Risiko Pelayanan Kesehatan dan Solusinya
Risiko Pelayanan Kesehatan dan Solusinya
komunikasi tidak
sedang missed komunikasi
efektif
Lokasi pemasangan
Tinggi Petugas kurang kompeten
implan kurang tepat
Pemberian therapi
Sangat Tinggi Kesalahan indentifikasi pasien
tidak tepat
Bagi Petugas
Kesalahan penulisan
Kelalaian petugas menulis
kontrol kembali KB Tinggi
jadwal kontor kembali
suntik
Kesalahan
Sedang Petugas kurang teliti
pemeriksaan leopold
Tingkat Risiko (Sangat
No. Unit Pelayanan Risiko Tinggi, Tinggi, Sedang, Penyebab Terjadi
Rendah)
Kesalahan
Petugas kurang mampu
menentukan umur
Sedang menggali informasi tentang
kehamilan HPHT
Bagi Petugas
Bagi petugas
Kesalahan pemberian
Berat Diagnosa tidak tepat
diet pada pasien
Pendaftaran Pasien
Gigi Pasien
Infeksi Tinggi
Keterbatasan
Kurangnya penyediaan alat-
pemeriksaan Sedang
penunjang alat pemeriksaan penunjang
Pemberian therapi
UGD Sangat Tinggi Kesalahan indentifikasi pasien
tidak tepat
Bagi Petugas
Tingkat Risiko (Sangat
No. Unit Pelayanan Risiko Tinggi, Tinggi, Sedang, Penyebab Terjadi
Rendah)
Rawat inap
Kamar bersalin
UKM
Posyandu
Posbindu
KMP
(kepemimpinan
dan manajemen
puskesmas)
Rekam medis
Administrasi
dll
PUSTU
Tingkat Risiko (Sangat
No. Unit Pelayanan Risiko Tinggi, Tinggi, Sedang, Penyebab Terjadi
Rendah)
Upaya Penaganan Jika
Akibat Pengecahan Resiko Penanggung Jawab
Terkena Resiko
Dokter sebagai PJ
Penentuan diagnosa dan Tingkatkan komunikasi penanganan lebih layanan dan
lanjut terhadap cidera
pemberian terapi kurang tepat efektif perawat/bidan
yang ditimbulkan
sebagai PJ Ruangan
Dokter sebagai PJ
Mencocokkan identitas
Dilakukan pengobatan layanan dan
Salah mengkonsumsi obat dengan 2 kata (TTL dan
yang tepat perawat/bidan
Alamat) sebagai PJ Ruangan
Petugas
Pendaftaran,
Penggunaan APD dan
Pengobatan sesuai Dokter sebagai PJ
Petugas tertular ventilasi ruangan yang
penyakit yang diderita layanan dan
memadai
petugas sebagai PJ
Ruangan
Melakukan kolaborasi
Mengkaji ulang kontrol dengan Laboratorium
Kehamilan tidak diinginkan PJ Ruangan
kembali untuk melakukan tes
urine
petugas
memperdalam ilmu
tentang penentuan
Kesalahan dalam menentukan Mengkaji ulang tentang
tafsiran persalinan dan PJ Ruangan
tafsiran persalinan HPHT Pasien berkolaborasi dengan
dokter umum, dokter
SpOG jika diperlukan
Membuang langsung
menggali status
jarum suntik ke tempat
kesehatan riwayat
khusus tanpa ditutup
kesehatan pasien
kembali
Penanganan sesuai
hasil identifikasi
Memisahkan atau
melakukan pelebelan Lapor PJ dan dokter,
Terjadi kegawat daruratan,
tempat obat, kerja fokus, melakukan tindakan
Timbul masalah baru
chek ulang sebelum segera sesuaikondisi
lakukan tindakan injeksi
masalah gizi tidak tertangani Diagnosa Gizi harus tepat materi edukasi diganti
Penyampaian kepada
Proses penyediaan
Pasien tidak puas dengan pasien tentang
dilakukan sesuai dengan PJ Ruangan
pelayanan petugas masalah yang terjadi
SOP
saat penyediaan obat
petugas melakukan
konfirmasi ulang
cek identitas pasien dan
mengenai resep
kelengkapan resep kepada dokter
pemberi resep
Penanganan segera
Memberi label LASA dan
Pasien salah mengkonsumsi obat High Allert pada kotak obat terhadap cidera yang PJ Ruangan
ditimbulkan
