3-phase, outgoing / incoming
feeders
Fungsi : Panel terdiri dari dua busbar untuk
CO3301- operasi dengan garis paralel. Busbar memiliki
4
3R dua pengumpan keluar, yang dapat dihubungkan
atau diputus menggunakan isolator. Pemutus
sirkuit terhubung ke beban atau catu daya.
Tegangan ( V ) Arus ( A )
Busbar 1 214 0,64
Busbar 2 216 0,63
Incoming 1 216 0,20
Incoming 2 216 0,24
Outgoing 1 217 0,86
Outgoing 2 212 0,00
Panel Kopel - -
2.7.1 Pada table 2.1 Field 1 : Incoming feeder 1 On terlihat bahwa pada
saat Isolator Q11 On dan Circuit Breaker Q13 On secara berurutan
busbar 1 tegangannya 222 V karena busbar diberi tegangan sebesar
222 V sedangkan pada busbar 2 tegangannya semestinya masih nol
karena Isolator Q12 masih off, tetapi pada saat percobaan muncul
tegangan yang terukur di alat ukur sebesar 6 V, ini disebabkan
karena error yang terjadi pada alat percobaan. Isolator Q12 inilah
yang menghubungkan busbar 2 dengan power supply. Pada
Incoming feeder 1 & Incoming feeder 2 mendapat tegangan 223 V
dan 0 V karena berada pada busbar 1.
2.7.2 Pada table 2.2 Field 3 : Outgoing Feeder 1 terlihat bahwa pada
saat Isolator Q31 ON dan Circuit Breaker Q33 ON secara
berurutan busbar 1 tegangannya 219 V karena busbar 1 diberi
tegangan 219 V sedangkan pada busbar 2 tegangannya seharusnya
0, tetapi alat ukur menunjukkan 6 V karena ada error yang terjadi
pada alat ukur. Busbar 2 nol karena Isolator Q12 masih OFF.
Isolator Q12 inilah yang menghubungkan busbar 2 dengan power
supply. Pada Incoming feeder 1 mendapat tegangan sebesar 220 V
karena berada pada busbar 1 dan pada Incoming feeder 2 tidak
mendapatkan tegangan.
P outgoing feeder 1 0
η= = ×100 %=0 %
P incoming feeder 1 80,02
2.7.3 Pada table 2.3 Field 4 : Outgoing Feeder 2 terlihat bahwa pada
saat Isolator Q41 ON dan Circuit Breaker Q43 ON secara
berurutan busbar 1 tegangannya 215 V karena busbar 1 diberi
tegangan 215 V sedangkan pada busbar 2 tegangannya seharusnya
0, tetapi alat ukur menunjukkan 6 V karena ada error yang terjadi
pada alat ukur. Busbar 2 nol karena Isolator Q12 masih OFF.
Isolator Q12 inilah yang menghubungkan busbar 2 dengan power
supply. Pada Incoming feeder 1 dan Incoming feeder 2 mendapat
tegangan sebesar 215 V dan 213 V dan arus pada Incoming feeder
1 sebesar 0,87 A karena berada pada busbar 1. Sedangkan pada
Outgoing feeder 1 dan Outgoing feeder 2 mendapat tegangan 216
V dan 212 V.
2.7.4 Pada table 2.4 Field 3 : Outgoing Feeder 1 on terlihat bahwa pada
saat Isolator Q31 OFF dan Circuit Breaker Q33 OFF secara
berurutan busbar 1 tegangannya 216 V karena busbar 1 diberi
tegangan 216 V sedangkan pada busbar 2 tegangannya seharusnya
0, tetapi alat ukur menunjukkan 6 V karena ada error yang terjadi
pada alat ukur. Busbar 2 nol karena Isolator Q12 masih OFF.
Isolator Q12 inilah yang menghubungkan busbar 2 dengan power
supply. Pada Incoming feeder 1 & Incoming feeder 2 mendapat
tegangan sebesar 217 V dan 216 V dan arus pada Incoming feeder
1 sebesar 0,00 A karena berada pada busbar 1. Sedangkan pada
P outgoing feeder 1 0
η= = ×100 %=0 %
P incoming feeder 1 250.66
2.7.5 Pada table 2.5 Field 1 : Incoming feeder 1 On terlihat bahwa pada
saat Isolator Q11 On dan Circuit Breaker Q13 On secara berurutan
busbar 1 tegangannya 222 V karena busbar diberi tegangan sebesar
222 V sedangkan pada busbar 2 tegangannya semestinya masih nol
karena Isolator Q12 masih off, tetapi pada saat percobaan muncul
tegangan yang terukur di alat ukur sebesar 6 V, ini disebabkan
karena error yang terjadi pada alat percobaan. Isolator Q12 inilah
yang menghubungkan busbar 2 dengan power supply. Pada
Incoming feeder 1 & Incoming feeder 2 mendapat tegangan 223 V
dan 0 V karena berada pada busbar 1.
