0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan5 halaman

Lisensi dan Syarat Menjadi Pilot

Pilot adalah orang yang mengemudikan pesawat terbang. Syarat menjadi pilot antara lain lulus SMA, berusia minimal 17 tahun, dan memiliki tinggi badan minimal 160 cm. Terdapat beberapa jenis lisensi pilot mulai dari Student Pilot Licence (SPL) hingga Airline Transport Pilot License (ATPL). Untuk mendapatkan lisensi-lisensi tersebut, calon pilot harus mengikuti pendidikan di sekolah penerbangan dan mengumpulkan jam terbang yang dipersy

Diunggah oleh

Sinta Nia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan5 halaman

Lisensi dan Syarat Menjadi Pilot

Pilot adalah orang yang mengemudikan pesawat terbang. Syarat menjadi pilot antara lain lulus SMA, berusia minimal 17 tahun, dan memiliki tinggi badan minimal 160 cm. Terdapat beberapa jenis lisensi pilot mulai dari Student Pilot Licence (SPL) hingga Airline Transport Pilot License (ATPL). Untuk mendapatkan lisensi-lisensi tersebut, calon pilot harus mengikuti pendidikan di sekolah penerbangan dan mengumpulkan jam terbang yang dipersy

Diunggah oleh

Sinta Nia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PILOT

Nama : Sinta Nia S.


Kelas : IX F
Nomer Absen : 30
[Link]

Pilot adalah orang yang mengemudikan atau mengawaki pesawat terbang

[Link] PILOT

Tugas Pilot : Memantau jalannya mesin dan ikut membantu captain captain
dalam hal navigasi

Tugas Co-Pilot : menemani captain dalam bertugas

[Link] MENJADI PILOT

[Link] lulus SMA

[Link] minimal 17 Tahun

[Link] segi fisik harus memiliki tinggi minimal 160cm dengan kondisi fisik
yang prima dan sehat

[Link]-JENIS PILOT

[Link] Pilot Licence (SPL)

Diakhir masa Ground School ,dimana kamu belajar tentang teori-teori dasar
penerbangan selama 4 bulan,kamu akan menghadapi [Link] ini hanya
digunakan oleh siswa sekolah pilot untuk berlatih menerbangkan pesawat.

[Link] Pilot License (PPL)

Setelah memiliki 60 jam terbang ,baru kamu bisa memperoleh PPL – beda
negara,beda aturan persyaratan jam [Link] Private,kamu
diperbolehkan menerbangkan pesawat hanya untuk kepentingan [Link]
pesawatnya juga terbatas pada peawat bermesin tunggal,misalnya helikopker

[Link] Pilot License (CPL)


CPL adalah persyaratan minimal kalau kamu ingin bekerja sebagai pilot di
suatu maskapai penerbangan meskipun pilot CPL memiliki jam terbang yang
terbatas.

[Link] Rating (IR)

Untuk memperbanyak jam terbangnya, seorang pilot dengan CPL dapat


mengejar lisensi IR. Jika nantinya memiliki IR, kamu bisa terbang dimalam hari
dan menambah jam terbangmu. Lisensi ini juga berarti kamu sanggup
menerbangkan pesawat dengan hanya mengandalkan instrumen yang ada di
pesawat, tanpa navigasi visual – seperti pada penerbangan lintas samudera
dijalur Instrument Flight Rule (IFR). Lagipula, akan ada saatnya dimana pilot
harus mengendalikan pesawat dalam kabut, mendung, hujan deras, ataupun
keadaan cuaca buruk yang lain. Selain IR, masih ada lisensi type rating yang
lain sesuai dengan kebutuhan untuk menerbangkan jenis pesawat yang berbeda
– seperti saat pilot beralih dari menerbangkan pesawat tipe Airbus ke Boeing.

5. Multi Engine Rating (MER)

Rata-rata maskapai penerbangan menggunakan pesawat bermesin lebih dari satu


(multi engine) yang kinerjanya lebih cepat. Dan supaya dapat menerbangkan
pesawat komersial, seorang pilot harus memiliki lisensi MER yang berarti pula
pilot tersebut mampu menjaga keseimbangan kinerja seluruh mesin. Oleh sebab
itu, jika kamu sudah memegang lisensi MER, kemungkinan memperoleh
pekerjaan di berbagai maskapai akan terbuka lebar.

