0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan18 halaman

Prinsip Kerja Sensor HCSR-04

Bab 2 membahas landasan teori yang terkait dengan sensor ultrasonik HCSR-04 dan Arduino Uno. Sensor HCSR-04 dapat mengukur jarak antara 2cm hingga 4m dengan akurasi 3mm dengan mengirim dan menerima gelombang ultrasonik. Arduino Uno merupakan mikrokontroler berbasis ATmega328 dengan 14 pin input/output, 6 pin analog, dan dapat digunakan untuk mengontrol sensor.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan18 halaman

Prinsip Kerja Sensor HCSR-04

Bab 2 membahas landasan teori yang terkait dengan sensor ultrasonik HCSR-04 dan Arduino Uno. Sensor HCSR-04 dapat mengukur jarak antara 2cm hingga 4m dengan akurasi 3mm dengan mengirim dan menerima gelombang ultrasonik. Arduino Uno merupakan mikrokontroler berbasis ATmega328 dengan 14 pin input/output, 6 pin analog, dan dapat digunakan untuk mengontrol sensor.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

15

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Sensor HCSR-04


Sensor ultrasonik adalah sebuah sensor yang berfungsi untuk mengubah besaran fisis
(bunyi) menjadi besaran listrik dan sebaliknya. Cara kerja sensor ini didasarkan pada prinsip
dari pantulan suatu gelombang suara sehingga dapat dipakai untuk menafsirkan eksistensi
(jarak) suatu benda dengan frekuensi tertentu. Disebut sebagai sensor ultrasonik karena
sensor ini menggunakan gelombang ultrasonik (bunyi ultrasonik).
Sensor ini merupakan sensor ultrasonik siap pakai, satu alat yang berfungsi sebagai
pengirim, penerima, dan pengontrol gelombang ultrasonik. Alat ini bisa digunakan untuk
mengukur jarak benda dari 2cm - 4m dengan akurasi 3mm. Alat ini memiliki 4 pin, pin Vcc,
Gnd, Trigger, dan Echo. Pin Vcc untuk listrik positif dan Gnd untuk ground-nya. Pin Trigger
untuk trigger keluarnya sinyal dari sensor dan pin Echo untuk menangkap sinyal pantul dari
benda.

Gelombang ultrasonik adalah gelombang bunyi yang mempunyai frekuensi sangat tinggi
yaitu 20.000 Hz. Bunyi ultrasonik tidak dapat di dengar oleh telinga manusia. Bunyi
ultrasonik dapat didengar oleh anjing, kucing, kelelawar, dan lumba-lumba. Bunyi ultrasonik
nisa merambat melalui zat padat, cair dan gas. Reflektivitas bunyi ultrasonik di permukaan
zat padat hampir sama dengan reflektivitas bunyi ultrasonik di permukaan zat cair. A kan
tetapi, gelombang bunyi ultrasonik akan diserap oleh tekstil dan busa.

Gambar 2.1 sensor HCSR-04

Cara menggunakan alat ini yaitu: ketika kita memberikan tegangan positif pada pin
Trigger selama 10uS, maka sensor akan mengirimkan 8 step sinyal ultrasonik dengan
frekuensi 40kHz. Selanjutnya, sinyal akan diterima pada pin Echo. Untuk mengukur jarak

Universitas Sumatera Utara


16

benda yang memantulkan sinyal tersebut, maka selisih waktu ketika mengirim dan menerima
sinyal digunakan untuk menentukan jarak benda tersebut.

Berikut adalah visualisasi dari sinyal yang dikirimkan oleh sensor HC-SR04

Gambar 2.2 sistem pewaktu pada sensor HC-SR04

Pada sensor ultrasonik, gelombang ultrasonik dibangkitkan melalui sebuah alat yang
disebut dengan piezoelektrik dengan frekuensi tertentu. Piezoelektrik ini akan menghasilkan
gelombang ultrasonik (umumnya berfrekuensi 40kHz) ketika sebuah osilator diterapkan pada
benda tersebut. Secara umum, alat ini akan menembakkan gelombang ultrasonik menuju
suatu area atau suatu target. Setelah gelombang menyentuh permukaan target, maka target
akan memantulkan kembali gelombang tersebut.
Gelombang pantulan dari target akan ditangkap oleh sensor, kemudian sensor
menghitung selisih antara waktu pengiriman gelombang dan waktu gelombang pantul
diterima.
Gambar cara kerja sensor ultrasonik dengan transmitter dan receiver (atas), sensor ultrasonik
dengan single sensor yang berfungsi sebagai transmitter dan receiver sealigus oleh transmitter
dan waktu ketika gelombang pantul diterima receiver.

