Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi
Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi
RANCANGAN KONSEPTUAL
SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI
PERANCANGAN KONSTRUKSI
DISUSUN OLEH:
COVER DOKUMEN 1
LEMBAR PENGESAHAN 2
DAFTAR ISI 3
RANCANGAN KONSEPTUAL SISTEM MANAJEMEN 4
KESELAMATAN KONSTRUKSI PERANCANGAN KONSTRUKSI
1. Data Umum 4
1.1. Pernyataan Pertanggungjawaban Konsultansi 4
Konstruksi Perancangan
2. Metode Pelaksanaan 5
3. Rencana Pemeriksaan dan Pengujian (Inspection Test Plan/ 7
ITP)
4. Rekomendasi Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup 8
5. Rencana Manajemen Lalu Lintas 8
6. Identifikasi Bahaya, Mitigasi Bahaya, dan Penetapan 9
Tingkat Risiko Pekerjaan
7. Daftar Standar dan/ atau Peraturan Perundang – 12
Undangan Keselamatan Konstruksi
8. Pernyataan Penetapan Tingkat Risiko Keselamatan 13
Konstruksi
9. Dukungan Keselamatan Konstruksi 14
9.1. Biaya SMKK 14
9.2. Kebutuhan Personil Keselamatan Konstruksi 14
10. Rancangan Panduan Keselamatan Pengoperasian dan 14
Pemeliharaan Konstruksi Bangunan
-3-
1. Data Umum
2. Metode Pelaksanaan
Lingkup
No Metode Pekerjaan Bahaya Utama
Pekerjaan
1 Persiapan a. Pembersihan, perapihan dan perataan a. Terkena benda tajam dan terkena alat
dan lokasi kerja kerja
Mobilisasi b. Pembuatan pagar pengaman dan papan b. Terkena benda tajam dan terkena alat
Alat Kerja nama proyek kerja
c. Mobilisasi/ demobilisasi alat berat dan c. Pembebanan struktur/ infrastruktur
kendaraan material oleh kendaraan/ alat berat, terkena
d. Loading/ unloading alat manuver alat berat dan kendaraan,
e. Pembuatan direksi keet, gudang, barak paparan debu tanah akibat keluar
kerja dan fasilitas kerja dengan lokasi dan masuk kendaraan dan alat berat
material sesuai instruksi d. Tertimpa alat pada saat loading/
f. Pengadaan instalasi air (pemasangan pipa) unloading, kotoran yang menempel
g. Pengadaan instalasi kabel listrik dan kabel pada ban keluar area proyek
telepon e. Terkena alat kerja, terbakar/ terluka
h. Pengadaan gudang penyimpanan logistic pada saat pengelasan, jatuh dari
(alat, mesin kerja, dsb) ketinggian saat pemasangan rangka,
i. Pengadaan gudang penyimpanan bahan dinding dan atap
bakar, kimia, semen, dsb f. Terkena benda tajam, terkena alat
kerja, terpleset pada area licin
g. Tersengat listrik
h. Tersandung, terbentur, tergores alat
tajam, tertimpa alat berbahan besi
i. Kebakaran dari bahan mudah
terbakar, iritasi terkena kulit dan
mata, menghirup racun, tergelincir
karena terkena cairan kimia
2 Sipil a. Melakukan pekerjaan galian tanah manual a. Terkena alat kerja (handtool) yang
(menggunakan sekrop dan cangkul) digunakan, terkena benda tajam,
b. Melakukan penggalian tanah dengan alat terperosok ke dalam lubang galian,
excavator tergelincir lumpur/ licin
c. Urugan tanah pasir dan pemadatan b. Terkena manuver excavator, alat
menggunakan stamper/ alat kerja lainnya berat terguling karena area galian
d. Pemindahan tanah dengan menggunakan longsor/ amblas, pekerja jatuh ke
excavator dalam area galian
e. Melakukan Pekerjaan pile cap dan tie c. Terkena percikan debu pasir, terkena
beam alat kerja yang digunakan, gangguan
1) Bench marking level fisik dan pendengaran dari getaran
2) Pemotongan/ bobokan level kepala alat, terkena benda tajam
tiang d. Terkena manuver excavator, tersiram/
3) Pembuangan sisa puing pemotongan tertimbun muatan tanah galian
4) Pembuatan bekisting e. Pekerjaan pile cap dan tie beam
5) Perakitan pembesian 1) Terkena alat kerja yang
6) Pengecoran beton digunakan, terperosok ke dalam
-4-
Lingkup
No Metode Pekerjaan Bahaya Utama
Pekerjaan
7) Pencetakan sampel silinder beton lubang galian pile cap, terkena
f. Melakukan pekerjaan lantai, kolom, balok benda tajam
dan plat lantai. 2) Terkena alat kerja
1) Pekerjaan bekisting 3) Terkena manuver truk
2) Pembersihan pembuangan, tertimpa muatan
3) Pengecoran beton puing
4) Pencetakan sampel silinder beton 4) Terkena alat kerja yang
g. Pemasangan scaffolding konstruksi lantai digunakan, terperosok ke dalam
atas lubang bekisting, terkena benda
h. Fabrikasi rakitan pembesian untuk kolom tajam.
dan balok lantai atas 5) Terkena alat kerja yang
i. Perakitan/ pemasangan rangka atap baja digunakan, tertusuk/ terkena benda
tajam, terjepit rangkaian besi.
