0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan22 halaman

Karakteristik Satuan Pendidikan SD Selewat

Dokumen tersebut membahas tentang pengembangan kurikulum di SD Negeri Selewat dengan menjelaskan karakteristik sekolah, visi, misi, tujuan dan kompetensi lulusan. Secara ringkas, dokumen tersebut menjelaskan bahwa kurikulum di sekolah tersebut dikembangkan dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik dan lingkungan sekolah, dengan tujuan membentuk siswa yang berakhlak mulia, kreat

Diunggah oleh

imam husaini
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan22 halaman

Karakteristik Satuan Pendidikan SD Selewat

Dokumen tersebut membahas tentang pengembangan kurikulum di SD Negeri Selewat dengan menjelaskan karakteristik sekolah, visi, misi, tujuan dan kompetensi lulusan. Secara ringkas, dokumen tersebut menjelaskan bahwa kurikulum di sekolah tersebut dikembangkan dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik dan lingkungan sekolah, dengan tujuan membentuk siswa yang berakhlak mulia, kreat

Diunggah oleh

imam husaini
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

A. Karakteristik Satuan Pendidikan 


Penyusunan kurikulum operasional di satuan pendidikan SD Negeri
Selewat disesuaikan  kekhasan, kondisi dan pontensi daerah dengan menyelaraskan
kondisi satuan pendidikan dan  karakteristik peserta didik dalam satuan pendidikan.
Dalam pengembangannya, kurikulum  operasional sekolah akan mengacu pada
capaian pembelajaran yang telah disusun oleh pusat  dan diterjemahkan dalam alur
tujuan pembelajaran yang dikonkretkan dalam proses  pembelajaran. 
Penyusunan dan pengembangan kurikulum operasional di satuan
pendidikan SD  Negeri Teratak berfokus kepada pemenuhan kebutuhan peserta
didik dengan mengembangkan  kompetensi dalam perubahan kehidupan abad ke-
21 yang memuat ciri khas dan potensi lokal  sekolah. SD Negeri Selewat
berdomisili pada daerah yang strategis di daerah wisata yaitu di Kecamatan
Batukliang Utara,  Kabupaten Lombok Tengah pengembangan ekonomi dan
wilayah pariwisata dengan keterjangkauan  lokasi yang mudah ditempuh dengan
sarana transportasi yang ada. Lingkungan sekolah pun  berada dekat dengan sarana
kesehatan, olahraga dan keagamaan sehingga menjadi salah satu  kekuatan
pendukung dalam proses pembelajaran. 
Latar belakang peserta didik berada pada tingkat ekonomi menengah ke
atas dengan  sarana prasarana yang cukup memadai dalam mendukung proses
pembelajaran baik  intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Latar belakang
keagamaan yang mayoritas bahkan  hingga 100% adalah peserta didik beragama
Islam. Secara sosial budaya, peserta didik  memiliki latar belakang orang tua yang
berbeda budaya yang disebabkan dari sebagian orang  tua merupakan karyawan
yang ditempatkan tugas dan berasal dari luar daerah. Selain itu,  minat bakat
peserta didik juga yang sangat beragam. Berdasarkan perbedaan latar belakang 
tersebut maka memperkuat alasan Profil Pelajar Pancasila mampu
diimplemetasikan secara  utuh di SD Negeri Selewat dengan motto ”Keunikan
dalam Harmonisasi (Unieqly in Harmony)”.  Maka dalam penyusunan Kurikulum
Operasional, karakteristik peserta didik dengan segala  latar belakangnya menjadi
satu pertimbangan utama agar menjadi pendidikan yang  berkeadilan dalan
kebhinekaan. 
Tujuan akhir capaian pembelajaran yang terintegrasi dengan Profil Pelajar
Pancasila  secara umum adalah untuk membentuk karakter peserta didik untuk
menumbuhkan iman,  takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia,
berkebhinekaan global, mandiri,  bernalar kritis, bergotong royong dan kreatif
dengan mengakomodir keragaman tersebut. 

B. Landasan Pengembangan Kurikulum 


Landasan yuridis dalam penyusunan kurikulum operasional di satuan
pendidikan SD  Negeri Selewat. mengacu pada Undang-undang Sistem Pendidikan
Nasional sebagai arah tujuan  pendidikan sekolah. 
Landasan filosofis sebagai dasar penyusunan kurikulum operasional di
satuan  pendidikan SD Negeri Selewat adalah dengan mempertimbangkan budaya

1
bangsa sebagai akar  penopang pendidikan yang akan tumbuh membentuk
pendidikan berkelanjutan. Generasi  penerus tetaplah menjadi generasi penjaga
kelestarian budaya namun peka terhadap  perkembangan zaman. Pengalaman
belajar menjadi poin utama dalam menguasai  kompetensi. 
Peserta didik merupakan pewaris budaya bangsa yang kreatif, mandiri dan
inovatif.  Proses pendidikan sebagai suatu proses yang memberi kesempatan
kepada peserta didik  untuk mengembangkan potensi dirinya sehingga dapat
memiliki kecakapan hidup yang  sesuai minat bakat yang mengembangkan
kecerdasan spiritual, intelektual, dan kinestetik. 
Berdasarkan landasan tersebut, SD Negeri Selewat dengan kekuatan,
kemampuan dan  keinginan untuk selalu ingin berkembang, berharap akan
menjawab tantangan pendidikan  dalam memfasilitasi suatu suasana belajar penuh
aktivitas, berkarya dan menyenangkan  untuk membangun kehidupan masa kini
dan masa depan yang lebih baik dari masa lalu  dengan membentuk peserta didik
sebagai agen Profil Pelajar Pancasila yang memiliki 
kemampuan intelektual, kemampuan berkomunikasi, sikap sosial, kepedulian, dan 
berpartisipasi untuk membangun kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih
baik  (experimentalism and social reconstructivism).

2
BAB II
VISI, MISI DAN TUJUAN

A. Visi 
SD Negeri Selewat mengusung visi:  
“Terwujudnya generasi pelajar muda sebagai pembelajar sepanjang
hayat yang  dalam prestasi, akhlak mulia, mandiri, nasionalis, peduli dan
berbudaya” 

B. Misi 
Dalam upaya mengimplementasikan visi sekolah, SD Negeri Selewat
menjabarkan misi  sekolah sebagai berikut:  
1. Meningkatkan nilai rata-rata Ujian Nasional
2. Meningkatkan kurikulum sekolah sesuai standar nasional
3. Mengembangkan proses pembelajaran yang aktif, kreatif, dan inovatif
4. Meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan
5. Meningkatkan sarana dan prasarana sekolah
6. Meningkatkan pelayanan sekolah melalui kemitraan dengan komite,
paguyuban, dan instansi terkait.