Universitas Sumatera Utara


17

Gambar 2.4 sensor HCSR-04


2.2 Prinsip Kerja Sensor HCSR-04
secara detail, cara kerja sensor ultrasonik adalah sebagai berikut:

 Sinyal dipancarkan oleh pemancar ultrasonik dengan frekuensi tertentu dan dengan
durasi waktu tertentu. Sinyal tersebut berfrekuensi diatas 20kHz. Untuk mengukur
jarak benda (sensor jarak), frekuensi yang umum digunakan adalah 40kHz.
 Sinyal yang dipancarkan akan merambat sebagai gelombang bunyi dengan kecepatan
sekitar 340 m/s. Ketika menumbuk suatu benda, maka sinyal tersebut akan
dipantulkan oleh benda tersebut.
 Setelah gelombang pantulan sampai di alat penerima, maka sinyal tersebut akan
diproses untuk menghitung jarak benda tersebut. Jarak benda dihitung berdasarkan
rumus :

S = 340.t/2

dimana S merupakan jarak antara sensor ultrasonik dengan benda (bidang pantul), dan t
adalah selisih antara waktu pemancaran gelombang.

2.3 Arduino Uno


mikrokontroler berbasis ATmega 328(datasheet). Memiliki 14 pin input dari output
digital dimana 6 pin input tersebut dapat digunakan sebagai output PWM dan 6 pin input
analog, 16 MHz osilator kristal, koneksi USB, jack power, ICSP header, dan tombol reset.
Untuk mendukung mikrokontroler agar dapat digunakan, cukup hanya menghubungkan
Board Arduino Uno ke komputer dengan menggunakan kabel USB atau listrik dengan AC
yang-ke adaptor-DC atau baterai untukmenjalankannya.

Uno berbeda dari semua papan sebelumnya dalam hal itu tidak menggunakan FTDI
chip driver USB-to-serial. Sebaliknya, fitur Atmega16U2 (Atmega8U2 hingga versi R2)

Universitas Sumatera Utara


18

diprogram sebagai konverter [Link] 2 dari dewan Uno memiliki resistor


menarik garis 8U2 HWB ke tanah, sehingga lebih mudah untuk dimasukkan ke dalam mode
DFU.

Tabel 1. Spesfikas Arduino

Microcontroller ATmega328

Operating Voltage 5V

Input Voltage (recommended) 7-12V

Input Voltage (limits) 6-20V

Digital I/O Pins 14 (of which 6 provide PWM output)

Analog Input Pins 6

DC Current per I/O Pin 40 Ma

DC Current for 3.3V Pin 50 mA

32 KB (ATmega328) of which 0.5 KB used by


Flash Memory
bootloader

SRAM 2 KB (ATmega328)

EEPROM 1 KB (ATmega328)

Clock Speed 16 MHz

Length 68.6 mm

Width 53.4 mm

Weight 25 g

2.3.1 Power

Arduino Uno dapat diaktifkan melalui koneksi USB atau dengan satu daya eksternal.
Sumber daya dipilih secara [Link] (non-USB) dapat di ambil baik berasal
dari AC ke adaptor DC atau baterai. Adaptor ini dapat dihubungkan dengan menancapkan

Universitas Sumatera Utara


19

plug jack pusat-positif ukuran 2.1mm konektor POWER. Ujung kepala dari baterai dapat
dimasukkan kedalam Gnd dan Vin pin header dari konektor [Link] kebutuhan daya
yang disarankan untuk board Uno adalah7 sampai dengan 12 volt, jika diberi daya kurang
dari 7 volt kemungkinan pin 5v Uno dapat beroperasi tetapi tidak stabil kemudian jikadiberi
daya lebih dari 12V, regulator tegangan bisa panas dan dapat merusak board Uno.

