0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan15 halaman

Pelatihan Dasar Mesin Diesel untuk Mekanik

Buku panduan ini memberikan penjelasan tentang komponen-komponen utama mesin diesel dan sistem-sistemnya seperti sistem bahan bakar, pemasukan udara, pelumasan, dan pendinginan. Buku ini juga menjelaskan prinsip kerja mesin diesel 4 langkah dan 2 langkah serta perbandingannya dengan mesin bensin.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan15 halaman

Pelatihan Dasar Mesin Diesel untuk Mekanik

Buku panduan ini memberikan penjelasan tentang komponen-komponen utama mesin diesel dan sistem-sistemnya seperti sistem bahan bakar, pemasukan udara, pelumasan, dan pendinginan. Buku ini juga menjelaskan prinsip kerja mesin diesel 4 langkah dan 2 langkah serta perbandingannya dengan mesin bensin.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

 

 
 

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, Sehingga dapat kami sajikan
Training Basic Engine Diesel ini untuk kelas Basic Mechanic Course Step One.

Buku Training ini di sajikan dalam bentuk yang sederhana untuk mampu dengan mudah dimengerti
dan difahami , khususnya bagi Calon Mekanik atau Junior Mekanik dibidang Alat-alat Berat.

Dengan segala kerendahan hati penyusun menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna,
maka dengan keterbatasan yang ada penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran dari para
pembaca untuk meningkatkan kesempurnaan buku ini sehingga tidak terjadi salah persepsi untuk
pemahaman dari isi dan makna terhadap buku ini.

Akhirnya penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
sehingga terselesaikannya buku ini.

Malang, 21 Maret 2016

Team Penyusun

Basic Engine
INDONESIA LEARNING CENTRE
 

TRAINING PROFILE

Training Title
 Basic Engine

Training prerequisites
 Sebagai persyaratan untuk mengikuti training Basic Diesel Engine bagi
peserta BMC INDONESIA LEARNING CENTRE

Supplementary training manual


 Untuk kelancaran proses pemahaman Basic Engine , diperlukan sarana penunjang
sebagai berikut :
 Shop Manual Engine

Training duration
 60 Hours  15 Days ( 4 hours/day )
 90 % Inclass - Discussion
 10 % Practice

Training Outcome
 Setelah mengikuti training dan dinyatakan lulus, peserta harus mampu :
 Menjelaskan prinsip dasar pada diesel engine yang meliputi:
- Prinsip Engine 4 langkah dan 2 langkah.
- Proses pembakaran pada diesel engine.
- Gas buang pada diesel engine.
 Menjelaskan nama, fungsi, struktur, dan cara kerja dari komponen-komponen utama
pada diesel engine.
 Menjelaskan nama, fungsi, struktur, dan cara kerja dari komponen-komponen
pembantu pada diesel engine, yang meliputi:
- Sistem bahan bakar.
- Sistem pemasukan udara dan pembuangan gas.
- Sistem pendinginan.
- Sistem pelumasan, dan
- Sistem kelistrikan.
 Menjelaskan dan melakukan prosedur pemeriksaan dan penyetelan pada diesel
engine.

Training passed
 Peserta dinyatakan lulus jika :
 Nilai post test  Min . 75
 Nilai praktek  Min. C

Basic Engine
INDONESIA LEARNING CENTRE


SEVEN HABITS
( 7 KEBIASAAN BAIK )

1. PROAKTIF.
Jadilah seseorang yang bersifat Proaktif.
Kerjakan sesuatu melalui inisiatif, motivasi yang tinggi, kemauan yang timbul dari diri
sendiri.
Orang yang reaaktif biasanya baru bertindak setelah ada sesuatu yang menggangu dia,
seperti ditanya, disuruh, diminta dan sebagainya.

2. BEGIN WITH THE END MIND.


Mulailah sesuatu pekerjaan dengan tujuan jelas.
Jika orang tidak mempunyai target atau tujuan yang jelas maka orang tersebut
selamanya akan menemui kegagalan, sebab apa yang ia jalankan atau kerjakan
dilakukan tanpa arah ataupun perencanaan yang jelas.

