Pengaruh Disiplin terhadap Prestasi Cobig
Pengaruh Disiplin terhadap Prestasi Cobig
TESIS
Untuk Memenuhi Syarat
Memperoleh Gelar Magister Manajemen
Oleh:
RISAL
[Link].1.1364
PROGRAM PASCASARJANA
INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS
NOBEL INDONESIA
MAKASSAR
2022
ii
TESIS
Untuk Memenuhi Syarat
Memperoleh Gelar Magister Manajemen
Oleh:
RISAL
[Link].1.1364
PROGRAM PASCASARJANA
INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS
NOBEL INDONESIA
MAKASSAR
2022
iii
PENGESAHAN TESIS
Oleh:
RISAL
Menyetujui :
Komisi Pembimbing
Ketua, Anggota,
Dr. H. Muhammad Hidayat, S.E., M.M Dr. Didiek Handayani Gusti, S.E., [Link]
Mengetahui :
HALAMAN IDENTITAS
JUDUL TESIS :
KOMISI PEMBIMBING:
Ketua : Dr. H. Muhammad Hidayat, S.E., M.M
Anggota : Dr. Didiek Handayani Gusti, S.E., [Link]
bahwa sepanjang pengetahuan saya, didalam naskah Tesis ini tidak terdapat karya
ilmiah yang pernah diajukan oleh orang lain untuk memperoleh gelar akademik di
suatu Perguruan Tinggi dan tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis
atau diterbitkan oleh orang lain. Kecuali yang secara tertulis dikutip dalam naskah
Apabla ternyata didalam naskah Tesis ini dapat dibuktikan terdapat unsur-unsur
Materai
RISAL
NIM [Link].1.1364
vi
KATA PENGANTAR
Tiada kata yang pantas terucap selain ungkapan puji syukur yang sangat
mendalam kepada Dzat yang Maha Kuasa dan Maha Mulia, Allah Subhanahu Wa
di langit dan di bumi beserta yang ada di antara keduanya. Salam dan shalawat
‘Alaihi Wa Sallam, suri tauladan bagi seluruh umat manusia. Doa dan
Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, serta umat muslimin yang istiqomah di atas jalan-
Nya.
karya yang sederhana ini sebagai salah satu persyaratan untuk meraih gelar
sarjana Magister dalam lingkup Program Studi Magister Manajemen ITB Nobel
Indonesia. Dengan Judul “Pengaruh Reward, Motivasi Dan Disiplin Guru Dan
Staf Terhadap Prestasi Kerja Guru dan Staf Yayasan Pendidikan COBIG
Hadirnya karya ini tentu tidak secara serta merta, melainkan berkat
dukungan berbagai pihak. Olehnya itu, melalui kesempatan ini penulis ingin
melewati masa-masa sulit dalam proses penyelesaian tesis ini. Semoga bantuan
tersebut secara ikhlas lahir dari lubuk hati terdalam sehingga mendapat ganjaran
Dalam penulisan tesis ini, tidak sedikit pihak yang memberikan bantuan
kepada penulis berupa pikiran dan petunjuk yang sangat berharga dan bermanfaat.
Dengan penuh kerendahan hati penulis juga menyampaikan terima kasih dan
penghargaan kepada:
2. Dr. Maryadi, S.E., M.M. selaku Direktur Pascasarjana ITB Nobel Indonesia
Makassar.
3. Dr. Sylvia Sjarlis, S.E., [Link]., Ak., C.A. selaku ketua program studi Magister
4. Dr. H. Muhammad hidayat, S.E., M.M. selaku Ketua Komisi Pembimbing dan
Dr. Didiek Handayani Gusti, S.E., [Link]. selaku anggota Komisi Pembimbing
motivasi yang diberikan selama kuliah sampai penulisan tesis ini sehingga
ITB Nobel Indonesia Makassar, atas bantuan yang telah diberikan selama ini,
kemudian hari.
viii
ITB Nobel Indonesia Makassar atas bantuan dan kerja samanya selama ini.
Dan semua pihak yang membantu Penulis yang tidak sempat disebutkan satu
Penulis menyadari atas segala keterbatasan, untuk itu saran dan kritik yang
Aamiin.
Penulis,
RISAL
NIM: [Link].1.1364
ix
ABSTRAK
Risal. 2022. Pengaruh Reward, Motivasi dan Disiplin Kerja Terhadap Prestasi
Kerja Guru dan Staf Pada Yayasan Cobig Indonesia Makassar. Dibimbing oleh
Muhammad Hidayat dan Didiek Handayani Gusti.
ABSTRACT
Risal. 2022. The Influence of Reward, Motivation and Work Discipline on the
Work Achievement of Teachers and Staff at the Cobig Indonesia Makassar
Foundation. Supervised by Muhammad Hidayat and Didiek Handayani Gusti.
This study aims to determine the effect of Reward, Motivation and Work
Discipline on the Work Achievement of Teachers and Staff at the Cobig Indonesia
Makassar Foundation partially or simultaneously and to determine the dominant
variable. The research was carried out from June to July 2020 at the Cobig
Indonesia Makassar Foundation.
Based on the population of employees at the study site as many as 35
employees, the number of samples that became respondents was 35 employees
(α=5%). The research instrument used a questionnaire which was distributed to
the respondents. The research method applies a quantitative approach by testing
the hypothesis using multiple linear regression models.
The results showed that the reward had a significant partial effect on
work performance where the t count was 2.555 > t table 1.695 and the
significance value was 0.016 < 0.05. Motivation has a partially significant effect
on work performance where the t count value is 2.085> t table 1.695 and the
significance value is 0.045 <0.05. Work discipline partially significant effect on
work performance where the value of t count is 4.558> t table 1.695 and a
significance value of 0.000 <0.05. Reward, Motivation and Work Discipline
variables simultaneously have a significant effect on the work performance
variable, which is indicated by the calculated F value of 58.718> F table 2.910
and the significance value of 0.000 <0.05. The R square value of 0.850 indicates
that the research variables used are able to explain the work performance variable
with an accuracy of 85.0%. The results of the calculation of the relative
contribution indicate that the dominant variable that affects the work performance
of teachers and staff at the Cobig Indonesia Makassar Foundation is the work
discipline variable of 56,90%.
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN..........................................................................................1
1.1 Latar Belakang........................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah...................................................................................7
1.3 Tujuan Penelitian.....................................................................................8
1.4 Manfaat Penelitian...................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................75
LAMPIRAN……………………………………………………………………….. 81
xiii
xiv
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
2 Gambar 5.2 (a) Grafik sebaran residual data, dan (b) Grafik histogram. 61
DAFTAR LAMPIRAN
2. Kuesioner Penelitian
PENDAHULUAN
Dalam hal ini sekolah sebagai lembaga pendidikan merupakan tempat terjadinya
kepribadian dan segenap potensi siswa sehingga mereka dapat tumbuh dan
Hasil belajar dapat dikatakan membekas atau konstan, jika perubahan yang terjadi
akibat proses belajar tahan lama dan tidak mudah terhapus begitu saja.
tingkat kemampuan siswa usia 15 tahun Indonesia dalam membaca, sains, dan
bawah jenjang S1. Guru yang telah tersertifikasi pun juga masih di bawah 50
persen.