C. Tujuan 
Tujuan yang diharapkan oleh SD Negeri Selewat dalam implementasi
kurikulum sebagai  bentuk dan cara mewujudkan misi sekolah yang telah
ditetapkan adalah sebagai berikut:
1. Tujuan Jangka Pendek (1 Tahun ke depan) 
a. Mengoptimalkan sarana prasana sekolah untuk menunjang rancangan 
pembelajaran yang memotivasi keinginan selalu belajar. 
b. Menyelenggarakan sistem penilaian yang jujur dan adil 
c. Membentuk peserta didik yang taat dan disiplin waktu melaksanakan
ibadah.
d. Meningkatkan simpati dan empati peserta didik dalam kepedulian
sosial.
e. Merancang program sekolah untuk mengenalkan implementasi
kebhinekaan  global di masyarakat. 
f. Merancang pembelajaran yang bangga akan potensi daerah. 
g. Menerapkan pondasi gotong royong dalam kegiatan kelas hingga
sekolah.
h. Melaksanakan program dan pembelajaran HOTs untuk memperkuat
bernalar  kritis dan kreativitas. 
i. Melaksanakan pembelajaran untuk mengasah kemampuan literasi dan
numerasi.
j. Mempertahankan prestasi yang sudah tercapai sebelumnya. 
2. Tujuan Jangka Menengah (2-3 tahun ke depan) 
a. Merancang pembelajaran yang sesuai dengan tingkat perbedaan
kemampuan  kognitif peserta didik mengarahkan pada keterampilan dan
kecakapan hidup  sesuai bakat dan minatnya. 

3
b. Sekolah mampu melaksanakan penilaian secara akuntabel dan valid
dengan  sistem digitalisasi. 
c. Meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menghafal surat-surat
pendek.
d. Membudayakan gerakan kebersihan sebagian daripada iman. 
e. Meningkatkan kecintaan dan kebanggan terhadap potensi daerah.
f. Memotivasi peserta didik untuk menggagas inovasi sederhana untuk 
memberikan solusi dalam kehidupannya. 
g. Menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler yang optimal dalam 
mengembangkan prestasi sesuai bakat dan minat dan potensi peserta
didik. 
3. Tujuan Jangka Panjang (4 tahun ke depan) 
a. Merancang pembelajaran dengan model pembelajaran yang menjadi ciri
khas  sekolah. 
b. Menghasilkan lulusan yang memiliki mental pembelajar sejati.
c. Membentuk peserta didik yang berakhlak mulia dan selalu peduli
sosial dalam  toleransi beragama. 
d. Menyusun pembelajaran dengan bahan ajar mandiri untuk
meningkatkan  kecintaan pada budaya lokal. 
e. Menjalin kerjasama dengan pihak luar (sanggar, perguruan tinggi, dan
dunia  usaha dan industri) untuk melengkapi program sekolah yang
memfasilitasi  berbagai keragaman potensi, minat dan bakat peserta
didik. 
f. Membudayakan lingkungan belajar dan karakter inovatif cepat tanggap
di  lingkungan sekolah. 
g. Membangun budaya dan kultur sekolah yang kompetitif yang positif.
h. Menyediakan fasilitas untuk mengembangkan kreativitas, inovasi dan
minat  bakat peserta didik. 
4. Kompetensi Karakteristik Kekhasan Lulusan Sekolah 
Sekolah sebagai tempat menempuh ilmu pengetahuan dan
pembentukan  karakter generasi bangsa. Profil Pelajar Pancasila diharapkan
mampu membentuk  sumber daya manusia yang unggul sebagai pembelajar
sepanjang hayat yang  memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai
dengan nilai-nilai Pancasila.
Dalam pencapaian visi, misi dan tujuan sekolah, maka disusun
kompetensi  lulusan peserta didik SD Negeri Selewat sebagai alat ukur
pencapaian kurikulum dan target  pelaksanaan proses pembelajaran
pelaksanaan kurikulum operasional SD Negeri Selewat. 
Adapun kompetensi lulusan SD Negeri Selewat mempertimbangkan
dimensi sikap,  pengetahuan dan keterampilan secara berimbang sesuai
capaian pembelajaran pada  setiap fase di sekolah dasar, membentuk Profil
Pelajar Pancasila, dan inovatif,  tangguh dan memiliki kecakapan hidup
yang dibutuhkan untuk masa depannya. Berikut adalah kompetensi lulusan
yang ingin dicapai SD Negeri Selewat:
1. Peserta didik yang hormat kepada orang tua, guru, mencintai teman, dan
raham terhadap lingkungan
2. Peserta didik sehat baik jasmani maupun rohani

4
3. Peserta didik memiliki dasar-dasar pengetahuan, kemampuan dan
keterampilan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih
tinggi
4. Peserta didik kreatif mengembangkan diri secara terus menerus
5. Siswa mengenal dan mencintai budaya sebagai wujud kecintaan
terhadap daerah dan bangsa.
Adapun kriteria untuk kelulusan peserta didik dari SD Negeri
Selewat adalah sebagai  berikut: 
a. menyelesaikan seluruh program pembelajaran, 
b. memiliki deskripsi sikap minimal baik sesuai dengan kriteria yang
telah  ditetapkan, 
c. lulus ujian sekolah, 
d. mencapai nilai rata-rata pencapaian minimal sekolah paling rendah 70,
e. ditetapkan rapat pleno dewan guru dan kepala sekolah.

5
BAB II
PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN
DAN RENCANA PEMBELAJARAN

A. Pengorganisasian Pembelajaran 
1. Alur Penyusunan Rancangan Kurikulum Operasional di Satuan
Pendidikan

Kurikulum operasional di satuan pendidikan SD Negeri Selewat


merupakan sebuah  bentuk kurikulum operasional untuk melaksanakan
Kerangka Dasar dan Struktur  Kurikulum yang telah dibuat oleh pusat, baik
capaian pembelajaran, prinsip  pembelajaran dan asesmen serta Profil Pelajar
Pancasila. Kurikulum operasional di  satuan Pendidikan ini merupakan
bentuk penyesuaian dari kerangka yang disusun  pusat dengan
menyelaraskan potensi daerah, kemampuan sekolah dan latar belakang 
peserta didik. 

Gambar 1. Alur Perancangan Kurikulum 

Kurikulum operasional di satuan pendidikan disusun mulai dengan 


menganalisis mata pelajaran yang akan dimuat dalam kegiatan
intrakurikuler dengan  sistem reguler. Kegiatan intrakurikuler ini dikemas
sebagai pembelajaran rutin enam  hari efektif setiap minggunya. Hasil
analisis mata pelajaran akan dilanjutkan dengan  mengemas pilihan
pembelajaran dalam bentuk tematik dan atau parsial dengan 

6
mengintegrasikan Profil Pelajar Pancasila di dalamnya, kemudian dikemas
dalam  bentuk yang lebih mengerucut dalam rencana pelaksanaan
pembelajaran yang  bersifat reflektif. 

Dalam menentukan pembelajaran tematik dan parsial. SD Negeri


Selewat mempertimbangkan prinsip pembelajaran, penentuan materi
esensial dan juga  pengolaborasian pembelajaran terpadu dengan
mengambil tema-tema yang  kontekstual dengan peserta didik, mudah
dipahami dan dieksplorasi, dan up-date dengan perkembangan informasi.

