0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan3 halaman

Emosi Seorang Istri yang Terabaikan

Istri merasa diabaikan karena suaminya tidak membalas pesan WhatsApp selama berjam-jam walaupun online, sementara suami justru aktif berkomunikasi dengan orang lain. Istri pun merasa sedih, putus asa, dan kecewa karena menganggap dirinya tidak lagi menjadi prioritas bagi suami.

Diunggah oleh

Arika Ramadhani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan3 halaman

Emosi Seorang Istri yang Terabaikan

Istri merasa diabaikan karena suaminya tidak membalas pesan WhatsApp selama berjam-jam walaupun online, sementara suami justru aktif berkomunikasi dengan orang lain. Istri pun merasa sedih, putus asa, dan kecewa karena menganggap dirinya tidak lagi menjadi prioritas bagi suami.

Diunggah oleh

Arika Ramadhani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MARAH - KECEWA - SAKIT - EMOSI .

Semua lebur jadi satu. Disaat "AKU" sebagai seorang "ISTRI" merasa di abaikan oleh "SUAMI".. Gimana

nggak kayak gitu coba. Iya sih , kesannya Bucin, alay , lebay , apalah. Hanya masalah sepele...

Cekidot the story..

Aku chat di w.a jam 10.06 ngasih tau kalau besok ada acara di kampung. Sampai jam 13.41 nggak ada
balasan. Aku kirim lagi chat yang [Link] dilihat jam segini. Andaikata jam 13.42. Tapi nggak ada
balasan. Ok fix , mungkin sedang sibuk. Mungkin belum beres kerjaannya. Atau nggak gitu, mungkin jam
rehatnya cuma bentar. Biar cepat selesai.

Next ,, aku check lagi sempat online sekitar jam [Link] nggak ada balasan. Masih sabar ,, mungkin
cuma balas atau sekedar baca chat dari rekan kerjanya. Berfikir positif.

Kesabaranku sudah habis. Apa susahnya sih cuma balas "Iya" "Nggeh" Atau cuma satu huruf "Y" doang.

Ku kirim 11 chat secara berturut-turut. Itu baru dibalas. Tapi isinya nglarang chat. Dan setelah itu
nomor aku di blokir. Ya aku blokir balik lah.

Gimana nggak bertambah memuncak emosi aku. Udah nggak bisa nahan lagi nih air mata.

Selain emosi , putus asa juga. Bucin kata anak jaman now. Bah lah wes. Ga ngurus. Langsung cabut dari
kamar. Beli bodrex. Kebetulan ada sprite di rumah. Aku minum bersamaan. Ga khawatir mati sih. Orang
beberapa tahun silam pernah melakukan hal bodoh yang sama, tapi nggak ngefek. Cuma pusing dikit.

Namanya udah terlanjur emosi dan putus asa. Bawaannya ingin menyakiti diri sendiri. Berharap besok /
nanti sakit.. Senam cardio selama 1 jam. Capek sih. Tapi nggak apa-apa itu ujung2nya menyehatkan . 🤪🤪
🤪🤪. Dan memutuskan untuk nggak makan. Sekalian diet lah. Tapi yaaa ,, malam mau tidur merasa lapar.
Makan dikit. 🤣🤣🤣🤣
Ok , back to the story.

Sepulang dia, si abang suami bojo pulang kerja. Aku mencoba menetralkan suasana. Seperti tidak terjadi
apa-apa sebelumnya. Dia nampak kelelahan. Suasana juga sudah cukup malam. Dia langsung rebahan di
sebelah aku. Aku langsung keluar kamar, masak air buat dia mandi.

