0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
52 tayangan25 halaman

Konfigurasi Routing Statis dan Dinamis

Modul ini membahas tentang routing pada jaringan komputer. Ada dua jenis routing, yaitu routing statis dan routing dinamis. Routing statis menggunakan rute yang dikonfigurasi secara manual oleh administrator jaringan, sedangkan routing dinamis menyesuaikan rute secara otomatis berdasarkan perubahan topologi atau lalu lintas jaringan. Modul ini juga menjelaskan fungsi router dan proses routing pada jaringan komputer.

Diunggah oleh

Desi Rhmwatiia.l
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
52 tayangan25 halaman

Konfigurasi Routing Statis dan Dinamis

Modul ini membahas tentang routing pada jaringan komputer. Ada dua jenis routing, yaitu routing statis dan routing dinamis. Routing statis menggunakan rute yang dikonfigurasi secara manual oleh administrator jaringan, sedangkan routing dinamis menyesuaikan rute secara otomatis berdasarkan perubahan topologi atau lalu lintas jaringan. Modul ini juga menjelaskan fungsi router dan proses routing pada jaringan komputer.

Diunggah oleh

Desi Rhmwatiia.l
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Modul Jaringan Komputer

PERTEMUAN XI
ROUTING

1. Pendahuluan
Perutean (bahasa Inggris: routing) adalah sebuah proses untuk meneruskan paket-
paket jaringan dari satu jaringan ke jaringan lainnya melalui sebuah antar-jaringan
(internetwork). Perutean juga dapat merujuk kepada sebuah metode
penggabungan beberapa jaringan sehingga paket-paket data dapat dialirhantarkan
dari satu jaringan ke jaringan selanjutnya. Untuk melakukan hal ini, digunakanlah
sebuah perangkat jaringan yang disebut sebagai perute. Perute-perute tersebut
akan menerima paket-paket yang ditujukan ke jaringan di luar jaringan yang
pertama, dan akan meneruskan paket yang diterima kepada perute lainnya hingga
sampai kepada tujuannya.
Terdapat dua macam perutean, yaitu:
1. Perutean statis (Static routing)
2. Perutean dinamis (Dynamic routing)

2. Pengertian Routing
Routing adalah suatu protokol yang digunakan untuk mendapatkan rute dari satu
jaringan ke jaringan yang lain. Rute ini, disebut dengan route dan informasi route
secara dinamis dapat diberikan ke router yang lain ataupun dapat diberikan secara
statis ke router lain.
Seorang administrator memilih suatu protokol routing dinamis berdasarkan
keadaan topologi jaringannya. Misalnya berapa ukuran dari jaringan, bandwidth
yang tersedia, proses power dalam router, merek dan model dari router, dan
protokol yang digunakan dalam jaringan.
Routing adalah proses dimana suatu router mem-forward paket ke jaringan yang
dituju. Suatu router membuat keputusan berdasarkan IP address yang dituju oleh
paket. Semua router menggunakan IP address tujuan untuk mengirim paket. Agar
keputusan routing tersebut benar, router harus belajar bagaimana untuk mencapai
tujuan. Ketika router menggunakan routing dinamis, informasi ini dipelajari dari
router yang lain. Ketika menggunakan routing statis, seorang network administrator
mengkonfigurasi informasi tentang jaringan yang ingin dituju secara manual.
Jika routing yang digunakan adalah statis, maka konfigurasinya harus dilakukan
secara manual, administrator jaringan harus memasukkan atau menghapus rute
statis jika terjadi perubahan topologi. Pada jaringan skala besar, jika tetap
menggunakan routing statis, maka akan sangat membuang waktu administrator
jaringan untuk melakukan update table routing. Karena itu routing statis hanya
mungkin dilakukan untuk jaringan skala kecil. Sedangkan routing dinamis bias
diterapkan di jaringan skala besar dan membutuhkan kemampuan lebih dari
administrator.