2. Intrakurikuler 
a. Mata Pelajaran Umum 
Mata pelajaran yang dilaksanakan oleh SD Negeri Selewat tahun
pelajaran 2022/2023  adalah Pendidikan Agama Islam sebagai agama
mayoritas peserta didik, PPKn,  Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu
Pengetahuan Alam dan Sosial, Seni dan  Pendidikan Jasmani, Olahraga
dan Kesehatan. Sedangkan untuk mata pelajaran Seni, SD Negeri
Selewat mengakomodir Seni Musik, Seni  Rupa dan Seni Tari. 
Pembelajaran dibuat tematik terpadu untuk mata pelajaran PPKn,
Bahasa  Indonesia dan IPAS dan Seni. Sedangkan untuk Pendidikan
Agama Islam. Matematika  dan PJOK dilakukan parsial. Rencana
pembelajaran tematik dan mata pelajaran  memuat tujuan pembelajaran,
kegiatan pembelajaran dan penilaian yang lengkap.  Tujuan
pembelajaran dibuat terukur, sehingga dapat terlihat progress dan
umpan balik  yang jelas pencapaiannya. Dalam kegiatan inti harus
tersirat implentasi model  pembelajaran (contohnya: problem based
learning, project based learning dan inquiry  based learning dan
lainnya) dan strategi pembelajaran yang beragam untuk  mengakomodir
perbedaan karakteristik peserta didik. Diharapkan variasi model 
pembelajaran bermanfaat untuk mengingkatkan kemampuan peserta
didik dalam  menemukan “AHA”, menyampaikan ide dan gagasan,
menemukan solusi,  menghasilkan produk dan mengasah kemampuan
literasi numerasi. 
Rencana pembelajaran bersifat reflektif. Kontinuitas
pembelajaran dapat  terlihat dengan harapan tidak terjadi gap dan
miskonsepsi dari pembelajaran  sebelumnya. Dapat disusun mingguan
yang tertuang ke dalam jadwal pembelajaran  mingguan, namun catatan
refleksi menjadi tambahan dalam kegiatan pembelajaran  selanjutnya. 

7
Gambar 2. Alur Pelaksanaan Pembelajaran

b. Mata Pelajaran Bahasa Daerah 


Selain mata pelajaran umum, SD Negeri Selewat pun
mengakomodir bahasa daerah  sebagai salah satu mata pelajaran wajib.
Bahasa Sasak merupakan bahasa ibu bagi  masyarakat Lombok di
wilayah tertentu. Bahasa daerah juga menjadi bahasa pengantar 
pembelajaran di kelas-kelas awal SD/MI. Melalui pembelajaran bahasa
daerah  diperkenalkan kearifan lokal sebagai landasan etnopedagogis.
Pembelajaran bahasa  dan sastra daerah diarahkan untuk meningkatkan
kemampuan peserta didik untuk  berkomunikasi dalam Bahasa Daerah
dengan baik dan benar, baik secara lisan  maupun tulis, serta
menumbuhkan apresiasi terhadap budaya dan hasil karya sastra 
daerah. 
Desain pembelajaran mata pelajaran Bahasa Daerah diturunkan
dari  kompetensi yang telah disusun oleh tim pengembang kurikulum
Bahasa Daerah  Provinsi Nusa Tenggara Barat Konten dalam Bahasa
Daerah sama halnya dengan Bahasa Indonesia  yang terdiri dari 4
elemen kebahasaan. 

c. Pengembangan Diri 
Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada
peserta didik  untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai
dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan
kondisi sekolah. Kegiatan  pengembangan diri difasilitasi dan atau
dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga  kependidikan yang yang
dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. 
Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan
pelayanan konseling yang  berkenaan dengan masalah diri pribadi dan
kehidupan sosial belajar, dan  pengembangan karir peserta didik. 
Penilaian pengembangan diri dilakukan secara kualitatif.
Adapun tahapan  kegiatan pengembangan diri dilakukan dengan cara: 
1) Identifikasi yang meliputi daya dukung, potensi bakat dan minat
peserta didik dan potensi daerah. 
2) Pemetaan untuk : 
a) Jenis layanan pengembangan diri 

8
b) Petugas yang melayani 
c) Peserta didik yang dilayani 
3) Pelaksanaan program 
a) Pelaksanaan ( Orientasi, pemantapan, pengembangan ) 
b) Monitoring Pelaksanan 
c) Penilaian ( terjadwal, terstruktur, kualitatif ) 
4) Analisis hasil penilaian (berbasis data, proporsional, realistis, valid,
transparan  dan akuntabel) 
5) Pelaporan berupa format deskripsi dalam buku laporan
pengembangan diri. 

Pilihan pengembangan diri di SD Negeri Selewat adalah


Pembelajaran TIK. Pembelajaran TIK merupakan program SD Negeri
Selewat yang  bertujuan mempersiapkan peserta didik dalam
menyongsong abad milenial, revolusi Industri 4.0 yang dilakukan
serba komputerisasi dan serba digital.  Materi pembelajaran komputer
diawali dari pengenalan sederhana komputer,  tool-tool yang yang ada
di komputer. 

d. Program Inklusif 
SD Negeri Selewat belum termasuk sekolah inklusif, namun
SD Negeri Selewat tetap  mengusung keadilan dalam pendidikan
dimana satuan pendidikan menerima peserta  didik dengan berbagai
latar belakang kemampuan diri. Untuk alasan tersebut, kami
merancang program inklusif dalam bentuk program individu yang
dapat  memfasilitasi peserta didik berkebutuhan khusus dengan
kategori rendah.  
Program individu disusun dengan penyesuaian kebutuhan
masing-masing  peserta didik, baik akademik maupun non-akademik.
Program ini disusun oleh tim  guru dengan melibatkan orang tua dan
terapis atau psikolog. Hal utama yang  diperhatikan dalam proses
penyusunan program ini adalah bagaimana peserta didik  dengan
kebutuhan khusus mampu melakukan kecakapan dasar, keterampilan
hidup,  dan penumbuhan percaya diri. Kegiatan yang bertujuan untuk
mengembangkan  kompetensi baca, tulis hitung, cara bersosialisasi dan
kemandirian merupakan bentuk  program individu tersebut. Program
ini pun akan dilakukan evaluasi secara berkala  setiap tiga bulan sekali
atau bisa lebih cepat jika ada kondisi khusus untuk  penyesuaian
sehingga dapat terlihat bagaimana perkembangan peserta didik. 
Pengondisian dalam lingkungan belajar dan bermain menjadi
fokus utama  lainnya sehingga peserta didik mampu belajar hal positif
dari lingkungan sekitarnya,  penerimaan yang baik dari lingkungan
sekitar dan terhindar dari kasus bullying. 

