0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
74 tayangan13 halaman

Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi

Rangkuman dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut merupakan rancangan konseptual sistem manajemen keselamatan konstruksi untuk pembangunan kawasan pengembangan mentalitas pancasila. 2. Lokasi proyek berada di Jalan Kampus UNIMA Tonsaru Tondano dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender. 3. Dokumen tersebut menjelaskan metode pelaksanaan pekerjaan dan bahaya-bahaya utama yang mungkin ter

Diunggah oleh

Rakasiwa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
74 tayangan13 halaman

Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi

Rangkuman dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut merupakan rancangan konseptual sistem manajemen keselamatan konstruksi untuk pembangunan kawasan pengembangan mentalitas pancasila. 2. Lokasi proyek berada di Jalan Kampus UNIMA Tonsaru Tondano dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender. 3. Dokumen tersebut menjelaskan metode pelaksanaan pekerjaan dan bahaya-bahaya utama yang mungkin ter

Diunggah oleh

Rakasiwa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

-1-

RANCANGAN KONSEPTUAL
SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI
PERANCANGAN KONSTRUKSI

Pembangunan Kawasan Pengembangan Mentalitas Pancasila


Tahun 2022

Lokasi Pekerjaan : Jl. Kampus UNIMA Tonsaru Tondano


Nomor Kontrak :
Waktu Pelaksanaan : 120 hari kalender

DISUSUN OLEH:

PT. SPECTRATAMA PERKASA


-2-

DAFTAR ISI HAL

COVER DOKUMEN 1
LEMBAR PENGESAHAN 2
DAFTAR ISI 3
RANCANGAN KONSEPTUAL SISTEM MANAJEMEN 4
KESELAMATAN KONSTRUKSI PERANCANGAN KONSTRUKSI
1. Data Umum 4
1.1. Pernyataan Pertanggungjawaban Konsultansi 4
Konstruksi Perancangan
2. Metode Pelaksanaan 5
3. Rencana Pemeriksaan dan Pengujian (Inspection Test Plan/ 7
ITP)
4. Rekomendasi Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup 8
5. Rencana Manajemen Lalu Lintas 8
6. Identifikasi Bahaya, Mitigasi Bahaya, dan Penetapan 9
Tingkat Risiko Pekerjaan
7. Daftar Standar dan/ atau Peraturan Perundang – 12
Undangan Keselamatan Konstruksi
8. Pernyataan Penetapan Tingkat Risiko Keselamatan 13
Konstruksi
9. Dukungan Keselamatan Konstruksi 14
9.1. Biaya SMKK 14
9.2. Kebutuhan Personil Keselamatan Konstruksi 14
10. Rancangan Panduan Keselamatan Pengoperasian dan 14
Pemeliharaan Konstruksi Bangunan
-3-

RANCANGAN KONSEPTUAL SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN


KONSTRUKSI PERANCANGAN KONSTRUKSI

1. Data Umum

Nama Proyek : Pembangunan Kawasan Pengembangan


Mentalitas Pancasila
Tahun 2022
Nama Paket Pekerjaan : Jasa Konsultansi Konstruksi
PEMBANGUNAN KAWASAN
PENGEMBANGAN MENTALITAS
PANCASILA TAHUN 2022
Lokasi Pekerjaan : Jl. Kampus UNIMA Tounsaru Tondano
Nomor Kontrak :
Waktu Pelaksanaan : 120 HARI KALENDER
Nama Perusahaan : PT. SPECTRATAMA PERKASA