3. PUT FIRTS THINK FIRTS.


Tempatkanlah yang utama dengan tujuan yang jelas.
Bila seseorang selalu mengerjakan yang kecil-kecil atau bukan utama, maka ia tidak
akan selesai dengan tugasnya.

4. THINK WIN  WIN.


Berpikirlah dan bertindaklah selalu untuk kebaikan maupun keuntungan kedua belah
pihak, jangan menjatuhkan orang lain untuk keuntungan diri sendiri.

5. SEEK TO UNDERSTAND AND TO BE UNDERSTOOD.


Belajarlah mengerti apa yang dimaksud atau dipikirkan oleh partner dan barulah
mencoba membuat partner mengerti apa yang kita maksud. Kebanyakan orang ingin
agar orang lain mengerti apa yang kita inginkan, tapi tidak mau mengerti apa yang
orang lain pikirkan.

6. SYNERGI.
Membiasakan diri untuk bekerja sama secara aktif dengan partner agar ada
kesimbangan didalamnya. Kemauan dan usaha untu kerjasama ini akan menghasilkan
suatu hubungan atau kelompok yang mempunyai Synergi yang tinggi.

7. SHARPEN THE SAW.


Asahlah kebiasaan anda dan teman anda setiap saat agar enam kebiasaan diatas tidak
terpolusi oleh kebiasaan lain.

Basic Engine
INDONESIA LEARNING CENTRE


DAFTAR ISI
PENDAHULUAN ................................................................................................................ i
Kata Pengantar.................................................................................................................. i
Training Profile ................................................................................................................ ii
Seven Habit ...................................................................................................................... iv
Daftar Isi ........................................................................................................................... v

BAB I. PENGETAHUAN DASAR .................................................................................... 1-1


A. Prinsip Motor Diesel dan Bensin ..................................................................... 1-1
B. Motor 4 Langkah dan 2 Langkah ..................................................................... 1-3
C. Perbandingan Motor Diesel dan Bensin........................................................... 1-6
D. Ruang Pembakaran .......................................................................................... 1-7
E. Pembakaran Langsung dan Tidak Langsung ................................................... 1-8
F. Firing Order, Table Sequence dan Valve Timing Pada Motor Diesel ............. 1-11
G. Warna Gas Buang ............................................................................................ 1-17
BAB II. KONSTRUKSI KOMPONEN UTAMA ............................................................. 2-1
A. Struktur Cylinder Head .................................................................................... 2-2
B. Combustion Chamber ...................................................................................... 2-19
C. Swirl Chamber ................................................................................................. 2-21
D. Rocker Arm & Rocker Arm Shaft ................................................................... 2-22
E. Cylinder Liner .................................................................................................. 2-27
F. Crankshaft & Metals ........................................................................................ 2-33
G. Camshaft .......................................................................................................... 2-46
H. Cam Follower................................................................................................... 2-53
I. Push Rod .......................................................................................................... 2-54
J. Timing Gear ..................................................................................................... 2-56
K. Piston & Connecting Rod ................................................................................ 2-60
L. Flywheel ........................................................................................................... 2-73
M. Balancer Shaft .................................................................................................. 2-77
N. PTO Gear Shaft ................................................................................................ 2-78

BAB III. ENGINE SYSTEM .............................................................................................. 3-1


A. Sistem Bahan Bakar (Fuel System) ................................................................. 3-1
B. Sistem Pemasukan Udara dan Pembuangan Gas (Intake & Exhaust System). 3-40
C. Sistem Pelumasan (Lubricating System) ......................................................... 3-53
D. Sistem Pendinginan (Cooling System) ............................................................ 3-61

Basic Engine
INDONESIA LEARNING CENTRE


BAB IV. PENGETESAN & PENYETELAN (TESTING & ADJUSTING).................. 4-1


A. Penyetelan Celah Valve (Valve Clearance) ..................................................... 4-1
B. Pemeriksaan dan Penyetelan Waktu Penginjeksian Bahan Bakar ................... 4-4
C. Pengukuran Tekanan Oli Pelumas Pada Engine .............................................. 4-7
D. Pengukuran Tekanan Kompresi ....................................................................... 4-8
E. Pengukuran Kecepatan Putar Engine ............................................................... 4-10
F. Pengukuran Tekanan Blow-by......................................................................... 4-11
G. Pengukuran Warna Gas Buang ........................................................................ 4-12
H. Pengukuran Tekanan Injection Nozzle ............................................................ 4-13