Upaya Penaganan Jika
Akibat Pengecahan Resiko Penanggung Jawab
Terkena Resiko
memberikan
cedera ringan (terjepit) perawatan lemari obat pertolongan pertama
untu petugas farmasi
memberikan
cedera sedang (obat menimpa penyediaan papan rolling
petugas) obat pertolongan pertama
untuk petugas farmasi
Merujuk ke Fasilitas
Menyediakan alat-alat
kesehatan lain untuk
Penentuan diagnosa tidak akurat pemeriksaan penunjang PJ. Ruangan
lebih lengkap pemeriksaan lebih
lengkap
Dokter sebagai PJ
Mencocokkan identitas
Dilakukan pengobatan layanan dan
Salah mengkonsumsi obat dengan 2 kata (TTL dan
yang tepat perawat/bidan
Alamat)
sebagai PJ Ruangan
kepatuhan penggunaan
terjadinya penularan penyakit pengobatan segera PJ. Ruangan
APD
Upaya Penaganan Jika
Akibat Pengecahan Resiko Penanggung Jawab
Terkena Resiko
Pelaporan Jika Terjadi
Paparan
Bendahara Barang,
Tim PMKP, PJ UKP,
Kepala Puskesmas,
Dinas Kesehatan
Kabupaten
Bendahara Barang,
Tim PMKP, PJ UKP,
Kepala Puskesmas,
Dinas Kesehatan
Kabupaten
pengkajian awal harus baik. segera melakukan koreksi kesmua Pj. Ruangan
unit terkait
Setiap akan melakukan pemberian Segera Konsul kepada dr. Jaga untuk PJ. Ruangan
obat parenteral sudah dilengkapi penanganan yang tepat
dengan obat- obatan anti anafilaktik
syok.
Disiplin petugas ditingkatkan, SOP Korban ditangani sesuai SOP Koord. Lab
diterapkan
Pelaporan Jika
Terjadi Paparan
Diagnosa yang
Mengisi format tata Lakukan pengkajian Tim PMKP, PJ UKP,
ditetapkan tidak PJ. Ruangan
laksana balita sakit ulang oleh dokter Kepala Puskesmas
akurat
Tingkat Risiko
No. Unit Pelayanan Risiko (Sangat Tinggi, Penyebab Terjadi
Tinggi, Sedang,
Rendah)
Kesling Terpapar zat kimia Tinggi Tidak menggunakan
berbahaya, Seperti: APD
Kegiatan Fogging
Asap mengandung Petugas memakai Melakukan Petugas Kesling Ketua Tim Mutu
bahan berbahaya bisa APD pertolongan medis PKM
terhirup dan jika terjadi sesak dan
menimbulkan sesak gangguan
pendengaran
Menjadi sarang Pembuatan septik Membuat pengajuan Petugas Kesling Ketua Tim Mutu
vektor yang dapat Tank untuk ke DinKes untuk PKM
menimbulkan pembuangan limbah pembuatan IPAL
penyakit cair.
Membuat saluran
limbah yang tertutup.
Tingkat Risiko
No. Unit Risiko (Sangat Tinggi, Penyebab Akibat
Pelayanan Tinggi, Sedang, Terjadi
Rendah)
Rekam Rekam medik Tinggi Penyediaan Mempengaruhi
Medik tidak sesuai rekam medik pengobatan
dengan identitas tidak sesuai SOP pasien,
pasien memperlambat
proses
pemeriksaan
pasien
Reaksi penolakan
tubuh sasaran
imunisasi terhadap
vaksin yang diberikan Demam,ruam-ruam
Kejadian ikutan tinggi (Alergi), kesalahan dan bengkak pada
paska imunisasi
petugas dan prosedur tubuh
pemberian vaksin
(lokasi penyuntikan,
dosis dan interval)
Bagi Petugas
Tertusuk jarum Petugas kurang hati-
bekas pakai hati, jarum bekas pakai
tidak langsung di
buang ke safety box
terjadinya
Tinggi
penularan penyakit
Pencegahan Resiko Upaya Penaganan Penanggung Jawab Pelaporan Jika
Jika Terkena Resiko Terjadi Paparan
Penanganan kasus
Pengkajian KIPI sesuai dengan
terhadap riwayat klasifikasi KIPI Pelaksana
penyakit sasaran (Ringan,sedang,berat
)
1
Bagi pasien: Sangat tinggi Petugas Lab kurang Salah hasil, salah
Spesimen teliti, pengetahuan pengobatan.