3. Penguatan Profil Pelajar Pancasila 


Dalam kurikulum operasional di satuan pendidikan SD Negeri
Selewat dirancang  pembelajaran berbasis proyek untuk penguatan Profil
Pelajar Pancasila.  Pembelajaran ini masuk ke dalam ko-kurikuler yang

9
dirancang dalam sesuai tema  besar yang telah ditentukan dengan
mengintegrasikan beberapa mata pelajaran  sebagai bentuk proyek
implementasi Profil Pelajar Pancasila di satuan pendidikan. 
Penguatan Profil Pelajar Pancasila dikemas dalam dua proyek utama
yang  dapat ditampilkan secara terpadu dari mulai kelas 1 sampai 6.
Pengalokasian waktu  untuk kegiatan ini terpisah dari alokasi waktu
kegiatan intrakurikuler sehingga tidak  mengurangi kegiatan regular
mingguan. Selain kedua proyek besar tersebut, dimensi  Profil Pelajar
Pancasila pun dikembangkan dalam proses pembelajaran intrakurikuler 
dalam pembelajaran tema dan mata pelajaran, dan kegiatan
ekstrakurikuler. 
Pembelajaran berbasis proyek untuk penguatan Profil Pelajar
Pancasila  diselaraskan dengan potensi lokal yang menjadi ciri khas satuan
pendidikan, capaian  operasional pembelajaran, dapat mengakomodir
keragaman minat bakat peserta  didik dan mampu mengembangkan
kecakapan hidup peserta didik. Penguatan Profil  Pelajar Pancasila terdiri
dari enam dimensi yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan  Yang Maha Esa
dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, gotong royong,  mandiri,
bernalar kritis dan kreatif.

Gambar 3. Karakteristik Pembelajaran Berbasis Proyek 

Dalam membuat rancangan pembelajaran berbasis proyek terdapat


langkah langkah yang harus disusun secara bertahap mulai dari
mengidentifikasi masalah  dengan pertanyaan pemicu yang diambil dari
permasalahan kontekstual  implementasi Profil Pelajar Pancasila kemudian
merancang proyek secara  kolaboratif antara guru dan peserta didik disertai
program penjadwalan yang  disepakati, setelah itu dilanjut ke tahap
pelaksanaan. Di bagian akhir ada presentasi  hasil yang akan dievaluasi dan
kemudian menjadi refleksi untuk perbaikan. 

10
Gambar 4. Langkah-langkah pembelajaran berbasis proyek 

Pada tahun pelajaran 2022/2023, pembelajaran berbasis proyek


penguatan  Profil Pelajar Pancasila mengusung implemetasi nilai-nilai
Pancasila. Diawali  dengan menganalisis permasalahan kontekstual yang
terjadi dalam kehidupan  sehari-hari kemudian menentukan proyek dalam
bentuk hasil karya tulis, gerak dan  seni, jiwa kewirausahaan dan potensi
sumber daya alam dan budaya lokal di sekitar  satuan pendidikan. Proyek
ini dikembangkan per jenjang kelas dengan bimbingan  guru kelas dan
guru mata pelajaran yang kemudian digabungkan dalam satu event di
akhir proyek di tiap-tiap akhir semester.
Tahap terakhir adalah tercapainya tujuan akhir dari pembelajaran
berbasis  proyek ini, yaitu selain untuk mengimplementasikan dalam
keseharian sebagai agen  Profil Pelajar Pancasila, juga untuk merancang
pembelajaran ko-kurikuler yang  inovatif, menarik dan capaian
pembelajaran yang terkemas berbeda. Pembelajaran  ini juga bentuk
penguatan karakter yang membudaya pada satuan pendidikan. 

4. Ekstrakurikuler 
Kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan penunjang di SD
Negeri Selewat sebagai suplemen dalam pendidikan untuk meningkatkan
kecerdasan dan  keterampilan peserta didik sesuai dengan bakat dan minat
serta kompetensi lainnya. 

Kegiatan ekstrakurikuler SD Negeri Selewat meliputi:


Jenis Indikator Keberhasilan dan
NO Sasaran
Kegiatan Implemetasi Profil Pelajar Pancasila

A Study Club

1. Hifzil Mempersiapkan peserta didik dalam  Kelas 4


Qur’an menghadapi kompetisi atau kejuaraan  Kelas 1
untuk menjadi yang terbaik dalam 
2. Tari bidangnya masing-masing dengan  karakter Kelas 4,
kreasi yang mandiri dan memiliki  kreativitas. 5, dan 6

3. pasupera Kelas 4

11
B Olahraga

4. atletik Mempersiapkan peserta didik dalam  Kelas 4


mengembangkan dan meningkatkan 
5. Sepak kemampuan olah raga karate, catur, silat  dan Kelas 4
bola mini futsal dengan karakter yang mandiri  dan
gotong royong.

C Seni dan Budaya

6. Seni lukis Mempersiapkan peserta didik Kelas 1, 4


dalam  mengembangkan dan
meningkatkan  kemampuan seni
lukis dan musik yang  berkarakter
7. Seni Kelas 1, 4
kebhinekaan global, mandiri  dan
music (pianika)
kreatif.

NO Jenis Indikator Keberhasilan dan Sasaran


Kegiatan Implemetasi Profil Pelajar
Pancasila

8. Kriya Mempersiapkan peserta didik Kelas 1,4  


dalam  mengembangkan dan pengelolaan 
meningkatkan  kreativitas dan sampah
inovasi dalam pembuatan  kriya plastik.
dari bahan dasar alam dan 
pengelolaan sampah. Kelas 4 
pembuatan
kriya dari
stik es krim
D Keorganisasian

9. Pramuka Mempersiapkan peserta didik agar  Kelas 1


memiliki sikap kepemimpinan,  sampai
kebhinekaan global, kemandirian,  dengan kelas  6
kreatif, disiplin, tanggungjawab
dan  semangat nasionalisme.

10. UKS dan Mempersiapkan peserta didik agar  Kelas 4


Dokter memiliki sikap yang
Kecil mengutamakan  kebersihan
sebagian daripada iman yang 
mengembangkan nilai ketakwaan
kepada  Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia  dalam
kemandirian, bergotong royong, 
bernalar kritis dan kreatif dalam
menjadi  agen pelopor cinta
kebersihan dan  kesehatan.

