Prinsip Kerja Sensor HCSR-04
Prinsip Kerja Sensor HCSR-04
BAB II
LANDASAN TEORI
Gelombang ultrasonik adalah gelombang bunyi yang mempunyai frekuensi sangat tinggi
yaitu 20.000 Hz. Bunyi ultrasonik tidak dapat di dengar oleh telinga manusia. Bunyi
ultrasonik dapat didengar oleh anjing, kucing, kelelawar, dan lumba-lumba. Bunyi ultrasonik
nisa merambat melalui zat padat, cair dan gas. Reflektivitas bunyi ultrasonik di permukaan
zat padat hampir sama dengan reflektivitas bunyi ultrasonik di permukaan zat cair. A kan
tetapi, gelombang bunyi ultrasonik akan diserap oleh tekstil dan busa.
Cara menggunakan alat ini yaitu: ketika kita memberikan tegangan positif pada pin
Trigger selama 10uS, maka sensor akan mengirimkan 8 step sinyal ultrasonik dengan
frekuensi 40kHz. Selanjutnya, sinyal akan diterima pada pin Echo. Untuk mengukur jarak
benda yang memantulkan sinyal tersebut, maka selisih waktu ketika mengirim dan menerima
sinyal digunakan untuk menentukan jarak benda tersebut.
Berikut adalah visualisasi dari sinyal yang dikirimkan oleh sensor HC-SR04
Pada sensor ultrasonik, gelombang ultrasonik dibangkitkan melalui sebuah alat yang
disebut dengan piezoelektrik dengan frekuensi tertentu. Piezoelektrik ini akan menghasilkan
gelombang ultrasonik (umumnya berfrekuensi 40kHz) ketika sebuah osilator diterapkan pada
benda tersebut. Secara umum, alat ini akan menembakkan gelombang ultrasonik menuju
suatu area atau suatu target. Setelah gelombang menyentuh permukaan target, maka target
akan memantulkan kembali gelombang tersebut.
Gelombang pantulan dari target akan ditangkap oleh sensor, kemudian sensor
menghitung selisih antara waktu pengiriman gelombang dan waktu gelombang pantul
diterima.
Gambar cara kerja sensor ultrasonik dengan transmitter dan receiver (atas), sensor ultrasonik
dengan single sensor yang berfungsi sebagai transmitter dan receiver sealigus oleh transmitter
dan waktu ketika gelombang pantul diterima receiver.
Sinyal dipancarkan oleh pemancar ultrasonik dengan frekuensi tertentu dan dengan
durasi waktu tertentu. Sinyal tersebut berfrekuensi diatas 20kHz. Untuk mengukur
jarak benda (sensor jarak), frekuensi yang umum digunakan adalah 40kHz.
Sinyal yang dipancarkan akan merambat sebagai gelombang bunyi dengan kecepatan
sekitar 340 m/s. Ketika menumbuk suatu benda, maka sinyal tersebut akan
dipantulkan oleh benda tersebut.
Setelah gelombang pantulan sampai di alat penerima, maka sinyal tersebut akan
diproses untuk menghitung jarak benda tersebut. Jarak benda dihitung berdasarkan
rumus :
S = 340.t/2
dimana S merupakan jarak antara sensor ultrasonik dengan benda (bidang pantul), dan t
adalah selisih antara waktu pemancaran gelombang.
Uno berbeda dari semua papan sebelumnya dalam hal itu tidak menggunakan FTDI
chip driver USB-to-serial. Sebaliknya, fitur Atmega16U2 (Atmega8U2 hingga versi R2)
Microcontroller ATmega328
Operating Voltage 5V
SRAM 2 KB (ATmega328)
EEPROM 1 KB (ATmega328)
Length 68.6 mm
Width 53.4 mm
Weight 25 g
2.3.1 Power
Arduino Uno dapat diaktifkan melalui koneksi USB atau dengan satu daya eksternal.
Sumber daya dipilih secara [Link] (non-USB) dapat di ambil baik berasal
dari AC ke adaptor DC atau baterai. Adaptor ini dapat dihubungkan dengan menancapkan
plug jack pusat-positif ukuran 2.1mm konektor POWER. Ujung kepala dari baterai dapat
dimasukkan kedalam Gnd dan Vin pin header dari konektor [Link] kebutuhan daya
yang disarankan untuk board Uno adalah7 sampai dengan 12 volt, jika diberi daya kurang
dari 7 volt kemungkinan pin 5v Uno dapat beroperasi tetapi tidak stabil kemudian jikadiberi
daya lebih dari 12V, regulator tegangan bisa panas dan dapat merusak board Uno.