2.7.6 Pada table 2.6 Field 3 : Outgoing Feeder 1 terlihat bahwa pada
saat Isolator Q31 ON dan Circuit Breaker Q33 ON secara
berurutan busbar 1 tegangannya 219 V karena busbar 1 diberi
tegangan 219 V sedangkan pada busbar 2 tegangannya seharusnya
0, tetapi alat ukur menunjukkan 6 V karena ada error yang terjadi
pada alat ukur. Busbar 2 nol karena Isolator Q12 masih OFF.
Isolator Q12 inilah yang menghubungkan busbar 2 dengan power
supply. Pada Incoming feeder 1 mendapat tegangan sebesar 220 V
P outgoing feeder 1 0
η= = ×100 %=0 %
P incoming feeder 1 80,02
2.7.7 Pada table 2.7 Field 4 : Outgoing Feeder 2 terlihat bahwa pada
saat Isolator Q41 ON dan Circuit Breaker Q43 ON secara
berurutan busbar 1 tegangannya 215 V karena busbar 1 diberi
tegangan 215 V sedangkan pada busbar 2 tegangannya seharusnya
0, tetapi alat ukur menunjukkan 6 V karena ada error yang terjadi
pada alat ukur. Busbar 2 nol karena Isolator Q12 masih OFF.
Isolator Q12 inilah yang menghubungkan busbar 2 dengan power
supply. Pada Incoming feeder 1 dan Incoming feeder 2 mendapat
tegangan sebesar 215 V dan 213 V dan arus pada Incoming feeder
1 sebesar 0,87 A karena berada pada busbar 1. Sedangkan pada
Outgoing feeder 1 dan Outgoing feeder 2 mendapat tegangan 216
V dan 212 V.
2.7.8 Pada table 2.8 Field 2 : Incoming Feeder 2 terlihat bahwa pada
saat Isolator Q21 ON dan Circuit Breaker Q23 ON secara
berurutan busbar 1 tegangannya 215 V karena busbar 1 diberi
tegangan 215 V sedangkan pada busbar 2 tegangannya seharusnya
0, tetapi alat ukur menunjukkan 6 V karena ada error yang terjadi
pada alat ukur. Busbar 2 nol karena Isolator Q12 masih OFF.
Isolator Q12 inilah yang menghubungkan busbar 2 dengan power
supply. Pada Incoming feeder 1 dan Incoming feeder 2 mendapat
tegangan sebesar 215 V dan 217 V dan arus pada Incoming feeder
1 dan Incoming feeder 2 sebesar 0.14 V dan 0,24 A karena
berada pada busbar 1. Sedangkan pada Outgoing feeder 1 dan
Outgoing feeder 2 mendapat tegangan 216 V dan 213 V sedangkan
untuk arusnya 0 A dan 0 A.
2.7.9 Pada table 2.9 Field 3 : Outgoing Feeder 1 terlihat bahwa pada
saat Isolator Q33 OFF dan Circuit Breaker Q31 OFF secara
berurutan busbar 1 tegangannya 218 V karena busbar 1 diberi
tegangan 218 V sedangkan pada busbar 2 tegangannya seharusnya
0, tetapi alat ukur menunjukkan 6 V karena ada error yang terjadi
pada alat ukur. Busbar 2 nol karena Isolator Q12 masih OFF.
Isolator Q12 inilah yang menghubungkan busbar 2 dengan power
supply. Pada Incoming feeder 1 dan Incoming feeder 2 mendapat
tegangan sebesar 217 V dan 216 V dan arus pada Incoming feeder
1 sebesar 0,10 A dan 0,00 A karena berada pada busbar 1.
Sedangkan pada Outgoing feeder 1 dan Outgoing feeder 2
mendapat tegangan 218 V dan 0 V sedangkan untuk arusnya 0,00
A dan 0,00 A.
2.7.10 Pada table 2.10 Field 4 : Outgoing Feeder 2 terlihat bahwa pada
saat Isolator Q41 OFF dan Circuit Breaker Q43 OFF secara
berurutan busbar 1 tegangannya 223 V karena busbar 1 diberi
tegangan 223 V sedangkan pada busbar 2 tegangannya seharusnya
0, tetapi alat ukur menunjukkan 6 V karena ada error yang terjadi
pada alat ukur. Busbar 2 nol karena Isolator Q12 masih OFF.
Isolator Q12 inilah yang menghubungkan busbar 2 dengan power
supply. Pada Incoming feeder 1 & Incoming feeder 2 mendapat
tegangan sebesar 224 kV dan 0 kV karena berada pada busbar 1.