VIN. Tegangan masukan kepada board Arduino ketika itu menggunakan sumber daya
eksternal (sebagai pengganti dari 5 volt koneksi USB atau sumber daya lainnya).5V. Catu
daya digunakan untuk daya mikrokontroler dan komponen lainnya3v3. Sebuah pasokan 3,3
volt dihasilkan oleh regulator on-board. GND. Ground pin.

2.3.2 Memori

Input dan Output Masing-masing dari 14 pin digital di Uno dapat digunakan sebagai
input atau output, dengan menggunakan fungsi pinMode (), digitalWrite (), dan digitalRead
(), beroperasi dengan daya 5 volt. Setiap pin dapat memberikan atau menerima maksimum 40
mA dan memiliki internal pull-up resistor (secara default terputus) dari 20-50 kOhms. Selain
itu, beberapa pin memiliki fungsi khusus:

Serial: 0 (RX) dan 1 (TX). Digunakan untuk menerima (RX) dan mengirimkan (TX)
TTL data serial. Pin ini dihubungkan ke pin yang berkaitan dengan chip Serial ATmega8U2
USB-to-TTL.

Eksternal menyela: 2 dan 3. Pin ini dapat dikonfigurasi untuk memicu interrupt pada
nilai yang rendah, dengan batasan tepi naik atau turun, atau perubahan nilai. Lihat
(attachInterrupt) fungsi untuk rincian lebih lanjut.

PWM: 3, 5, 6, 9, 10, dan 11. Menyediakan output PWM 8-bit dengan fungsi analogWrite ().

SPI: 10 (SS), 11 (Mosi), 12 (MISO), 13 (SCK). Pin ini mendukung komunikasi SPI
menggunakan SPI library .LED: 13. Ada built-in LED terhubung ke pin digital 13. Ketika pin
bernilai nilai HIGH, LED on, ketika pin bernilai LOW, LED off.

Uno memiliki 6 masukan analog, berlabel A0 sampai dengan A5, yang masing-
masing menyediakan 10 bit dengan resolusi (yaitu 1024 nilai yang berbeda). Selain itu,
beberapa pin memiliki fungsi khusus:

I2C: A4 (SDA) dan A5 (SCL). Dukungan I2C (TWI) komunikasi menggunakan perpustakaan
Wire.

Universitas Sumatera Utara


20

Aref. Tegangan referensi (0 sampai 5V saja) untuk input analog. Digunakan dengan
fungsi analogReference ().

Reset. Bawa baris ini LOW untuk me-reset mikrokontroler.

Uno Arduino memiliki sejumlah fasilitas untuk berkomunikasi dengan komputer,


Arduino lain, atau mikrokontroler lainnya. ATmega328 menyediakan UART TTL (5V) untuk
komunikasi serial, yang tersedia di pin digital 0 (RX) dan 1 (TX). Sebuah ATmega8U2
sebagai saluran komunikasi serial melalui USB dan sebagai port virtual com untuk perangkat
lunak pada komputer. Firmware ’8 U2 menggunakan driver USB standar COM, dan tidak ada
driver eksternal yang diperlukan.

Namun, pada Windows diperlukan, sebuah file inf. Perangkat lunak Arduino terdapat
monitor serial yang memungkinkan digunakan memonitor data tekstual sederhana yang akan
dikirim ke atau dari board Arduino. LED RX dan TX di papan tulis akan berkedip ketika
data sedang dikirim melalui chip USB-to-serial dengan koneksi USB ke komputer (tetapi
tidak untuk komunikasi serial pada pin 0 dan 1).

Sebuah SoftwareSerial library memungkinkan untuk berkomunikasi secara serial pada


salah satu pin digital pada board Uno’s.

ATmega328 juga mendukung I2C (TWI) dan komunikasi SPI. Perangkat lunak Arduino
termasuk perpustakaan Kawat untuk menyederhanakan penggunaan bus I2C, lihat
dokumentasi untuk rincian. Untuk komunikasi SPI, menggunakan perpustakaan SPI.