12
5. Aktualisasi Budaya Sekolah 

Kegiatan pembiasaan merupakan budaya sekolah yang


dilaksanakan setiap hari  sebagai upaya pendidikan pembentukkan
karakter peserta didik sebagai  implementasi Profil Pelajar Pancasila.
Kegiatan pembiasaan dilaksanakan secara rutin, baik harian, mingguan,
bulanan dan tahunan, dan tehnik pelaksanaannya ada  yang terstruktur
dan spontan atau berupa direct dan indirect learning, yang bertujuan 
melatih dan membimbing peserta didik bersikap dan berperilaku dengan 
menananmkan nilai-nilai karakter baik sehingga menjadi habituasi yang 
terinternalisasi dalam hati dan jiwa peserta didik.
Berikut adalah budaya sekolah yang dilaksanakan di SD Negeri Selewat:
a) Kegiatan Harian, terdiri dari kegiatan: 
1) Penyambutan peserta didik 
2) Senam pagi
3) Menyanyikan lagu-lagu nasional dan/atau daerah 
4) Berdoa bersama 
5) Literasi pagi 
b) Kegiatan Mingguan, terdiri dari kegiatan: 
1) Upacara 
2) Pramuka 
c) Kegiatan bulanan merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap
bulan pada  hari Sabtu ke-4 bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai
kompettitif, sportif  dan keberanian, yaitu dengan melaksanakan
student’s performances.  Kegiatan bulanan terdiri dari kegiatan: 
1) Sarapan bersama
2) Pidato dan pildacil 
3) Jelajah alam
d) Kegiatan tahunan ini dilaksanakan setahun sekali yang bertujuan 
menanamkan dan meningkatkan kesadaran peserta didik untuk
menjalankan  perintah Tuhan Yang Maha Esa, menumbuhkan rasa
cinta tanah air,  membentuk kecakapan hidup dan mengembangkan
minat bakat peserta didik  yang percaya diri, seperti: 
1) Bakti sosial di bulan Ramadhan.  
2) Peringatan hari kemerdekaan Indonesia 
3) Pentas Akhir Tahun
e) Kegiatan insidentil yaitu kegiatan yang dilakukan sewaktu-waktu
disesuaikan dan kondisi riil dan situasi nyata seperti aksi donasi
gempa bumi, menengok  teman yang sakit, melayat, aksi donasi buku
dan lain sebagainya. 
f) Kegiatan life skill merupakan kegiatan yang dilaksankan baik di
sekolah  maupun di rumah yang bertujuan untuk memberikan bekal
kepada peserta  didik untuk berinteraksi dalam sosial kemasyarakatan
dan keterampilan  dirinya. Materi pengembangan life skill antara
lain: 
1) Cara mengucapkan salam. 
2) Cara berbicara yang santun.
3) Membuat vot bunga

13
4) Membuat apotik hidup

6. Pengaturan Waktu Belajar 


Pengaturan waktu belajar intrakurikuler setiap mata pelajaran di SD
Negeri Selewat dari kelas 1 sampai dengan 6 akan dikemas tematik dan
sebagian parsial secara  reguker per minggu. Selain itu teerdapat
pembelajaran berbasis proyek penguatan  Profil Pelajar Pancasila dalam
bentuk kegiatan kokurikuler.  

Pengaturan waktu belajar adalah sebagai berikut.


No Mata Pelajaran Banyak Kegiatan Proyek Total
JPPer Reguler Profil Per
Minggu Per Pelajar Tahun
Minggu Pancasila

1 Pendidikan Agama 3 JP 108 36 144


dan Budi Pekerti

2 PPKn 4 JP 144 36 180

3 Bahasa Indonesia 6 JP 198 54 252

4 Matematika 5 JP 170 46 216

5 Ilmu Pengetahuan 5 JP 170 46 216


Alam dan Sosial

6 Seni (Pilihan 3 JP 108 36 144


minimal 1)
 Seni Musik

7 Pendidikan 3 JP 108 36 144


Jasmani, Olahraga
dan  Kesehatan
(PJOK)

8 Muatan Lokal 2 JP 76 -
(Bahasa Sunda)

Total 28 JP 1006 290 1296


Pada tabel di atas, pengemasan tematik ada di mata pelajaran PPKn,
Bahasa  Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial, dan Seni. Seni
dapat dipilih minimal  satu sub mata pelajaran, yaitu seni music, seni rupa,
seni teater atau seni tari.  Sedangkan Pendidikan Agama dan Budi Pekerti,
Matematika dan Pendidikan Jasmani,  Olahraga dan Kesehatan. 
Pengemasan Proyek Profil Pelajar Pancasila berada di luar jam
pembelajaran  regular dengan komposisi 20-30% dari alokasi waktu selama
satu tahun. Sehingga  proyek ini tidak mengganggu atau mengurangi
jumlah jam pembelajaran  intrakurikuler. 

14
Setelah analisis kebutuhan mapel, maka akan disusun analisis
operasional  sebagai turunan dari capaian pembelajaran dan alur tujuan
pembelajaran yang telah  disediakan pusat. Analisis ini akan diselaraskan
dengan muatan lokal dan potensi  daerah juga program sekolah dengan
menghitung alokasi waktu yang tidak  membebani peserta didik agar
kenyamanan dan kebahagiaan dalam belajat tetap  terjaga utuh. Kurikulum
operasional di satuan Pendidikan SD Negeri Selewat mempertimbangkan
karakteristik peserta didik yang beragam dan mengedepankan  proses
dinamis yang reflektif dalam proses pelaksanaannya sehingga tujuan akhir 
profil peserta didik sesuai dengan yang diharapkan pada visi, misi dan
tujuan sekolah.

7. Kalender Pendidikan 
Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan
pembelajaran  peserta didik selama satu tahun ajaran yang mencakup
permulaan tahun pelajaran,  minggu efektif belajar, waktu pembelajaran
efektif dan hari libur. 
Pengembangan Kalender Pendidikan SD Negeri Selewat mengacu
pada rambu-rambu  sebagai berikut: 
a) Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan
pembelajaran pada  awal tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan,
yaitu pada bulan Juli 2022.
b) Hari libur sekolah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri
Pendidikan  Nasional, dan/atau Menteri Agama dalam hal yang terkait
dengan hari raya  keagamaan dan Kepala Daerah tingkat
kabupaten/kota. 
c) Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran
untuk setiap  tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan. Waktu
pembelajaran efektif adalah  jumlah jam pembelajaran setiap minggu,
meliputi jumlah jam pembelajaran untuk  seluruh mata pelajaran
termasuk muatan lokal. 
d) Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan
kegiatan  pembelajaran terjadwal pada satuan pendidikan yang
dimaksud. Waktu libur  dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda
antar semester, libur akhir tahun  pelajaran, hari libur keagamaan, hari
libur umum termasuk hari-hari besar  nasional, dan hari libur khusus. 
e) Kalender Pendidikan SD Negeri Selewat disusun dengan berpedoman
kepada kalender  pendidikan Kabupaten Lombok Tengah yang
disesuaikan dengan program sekolah. 