2.7.11 Pada table 2.11 Field 1 : Incoming feeder 1 On terlihat bahwa pada
saat Isolator Q11 On dan Circuit Breaker Q13 On secara berurutan
busbar 1 tegangannya 222 V karena busbar diberi tegangan sebesar
222 V sedangkan pada busbar 2 tegangannya semestinya masih nol
karena Isolator Q12 masih off, tetapi pada saat percobaan muncul
tegangan yang terukur di alat ukur sebesar 6 V, ini disebabkan
karena error yang terjadi pada alat percobaan. Isolator Q12 inilah
yang menghubungkan busbar 2 dengan power supply. Pada
Incoming feeder 1 & Incoming feeder 2 mendapat tegangan 223 V
dan 0 V karena berada pada busbar 1.
2.7.12 Pada table 2.12 Field 3 : Outgoing Feeder 1 terlihat bahwa pada
saat Isolator Q31 ON dan Circuit Breaker Q33 ON secara
berurutan busbar 1 tegangannya 219 V karena busbar 1 diberi
tegangan 219 V sedangkan pada busbar 2 tegangannya seharusnya
0, tetapi alat ukur menunjukkan 6 V karena ada error yang terjadi
pada alat ukur. Busbar 2 nol karena Isolator Q12 masih OFF.
Isolator Q12 inilah yang menghubungkan busbar 2 dengan power
supply. Pada Incoming feeder 1 mendapat tegangan sebesar 220 V
karena berada pada busbar 1 dan pada Incoming feeder 2 tidak
mendapatkan tegangan.
P outgoing feeder 1 0
η= = ×100 %=0 %
P incoming feeder 1 80,02
2.7.13 Pada table 2.13 Field 2 : Incoming Feeder 2 terlihat bahwa pada
saat Isolator Q21 ON dan Circuit Breaker Q23 ON secara
berurutan busbar 1 tegangannya 215 V karena busbar 1 diberi
tegangan 215 V sedangkan pada busbar 2 tegangannya seharusnya
0, tetapi alat ukur menunjukkan 6 V karena ada error yang terjadi
pada alat ukur. Busbar 2 nol karena Isolator Q12 masih OFF.
Isolator Q12 inilah yang menghubungkan busbar 2 dengan power
supply. Pada Incoming feeder 1 dan Incoming feeder 2 mendapat
tegangan sebesar 215 V dan 217 V dan arus pada Incoming feeder
1 dan Incoming feeder 2 sebesar 0.14 V dan 0,24 A karena
berada pada busbar 1. Sedangkan pada Outgoing feeder 1 dan
Outgoing feeder 2 mendapat tegangan 216 V dan 213 V sedangkan
untuk arusnya 0 A dan 0 A.
2.7.14 Pada table 2.14 Field 4 : Outgoing Feeder 2 terlihat bahwa pada
saat Isolator Q41 ON dan Circuit Breaker Q43 ON secara
berurutan busbar 1 tegangannya 215 V karena busbar 1 diberi
tegangan 215 V sedangkan pada busbar 2 tegangannya seharusnya
0, tetapi alat ukur menunjukkan 6 V karena ada error yang terjadi
pada alat ukur. Busbar 2 nol karena Isolator Q12 masih OFF.
Isolator Q12 inilah yang menghubungkan busbar 2 dengan power
2.7.15 Pada table 2.15 Field 5 : coupler panel terlihat bahwa pada saat
Isolator Q51 ON, isolator Q52 ON dan Circuit Breaker Q53 ON
secara berurutan busbar 1 tegangannya 215 V karena busbar 1
diberi tegangan 215 V sedangkan pada busbar 2 tegangannya 215
V karena Isolator Q12 sudah ON. Isolator Q12 inilah yang
menghubungkan busbar 2 dengan power supply. Pada Incoming
feeder 1 dan Incoming feeder 2 mendapat tegangan sebesar 216
V dan 213 V dan arus pada Incoming feeder 1 dan Incoming
feeder 2 sebesar 0,14 A dan 0,24 A karena berada pada Outgoing
feeder 1 dan Outgoing feeder 2 mendapat tegangan 216 kV dan
213 kV dengan arus 0,00 A dan 0,00 A.
2.7.16 Pada table 2.16 Field 3 : Outgoing feeder 1 terlihat bahwa pada
saat Isolator Q31 OFF dan Circuit Breaker Q33 OF secara
berurutan busbar 1 tegangannya 216 V karena busbar 1 diberi
tegangan 216 V sedangkan pada busbar 2 tegangannya 217 V
karena Isolator Q12 sudah ON. Isolator Q12 inilah yang
menghubungkan busbar 2 dengan power supply. Pada Incoming
feeder 1 dan Incoming feeder 2 mendapat tegangan sebesar 217 V
& 215 V dan arus pada Incoming feeder 1 dan Incoming feeder 2
sebesar 0,09 A dan 0,00 A karena berada pada Outgoing feeder 1
dan Outgoing feeder 2 mendapat tegangan 218 V dan 0 V dengan
arus 0,00 A dan 0,00 A.