Basic Engine
INDONESIA LEARNING CENTRE
  

A. PRINSIP MOTOR DIESEL DAN BENSIN.

1. Motor Diesel.

Udara yang terhisap ke dalam ruang bakar dikompresi sehingga mencapai tekanan dan
tempertur yang tinggi. Bahan bakar ( fuel ) diinjeksikan dan dikabutkan ke dalam ruang
bakar. Sehingga terjadi pembakaran sesaat setelah terjadi pencampuran dengan udara.

Gbr. I - [Link] kerja motor diesel.

2. Motor Bensin.

Udara dan bahan bakar yang tercampur didalam carburator, terhisap ke dalam ruang
bakar dan dikompresikan hingga mencapai tekanan dan temperatur tertentu. Pada akhir
langkah kompresi, busi memercikan api sehingga terjadi pembakaran.

Gbr. I - [Link] kerja motor bensin.

Basic Engine
INDONESIA LEARNING CENTRE
  

Perbedaan Diesel engine & Gasoline Engine

Diesel Engine Keuntungan dan kerugian


Gasoline Engine Diesel Engine
1 Fuel Heavy oli, Gasoline Keuntungan.
light oil etc. Diesel fuel harga per
liter lebih murah dan
2 Fuel 170 ~ 210 230 ~ 270 fuel consumption per
Consumption
horse power lebih
Ratio g/PS -Hr rendah.
3 Flashing Point Lebih tinggi dari Lebih tinggi dari Keuntungan.
50 ºC 25 ºC Diesel fuel tidak
memerlukan perhatian
kusus
4 Compression 14  22 Kg/cm2 5  10 Kg/cm2 Keuntungan. Diesel
Ratio (hanya udara) (udara + fuel) engine lebih bertenaga
(more powerfull)
5 Ignition Tidak diperlukan Dengan Busi Keuntungan.
(penyalaan) (electric spark) Tidak memerlukan
sistem penyalaan.
6 Metode Fuel dikirim Karburator Kerugian.
pengabutan dari injection diperlukan 1. Memerlukan
pump melalui sebagai peralatan injeksi.
NOZZLE ke tempat 2. Perawatan agak sulit.
dalam ruang pencampuran
7 Berat (Kg/Ps) 3~9 0.5 ~ 3.5 Kerugian.
output per Biaya pembuatan
stroke ~ 20 30 ~ 50 lebih tinggi.
volume
8 Getaran Besar Kec Kerugian.
il Getaran besar

9 Trouble Kecil Besar Keuntungan


Jarang timbul trouble.

Basic Engine
INDONESIA LEARNING CENTRE
  

B. MOTOR 4 LANGKAH DAN 2 LANGKAH.

1. Prinsip Kerja Motor Diesel 4 Langkah.

Gbr. I - [Link] kerja motor diesel 4 langkah.

a. Langkah hisap (Intake Stroke).


Piston bergerak dari Titik Mati Atas (TMA) ke Titik Mati Bawah (TMB). Intake
valve terbuka dan exhaust valve tertutup, udara murni masuk ke dalam silinder
melalui intake valve.

b. Langkah kompresi (Compression Stroke).


Udara yang berada di dalam silinder dimampatkan oleh piston yang bergerak dari
Titik Mati Bawah (TMB) ke Titik Mati Atas (TMA), dimana kedua valve intake
dan exhaust tertutup. Selama langkah ini tekanan naik 30 - 40 kg/cm2 dan
temperatur udara naik 400 - 500 derajat celcius.

c. Langkah Kerja (Power Stroke).


Pada langkah ini, intake valve dan exhaust valve masih dalam keadaan tertutup,
partikel-partikel bahan bakar yang disemprotkan oleh nozzle akan bercampur
dengan udara yang mempunyai tekaan dan suhu tinggi, sehingga terjadilah
pembakaran yang menghasilkan tekanan dan suhu tinggi. Akibat dari pembakaran
tersebut, tekanan naik 80 ~ 110 kg/cm2 dan temperatur menjadi 600 ~ 900 o C.

d. Langkah buang (Exhaust Stroke).