menyimpulkannya
pendidikan dalam berbagai dimensi, baik yang dijalankan oleh guru sebagai
pendidikan merupakan hasil dari proses yang dilakukan semua elemen yang
berkualitas tidak lepas peran para guru sebagai pelaku pendidikan. Guru
akan menerapkan suatu strategi agar hasil belajar siswanya mendapat prestasi
dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif
dan efisien. Untuk merealisasikan strategi yang telah ditetapkan maka dipilihlah
sudah disuun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara
dengan adanya sebuah apresiasi penghargaan (reward) yang diberikan oleh pihak
meningkat. Bentuk dan jenis serta kualitas reward yang diterima guru sebagai
4
bentuk dukungan dan dorongan secara moril dari hasil penilaian prestasi
terarah sesuai tujuan akhir visi dan misi sekolah. Reward atau penghargaan
memiliki tiga fungsi penting dalam mengajari anak berperilaku yang disetujui
secara social, yaitu (1) memiliki nilai pendidikan, (2) menjadi motivasi bagi guru
untuk mengulangi perilaku yang diteirma oleh lingkungan atau masyarakat, dan
(3) memperkuat perilaku yang disetujui secara sosial dan tiadanya penghargaan
seseorang. Jika seseorang mendapat motivasi yang kuat dan kokoh, akan lahir
kemauan yang kuat. Pemberian motivasi secara implisit berarti bahwa pimpinan
komunikasi yang baik serta interaksi yang bersifat horizontal. Tingginya motivasi
kerja guru dalam menjalankan seluruh tugas dan tanggung jawab sebagai guru
yang profesional. Adanya motivasi kerja guru tersebut, maka pencapaian tujuan
pembelajaran yang bermuara pada prestasi kerjanya dapat tercapai dengan baik
sesuai aturan dan ketentuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Kondisi tersebut
5
juga berlaku bagi seorang guru, diperlukan motivasi kerja yang dapat
meningkatkan kinerjanya sebagai tenaga pendidik dan pengajar bagi siswa yang di
Faktor lain yang turut menentukan kualitas pendidikan yakni absensi dan
Jika guru jarang hadir atau tidak disiplin maka hal itu akan menghambat proses
belajar mengajar dan akan mengakibatkan peserta didik menjadi malas. Akan
tetapi, jika guru selalu tepat waktu tidak pernah terlambat dalam mengajar, maka
hal inilah yang akan menjadi pemacu semangat peserta didik dalam belajar. Dan
kondisi dan situasi guru yang mengelola kelas sebagai bagian dari tanggung
guru yang memiliki kedisiplinan yang tinggi turut menentukan kualitas prestasi
Indonesia Kota Makassar yang didukung pula hasil observasi awal penelitian ini,
menunjukkan bahwa (1) reward atau bentuk penghargaan yang diberikan kepada
guru sebagai hasil prestasi kerjanya, belum maksimal dilakukan oleh pihak
pada akhir tahun ajaran, sebagai akumulasi dari seluruh kegiatan dalam kurun
waktu satu tahun, sehingga masih sangat minim reward yang diberikan oleh
6
kepala sekolah melalui Yayasan dan pihak lain, (2) Kondisi motivasi kerja guru
yang selama ini dimilikinya, ada kecenderungan masih rendah dalam memotivasi
diri untuk bekerja lebih baik lagi, masih ada perasaan para guru dalam mengajar
hanya untuk menyelesaikan tugasnya apa adanya, masih kurang motivasi kerja
yang dimilikinya dalam menemukan berbagai alat dan media pembelajaran, hanya
semata-mata menggunakan sarana yang ada di sekolah saja, masih ada asumsi
disepakati bersama, masih masih perlu ditingkatkan lagi, masih ada guru yang
datang terlambat dan cepat pulang hanya menitip catatan atau PR kepada siswa,
masih ada ditemukan guru yang meninggalkan jam mengajar pada saat proses
sesuai jadwal dan perencanaan dalam RPP, begitu pula dengan sistem penilaian
pada aspek sikap dan perilaku belum maksimal menerapkan aturan dan kaidah
yang digunakan dalam penilaian tersebut, dan (4) prestasi kerja guru dan staf
dilakukan oleh guru sesuai dengan uraian tugas, pokok dan fungsinya sebagai
masing mata pelajaran. Masih adaguru yang dalam kesehariannya hanya terfokus
pada satu metode dan strategi pembelajaran yang diterapkan dalam mengajar,
belum menemukan inovasi dan kreasi yang dapat mendorong kreatifitas siswa
dalam belajar. Di sisi lain, prestasi kerja guru dalam mengikuti kegiatan lomba
7
atau kompetisi baik tingkat kota Makassar maupun pada jenjang yang lebih
reward dan disiplin guru itu sendiri dalam menunaikan tugas dan kewajibannya.
dan dianalisis secara mendalam melalui kajian secara ilmiah dengan judul
penelitian: Pengaruh reward, motivasi dan disiplin guru baik secara parsial
maupun secara bersama-sama terhadap prestasi kerja guru dan staf Yayasan
1. Apakah reward berpengaruh secara parsial terhadap prestasi kerja guru dan
2. Apakah motivasi berpengaruh secara parsial terhadap prestasi kerja guru dan
terhadap prestasi kerja guru dan staf Yayasan Pendidikan COBIG Indonesia
Kota Makassar.
berpengaruh paling dominan terhadap prestasi kerja guru dan staf Yayasan
kerja guru dan staf Yayasan Pendidikan COBIG Indonesia Kota Makassar.
prestasi kerja guru dan staf Yayasan Pendidikan COBIG Indonesia Kota
Makassar.
secara simultan terhadap prestasi kerja guru dan staf Yayasan Pendidikan
kerja guru dan staf Yayasan Pendidikan COBIG Indonesia Kota Makassar.
strategi peningkatan reward, motivasi dan disiplin guru dan staf dalam
meningkatkan reward, motivasi dan disiplin guru dan staf sehingga prestasi
kerja guru dan staf yang ada di Yayasan Pendidikan COBIG Indonesia
melalui reward yang diberikan kepada guru dan staf, pemberian motivasi bagi
guru dan staf, dan kedisiplinan guru dan staf dalam menjalankan tugas dan
kewajibannya.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
prestasi kerja guru atau Ha diterima dan H0 ditolak. Besarnya pengaruh yang
prestasi kerja guru adalah sebanyak nilai R Square yakni sebesar 0,519 yang
dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.
11
Prestasi Kerja Guru Pada SMK YAPIA Parung, Kab. Bogor. Hasil penelitian
menemukan bahwa nilai korelasi (r) antara variabel motivasi (X) dengan
variabel kinerja karyawan (Y) 0,819 yang artinya terdapat hubungan positif
yang sangat kuat antara motivasi dan prestasi kerja guru pada SMK Yapia
variabel motivasi (X) berpengaruh dengan variabel kinerja guru (Y) sebesar
67,08%.
pengaruh yang signifikan antara disiplin kerja terhadap prestasi kerja guru di
SMA 4 Bandung.
5. Connie, (2021) meneliti tentang Korelasi Disiplin Guru Dan Reward Guru
bahwa (1) ada korelasi yang positif dan signifikan disiplin guru dengan
prestasi kerja guru. (2) ada korelasi positif dan signifikan reward guru dengan
prestasi kerja guru. (3) ada korelasi yang positif dan signifikan disiplin guru
Goal setting theory merupakan salah satu bagian dari teori motivasi yang
dikemukakan oleh Edwin Locke pada tahun 1978. Goal setting theory didasarkan
pada bukti yang berasumsi bahwa sasaran (ide-ide akan masa depan; keadaan
tujuan yaitu model individual yang menginginkan untuk memiliki tujuan, memilih
Mahennoko, 2011).
Menurut teori ini “salah satu dari karakteristik perilaku yang mempunyai
tujuan yang umum diamati ialah bahwa perilaku tersebut terus berlangsung
(seperti suatu pekerjaan, sebuah proyek baru), ia terus mendesak sampai tujuan
dengan prestasi kerja pegawai. Konsep dasar teori ini adalah seseorang yang
dengan prestasi kerja. Konsep dasar dari teori ini adalah bahwa karyawan yang
berpengaruh pada perilaku kerja Locke 1986 (dalam Arfan 2010:90). Tujuan yang
sulit menghasilkan prestasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan tujuan yang
mudah, tujuan yang jelas dan menantang akan menghasilkan prestasi yang lebih
organization. Paket kompensasi bagi individu meliputi sejumlah uang (upah, gaji,
pengkuan dan pemberian pujian yang diberikan oleh organisasi terhadap pegawai.
rewards can be: 1) intrinsic rewards are usually non-financial reward in the form
meaning, scope to useand develop skills), the opportunity to excel and grow, the
14
extrinsic rewards in the form of financial reward (wages and profits) and non-
balik.
(reward) adalah segala bentuk balas jasa yang diberikan kepada seseorang atas
diri, (2) pemberian bonus, (3) pengakuan dan pemberian pujian, dan (4)
kesempatan promosi.
Reward (ganjaran) adalah alat yang mendidik, maka dari itu reward tidak
boleh berubah sifatnya menjadi upah. Upah adalah sesuatu yang mempunyai nilai
sebagai ganti rugi dari suatu pekerjaan atau suatu jasa. Upah adalah sebagai
seorang guru harus selalu ingat maksud dari pemberian reward (ganjaran) itu.
Pendidik bermaksud juga dengan adanya ganjaran guru menjadi lebih giat lagi
15
perilaku yang disebut dengan istilah reinforser. Prinsip yang paling penting pada
dengan cara memberi pujian, pemberian hadiah, pemberian angka, dan pemberian
a. Reward Sosial
atau perhatian. Pujian merupakan bentuk motivasi yang positif. Namun dalam
pemberiannya harus tepat agar dapat memupuk suasana yang menyenangkan dan
kegembiraan. Senyum yang diberikan secara ikhlas akan diterima dengan senang
seksama, seperti guru yang memiliki kinerja yang kurang baik, kepala sekolah
b. Reward Aktivitas
c. Reward Simbolik
tanda atau benda sebagai sebuah hadiah. Seperti uang, angka, bintang, poin, alat
bukan karena perbuatan semata-mata, namun ada sesuatu yang harus dicapai
adalah sesuatu yang menyenangkan yang dijadikan sebagai hadiah untuk guru
17
guru.
reward akan menjadi hilang arti reward itu sebagai alat pendidikan.
payah.