VIN. Tegangan masukan kepada board Arduino ketika itu menggunakan sumber daya
eksternal (sebagai pengganti dari 5 volt koneksi USB atau sumber daya lainnya).5V. Catu
daya digunakan untuk daya mikrokontroler dan komponen lainnya3v3. Sebuah pasokan 3,3
volt dihasilkan oleh regulator on-board. GND. Ground pin.
2.3.2 Memori
Input dan Output Masing-masing dari 14 pin digital di Uno dapat digunakan sebagai
input atau output, dengan menggunakan fungsi pinMode (), digitalWrite (), dan digitalRead
(), beroperasi dengan daya 5 volt. Setiap pin dapat memberikan atau menerima maksimum 40
mA dan memiliki internal pull-up resistor (secara default terputus) dari 20-50 kOhms. Selain
itu, beberapa pin memiliki fungsi khusus:
Serial: 0 (RX) dan 1 (TX). Digunakan untuk menerima (RX) dan mengirimkan (TX)
TTL data serial. Pin ini dihubungkan ke pin yang berkaitan dengan chip Serial ATmega8U2
USB-to-TTL.
Eksternal menyela: 2 dan 3. Pin ini dapat dikonfigurasi untuk memicu interrupt pada
nilai yang rendah, dengan batasan tepi naik atau turun, atau perubahan nilai. Lihat
(attachInterrupt) fungsi untuk rincian lebih lanjut.
PWM: 3, 5, 6, 9, 10, dan 11. Menyediakan output PWM 8-bit dengan fungsi analogWrite ().
SPI: 10 (SS), 11 (Mosi), 12 (MISO), 13 (SCK). Pin ini mendukung komunikasi SPI
menggunakan SPI library .LED: 13. Ada built-in LED terhubung ke pin digital 13. Ketika pin
bernilai nilai HIGH, LED on, ketika pin bernilai LOW, LED off.
Uno memiliki 6 masukan analog, berlabel A0 sampai dengan A5, yang masing-
masing menyediakan 10 bit dengan resolusi (yaitu 1024 nilai yang berbeda). Selain itu,
beberapa pin memiliki fungsi khusus:
I2C: A4 (SDA) dan A5 (SCL). Dukungan I2C (TWI) komunikasi menggunakan perpustakaan
Wire.
Aref. Tegangan referensi (0 sampai 5V saja) untuk input analog. Digunakan dengan
fungsi analogReference ().
Namun, pada Windows diperlukan, sebuah file inf. Perangkat lunak Arduino terdapat
monitor serial yang memungkinkan digunakan memonitor data tekstual sederhana yang akan
dikirim ke atau dari board Arduino. LED RX dan TX di papan tulis akan berkedip ketika
data sedang dikirim melalui chip USB-to-serial dengan koneksi USB ke komputer (tetapi
tidak untuk komunikasi serial pada pin 0 dan 1).
ATmega328 juga mendukung I2C (TWI) dan komunikasi SPI. Perangkat lunak Arduino
termasuk perpustakaan Kawat untuk menyederhanakan penggunaan bus I2C, lihat
dokumentasi untuk rincian. Untuk komunikasi SPI, menggunakan perpustakaan SPI.
Pada prakteknya konsep ini diaplikasikan dalam desain- desain alat atau projek-projek
yang menggunakan sensor dan microcontroller untuk menerjemahkan input analog ke dalam
sistem software untuk mengontrol gerakan alat-alat elektro-mekanik seperti lampu, motor dan
sebagainya.
Pembuatan prototype atau prototyping adalah kegiatan yang sangat penting di dalam
proses physical computing karena pada tahap inilah seorang perancang melakukan
eksperimen dan uji coba dari berbagai jenis komponen, ukuran, parameter, program komputer
dan sebagainya berulang-ulang kali sampai diperoleh kombinasi yang paling tepat.
Dalam hal ini perhitungan angka-angka dan rumus yang akurat bukanlah satu-
satunya faktor yang menjadi kunci sukses di dalam mendesain sebuah alat karena ada banyak
faktor eksternal yang turut berperan, sehingga proses mencoba dan menemukan/mengoreksi
kesalahan perlu melibatkan hal-hal yang sifatnya non-eksakta. Prototyping adalah gabungan
antara akurasi perhitungan dan seni.
Pada masa lalu (dan masih terjadi hingga hari ini) bekerja dengan hardware berarti
membuat rangkaian menggunakan berbagai komponen elektronik seperti resistor, kapasitor,
transistor dan sebagainya. Setiap komponen disambungkan secara fisik dengan kabel atau
jalur tembaga yang disebut dengan istilah “ hard wired ” sehingga untuk merubah rangkaian
maka sambungan- sambungan itu harus diputuskan dan disambung kembali.