Exhaust valve terbuka sesaat sebelum piston mencapai titik mati bawah sehingga
gas pembakaran mulai keluar. Piston bergerak dari TMB --- > TMA mendorong gas
buang keluar seluruhnya.

Kesimpulan : Empat kali langkah piston atau dua kali putaran crank shaft,
menghasilkan satu kali pembakaran.

Basic Engine
INDONESIA LEARNING CENTRE
  

2. Prinsip Kerja Motor Bensin 4 Langkah.

Gbr. I - [Link] kerja motor bensin 4 langkah.

a. Langkah hisap ( intake stroke ).


Piston bergerak dari Titik Mati Atas (TMA) ke Titik Mati Bawah (TMB). Intake
valve terbuka dan exhaust valve tertutup, udara bersih yang tercampur di
karburator, terhisap masuk ke dalam ruang silinder.

b. Langkah kompresi ( Compression stroke ).


Campuran udara dan bahan bakar dimampatkan oleh piston yang bergerak dari titik
mati bawah ke titik mati atas sehingga tekanan dan temperatur campuran tersebut
naik.

c. Langkah Kerja ( power stroke ).


Beberapa derajat sebelum mencapai titik mati atas, campuran udara dan bahan
bakar tersebut diberi percikan api oleh busi, sehingga terjadi pembakaran.
Akibatnya, tekanan naik menjadi 30 - 40 kg/cm2 dan temperatur pembakaran
menjadi 1500 derajat celcius. Tekanan tersebut bekerja pada luasan piston dan
menekan piston menuju ke titik mati bawah.

d. Langkah buang ( exhaust stroke ).


Exhaust valve terbuka sesaat sebelum piston mencapai titik mati bawah sehingga
gas pembakaran mulai keluar. Piston bergerak dari titik mati bawah ke titik mati
atas mendorong gas buang keluar seluruhnya.

Basic Engine
INDONESIA LEARNING CENTRE
  

3. Langkah Kerja Motor 2 Langkah.

Pada dasarnya prinsip kerja motor bensin dan diesel adalah sama, proses intake,
compresi, power, exhaust dilakukan secara lengkap dalam 2 langkah (upward dan
downward) piston.

Gbr. I - [Link] kerja motor 2 langkah.

a. Langkah piston ke atas ( Upward stroke ).


Piston bergerak ke atas dari TMB menuju TMA, campuran udara dan bahan bakar
masih mengalir ke dalam silinder melalui saluran (scavenging passage). Sebaliknya
gas hasil pembakaran secara terus menerus dikeluarkan sampai lubang exhaust
tertutup. Saat lubang exhaust ditutup oelh gerakan piston yang menuju TMA,
campuran udara dan bahan bakar ditekan, sehingga tekanan dan temperaturnya
naik. Pada saat itu, lubang intake terbuka pada akhir langkah kompresi sehingga
udara segar terhisap masuk ke dalam crank case.

b. Langkah Piston ke bawah ( Downward stroke ).


Campuran udara dan bahan bakar yang termampatkan diberi percikan bunga api
dari busi yang menyebakan terjadinya pembakaran sehingga tekanan dan
temperatur diruang bakar naik. Dan piston terdorong kearah titik mati bawah. Pada
akhir langkah piston, lubang exhaust terbuka dan gas hasil pembakaran mulai
keluar, yang diikuti oleh pembakaran scavenging passage, sehingga campuran
bahan bakar dan udara yang berada di crank case masuk ke dalam silinder.

Kesimpulan : dua kali langkah piston atau satu kali putaran crank shaft
menghasilkan satu kali tenaga.

Basic Engine
INDONESIA LEARNING CENTRE
  

4. Keuntungan dan Kerugian Engine 2 Langkah dan 4 Langkah.


Dibandingkan dengan engine 4 langkah, engine 2 langkah mempunyai keuntungan
sebagai berikut:
a. Ukuran dan berat lebih kecil, dapat menghasilkan tenaga yang lebih besar.
b. Harga lebih rendah karena tidak menggunakan valve dan struktur yang lebih
sederhana.
c. Putaran lebih halus karena ukuran flywheel lebih kecil.