Berikut alokasi waktu minggu efektif belajar, waktu libur dan


kegiatan lainnya beserta kalender pendidikan SD Negeri Selewat tahun
pelajaran 2022/2023.
No Kegiatan Alokasi Waktu Keterangan

1 Minggu efektif Minimum Digunakan untuk


belajar 36 minggu kegiatan

15
dan  pembelajaran 
maksimum efektif pada setiap
40 minggu satuan pendidikan

2 Jeda tengah Maksimum Satu minggu setiap


semester 2 minggu Semester

3 Jeda antarsemester Maksimum Antara semester I dan II


2 minggu

4 Libur akhir tahun Maksimum Digunakan untuk


Pelajaran 3 minggu persiapan kegiatan
dan  administrasi
akhir dan  awal
tahun pelajaran

5 Hari libur 2 – 4 minggu Libur keagamaan


keagamaan yang  disesuaikan
dengan
kebijakan
pemerintah  daerah

6 Hari libur Maksimum Disesuaikan dengan


umum/nasional 2 minggu Peraturan Pemerintah

7 Hari libur khusus Maksimum Untuk kegiatan tertentu


1 minggu

8 Kegiatan khusus Maksimum Digunakan untuk


sekolah 3 minggu kegiatan yang
diprogramkan
secara  khusus oleh
sekolah  tanpa
mengurangi
jumlah minggu
efektif  belajar dan
waktu
pembelajaran efektif

16
KALENDER PENDIDIKAN SD SELEWAT

B. Rencana Pembelajaran 
Rencana pembelajaran disusun secara rutin untuk memetakan dan 
merencanakan proses pembelajaran secara rimci. Rencana pembelajaran
merupakan  kompas bagi guru dalam pelaksanaan pembelajaran. Pembelajaran
berpusat pada  peserta didik yang tetap mengusung kegiatan pembelajaran yang

17
menarik,  menyenangkan dan memotivasi peserta didik menjadi pembelajar
sepanjang hayat. 
Tujuan dari penyusunan Rencana pembelajaran adalah sebagai berikut. 
1. Pembelajaran menjadi lebih sistematis. 
2. Memudahkan analisis keberhasilan belajar peserta didik. 
3. Memudahkan guru dalam penyampaian materi ajar. 
4. Mengatur pola pembelajaran. 
Rencana pembelajaran SD Negeri Selewat terdiri dari silabus dan
rencana  pelaksanaan pembelajaran yang disusun rutin secara sederhana, aktual
dan mudah  dipahami untuk mencapai tujuan pembelajaran yang akan dicapai
sehingga melalui  Rencananya seorang guru bisa memastikan seluruh proses
pembelajaran bisa efektif  dan efisien. 
Silabus SD Negeri Selewat dibuat dalam bentuk matriks yang memuat
alur tujuan  pembelajaran, materi ajar, kegiatan pembelajaran, penilaian dan
sumber belajar. 
1. Alur tujuan pembelajaran disusun untuk menerjemahkan capaian
pembelajaran  yang berfungsi mengarahkan guru dalam merencanakan,
mengimplementasi dan  mengevaluasi pembelajaran secara keseluruhan
sehingga capaian pembelajaran  diperoleh secara sistematis, konsisten,
terarah dan terukur.. Alur pembelajaran  mengurutkan tujuan-tujuan
pembelajaran sesuai kebutuhan, meskipun beberapa  tujuan pembelajaran
harus menggunakan tahapan tertentu yang meliputi konten/  materi,
keterampilan dan konsep inti untuk mencapai Capaian Pembelajaran  setiap
fase dan menjelaskan kedalaman setiap konten.  
2. Materi ajar merupakan materi esensial yang telah disusun pada alur tujuan 
pembelajaran. 
3. Kegiatan pembelajaran dikemas secara umum sebagai acuan untuk
menyusun  rencana pelaksaanaan pembelajaran.  
4. Penilaian merupakan penilaian otentik yang memadukan dimensi sikap, 
pengetahuan dan keterampilan selama dan setelah proses pembelajaran.
Sumber  belajar dipilah sesuai kebutuhan peserta didik dan merupakan
sumber belajar yang mudah digunakan, berbasis lingkungan, dan
mendukung pembelajaran  yang kontekstial dan menyenangkan. 
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) SD Negeri Selewat disusun
dalam  bentuk sederhana dengan keterbacaan yang baik yang memuat tiga poin
utama dalam  proses pembelajaran, yaitu tujuan pembelajaran, aktivitas atau
kegiatan pembelajaran  dan penilaian. Tujuan pembelajaran merupakan
penerjemahan tujuan capaian  pembelajaran yang dapat terukur pencapaian dan
keberhasilannya. Kegiatan  pembelajaran disusun dalam langkah-langkah
aktivitas peserta didik yang menarik  dan menyiratkan model dan strategi
pembelajaran yang kontekstual dan menarik  sesuai diferensiasi karakteristik
peserta didik serta mampu mengakomodir minat  bakat peserta didik. Dalam
kegiatan pembelajaran pun diintegrasikan penumbuhan  dan penguatan Profil
Pelajar Pancasila. Selain itu, dalam kegiatan pembelajaran  disusun prediksi
respon peserta didik sehingga menjaga alur pembelajaran yang tetap 
terkondisikan dengan baik. Untuk penilaian dilakukan selama proses
pembelajaran  dan pasca pembelajaran yang dirancang untuk mengukur
ketercapaian tujuan  pembelajaran baik dari dimensi sikap, pengetahuan dan

18
keterampilan. Di akhir  bagian RPP, terdapat kolom refleksi untuk mengulas
kekurangan dan kelebihan  proses pembelajaran untuk perbaikan pembelajaran
selanjutnya. Hal ini  menunjukkan bagaimana dokumen Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran sebagai  dokumen yang hidup dan dinamis. 

C. Asesmen Capaian Pembelajaran 


Asesmen hasil belajar peserta didik terdiri atas Asesmen hasil belajar
oleh  pendidik, Asesmen hasil belajar oleh satuan pendidikan, dan Asesmen
hasil belajar  oleh pemerintah. Asesmen hasil belajar oleh pendidik sebagai
proses pengumpulan  informasi dan data tentang capaian pembelajaran peserta
didik dalam aspek sikap,  aspek pengetahuan, dan aspek keterampilan yang
dilakukan secara terencana dan  sistematis yang bertujuan untuk: 
1. memantau proses pembelajaran, 
2. memetakan kemajuan belajar dan penguasaan kompetensi, 
3. perbaikan atau pengayaan hasil belajar melalui penugasan dan
evaluasi hasil  belajar, 
4. memperbaiki proses pembelajaran selanjutnya. 
Konsep asesmen otentik yang dilakukan mengukur dimensi sikap, 
pengetahuan dan keterampilan. Variasi bentuk asesmen akan lebih
memperlihatkan  kemampuan peserta didik. Rubrik asesmen dibuat berdasarkan
tujuan pembelajaran  yang akan dicapai. Materi pengayaan hanya
diperuntukkan peserta didik yang telah  melampaui capaian pembelajaran dan
bersifat optional. Sedangkan remedial  merupakan kegiatan wajib dilaksanakan
sehingga pembelajaran tetap berkelanjutan. 
Asesmen hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar 
didasarkan pada prinsip asesmen. Dimana asesmen dilakukan
mempertimbangkan  karakteristik peserta didik pada setiap kelas berdasarkan
pada hasil proses  pembelajaran dalam mencapai semua aspek kompetensi yang
tertera pada tujuan  pembelajaran sehingga jelas kemampuan yang akan diukur
dengan prosedur dan  kriteria yang jelas. Prosedur asesmen, kriteria dan dasar
pengambilan keputusan  terhadap hasil asesmen dapat diakses oleh pihak yang
berkepentingan. Asesmen di  SD Negeri Selewat bersifat kontinuitas tidak
tersekat per kelas, sehingga hasil asesmen sebelumnya merupakan referensi
untuk asesmen kemudian. Sistem asesmen yang sistematis dan mengacu pada
kriteria harus dapat dipertanggungjawabkan secara  teknis, prosedur dan hasil
akhirnya. 
Lingkup asesmen hasil belajar oleh pendidik mencakup aspek sikap,
aspek  pengetahuan, dan aspek keterampilan. Adapun mekanisme asesmen hasil
belajar oleh  pendidik meliputi: 
1. Rencana strategi asesmen oleh pendidik dilakukan pada saat penyusunan 
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). 
2. Asesmen Hasil Belajar oleh pendidik dilakukan untuk memantau proses, 
kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar melalui penugasan dan 
pengukuran pencapaian satu atau lebih capaian pembelajaran. 
3. Asesmen aspek sikap dilakukan melalui observasi/pengamatan sebagai
sumber  informasi utama dan pelaporannya menjadi tanggungjawab wali
kelas atau guru  kelas. 