Pada prakteknya konsep ini diaplikasikan dalam desain- desain alat atau projek-projek
yang menggunakan sensor dan microcontroller untuk menerjemahkan input analog ke dalam
sistem software untuk mengontrol gerakan alat-alat elektro-mekanik seperti lampu, motor dan
sebagainya.

Pembuatan prototype atau prototyping adalah kegiatan yang sangat penting di dalam
proses physical computing karena pada tahap inilah seorang perancang melakukan
eksperimen dan uji coba dari berbagai jenis komponen, ukuran, parameter, program komputer
dan sebagainya berulang-ulang kali sampai diperoleh kombinasi yang paling tepat.

Dalam hal ini perhitungan angka-angka dan rumus yang akurat bukanlah satu-
satunya faktor yang menjadi kunci sukses di dalam mendesain sebuah alat karena ada banyak
faktor eksternal yang turut berperan, sehingga proses mencoba dan menemukan/mengoreksi
kesalahan perlu melibatkan hal-hal yang sifatnya non-eksakta. Prototyping adalah gabungan
antara akurasi perhitungan dan seni.

Universitas Sumatera Utara


21

Proses prototyping bisa menjadi sebuah kegiatan yang menyenangkan atau


menyebalkan, itu tergantung bagaimana kita melakukannya. Misalnya jika untuk mengganti
sebuah komponen, merubah ukurannya atau merombak kerja sebuah prototype dibutuhkan
usaha yang besar dan waktu yang lama, mungkin prototyping akan sangat melelahkan karena
pekerjaan ini dapat dilakukan berulang-ulang sampai puluhan kali – bayangkan betapa
frustasinya perancang yang harus melakukan itu. Idealnya sebuah prototype adalah sebuah
sistem yang fleksibel dimana perancang bisa dengan mudah dan cepat melakukan perubahan-
perubahan dan mencobanya lagi sehingga tenaga dan waktu tidak menjadi kendala berarti.
Dengan demikian harus ada sebuah alat pengembangan yang membuat proses prototyping
menjadi mudah.

Pada masa lalu (dan masih terjadi hingga hari ini) bekerja dengan hardware berarti
membuat rangkaian menggunakan berbagai komponen elektronik seperti resistor, kapasitor,
transistor dan sebagainya. Setiap komponen disambungkan secara fisik dengan kabel atau
jalur tembaga yang disebut dengan istilah “ hard wired ” sehingga untuk merubah rangkaian
maka sambungan- sambungan itu harus diputuskan dan disambung kembali.

Dengan hadirnya teknologi digital dan microprocessor fungsi yang sebelumnya


dilakukan dengan hired wired digantikan dengan program-program software. Ini adalah
sebuah revolusi di dalam proses prototyping. Software lebih mudah diubah dibandingkan
hardware, dengan beberapa penekanan tombol kita dapat merubah logika alat secara radikal
dan mencoba versi ke-dua, ke-tiga dan seterusnya dengan cepat tanpa harus mengubah
pengkabelan dari rangkaian.

2.4 Arsitektur Mikrokontroler Arduino Uno

Gambar 2.5 Arduino UNO tampak depan

Universitas Sumatera Utara


22

Gambar 2.7 Arduino UNO tampak belakang


Komponen utama di dalam papan Arduino adalah sebuah microcontroller 8 bit
dengan merk ATmega yang dibuat oleh perusahaan Atmel Corporation . Berbagai papan
Arduino menggunakan tipe ATmega yang berbeda-beda tergantung dari spesifikasinya,
sebagai contoh Arduino Uno menggunakan ATmega328 sedangkan Arduino Mega 2560
yang lebih canggih menggunakan ATmega2560.
Untuk memberikan gambaran mengenai apa saja yang terdapat di dalam sebuah
microcontroller, pada gambar berikut ini diperlihatkan contoh diagram blok sederhana dari
microcontroller ATmega328 (dipakai pada Arduino Uno).
Blok-blok di atas dijelaskan sebagai berikut:
Universal Asynchronous Receiver/Transmitter (UART) adalah antar muka yang
digunakan untuk komunikasi serial seperti pada RS-232, RS-422 dan RS-485.
2KB RAM pada memory kerja bersifat volatile (hilang saat daya dimatikan), digunakan oleh
variable-variabel di dalam program.
32KB RAM flash memory bersifat non-volatile , digunakan untuk menyimpan
program yang dimuat dari komputer. Selain program, flash memory juga menyimpan
bootloader . UART (antar muka serial) 2KB RAM (memory kerja) 32KB RAM Flash
memory (program) 1KB EEPROM CPU Port input/output ATmega328 memiliki 32 KB

