PROGRAM MALARIA
No Dokumen : 445/UKM-
In/SOP-
092/XVI/
1011568/20
SOP
22
No. Revisi : 01
Tanggal Terbit : 06-01-2022
Halaman : 1/4
PUSKESMAS Ahmad Nabawi, SKM
MENDINGIN NIP.197409201998031002
1. Pengertian Merupakan suatu penyakit infeksi akut maupun kronik
yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang
menyerang eritrosit dan ditandai dengan
ditemukannya bentuk aseksual dalam darah dengan
gejala demam, menggigil, anemia, dan pembesaran limpa.
2. Tujuan Sebagai acuan dalam penatalaksanaan Penyakit Malaria.
3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala Pukesmas Mendingin Nomor:
UKM-In/SK-011/I/PKT/2022 Tentang Kebijakan
Pengelolaan UKM.
4. Referensi Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomer
5 Tahun 2014 Tentang Panduan Praktik Klinis bagi
Dikter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer.
5. Prosedur / a. Perawat Melakukan Anamnase.
Langkah- Demam hilang timbul, pada saat demam hilang
langkah disertai dengan menggigil, berkeringat, dapat disertai
dengan sakit kepala, nyeri otot dan persendian, nafsu
makan menurun, sakit perut, mual muntah, dan
diare.
Faktor resiko:
1) Riwayat menderita malaria sebelumnya.
2) Tinggal di daerah yang endemis malaria.
3) Pernah berkunjung 1-4 minggu di daerah endemic
malaria.
4) Riwayat mendapat transfuse darah.
b. Dokter Melakukan Pemeriksaan Fisik
1) Pada periode demam
Kulit terlihat memerah, teraba panas, suhu
tubuh meningkat dapat sampai di atas 400C dan
kulit kering, Pasien dapat terlihat pucat, Nadi
teraba cepat.
2) Pada periode dingin dan berkeringat
Kulit teraba dingin dan berkeringat,Nadi teraba
cepat dan lemah,Pada kondisi tertentu bisa
ditemukan penurunan kesadaran.
Kepala:
Konjungtiva anemis, sklera ikterik, bibir sianosis,
dan pada malaria serebral dapat ditemukan kaku
kuduk.
Toraks:
Terlihat pernapasan cepat.
Abdomen:
Teraba pembesaran hepar dan limpa, dapat juga
ditemukan asites
Ginjal:
Bisa ditemukan urin berwarna coklat kehitaman,
oligouri atau anuria.
Ekstermitas :
Akral teraba dingin merupakan tanda-tanda menuju
syok.
c. Melakukan Pemeriksaan Penunjuang
Pemeriksaan hapusan darah tebal dan tipis
ditemukan parasit Plasmodium atau Menggunakan
Rapid Diagnostic Test untuk malaria (RDT).
d. Melakukan Penegakan Diagnosis oleh Dokter
1) Diagnosis Klinis ditegakkan berdasarkan
anamnesis (Trias Malaria: panas–menggigil–
berkeringat), pemeriksaan fisik, dan
ditemukannya parasit plasmodium pada
pemeriksaan mikroskopis hapusan darah
tebal/tipis.
2) Diagnosis Banding: Demam Dengue dan Demam
Tifoid.
e. Melakukan Rencana Penatalaksanaan Komprehensif
1) Pengobatan malaria falsiparum
Lini pertama: dengan Fixed Dose Combination =
FDC yang terdiri dari Dihydroartemisinin (DHA) +
Piperakuin (DHP) tiap tablet mengandung 40 mg
Dihydroartemisinin dan 320 mg Piperakuin.
Untuk dewasa dengan Berat Badan (BB) sampai
dengan 59 kg diberikan DHP peroral 3 tablet satu
kali per hari selama 3 hari dan Primakuin 2
tablet sekali sehari satu kali pemberian,
sedang untuk BB >.60 kgdiberikan 4 tablet
DHP satu kali sehari selama 3 hari dan Primaquin
3 tablet sekali sehari satu kali [Link]
DHA = 2-4 mg/kgBB (dosis tunggal), Piperakuin =
16-32 mg/kgBB (dosis tunggal), Primakuin = 0,75
mg/kgBB (dosis tunggal).Pengobatan malaria
falsiparum yang tidak respon terhadap
pengobatan DHP. Lini kedua: Kina + Doksisiklin/
Tetrasiklin + Primakuin. Dosis kina = 10
mg/kgBB/kali (3x/ hari selama 7 hari),
2/4
Doksisiklin = 3,5 mg/kgBB per hari ( dewasa,
2x/hr selama7 hari) , 2,2 mg/kgBB/hari ( 8-14
tahun,2x/hr selama7 hari), T etrasiklin = 4-5
mg/kgBB/kali (4x/hr selama 7 hari).
2) Pengobatan malaria vivax dan ovale
Lini pertama: Dihydroartemisinin (DHA) +
Piperakuin (DHP), diberikan peroral satu kali per
hari selama 3 hari,p ri m ak u in = 0 ,2 5
mg/kgBB/hari (selama 14 hari). Pengobatan
malaria vivax yang tidak respon terhadap
pengobatan DHP. Lini kedua: Kina + Primakuin.
Dosis kina = 10 mg/kgBB/kali (3x/hr selama 7
hari), Primakuin = 0,25 mg/kgBB (selama 14
hari). Pengobatan malaria vivax yang relaps
(kambuh):
a) Diberikan lagi regimen DHP yang sama
tetapi dosis primakuin ditingkatkan menjadi
0,5 mg/kgBB/hari.
b) Dugaan relaps pada malaria vivax adalah
apabila pemberian Primakiun dosis 0,25
mg/kgBB/hr sudah diminum selama 14 hari
dan penderita sakit kembali dengan parasit
positif dalam kurun waktu 3 minggu
sampai 3 bulan setelah pengobatan.
3) Pengobatan malaria
Cukup diberikan DHP 1 kali perhari selama 3 hari
dengan dosis sama dengan pengobatan malaria
lainnya dan dengan dosis sama dengan
pengobatan malaria lainnya dan tidak diberikan
Primakuin.
4) Pengobatan infeksi campuran antara malaria
falsiparum dengan malaria vivax/malaria ovale
dengan DHP. Pada penderita dengan infeksi
campuran diberikan DHP 1 kali per hariselama 3
hari, serta DHP 1 kali per hari selama 3 hari serta
Primakuin dosis 0,25 mg/kgBB selama 14 hari.
5) Pengobatan malaria pada ibu hamil
a) Trimester pertama diberikan Kina tablet 3x
10mg/ kg BB + Klindamycin, 10mg/kgBB
selama 7 hari.
b) Trimester kedua dan ketiga diberikan DHP
tablet selama 3 hari.
f. Pencatatan dokumentasi dalam rekaman medis.
3/4
6. Diagram Alir
Perawat Melakukan Anamnesa
Dokter melakukan pemeriksaan Fisik
Melakukan pemeriksaan penunjang
Melakukan penegakan diagnose oleh
dokter
Melakukanrencana penatalaksanaan
komprehensif
7. Unit Terkait a. Ruang Pemeriksaan Umum
b. Ruang Tindakan
c. Laboraturium
Rekaman Historis Perubahan
No Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai
Diberlakukan
4/4