19
4. Hasil asesmen pencapaian sikap oleh pendidik disampaikan dalam
bentuk  deskripsi. 
5. Asesmen aspek pengetahuan dilakukan melalui tes tertulis, tes lisan, dan 
penugasan sesuai dengan kompetensi yang dinilai disampaikan dalam
bentuk  deskripsi. 
6. Asesmen keterampilan dilakukan melalui praktik, produk, proyek,
portofolio,  dan/atau teknik lain sesuai dengan kompetensi yang dinilai. 
7. Hasil asesmen pencapaian pengetahuan dan keterampilan oleh pendidik 
disampaikan dalam bentuk angka dan/atau deskripsi. 
Hasil asesmen kemudian dilakukan analisis atau evaluasi hasil
belajar.  Evaluasi ini bertujuan untuk menentukan ketercapaian pemahaman
peserta didik  terhadap tujuan capaian pembelajaran dan penguatan Profil
Pelajar Pancasila.  Analisis untuk pengetahuan juga dilakukan untuk
menentukan umpan balik pasca  penilaian terhadap peserta didik, yaitu
pelaksanaan program remedial dan  pengayaan. Proses evaluasi ini dilakukan
baik setelah peserta didik mengerjakan post  tes harian, penilaian harian,
penilaian tengah semester dan penilaian akhir semester  serta Asesmen akhir
tahun. 
Kriteria kenaikan kelas setidak-tidaknya harus memenuhi kriteria,
yaitu  pertama, keikutsertaan peserta didik dalam pembelajaran, kedua,
ketuntasan mata  pelajaran pada kompetensi pengetahuan dan keterampilan,
dan ketiga, penilaian baik  pada kompetensi sikap. 

D. Pendampingan, Evaluasi, Dan Pengembangan Profesional 


Pendampingan, evaluasi, dan pengembangan profesional SD Negeri
Selewat  dilakukan secara internal oleh satuan pendidikan untuk memastikan
pembelajaran  berjalan sesuai rencana untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
Proses ini dikelola  oleh Kepala Sekolah dan/atau guru yang dianggap sudah
mampu untuk melakukan  peran ini. Evaluasi, pendampingan dan
pengembangan profesional dilakukan secara  bertahap dan mandiri agar terjadi
peningkatan kualitas secara berkelanjutan di satuan  pendidikan, sesuai dengan
kemampuan satuan pendidikan.  
Dalam melakukan pendampingan dan pengembangan professional 
ditekankan pada prinsip reflektif dan pengembangan diri bagi guru, serta 
menggunakan alat penilaian yang jelas dan terukur. Proses pendampingan
dirancang  sesuai kebutuhan dan dilakukan oleh Kepala Sekolah dan/atau guru
yang berkompetensi berdasarkan hasil pengamatan atau evaluasi. Proses
pendampingan  dan pengembangan professional ini dilakukan melalui; 
1. Program Regular Supervisi Sekolah, yang dilakukan minimal satu bulan
sekali  oleh Kepala Sekolah. 
2. Kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) SD Negeri Selewat, yang
dilaksanakan sesuai  program kerja KKG secara reguler, seperti kegiatan
mingguan untuk  pendampingan penyusunan atau revisi alur tujuan
pembelajaran dan modul ajar.  Kegiatan ini merupakan pendampingan oleh
Kepala Sekolah dan guru yang  berkompetensi. 
3. Pelaksanaan in-house training (IHT) atau focus group discussion (FGD), 
dilakukan minimal enam bulan sekali atau sesuai kebutuhan dengan 

20
mengundang narasumber yang berkompeten dari beberapa perguruan
tinggi  yang telah bekerja sama, instansi terkait dan praktisi pendidikan.  
SD Negeri Selewat melakukan evaluasi kurikulum secara regular, yaitu
jangka  pendek satu tahun sekali dan jangka panjang 4 tahun sekali dengan 
mempertimbangkan perubahan yang terjadi baik perubahan kebijakan maupun 
update perkembangan terkini dalam proses pembelajaran. Evaluasi kurikulum 
dilakukan berdasarkan hasil evaluasi pembelajaran yang dilakukan secara
reflektif,  yaitu: 
1. Evaluasi Harian, dilakukan secara individual oleh guru setelah
pembelajaran  berdasarkan catatan anekdotal selama proses pembelajaran,
penilaian dan  refleksi ketercapaian tujuan pembelajaran. Hasil evaluasi ini
digunakan untuk  perbaikan rencana pembelajaran atau RPP pada hari
berikutnya. 
2. Evaluasi Per Unit Belajar, dilakukan secara kelompok (team teaching)
setelah  satu unit pembelajaran atau tema selesai. Hasil ini digunakan
untuk  merefleksikan proses belajar, ketercapaian tujuan dan melakukan
perbaikan  maupun penyesuaian terhadap proses belajar dan perangkat ajar,
yaitu alur  tujuan pembelajaran dan modul ajar. 
3. Evaluasi Per Semester, dilakukan secara kelompok team teaching) setelah
satu  semester selesai. Evaluasi ini dilakukan berdasarkan refleksi
pembelajaran dan  hasil asesmen peserta didik yang telah disampaikan
pada laporan hasil belajar  peserta didik. 
4. Evaluasi Per Tahun, merupakan refleksi ketercapaian profil lulusan, tujuan 
sekolah, misi dan visi sekolah.  
Pelaksanaan evaluasi kurikulum SD Negeri Selewat dilakukan oleh tim
pengembang  kurikulum sekolah bersama kepala sekolah dan komite sekolah
serta pihak lainnya  yang telah mengadakan kerja sama dengan sekolah.
Evaluasi dilaksanakan  berdasarkan data yang telah dikumpulkan pada evaluasi
pembelajaran, hasil  supervisi Kepala Sekolah, laporan kegiatan Kelompok
Kerja Guru, hasil kerja  peserta didik dan kuesioner peserta didik dan orang tua.
Informasi yang berimbang  dan berdasarkan data tersebut diharapkan menjadi
bahan evaluasi untuk semakin  meningkatkan kualitas pelayanan sekolah
kepada peserta didik, peningkatan prestasi  dan hubungan kerja sama dengan
pihak lain.