Universitas Sumatera Utara


23

(dengan 0,5 KB digunakan untuk bootloader), 2 KB dari SRAM dan 1 KB EEPROM (yang
dapat dibaca dan ditulis dengan EEPROM liberary).
2.5 Liquid Crystal Display (LCD)
Display elektronik adalah salah satu komponen elektronika yang berfungsi sebagai
tampilan suatu data, baik karakter, huruf ataupun grafik. LCD (Liquid Cristal Display) adalah
salah satu jenis display elektronik yang dibuat dengan teknologi CMOS logic yang bekerja
dengan tidak menghasilkan cahaya tetapi memantulkan cahaya yang ada di sekelilingnya
terhadap front-lit atau mentransmisikan cahaya dari back-lit.

Gambar 2.8 Liquid Crystal Display (LCD) Character 2x16


LCD (Liquid Cristal Display) berfungsi sebagai penampil data baik dalam bentuk
karakter, huruf, angka ataupun [Link] LCD (Liquid Cristal Display) LCD adalah
lapisan dari campuran organik antara lapisan kaca bening dengan elektroda transparan indium
oksida dalam bentuk tampilan seven-segment dan lapisan elektroda pada kaca belakang.
Tabel 2. Pin –pin konfigurasi pada LCD

2.6 PCB (Printed Circuit Board)

Universitas Sumatera Utara


24

PCB Printed Circuit Boardadalah sebuah papan yang penuh dengan komponen-komponen
elektronika yang tersusun membentuk rangkaian elektronik atau tempat rangkaian elektronika
yang menghubungkan komponen elektronik yang satu dengan lainnya tanpa menggunakan
kabel. Disebut dengan Papan Sirkuit karena diproduksi secara massal dengan cara mencetak.
PCB dilapisi lapisan logam (tembaga) yang berfungsi sebagai penghubung antar komponen,
Lapisan logam ini nantinya akan menjadi kabel yang tersusun rapi, setelah kita melarutkan
pada larutan FerryClorit + air.

Sejarah terciptanya PCB :

 Tahun 1936 - Papan sirkuit cetak pertama kali ditemukan oleh Paul Eisler, ilmuwan
Austria yang memasukkan penggunaan papan sirkuit ini ke dalam sebuah radio.
 1943 - Amerika Serikat menggunakan papan sirkuit dengan jumlah besar dalam radio
militer mereka.
 1948 - Komersialisasi papan sirkuit cetak di Amerika Serikat.

Setelah tahun 1950, papan sirkuit cetak telah digunakan secara massal di dalam industri
elektronik.

2.9 gambar PCB

Gambar Potongan PCB

Universitas Sumatera Utara


25

2.10 Project Board/Bread Board/Wish Board


Dengan menggunakan papan rangkaian Project Board/Bread Board/Wish Board ini kita
dapat dengan mudah memasang, merubah, dan memperbaiki suatu rangkaian yang dianggap
belum sempurna atau mengalami salah hubung sehingga kesalahan-kesalahan fatal tidak
terjadi.
Project board juga bisa kita gunakan bereksperimen, kita dapat memasang komponen
elektronika secara tidak permanen. Untuk menghubungkan antar komponen tidak perlu di
solder karena pada papan ini sistem hubungnya (interkoneksi) yang dapat menjepit
komponen. Komponen atau kawat penghubung dengan mudah dapat dilepas dan di tancapkan
kembali berulang kali.
Keistimewaan lainnya dari Project board dapat dipakai berbagai macam komponen
elektronika yang berbeda, antara lain :