Pamela & Oloko (2015) Motivasi adalah kunci dari organisasi yang sukses
untuk menjaga kelangsungan pekerjaan dalam organisasi dengan cara dan bantuan
yang kuat untuk bertahan hidup. Motivasi adalah memberikan bimbingan yang
tepat atau arahan, sumber daya dan imbalan agar mereka terinspirasi dan tertarik
untuk bekerja dengan cara yang anda inginkan. Chukwuma & Obiefuna (2014)
proses dimana upaya seseorang diberi energi untuk bekerja keras, diarahkan, dan
sasaran bahwa orang berusaha untuk memenuhi atau memotivasi kekuatan yang
membuat dia semangat dalam mengejar tujuan dengan kemauan maksimal, untuk
yang menantang yang membutuhkan inisiatif dan asumsi tanggung jawab pribadi
suatu proses yang dimulai dengan kebutuhan dalam diri manusia yang
Steers & Porter (dalam Miftahun & Sugiyanto 2010) menyatakan bahwa
motivasi kerja adalah suatu usaha yang dapat menimbulkan suatu perilaku,
kebutuhan pokok yang diinginkan, sehingga jika kebutuhan itu ada akan berakibat
kerja tinggi akan berusaha agar pekerjaannya dapat terselesaikan dengan sebaik‐
baiknya.
mendorong perbuatan kearah suatu tujuan tertentu. Motivasi kerja adalah suatu
yang menimbulkan semangat atau dorongan kerja. Oleh sebab itu, motivasi kerja
dalam psikologi kerja biasa disebut pendorong semangat kerja. Kuat dan
lemahnya motivasi kerja seorang tenaga kerja ikut menentukan besar kecilnya
prestasinya.(Anoraga, 2019).
aktivitas tertentu, demi mencapai tujuan tertentu. Maka motivasi dapat diartikan
dorongan yang terdapat dalam diri seseorang untuk berusaha merubah tingkah
laku yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhannya (Hamzah B. Uno, 2013: 3).
kearah tujuan-tujuan tertentu yang sebelumnya kecil atau tidak ada gerakan sama
perilaku manusia dan kinerja. Teori Motivasi telah dibahas dan dikonsep oleh
berbagai peneliti. Tingkat motivasi seorang individu atau tim diberikan dalam
tugas atau pekerjaan mereka yang dapat mempengaruhi semua aspek kinerja
20
tercapainya tujuan tertentu dan tujuan organisasi dan untuk memenuhi beberapa
kebutuhan. Kuat lemahnya motivasi kerja seorang tenaga kerja ikut menentukan
kerja adalah:
Sikap tingkah laku atau perbuatan pada guru untuk melakukan aktivitas-
norma-norma yang telah ditetapkan dan disetujui bersama baik tulis maupun lisan
serta sanggup menerima sanksi bila melanggar tugas dan wewenang yang
diberikan.
Membuat hasil kerja dan kombinasi ide-ide atau gambaran disusun secara
lebih teliti atau inisiatif sendiri bukan ditiru dan bersifat konstruktif sehingga
21
membentuk suatu hasil atau produk yang mendukung pada kualitas kerja yang
lebih baik.
c. Kepercayaan Diri
Daya berfikir positif dalam menghadapi kenyataan yang terjadi serta bertanggung
tuntutan dan kemauan yang dimiliki, dan tekanan tersebut diselesaikan dengan
pekerjaan, diiringi rasa keberanian menerima segala resiko, inisiatif yang besar
dalam menghadapi kesulitan terhadap pekerjaan dan dorongan yang besar untuk
aman.
pegawai, imajinasi yang tinggi dan daya kombinasi, kepercayaan diri, daya tahan
pembelajaran yang dimonopoli oleh guru itu sendiri (teacher sentre), karena guru
prestasi kerja guru yang bersangkutan secara optimal baik fisik maupun psikis.
aktif. Menurut Dimyati (2013: 21) Motivasi adalah dorongan mental yang
menjadi kunci bagi kreativitas kerja. Kreativitas kerja dapat ditingkatkan dengan
motivasi kerja yang tinggi, pengetahuan dan keahlian dalam melakukan tugas dan
dorongan yang timbul pada diri seseorang yang menggerakkan untuk melakukan
sesuatu. Guru yang mempunyai motivasi kerja yang tinggi akan setantiasa bekerja
keras untuk mengatasi segala jenis permasalahan yang dihadapi dengan harapan
mencapai hasil yang lebih baik. Indikator motivasi kerja guru yaitu: (a)
terhadap pekerjaan sendiri, (d) Kebutuhan akan pengakuan, dan (e) Gaji yang
diterima.
Dalam hal ini kata disiplin itu sendiri berasal dari Bahasa Latin
perilaku individu sehingga taat azas dan selalu patuh pada aturan atau norma yang
berlaku.
pelanggaran tata tertib sekolah yang dilakukan oleh siswa maupun guru yang
kurang disiplin.
kedisiplinan yang tinggi, kualitas lembaga pendidikan akan kalah dari bangsa-
bangsa lain yang menerapkan disiplin tinggi, seperti Malaysia, Australia, Cina,
dan Jepang (Jamal Ma’mur Mutaqin, 2010: 87). Sedangkan Sutrisno (2013: 85),
tidak akan ada artinya bila tidak disertai dengan sanksi bagi para pelanggarnya.
dalam hubungan kerja sangat erat kaitannya dengan motivasi kerja. Disiplin dapat
25
menghargai waktu, tenaga dan biaya. Hasibuan (2015: 193), kedisiplinan adalah
kesadaran dan kesediaan seseorang yang menaati semua peraturan organisasi dan
tanggung jawab seseorang terhadap tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Hal ini
Menurut E.B Hurlock (2013: 82) bahwa disiplin berasal dari kata yang
sama dengan “disciple”, yakni seseorang yang belajar dari atau secara suka rela
mengikuti seorang pemimpin. Orangtua dan guru merupakan pemimpin, dan anak
merupakan murid yang belajar dari mereka cara hidup yang berguna dan bahagia.
jadi disiplin merupakan cara masyarakat mengajar anak perilaku moral yang
sebagai suatu sikap tingkah laku dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan dari
perusahaan baik tertulis maupun tidak tertulis”. Begitu pula Sinambela (2012:
238) memberikan definsi disiplin adalah setiap perseorangan dan juga kelompok
dari dilihat dari ketaatan atau kepatuhan terhadap aturan (tata tertib) yang
dikaitkan dengan proses pembelajaran memiliki relasi antara guru dan siswa serta
serta arahan guru. Sedangkan menurut Zuriah (2011: 83) bahwa disiplin adalah
pekerjaan dengan tertib dan teratur sesuai dengan waktu dan tempatnya serta
Kepatuhan dan ketaatan warga sekolah terhadap berbagai aturan dan tata
tertib yang yang berlaku di sekolahnya itu biasa disebut disiplin. Sedangkan
peraturan, tata tertib, dan berbagai ketentuan lainnya yang berupaya mengatur
perilaku warga sekolah disebut disiplin sekolah. Disiplin sekolah adalah usaha
sekolah untuk memelihara perilaku warga sekolah agar tidak menyimpang dan
kualitas atau mutu pendidikan pada suatu sekolah karena dengan adanya suatu
peraturan tata tertib, norma, dan ketentuan yang harus ditekuni dan ditaati serta
dilaksanakan oleh guru dan staf di sekolah, maka sekolah tersebut akan lebih baik
dan sempurna.
menerapkan peraturan sekolah. Sikap disiplin akan mendorong seorang guru /staf
27
untuk bekerja sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku. Guru dan staf
yang datang tepat waktu dan tidak meninggalkan kelas sebelum pelajaran berakhir
adalah salah satu contoh yang dapat membangkitkan motivasi siswa dalam
belajar. menegakkan disiplin merupakan hal yang sangat penting, sebab dengan
guru dan staf. Dengan kedisiplinan di dalam mengajar guru, proses pembelajaran
akan terlaksana secara efektif dan efesien. Keberhasilan belajar siswa itu tidak
Berhasil atau tidaknya suatu disiplin dari para pegawai dipengaruhi oleh
1. Frekuensi kehadiran
dan ketelitian memiliki tingkat kewaspadaan yang tinggi terhadap dirinya maupun
pekerjaannya.
standar kerja yang telah ditetapkan sesuai dengan aturan dan pedoman kerja agar
5. Etika kerja
dari teori dan pendapat para ahli. Menurut Veithzal Rivai (2014: 599), dimensi
b. Jam istirahat
a. Cara berpakaian
c. Kepatuhan bekerja
b. Peraturan pemerintah
harus diperhatikan oleh setiap pegawai sebagai dasar kedisiplinan pegawai, dan
pegawai mencakup:
d. Bersikap dan bertingkah laku sopan dan santun terhadap masyarakat, sesama
a. Ketepatan waktu
Para pegawai yang datang ke kantor tepat waktu, tertib dan teratur, dengan
bahwa seseorang memiliki disiplin kerja yang baik, sehingga peralatan kantor
30
sesuai dengan prosedur dan bertanggung jawab atas hasil kerja, dapat pula
1. Sikap mental (mental attitude) yang merupakan sikap taat dan tertib sebagai
watak.
akan aturan. Norma, dan standar tadi merupakan syarat mutlak untuk
1. Disiplin Positif. Merupakan suatu sikap dan iklim organisasi yang setiap
sendiri. Mereka patuh pada tata tertib tersebut karena mereka memahami,
ketidakpatuhannya.
orang-orang atau siswa lain sehingga mereka tidak akan berbuat kesalahan
yang sama.
