0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
131 tayangan15 halaman

Penjadwalan Proyek dengan PDM di MS Project

Metode Precedence Diagramming Method (PDM) dengan bantuan Microsoft Project 2016 dapat digunakan untuk mengatur penjadwalan proyek konstruksi. Metode ini efisien untuk proyek dengan kegiatan yang berulang, bertumpuk, dan bersambung karena mengizinkan kegiatan dimulai sebelum kegiatan pendahulu selesai. PDM dapat mempercepat penyelesaian proyek. Perencanaan waktu, anggaran, dan mutu penting untuk penjadwalan proyek

Diunggah oleh

denis
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
131 tayangan15 halaman

Penjadwalan Proyek dengan PDM di MS Project

Metode Precedence Diagramming Method (PDM) dengan bantuan Microsoft Project 2016 dapat digunakan untuk mengatur penjadwalan proyek konstruksi. Metode ini efisien untuk proyek dengan kegiatan yang berulang, bertumpuk, dan bersambung karena mengizinkan kegiatan dimulai sebelum kegiatan pendahulu selesai. PDM dapat mempercepat penyelesaian proyek. Perencanaan waktu, anggaran, dan mutu penting untuk penjadwalan proyek

Diunggah oleh

denis
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISA PENJADWALAN PROYEK DENGAN METODE

PRECEDENCE DIAGRAM METHOD (PDM) MENGGUNAKAN MS.


PROJECT 2016

Wirda Isnaini, Nasfryzal Carlo, Embun Sari Ayu


Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan,
Universitas Bung Hatta
Email : wirdaisnaini64@[Link] , Carlo@[Link] ,
embun_sariayu@[Link]

PENDAHULUAN Metoda Precedence Diagramming


Dalam proses perencanaan suatu Method (PDM) dengan bantuan
proyek konstruksi termasuk irigasi Microsoft Project 2016 bisa digunakan
sangat dibutuhkan manajemen yang untuk mengatur penjadwalan pada saat
baik untuk mengatur jadwal pengerjaan ini.
suatu proyek agar proyek tersebut Metoda penjadwalan seperti
sesuai dengan rencana dan sumber daya Precedence Diagramming Method
yang tersedia dapat dimanfaatkan (PDM) bukan hal baru dalam dunia
seoptimal mungkin. Tanpa adanya konstruksi. Metoda penjadwalan
penjadwalan yang baik maka sangat Precedence Diagramming Method
sulit untuk mengendalikan proyek baik (PDM) akan sangat efisien jika
dari segi biaya (cost), mutu (quality) digunakan sebagai metode penjadwalan
dan waktu (time). untuk proyek dengan kondisi kegiatan
Penjadwalan proyek berawal yang berulang-ulang, bertumpuk dan
dimulai dengan metode manual berupa bersambungan. Karena dalam metode
penggambaran diagram batang yang penjadwalan Precedence Diagramming
dibuat dengan pola pemikiran saat itu, Method (PDM) menampung
sehingga hubungan antar kegiatan kemungkinan kegiatan boleh mulai
sangat sulit diketahui dasar sebelum kegiatan yang mendahuluinya
pembuatannya. Metode penjadwalan ini selesai seratus persen. Maka dapat
disempurnakan secara bertahap , yaitu terjadi waktu penyelesaian proyek lebih
dimulai dari PERT, CPM, PDM dan pendek.
terakhir penjadwalan proyek Menurut buku Manajemen
menggunakan computer. Konstruksi dengan Aplikasi Ms. Project