Kerugian engine 2 langkah adalah :


a. Karena tidak menggunakan valve, maka gas pembakaran tidak terbuang seluruhnya
dan menyebabkan pembakaran tidak sempurna.
b. Karena sebagian campuran bahan bakar dan udara, ikut keluar (saat proses exhaust)
bersama dengan gas buang, maka penggunaan fuel tidak ekonomis.
c. Karena waktu yang siperlukan untuk langkah intake singkat, maka jumlah
campuran yang masuk sedikit. Sehingga tidak mungkin dapat menaikkan tekanan
kompresi dan efisiensi engine ( ratio fuel comsumption per output ) lebih rendah
dibandingkan dengen engine 4 langkah.
d. Crank case harus rapat tidak boleh ada kebocoran udara.

C. PERBANDINGAN MOTOR DIESEL DAN MOTOR BENSIN.

Dibandingkan dengan motor bensin, diesel engine mempunyai keuntungan dan kerugian.

Keuntungan motor diesel :


1. Biaya pengoperasian lebih ekonomis, karena bahan bakar yang digunakan adalah oil
dengan  grade  rendah. Seperti heavy oil atau light oil.
2. Thermal efficiency ( besarnya kalori yang terkandung pad fuel yang dibakar dapat
menghasilkan output engine dan panas yang secara nyata lebih effectif ) tinggi sehingga
konsumsi bahan bakar rendah. Thermal efficiency motor bensin adalah 20 - 30 % dan
motor diesel adalah 30 - 35 %.
3. Bahaya kebakaran lebih rendah karena titik nyala (flashing point) fuel relatif lebih
tinggi.
4. Tidak membutuhkan sistem penyalaan (ignition device) dan carburator.
5. Dapat menghasilkan tenaga yang besar pada putaran rendah.

Kerugian motor diesel adalah :


1. Berat output horse power lebih tinggi.
2. Getaran selama operasi lebih besar dan suara berisik (noise) lebih besar.
3. Star lebih sulit.
4. Biaya pembuatan (manufacturing) lebih tinggi.

Basic Engine
INDONESIA LEARNING CENTRE
  

D. RUANG PEMBAKARAN.

Ruang pembakaran adalah ruangan yang dilingkupi oleh permukaan bawah silinder head,
permukaan atas silinder block dan permukaan atas piston, saat piston berada di titik mati atas
(TMA). Ada bermacam-macam tipe ruang bakar sesuai dengan bentuk ruang bakar, letak
valve intake, exhaust dan busi dengan tujuan agar diperoleh thermal efficiency yang
maksimal. Umumnya, klasifikasi berikut ini disesuaikan dengan letak intake valve dan
exhaust valve.

Gbr. I - 6. Macam - macam ruang pembakaran.

1. Over head valve type.


Intake valve dan exhaust valve dipasang di permukaan bagain atas silinder head. Dapat
disebut juga tipe OHV atau tipe I - head. Ruang bakar tipe ini dibentuk agar berbentuk
bulat (bola) agar dapat menghasilkan pusaran saat udara di kompresi. Oleh sebab itu,
penyalaan dapat merata ke seluruh arah. Sehingga tipe ruang bakar ini lebih banyak
digunakan.

2. Side valve type.


Letak Intake valve dan exhaust valve adalah sejajar lurus disatu sisi silinder block. Tipe
ini juga disebut tipe L - head. Bentuk ruang bakar adalah rata (flat) sehingga struktur
silinder head lebih sederhana dan biaya manufacturing lebih murah dibandingkan
dengan tipe over head walaupun efisiensi pembakaran lebih buruk, strukturnya juga
lebih menguntungkan terutama untuk perawatan dan bongkar pasang silinder head.
Sehingga ruang bakar tipe ini banyak digunakan.

3. F - head type.
Intake dan exhaust valve masing - maing dipasang pada silinder head dan pada sisi
silinder block. Tipe ini adalah gabungan ( perpaduan ) dari tipe over head valve dan tipe
side valve. Bentuk ruang bakar agak mirip dengan tipe side valve. Bagimanapun juga,
mekanisme gerakan valve lebih komplek dibanding dengan tipe side valve. Sehingga
tipe ini jarang digunakan.