Tindakan disiplin berlaku bagi semua, tidak memilih memilah dan memihak
kepada siapapun yang melanggar akan dikenakan sanksi pendisiplinan yang sama,
termasuk bagi para manajer atau pemimpin karena pemimpin harus memberi
1. Disiplin Preventif
dan mematuhi pedoman kerja, atau aturan yang telah digariskan oleh perusahaan.
32
2. Disiplin Korektif
3. Disiplin Progresif
[Link] Kerja
hasil yang dicapai oleh seorang individu untuk ukuran yang telah ditetapkan
dalam suatu pekerjaan. Hasibuan (2015: 87) mengatakan bahwa dalam suatu
organisasi, prestasi kerja biasanya dikaitkan dengan usaha penentuan nilai suatu
pekerjaan. Dengan adanya penilaian prestasi kerja pegawai maka pemimpin dapat
mengetahui tingkat potensi dan kemampuan yang ada pada masing-masing pegawai
yang akan menjadi salah satu pertimbangan dasar bagi pemimpin dalam memberikan
Menurut Sikula (2015: 57) prestasi kerja adalah evaluasi yang sistematis
terhadap pekerjaan yang telah dilakukan oleh karyawan dan ditujukan untuk
pegawai dan sumbangan serta kepentingan bagi pegawai. Sedangkan Dessler (2015:
523) mengemukakan bahwa prestasi kerja adalah perbandingan antara persepsi aktual
mengatakan bahwa yang dimaksud dengan prestasi kerja adalah kinerja yang dicapai
oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan yang diberikan
kepadanya.
Mangkunegara (2015: 13) prestasi kerja adalah hasil kerja secara kualitas dan
kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai
dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya, hasil kerja secara kualitas dan
kuantitas yang dicapai oleh pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan
tanggung jawab yang diberikan kepadanya itulah yang dimaksud dengan prestasi
kerja.
dengan prestasi kerja guru dapat disintetiskan prestasi kerja adalah tampilan
seorang guru dalam serangkaian proses pelaksanaan tugas dan pekerjaan yang
kerjatinggi akan selalu sadar secara penuh mengenai tanggung jawabnya masing-
baik sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya untuk mendapatkan hasil kerja
kerja hanya akan memberikan dampak negatif bagi pegawai itu sendiri maupun
34
lembaga tempat ia bekerja. Untuk itu peningkatan prestasi kerja seorang pegawai
sangat perlu dilakukan baik secara individu maupun secara kelompok sebagai
suatu pekerjaan seseorang baik dalam kapasitas pribadi maupun sebagai seorang
dilakukan setiap hari seperti kelambatan dan kelalaian dalam bekerja, ketepatan
dalam kehadiran pada jam-jam kerja, bekerja dengan seenaknya, dan sebagainya.
rekan sekerja.
Selanjutnya juga dikatakan bahwa hasil kerja atau prestasi merupakan gabungan
dari tiga faktor yaitu (a) minat dalam bekerja, (b) penerimaan delegasi tugas, dan
1) Faktor Kemampuan.
seorang pegawai atau karyawan yang memiliki IQ di atas rata-rata (IQ 110-120)
yang diharapkan. Oleh karena itu, pegawai perlu ditempatkan pada pekerjaan
yang sesuai dengan kemampuannya (the right man on the right place, the right
2) Faktor Motivasi
menggerakkan diri pegawai yang terarah untuk mencapai tujuan organisasi (tujuan
kerja). Sikap mental merupakan kondisi yang mendorong diri pegawai untuk
berusaha mencapai prestasi kerja secara maksimal. Sikap mental seorang pegawai
harus siap secara psikofisik (siap mental, fisik, tujuan dan situasi). Artinya,
seorang pegawai harus mampu secara mental, mampu secara fisik, memahami
tujuan utama, dan target kerja yang akan dicapai serta mampu memanfaatkan dan
1) Kuantitas Kerja
Banyaknya hasil kerja sesuai dengan waktu kerja yang ada, yang perlu
diperhatikan bukan hasil rutin tetapi seberapa cepat pekerjaan dapat diselesaikan.
2) Kualitas kerja
Mutu hasil kerja yang didasarkan pada standar yang ditetapkan. Biasanya
3) Keandalan
4) Inisiatif
menyelesaikan.
5) Kerajinan
37
Kesediaan melakukan tugas tanpa adanya paksaan dan juga yang bersifat
rutin.
6) Sikap Pegawai
7) Kehadiran
BAB III
hasil pendidikan yang berkualitas tidak lepas peran para guru sebagai pelaku
diberikan oleh pihak sekolah untuk meningkatkan prestasi dan kualitas pendidikan
sekolah tersebut meningkat. Kontribusi yang diberikan oleh guru terhadap sekolah
ini, menuntut sekolah untuk memberikan sejumlah imbalan (reward) baik yang
sebagainya.
Faktor lain yang dapat meningkatkan prestasi kerja adalah motivasi kerja.
Seorang guru dapat bekerja secara profesional jika pada dirinya terdapat motivasi
yang tinggi. Pegawai/guru yang memiliki motivasi yang tinggi biasanya akan
melaksanakan tugasnya dengan penuh semangat dan energik, karena ada motif-
motif atau tujuan tertentu yang melatar belakangi tindakan tersebut. Motif itulah
39
yang kondusif, dalam hal ini baik kepala sekolah maupun guru ikut serta
kedisiplinan yang tinggi turut menentukan kualitas prestasi kerjanya sesuai yang
Indikator prestasi kerja guru dan staf menurut A.A Anwar Prabu
Mangkunegara (2011) sebagai berikut : (1) Kualitas kerja, (2) Kuantitas kerja, (3)
Konsistensi pegawai, (4) Kerjasama, dan (5) Sikap pegawai. Sedangkan indikator
reward guru yang digunakan dalam penelitian ini menurut konsep teoritis Freed
Luthan (2006) Nuraini (2012) yaitu : (1) Pengakuan sebagai guru terbaik, (2)
pangkat/jabatan.
Guru yang mempunyai motivasi kerja yang tinggi akan senantiasa bekerja
keras untuk mengatasi segala jenis permasalahan yang dihadapi dengan harapan
mencapai hasil yang lebih baik. Indikator motivasi kerja guru dalam penelitian ini,
profesi, (4) Kebutuhan akan pengakuan, dan (5) Gaji yang diterima
konsep Soedjono (Pratama, 2014) yaitu (1) Ketepatan waktu, (2) Menggunakan
40
peralatan kantor dengan baik, (3) Tanggung jawab yang tinggi, dan (4) Ketaatan
Adapun hubungan antara reward guru dan staf, motivasi guru dan staf, dan
kedisiplinan guru dan staf dalam meningkatkan prestasi kerja dan staf Yayasan
Pendidikan COBIC Indonesia Kota Makassar dapat dilihat pada gambar 1. berikut
ini :
Reward (X1) Indikator
1. Pengakuan sebagai guru
terbaik
2. insentif/bonus
3. kenaikan gaji
4. tunjangan
5. hadiah
6. Kenaikan pangkat/jabatan
Sumber: Freed Luthan (2006),
Nuraini (2012)
Prestasi Kerja (Y)
Indikator
1. Kuantitas kerja
Motivasi guru dan staf (X2) 2. Kualitas kerja
Indikator 3. Keandalan
1. Kebutuhan berprestasi 4. Inisiatif
2. Peluang berkembang 5. Kerajinan
3. Kebanggaan profesi Sumber: Mangkunegara
4. Kebutuhan pengakuan (2011)
5. Gaji yang diterima
Sumber : Mangkunegara (2011)
1. Diduga reward berpengaruh secara parsial terhadap prestasi kerja guru dan
2. Diduga motivasi berpengaruh secara parsial terhadap prestasi kerja guru dan
3. Diduga disiplin kerja berpengaruh secara parsial terhadap prestasi kerja guru
terhadap prestasi kerja guru dan staf Yayasan Pendidikan COBIG Indonesia
Kota Makassar.
BAB IV
METODE PENELITIAN
penelitian ini disajikan dengan angka-angka. Hal ini sesuai dengan pendapat
berlandaskan pada filsafat positivism digunakan untuk meneliti pada populasi dan
bersifat kuantitatif dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan
COBIG Indonesia Kota Makassar. Sedangkan jadual penelitian ini akan dilakukan
pada Minggu pertama Juni 2020 sampai dengan Minggu keempat Juli 2020.
penelitian dari obyek penelitian yang dapat berupa manusia, hewan, tumbuh-
tumbuhan, udara, gejala, nilai, peristiwa, sikap hidup dan sebagainya, sehingga
obyek-obyek ini dapat menjadi sumber data penelitian (Bungin, 2011: 109).