1
Modul Jaringan Komputer

3. Fungsi Routing
Pada prinsipnya, router digunakan untuk menghubungkan dan meneruskan data
antara dua atau lebih jaringan satu dengan jaringan lainnya. Saat ini, router lebih
dikenal sebagai alat untuk menghubungkan jaringan yang dipasang baik di rumah,
kantor, warnet atau instansi lainnya untuk terhubung ke Internet. Router umumnya
dapat memblokir badai siaran yang dapat mempengaruhi kinerja jaringan. Router
sering bingung dengan switch, tetapi kedua perangkat ini memiliki fungsi yang
berbeda, pada router sebagai penghubung antara jalan jaringan dan jalur jaringan
lainnya. Sementara pada switch, ia berfungsi seperti jalanan yaitu mengumpulkan
jaringan-jaringan yang ada ke dalam satu jaringan dan membentuk LAN (Local
Action Network).

Static

Uses a program route the a networl


administrator enters into the router

Dynamic

Uses a route that a routing protocol adjusts


automatically for topology or traffic changes

Gambar 11.1 Tipe-tipe routing

4. Routing statik
Cara kerja routing statis dapat dibagi menjadi 3 bagian :
 Administrator jaringan yang mengkonfigurasi router
 Router melakukan routing berdasarkan informasi dalam tabel routing
 Routing statis digunakan untuk melewatkan paket data Seorang administrator
harus menggunakan perintah ip route secara manual untuk mengkonfiguras
router dengan routing statis.

Se

Gambar 11.2 contoh perintah IP Route

2
Modul Jaringan Komputer

Gambar 11.3 Menentukan outgoing interface

Gambar 11.4 Menentukan Next-hop IP Address

3
Modul Jaringan Komputer

Pada gambar 11.3 dan 11.4 di atas, administrator jaringan dari router Hoboken
harus mengkonfigurasi routing statis ke jaringan [Link]/24 dan [Link]/24.
Karena itu administrator memasukkan 2 perintah ke router. Administrative distance
adalah parameter tambahan yang menunjukkan reliabilitas dari rute. Semakin kecil
nilai administrative distance semakin reliable
rutenya. Oleh Karen itu rute dengan administrative distance yang lebih kecil harus
diberikan pertama kali sebelum administrative distance yang lebih besar diberikan.
Default administrative distance saat menggunakan routing statis adalah 1. ketika
interface luar dikonfigurasi sebagai gateway, routing statis akan ditunjukkan dalam
tabel routing sebagai informasi yang “directly connected”. Untuk melihat informasi
administrative distance digunakan perintah show ip route. Nilai dari administrative
distance adalah antara 0 sampai dengan 255 yang diberikan setelah next-hop atau
outgoing interface. Contoh:

waycross(config)#ip route [Link] [Link] [Link] 130

Jika interface dari router down, rute tidak akan dimasukkan ke table routing.
Kadang-kadang routing statis digunakan untuk tujuan backup. Routing statis dapat
dikonfigurasi dalam router yang hanya akan digunakan ketika routing dinamis
mengalami kegagalan. Untuk menggunakan routing statis sebagai backup, harus
dilakukan seting administrative distance ke nilai yang lebih besar dari pada protokol
routing dinamis yang digunakan.
a. Konfigurasi routing statis
Langkah-langkah untuk melakukan konfigurtasi routing statis adalah sebagai
berikut :
 Langkah 1 – tentukan dahulu prefix jaringan, subnet mask dan address.
Address bias saja interface local atau next hop address yang menuju tujuan.
 Langkah 2 – masuk ke mode global configuration.
 Langkah 3 – ketik perintah ip route dengan prefix dam mask yang diikuti
dengan address seperti yang sudah ditentukan di langkah 1. Sedangkan untuk
administrative distance bersifat tambahan, boleh digunakan boleh tidak.
 Langkah 4 – ulangi langkah 3 untuk semua jaringan yang dituju yang telah
ditentukan pada langkah 1.
 Langkah 5 – keluar dai mode global configuration.
 Langkah 6 – gunakan perintah copy running-config startup-config untuk
menyimpan konfigurasi yang sedang aktif ke NVRAM.
Contoh jaringan sederhana dengan 3 router seperti yang ditunjukkan oleh
gambar 11.5 di bawah ini.

