Penjadwalan Proyek dengan PDM di MS Project
Penjadwalan Proyek dengan PDM di MS Project
1
(2017), Precedence Diagramming pekerjaan adalah dengan menggunakan
Method (PDM) merupakan jaringan software Ms. Project, dimana bobot
kerja yang umumnya berbentuk segi pekerjaan berdasarkan dari waktu
empat, sedangkan anak panahnya hanya pekerjaan. Sehingga jika terjadi
sebagai petunjuk kegiatan-kegiatan keterlambatan akan secara cepat dapat
yang bersangkutan. Dengan diketahui persentase keterlambatan dari
menggunakan metoda Precedence sebuah pekerjaan dengan melakukan
Diagramming Method (PDM), manajer tracking progress pada Ms. Project.
proyek dapat menjadwalkan kegiatan Secara garis besar, perencanaan
proyek sehingga proyek dapat selesai berfungsi untuk meletakkan dasar
tepat waktu, bahkan terkadang bisa sasaran proyek, yaitu penjadwalan,
menjadi lebih cepat dari waktu yang anggaran, dan mutu. Untuk lebih
ditargetkan dan dapat menghindari jelasnya ketiga hal tersebut dapat
kerugian yang dialami suatu diuraikan sebagai berikut :
perusahaan. a. Perencanaan Waktu (Penjadwalan)
Menurut buku Progress Report Perencanaan manajemen waktu
di Era Industri 4.0 (2019), Penjadwalan harus baik karena target waktu dari
yang disusun menggunakan Ms. Excel output yang diharapkan harus
tidaklah berupa jaringan kerja karena diselesaikan pada waktu yang tepat,
Ms. Excel bukanlah software untuk meliputi definisi aktivitas, rangkaian
membuat penjadwalan. Karena pada aktivitas, estimasi durasi aktivitas,
Ms. Excel hanya dapat menampilkan pengembangan jadwal dan
Kurva S dimana bobot setiap pekerjaan pengendalian jadwal.
adalah berdasarkan biaya, sehingga jika b. Perencanaan Anggaran (Biaya)
terjadi keterlambatan sulit diketahui Perencanaan biaya merupakan
berapa lama penyelesaian proyek rangkaian langkah untuk perkiraan
tersebut. Dan juga tidak ada biaya dari sumber daya yang
ketergantungan pekerjaan sehingga diperlukan oleh proyek. langkah-
tidak ditemukannya lintasan kritis pada langkah tersebut termasuk juga
pekerjaan tersebut. mempertimbangkan berbagai
Salah satu aplikasi yang baik alternatif yang mungkin dalam
digunakan untuk membuat jadwal mendapatkan biaya yang paling
2
ekonomis bagi kinerja atau Menurut Suyatno (2010),
material. Hal ini menyebabkan sebagaimana layaknya pelayanan jasa,
perencanaan biaya baru dapat ketentuan mengenai biaya, mutu dan
diselesaikan bila telah tersedia waktu penyelesaian konstruksi sudah
perencanaan keperluan sumber diikat dalam kontrak dan ditetapkan
daya. sebelum pelaksanaan konstruksi
Pengalokasian sumber dana dimulai. Apabila dalam proses
berupa investasi untuk pembiayaan konstruksi terjadi penyimpangan
kebutuhan pelaksanaan proyek, kualitas hasil pekerjaan, baik disengaja
yang mencakup perencanaan atau tidak, risiko yang harus ditanggung
sumber daya (resource planning), tidak kecil.
estimasi biaya (cost estimating), Dengan demikian faktor biaya,
anggaran biaya (cost budgeting), waktu dan kualitas dalam proses
dan pengendalian biaya (cost konstruksi merupakan kesepakatan
control). mutlak yang tidak bisa ditawar-tawar
c. Perencanaan Mutu lagi dan ketiganya saling tergantung dan
Perencanaan mutu proyek berpengaruh secara ketat. Skema uraian
merupakan proses penentuan diberikan dalam bentuk bagan pada
standar dan kriteria mutu yang gambar 1
akan dipakai oleh proyek, serta
usaha untuk dapat memenuhinya.
Ketentuan standar mutu akan
besar pengaruhnya terhadap biaya
proyek terutama pada waktu
desain engineering, seleksi
Gambar.1 : Bagan Hubugan Biaya, Waktu dan
peralatan, dan mateial. Kualitas
Perencanaan mutu mencakup
dari gambar tersebut dapat dilihat
perencanaan kualitas (quality
bahwa waktu, kualitas dan pembiayaan
planning), pertanggungan kualitas
bersifat saling berhubungan, hal ini
(quality assurance), dan
berarti jika ingin mempercepat waktu
pengendalian kualitas (quality
pengerjaan tetapi tidak mau menaikkan
control).