2. Metode Pelaksanaan

Tabel 1. Metode Pelaksanaan

Lingkup
No Metode Pekerjaan Bahaya Utama
Pekerjaan

1 Persiapan a. Pembersihan, perapihan dan perataan a. Terkena benda tajam dan terkena alat
dan lokasi kerja kerja
Mobilisasi b. Pembuatan pagar pengaman dan papan b. Terkena benda tajam dan terkena alat
Alat Kerja nama proyek kerja
c. Mobilisasi/ demobilisasi alat berat dan c. Pembebanan struktur/ infrastruktur
kendaraan material oleh kendaraan/ alat berat, terkena
d. Loading/ unloading alat manuver alat berat dan kendaraan,
e. Pembuatan direksi keet, gudang, barak paparan debu tanah akibat keluar
kerja dan fasilitas kerja dengan lokasi dan masuk kendaraan dan alat berat
material sesuai instruksi d. Tertimpa alat pada saat loading/
f. Pengadaan instalasi air (pemasangan pipa) unloading, kotoran yang menempel
g. Pengadaan instalasi kabel listrik dan kabel pada ban keluar area proyek
telepon e. Terkena alat kerja, terbakar/ terluka
h. Pengadaan gudang penyimpanan logistic pada saat pengelasan, jatuh dari
(alat, mesin kerja, dsb) ketinggian saat pemasangan rangka,
i. Pengadaan gudang penyimpanan bahan dinding dan atap
bakar, kimia, semen, dsb f. Terkena benda tajam, terkena alat
kerja, terpleset pada area licin
g. Tersengat listrik
h. Tersandung, terbentur, tergores alat
tajam, tertimpa alat berbahan besi
i. Kebakaran dari bahan mudah
terbakar, iritasi terkena kulit dan
mata, menghirup racun, tergelincir
karena terkena cairan kimia

2 Sipil a. Melakukan pekerjaan galian tanah manual a. Terkena alat kerja (handtool) yang
(menggunakan sekrop dan cangkul) digunakan, terkena benda tajam,
b. Melakukan penggalian tanah dengan alat terperosok ke dalam lubang galian,
excavator tergelincir lumpur/ licin
c. Urugan tanah pasir dan pemadatan b. Terkena manuver excavator, alat
menggunakan stamper/ alat kerja lainnya berat terguling karena area galian
d. Pemindahan tanah dengan menggunakan longsor/ amblas, pekerja jatuh ke
excavator dalam area galian
e. Melakukan Pekerjaan pile cap dan tie c. Terkena percikan debu pasir, terkena
beam alat kerja yang digunakan, gangguan
1) Bench marking level fisik dan pendengaran dari getaran
2) Pemotongan/ bobokan level kepala alat, terkena benda tajam
tiang d. Terkena manuver excavator, tersiram/
3) Pembuangan sisa puing pemotongan tertimbun muatan tanah galian
4) Pembuatan bekisting e. Pekerjaan pile cap dan tie beam
5) Perakitan pembesian 1) Terkena alat kerja yang
6) Pengecoran beton digunakan, terperosok ke dalam
-4-

Lingkup
No Metode Pekerjaan Bahaya Utama
Pekerjaan
7) Pencetakan sampel silinder beton lubang galian pile cap, terkena
f. Melakukan pekerjaan lantai, kolom, balok benda tajam
dan plat lantai. 2) Terkena alat kerja
1) Pekerjaan bekisting 3) Terkena manuver truk
2) Pembersihan pembuangan, tertimpa muatan
3) Pengecoran beton puing
4) Pencetakan sampel silinder beton 4) Terkena alat kerja yang
g. Pemasangan scaffolding konstruksi lantai digunakan, terperosok ke dalam
atas lubang bekisting, terkena benda
h. Fabrikasi rakitan pembesian untuk kolom tajam.
dan balok lantai atas 5) Terkena alat kerja yang
i. Perakitan/ pemasangan rangka atap baja digunakan, tertusuk/ terkena benda
tajam, terjepit rangkaian besi.
6) Terkena manuver alat berat/
mixer, tertimpa bucket/ vibrator/
lainnya, terkena cipratan beton
saat pengecoran galian,
lingkungan kotor akibat ceceran
beton dan lumpur/ tanah yang
menempel pada ban kendaraan
7) Terkena besi cetakan silinder,
terkena cipratan beton saat
pengecoran, cipratan mengenai
mata, terkena alat kerja manual.
f. Pekerjaan kolom, balok dan plat
lantai
1) Terkena alat kerja manual,
terperosok ke dalam lubang
bekisting, terkena benda tajam.
2) Terkena alat kerja, tertusuk/
terjepit wiremash