2.7.17 Pada table 2.17 Field 5 : coupler panel terlihat bahwa pada saat
Isolator Q51 ON, isolator Q52 ON dan Circuit Breaker Q53 ON
secara berurutan busbar 1 tegangannya 215 V karena busbar 1
diberi tegangan 215 V sedangkan pada busbar 2 tegangannya 215
V karena Isolator Q12 sudah ON. Isolator Q12 inilah yang
menghubungkan busbar 2 dengan power supply. Pada Incoming
feeder 1 dan Incoming feeder 2 mendapat tegangan sebesar 216
V dan 213 V dan arus pada Incoming feeder 1 dan Incoming
feeder 2 sebesar 0,14 A dan 0,24 A karena berada pada Outgoing
2.7.18 Pada table 2.18 Field 1 : Incoming Feeder 1 terlihat bahwa pada
saat Isolator Q12 ON dan Isolator Q11 OFF secara berurutan
busbar 1 tegangannya 215 V karena busbar 1 diberi tegangan 215
V sedangkan pada busbar 2 tegangannya seharusnya 216 V karena
Isolator Q12 sudah ON. Isolator Q12 inilah yang menghubungkan
busbar 2 dengan power supply. Pada Incoming feeder 1 &
Incoming feeder 2 mendapat tegangan sebesar 216 V dan 212 V
karena berada pada busbar 1.
2.7.20 Pada table 2.20 Field 3 : Outgoing Feeder 1 terlihat bahwa pada
saat Isolator Q32 ON, Isolator Q31 OFF dan Circuit Breaker
Q33 OFF secara berurutan busbar 1 tegangannya 214 V karena
busbar 1 diberi tegangan 214 kV sedangkan pada busbar 2
tegangannya 216 V karena Isolator Q12 sudah ON. Isolator Q12
inilah yang menghubungkan busbar 2 dengan power supply. Pada
Incoming feeder 1 dan Incoming feeder 2 mendapat tegangan
sebesar 215 V & 216 V dan arus pada Incoming feeder 1 dan
Incoming feeder 2 sebesar 0,19 A dan 0,24 A karena berada pada
Outgoing feeder 1 dan Outgoing feeder 2 mendapat tegangan
216 V dan 212 V dengan arus 0,66 A dan 0,00 A.
2.7.21 Pada table 2.21 Field 4 : Outgoing Feeder 2 terlihat bahwa pada
saat Isolator Q42 ON, Isolator Q41 OFF dan Circuit Breaker
Q33 OFF secara berurutan busbar 1 tegangannya 215 V karena
busbar 1 diberi tegangan 215 V sedangkan pada busbar 2
tegangannya 216 V karena Isolator Q12 sudah ON. Isolator Q12
inilah yang menghubungkan busbar 2 dengan power supply. Pada
Incoming feeder 1 dan Incoming feeder 2 mendapat tegangan
sebesar 216 V & 217 V dan arus pada Incoming feeder 1 dan
Incoming feeder 2 sebesar 0,17 A dan 0,24 A karena berada pada
Outgoing feeder 1 dan Outgoing feeder 2 mendapat tegangan
217 V dan 213 V dengan arus 0,00 A dan 0,00 A.
2.8 KESIMPULAN
Dari percobaan Busbar dengan sistem SCADA maka dapat disimpulan
bahwa :
1. Desain dasar switchgear terbagi dengan beberapa komponen yaitu:
a. Busbar
b. Isolator
c. Circuit Braker
d. Transformator arusdan tegangan
e. Surge arester
f. Isolator pembumian
2. Perbedaan isolator dan Circuit Breaker :
- Isolatordapat menunjukkan keadaan putus (off) secara visual,
sedangkan circuit breaker tidak dapat menunjukkan keadaan on
maupun terputus (off) secara visual.
- Pada proses feed-in, isolator ditutup sebelum circuit breaker
sedangkan proses feed out circuit breaker dibuka sebelum isolator.
- Isolator hanya dapat diaktifkan (dioperasikan) dalam keadaan de-
energized.
3. Fungsi busbar ganda yaitu berfungsi untuk menghindari pemadaman
beban pada saat melakukan perubahan sistem.
4. Daya pada percobaan tanpa beban = 0 pada percobaan dengan satu
incoming feeder daya yang dibangkitkan pembangkit merupakan total
daya beban 1 dan 2, sedangkan pada percobaan 2 incoming feeder daya
yang dibangkitkan pembangkit 1 sama dengan pembangkit 2 yaitu sama
1
dengan daya beban 1 ditambah daya beban 2.
2
5. Pada proses feed-in isolator ditutup sebelum circuit breaker.
6. Pada proses feed-out, circuit breaker dibuka sebelum isolator.