4
Modul Jaringan Komputer

Gambar 11.5 Konfigurasi sederhana dengan 3 Router

Router Hoboken harus dikonfigurasi sehingga dapat mencapai jaringan


172.16.10 dan jaringan [Link]. Kedua jaringan subnet masknya
[Link].
Paket yang tujuannya ke jaringan [Link] harus dirutekan ke Sterling dan
paket yang ditujuan ke jaringan [Link] haus dirutekan ke Waycross. Dalam
hal ini routing statis bisa digunakan.
Kedua routing statis tersebut akan dikonfigurasi menggunakan interface local
sebagai gateway ke jaringan yang dituju, seperti gambar berikut:

Gambar 11.6 Penggunaan Interface Local Sebagai Gateway

5
Modul Jaringan Komputer

Dua routing statis yang sama juga dapat dikonfigurasi dengan next-hop address
sebagai gateway. Seperti yang ditunjukkan oleh gambar 2.6. Rute pertama ke
jaringan [Link] dengan gateway ke [Link]. Sedangkan rute kedua ke
jaringan [Link] dengan gateway ke [Link]. Administrative distance
tidak digunakan, sehingga defaultnya bernilai 1.

Gambar 11.7 Penggunaan Next-hop

b. Routing default
Default routing digunakan untuk merutekan paket dengan tujuan yang tidak
sama dengan routing yang ada dalam table routing. Secara tipikal router
dikonfigurasi dengan cara routing default untuk trafik internet. Routing default
secara actual menggunakan format:

ip route [Link] [Link] [next-hop-address | outgoing interface]

Mask [Link], secara logika jika kita AND-kan dengan IP address tujuan selalu
menunjuk ke jaringan [Link]. Jika paket tidak cocok dengan rute yang ada
dalam table routing, maka paket akan dirutekan ke jaringan [Link].
Di bawah ini adalah langkah-langkah untuk mengkonfigurasi routing default:
 Langkah 1 – masuk mode global configuration.
 Langkah 2 – ketik perintah ip route dengan [Link] sebagi prefix dan [Link]
sebagai mask.
 Alamat tambahan untuk routing default dapat berupa address dari local
interface yang
 terhubung langsung ke jaringan luar atau IP address dari next-hop router.

6
Modul Jaringan Komputer

 Langkah 3 – keluar dari mode global config.


 Langkah 4 – gunakan perintah copy running-config startup-config untuk
menyimpan konfigurasi yang sedang jalan ke NVRAM.
Pada halaman sebelumnya, routing statis yang dikonfigurasi dalam Hoboken
akses ke jaringan [Link] pada Sterling dan [Link] pada Waycross.
Sekarang seharusnya kemungkinan rute paket ke dua jaringan tersebut dari
Hoboken. Bagaimanapun, Sterling dan Waycross tidak tahu bagaimana
mengembalikan paket ke jaringan yang lain yang terhubung langsung. Routing
statis dapat dikonfigurasi pada Sterling dan Waycross untuk mencapai jaringan
tujuan.
Sterling terhubung ke semua jaringan yang tidak terhubung langsung melalui
interface serial 0. Waycross hanya satu koneksi ke semua jaringan yang tidak
terhubung langsung melalui interface serial 1. Routing default pada Sterling dan
Waycross akan digunakan untuk rute ke semua paket yang ditujukan untuk
jaringan yang tidak terhubung langsung.