1
(2017), Precedence Diagramming pekerjaan adalah dengan menggunakan
Method (PDM) merupakan jaringan software Ms. Project, dimana bobot
kerja yang umumnya berbentuk segi pekerjaan berdasarkan dari waktu
empat, sedangkan anak panahnya hanya pekerjaan. Sehingga jika terjadi
sebagai petunjuk kegiatan-kegiatan keterlambatan akan secara cepat dapat
yang bersangkutan. Dengan diketahui persentase keterlambatan dari
menggunakan metoda Precedence sebuah pekerjaan dengan melakukan
Diagramming Method (PDM), manajer tracking progress pada Ms. Project.
proyek dapat menjadwalkan kegiatan Secara garis besar, perencanaan
proyek sehingga proyek dapat selesai berfungsi untuk meletakkan dasar
tepat waktu, bahkan terkadang bisa sasaran proyek, yaitu penjadwalan,
menjadi lebih cepat dari waktu yang anggaran, dan mutu. Untuk lebih
ditargetkan dan dapat menghindari jelasnya ketiga hal tersebut dapat
kerugian yang dialami suatu diuraikan sebagai berikut :
perusahaan. a. Perencanaan Waktu (Penjadwalan)
Menurut buku Progress Report Perencanaan manajemen waktu
di Era Industri 4.0 (2019), Penjadwalan harus baik karena target waktu dari
yang disusun menggunakan Ms. Excel output yang diharapkan harus
tidaklah berupa jaringan kerja karena diselesaikan pada waktu yang tepat,
Ms. Excel bukanlah software untuk meliputi definisi aktivitas, rangkaian
membuat penjadwalan. Karena pada aktivitas, estimasi durasi aktivitas,
Ms. Excel hanya dapat menampilkan pengembangan jadwal dan
Kurva S dimana bobot setiap pekerjaan pengendalian jadwal.
adalah berdasarkan biaya, sehingga jika b. Perencanaan Anggaran (Biaya)
terjadi keterlambatan sulit diketahui Perencanaan biaya merupakan
berapa lama penyelesaian proyek rangkaian langkah untuk perkiraan
tersebut. Dan juga tidak ada biaya dari sumber daya yang
ketergantungan pekerjaan sehingga diperlukan oleh proyek. langkah-
tidak ditemukannya lintasan kritis pada langkah tersebut termasuk juga
pekerjaan tersebut. mempertimbangkan berbagai
Salah satu aplikasi yang baik alternatif yang mungkin dalam
digunakan untuk membuat jadwal mendapatkan biaya yang paling

2
ekonomis bagi kinerja atau Menurut Suyatno (2010),
material. Hal ini menyebabkan sebagaimana layaknya pelayanan jasa,
perencanaan biaya baru dapat ketentuan mengenai biaya, mutu dan
diselesaikan bila telah tersedia waktu penyelesaian konstruksi sudah
perencanaan keperluan sumber diikat dalam kontrak dan ditetapkan
daya. sebelum pelaksanaan konstruksi
Pengalokasian sumber dana dimulai. Apabila dalam proses
berupa investasi untuk pembiayaan konstruksi terjadi penyimpangan
kebutuhan pelaksanaan proyek, kualitas hasil pekerjaan, baik disengaja
yang mencakup perencanaan atau tidak, risiko yang harus ditanggung
sumber daya (resource planning), tidak kecil.
estimasi biaya (cost estimating), Dengan demikian faktor biaya,
anggaran biaya (cost budgeting), waktu dan kualitas dalam proses
dan pengendalian biaya (cost konstruksi merupakan kesepakatan
control). mutlak yang tidak bisa ditawar-tawar
c. Perencanaan Mutu lagi dan ketiganya saling tergantung dan
Perencanaan mutu proyek berpengaruh secara ketat. Skema uraian
merupakan proses penentuan diberikan dalam bentuk bagan pada
standar dan kriteria mutu yang gambar 1
akan dipakai oleh proyek, serta
usaha untuk dapat memenuhinya.
Ketentuan standar mutu akan
besar pengaruhnya terhadap biaya
proyek terutama pada waktu
desain engineering, seleksi
Gambar.1 : Bagan Hubugan Biaya, Waktu dan
peralatan, dan mateial. Kualitas
Perencanaan mutu mencakup
dari gambar tersebut dapat dilihat
perencanaan kualitas (quality
bahwa waktu, kualitas dan pembiayaan
planning), pertanggungan kualitas
bersifat saling berhubungan, hal ini
(quality assurance), dan
berarti jika ingin mempercepat waktu
pengendalian kualitas (quality
pengerjaan tetapi tidak mau menaikkan
control).