1. IC (intregated Circuit)
2. Transistor
3. Dioda, dan
4. Komponen lainnya.

2.7 Resistpr variable


Resistor variabel adalah sebuah komponen yang mempunyai karakteristik seperti resistor
namun nilainya tidak tetap (variabel) dan bisa diubah selama pemakaian. Perubahan nilai
resistor ini karena diubah oleh sesuatu dari luar misalnya diputar atau digeser. Perubahan
nilai dari resistor variabel biasanya dimanfaatkan untuk mengatur sesuatu yang sifatnya tidak
tetap dan bergantung dari kondisi penerapan rangkaian.
Liquid Crystal Display (LCD) adalah komponen yang dapat menampilkan tulisan. Salah satu
jenisnya memiliki dua baris dengan setiap baris terdiri atas enam belas karakter. LCD seperti
itu biasa disebut LCD 16x2. [11]

Universitas Sumatera Utara


26

Gambar 2.6 LCD 16x2

LCD memiliki 16 pin dengan fungsi pin masing-masing seperti yang terlihat pada
table II.1 dibawah.
Tabel 2.1. pin-pin LCD

[Link] Nama Pin I/O Keterangan


1 VSS Power Catu daya, ground (0v)
2 VDD Power Catu daya positif
Pengatur kontras, menurut datasheet, pin
3 iniperlu dihubungkan dengan pin vss melalui
V0 Power
resistor 5kΩ. namun, dalam praktik, resistor
yang digunakan sekitar2,2kΩ
Register Select
 RS = HIGH : untuk mengirim data
4 RS Input
 RS = LOW : untuk mengirim
instruksi
Read/Write control bus
5 R/W Input  R/W = HIGH : mode untuk membaca
data di LCD

Ada beberapa jenis resistor variabel seperti trimmer potensiometer (trimpot), slide
potensiometer (slidepot) dan rotary potensiometer (potensio). Masing-masing jenis resistor
variabel ini memiliki kegunaan dan penerapan yang berbeda-beda.

Berikut ini beberapa penggunaan resistor variabel yang umum pada aplikasi sehari-hari :

1. Volume Control
2. Tone Control (Bass, Middle dan Treble)
3. Pengaturan tegangan dan arus

Universitas Sumatera Utara


27

4. Pengaturan ukuran layar pada televisi analog


5. Setting referensi tegangan atau sinyal
6. Kontrol parameter alat seperti cahaya, kecepatan, frekuensi dan sebagainya.

Simbol Resistor Variabel

Resistor variabel pada umumnya digambarkan menyerupai simbol resistor dengan tanda
panah ditengahnya. Karena kebanyakan resistor variabel berkaki tiga maka panah yang
berada ditengah merupakan kaki ketiga yang berada ditengah dengan nilai resistansi yang
berubah-ubah terhadap kaki pinggir. Perubahan nilai resistor ini tergantung pada posisi kaki
tengah terhadap kaki pinggir.

Berikut ini simbol dari resistor variabel yang umum dipakai :

2.11 Bentuk Fisik Resistor variable

Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa ada tiga jenis resistor variabel yang umum
dipakai dalam rangkaian elektronika yaitu trimpot, slidepot dan rotary pot. Masing-masing
dari resistor variabel ini memiliki bentuk yang berbeda terkait dengan jenisnya. Seperti
misalnya trimpot ditandai dengan tempat mirip kepala skrup untuk keperluan trim dengan
obeng dan rotary potensio yang memiliki handle untuk memutar serta slidepot yang memiliki
tuas untuk menggeser.

Berikut ini beberapa contoh bentuk fisik dari resistor variabel:

Universitas Sumatera Utara


28

2.12 Gambar Resistor variable

2.8 Nilai Resistor Variabel

Nilai resistansi antara kaki pinggir merupakan nilai yang tertera pada body resistor
variabel. Misalnya tertulis nilai 10kΩ maka besarnya resistansi antara kaki pinggir selalu
tetap sebesar 10kΩ. Kemudian nilai resistansi antara kaki tengah dengan kaki pinggir berubah
(variabel) sesuai dengan posisi kaki tengah terhadap kaki pinggir.