Basic Engine
INDONESIA LEARNING CENTRE
  

4. T - head type.
Intake dan exhaust valve masing - masing dipasang secara terpisah di sisi dari silinder
block. Tipe ini memudahkan udara masuk dan keluar. Sebaliknya, diperlukan waktu
yang lebih lama untuk meratakan pembakaran dan pendinginan permukaan juga lebih
besar sehingga efisiensi panas (thermal efficiency) lebih buruk. Karena itu, ruang bakar
tipe ini sangat jarang digunakan.

E. PEMBAKARAN LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG.

Bentuk ruang bakar pada motor diesel sangat menetukan terhadap kemampuan mesin, sebab
itu ruang bakar direncanakan sedemikian rupa agar secepatnya campuran udara dan bahan
bakar menjadi homogen dan mudah terbakar sekaligus. Berikut ini diterangkan tipe ruang
bakar yang digunakan pada mesin diesel.
1. Tipe ruang bakar langsung (direct combustion chamber).
2. Tipe ruang bakar tambahan (Auxiliary combustion chamber).
a. Ruang bakar muka (Pre combustion chamber).
b. Ruang bakar pusar (Swirl combustion chamber).

1. Tipe Ruang Bakar Langsung (Direct Combustion Chamber).


Seperti yang ditunjukkan pada gambar, ruang bakar ditempatkan diantara silinder head
dan bahan bakar langsung diinjeksikan ke dalam ruang bakar. Pada sistem ini, untuk
mendapatkan campuran yang baik, bentuk nozzle dan arah injeksi merupakan faktor
yang sangat menentukan.

Gbr. I - [Link] bakar langsung.

Keuntungan :
~ Efisiensi panas lebih tinggi dan pemakaian bahan bakar lebih hemat karena bentuk
ruang bakar yang sederhana.
~ Start dapat dilakukan dengan mudah pada waktu mesin dingin tanpa menggunakan
alat pemanas.
~ Cocok untuk mesin - mesin besar ( high power ) karena konstruksi dari kepala
silinder sederhana dan kerugian kecil.
~ Temperatur gas buang relatif lebih rendah.

Basic Engine
INDONESIA LEARNING CENTRE
  

Kerugian :
~ Sangat peka terhadap mutu bahan bakar dan membutuhkan mutu bahan bakar yang
baik.
~ Membutuhkan tekanan injeksi yang lebih tinggi.
~ Sering terjadi gangguan pada nozzle dan umur nozzle lebih pendek karena
menggunakan multiple hole nozzle ( nozzle lubang banyak ).
~ Dibandingkan dengan jenis ruang bakar tambahan, turbolensi lebih lemah, jadi
sukar untuk kecepatan tinggi.

2. Tipe Ruang Bakar Tambahan ( Auxiliary Combustion Chamber ).

a. Ruang Bakar Muka ( Pre Combustion Chamber )


Seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah, bahan bakar disemprotkan ke
dalam ruang bakar muka oleh injection nozzle. Sebagian bahan bakar yang tidak
terbakar dalam ruang bakar muka didorong melalui saluran kecil antara ruang bakar
muka dan ruang bakar utama. Maka terjadilah percampuran yang baik dan terbakar
seluruhnya di ruang bakar utama.

Gbr. I - 8. Ruang bakar utama.

Keuntungan :
1. Jenis bahan bakar yang dapar digunakan lebih luas, dikarenakan turbulensi
sangat baik untuk mengabutkan bahan bakar.
2. Perawatan pada pompa injeksi lebih gampang karena tekanan penyemprotan
lebih rendah dan tidak terlalu peka terhadap perubahan saat injeksi.
3. Detonasi berkurang dan bekerjanya mesin lebih baik sebab menggunakan
throttle nozzle.

Kerugian :
1. Biaya pembuatan lebih mahal sebab perencanaan silinder head lebih rumit.
2. Membutuhkan motor starter yang besar. Kemampuan start lebih buruk, karena
itu harus menggunakan alat pemanas.
3. Pemakaian bahan bakar boros.

Basic Engine
INDONESIA LEARNING CENTRE

Anda mungkin juga menyukai