3) Terkena manuver alat berat/


mixer, tertimpa bucket/ vibrator,
terkena cipratan beton saat
pengecoran, cipratan mengenai
mata, lingkungan kotor akibat
ceceran beton dan lumpur/ tanah
yang menempel pada ban
kendaraan yang keluar proyek
4) Terkena besi cetakan, terkena
cipratan beton saat pengecoran,
terkena alat kerja
g. Terbentur/ terjepit scaffolding saat
pemasangan, terjatuh dari lantai atas.
h. Tertusuk besi/ kawat saat
pemotongan, terjepit alat potong (spt:
bar cutter/ bar bender, dsb), terkena
sisa potongan besi, terkena alat kerja
manual
i. Tergores benda tajam, terbentur baja,
radiasi sinar las, mata/ tangan terkena
percikan api las, terjatuh dari
ketinggian saat instalasi

3 Arsitektur a. Pemasangan bata a. Mata dan kulit terkena percikan


b. Pekerjaan pemasangan finishing dinding mortar, kejatuhan material
c. Pekerjaan pemasangan lantai b. Tangan terkena alat kerja, menghirup
d. Melakukan pekerjaan screed, plesteran, debu, terjatuh dari ketinggian
acian, floor hardener c. Tangan terkena gerinda, mata terkena
e. Melakukan pekerjaan waterproofing percikan keramik, mehirup debu
f. Pemasangan plafon d. Mata dan kulit terkena percikan
g. Pekerjaan pengecatan mortar, jatuh dari ketinggian
h. Memasang kusen/ pintu kayu e. Terjatuh karena terpleset/ jatuh dari
i. Memasang kusen, jendela + kaca ketinggian, kejatuhan material
aluminium pada dinding luar f. Tersengat listrik, mata kemasukan
debu, tangan tergores benda tajam,
terjatuh dari ketinggian
g. Terjatuh karena terpleset, kejatuhan
material, iritasi pada tangan/ kulit
h. Tertimpa kusen/ pintu, tangan terkena
palu, kepala terbentur kayu
i. Tersengat listrik, tertimpa kaca,
tangan terkena gerinda

4 MEP a. Pemasangan plumbing dan fire fighting a. Terjatuh dari ketinggian, kejatuhan
b. Pemasangan material utama pekerjaan material, kebakaran akibat mesin las,
mekanikal tangan terkena api las
c. Pemasangan instalasi listrik, genset dan b. Kejatuhan material, kebakaran akibat
-5-

Lingkup
No Metode Pekerjaan Bahaya Utama
Pekerjaan
alat elektrikal lainnya mesin las, tangan terkena api las,
d. Mengebor gantungan instalasi tersengat listrik
e. Pemasangan kabel tray c. Tersengat listrik akibat peralatan
f. Pemotongan pipa dengan las listrik yang digunakan tidak aman/
kabel lecet/ stop kontak tanpa steker,
kejatuhan material dari konstruksi
atas, paparan debu material, terkena
benda tajam, terkena alat kerja
d. Tersengat listrik, terjatuh dari
ketinggian, mata terkena serpihan
beton
e. Tangan tergores, kejatuhan ducting,
terjatuh dari ketinggian
f. Tangan terkena semburan api, mata
terkena percikan api/ debu material.
-6-

3. Standar Pemeriksaan dan Pengujian

Tabel 2. Rancangan Pemeriksaan dan Pengujian

No Kegiatan Referensi Rencana Pemeriksaan Waktu


(Aktivitas) dan Pengujian Pengujian
1 Testing commissioning SNI 8153: Pengetesan tekanan kerja pipa dan 1 minggu setelah
plumbing 2015 pompa, air bersih, kotor dan vent. instalasi selesai