3
pembiayaan maka kualitas tidak dan memasukkan kondisi
mungkin untuk dipertahankan. Bgitu lapangan, kemudian di evaluasi
sebaliknya, jika ingin mempercepat jika ada penyimpangan maka
waktu pengerjaan tetapi tetap ingin penyimpangan tersebut
mempertahankan mutu, maka dari segi menjadi bahan diskusi bagi
pembiayaan akan naik. pengelola proyek sebagai
Syarat konsep dasar menyusun proses pengendalian.
jadwal yaitu Para pembuat jadwal harus jaringan kerja dipandang sebagai
memahami terlebih dahulu konsep atau suatu langkah penyempurnaan dari
kerangka berpikir suatu penjadwalan. metode bagan balok, karena dapat
Jadwal merupakan suatu hal penting, memberi jawaban atas pertanyaan-
karena jadwal adalah untuk menentukan pertanyaan yang belum terpecahkan
aktivitas untuk dimulai, ditunda dan oleh metode tersebut, seperti:
diakhiri. 1. Berapa lama perkiraan kurun waktu
Menurut buku Progress Report di penyelesaian proyek
Era Industri 4.0 (2019), Persyaratan 2. Kegiatan-kegiatan mana yang
khusus untuk membuat jadwal yaitu : bersifat kritis dalam hubungannya
1. Pembuat jadwal sangat dengan penyelesaian proyek
mengenal penjadwalan dan 3. Apabila terjadi keterlambatan
terbiasa membedah gambar for dalam pelaksanaan dalam kegiatan
construction . Dengan tertentu, bagaimana pengaruhnya
membedah gambar kita bisa terhadap sasaran jadwal
melihat apa saja yang akan penyelesaian proyek secara
dikerjakan . menyeluruh.
2. Berpengalaman / pernah
Penjadwalan adalah salah satu
mengerjakan penjadwalan pada
hal yang direncanakan dalam proyek
proyek-proyek sebelumnya,
konstruksi, terutama dilakukan pada
sehingga mengetahui tahap
suatu proyek konstruksi yang berskala
demi tahap pekerjaan untuk
besar dan kompleks.
uraian jadwal .
Menurut Suherman dan Amalina
3. Mempraktekkannya mulai dari
Ilma (2016) Ada beberapa macam
perencanaan, membuat target

4
metode analisis jaringan kerja yang 1. Aktivitas tidak dinyatakan
dapat digunakan dalam penjadwalan sebagai panah melainkan
waktu proyek, antara lain: divisualisasikan sebagai node,
1. Critical Path Method (CPM) lingkaran atau kotak.
2. Precedence Diagramming 2. Anak panah/garis penghubung
Method (PDM) tidak mempunyai durasi,
3. Project Evaluation and Review sehingga pada diagram
Technique (PERT) precedence tidak diperlukan
adanya aktivitas dummy.
Metode PDM (Precedence 3. Anak panah dari satu node ke
Diagram Method) adalah jaringan kerja node yang lain menunjukkan
yang termasuk klasifikasi aktifitas hubungan ketergantungan dan
berada di node atau disebut juga Activity urutan aktivitasaktivitas
On Node (AON). Aktivitas dituliskan tersebut.
didalam node yang berbentuk
segiempat, sedangkan anak panah hanya Kegiatan dalam PDM diwakili oleh
sebagai petunjuk hubungan antara sebuah lambang yang mudah
aktifitas yang bersangkutan dan bukan diidentifikasi, misalnya sebagai berikut:
menyatakan kurun waktu aktivitas.
Kelebihan pada metode PDM
adalah suatu kegiatan pekerjaan dapat
dikerjakan tanpa menunggu kegiatan
Gambar 2 : Lambang Kegiatan
pendahulunya selesai 100% dengan cara
tumpang tindih (overlapping). Untuk
Hubungan antar kegiatan dalam
kegiatan yang saling tumpang tindih
metode ini ditunjukkan oleh sebuah
penggambaran network PDM lebih
garis penghubung, yang dapat dimulai
sederhana dibandingkan CPM yg harus
dari kegiatan kiri ke kanan atau dari
dibuat bertingkat dengan menggunakan
kegiatan atas ke bawah.
dummy.
Menurut Suherman dan Amalina
Menurut I Gusti (2011), Ciri-ciri
Ilma (2016), Pada PDM juga dikenal
diagram precedence adalah sebagai
adanya konstrain. Satu konstrain hanya
berikut :

