100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
45 tayangan8 halaman

Laporan Pendahuluan Asma dan Pathway

Laporan pendahuluan ini membahas tentang asma, mulai dari pengertian, etiologi, klasifikasi, patofisiologi, manifestasi klinis, pemeriksaan penunjang, komplikasi, pencegahan, dan asuhan keperawatan pada pasien asma.

Diunggah oleh

Deasy Permata Haki
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
45 tayangan8 halaman

Laporan Pendahuluan Asma dan Pathway

Laporan pendahuluan ini membahas tentang asma, mulai dari pengertian, etiologi, klasifikasi, patofisiologi, manifestasi klinis, pemeriksaan penunjang, komplikasi, pencegahan, dan asuhan keperawatan pada pasien asma.

Diunggah oleh

Deasy Permata Haki
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PENDAHULUAN

ASMA

Di Susun Oleh:
Ima Tukirah (G2A019140)

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
SEMARANG
2022
A. Pengertian
Asma merupakan penyakit inflamasi kronis pada bagian saluran pernapasan,
ditandai dengan obstruksi jalan napas dan Bronchial Hyperresponsiveness (BHR).
Penyakit asma ini merupakan penyakit yang umum di masyarakat (Siti, 2022).
Asma merupakan salah satu jenis penyakit yang ditandai dengan penyempitan
dan peradangan saluran pernapasan yang mengakibatkan sesak atau kesulitan bernapas
dan juga batuk. Jika dalam kondisi yang parah, asma dapat mengakibatkan penurunan
aktivitas dan ketidakmampuan untuk berbicara (Silfiani, 2021).

B. Etiologi
Faktor risiko asma dibagi menjadi beberapa, diantaranya:
a. genetik
- hiperreaktivitas,
- atopi,
- jenis kelamin,
- ras/etnis, dan
- faktor yang memodifikasi penyakit genetik.
b. lingkungan
- perubahan cuaca,
- alergi indoor dan outdoor,
- makanan,
- obat-obatan,
- emosi yang berlebihan,
- polusi udara,
- asap rokok, dll (PDPI,2004).

C. Klasifikasi
Klasifikasi asma dibagi menjadi 

a. Asma olahraga yaitu asma yang terjadi disaat pasien melakukan olahraga berlebih
b. Asma nokturnal yaitu asma yang kambuh hanya di malam hari
c. Asma karena pekerjaan tertentu
d. Asma alergi yaitu asma yang terjadi disaat pasien kontak dengan allergen

D. Patofisiologi
Asma disebabkan oleh berbagai factor seperti factor genetic dan factor
lingkungan. Pada saat pasien terpapar factor tersebut dan melakukan kontak maka terjadi
reaksi antigen dan antibody yang kemudian merangsang produksi histamin. Selanjutnya
akan terjadi kontraksi otot polos sehingga kontaksinya meningkat yang menyebabkan
permeabilitas kapiler meningkat. Selain itu bisa menyebabkan oedema mukosa dan
sekresi mucus meningkat. Saat hal-hal tersebut terkaji maka akan menyebabkan asma
kambuh.
Asma akan menyebabkan saluran pernafasan menyempit sehingga ventilasi
terganggu. Asma juga menyebabkan pertukaran O2 dan CO2 terganggu. Selain itu asma
menyebabkan sesak dan menurunkan suplai O2 keseluruh tubuh. Penderita asma juga
bisa mengalami hilang kesadaran, nafsu makan menurun, dan kelemahan jika tidak
ditangani secara cepat.

E. Manifestasi klinis
Manifestasi klinis yang ditimbulkan antara lain :
- mengi / wheezing,
- sesak nafas,
- dada terasa tertekan atau sesak,
- nyeri dada,
- retraksi otot dada,
- nafas cuping hidung,
- kelelahan,
- anoreksia,
- ekspirasi memanjang dan,
- gelisah.

F. Pemeriksaan penunjang
Asma sendiri bisa diperiksa melalui beberapa pemeriksaan penunjang seperti
a. Uji alergi : untuk menilai ada atau tidaknya alergi
b. Pemeriksaan arus puncak ekspirasi : dilakukan dengan alat Bernama peak flow rate
meter
c. Tes spirometry : bertujuan untuk mengukur fungsi paru-paru

G. Komplikasi
Asma juga bisa menimbulkan komplikasi. Beberapa komplikasi yang dapat muncul
akibat asma adalah seperti terganggunya pola tidur dan aktivitas sehari-hari, gagal napas
akibat saluran pernapasan melebar dan penuh lender, hipoksemia yaitu kerusakan atau
kematian otak akibat darah tidak mengandung cukup oksigen dalam waktu yang lama,
henti jantung akibat kekurangan oksigen, dll (Aini, 2021).