43
Populasi penelitian ini adalah seluruh guru dan staf Yayasan Pendidikan COBIG
masuk kategori kecil, maka teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam
penelitian ini adalah sampel total dari populasi, sehingga diperoleh sampel
a. Observasi
pengumpulan data dari observasi dicatat dan disusun menjadi tulisan yang
b. Kuesioner
Skala likert yang digunakan pada penelitian ini dapat diperhatikan pada tabel
berikut.
44
c. Studi literatur
Jenis data pada penelitian ini dapat dibedakan atas data kuantitatif dan
observasi dan penelusaran pustaka terkait teori yang berkaitan dengan topik
penelitian.
Sumber data pada penelitian ini terbagi atas data primer dan sekunder.
pustaka berupa buku, artikel, skripsi, tesis, dan data lain yang relevan.
45
a. Analisis deskriptif
responden seperti umur, jenis kelamin, dan jabatan. Selain itu, analisis
penelitian.
Pengujian kualitas data meliputi uji validitas dan reliabilitas dengan tujuan
korelasi product moment dengan kriteria nilai korelasi r hitung harus lebih
0,05).
Cronbach alpha harus di atass 0,600 agar dapat dinyatakan handal atau
reliabel.
46
c. Asumsi klasik
tidak menimbulkan hasil analisis yang bias. Terdapat beberapa asumsi agar
1) Uji normalitas
dan mengikuti arah garis maka data dapat dinyatakan memenuhi asumsi
normalitas.
2) Uji heterokedastisitas
3) Uji multikolinearitas
47
pada nilai Variance Inflation Factor (VIF) dan Tollerance (Toll) dengan
syarat apabila VIF <10 dan Toll > 0,05 maka tidak terjadi
multikolinearitas.
d. Pengujian hipotesis
menggunakan model regresi linear berganda. Data dan variabel yang telah
melalui pengujian kualitas dan sebaran data (asumsi klasik) dapat digunakan
untuk menyusun model regresi linear berganda. Model analisis regresi linear
berikut:
Y = α + β1 X1 + β2 X2 + β3 X3 + e
Keterangan:
α = Konstanta.
1) Uji parsial
Ttabel dan Signifikan < α=0,05 maka Hipotesis diterima sedangkan jika
2) Uji simultan
pada nilai akurasi 5% (α=0,05) sehingga apabila nilai Sig. < 0,05 maka
hipotesis simultan diterima sedangkan jika nilai Sig. > 0,05 maka
hipotesis ditolak.
3) Koefisien Determinasi
semakin [Link] ini berarti model yang digunakan semakin besar untuk
49
2013: 40).
.
50
BAB V
Responden pada penelitian ialah seluruh guru dan staf Yayasan Pendidikan
COBIG Indonesia Kota Makassar sebanyak 35 orang terdiri atas berbagai profil.
Kelompok umur mayoritas yaitu pada usia 26-30 tahun sebanyak 14 guru
atau 40,00% sedangkan minoritas ditunjukkan pada kelompok usia 46-50 tahun
yaitu 2,86% (1 orang). Adapun kelompok umur lainnya yaitu 31-35 tahun yaitu 11
guru (31,43%), kelompok 41-45 tahun sebanyak 6 guru (17,14%) dan 36-40 tahun
angkatan kerja usia muda merupakan potensi besar untuk meningkatkan kinerja
organisasi.
51
terakhir.
responden) mengenyam gelar sarjana (S1), kemudian Diploma 45,71% (16 orang)
dan gelar magister (S2) sebanyak 5,72% (2 responden). Jika digabungkan maka
persepsi individu, latar belakang pendidikan juga menjadi salah satu tolak ukur
bagi guru untuk promosi jabatan sehingga banyak yang termotivasi untuk
persepsi responden terkait kinerja dan variabel yang berkaitan dengannya. Tabel
3 3 tahun 13 37,14
4 4 tahun 11 31,43
Total 35 100
Sumber : Data primer diolah, 2022
orang atau 17,14%), lama bekerja 2 tahun sebanyak 5 orang (14,29%), lama
bekerja 3 tahun sebanyak 13 orang (37,14%) dan lama kerja 4 tahun sebanyak 11
orang (31,43%). Guru Yayasan Cobiq Makassar kebanyakan diisi oleh rekrutan
baru namun ditopang oleh keberadaan guru yang telah lebih lama bekerja
reward, motivasi, disiplin guru dan prestasi kerja yang ada pada Yayasan Cobiq
sedikit dengan kategori tidak setuju sebanyak 3 orang atau 8,60%. Artinya
sedikit dengan kategori tidak setuju sebanyak 1 orang atau 2,90%. Artinya
penilaian paling sedikit dengan kategori tidak setuju sebanyak 1 orang atau
kurang setuju sebanyak 17 orang atau 48,60%, dan penilaian paling sedikit
dengan kategori sangat setuju sebanyak 8 orang atau 22,90%. Artinya guru
paling sedikit dengan kategori tidak setuju sebanyak 1 orang atau 2,90%.
paling sedikit dengan kategori tidak setuju dan sangat setuju masing-
pekerjaannya.
orang atau 40,00% dan penilaian paling sedikit dengan kategori sangat
orang atau 40,00% dan penilaian paling sedikit dengan kategori sangat
penilaian paling sedikit dengan kategori sangat tidak setuju dan tidak
58
paling banyak dengan kategori setuju sebanyak 24 orang atau 68,60% dan
paling sedikit dengan kategori sangat setuju sebanyak 1 orang atau 2,90%.
59
mengajar.
paling sedikit dengan kategori sangat setuju sebanyak 1 orang atau 2,90%.
mengajar.
paling sedikit dengan kategori sangat setuju sebanyak 3 orang atau 8,60%.
paling sedikit dengan kategori sangat setuju sebanyak 1 orang atau 2,90%.
dengan model regresi linear berganda. Tahapan analisis data terbagi atas tiga yaitu
pengujian kualitas data, pengujian asumsi klasik, dan pengujian hipotesis. Melalui
60
tiga tahapan tersebut maka hasil pengujian terhadap sampel responden dapat
1) Uji Validitas
hitung > r tabel, pertanyaan dikatakan valid jika probabilitas (sig) < 0,50
(Sugiyono, 2015). Teknik uji validitas dalam penelitian ini berdasarkan nilai
korelasi setiap item pernyataan terhadap skor total variabel dengan kriteria
korelasi (r hitung) lebih besar dari nilai r tabel 0,291 (df=N-2, N=35, α = 5%).
terendah pada pernyataan “pengakuan sebagai guru terbaik”. Jika r hitung > r
tabel, pertanyaan dikatakan valid jika probabilitas (sig) < 0,50 (Sugiyono,
parameter “gaji yang diterima”. Jika r hitung > r tabel, pertanyaan dikatakan
valid jika probabilitas (sig) < 0,50 (Sugiyono, 2015). Berdasarkan nilai
pernyataan “Ketaatan pada aturan kantor ”. Jika r hitung > r tabel, pertanyaan
dikatakan valid jika probabilitas (sig) < 0,50 (Sugiyono, 2015). Berdasarkan
tertinggi pada parameter “Kualitas kerja” dan nilai terendah pada pernyataan
probabilitas (sig) < 0,50 (Sugiyono, 2015). Berdasarkan nilai kisaran tersebut
2) Uji Reliabilitas
0,60 (Sugiyono, 2015). Uji reliabilitas dalam penelitian ini mengacu pada
Kriteria uji reliabilitas yaitu nilai Cronbach alpha lebih besar dari
0,60. Berdasarkan Tabel 5.12 maka dapat diketahui bahwa setiap variabel
alpha tertinggi pada variabel prestasi kerja dan terendah pada motivasi. Oleh
handal.
pula Asumsi Klasik yang bertujuan untuk memastikan data dari sampel responden
65
mewakili populasi dan variabel yang diteliti tidak mengandung unsur bias.
Pengujian asumsi klasik pada penelitian ini berdasarkan pada asumsi normalitas,
1) Asumsi Normalitas
histogram.