Gambar 11.8 Jaringan Yang Tidak Terhubung Langsung

7
Modul Jaringan Komputer

Gambar 11.9 Jaringan yang tidak terhubung langsung

Setelah routing statis dikonfigurasi, langkah selanjutnya adalah hal yang sangat
penting untuk melakukan verifikasi apakah table routing dan proses routingnya
bekerja dengan baik. Perintah untuk melihat konfigurasi yang sedang aktif dan
untuk mem-verifikasi routing statis adalah show runningconfig dan show ip
route.
Adapaun langkah-langkah untuk melakukan verifikasi konfigurasi routing statis
adalah:
 Berikan perintah show running-config dalam privileged mode untuk melihat
konfigurasi yang sedang aktif
 Verifikasi routing statis yang telah dimasukkan. Jika rute tidak benar, maka
diperlukan kembali lagi ke mode global config untuk menghapus routing statis
yang salah dan masukkan routing yang benar
 Berikan perintah show ip route
 Verifikasi lagi, apakah table routing yang dimasukkan sudah sesuai dengan
tujuan dari hasil perintah tersebut.
c. Troubleshooting konfigurasi routing statis
Pada sub bab ini diberikan contoh konfigurasi routing statis dalam Hoboken
untuk mengakses jaringan pada Sterling dan Waycross, seperti yang dilihat pada
gambar di bawah ini. Pada konfigurasi di router Sterling jaringan [Link] tidak
dapat mencapai jaringan di Waycross [Link].

8
Modul Jaringan Komputer

Gambar 11.10 Jaringan yang tidak terhubung langsung

Gambar 11.11 Langkah troubleshooting dengan perintah show ip route

9
Modul Jaringan Komputer

Dari mode privileged EXEC pada router Sterling, ping ke node pada jaringan
[Link]. Pada gambar di bawah ini menunjukkan perintah ping yang gagal,
sekarang gunakan perintah traceroute dari Sterling ke alamat yang digunakan
pada perintah ping.

Gambar 11.12 Troubleshooting konfigurasi routing statik

Catatan dimana traceroute mengalami kegagalan. Traceroute menandakan


bahwa paket ICMP dikembalikan oleh Hoboken tapi tidak dari Waycross. Hal ini
berarti masalah terjadi pada Hoboken atau Waycross.
Lakukan telnet ke router Hoboken. Coba kembali ping ke node pada jaringan
[Link] yang terhubung ke router Waycross. Perintah ping ini seharusnya
berhasil karena Hoboken terhubung langsung ke Waycross.

Gambar 11.13 Troubleshooting konfigurasi routing statis

10
Modul Jaringan Komputer

5. Routing Dinamis
Routing protocol adalah berbeda dengan routed protocol. Routing protocol adalah
komunikasi antara router-router. Routing protocol mengijinkan router-router untuk
sharing informasi tentang jaringan dan koneksi antar router. Router menggunakan
informasi ini untuk membangun dan memperbaiki table routingnya. Seperti pada
gambar di bawah ini.

Gambar 11.14 Routed vs Routing Protokol

Contoh routing protokol:


 Routing Information Protocol (RIP)
 Interior Gateway Routing Protocol (IGRP)
 Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP)
 Open Shortest Path First (OSPF)
Routed protocol digunakan untuk trafik user langsung. Routed protocol
menyediakan informasi yang cukup dalam layer address jaringannya untuk
melewatkan paket yang akan diteruskan dari satu host ke host yang lain
berdasarkan alamatnya.
Contoh routed protocol:
 Internet Protocol (IP)
 Internetwork Packet Exchange (IPX)

6. Autonomous System (AS)


Autonomous System (AS) adalah kumpulan dari jaringan-jaringan yang dalam satu
administrasi yang mempunyai strategi routing bersama. AS mungkin dijalankan
oleh satu atau lebih operator ketika AS digunakan pada routing ke dunia luar.

11
Modul Jaringan Komputer

American Registry of Internet Numbers (ARIN) adalah suatu service provider atau
seorang administrator yang memberikan nomor identitas ke AS sebesar 16-bit.
Routing protokol seperti Cisco IGRP membutuhkan nomor AS (AS number) yang
sifatnya unik.