5
dapat menghubungkan dua node, karena Memberikan penjelasan
setiap node memiliki dua ujung yaitu hubungan antara selesainya
ujung awal atau mulai = (S) dan ujung suatu kegiatan dengan selesainya
akhir atau selesai = (F). Maka di sini kegiatan terdahulu. Atau FF (i-j)
terdapat empat macam konstrain yaitu: = c yang berarti suatu kegiatan
1. Konstrain selesai ke mulai – (j) selesai setelah c hari kegiatan
Finish to Start (FS) terdahulu (i) selesai. Konstrain
Konstrain ini memberikan semacam ini mencegah
penjelasan hubungan antara selesainyasuatu kegiatan
mulainya suatu kegiatan dengan mencapai 100% sebelum
selesainya kegiatan terdahulu. kegiatan yang terdahulu telah
Dirumuskan sebagai FS (i-j) = a sekian (=c) hari selesai.
yang berartikegiatan (j) mulai a 4. Konstrain mulai ke selesai –
hari, setelah kegiatan yang Start to Finish (SF)
mendahuluinya (i) selesai. Menjelaskan hubungan antara
2. Konstrain mulai ke mulai – Start selesainya kegiatan dengan
to Start (SS) mulainya kegiatan terdahulu.
Memberikan penjelasan Dituliskan dengan SF (i-j) = d,
hubungan antara mulainya suatu yang berarti suatu kegiatan (j)
kegiatan dengan mulainya selesai setelah d hari kegiatan (i)
kegiatan terdahulu. Atau SS (i-j) terdahulu mulai.
= b yang berarti suatu kegiatan
(j) mulai setelah b hari kegiatan
terdahulu (i) mulai. Konstrain
semacam ini terjadi bila sebelum
kegiatan terdahulu selesai 100 % Gambar 3 : Hubungan Kegiatan I dan J
maka kegiatan (j) boleh mulai
setelah bagian tertentu dari Microsoft Project 2016 merupakan
kegiatan (i) selesai software administrasi proyek yang
3. Konstrain selesai ke selesai – digunakan untuk melakukan
Finish to Finish (FF) perencanaan, pengelolaan, pengawasan
dan pelaporan data dari suatu proyek.

6
Ketelitian yang tinggi sangat Dalam Microsoft Project 2016
dibutuhkan pada saat pembangunan tanggal akhir pekerjaan disebut
sebuah proyek konstruksi dan finish, yang akan diisi secara
membutuhkan durasi waktu yang lama. otomatis dari perhitungan tanggal
Keunggulan microsoft office project mulai (start) ditambah lama
adalah kemampuannya menangani pekerjaan (duration).
perencanaan suatu kegiatan, 5. Predecessor
pengorganisasian dan pengendalian Peredecessor merupakan hubungan
waktu serta biaya yang mengubah input keterkaitan antara satu pekerjaan
data menjadi sebuah output data sesuai dengan pekerjaan lain. Dalam
tujuannya. Microsoft Project 2016 Microsoft Project 2016 mengenal 4
memiliki beberapa macam tampilan macam hubungan antar pekerjaan,
layar, namun sebagai default setiap kali yaitu :
membuka file baru, yang akan a. Finish to Start
ditampilkan adalah Gantt Chart View.
Dalam Microsoft Project 2016 ada
beberapa istilah khusus, antara lain: Gambar 4 : Ketergantungan Finish to Star

1. Task b. Finish to Finish


Task adalah salah satu bentuk lembar
kerja dalam Microsoft Project 2016
yang berisi rincian pekerjaan sebuah
proyek.
2. Duration Gambar 5 : Ketergantungan Finish to Finish

Duration merupakan jangka waktu


c. Start to Start
yang diperlukan untuk
menyelesaikan suatu pekerjaan.

Gambar 6 : Ketergantungan Start to Star


3. Start
d. Start to Finish
Start merupakan nilai tanggal
dimulainya suatu pekerjaan.
4. Finish
Gambar 7 : Ketergantungan Start to Finish

7
6. Resources
Pengisian sumber daya, baik sumber
daya manusia maupun material
dalam Microsoft Project 2016
disebut dengan resources.
7. Baseline
Baseline adalah suatu rencana baik
jadwal maupun biaya yang telah
disetujui dan ditetapkan.
Gambar 8 : Flowchart Tahapan Penelitian
8. Gantt Chart
Gantt Chart merupakan salah satu Tahapan dalam analisis data

bentuk tampilan dari Microsoft merupakan urutan langkah yang

Project 2016 yang berupa batang- dilaksanakan secara sistematis dan logis

batang horizontal yang sesuai dasar teori permasalahan

menggambarkan masing-masing sehingga didapat analisis yang akurat

pekerjaan beserta durasinya. untuk mencapai tujuan penulis.