3
pembiayaan maka kualitas tidak dan memasukkan kondisi
mungkin untuk dipertahankan. Bgitu lapangan, kemudian di evaluasi
sebaliknya, jika ingin mempercepat jika ada penyimpangan maka
waktu pengerjaan tetapi tetap ingin penyimpangan tersebut
mempertahankan mutu, maka dari segi menjadi bahan diskusi bagi
pembiayaan akan naik. pengelola proyek sebagai
Syarat konsep dasar menyusun proses pengendalian.
jadwal yaitu Para pembuat jadwal harus jaringan kerja dipandang sebagai
memahami terlebih dahulu konsep atau suatu langkah penyempurnaan dari
kerangka berpikir suatu penjadwalan. metode bagan balok, karena dapat
Jadwal merupakan suatu hal penting, memberi jawaban atas pertanyaan-
karena jadwal adalah untuk menentukan pertanyaan yang belum terpecahkan
aktivitas untuk dimulai, ditunda dan oleh metode tersebut, seperti:
diakhiri. 1. Berapa lama perkiraan kurun waktu
Menurut buku Progress Report di penyelesaian proyek
Era Industri 4.0 (2019), Persyaratan 2. Kegiatan-kegiatan mana yang
khusus untuk membuat jadwal yaitu : bersifat kritis dalam hubungannya
1. Pembuat jadwal sangat dengan penyelesaian proyek
mengenal penjadwalan dan 3. Apabila terjadi keterlambatan
terbiasa membedah gambar for dalam pelaksanaan dalam kegiatan
construction . Dengan tertentu, bagaimana pengaruhnya
membedah gambar kita bisa terhadap sasaran jadwal
melihat apa saja yang akan penyelesaian proyek secara
dikerjakan . menyeluruh.
2. Berpengalaman / pernah
Penjadwalan adalah salah satu
mengerjakan penjadwalan pada
hal yang direncanakan dalam proyek
proyek-proyek sebelumnya,
konstruksi, terutama dilakukan pada
sehingga mengetahui tahap
suatu proyek konstruksi yang berskala
demi tahap pekerjaan untuk
besar dan kompleks.
uraian jadwal .
Menurut Suherman dan Amalina
3. Mempraktekkannya mulai dari
Ilma (2016) Ada beberapa macam
perencanaan, membuat target
4
metode analisis jaringan kerja yang 1. Aktivitas tidak dinyatakan
dapat digunakan dalam penjadwalan sebagai panah melainkan
waktu proyek, antara lain: divisualisasikan sebagai node,
1. Critical Path Method (CPM) lingkaran atau kotak.
2. Precedence Diagramming 2. Anak panah/garis penghubung
Method (PDM) tidak mempunyai durasi,
3. Project Evaluation and Review sehingga pada diagram
Technique (PERT) precedence tidak diperlukan
adanya aktivitas dummy.
Metode PDM (Precedence 3. Anak panah dari satu node ke
Diagram Method) adalah jaringan kerja node yang lain menunjukkan
yang termasuk klasifikasi aktifitas hubungan ketergantungan dan
berada di node atau disebut juga Activity urutan aktivitasaktivitas
On Node (AON). Aktivitas dituliskan tersebut.
didalam node yang berbentuk
segiempat, sedangkan anak panah hanya Kegiatan dalam PDM diwakili oleh
sebagai petunjuk hubungan antara sebuah lambang yang mudah
aktifitas yang bersangkutan dan bukan diidentifikasi, misalnya sebagai berikut:
menyatakan kurun waktu aktivitas.
Kelebihan pada metode PDM
adalah suatu kegiatan pekerjaan dapat
dikerjakan tanpa menunggu kegiatan
Gambar 2 : Lambang Kegiatan
pendahulunya selesai 100% dengan cara
tumpang tindih (overlapping). Untuk
Hubungan antar kegiatan dalam
kegiatan yang saling tumpang tindih
metode ini ditunjukkan oleh sebuah
penggambaran network PDM lebih
garis penghubung, yang dapat dimulai
sederhana dibandingkan CPM yg harus
dari kegiatan kiri ke kanan atau dari
dibuat bertingkat dengan menggunakan
kegiatan atas ke bawah.
dummy.