Jika posisi potensio berana pada kiri penuh maka besarnya resistansi kaki tengah
dengan kaki sebelah kiri sama dengan nol dan besarnya resistansi kaki tengah dengan kakai
sebelah kanan sebesar 10kΩ. Dan sebaliknya saat posisi kanan penuh maka besarnya
resistansi kaki tengah dengan kaki sebelah kanan sama dengan nol dan besarnya resistansi
kaki tengah dengan kaki sebelah kiri sebesar 10kΩ.
Sering disingkat dengan trimpot. Adalah jenis resistor variabel yang diputar dengan
obeng. Area putar dari trimpot berupa lekukan berbentuk tanda plus atau minus seperti pada
kepala skrup. Penggunaan trimpot dikhususkan untuk pengaturan yang bersifat tetap dan
tidak sering diubah selama pemakaaian terutama oleh pengguna.

2.13 Contoh bentuk fisik trimpot

Universitas Sumatera Utara


29

Contoh penggunaan trimpot adalah pada pengaturan tinggi dan lebar layar televisi pada
jaman dulu (sebelum ada mode service). Contoh penggunaan lain dari trimpot adalah pada
pengaturan tegangan B+ pada power supply SMPS. Pengaturan-pengaturan ini bersifat tetap
dan biasanya dilakukan pada saat proses pembuatan atau proses perbaikan saja. Jadi trimpot
terletak didalam pesawat televisi dan tidak bisa diakses oleh pengguna secara mudahSering
disebut dengan potensio saja. Adalah resistor variabel yang nilainya diubah dengan cara
diputar melalui handle. Biasanya handle ini diputar oleh tangan manusia dengan perantara
knop potensio. Penggunaan rotary potensio biasanya pada pengaturan yang bersifat dinamis
dan berubah selama pemakaian.

2.14 Gambar bentuk fisik rotary potensio


Contoh penggunaan potensio yang paling umum adalah pengaturan volume dan
pengaturan nada bass, middle dan treble pada audio amplifier. Perubahan nilai resistansi pada
potensio dimanfaatkan untuk mengatur level dari tiap-tiap pengaturan secara dinamis oleh
pengguna.

2.15 Gambar aplikasi rotary potensio pada rangkaian volume


LCD (Liquid Crystal Display)

Universitas Sumatera Utara


30

Liquid Crystal Display (LCD) adalah komponen yang dapat menampilkan tulisan.
Salah satu jenisnya memiliki dua baris dengan setiap baris terdiri atas enam belas karakter.
LCD seperti itu biasa disebut LCD 16x2. [11]

Gambar 2.6 LCD 16x2

LCD memiliki 16 pin dengan fungsi pin masing-masing seperti yang terlihat pada
table II.1 dibawah.
Tabel 2.1. pin-pin LCD

[Link] Nama Pin I/O Keterangan


1 VSS Power Catu daya, ground (0v)
2 VDD Power Catu daya positif
Pengatur kontras, menurut datasheet, pin
3 iniperlu dihubungkan dengan pin vss melalui
V0 Power
resistor 5kΩ. namun, dalam praktik, resistor
yang digunakan sekitar2,2kΩ
Register Select
 RS = HIGH : untuk mengirim data
4 RS Input
 RS = LOW : untuk mengirim
instruksi
Read/Write control bus
5 R/W Input  R/W = HIGH : mode untuk membaca
data di LCD

2.8.1 Cara kerja LCD


Pada aplikasi umumnya RW diberi logika rendah “0”.Bus data terdiri dari 4bit atau 8
bit. Jika jalur data 4 bit maka yang digunakan ialah DB4 sampai dengan DB7. Sebagaimana
terlihat pada table deskripsi, interface LCD merupakan sebuah parallel bus, dalam hal ini
sangat memudahkan dan sangat cepat dalam pembacaan dan penulisan data dari atau ke LCD.
Kode ASCII yang ditampilkan sepanjang 8bit dikirim ke LCD secara 4bit atau 8bit pada satu
waktu