9. Tracking Tahapan-tahapan selengkapnya dalam

Tracking adalah mengisikan data penelitian ini meliputi :

yang terdapat dilapangan pada a. Tahap I

perencanaan yang telah dibuat. Disebut tahap persiapan. Pada


tahap ini dilakukan studi literatur
METODA untuk mengetahui latar belakang
Data-data yang digunakan pada penelitian dan referensi terkait
tulisan ini terkait pada proyek penelitian.
Pemeliharaan Berkala Jaringan Irigasi. b. Tahap II
Data-data yang digunakan antara lain: Pada tahap ini dilakukan
1. Time schedule dan kurva s pengambilan data dan kompilasi
rencana proyek data sebagai data base untuk
2. Laporan progress mingguan penghitungan selanjutnya.
3. Rencana anggaran biaya d. Tahap III

8
Disebut tahap pengambilan Galian tanah
5 M3 54.260,00
biasa
keputusan. Pada tahap ini, data
Pas. Batu Kali
yang telah ada dibuat suatu Mortar Type N
6 M3 733.340,00
kesimpulan yang berhubungan (campuran 1pc :
4pp ) - manual
dengan tujuan penelitian, dan
Plesteran dengan
pada tahap ini dilakukan Mortar Tipe S (
7 M2
pengendalian penjadwalan Setara Campuran 67.080,00
1pc:3pp)
proyek akibat deviasi atau
Beton K225 –
keterlambatan pada proyek 8 M3 798.290,00
Manual
dengan menggunakan PDM Pembesian
9 dengan Besi Kg 13.580,00
untuk mengetahui jalur kritis
Polos atau Ulir
pada proyek tersebut. Bekisting Beton
HASIL DAN PEMBAHASAN dengan
10 M2 89.170,00
Multiplek 2X
Untuk mencari nilai Harga Satuan
Pemakaian
Pekerjaan dihitung menggunakan Timbunan Tanah
Microsoft Excell, data – data yang atau Urugan
11 M3 31.800,00
Tanah Kembali
digunakan untuk menghitung HSP ini
(manual)
adalah data bahan yang terdiri dari Timbunan Tanah
12 M3 131.580,00
material yang digunakan , kemudian didatangkan

data upah yg diambil dari upah tenaga Perbaikan Pintu


13 dan Rumah Unit 16.600.000,00
kerja dan biaya sewa alat.
Pelindung
Table 1. Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Galian Saluran
HARGA 14 Irigasi Alat Berat M3 38.410,00
URAIAN
No. SATUAN SATUAN
PEKERJAAN dan Dibuang 1km
(Rp.)
Pekerjaan galian
Uitset/ Trase
1 M’ 3.360,00 15 tanah berlumpur M3 13.880,00
Saluran
dengan alat berat
Mobilisasi dan
2 Demobilisasi Alat Unit 6.120.000,00
Berat Rencana anggaran biaya
3 Dokumentasi Ls 9.131.000,00 dihitung berdasarkan harga satuan
Bongkar
pekerjaan dan jumlah harga . jumlah
Pasangan Batu
4 M3 136.680,00 harga didapat dari harga satuan
dan Pembersihan
Manual dikalikan dengan volume pekerjaan .

9
Tabel 2. Rencana anggaran biaya A Pekerjaan Persiapan

1 Uitset/ Trase Saluran 3,99 %


2 Mobilisasi dan 1,20 %
Demobilisasi Alat Berat
3 Dokumentasi 1,78 %
B Perbaikan Bangunan

1 Bongkar Pasangan Batu 0,13 %


dan Pembersihan Manual
2 Galian tanah biasa 0,21 %
3 Pas. Batu Kali Mortar
6,45 %
Type N (campuran 1pc :
4pp ) - manual

4 Plesteran dengan Mortar 0,73 %


Tipe S ( Setara Campuran
1pc:3pp)
5 Beton K225 – Manual 0,78 %
6 Pembesian dengan Besi 0,61 %
Polos atau Ulir
7 Plesteran dengan Mortar 0,17 %
Tipe S ( Setara Campuran
1pc:3pp)
8 Beton K225 – Manual 0,06 %
9 Pembesian dengan Besi 0,26 %
Polos atau Ulir
10 Perbaikan Pintu dan 12,98 %
Rumah Pelindung