Gambar 5.2 (a) Grafik sebaran residual data, dan (b) Grafik histogram
66
bahwa variabel independen yang diteliti tidak menunjukkan korelasi kuat satu
sama lain. Uji multikolinearitas berdasarkan pada nilai Tolerance (Tol > 0,10)
Collinearity Statistics
Model
Tolerance VIF
1 (Constant)
Reward 0,978 1.023
Motivasi 0,731 1.367
Disiplin Kerja 0,734 1.362
a. Dependent Variable: Prestasi Kerja
Sumber : Data primer diolah, 2022
hubungan kuat antar variabel independen yang diteliti atau dengan kata lain
3) Uji Heteroskedastisitas
dengan kriteria pola sebaran varians data berada pada bagian atas-bawah dan
kanan-kiri dari garis 0 pada setiap sumbu. Sebaran polanya dapat diperhatikan
Pada Gambar 5.3 terlihat bahwa data tidak memiliki pola tertentu namun
tersebar pada bagian atas-bawah dan kiri-kanan dari garis 0 pada masing-masing
sumbu. Mengacu pada pola tersebut maka dapat disimpulkan bahwa data pada
Analisis regresi linier berganda adalah hubungan secara linear antara dua
atau lebih variabel independen dengan variabel dependen. Analisis ini untuk
independen tetap maka variabel dependen yaitu prestasi kerja dapat terus
signifikan (Sig.<0,05).
terdapat hubungan linear antara reward dan prestasi kerja yaitu setiap
bahwa terdapat hubungan linear antara motivasi dan prestasi kerja yaitu setiap
4. Koefisen regresi disiplin kerja (X3) yaitu 0,172 yang menunjukkan hubungan
antara disiplin kerja dan prestasi kerja ialah berbanding lurus atau adanya
0,172 satuan. Nilai signifikansi yang lebih kecil dari tingkat kesalahan 5%
69
terhadap model yang dibangun menunjukkan bahwa data yang dikumpulkan dan
regresi linear berganda. Pengujian hipotesis menggunakan uji parsial (uji t) dan uji
1) Uji Parsial
Uji parsial atau uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh setiap variabel
diuji melalui uji t. Hasil perhitungannya dapat diperhatikan pada tabel berikut.
Unstandardized Standardized
Model Coefficients Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 3,057 1,120 2,730 0,010
Reward 0,202 0,037 0,452 5,470 0,000
Motivasi 0,251 0,047 0,505 5,290 0,000
Disiplin Kerja 0,172 0,056 0,293 3,077 0,004
Berdasarkan hasil uji t hubungan reward dan prestasi kerja menunjukkan nilai t
hitung sebesar 5,470 > t tabel 1,695 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 sehingga
kerja. Hubungan motivasi dan prestasi kerja menunjukkan nilai t hitung sebesar
70
5,290 > t tabel 1,695 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 sehingga disimpulkan
Hubungan disiplin kerja dan prestasi kerja menunjukkan nilai t hitung sebesar
3,077 > t tabel 1,695 dan nilai signifikansi 0,004 < 0,05 sehingga disimpulkan
bahwa disiplin kerja berpengaruh signifikan secara parsial terhadap prestasi kerja.
2) Uji Simultan
keempat yaitu terkait pengaruh variabel independen secara serentak atau simultan
terhadap variabel dependen. Uji simultan menggunakan uji f yang hasilnya dapat
Sum of
Model Squares df Mean Square f Sig.
1 Regression 80,076 3 26,692 58,718 ,000b
Residual 20,896 31 ,674
Total 100,971 34
a. Dependent Variable: prestasi kerja
b. Predictors: (Constant), reward, motivasi, disiplin kerja
Nilai fhitung yang dihasilkan ialah sebesar 58,718 dengan nilai signifikansi
0,000. Berdasarkan nilai fhitung yang lebih besar dari ftabel 2,910
model regresi linear berganda yaitu sebesar 79,30% dan termasuk kategori baik.
reward dan prestasi kerja menunjukkan nilai t hitung sebesar 5,470 dan nilai
signifikansi 0,000. Nilai thitung yang diperoleh tersebut lebih besar dibandingkan
nilai ttabel yaitu 1,695 serta nilai signifikansi lebih kecil daripada tingkat kesalahan
yang ditetapkan yaitu α=5% atau 0,05 sehingga disimpulkan bahwa reward
meningkatkan prestasi kerja guru dan staf di Yayasan Cobig Indonesia sebesar
0,202 satuan.
72
Bentuk reward sebagai sebuah bentuk apresiasi suatu prestasi tertentu yang
diberikan oleh Yayasan dengan maksud untuk meningkatkan kinerja guru dan staf
Yayasan Cobig Indonesia. Pemberian reward perlu diberikan untuk lebih memacu
diberikan dari pihak sekolah biasanya berupa ucapan, uang, dan benda-benda
kepada guru dan karyawan yang berhasil memenuhi kriteria yang telah dibuat.
kategori positif. Aspek yang menonjol dalam reward pada guru dan staf Yayasan
Cobig Indonesia yaitu menerima reward memiliki sikap suka membantu orang
lain.
positif. Aspek yang menonjol dalam pemberian reward guru dan staf di Yayasan
Cobig Indonesia. Ketika pemberian bonus, tunjangan dan hadiah berjalan sesuai
dengan keinginan guru dan staf, maka akan meningkatkan prestasi kerja
karyawan. Ketika prestasi kerja karyawan telah tercapai maka perusahaan dapat
73
mengukur sejauh mana peningkatan kinerja yang mereka capai secara maksimal
motivasi dan prestasi kerja menunjukkan nilai thitung sebesar 5,290 dan nilai
signifikansi 0,000. Nilai thitung yang diperoleh tersebut lebih besar dibandingkan
nilai ttabel yaitu 1,695 serta nilai signifikansi lebih kecil daripada tingkat kesalahan
yang ditetapkan yaitu α=5% atau 0,05 sehingga disimpulkan bahwa motivasi
meningkatkan prestasi kerja guru dan staf di Yayasan Cobig Indonesia sebesar
0,251 satuan.
adalah sistem yang mampu menjamin kepuasan para anggota organisasi, sehingga
terhadap prestasi kerja guru dan staf di Yayasan Cobig Indonesia. Penelitian Erri,
positif. Aspek yang menonjol dalam motivasi guru dan staf di Yayasan Cobig
Indonesia. Ketika pemberian motivasi berjalan dengan lancar dan sesuai dengan
peningkatan prestasi kerja karyawan. Ketika prestasi kerja karyawan telah tercapai
maka perusahaan dapat mengukur sejauh mana peningkatan kinerja yang mereka
disiplin kerja dan prestasi kerja menunjukkan nilai thitung sebesar 3,077 dan nilai
signifikansi 0,004. Nilai thitung yang diperoleh tersebut lebih besar dibandingkan
nilai ttabel yaitu 1,695 serta nilai signifikansi lebih kecil daripada tingkat kesalahan
yang ditetapkan yaitu α=5% atau 0,05 sehingga disimpulkan bahwa disiplin kerja
berpeluang meningkatkan prestasi kerja guru dan staf di Yayasan Cobig Indonesia
terhadap prestasi kerja. Penelitian Widiastri dan Bagia (2020) juga menemukan
Disiplin kerja yang baik dari seorang karyawan akan melahirkan perilaku
positif yang dapat menunjang prestasi kerja karyawan tersebut. Semakin baik
75
disiplin kerja karyawan, maka semakin tinggi prestasi yang dicapainya, hal ini
terjadi karena bagi karyawan, disiplin merupakan salah satu kunci keberhasilan
2018).
menonjol dalam disiplin kerja guru dan staf di Yayasan Cobig Indonesia. Yakni
kedisiplinan dalam bekerja di dalam sebuah organisasi. Jika guru dan staf
Kerja
Mengacu pada Tabel 5.14 beserta uraiannya maka diketahui bahwa ketiga
berpengaruh signifikan secara serentak terhadap prestasi kerja pada guru dan staf
variabel motivasi dan disiplin kerja berpengaruh serentak terhadap prestasi kerja.
saling memiliki perusahaan, sehingga karyawan akan timbul rasa untuk ikut serta
76
Berdasarkan hasil uji simultan yang diperoleh maka untuk mencapai prestasi kerja
dapat dilakukan perbaikan pada ketiga variabel yang diteliti yaitu reward,
motivasi dan disiplin kerja. Peningkatan prestasi kerja melalui pendekatan pada
ketiga variabel tersebut dapat memberi hasil lebih cepat apabila dilakukan secara
simultan.
faktor dominan yang mempengaruhi variabel reward guru dan staf di Yayasan
Cobig Indonesia yaitu disiplin kerja sebesar 45,20% bagian dari ketepatan model.
Veithzal Rivai (2014: 599) yaitu Pengakuan sebagai guru terbaik, insentif/bonus,
peran variabel reward didukung fakta bahwa responden pada penelitian ini
merupakan guru dan staf di Yayasan Cobig Indonesia yang telah menerima
Hasil analisis deskriptif juga menunjukkan bahwa beberapa guru dan staf
pekerjaannya. Unsur-unsur ini terdiri gaji pokok, gaji kontingen, imbalan kerja,
dan imbalan non-finansial, yang meliputi imbalan intrinsik dari pekerjaan itu
BAB VI
6.1 Kesimpulan
dan staf di Yayasan Cobig Indonesia dengan arah hubungan positif atau
berbanding lurus.
dan staf di Yayasan Cobig Indonesia dengan arah hubungan positif atau
berbanding lurus.
guru dan staf di Yayasan Cobig Indonesia dengan arah hubungan positif atau
berbanding lurus.