(dengan 0,5 KB digunakan untuk bootloader), 2 KB dari SRAM dan 1 KB EEPROM (yang
dapat dibaca dan ditulis dengan EEPROM liberary).
2.5 Liquid Crystal Display (LCD)
Display elektronik adalah salah satu komponen elektronika yang berfungsi sebagai
tampilan suatu data, baik karakter, huruf ataupun grafik. LCD (Liquid Cristal Display) adalah
salah satu jenis display elektronik yang dibuat dengan teknologi CMOS logic yang bekerja
dengan tidak menghasilkan cahaya tetapi memantulkan cahaya yang ada di sekelilingnya
terhadap front-lit atau mentransmisikan cahaya dari back-lit.
PCB Printed Circuit Boardadalah sebuah papan yang penuh dengan komponen-komponen
elektronika yang tersusun membentuk rangkaian elektronik atau tempat rangkaian elektronika
yang menghubungkan komponen elektronik yang satu dengan lainnya tanpa menggunakan
kabel. Disebut dengan Papan Sirkuit karena diproduksi secara massal dengan cara mencetak.
PCB dilapisi lapisan logam (tembaga) yang berfungsi sebagai penghubung antar komponen,
Lapisan logam ini nantinya akan menjadi kabel yang tersusun rapi, setelah kita melarutkan
pada larutan FerryClorit + air.
Tahun 1936 - Papan sirkuit cetak pertama kali ditemukan oleh Paul Eisler, ilmuwan
Austria yang memasukkan penggunaan papan sirkuit ini ke dalam sebuah radio.
1943 - Amerika Serikat menggunakan papan sirkuit dengan jumlah besar dalam radio
militer mereka.
1948 - Komersialisasi papan sirkuit cetak di Amerika Serikat.
Setelah tahun 1950, papan sirkuit cetak telah digunakan secara massal di dalam industri
elektronik.
1. IC (intregated Circuit)
2. Transistor
3. Dioda, dan
4. Komponen lainnya.
LCD memiliki 16 pin dengan fungsi pin masing-masing seperti yang terlihat pada
table II.1 dibawah.
Tabel 2.1. pin-pin LCD
Ada beberapa jenis resistor variabel seperti trimmer potensiometer (trimpot), slide
potensiometer (slidepot) dan rotary potensiometer (potensio). Masing-masing jenis resistor
variabel ini memiliki kegunaan dan penerapan yang berbeda-beda.
Berikut ini beberapa penggunaan resistor variabel yang umum pada aplikasi sehari-hari :
1. Volume Control
2. Tone Control (Bass, Middle dan Treble)
3. Pengaturan tegangan dan arus
Resistor variabel pada umumnya digambarkan menyerupai simbol resistor dengan tanda
panah ditengahnya. Karena kebanyakan resistor variabel berkaki tiga maka panah yang
berada ditengah merupakan kaki ketiga yang berada ditengah dengan nilai resistansi yang
berubah-ubah terhadap kaki pinggir. Perubahan nilai resistor ini tergantung pada posisi kaki
tengah terhadap kaki pinggir.
Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa ada tiga jenis resistor variabel yang umum
dipakai dalam rangkaian elektronika yaitu trimpot, slidepot dan rotary pot. Masing-masing
dari resistor variabel ini memiliki bentuk yang berbeda terkait dengan jenisnya. Seperti
misalnya trimpot ditandai dengan tempat mirip kepala skrup untuk keperluan trim dengan
obeng dan rotary potensio yang memiliki handle untuk memutar serta slidepot yang memiliki
tuas untuk menggeser.
Nilai resistansi antara kaki pinggir merupakan nilai yang tertera pada body resistor
variabel. Misalnya tertulis nilai 10kΩ maka besarnya resistansi antara kaki pinggir selalu
tetap sebesar 10kΩ. Kemudian nilai resistansi antara kaki tengah dengan kaki pinggir berubah
(variabel) sesuai dengan posisi kaki tengah terhadap kaki pinggir.
Jika posisi potensio berana pada kiri penuh maka besarnya resistansi kaki tengah
dengan kaki sebelah kiri sama dengan nol dan besarnya resistansi kaki tengah dengan kakai
sebelah kanan sebesar 10kΩ. Dan sebaliknya saat posisi kanan penuh maka besarnya
resistansi kaki tengah dengan kaki sebelah kanan sama dengan nol dan besarnya resistansi
kaki tengah dengan kaki sebelah kiri sebesar 10kΩ.
Sering disingkat dengan trimpot. Adalah jenis resistor variabel yang diputar dengan
obeng. Area putar dari trimpot berupa lekukan berbentuk tanda plus atau minus seperti pada
kepala skrup. Penggunaan trimpot dikhususkan untuk pengaturan yang bersifat tetap dan
tidak sering diubah selama pemakaaian terutama oleh pengguna.