Bobot dihitung untuk C Perbaikan Saluran

1 Bongkar Pasangan Batu 0,16 %


mengetahui besarnya progress yang dan Pembersihan Manual
sudah dikerjakan maupun sebagai dasar 2 Galian tanah biasa 0,17 %
3 Pas. Batu Kali Mortar 14,14 %
kebijakan yang diambil untuk Type N (campuran 1pc :
4pp ) - manual
percepatan suatu proyek. Bobot Plesteran dengan Mortar
4 4,52 %
Tipe S ( Setara Campuran
dihitung dengan cara membagi jumlah 1pc:3pp)
harga satuan dengan jumlah harga total 5 Beton K225 – Manual 1,59 %
6 Pembesian dengan Besi 1,28 %
kemudian dikalikan 100 % dan didapat Polos atau Ulir
hasil seperti tabel 3 berikut ini : 7 Plesteran dengan Mortar 1,05 %
Tipe S ( Setara Campuran
1pc:3pp)
8 Beton K225 – Manual 0,19 %
9 Pembesian dengan Besi 0,77 %
Tabel 3. Hasil Perhitungan Bobot Polos atau Ulir
D Pekerjaan Galian Saluran
No Uraian Pekerjaan BOBOT Irigasi
1 Galian Saluran Irigasi 32,51 %
Alata Berat dan dibuang

10
1km 8 1
Beton K225 – Manual
E Pekerjaan Galian Saluran
Drainase 9 Pembesian dengan Besi 1
1 Pekerjaan galian tanah 14,26 % Polos atau Ulir
berlumpur dengan alat 10 Perbaikan Pintu dan 1
berat Rumah Pelindung
C Perbaikan Saluran
Durasi dihitung berdasarkan 1 Bongkar Pasangan Batu 1
dan Pembersihan Manual
kapasitas produksi yang didapat dari 2 2
Galian tanah biasa
koefisien pekerja yang digunakan. Yang 3 Pas. Batu Kali Mortar 4
Type N (campuran 1pc :
kemudian dikalikan dengan jumlah 4pp ) - manual
4 Plesteran dengan Mortar 3
tenaga yang digunakan. Lalu volume Tipe S ( Setara Campuran
1pc:3pp)
dibagi dengan hasil perkalian dengan
5 Beton K225 – Manual 2
tenaga kerja sebelumnya. Didapatlah Pembesian dengan Besi
6 5
Polos atau Ulir
waktu pelaksanaan dalam satuan hari Plesteran dengan Mortar
7 1
Tipe S ( Setara Campuran
yang dibulatkan menjadi satuan 1pc:3pp)
minggu. Hasilnya dapat dilihat pada 8 Beton K225 – Manual 1
9 Pembesian dengan Besi 1
table dibawah ini : Polos atau Ulir
Tabel 4. Hasil Perhitungan Durasi D Pekerjaan Galian Saluran
Irigasi
No Uraian Pekerjaan DURASI 1 Galian Saluran Irigasi 6
Alata Berat dan dibuang
(week) 1km
A Pekerjaan Persiapan
E Pekerjaan Galian Saluran
Drainase
1 Uitset/ Trase Saluran 3 1 Pekerjaan galian tanah 5
berlumpur dengan alat
2 Mobilisasi dan 2 berat
Demobilisasi Alat Berat
3 Dokumentasi 2
Predecessor adalah suatu hubungan
B Perbaikan Bangunan
Bongkar Pasangan Batu keterkaitan antara satu pekerjaan
1 1
dan Pembersihan Manual
dengan pekerjaan lainnya. Dalam Ms.
2 Galian tanah biasa 2
Project, hubungan antar tugas/
3 Pas. Batu Kali Mortar
2
Type N (campuran 1pc : pekerjaan sangat diperlukan, karena
4pp ) - manual
setiap pekerjaan pasti berhubungan
4 Plesteran dengan Mortar 1
Tipe S ( Setara Campuran antara satu pekerjaan dengan pekerjaan
1pc:3pp)
5 1 yang lainnya.
Beton K225 – Manual