Menurut Suherman dan Amalina
Menurut I Gusti (2011), Ciri-ciri
Ilma (2016), Pada PDM juga dikenal
diagram precedence adalah sebagai
adanya konstrain. Satu konstrain hanya
berikut :
5
dapat menghubungkan dua node, karena Memberikan penjelasan
setiap node memiliki dua ujung yaitu hubungan antara selesainya
ujung awal atau mulai = (S) dan ujung suatu kegiatan dengan selesainya
akhir atau selesai = (F). Maka di sini kegiatan terdahulu. Atau FF (i-j)
terdapat empat macam konstrain yaitu: = c yang berarti suatu kegiatan
1. Konstrain selesai ke mulai – (j) selesai setelah c hari kegiatan
Finish to Start (FS) terdahulu (i) selesai. Konstrain
Konstrain ini memberikan semacam ini mencegah
penjelasan hubungan antara selesainyasuatu kegiatan
mulainya suatu kegiatan dengan mencapai 100% sebelum
selesainya kegiatan terdahulu. kegiatan yang terdahulu telah
Dirumuskan sebagai FS (i-j) = a sekian (=c) hari selesai.
yang berartikegiatan (j) mulai a 4. Konstrain mulai ke selesai –
hari, setelah kegiatan yang Start to Finish (SF)
mendahuluinya (i) selesai. Menjelaskan hubungan antara
2. Konstrain mulai ke mulai – Start selesainya kegiatan dengan
to Start (SS) mulainya kegiatan terdahulu.
Memberikan penjelasan Dituliskan dengan SF (i-j) = d,
hubungan antara mulainya suatu yang berarti suatu kegiatan (j)
kegiatan dengan mulainya selesai setelah d hari kegiatan (i)
kegiatan terdahulu. Atau SS (i-j) terdahulu mulai.
= b yang berarti suatu kegiatan
(j) mulai setelah b hari kegiatan
terdahulu (i) mulai. Konstrain
semacam ini terjadi bila sebelum
kegiatan terdahulu selesai 100 % Gambar 3 : Hubungan Kegiatan I dan J
maka kegiatan (j) boleh mulai
setelah bagian tertentu dari Microsoft Project 2016 merupakan
kegiatan (i) selesai software administrasi proyek yang
3. Konstrain selesai ke selesai – digunakan untuk melakukan
Finish to Finish (FF) perencanaan, pengelolaan, pengawasan
dan pelaporan data dari suatu proyek.
6
Ketelitian yang tinggi sangat Dalam Microsoft Project 2016
dibutuhkan pada saat pembangunan tanggal akhir pekerjaan disebut
sebuah proyek konstruksi dan finish, yang akan diisi secara
membutuhkan durasi waktu yang lama. otomatis dari perhitungan tanggal
Keunggulan microsoft office project mulai (start) ditambah lama
adalah kemampuannya menangani pekerjaan (duration).
perencanaan suatu kegiatan, 5. Predecessor
pengorganisasian dan pengendalian Peredecessor merupakan hubungan
waktu serta biaya yang mengubah input keterkaitan antara satu pekerjaan
data menjadi sebuah output data sesuai dengan pekerjaan lain. Dalam
tujuannya. Microsoft Project 2016 Microsoft Project 2016 mengenal 4
memiliki beberapa macam tampilan macam hubungan antar pekerjaan,
layar, namun sebagai default setiap kali yaitu :
membuka file baru, yang akan a. Finish to Start
ditampilkan adalah Gantt Chart View.
Dalam Microsoft Project 2016 ada
beberapa istilah khusus, antara lain: Gambar 4 : Ketergantungan Finish to Star
7
6. Resources
Pengisian sumber daya, baik sumber
daya manusia maupun material
dalam Microsoft Project 2016
disebut dengan resources.
7. Baseline
Baseline adalah suatu rencana baik
jadwal maupun biaya yang telah
disetujui dan ditetapkan.