Gambar 11.15 Autonomous System

a. Tujuan Routing protocol dan autonomous system


Tujuan utama dari routing protokol adalah untuk membangun dan memperbaiki
table routing. Dimana tabel ini berisi jaringan-jaringan dan interface yang
berhubungan dengan jaringan tersebut. Router menggunakan protokol routing
ini untuk mengatur informasi yang diterima dari router-router lain dan
interfacenya masing-masing, sebagaimana yang terjadi di konfigurasi routing
secara manual.
Routing protokol mempelajari semua router yang ada, menempatkan rute yang
terbaik ke table routing, dan juga menghapus rute ketika rute tersebut sudah
tidak valid lagi. Router menggunakan informasi dalam table routing untuk
melewatkan paket-paket routed protokol.
Algoritma routing adalah dasar dari routing dinamis. Kapanpun topologi jaringan
berubah karena perkembangan jaringan, konfigurasi ulang atau terdapat
masalah di jaringan, maka router akan mengetahui perubahan tersebut. Dasar
pengetahuan ini dibutuhkan secara akurat untuk melihat topologi yang baru.
Pada saat semua router dalam jaringan pengetahuannya sudah sama semua
berarti dapat dikatakan internetwork dalam keadaan konvergen (converged).
Keadaan konvergen yang cepat sangat diharapkan karena dapat menekan waktu
pada saat router meneruskan untuk mengambil keputusan routing yang tidak
benar.
AS membagi internetwork global menjadi kecil-kecil menjadi banyak jaringan-
jaringan yang dapat diatur. Tiap-tiap AS mempunyai seting dan aturan sendiri-
sendiri dan nomor AS yang akan membedakannya dari AS yang lain.

12
Modul Jaringan Komputer

Gambar 11.16 Prinsip kerja Autonomous System

b. Klasifikasi routing protokol


Sebagian besar algoritma routing dapat diklasifikasikan menjadi satu dari dua
kategori berikut :
 Distance vector
 Link-state
Routing distance vector bertujuan untuk menentukan arah atau vector dan jarak
ke link-link lain dalam suatu internetwork. Sedangkan link-state bertujuan untuk
menciptakan kembali topologi yang benar pada suatu internetwork.

Gambar 11.17 Klasifikasi routing protokol

13
Modul Jaringan Komputer

c. Routing protokol distance vector


Algoritma routing distance vector secara periodik menyalin table routing dari
router ke router. Perubahan table routing ini di-update antar router yang saling
berhubungan pada saat terjadi perubahan topologi. Algoritma distance vector
juga disebut dengan algoritma Bellman-Ford.
Setiap router menerima table routing dari router tetangga yang terhubung
langsung. Pada gambar di bawah ini digambarkan konsep kerja dari distance
vector.

Gambar 11.18 konsep distance vector

Router B menerima informasi dari Router A. Router B menambahkan nomor


distance vector, seperti jumlah hop. Jumlah ini menambahkan distance vector.
Router B melewatkan table routing baru ini ke router-router tetangganya yang
lain, yaitu Router C. Proses ini akan terus berlangsung untuk semua router.
Algoritma ini mengakumulasi jarak jaringan sehingga dapat digunakan untuk
memperbaiki database informasi mengenai topologi jaringan. Bagaimanapun,
algoritma distance vector tidak mengijinkan router untuk mengetahui secara
pasti topologi internetwork karena hanya melihat router-router tetangganya.
Setiap router yang menggunakan distance vector pertama kali mengidentifikasi
router-router tetangganya. Interface yang terhubung langsung ke router
tetangganya mempunyai distance 0. Router yang menerapkan distance vector
dapat menentukan jalur terbaik untuk menuju ke jaringan tujuan berdasarkan
informasi yang diterima dari tetangganya. Router A mempelajari jaringan lain
berdasarkan informasi yang diterima dari router B. Masing-masing router lain
menambahkan dalam table routingnya yang mempunyai akumulasi distance
vector untuk melihat sejauh mana jaringan yang akan dituju. Seperti yang
dijelakan oleh gambar berikut ini:

14
Modul Jaringan Komputer

Gambar 11.19 jaringan distance vector discovery

Update table routing terjadi ketika terjadi perubahan toplogi jaringan. Sama
dengan proses discovery, proses update perubahan topologi step-by-step dari
router ke router. Gambar 11.3 menunjukkan algoritma distance vector
memanggil ke semua router untuk mengirim ke isi table routingnya. Table
routing berisi informasi tentang total path cost yang ditentukan oleh metric dan
alamat logic dari router pertama dalam jaringan yang ada di isi table routing,
sperti yang diterangkan oleh gambar 6.20 di bawah ini.