6 Pembesian dengan Besi 2 Pada Microsoft Project,


Polos atau Ulir
Plesteran dengan Mortar Predecessor sangat bermanfaat karena
7 1
Tipe S ( Setara Campuran
1pc:3pp) jika jadwal/ schedule yang kita buat

11
mengalami perubahan tanggal memulai, Tabel 5. Predecessor
N Uraian Pekerjaan Durasi predece
tanggal selesai suatu kegiatan, ataupun
o (week) ssor
mengalami penambahan jumlah alat dan A Pekerjaan Persiapan

tenaga kerja sehingga menyebabkan 1 3


Uitset/ Trase Saluran
berubahnya durasi suatu pekerjaan, 2 Mobilisasi dan 2 5
Demobilisasi Alat Berat
maka dengan adanya predecessor pada 3 2 3SS
Dokumentasi
Ms. Project secara otomatis jadwal yang
B Perbaikan Bangunan
sudah dibuat akan disesuaikan dengan Bongkar Pasangan Batu 21
1 1
dan Pembersihan
perubahan yang kita masukkan tanpa Manual
2 2 7FS+7
harus mengubah satu persatu. Galian tanah biasa

3 2 8
Pada hubungan antar pekerjaan satu Pas. Batu Kali Mortar
Type N (campuran 1pc :
dengan pekerjaan yang lainnya 4pp ) - manual
terkadang terdapat jeda waktu (lag time) 4 Plesteran dengan 1 9
Mortar Tipe S ( Setara
ataupun overlap/ penumpukan waktu Campuran 1pc:3pp)
5 1 13
(lead time). Beton K225 – Manual

6 Pembesian dengan Besi 2 10


1. Lag time Polos atau Ulir
7 Plesteran dengan 1 12FF
Lag time yaitu tenggang waktu Mortar Tipe S ( Setara
Campuran 1pc:3pp)
antara selesainya satu pekerjaan 11
8 Beton K225 – Manual 1
dengan dimulainya pekerjaan Pembesian dengan Besi 14
9 1
Polos atau Ulir
lain. Penulisan lag time 10 Perbaikan Pintu dan 4
1
Rumah Pelindung
disimbolkan dengan tanda plus
C Perbaikan Saluran
(+) Bongkar Pasangan Batu 16
1 1
dan Pembersihan
2. Lead time Manual
Lead time yaitu penumpukan 2 2 18
Galian tanah biasa

waktu antara selesainya satu 3 Pas. Batu Kali Mortar 4 19FS-7


Type N (campuran 1pc :
pekerjaan dengan dimulainya 4pp ) - manual
4 Plesteran dengan 3 23SS+7
pekerjaan yang lain. Dengan Mortar Tipe S ( Setara
Campuran 1pc:3pp)
kata lain, pekerjaan baru 5 2 23
Beton K225 – Manual

(pekerjaan B) dimulai pada saat 6 Pembesian dengan Besi 5 20FS-21


Polos atau Ulir
pekerjaan lama (pekerjaan A) 7 Plesteran dengan 1 28
Mortar Tipe S ( Setara
belum selesai. Symbol untuk Campuran 1pc:3pp)
8 1 14SS
Beton K225 – Manual
lead time adalah tanda minus (-)

12
9 Pembesian dengan Besi 1 25
Polos atau Ulir
D Pekerjaan Galian
Saluran Irigasi
1 Galian Saluran Irigasi 6 19SS
Alata Berat dan
dibuang 1km
E Pekerjaan Galian
Saluran Drainase
1 Pekerjaan galian tanah 5 13SS
berlumpur dengan alat
berat

Setelah diketahui predecessor dari


tiap tiap item pekerjaan, maka Gambar 9 : Gantt Chart
dilakukan penjadwalan dengan
menggunakan Microsoft Project 2016.

Hasil Menggunakan Ms. Project 2016


Microsoft Project adalah suatu
program aplikasi atau software
computer yang digunakan untuk
membuat penjadwalan di sebuah
proyek, khususnya proyek konstruksi. Gambar 10 : Gantt Chart
Untuk menghitung waktu yang
diperlukan sebuah jadwal, Microsoft
Project menggunakan perhitungan
network planning dan menggunakan
diagram bar chart atau gantt chart yang
disempurnakan dengan hubungan
ketergantungan sebagai tampilan Gambar 11 : precedence diagramming methode

grafisnya.