Contoh penggunaan trimpot adalah pada pengaturan tinggi dan lebar layar televisi pada
jaman dulu (sebelum ada mode service). Contoh penggunaan lain dari trimpot adalah pada
pengaturan tegangan B+ pada power supply SMPS. Pengaturan-pengaturan ini bersifat tetap
dan biasanya dilakukan pada saat proses pembuatan atau proses perbaikan saja. Jadi trimpot
terletak didalam pesawat televisi dan tidak bisa diakses oleh pengguna secara mudahSering
disebut dengan potensio saja. Adalah resistor variabel yang nilainya diubah dengan cara
diputar melalui handle. Biasanya handle ini diputar oleh tangan manusia dengan perantara
knop potensio. Penggunaan rotary potensio biasanya pada pengaturan yang bersifat dinamis
dan berubah selama pemakaian.
Liquid Crystal Display (LCD) adalah komponen yang dapat menampilkan tulisan.
Salah satu jenisnya memiliki dua baris dengan setiap baris terdiri atas enam belas karakter.
LCD seperti itu biasa disebut LCD 16x2. [11]
LCD memiliki 16 pin dengan fungsi pin masing-masing seperti yang terlihat pada
table II.1 dibawah.
Tabel 2.1. pin-pin LCD
Jika mode 4bit yang digunakan, maka 2 nibble data dikirim untuk membuat
sepenuhnya 8bit (pertama dikirim 4bit MSB lalu 4bit LSB dengan pulsa clock EN setiap
nibblenya). Jalur control EN digunakan untuk memberitahu LCD bahwa mikrokontroler
mengirimkan data ke LCD. Untuk mengirim data ke LCD program harus menset EN ke
kondisi high “1” dan kemudian menset dua jalur control lainnya (RS dan R/W) atau juga
mengirimkan data ke jalur data bus. Saat jalur lainnya sudah siap, EN harus diset ke “0” dan
tunggu beberapa saat, dan set EN kembali ke high “1”. Ketika jalur RS berada dalam kondisi
low “0”, data yang dikirimkan ke LCD dianggap sebagai sebuah perintah atau instruksi
khusus (seperti bersihkan layar, posisi kursor dll). Ketika RS dalam kondisi high atau “1”,
data yang dikirimkan adalah data ASCII yang akan ditampilkan dilayar. Misal, untuk
menampilkan huruf “A” pada layar maka RS harus diset ke “1”. Jalur control R/W harus
berada dalam kondisi low (0) saat informasi pada data bus akan dituliskan ke LCD. Apabila
R/W berada dalam kondisi high “1”, maka program akan melakukan query data dari LCD
Instruksi pembacaan hanya satu, yaitu Get LCD status, lainnya merupakan instruksi
penulisan, Jadi hamper setiap aplikasi yang menggunakan LCD, R/W selalu di set ke “0”.
Jalur data dapat terdiri 4 atau 8 [Link] data secara parallel baik 4bit atau 8bit
merupakan 2 mode operasi primer. Untuk membuat sebuah aplikasi interface LCD,
menentukan mode operasi merupakan hal yang paling penting
Mode 8bit sangat baik digunakan ketika kecepatan menjadi keutamaan dalam sebuah
aplikasi dan setidaknya minimal tersedia 11 pin I/0 (3pin untuk control, 8pin untuk
data).Sedangkan mode 4bit minimal hanya membutuhkan 7bit (3pin untuk control, 4 pin
untuk data). Bit RS digunakan untuk memilih apakah data atau instruksi yang akan ditransfer
antara mikrokontroler dan LCD. Jika bit ini diset (RS = 1), maka byte pada posisi kursor
LCD saat itu dapat dibaca atau ditulis. Jika bit ini di reset (RS = 0), merupakan instruksi yang
dikirim ke LCD atau status eksekusi dari instruksi terakhir yang dibaca
2.10 Buzzer
Buzzer berfungsi sebagai detector adanya kebocoran gas. Pada saat status normal
buzzer tidak akan menyala namun pada saat status berbahaya buzzer akan menyala sebagai
indikasi bahwa ada kebocoran.
Pada dasarnya prinsip kerja buzzer hampir sama dengan loud speaker, jadi buzzer
juga terdiri dari kumparan yang terpasang pada diafragma dan kemudian kumparan tersebut
dialiri arus sehingga menjadi elektromagnet, kumparan tadi akan tertarik ke dalam atau
keluar, tergantung dari arah arus dan polaritas magnetnya, karena kumparan dipasang pada
diafragma maka setiap gerakan