H. Pencegahan
Kambuhnya asma bisa dicegah dengan beberapa cara seperti emgnhindari allergen,
berhenti merokok, hindari paparan asap rokok, debu, polusi udara, bau-bauan yang
mengiritasi seperti parfum, obat semprot serangga, deterjen cucian, oistirahat yang cukup,
menjaga pola hidup sehat.

I. WOC
(gambar di bawah)
J. Asuhan keperawatan
I. Pengkajian
a. Keluhan utama
Penderita asma biasanya mengeluh dadanya sesak, nyeri, batuk dan mengi
b. Riwayat penyakit
Biasanya ada keluarga yang memiliki asma juga
c. Pemeriksaan fisik
Pada dada ditemukan ketidaksimetrisan saat bernafas, wheezing atau mengi,
dan retraksi otot-otot interkosta

II. Pemeriksaan penunjang


a. Pemeriksaan arus puncak ekspirasi : dilakukan dengan alat Bernama peak
flow rate meter
b. Tes spirometry : bertujuan untuk mengukur fungsi paru-paru

III. Diagnosis keperawatan


a. Pola nafas tidak efektif
b. Gangguan pertukaran gas
c. Bersihan jalan nafas tidak efektif
d. Gangguan perfusi jaringan
e. Resiko cedera
f. Deficit nutrisi
g. Nyeri akut

IV. Rencana intervensi

Dx Tujuan dan kriteria Intervensi


hasil
(D.0005) Pola nafas Setelah dilakukan (I.01014) Pemantauan
tidak efektif d.d. intervensi selama respirasi
hambatan upaya 1x24jam diharapkan Observasi
nafas d.d. pasien keluhan menurun 1. Monitor frekuensi,
kesulitan bernafas dengan kriteria hasil : irama, kedalaman,
(L.01004) Pola nafas dan upaya nafas
-penggunaan otot bantu 2. Monitor adanya
nafas menurun (5) sumbatan jalan nafas
-frekuensi nafas Terapeutik
membaik (5) 1. Atur interval waktu
pemantauan respirasi
sesuai kondisi pasien
Edukasi
1. Jelaskan tujuan dan
prosedur pemantauan
(D.0077) Nyeri akut Setelah dilakukan (I.08238) Manajemen nyeri
b.d. agen pencedera intervensi selama Observasi
fisiologis (CKD) d.d. 1x24jam diharapkan 1. Identifikasi lokasi,
pasien mengeluh keluhan menurun karakteristik, durasi,
nyeri dengan kriteria hasil : frekuensi, kualitas,
(L.08066) Tingkat dan intensitas nyeri
nyeri Terapeutik
-keluhan nyeri 1. Berikan Teknik non
menurun(5) farmakologis
-meringis menurun(5) mengurangi nyeri
-frekuensi nadi Edukasi
membaik(5) 1. Jelaskan strategi
meredakan nyeri
Kolaborasi
1. Kolaborasi pemberian
analgetik, jika perlu
DAFTAR PUSTAKA

Tim Pokja SDKI DPP PPNI. 2017. Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia Definisi dan
Indikator Diagnostik Edisi 1. Jakarta: Dewan Pengurus Pusat PPNI.

Tim Pokja SIKI DPP PPNI. 2017. Standar Intervensi Keperawatan Indonesia Definisi dan
Tindakan Keperawatan Edisi 1. Jakarta: Dewan Pengurus Pusat PPNI.

Tim Pokja SLKI DPP PPNI. 2017. Standar Luaran Keperawatan Indonesia Definisi dan
Kriteria Hasil Keperawatan Edisi 1. Jakarta: Dewan Pengurus Pusat PPNI.

Namirah, S., Rachmah, N., Kusmiati, M., & Arismunandar, P. A. (2022). Pengaruh Senam Asma
terhadap Pengurangan Frekuensi Serangan Asma pada Dewasa: Scoping Review. Bandung
Conference Series: Medical Science , 2(1), 495–503.
[Link]

Silfiani, R. (n.d.). Faktor Pengalaman Dapat Merubah Perilaku Penderita Asma Untuk Berhenti
Merokok. [Link]

Gambaran Pertolongan Pertama pada Penderita Asma di Rumah : Literature Review. (n.d.).
Retrieved August 6, 2022, from [Link]

Hassan, Z. M., Riad, N. M., & Ahmed, F. H. (2012). Effect of Buteyko breathing technique on
patients with bronchial asthma. Egyptian Journal of Chest Diseases and Tuberculosis, 61(4),
235–241. [Link]

Anda mungkin juga menyukai