Universitas Sumatera Utara


31

Jika mode 4bit yang digunakan, maka 2 nibble data dikirim untuk membuat
sepenuhnya 8bit (pertama dikirim 4bit MSB lalu 4bit LSB dengan pulsa clock EN setiap
nibblenya). Jalur control EN digunakan untuk memberitahu LCD bahwa mikrokontroler
mengirimkan data ke LCD. Untuk mengirim data ke LCD program harus menset EN ke
kondisi high “1” dan kemudian menset dua jalur control lainnya (RS dan R/W) atau juga
mengirimkan data ke jalur data bus. Saat jalur lainnya sudah siap, EN harus diset ke “0” dan
tunggu beberapa saat, dan set EN kembali ke high “1”. Ketika jalur RS berada dalam kondisi
low “0”, data yang dikirimkan ke LCD dianggap sebagai sebuah perintah atau instruksi
khusus (seperti bersihkan layar, posisi kursor dll). Ketika RS dalam kondisi high atau “1”,
data yang dikirimkan adalah data ASCII yang akan ditampilkan dilayar. Misal, untuk
menampilkan huruf “A” pada layar maka RS harus diset ke “1”. Jalur control R/W harus
berada dalam kondisi low (0) saat informasi pada data bus akan dituliskan ke LCD. Apabila
R/W berada dalam kondisi high “1”, maka program akan melakukan query data dari LCD
Instruksi pembacaan hanya satu, yaitu Get LCD status, lainnya merupakan instruksi
penulisan, Jadi hamper setiap aplikasi yang menggunakan LCD, R/W selalu di set ke “0”.
Jalur data dapat terdiri 4 atau 8 [Link] data secara parallel baik 4bit atau 8bit
merupakan 2 mode operasi primer. Untuk membuat sebuah aplikasi interface LCD,
menentukan mode operasi merupakan hal yang paling penting
Mode 8bit sangat baik digunakan ketika kecepatan menjadi keutamaan dalam sebuah
aplikasi dan setidaknya minimal tersedia 11 pin I/0 (3pin untuk control, 8pin untuk
data).Sedangkan mode 4bit minimal hanya membutuhkan 7bit (3pin untuk control, 4 pin
untuk data). Bit RS digunakan untuk memilih apakah data atau instruksi yang akan ditransfer
antara mikrokontroler dan LCD. Jika bit ini diset (RS = 1), maka byte pada posisi kursor
LCD saat itu dapat dibaca atau ditulis. Jika bit ini di reset (RS = 0), merupakan instruksi yang
dikirim ke LCD atau status eksekusi dari instruksi terakhir yang dibaca

2.9 LED (Light Emiting Dioda)


Led adalah jenis dioda yang memancarkan cahaya. Komponen ini biasa digunakan
pada lampu senter atau lampu emergensi. Seperti hal nya dioda yang hanya mengalirkan arus
listrik dari satu arah, led juga demikian. Itulah sebab nya, pemasangan led dirangkaian
elektronika harus tidak terbalik. Dengan kata lain, led tidak berfungsi jika dipasang terbalik.
Led yang umum dipakai berkaki dua. Salah satu kaki berkutub + (disebut anoda) dan
yang lain adalah – (disebut katoda). Namun, tidak tanda + atau – secara eksplisit.
Pembedanya, led mempunyai kaki dengan panjang berbeda. Kaki yang panjang adalah anoda
dan yang pendek adalah [Link] anda menemukan kaki led yang sudah terpotong
sehingga kedua panjang kaki tidak bias dibedakan, indikasi yang menyatakan anoda atau
katoda masih bias dilakukan. Perhatikan gambar dibawah, bagian dasar led (yang
menghubungkan kedua kaki) tidak seluruhnya membulat, tetapi ada yang datar. Nah, kaki
yang dekat area yang datar tersebut adalah katoda.

Gambar 2.7 Bentuk Fisik LED

Universitas Sumatera Utara


32

2.10 Buzzer
Buzzer berfungsi sebagai detector adanya kebocoran gas. Pada saat status normal
buzzer tidak akan menyala namun pada saat status berbahaya buzzer akan menyala sebagai
indikasi bahwa ada kebocoran.

Gambar 2.8 Bentuk Fisik Buzzer

Pada dasarnya prinsip kerja buzzer hampir sama dengan loud speaker, jadi buzzer
juga terdiri dari kumparan yang terpasang pada diafragma dan kemudian kumparan tersebut
dialiri arus sehingga menjadi elektromagnet, kumparan tadi akan tertarik ke dalam atau
keluar, tergantung dari arah arus dan polaritas magnetnya, karena kumparan dipasang pada
diafragma maka setiap gerakan

Universitas Sumatera Utara

Anda mungkin juga menyukai