Gambar 11.20 perubahan topologi distance vector

15
Modul Jaringan Komputer

Gambar 11.21 komponen-komponen routing metric

Analogi distance vector dapat digambarkan dengan jalan tol. Tanda yang
menunjukkan titik menuju ke tujuan dan menunjukkan jarak ke tujuan. Dengan
adanya tanda-tanda seperti itu pengendara dengan mudah mengetahui
perkiraan jarak yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan. Dalam hal ini jarak
terpendek adalah rute yang terbaik.

d. Link-state
Algoritma link-state juga dikenal dengan algoritma Dijkstra atau algoritma
shortest path first (SPF). Algoritma ini memperbaiki informasi database dari
informasi topologi. Algoritma distance vector memiliki informasi yang tidak
spesifik tentang distance network dan tidak mengetahui jarak router. Sedangkan
algortima link-state memperbaiki pengetahuan dari jarak router dan bagaimana
mereka inter-koneksi.
Fitur-fitur yang dimiliki oleh routing link-state adalah:
 Link-state advertisement (LSA) – adalah paket kecil dari informasi routing
yang dikirim antar router
 Topological database – adalah kumpulan informasi yang dari LSA-LSA
 SPF algorithm – adalah hasil perhitungan pada database sebagai hasil dari
pohon SPF
 Routing table – adalah daftar rute dan interface

16
Modul Jaringan Komputer

Gambar 11.22 konsep link-state

e. Proses discovery dari routing link-state


Ketika router melakukan pertukaran LSA, dimulai dengan jaringan yang
terhubung langsung tentang informasi yang mereka miliki. Masing-masing router
membangun database topologi yang berisi pertukaran informasi LSA.
Algoritma SPF menghitung jaringan yang dapat dicapai. Router membangun
logical topologi sebagai pohon (tree), dengan router sebagai root. Topologi ini
berisi semua rute-rute yang mungkin untuk mencapai jaringan dalam protokol
link-state internetwork. Router kemudian menggunakan SPF untuk
memperpendek rute. Daftar rute-rute terbaik dan interface ke jaringan yang
dituju dalam table routing. Link-state juga memperbaiki database topologi yang
lain dari elemen-elemen topologi dan status secara detail.

17
Modul Jaringan Komputer

Gambar 11.23 jaringan link-state discovery

Router pertama yang mempelajari perubahan topologi link-state melewatkan


informasi sehingga semua router dapat menggunakannya untuk proses update.
Gambar 10.3 adalah informasi routing dikirim ke semua router dalam
internetwork. Untuk mencapai keadaan konvergen, setiap router mempelajari
router-router tetangganya. Termasuk nama dari router-router tetangganya,
status interface dan cost dari link ke tetangganya. Router membentuk paket LSA
yang mendaftar informasi ini dari tetangga-tetangga baru, perubahan cost link
dan link-link yang tidak lagi valid. Paket LSA ini kemudian dikirim keluar
sehinggan semua router-router lain menerima itu.