2 Testing commissioning SNI Listrik a. Pengetesan tahanan kabel 1 minggu setelah


listrik (PUIL) 2020 listrik instalasi listrik
b. Pengetesan grounding utama terpasang
c. Pengetesan lampu penerangan
dan stop kontak
3 Penyelidikan tanah
Penyelidikan tanah SNI 2827- Test Sondir Pada tahap
2008 dan SNI Test Boring design pondasi
4153 - 2008 bangunan
4 Sebelum Pengecoran
Material Campuran SNI 2847- Trial mix 1 test pada saat
Beton 2013 persetujuan
material
Besi Tulangan SNI Test tarik/ leleh baja Setiap
2052:2017 pendatanagan.
Diambil 1 buah
sample dalam 25
ton pendatangan
Bekisting SNI 2847- Cek visual Setiap
2013 pendatangan
Mix Design Beton SNI 2847- Test slinder/ kubus beton dan 20 buah sample
2013 Slump test pada saat
persetujuan mix
design beton
Cek drawing dan WMS Cek bersama Sebelum
(Work methode memulai
statement) pekerjaan
5 Saat Penecoran
Slump Test & Sample SNI 2847- Test slinder/ kubus beton dan 10 buah dalam
Kubus 2013 Slump test 50 m3
pengecoran
Penuangan Beton SNI 2847- Cek visual Saat pengecoran
2013
Pemadatan Beton SNI 2847- Cek visual Saat pengecoran
2013
Finishing Permukaan SNI 2847- Cek visual Setelah
Beton 2013 pengecoran
6 Setelah Pengecoran
Curing beton SNI 2847- Cek visual Setelah
2013 pengecoran
Pembukaan Bekisting SNI 2847- Cek visual Setelah
2013 pengecoran
Permukaan Beton SNI 2847- Cek visual Setelah
2013 pengecoran
Pengujian Sample SNI Test slinder/ kubus beton 10 buah dalam
Kubus 1974:2011 50 m3
pengecoran
-7-

4. Rekomendasi Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

Pengelolaan lingkungan hidup untuk bangunan dengan luas dibawah


10.000 m2 maka perlu menyiapkan dokumen UKL/UPL. Rencana
pengelolaan lingkungan hidup mengacu pada Peraturan Menteri
Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun
2021 tentang Daftar Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Memiliki
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup, Upaya Pengelolaan
Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup atau Surat
Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan
Hidup.

5. Rencana Manajemen Lalu Lintas

Rencana manajemen lalu lintas untuk bangunan yang akan menimbulkan


bangkitan lalu lintas perlu meyiapkan dokumen Andalalin dengan
mengacu pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 30
Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan.
-8-

6. Identifikasi bahaya, Mitigasi Bahaya, dan Penetapan Tingkat Risiko

Tabel 3. Penetapan Tingkat Risiko Pekerjaan

NO PEKERJAAN BERISIKO Identifikasi Bahaya Manusia (Pekerja & Peralatan Material Lingkungan/
Masyarakat) Fasilitas Publik
K A TR=KxA K A TR=KxA K A TR=KxA K A TR=KxA

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (16) (17) (18)
1 Persiapan a. Terkena benda tajam dan terkena alat kerja 5 3 15 5 3 15 5 3 15 4 3 12
b. Terkena manuver alat berat/ kendaraan
c. Paparan debu tanah akibat keluar masuk kendaraan/ alat berat
d. Tertimpa alat pada saat loading/ unloading
e. Jatuh dari ketinggian saat pemasangan rangka, dinding dan atap
untuk fasilitas kerja dan pekerja.
f. Terpleset pada area licin
2 Sipil a. Terkena alat kerja dan benda tajam 5 3 15 5 3 15 5 3 15 4 3 12
b. Terkena manuver excavator, alat berat terguling karena area galian
longsor/ amblas
c. Pekerja jatuh ke dalam area galian dan/ atau dari ketinggian saat
instalasi
d. Terkena percikan debu pasir
e. Gangguan fisik dan pendengaran dari getaran alat
f. Terkena cipratan beton saat pengecoran galian
g. Terkena radiasi sinar las, mata/ tangan terkena percikan api las
h. Galian runtuh/ perancah atau anyaman besi roboh/ bekisting rusak/
komponen jatuh
3 Arsitektur a. Alergi akibat bahan kimia 5 3 15 5 3 15 5 3 15 4 3 12
b. Mata dan kulit terkena percikan material yang dapat menyebabkan
iritasi
c. Tangan terkena alat kerja dan benda tajam
d. Terjatuh karena terpleset/ jatuh dari ketinggian
e. Tersengat listrik
f. Tertimpa/ terbentur material
4 MEP a. Tersengat listrik akibat peralatan listrik yang digunakan tidak aman/ 5 3 15 5 3 15 5 3 15 4 3 12
kabel lecet/ stop kontak tanpa steker
b. Kejatuhan material dari konstruksi atas,
c. Paparan debu material
d. Terkena benda tajam/ alat kerja
e. Tabung blender las meledak,
f. Terpleset area licin,
g. Mata terkena percikan debu material yang dapat menyebabkan iritasi