Gambar 8 : Flowchart Tahapan Penelitian
8. Gantt Chart
Gantt Chart merupakan salah satu Tahapan dalam analisis data
Project 2016 yang berupa batang- dilaksanakan secara sistematis dan logis
8
Disebut tahap pengambilan Galian tanah
5 M3 54.260,00
biasa
keputusan. Pada tahap ini, data
Pas. Batu Kali
yang telah ada dibuat suatu Mortar Type N
6 M3 733.340,00
kesimpulan yang berhubungan (campuran 1pc :
4pp ) - manual
dengan tujuan penelitian, dan
Plesteran dengan
pada tahap ini dilakukan Mortar Tipe S (
7 M2
pengendalian penjadwalan Setara Campuran 67.080,00
1pc:3pp)
proyek akibat deviasi atau
Beton K225 –
keterlambatan pada proyek 8 M3 798.290,00
Manual
dengan menggunakan PDM Pembesian
9 dengan Besi Kg 13.580,00
untuk mengetahui jalur kritis
Polos atau Ulir
pada proyek tersebut. Bekisting Beton
HASIL DAN PEMBAHASAN dengan
10 M2 89.170,00
Multiplek 2X
Untuk mencari nilai Harga Satuan
Pemakaian
Pekerjaan dihitung menggunakan Timbunan Tanah
Microsoft Excell, data – data yang atau Urugan
11 M3 31.800,00
Tanah Kembali
digunakan untuk menghitung HSP ini
(manual)
adalah data bahan yang terdiri dari Timbunan Tanah
12 M3 131.580,00
material yang digunakan , kemudian didatangkan
9
Tabel 2. Rencana anggaran biaya A Pekerjaan Persiapan
10
1km 8 1
Beton K225 – Manual
E Pekerjaan Galian Saluran
Drainase 9 Pembesian dengan Besi 1
1 Pekerjaan galian tanah 14,26 % Polos atau Ulir
berlumpur dengan alat 10 Perbaikan Pintu dan 1
berat Rumah Pelindung
C Perbaikan Saluran
Durasi dihitung berdasarkan 1 Bongkar Pasangan Batu 1
dan Pembersihan Manual
kapasitas produksi yang didapat dari 2 2
Galian tanah biasa
koefisien pekerja yang digunakan. Yang 3 Pas. Batu Kali Mortar 4
Type N (campuran 1pc :
kemudian dikalikan dengan jumlah 4pp ) - manual
4 Plesteran dengan Mortar 3
tenaga yang digunakan. Lalu volume Tipe S ( Setara Campuran
1pc:3pp)
dibagi dengan hasil perkalian dengan
5 Beton K225 – Manual 2
tenaga kerja sebelumnya. Didapatlah Pembesian dengan Besi
6 5
Polos atau Ulir
waktu pelaksanaan dalam satuan hari Plesteran dengan Mortar
7 1
Tipe S ( Setara Campuran
yang dibulatkan menjadi satuan 1pc:3pp)
minggu. Hasilnya dapat dilihat pada 8 Beton K225 – Manual 1
9 Pembesian dengan Besi 1
table dibawah ini : Polos atau Ulir
Tabel 4. Hasil Perhitungan Durasi D Pekerjaan Galian Saluran
Irigasi
No Uraian Pekerjaan DURASI 1 Galian Saluran Irigasi 6
Alata Berat dan dibuang
(week) 1km
A Pekerjaan Persiapan
E Pekerjaan Galian Saluran
Drainase
1 Uitset/ Trase Saluran 3 1 Pekerjaan galian tanah 5
berlumpur dengan alat
2 Mobilisasi dan 2 berat
Demobilisasi Alat Berat
3 Dokumentasi 2
Predecessor adalah suatu hubungan
B Perbaikan Bangunan
Bongkar Pasangan Batu keterkaitan antara satu pekerjaan
1 1
dan Pembersihan Manual
dengan pekerjaan lainnya. Dalam Ms.
2 Galian tanah biasa 2
Project, hubungan antar tugas/
3 Pas. Batu Kali Mortar
2
Type N (campuran 1pc : pekerjaan sangat diperlukan, karena
4pp ) - manual
setiap pekerjaan pasti berhubungan
4 Plesteran dengan Mortar 1
Tipe S ( Setara Campuran antara satu pekerjaan dengan pekerjaan
1pc:3pp)
5 1 yang lainnya.
Beton K225 – Manual
11
mengalami perubahan tanggal memulai, Tabel 5. Predecessor
N Uraian Pekerjaan Durasi predece
tanggal selesai suatu kegiatan, ataupun
o (week) ssor
mengalami penambahan jumlah alat dan A Pekerjaan Persiapan
3 2 8
Pada hubungan antar pekerjaan satu Pas. Batu Kali Mortar
Type N (campuran 1pc :
dengan pekerjaan yang lainnya 4pp ) - manual
terkadang terdapat jeda waktu (lag time) 4 Plesteran dengan 1 9
Mortar Tipe S ( Setara
ataupun overlap/ penumpukan waktu Campuran 1pc:3pp)
5 1 13
(lead time). Beton K225 – Manual
12
9 Pembesian dengan Besi 1 25
Polos atau Ulir
D Pekerjaan Galian
Saluran Irigasi
1 Galian Saluran Irigasi 6 19SS
Alata Berat dan
dibuang 1km
E Pekerjaan Galian
Saluran Drainase
1 Pekerjaan galian tanah 5 13SS
berlumpur dengan alat
berat
grafisnya.