tertukar dan keterampilan
petugas kurang
2
Kesalahan Sangat tinggi Salah pengobatan
Identifikasi
Petugas Lab kurang
teliti, pengetahuan
dan keterampilan
petugas kurang
3
Salah penangan Tinggi Salah pengobatan
spesimen
Petugas Lab kurang
teliti, pengetahuan
dan keterampilan
petugas kurang
4
Bagi Petugas: Tinggi Kelalaian Petugas Iritasi pada kulit
Terpapar dan mata,
Reagensia saluran
pernapasan
5
Tertusuk Jarum Sangat tinggi Kelalaian Petugas Infeksi
6
Terpapar Sangat tinggi Kelalaian Petugas Infeksi
Spesimen Nosokomial
Infeksius
7
Terkena pecahan Tinggi Kelalaian Petugas Luka Robek
kaca objek
8
Pencegahan Resiko Upaya Penaganan Penanggung Jawab Pelaporan Jika
Jika Terkena Resiko Terjadi Paparan
Bendahara Barang,
Menyediakan alat-alat Merujuk ke Fasilitas Tim PMKP, PJ UKP,
pemeriksaan kesehatan lain untuk
PJ. Ruangan Kepala Puskesmas,
penunjang lebih pemeriksaan lebih Dinas Kesehatan
lengkap lengkap
Kabupaten
3
Pemberian Kesalahan
Salah
therapi tidak Sangat Tinggi indentifikasi mengkonsumsi obat
tepat pasien
Penggunaan
gelang identitas.
Memilah pasien Segera memberikan Pj. Ruangan Ketua Tim Mutu
sesuai Triage penanganan dengan PKM
segera.
Pasien
Infeksi Tinggi
Petugas maupun
Penularan penyakit
pasien tidak patuh
dari pasien yang Tinggi
terhadap
infeksius
penggunaan APD
Kesalahan pengkajian awal segera melakukan Pj. Ruangan Ketua Tim Mutu PKM
pengobatan. harus baik. koreksi kesmua unit
terkait
melakukan
stertilisasi alat dan
Timbulnya infeksi Pemberian obat- Tim PMKP, PJ UKP,
mencuci tangan PJ. Ruangan
baru obatan Antibotik Kepala Puskesmas
sebelum dan
sesudah tindakan
Petugas
Penggunaan APD
Pendaftaran, Dokter Tim PMKP, PJ UKP,
dan ventilasi Pengobatan sesuai
Petugas tertular sebagai PJ layanan Kepala Puskesmas,
ruangan yang penyakit yang diderita
dan petugas sebagai Dinas Kesehatan
memadai
PJ Ruangan
Iritasi kulit Menggunakan APD Membilas dengan air Pj. Ruangan Ketua Tim Mutu PKM
saat mencuci alat
Tingkat Risiko
No. Unit Pelayanan Risiko (Sangat Tinggi, Penyebab Terjadi Akibat
Tinggi, Sedang,
Rendah)
Bagi Pasien: pasien Sedang Media informasi informasi tentang
tidak membawa kurang dipahami identitas pasien
kelengkapan dan tidak mengisi menjadi kurang
persyaratan data pasien sesuai jelas, proses
pendaftaran untuk SOP pendaftaran
berobat dan tidak menjadi lambat,
mengetahui alur petugas harus
pendaftaran memperpanjang
Pendaftaran
jam kerja, pasien
menjadi tidak
puas
waktu menunggu
keterlambatan
pelayanan terlalu Rendah Pasien tidak puas
lama pengumpulan RM
Pencegahan Resiko Upaya Penaganan Jika Penanggung Pelaporan Jika
Terkena Resiko Jawab Terjadi Paparan
kurangnya
pemahaman pasien efektifitas
salah cara minum penyerapan obat
rendah pada saat dijelaskan berkurang, terjadi
obat
mengenai cara
ESO
minum obat
Kesulitan dalam
membaca resep,
Salah pemberian Pasien salah
Sangat tinggi Tidak terdapat kode
jenis dan dosis obat mengkonsumsi obat
LASA dan high allert
pada kotak obat
bagi Petugas
Kesalahan
Diagnosa tidak Masalah Gizi
pemberian diet Berat
pada pasien tepat tidak teratasi
kesalahan
kesalahan masalah gizi
pengkajian dan
pemberian rendah tidak
diagnosa gizi
materi edukasi tertangani
pasien
kesalahan
kesalahan asupan gizi
pemebrian PMT sedang penentuan status tidak maksimal
gizi
Pasien jatuh
karena tidak Tangga terlalu
ada hand tingggi
holder
Bagi petugas
Tertusuk
jarum suntik, Kelalaian dan Resiko penularan
nedle hecting, Tinggi penyakit dan
tidak sesuai SOP
patahan kesakitan
ampul
Penggunaan
gelang identitas.