1. Pada tataran teoritis, hasil pengujian hipotesis dengan model regresi linear
Reward, Motivasi dan Disiplin kerja terhadap Prestasi kerja, dengan Disiplin
2. Pada tataran praktis, peningkatan prestasi kerja guru dan staf di Yayasan
dan Disiplin kerja baik secara parsial maupun simultan bergantung pada
6.3 Saran
Adapun saran yang dapat diberikan oleh peneliti ialah sebagai berikut :
reward yang adil, peningkatan motivasi dan disiplin kerja yang baik dengan
DAFTAR PUSTAKA
Akbar, I. R., & Wiguna, M. (2020). Hubungan Motivasi Terhadap Prestasi Kerja
Guru Pada SMK YAPIA Parung, Kab. Bogor. JENIUS (Jurnal Ilmiah
Manajemen Sumber Daya Manusia), 4(1), 61–69.
Al Fisqy Kayyasah Amaliyah. 2017. Pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja
terhadap kinerja guru Yayasan Swadhipa Natar TP. 2015/2016. Tesis.
Program Pascasarjana Universitas Lampung.
Andi Indra Irawan, Joko Sabtohadi, Mariani Madjid. 2019. Pengaruh Disiplin
Kerja Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Dinas Pendapatan Daerah Kutai
Kartanegara. JEMI. Vol.19, No.1, Juni
Anderson, L.W., dan Karthwal, D.R. 2014. A Taxsonomy For Learning, Teaching,
and Assesing.A Revision of Blooms Taxsonomy of Education
[Link] York; WesleyLonman Inc.
Anis Syamsu Rizal. 2019. Pengaruh motivasi kerja dan kedisiplinan terhadap
kinerja guru SMP. Jurnal Ulul Albab LPPM UMMAT | ISSN 2621-7716
Vol. 23 No. 1 Januari 2019, hal. 15-22
Connie, C. (2021). Korelasi Disiplin Guru Dan Reward Guru Terhadap Prestasi
Kerja Guru Madrasah. Manajer Pendidikan, 15(2), 15–26.
Dimyati & Mudjiono. 2013. Belajar Dan Pembelajaran. Cetakan III. Jakarta: PT.
RinekaCipta.
Dirgahayu Erri, Ratu Saras Ferbiana, Agus Tri Indah K. 2020. Pengaruh Motivasi
Kerja Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Pada PT Bringin Rancang
81
Djamarah, Syaiful Bahri. 2011. Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif.
Penerbit: Rineka Cipta. Jakarta.
Fitriani, A. D. (2021). Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Prestasi Kerja Guru Sma
Negeri 4 Bandung. Jurnal Tata Kelola Pendidikan, 3(1).
Hinaya. 2018. Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Prestasi Kerja Pada Ajb
Bumiputera 1912 Masamba. JEMMA, Volume 1 Nomor 2, September.
M. Ngalim Purwanto. 2011. Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis, Jakarta : PT.
Remaja Rosda Karya.
Miftahun, N., & Sugiyanto. 2010. Pengaruh Dukungan Sosial dan Kepemimpinan
Transformasional Terhadap Komitmen Organisasi dengan Mediator
Motivasi Kerja. Jurnal Psikologi 37 (1).94-109. Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada.
Pratama, Aditya Nur. 2016. Pengaruh Lingkungan Kerja dan Disiplin Kerja
terhadap Kinerja Karyawan PT. Razer Brothers. Yogyakarta: Universitas
Negeri Yogyakarta
Rahmadi, P., & Pancarania, D. P. (2020). Peran Guru dalam Membentuk Sikap
Disiplin Siswa Kelas I Sekolah Dasar Melalui Penghargaan dan
Konsekuensi [The Role Of Teachers In Shaping The Discipline Attitudes
Of Grade 1 Elementary School Students Through Rewards And
Consequences]. JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education,
4(1), 80–101.
Siti Triya Wayuri. 2020. Pengaruh Penilaian Kinerja Dan Reward Terhadap
Prestasi Kerja Perawat Pada Rsia Eria Bunda Pekanbaru. JOM FISIP Vol.
7: Edisi I Januari – Juni.
Stephen P. Robbins Mary Coulter. 2012. Management. New York: Prentice Hall.
Suwanto, Denok Sunarsi, Heri Erlangga, Nurjaya, Rofiq Noorman Haryad. 2022.
Pengaruh Pemberian Reward dan Disiplin Kerja Terhadap Prestasi Kerja
yang Berdampak pada Kinerja Karyawan pada PT Surya Pratama
Gemilang di Bekasi. JENIUS. Jurnal Ilmiah, Manajemen Sumber Daya
Manusia. Vol.5 No.2.
Sri Rahayu. 2018. Pengaruh Motivasi Dan Disiplin Terhadap Prestasi Kerja
Karyawan Di PT Langkat Nusantara Kepong Kabupaten Langkat.
JUMANT. Vol. 9 No.1
Wan Fauziah, W.Y. & Tan, S.K. 2013. Generation Differences in work
Motivation: From Developing Country Perspective. Journal of Economy,
Management and Social Sciences 2 (4)
Wardani Purnama Sari. 2016. Pengaruh gaji dan motivasi terhadap kinerja guru
pada SMA swasta Bagan Sinembah Rokan Hilir Riau. Jurnal TINGKAP
Vol. XII No. 1 Thn. 2016
Yoder Dale. 2015. Persenol Manajemen. Edisi Ke enam. Jakarta: PT. Prentice
Hall of Inida
Zuriah, Nurul. 2011. Pendidikan Moral & Budi Pekerti dalam Perspektif
Perubahan. Jakarta: Bumi Aksara
86
LAMPIRAN
I. REWARD
SS ST KS TS STS
SS ST KS TS STS
87
SS ST KS TS STS
SS ST KS TS STS
Reward
No Resp Butir Pertanyaan Jumlah
1 2 3 4 5 6
1 4 4 4 4 4 4 24
2 4 3 3 3 3 3 19
3 4 4 3 4 4 3 22
4 2 3 3 3 3 3 17
5 5 5 5 5 5 5 30
6 4 4 4 4 4 4 24
7 5 4 4 4 4 4 25
8 4 5 4 5 5 4 27
9 4 3 3 3 3 3 19
10 4 3 2 3 3 2 17
11 4 4 3 4 4 3 22
12 4 3 3 3 3 3 19
13 4 3 4 3 3 4 21
14 4 3 3 3 3 3 19
15 4 3 4 3 3 4 21
16 3 4 5 4 4 5 25
17 5 3 4 3 3 4 22
18 4 3 4 3 3 4 21
19 4 3 4 3 3 4 21
20 5 4 5 4 4 5 27
21 4 5 5 5 5 5 29
22 3 3 3 3 3 3 18
23 4 4 4 4 4 4 24
24 3 3 4 3 3 4 20
25 3 3 4 3 3 4 20
26 3 3 4 3 3 4 20
27 4 5 4 5 5 4 27
28 3 3 4 3 3 4 20
29 4 4 4 4 4 4 24
30 2 5 5 5 5 5 27
31 4 5 5 5 5 5 29
32 2 5 5 5 5 5 27
33 5 4 5 4 4 5 27
34 4 5 5 5 5 5 29
35 3 3 3 3 3 3 18
90
Motivasi
No Resp Butir Pertanyaan Jumlah
1 2 3 4 5
1 4 4 4 4 4 20
2 3 4 3 4 3 17
3 4 4 4 4 4 20
4 4 5 4 5 4 22
5 5 5 5 5 5 25
6 4 4 4 4 4 20
7 4 5 4 5 4 22
8 5 4 5 4 5 23
9 3 4 3 4 3 17
10 4 4 4 4 4 20
11 4 3 4 3 4 18
12 4 4 4 4 4 20
13 3 5 3 5 3 19
14 3 4 3 4 3 17
15 4 4 4 4 4 20
16 2 4 2 4 2 14
17 5 5 5 5 5 25
18 4 5 4 5 4 22
19 4 4 4 4 4 20
20 3 5 3 5 3 19
21 4 4 4 4 4 20
22 2 2 2 2 2 10
23 4 4 4 4 4 20
24 4 5 4 5 4 22
25 4 5 4 5 4 22
26 4 5 4 5 4 22
27 4 4 4 4 4 20
28 4 4 4 4 4 20
29 4 4 4 4 4 20
30 3 3 3 3 3 15
31 3 4 3 4 3 17
32 3 2 3 2 3 13
33 3 5 3 5 3 19
34 4 4 4 4 4 20
35 2 2 2 2 2 10
91
Disiplin
No Resp Butir Pertanyaan Jumlah
1 2 3 4
1 4 4 4 4 16
2 3 3 3 3 12
3 3 3 3 2 11
4 4 4 4 4 16
5 5 5 5 5 20
6 4 4 4 4 16
7 4 4 4 4 16
8 3 3 3 4 13
9 2 3 2 3 10
10 2 3 2 3 10
11 4 4 4 4 16
12 4 4 4 4 16
13 4 4 4 3 15
14 3 3 3 4 13
15 4 4 4 4 16
16 4 3 4 5 16
17 5 5 5 5 20
18 5 4 5 5 19
19 3 4 3 4 14
20 4 4 4 4 16
21 3 4 3 3 13
22 3 3 3 3 12
23 2 4 2 4 12
24 5 5 5 5 20
25 2 4 2 4 12
26 2 4 2 4 12
27 4 5 4 5 18
28 4 4 4 4 16
29 4 4 4 4 16
30 3 3 3 4 13
31 3 3 3 1 10
32 2 3 2 3 10
33 4 4 4 4 16
34 3 4 3 3 13
35 3 3 3 3 12
Prestasi Kerja
No Resp Butir Pertanyaan Jumlah