18
Modul Jaringan Komputer

Gambar 6.24 Perubahan Topologi Link-State

Pada saat router menerima LSA, ia kemudian meng-update table routing dengan
sebagian besar informasi yang terbaru. Data hasil perhitungan digunakan untuk
membuat peta internetwork dan lagoritma SPF digunakan untuk menghitung
jalur terpendek ke jaringan lain. Setiap waktu paket LSA menyebabkan
perubahan ke database link-state, kemudian SPF melakukan perhitungan ulang
untuk jalur terbaik dan meng-update table routing.
Ada beberapa titik berat yang berhubungan dengan protokol link-state:
 Processor overhead
 Kebutuhan memori
 Konsumsi bandwidth
Router-router yang menggunakan protokol link-state membutuhkan memori
lebih dan proses data yang lebih daripada router-router yang menggunakan
protokol distance vector. Router link-state membutuhkan memori yang cukup
untuk menangani semua informasi dari database, pohon topologi dan table
routing. Gambar 10.4 menunjukkan inisialisasi paket flooding link-state yang
mengkonsumsi bandwidth. Pada proses inisial discovery, semua router yang
menggunakan protokol routing link-state mengirimkan paket LSA ke semua
router tetangganya. Peristiwa ini menyebabkan pengurangan bandwidth yang
tersedia untuk me-routing trafik yang membawa data user. Setelah inisial
flooding ini, protokol routing link-state secara umum membutuhkan bandwidth
minimal untuk mengirim paket-paket LSA yang menyebabkan perubahan
topologi.

19
Modul Jaringan Komputer

Gambar 11.25 link-state concern

f. Penentuan jalur
Router menggunakan dua fungsi dasar:
 Fungsi penentuan jalur
 Fungsi switching
Penentuan jalur terjadi pada layer network. Fungsi penentuan jalur menjadikan
router untuk mengevaluasi jalur ke tujuan dan membentuk jalan untuk
menangani paket. Router menggunakan table routing untuk menentukan jalur
terbaik dan kemudian fungsi switching untuk melewatkan paket.
g. Konsep Link State
Dasar algoritma routing yang lain adalah algoritma link state. Algoritma link state
juga bias disebut sebagai algoritma Dijkstra atau algoritma shortest path first
(SPF).
h. Konfigurasi Routing
Untuk menghidupkan protokol routing pada suatu router, membutuhkan seting
parameter global dan routing. Tugas global meliputi pemilihan protokol routing
seperti RIP, IGRP, EIGRP atau OSPF. Sedangkan tugas konfigurasi routing untuk
menunjukkan jumlah jaringan IP. Routing dinamis menggunakan broadcast dan
multicast untuk berkomunikasi dengan router-router lainnya.

20
Modul Jaringan Komputer

Gambar 11.26 tugas konfigurasi routing IP

Perintah router memulai proses routing. Perintah network untuk meng-enable-


kan proses routing ke interface yang mengirim dan menerima update informasi
routing.

Gambar 11.27 penggunaan perintah router dan network

21
Modul Jaringan Komputer

Gambar 11.28 Perintah router

Gambar 11.29 Perintah network

Contoh konfigurasi routing seperti berikut:


GAD(config)#router rip
GAD(config-router)#network [Link]
Untuk RIP dan IGRP, jumlah jaringan didasarkan pada kelas dari alamat
jaringan, bukan alamat subnet atau alamat host.

i. Protokol Routing
Pada layer internet TCP/IP, router dapat menggunakan protokol routing untuk
membentuk routing melalui suatu algoritma yang meliputi:
 RIP – menggunakan protokol routing interior dengan algoritma distance
vector
 IGRP – menggunakan protokol routing interior dengan algoritma Cisco
distance vector
 OSPF – menggunakan protokol routing interior dengan algoritma link-state
 EIGRP – menggunakan protokol routing interior dengan algoritma advanced
Cisco distance
 vector
 BGP – menggunakan protokol routing eksterior dengan algoritma distance
vector
Dasar RIP diterangkan dalam RFC 1058, dengan karakteristik sebagai berikut:
 Routing protokol distance vector
 Metric berdasarkan jumlah lompatan (hop count) untuk pemilihan jalur
 Jika hop count lebih dari 15, paket dibuang
 Update routing dilakukan secara broadcast setiap 30 detik
IGRP adalah protokol routing yang dibangun oleh Cisco, dengan karakteristik
sebagai berikut :
 Protokol routing distance vector
 Menggunakan composite metric yang terdiri atas bandwidth, load, delay dan
reliability
 Update routing dilakukan secara broadcast setiap 90 detik
OSPF menggunakan protokol routing link-state, dengan karakteristik sebagai
berikut :
 Protokol routing link-state
 Merupakan open standard protokol routing yang dijelaskan di RFC 2328
 Menggunakan algoritma SPF untuk menghitung cost terendah