Pj. Ruangan Ketua Tim Mutu
Penanganan PKM
sesuai hasil
identifikasi
Memisahkan atau
melakukan Lapor PJ dan
pelebelan tempat dokter,
obat, kerja fokus, melakukan
chek ulang tindakan segera
sebelum lakukan sesuaikondisi
tindakan injeksi
Tingkat Risiko
Unit (Sangat Tinggi,
No. Risiko Penyebab Terjadi Akibat
Pelayanan Tinggi, Sedang,
Rendah)
Alat yang
digunakan tidak
Perawatan Luka
Tinggi steril karena tidak Terkena Infeksi
yang tidak steril
adanya alat
sterilisator.
Terbatasnya alat
Penegakan
Pemeriksaan fisik yang dibutuhkan
Tinggi diagnosis kurang
tidak lengkap untuk
akurat
pemeriksaan
Bagi Petugas
Dokter sebagai
Mencocokkan
identitas dengan 2 Dilakukan PJ layanan dan Tim PMKP, PJ UKP,
pengobatan yang perawat/bidan
kata (TTL dan Kepala Puskesmas
tepat sebagai PJ
Alamat) Ruangan
Bendahara Barang,
Pengadaan alat Dokter sebagai
Pemeriksaan lebih
yang dibutuhkan PJ layanan dan Tim PMKP, PJ UKP,
lanjut di tempat Kepala Puskesmas,
untuk petugas sebagai Dinas Kesehatan
Rujukan
pemeriksaan PJ Ruangan Kabupaten
Petugas
Penggunaan APD Pendaftaran,
Pengobatan sesuai Dokter sebagai Tim PMKP, PJ UKP,
dan ventilasi
penyakit yang
ruangan yang PJ layanan dan Kepala Puskesmas,
memadai diderita petugas sebagai Dinas Kesehatan
PJ Ruangan
Tingkat Risiko
No. Unit Risiko (Sangat Tinggi, Penyebab Terjadi
Pelayanan Tinggi, Sedang,
Rendah)
Bagi Pasien: Kesalahan Tinggi Kelalaian Petugas
identifikasi pasien
2 KIA/KB
Kesalahan pemeriksaan
Sedang Petugas kurang teliti
leopold
Mengulang kembali
Salah menentukan Kolaborasi dengan SpOg
pemeriksaan yang telah PJ Ruangan
posisi janin untuk melakukan USG
dilakukan
Kesalahan dalam Mengkaji ulang tentang petugas memperdalam ilmu PJ Ruangan
menentukan tafsiran HPHT Pasien tentang penentuan tafsiran
persalinan persalinan dan berkolaborasi
dengan dokter umum,
dokter SpOG jika diperlukan
Mempersulit proses
Anjuran untuk kontrol
pencabutan implan Meningkatkan kompetensi
kembali jika pasien ada PJ Ruangan
dan pasien merasa petugas
keluhan
kesakitan
Pasien mengalami Cidera Menyediakan pijakan Pertolongan dengan segera
jika terjadi Cidera PJ Ruangan
Resiko penularan recapping dengan satu cuci bagaian yang terpapar PJ Ruangan
penyakit tangan dengan sabun antiseptik dan
air mengalir
Ketua Tim
Mutu PKM
Tim PMKP, PJ
UKP, Kepala
Puskesmas
Tim PMKP, PJ
UKP, Kepala
Puskesmas
Tim PMKP, PJ
UKP, Kepala
Puskesmas
Tim PMKP, PJ
UKP, Kepala
Puskesmas
Ketua Tim
Mutu PKM
Tim PMKP, PJ
UKP, Kepala
Puskesmas
Tim PMKP, PJ
UKP, Kepala
Puskesmas