Catatan :
-9-

K : Kekerapan
A : Akibat (keparahan)
-10-

Tabel 4. Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko

Penetapan
Uraian Identifikasi
No Pengendalian Rencana Tindakan
Kegiatan Bahaya
Risiko

1 Persiapan a. Terkena benda tajam a. Luka/ cidera a. Menggunakan APD lengkap


dan terkena alat kerja b. Kerusakan (seperti : sepatu kerja,
b. Pembebanan struktur/ lingkungan area sarung tangan, helm, masker
infrastruktur oleh kerja dsb)
kendaraan/ alat berat c. Luka/ cidera b. Dilakukan perbaikan segera
c. Terkena manuver alat d. Gangguan setelah terjadi kerusakan
berat dan kendaraan kesehatan c. Pengaturan lalu lintas pada
d. Paparan debu tanah e. Luka/ cidera kendaraan
akibat keluar masuk f. Luka/ cidera d. Storing tenaga dan peralatan
kendaraan dan alat g. Luka/ cidera kebersihan jalan (seperti :
berat h. Luka/ cidera tangka air, selang, sapu lidi,
e. Tertimpa alat pada i. Luka/ cidera dsb), penggunaan APD
saat loading/ j. Luka/ cidera (seperti : kaca mata) untuk
unloading, pekerja yang melintasi area
f. Terbakar/ terluka e. Traffic manajemen dan
pada saat pengelasan instruksi kerja alat kerja
g. Jatuh dari ketinggian f. Pakai masker las, sarung
saat pemasangan tangan las, apron, sepatu las,
rangka, dinding dan dan APD lainnya sesuai
atap kebutuhan
h. Terpleset pada area g. Memakai safety belt dan
licin APD lainnya sesuai
i. Tersengat listrik kebutuhan
j. Kebakaran dari bahan h. Pakai sepatu boot karet dan
mudah terbakar pasang rambu awas licin
i. Pakai sepatu boot karet,
instruksi kerja pekerjaan
jaringan listrik
j. Menyediakan APAR

2 Sipil a. Terkena alat kerja a. Luka/ cidera a. Menggunakan APD lengkap


dan benda tajam, b. Luka/ cidera (seperti : sepatu kerja, sarung
b. Terkena manuver c. Luka/ cidera tangan, helm, masker, dsb)
excavator, alat berat d. Gangguan b. Instruksi kerja pengoperasian
terguling karena area kesehatan alat kerja/ mekanis
galian longsor/ e. Gangguan c. Memasang rambu dan guard
amblas, kesehatan line
c. Pekerja jatuh ke f. Iritasi kulit d. Menggunakan kacamata
dalam area galian g. Gangguan safety goggle
d. Terkena percikan penglihatan e. Menggunakan penutup
debu pasir h. Luka/ cidera telinga
e. Gangguan fisik dan f. Menggunakan APD lengkap
pendengaran dari (seperti : sepatu kerja, sarung
getaran alat tangan, helm, masker, dsb)
f. Terkena cipratan g. Menggunakan kaca mata dan
beton saat APD lengkap sesuai
pengecoran galian kebutuhan
g. Terkena radiasi sinar APD lengkap, instruksi kerja
las, mata/ tangan bekerja pada ketinggian
terkena percikan api
las,
h. Terjatuh dari
ketinggian saat
instalasi

3 Arsitektur a. Mata dan kulit a. Gangguan a. Menggunakan APD lengkap


terkena percikan kesehatan/ iritasi (seperti : sepatu kerja, sarung
material, kulit tangan, helm, masker,
b. Tangan terkena alat b. Luka/ cidera kacamata safety goggle, dsb)
kerja c. Luka/ cidera b. Menggunakan APD lengkap
c. Terjatuh karena d. Luka/ cidera sesuai dengan standar/
terpleset/ jatuh dari e. Luka/ cidera kebutuhan
ketinggian c. Memasang rambu dan
d. Tersengat listrik, guardline, memakai safety
e. Tertimpa/ terbentur belt dan APD lainnya sesuai
material kebutuhan,
d. Instruksi kerja bekerja pada
jaringan listrik
e. Menggunakan APD lengkap
sesuai dengan standar/
kebutuhan
-11-