6) Terkena manuver alat berat/
mixer, tertimpa bucket/ vibrator/
lainnya, terkena cipratan beton
saat pengecoran galian,
lingkungan kotor akibat ceceran
beton dan lumpur/ tanah yang
menempel pada ban kendaraan
7) Terkena besi cetakan silinder,
terkena cipratan beton saat
pengecoran, cipratan mengenai
mata, terkena alat kerja manual.
f. Pekerjaan kolom, balok dan plat
lantai
1) Terkena alat kerja manual,
terperosok ke dalam lubang
bekisting, terkena benda tajam.
2) Terkena alat kerja, tertusuk/
terjepit wiremash
4 MEP a. Pemasangan plumbing dan fire fighting a. Terjatuh dari ketinggian, kejatuhan
b. Pemasangan material utama pekerjaan material, kebakaran akibat mesin las,
mekanikal tangan terkena api las
c. Pemasangan instalasi listrik, genset dan b. Kejatuhan material, kebakaran akibat
-5-
Lingkup
No Metode Pekerjaan Bahaya Utama
Pekerjaan
alat elektrikal lainnya mesin las, tangan terkena api las,
d. Mengebor gantungan instalasi tersengat listrik
e. Pemasangan kabel tray c. Tersengat listrik akibat peralatan
f. Pemotongan pipa dengan las listrik yang digunakan tidak aman/
kabel lecet/ stop kontak tanpa steker,
kejatuhan material dari konstruksi
atas, paparan debu material, terkena
benda tajam, terkena alat kerja
d. Tersengat listrik, terjatuh dari
ketinggian, mata terkena serpihan
beton
e. Tangan tergores, kejatuhan ducting,
terjatuh dari ketinggian
f. Tangan terkena semburan api, mata
terkena percikan api/ debu material.
-6-
NO PEKERJAAN BERISIKO Identifikasi Bahaya Manusia (Pekerja & Peralatan Material Lingkungan/
Masyarakat) Fasilitas Publik
K A TR=KxA K A TR=KxA K A TR=KxA K A TR=KxA
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (16) (17) (18)
1 Persiapan a. Terkena benda tajam dan terkena alat kerja 5 3 15 5 3 15 5 3 15 4 3 12
b. Terkena manuver alat berat/ kendaraan
c. Paparan debu tanah akibat keluar masuk kendaraan/ alat berat
d. Tertimpa alat pada saat loading/ unloading
e. Jatuh dari ketinggian saat pemasangan rangka, dinding dan atap
untuk fasilitas kerja dan pekerja.
f. Terpleset pada area licin
2 Sipil a. Terkena alat kerja dan benda tajam 5 3 15 5 3 15 5 3 15 4 3 12
b. Terkena manuver excavator, alat berat terguling karena area galian
longsor/ amblas
c. Pekerja jatuh ke dalam area galian dan/ atau dari ketinggian saat
instalasi
d. Terkena percikan debu pasir
e. Gangguan fisik dan pendengaran dari getaran alat
f. Terkena cipratan beton saat pengecoran galian
g. Terkena radiasi sinar las, mata/ tangan terkena percikan api las
h. Galian runtuh/ perancah atau anyaman besi roboh/ bekisting rusak/
komponen jatuh
3 Arsitektur a. Alergi akibat bahan kimia 5 3 15 5 3 15 5 3 15 4 3 12
b. Mata dan kulit terkena percikan material yang dapat menyebabkan
iritasi
c. Tangan terkena alat kerja dan benda tajam
d. Terjatuh karena terpleset/ jatuh dari ketinggian
e. Tersengat listrik
f. Tertimpa/ terbentur material
4 MEP a. Tersengat listrik akibat peralatan listrik yang digunakan tidak aman/ 5 3 15 5 3 15 5 3 15 4 3 12
kabel lecet/ stop kontak tanpa steker
b. Kejatuhan material dari konstruksi atas,
c. Paparan debu material
d. Terkena benda tajam/ alat kerja
e. Tabung blender las meledak,
f. Terpleset area licin,
g. Mata terkena percikan debu material yang dapat menyebabkan iritasi
Catatan :
-9-
K : Kekerapan
A : Akibat (keparahan)
-10-
Penetapan
Uraian Identifikasi
No Pengendalian Rencana Tindakan
Kegiatan Bahaya
Risiko
Penetapan
Uraian Identifikasi
No Pengendalian Rencana Tindakan
Kegiatan Bahaya
Risiko
AFRIZAL
-12-
Peraturan Perundangan
Pengendalian
No & Persyaratan Lainnya Klausula/Pasal
Risiko
Yang Menjadi Acuan
Keterangan :
Jumlah
No Jabatan
Personel
1 Tenaga Ahli K3 1
2 Petugas K3 1
3 Petugas Tanggap Darurat 1
4 Petugas P3K 1
5 Petugas Medis 1