22
Modul Jaringan Komputer

 Update routing dilakukan secara floaded saat terjadi perubahan topologi


jaringan
EIGRP menggunakan protokol routing enhanced distance vector, dengan
karakteristik sebagai berikut :
 Menggunakan protokol routing enhanced distance vector
 Menggunakan cost load balancing yang tidak sama
 Menggunakan algoritma kombinasi antara distance vector dan link-state
 Menggunakan Diffusing Update Algorithm (DUAL) untuk menghitung jalur
terpendek
 Update routing dilakukan secara multicast menggunakan alamat [Link]
yang diakibatkan
 oleh perubahan topologi jaringan
Border Gateway Protocol (BGP) merupakan routing protokol eksterior, dengan
karakteristik sebagai berikut :
 Menggunakan routing protokol distance vector
 Digunakan antara ISP dengan ISP dan client-client
 Digunakan untuk merutekan trafik internet antar autonomous system

Gambar 11.30 protokol-protokol routing IP

j. IGP vs EGP
Routing protokol interior didisain untuk jaringan yang dikontrol oleh suatu
organisasi. Kriteria disain untuk routing protokol interior untuk mencari jalur
terbaik pada jaringan. Dengan kata lain, metric dan bagaimana metric tersebut
digunakan merupakan elemen yang sangat penting dalam suatu protokol routing
interior.
Sedangkan protokol routing eksterior didisain untuk penggunaan antara dua
jaringan yang berbeda yang dikontrol oleh dua organisasi yang berbeda.

23
Modul Jaringan Komputer

Umumnya digunakan antara ISP dengan ISP atau antara ISP dengan
perusahaan. Contoh, suatu perusahaan menjalankan BGP sebagai protokol
routing eksterior antar router perusahaan tersebut dengan router ISP.
IP protokol eksterior gateway membutuhkan 3 seting informasi berikut ini
sebelum router tersebut biasa digunakan :
 Daftar router-router tetangga untuk pertukaran informasi routing
 Daftar jaringan untuk advertise sebagai tanda jaringan dapat dicapai secara
langsung
 Nomor autonomous system dari router local
Routing protokol eksterior harus mengisolasi autonomous system.
Ingat bahwa, autonomous system diatur oleh administrasi yang berbeda.
Jaringan harus mempunyai protokol untuk komunikasi antara sistem-sistem yang
berbeda tadi.

Gambar 11.31 protokol routing interior/eksterior

24
Modul Jaringan Komputer

Gambar 11.32 Autonomous system

Masing-masing AS harus memiliki nomor identitas 16-bit, yang dikeluarkan oleh


ARIN atau provider untuk menggunakan protokol routing seperti IGRP dan EIGRP.

7. Kesimpulan
 Routing adalah proses bagaimana router melewatkan paket ke jaringan yang
dituju
 Routing protokol adalah komunikasi yang digunakan antar router-router
 Routing protokol mengijinkan satu router untuk sharing informasi dengan router-
router lain berdasarkan jaringan yang ia ketahui dan jalur terbaik ke jaringan
tersebut
 Algoritma routing dapat diklasifikasikan sebagai satu dari dua kategori, distance
vector atau link-state
 Autonomous system (AS) adalah kumpulan dari jaringan-jaringan dalam satu
pengawasan administrasi

8. Soal Latihan
1) Jelaskan bagaimana Konsep kerja Routing?
2) Jelaskan langkah-langkah dalam routing Statistik?
3) Bagaimana cara router-router berkomunikasi pada protokol routing, jelaskan
konsep komunikasi?
4) Jelaskan konsep routing Autonomous system (AS)?
5) Jelaskan pengertian dari routing?

25

Anda mungkin juga menyukai