6. Airline Transport Pilot License (ATPL)

Lisensi tertinggi ini bisa kamu peroleh setelah menempuh 1500 jam terbang.
Apa istimewanya ATPL? Kamu bisa bekerja dengan penerbangan terjadwal,
terbang dengan dua kru atau lebih, dan menerbangkan pesawat berpenumpang
atau berkargo besar.

Pada intinya, semakin banyak lisensi yang dimiliki, semakin bertambah pula
jam terbang seorang pilot. Artinya, pangkat dan pendapatan juga meningkat.
Kamu bisa mendapat lisensi pilot setelah lulus dari sekolah pilot atau sekolah
penerbangan (setelah menyelesaikan kuliah). Lisensi pilot juga bisa diperoleh
setelah kamu lulus dari lembaga pendidikan aviasi (setelah lulus sekolah).

[Link] PENDIDIKAN

 Untuk menjadi seorang penerbang pesawat komersil, seorang pilot harus


memiliki tiga lisensi pokok. Dan untuk mendapatkan lisensi tersebut seorang
pilot harus melalui beberapa tahapan. Berikut adalah tahapan-tahapan yang
harus dilalui seorang pilot untuk dapat menerbangkan pesawat komersil.

Pertama untuk menjadi pilot, seseorang harus menempuh pendidikan di sekolah


pilot. Seorang siswa sekolah pilot Indonesia, akan mendapatkan lisensi SPL
(Student Pilot License) untuk dapat menerbangkan pertama kalinya. Lisensi ini
hanya berlaku dibeberapa negara saja, termasuk di Indonesia. Dengan Lisensi
SPL ini, seorang siswa pilot dapat menerbangkan pesawat namun masih
dibawah pantauan dan bimbingan seorang instruktur.

Ketika seorang siswa pilot lulus, dia akan mendapatkan lisensi PPL (Private
Pilot License). Dengan lisensi ini seorang pilot sudah dapat menerbangkan
pesawat baik terbang solo maupun membawa penumpang. Namun dengan
lisensi ini, dia belum bisa mendapatkan bayaran. Jam terbang yang dibutuhkan
untuk mendapatkan PPL adalah 40 sampai 60 jam terbang tergantung pada
peraturan yang berlaku.

Setelah seorang pilot dengan lisensi PPL, dia berhak untuk mengambil lisesnsi
berikutnya yaitu, CPL (Commercial Pilot License). Dengan lisensi ini seorang
pilot dapat menerbangkan pesawat dan mendapatkan bayaran. Untuk
mendapatkan lisensi ini, dibutuhkan adalah 140 sampai 250 jam tergantung
pada peraturan yang berlaku di negara tersebut.

Lisensi berikutnya setelah CPL, seorang pilot harus mengambil lisensi IR.
Lisensi IR ini fungsinya adalah untuk seorang pilot dapat menerbangkan
pesawat pada siang dan malam hari, cuaca buruk, serta kondisi apapun yang
dapat mengganggu penglihatan. Lisensi ini berfokus untuk penerbangan yang
mengandalkan instrument sebagai acuan dalam penerbangan. Jam terbang
biasanya seorang siswa pilot dapat melanjutkan untuk mendapatkan lisensi ini
dengan tambahan 10 jam terbang.
Dengan memiliki lisensi-lisensi tersebut seorang pilot dapat menerbangkan
pesawat komersil. Namun lebih baik lagi jika seorang pilot melengkapi
lesensinya dengan lisensi MER (Multi Engine Rating).

MER adalah lisensi untuk dapat menerbangkan pesawat dengan multi-engine


atau bermesin lebih dari satu. Biasanya maskapai lebih menyukai jika seorang
pilot memiliki lisensi ini juga, karena maskapai-maskapai besar menggunakan
pesawat dengan multi-engine. Maskapai penerbangan juga menyukai pilot
dengan lisensi ini karena maskapai tidak harus merogoh kocek lagi untuk
menyekolahkan pilot untuk mengambil lisensi ini. Selain bisa menerbangkan
pesawat dengan multi-engine, seorang pilot dengan lisensi MER juga dapat
menjadi seorang instruktur penerbangan.

Anda mungkin juga menyukai