13
Berdasarkan dari penelitian melalui durasi pelaksanaan selama 175 hari.
Microsoft Project 2016, analisa Dari analisa PDM pada Ms. Project
Pekerjaan pemeliharaan berkala pada ini kita dapat melihat mana
proyek Irigasi . Diperoleh Hasil pekerjaan yang tidak boleh
penjadwalan pada Ms. Project 2016 terlambat sehingga membutuhkan
yaitu terdapat jalur kritis pada akhir perhatian khusus agar tidak
pekerjaan proyek. Ketika diketahui menimbulkan keterlambatan yang
adanya jalur kritis pada akhir pekerjaan nantinya akan berimbas pada durasi
proyek, maka efeknya akan akhir penyelesaian proyek.
mempengaruhi pada durasi b. Dari hasil analisa melalui Ms.
penyelesaian akhir proyek tersebut. Project 2016 tersebut dapat
Agar menghindari terjadinya diketahui beberapa kegiatan
keterlambatan, maka bisa dilakukan pekerjaan yang tidak boleh
perhatian khusus pada pekerjaan terlambat, yaitu pada kegiatan
tersebut. Tetapi jika terjadi pekerjaan yang berada dijalur kritis.
keterlambatan , maka bisa dilakukan karena kegiatan dijalur kritis adalah
Reschedule dengan menggunakan Ms. kegiatan yang harus diselesaikan
Project dengan menambah pekerja atau tepat pada waktunya agar waktu
jam kerja. Tetapi apabila menambah selesai sebuah proyek tidak berubah
pekerja ataupun jam kerja (lembur) dari yang direncanakan . pekerjaan
dilakukan, maka pengaruhnya ke biaya yang ada dijalur kritis yaitu : pada
pengeluaran, yang otomatis pengeluaran pekerjaan : 1. Timbunan tanah atau
pada proyek ini akan bertambah . urugan tanah kembali – (manual) ,
2. Timbunan tanah didatangkan dan
KESIMPULAN 3. Pekerjaan galian tanah
Dari hasil yang di peroleh melalui berlumpur dengan alat berat
Program Microsoft Project 2016 untuk dibuang kiri kanan saluran di
kegiatan pekerjaan pemeliharaan Irigasi ratakan dan dirapikan.
Diperoleh kesimpulan sebagai berikut : SARAN
a. Hasil analisa dari Ms. Project pada Adapun saran dari penulis setelah
proyek pekerjaan Pemeliharaan melakukan penelitian/ pengamatan ini
Irigasi Batang Anai didapatkan adalah sebagai berikut :
14
a. Dalam menggunakan program DAFTAR PUSTAKA
ms project 2016 untuk Husein, Abrar. 2011. Manajemen
pengolahan proyek tidaklah Proyek. CV Andi Offset.
cukup hanya berbekal Yogyakarta
pengetahuan mengoprasikan Suherman dan Amalina Ilma. 2016.
program saja, namun perlu Analisa Penjadwalan Proyek
dibekali dengan pemahaman Menggunakan PDM dan PERT
dalam proses pengolahan data serta Crash Project. Vol.2,
manajemen konstruksi. No.1. Kupang
Suputra, I Gusti. 2011. Penjadwalan
b. Agar sebuah proyek tidak
Proyek dengan Precedence
terjadi keterlambatan maka
Diagram Method (pdm) dan
sangat diperlukan pengawasan
Ranked Position Weight Method
yang amat teliti. sehingga
(rpwm). Denpasar
ketika terjadi suatu masalah,
Suyatno. 2010. Analisis Faktor
bisa secepatnya diatasi dengan
Penyebab Keterlambatan
memperbaiki yang mengham-
Penyelesaian Proyek Gedung
bat suatu pekerjaan tersebut .
(Aplikasi Model Regresi).
c. Dalam pelaksanaan sebuah Semarang
proyek, hendaknya di lakukan Syafriandi. 2017. Manajemen
perincian kebutuhan material, Konstruksi dengan Apikasi Ms.
alat, tenaga kerja, dan Project. CV Andi Offset.
subkontraktor untuk tiap item Yogyakarta
pekerjan, agar penggunaanya
lebih efisien dan dapat di
ketahui jenis pekerjaan apa
yang
menguntungkan/merugikan,
bagi kontraktor.
15