21
BAB V
PENUTUP

Kurikulum operasional di satuan pendidikan SD Negeri Selewat disusun


sebagai kerangka  acuan atau pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah
tahun pelajaran 2022-2023.  Kurikulum operasional di satuan pendidikan juga
sebagai panduan ketercapaian  pembelajaran bagi peserta didik dan upaya guru
dalam pelaksanaan proses pembelajaran. 
Kurikulum operasional di satuan pendidikan SD Negeri Selewat yang telah
tersusun ini akan  berjalan lancar bila ada dukungan penuh dari semua pihak, yaitu
kepala sekolah, guru,  komite sekolah dan stake holder yang ada. Mudah-mudahan
dukungan dan partisipasi aktif  semua pihak dapat memajukan SD Negeri Selewat.
sesuai dengan apa yang telah terumuskan dalam  visi, misi dan tujuan sekolah. 
Terakhir, ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak
yang telah  mendukung diselesaikannya kurikulum operasional di satuan
pendidikan SD Negeri Selewat.  Teriring do’a, semoga kontribusi pemikiran, kerja
keras dan dukungannya menjadi amal  kebaikan. 

22

Common questions

Didukung oleh AI

SD Negeri Selewat menerapkan strategi pengembangan profesional yang meliputi program supervisi reguler oleh Kepala Sekolah, kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG), in-house training (IHT), dan focus group discussion (FGD). Pendampingan dan evaluasi dilaksanakan secara bertahap agar terjadi peningkatan kualitas berkelanjutan, menekankan prinsip reflektif dan pengembangan diri bagi guru. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan mutu pendidikan karena dirancang berdasarkan kebutuhan dan penyesuaian dari hasil evaluasi pembelajaran secara berkelanjutan .

Pendidik di SD Negeri Selewat menerapkan strategi asesmen yang mencakup pengumpulan data tentang sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik secara sistematis. Asesmen dilakukan untuk memantau proses pembelajaran, pemetaan kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar. Bentuk asesmen ini meliputi observasi untuk sikap, tes tertulis dan lisan untuk pengetahuan, serta praktik dan proyek untuk keterampilan. Analisis hasil asesmen digunakan untuk evaluasi dan penyesuaian pembelajaran yang lebih efektif .

SD Negeri Selewat mengintegrasikan potensi daerah ke dalam kurikulum operasional dengan menyelaraskan profil sekolah dengan potensi ekonomi dan budaya lokal yang ada. Sekolah terletak di area wisata strategis, memungkinkan kemudahan akses dan keterhubungan dengan sarana pendukung seperti kesehatan dan olahraga. Potensi lokal ini diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran tematik dan proyek berbasis penguatan Profil Pelajar Pancasila yang mencakup tema-tema kontekstual dan up to date .

Tahapan pengembangan diri di SD Negeri Selewat meliputi identifikasi potensi peserta didik, pemetaan jenis layanan pengembangan diri, pelaksanaan program (orientasi, pemantapan, pengembangan), monitoring, penilaian, analisis hasil, dan pelaporan. Tahapan ini relevan dengan kebutuhan peserta didik karena membantu mengidentifikasi dan mengakomodasi keragaman minat dan bakat, serta potensi daerah, mengarahkan program inklusif dan memungkinkan penyesuaian individu bagi peserta didik dengan kebutuhan khusus .

Karakteristik peserta didik di SD Negeri Selewat sangat beragam, termasuk latar belakang ekonomi menengah ke atas, mayoritas beragama Islam, dan berasal dari latar belakang budaya yang berbeda karena orang tua yang bekerja di luar daerah. Kurikulum operasional di sekolah ini disusun dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, serta memfokuskan pada pengembangan karakter sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila yang mencakup iman, takwa, akhlak mulia, kebhinekaan global, kemandirian, bernalar kritis, dan kreatif .

Program inklusif di SD Negeri Selewat dirancang dalam bentuk program individu yang memenuhi kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus kategori rendah. Program ini mencakup penyesuaian kebutuhan akademik dan non-akademik dan melibatkan guru, orang tua, dan terapis. Fokus utama adalah pada kecakapan dasar, keterampilan hidup, dan penumbuhkan percaya diri, serta memfasilitasi sosialisasi dan kemandirian dalam lingkungan yang positif untuk mencegah bullying .

Kegiatan penguatan Profil Pelajar Pancasila di SD Negeri Selewat diselaraskan melalui pembelajaran berbasis proyek yang terpisah dari kegiatan intrakurikuler regular. Proyek-proyek ini dirancang mengintegrasikan berbagai mata pelajaran dengan tema besar yang sudah ditentukan, menekankan pada dimensi Profil Pelajar Pancasila. Proyek ini mengakomodir keragaman potensi lokal dan minat bakat peserta didik dalam rangka mengembangkan kecakapan hidup sesuai kondisi sekolah .

Kurikulum operasional di SD Negeri Selewat dirancang untuk mendukung semua dimensi Profil Pelajar Pancasila, yaitu iman dan takwa kepada Tuhan, kebhinekaan global, gotong royong, kemandirian, bernalar kritis, dan kreativitas. Dimensi-dimensi ini ditanamkan melalui pembelajaran berbasis proyek yang terintegrasi dengan pembelajaran intrakurikuler dan ekstrakurikuler, serta disesuaikan dengan potensi lokal, sehingga peserta didik dapat mengembangkan kompetensi global sambil tetap berpijak pada nilai-nilai Pancasila .

Evaluasi harian di SD Negeri Selewat dilakukan dalam bentuk catatan anekdotal dan refleksi harian oleh guru untuk perbaikan RPP. Evaluasi per unit dilakukan secara team teaching setelah satu tema selesai untuk refleksi dan penyesuaian perangkat ajar. Evaluasi per semester berfokus pada refleksi hasil belajar yang diperoleh untuk laporan hasil belajar, sedangkan evaluasi per tahun menilai ketercapaian profil lulusan dan tujuan sekolah. Semua evaluasi bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan disusun berdasarkan data konkret .

Di SD Negeri Selewat, tujuan pembelajaran dalam RPP diturunkan dari capaian pembelajaran yang spesifik dan terukur. Kegiatan pembelajaran dirancang dengan langkah-langkah yang mengakomodasi karakteristik dan minat bakat peserta didik, serta mengintegrasikan penumbuhan dan penguatan Profil Pelajar Pancasila. Penilaian dilakukan selama dan setelah proses pembelajaran untuk mengukur capaian tujuan, yang sebatas sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Adanya kolom refleksi dalam RPP memungkinkan evaluasi dan penyempurnaan pembelajaran selanjutnya .

Anda mungkin juga menyukai