Penetapan
Uraian Identifikasi
No Pengendalian Rencana Tindakan
Kegiatan Bahaya
Risiko

4 MEP a. Tersengat listrik a. Luka/ cidera a. Instruksi kerja bekerja pada


akibat peralatan b. Luka/ cidera jaringan listrik
listrik yang c. Gangguan b. Memasang rambu “Ada
digunakan tidak kesehatan pekerjaan diatas”
aman/ kabel lecet/ d. Luka/ cidera c. Menggunakan masker/ APD
stop kontak tanpa e. Luka/ cidera lengkap sesuai kebutuhan
steker f. Cidera d. Menggunakan APD lengkap
b. Kejatuhan material Gangguan sesuai kebutuhan
dari konstruksi atas, penglihatan e. Menyediakan APAR
c. Paparan debu f. Memaasang rambu dan
material guardline
d. Terkena benda tajam/ Menggunakan kacamata/
alat kerja APD lainnya.
e. Tabung blender las
meledak,
f. Terpleset area licin,
Mata terkena percikan
debu material

Ahli Keselamatan Konstruksi/


Ahli K3 Konstruksi

AFRIZAL
-12-

7. Daftar Standar dan/ atau Peraturan Perundang – Undangan Keselamatan


Konstruksi

Tabel 5. Standar dan/ atau Peraturan Perundang – Undangan

Peraturan Perundangan
Pengendalian
No & Persyaratan Lainnya Klausula/Pasal
Risiko
Yang Menjadi Acuan

1 Manajemen Peraturan Menteri PUPR


Keselamatan Nomor 10 Tahun 2021
Konstruksi Tentang Pedoman Sistem
Manajemen Keselamatan
Konstruksi

2 Penerapan Biaya Peraturan Menteri PUPR


Penyelenggaraan Nomor 10 Tahun 2021
Sistem Tentang Pedoman Sistem
Manajemen Manajemen Keselamatan
Keselamatan Konstruksi
Konstruksi

8. Pernyataan Penetapan Tingkat Risiko Keselamatan Konstruksi


Penetapan tingkat risiko Keselamatan Konstruksi ditentukan dengan
berdasarkan kriteria penentuan tingkat risiko keselamatan

Berdasarkan hasil identifikasi bahaya untuk pelaksanaan pekerjaan:

Nama Paket Pekerjaan : Pembangunan Kawasan


Pengembangan Mentalitas Pancasila
Tahun 2022
Lokasi Pekerjaan : Jl. Kampus UNIMA Tonsaru Tondano

Maka dengan ini menetapkan bahwa tingkat Risiko Keselamatan Konstruksi


untuk paket pekerjaan sebagaimana dimaksud di atas adalah:

Keterangan :

Risiko yang dimaksud adalah Risiko Keselamatan Konstruksi untuk


menentukan kebutuhan Ahli K3 Konstruksi dan/atau Petugas Keselamatan
Konstruksi, tidak untuk menentukan kompleksitas atau segmentasi pasar
Jasa Konstruksi.
-13-

9. Dukungan Keselamatan Konstruksi

9.1 Biaya Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi

Perhitungan Biaya penerapan SMKK mengacu pada ketentuan


dalam batang tubuh Peraturan Menteri dan Lampiran Biaya
Penerapan SMKK

9.2 Kebutuhan Personil Keselamatan Konstruksi

Memuat daftar tenaga kerja kosntruksi yang difungsikan sebagai


anggota UKK

Tabel 6. Jumlah Personil Keselamatan Konstruksi

Jumlah
No Jabatan
Personel
1 Tenaga Ahli K3 1
2 Petugas K3 1
3 Petugas Tanggap Darurat 1
4 Petugas P3K 1
5 Petugas Medis 1

*yang dimaksud biaya personel di dalamnya telah termaktub biaya penerapan


SMKK.

10. Rancangan Panduan keselamatan Pengoperasian dan Pemeliharaan


Konstruksi Bangunan

Pemeliharaan konstruksi bangunan mengacu pada Peraturan Pemerintah


Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2021 Tentang Pedoman
Pemeliharaan dan Perawatan Bangunan Gedung.

Anda mungkin juga menyukai