Gambar 12 : precedence diagramming methode

13
Berdasarkan dari penelitian melalui durasi pelaksanaan selama 175 hari.
Microsoft Project 2016, analisa Dari analisa PDM pada Ms. Project
Pekerjaan pemeliharaan berkala pada ini kita dapat melihat mana
proyek Irigasi . Diperoleh Hasil pekerjaan yang tidak boleh
penjadwalan pada Ms. Project 2016 terlambat sehingga membutuhkan
yaitu terdapat jalur kritis pada akhir perhatian khusus agar tidak
pekerjaan proyek. Ketika diketahui menimbulkan keterlambatan yang
adanya jalur kritis pada akhir pekerjaan nantinya akan berimbas pada durasi
proyek, maka efeknya akan akhir penyelesaian proyek.
mempengaruhi pada durasi b. Dari hasil analisa melalui Ms.
penyelesaian akhir proyek tersebut. Project 2016 tersebut dapat
Agar menghindari terjadinya diketahui beberapa kegiatan
keterlambatan, maka bisa dilakukan pekerjaan yang tidak boleh
perhatian khusus pada pekerjaan terlambat, yaitu pada kegiatan
tersebut. Tetapi jika terjadi pekerjaan yang berada dijalur kritis.
keterlambatan , maka bisa dilakukan karena kegiatan dijalur kritis adalah
Reschedule dengan menggunakan Ms. kegiatan yang harus diselesaikan
Project dengan menambah pekerja atau tepat pada waktunya agar waktu
jam kerja. Tetapi apabila menambah selesai sebuah proyek tidak berubah
pekerja ataupun jam kerja (lembur) dari yang direncanakan . pekerjaan
dilakukan, maka pengaruhnya ke biaya yang ada dijalur kritis yaitu : pada
pengeluaran, yang otomatis pengeluaran pekerjaan : 1. Timbunan tanah atau
pada proyek ini akan bertambah . urugan tanah kembali – (manual) ,
2. Timbunan tanah didatangkan dan
KESIMPULAN 3. Pekerjaan galian tanah
Dari hasil yang di peroleh melalui berlumpur dengan alat berat
Program Microsoft Project 2016 untuk dibuang kiri kanan saluran di
kegiatan pekerjaan pemeliharaan Irigasi ratakan dan dirapikan.
Diperoleh kesimpulan sebagai berikut : SARAN
a. Hasil analisa dari Ms. Project pada Adapun saran dari penulis setelah
proyek pekerjaan Pemeliharaan melakukan penelitian/ pengamatan ini
Irigasi Batang Anai didapatkan adalah sebagai berikut :

14
a. Dalam menggunakan program DAFTAR PUSTAKA
ms project 2016 untuk Husein, Abrar. 2011. Manajemen
pengolahan proyek tidaklah Proyek. CV Andi Offset.
cukup hanya berbekal Yogyakarta
pengetahuan mengoprasikan Suherman dan Amalina Ilma. 2016.
program saja, namun perlu Analisa Penjadwalan Proyek
dibekali dengan pemahaman Menggunakan PDM dan PERT
dalam proses pengolahan data serta Crash Project. Vol.2,
manajemen konstruksi. No.1. Kupang
Suputra, I Gusti. 2011. Penjadwalan
b. Agar sebuah proyek tidak
Proyek dengan Precedence
terjadi keterlambatan maka
Diagram Method (pdm) dan
sangat diperlukan pengawasan
Ranked Position Weight Method
yang amat teliti. sehingga
(rpwm). Denpasar
ketika terjadi suatu masalah,
Suyatno. 2010. Analisis Faktor
bisa secepatnya diatasi dengan
Penyebab Keterlambatan
memperbaiki yang mengham-
Penyelesaian Proyek Gedung
bat suatu pekerjaan tersebut .
(Aplikasi Model Regresi).
c. Dalam pelaksanaan sebuah Semarang
proyek, hendaknya di lakukan Syafriandi. 2017. Manajemen
perincian kebutuhan material, Konstruksi dengan Apikasi Ms.
alat, tenaga kerja, dan Project. CV Andi Offset.
subkontraktor untuk tiap item Yogyakarta
pekerjan, agar penggunaanya
lebih efisien dan dapat di
ketahui jenis pekerjaan apa
yang
menguntungkan/merugikan,
bagi kontraktor.

15

Anda mungkin juga menyukai