Saat dia mandi , aku check hp nya. Aku check W.A nya. Dan ternyata eng ing eng.. Di jam yang sama saat
aku chat dia. Dia juga sedang chat dengan orang lain. Tu kan. Jadi merasa bukan prioritas lagi.. Air mata
meleleh lagi.. Benar-benar di puncak kekecewaan. Emang apa susahnya balas / ngetik Iy atau Nggeh gitu
aja. Benar-benar PUTUS ASA. Ingin ku banting lagi tuh HP. Iya kalo chat nya cuma 1 balasan abis itu udah
.bentar. Tapi ini nggak .Banyak , panjang .. Lha chat nya aku tadi dikemanain. Lupa tah kalau punya istri.
Emang dasar !!!! Iya aku sadar . Aku nggak cantik , aku nggak sexy ,, aku emang gada point2 plusnya.
Makanya itu aku insecure , aku nggak suka kalau dia chat sama cewek yang menurutku lebih dari aku. Itu
karena apa ? KARENA AKU SAYANG PEAN. AKU CINTA PEAN. AKU WEDI PN NINGGALNO AKU. AKU WEDI
PN NGELIYO.

Tapi yoweslah. Lama-lama sakit hati bisa jadi makanan sehari-hari.

Biasanya selepas dia mandi. Dia sering keluar rumah. Bosen sih sebenarnya dengan suasan seperti itu.
Berangkat jam 8, pulang jam 18.00. Eh ,, pergi lagi dan pulang jam 11 malam, kadang sampai dini hari
jam setengah satuan. Nggak mikir apa gimana istri nya ini dirumah . Keluar masuk kamar nggak jelas.
Gabut. Main HP juga cuman itu itu aja yang dilihat. Dikira dengan dikasih uang segepok aku seneng gitu.
Kebahagiaan emang bisa dibeli ??? Nggak bagi aku.

Sekalipun libur , dua minggu sekali. Itu pun aku merasa kurang. Kelihatannya oke oke aja. Di ajak keluar ,
nongkrong , kuliner. Tapi sebenarnya aku lebih suka di rumah . Qtime di rumah bersama keluarga.
Daripada ngabisin waktu di jalan.

Hitung aja ,, banyakan mana waktu dirumah dengan anak istri . Dibanding diluar rumah.

Aku udah bahas soal ini dengan dia. Yaa ,, walaupun di chat W.A.. Tapi serasa percuma tak berguna. Ga
ngefek. Dia ga berubah. Mentingin pekerjaannya , mentingin ngumpul dengan teman-temannya .
Minum-minum alkohol. Dibanding nungguin, ngumpul sama anak istrinya.

Dikira bojonya iki nggak butuh nafkah batin apa? Mundak ngempet dadi penyakit. Mau minta tapi udah
malam. Kadang akunya juga udah ngantuk.. Ini juga udah pernah aku bahas dengan dia mas bojo. Tapi
yo tetap ga ngefek. Nggak ada perubahan. Nihil senihil nihilnya.. Kadang aku juga tidur nggak bajuan ,
nggak pakai daleman. Tapi apa yang aku inginkan zonk. Dia nggak ada sedikitpun niat menyentuh ku.
Mungkin Yang ada di pikirannya capek , tidur , besok kerja. Udah gitu aja terus. Tapi aku nggak pernah
ada keinginan/ niat buat cari lelaki lain yang mau meniduriku sewaktu-waktu. Nggak pernah dan nggak
akan pernah. (Garis bawah dan bold loooh).

Konon katanya doa orang yang tersakiti dan terzalimi selalu terkabul. Kan lagi emosi ,, doanya ya jelek-
jelek lah. Saat baca storynya dia d w.a.. Ada kendala di pekerjaannya. Ya aku ketawain lah.. Bener tuh ,
doanya aku di jabah oleh sang Pencipta.. Rasain tuh..

Maaf kalau bojomu ini Egois , Posesif , dan Sensitif. Yo ikilah aku . Wong wedok sing SAYANG PEAN. Sinh
CINTA PEAN. Sg WEDI PN TINGGALNO . Sg WEDI PN NGELIYO.

Anda mungkin juga menyukai