1 2 3 4 5
1 4 4 4 4 4 16
2 3 3 3 3 3 12
3 3 4 3 3 3 13
4 3 4 3 4 3 14
5 5 5 5 5 5 20
6 4 4 4 4 4 16
7 4 4 4 4 4 16
8 4 4 4 4 4 16
9 3 4 3 3 3 13
10 3 4 3 3 3 13
11 4 3 3 4 3 14
12 4 3 3 4 3 14
13 3 4 3 3 3 13
14 3 4 3 4 3 14
15 4 4 4 4 4 16
16 4 3 3 4 3 14
17 4 4 4 5 4 17
18 4 4 4 4 4 16
19 4 4 4 4 4 16
20 4 4 4 4 4 16
21 4 4 4 4 4 16
22 3 3 3 3 3 12
23 4 4 4 4 4 16
24 4 4 4 4 4 16
25 4 4 4 4 4 16
26 4 4 4 4 4 16
27 4 4 4 5 4 17
28 4 3 3 4 3 14
29 4 4 4 4 4 16
30 3 4 3 4 3 14
31 4 3 3 4 3 14
32 4 3 3 4 3 14
33 4 4 4 4 4 16
34 4 4 4 4 4 16
35 3 3 3 3 3 12
Correlations
X1.1 X1.2 X1.3 X1.4 X1.5 X1.6 TOTX1
X1.1 Pearson 1 ,087 ,070 ,087 ,087 ,070 ,294
Correlation
Sig. (2-tailed) ,621 ,689 ,621 ,621 ,689 ,087
N 35 35 35 35 35 35 35
X1.2 Pearson ,087 1 ,650** 1,000** 1,000** ,650** ,924**
Correlation
Sig. (2-tailed) ,621 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000
N 35 35 35 35 35 35 35
X1.3 Pearson ,070 ,650 **
1 ,650 **
,650 **
1,000 **
,844**
Correlation
Sig. (2-tailed) ,689 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000
N 35 35 35 35 35 35 35
X1.4 Pearson ,087 1,000 **
,650 **
1 1,000 **
,650 **
,924**
Correlation
94
Correlations
X2.1 X2.2 X2.3 X2.4 X2.5 TOTX2
X2.1 Pearson 1 ,497 **
1,000 **
,497 **
1,000 **
,905**
Correlation
Sig. (2- ,002 ,000 ,002 ,000 ,000
tailed)
N 35 35 35 35 35 35
X2.2 Pearson ,497 **
1 ,497 **
1,000 **
,497 **
,820**
Correlation
Sig. (2- ,002 ,002 ,000 ,002 ,000
tailed)
N 35 35 35 35 35 35
X2.3 Pearson 1,000** ,497** 1 ,497** 1,000** ,905**
Correlation
Sig. (2- ,000 ,002 ,002 ,000 ,000
tailed)
N 35 35 35 35 35 35
95
Correlations
X3.1 X3.2 X3.3 X3.4 TOTX3
X3.1 Pearson 1 ,628 **
1,000 **
,571 **
,935**
Correlation
Sig. (2- ,000 ,000 ,000 ,000
tailed)
N 35 35 35 35 35
X3.2 Pearson ,628 **
1 ,628 **
,632 **
,802**
Correlation
Sig. (2- ,000 ,000 ,000 ,000
tailed)
N 35 35 35 35 35
X3.3 Pearson 1,000 **
,628 **
1 ,571 **
,935**
Correlation
Sig. (2- ,000 ,000 ,000 ,000
tailed)
N 35 35 35 35 35
96
Correlations
N 35 35 35 35 35 35
UJI RELIABILITAS
Reliability Statistics
98
Cronbach's
Alpha Based on
Cronbach's Standardized
Alpha Items N of Items
,882 ,881 6
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha Based on
Cronbach's Standardized
Alpha Items N of Items
,917 ,920 5
Reliability Statistics
99
Cronbach's
Alpha Based on
Cronbach's Standardized
Alpha Items N of Items
,888 ,891 4
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha Based on
Cronbach's Standardized
Alpha Items N of Items
,906 ,903 5
Y1.1
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 3,00 10 28,6 28,6 28,6
4,00 24 68,6 68,6 97,1
5,00 1 2,9 2,9 100,0
Total 35 100,0 100,0
Y1.2
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 3,00 9 25,7 25,7 25,7
4,00 25 71,4 71,4 97,1
5,00 1 2,9 2,9 100,0
101
Y1.3
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 3,00 16 45,7 45,7 45,7
4,00 18 51,4 51,4 97,1
5,00 1 2,9 2,9 100,0
Total 35 100,0 100,0
Y1.4
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 3,00 7 20,0 20,0 20,0
4,00 25 71,4 71,4 91,4
5,00 3 8,6 8,6 100,0
Total 35 100,0 100,0
Y1.5
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 3,00 16 45,7 45,7 45,7
4,00 18 51,4 51,4 97,1
5,00 1 2,9 2,9 100,0
Total 35 100,0 100,0
X1.1
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 2,00 3 8,6 8,6 8,6
3,00 7 20,0 20,0 28,6
4,00 20 57,1 57,1 85,7
5,00 5 14,3 14,3 100,0
102
X1.2
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 3,00 17 48,6 48,6 48,6
4,00 10 28,6 28,6 77,1
5,00 8 22,9 22,9 100,0
Total 35 100,0 100,0
X1.3
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 2,00 1 2,9 2,9 2,9
3,00 9 25,7 25,7 28,6
4,00 16 45,7 45,7 74,3
5,00 9 25,7 25,7 100,0
Total 35 100,0 100,0
X1.4
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 3,00 17 48,6 48,6 48,6
4,00 10 28,6 28,6 77,1
5,00 8 22,9 22,9 100,0
Total 35 100,0 100,0
X1.5
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 3,00 17 48,6 48,6 48,6
4,00 10 28,6 28,6 77,1
103
X1.6
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 2,00 1 2,9 2,9 2,9
3,00 9 25,7 25,7 28,6
4,00 16 45,7 45,7 74,3
5,00 9 25,7 25,7 100,0
Total 35 100,0 100,0
X2.2
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 2,00 3 8,6 8,6 8,6
3,00 2 5,7 5,7 14,3
4,00 19 54,3 54,3 68,6
5,00 11 31,4 31,4 100,0
Total 35 100,0 100,0
X2.3
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
104
X2.4
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 2,00 3 8,6 8,6 8,6
3,00 2 5,7 5,7 14,3
4,00 19 54,3 54,3 68,6
5,00 11 31,4 31,4 100,0
Total 35 100,0 100,0
X2.5
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 2,00 3 8,6 8,6 8,6
3,00 9 25,7 25,7 34,3
4,00 20 57,1 57,1 91,4
5,00 3 8,6 8,6 100,0
Total 35 100,0 100,0
X3.1
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 2,00 6 17,1 17,1 17,1
3,00 11 31,4 31,4 48,6
105
X3.2
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 3,00 12 34,3 34,3 34,3
4,00 19 54,3 54,3 88,6
5,00 4 11,4 11,4 100,0
Total 35 100,0 100,0
X3.3
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 2,00 6 17,1 17,1 17,1
3,00 11 31,4 31,4 48,6
4,00 14 40,0 40,0 88,6
5,00 4 11,4 11,4 100,0
Total 35 100,0 100,0
X3.4
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 1,00 1 2,9 2,9 2,9
2,00 1 2,9 2,9 5,7
3,00 9 25,7 25,7 31,4
4,00 18 51,4 51,4 82,9
5,00 6 17,1 17,1 100,0
Total 35 100,0 100,0
Coefficientsa
Standardized
Unstandardized Coefficients Coefficients Collinearity Statistics
Model B Std. Error Beta t Sig. Tolerance VIF
1 (Constant) 3,057 1,120 2,730 ,010
X1 ,202 ,037 ,452 5,470 ,000 ,978 1,023
107
3. UJI HETEROSKEDASTISITAS
Data tersebar di atas dan di bawah titik 0 pada sumbu Y, disimpulkan tidak terjadi
heteroskedastisitas
UJI HIPOTESIS
1. UJI T T TABEL = 1,695
t hitung > t tabel = ADA PENGARUH
t hitung < t tabel = TIDAK ADA PENGARUH
Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients t Sig. Collinearity Statistics
a. Dependent Variable: Y
ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
108
Variables Entered/Removeda
Variables Variables
Model Entered Removed Method
1 X3, X2, X1 b
. Enter
a. Dependent Variable: Y
b. All requested variables entered.
Model Summaryb
Adjusted R Std. Error of the
Model R R Square Square Estimate
1 ,891a
,793 ,773 ,82101
a. Predictors: (Constant), X3, X1, X2
b. Dependent Variable: Y