RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
Penambahan Ruang Puskesmas Mampu Poned Puskesmas
Lara
B.3 Standar dan Peraturan Perundangan
Dasar-dasar Hukum
- UUD 1945
Pasal 27 ayat 2: Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
- UU No. 14/1969 Ketentuan Pokok Mengenai Tenaga Kerja
Bab IV Pembinaan Perlindungan Kerja
Pasal 9:
Tiap tenaga kerja berhak mendapaat perlindungan atas keselamatan, kesehatan, kesusilaan, pemeliharaan moril kerja serta
perlakukan yang sesuai dengan martabat manusia dan moral agama.
Pasal 10:
Pemerintah membina perlindungan kerja yang mencakup:
1. Norma keselamatan kerja
2. Norma kesehatan kerja dan hygiene perusahaan
3. Norma kerja
4. Pemberian ganti kerugian, perawatan dan rehabilitasi dalam hal kecelakaan kerja
- UU No. 1/1970 Tentang Keselamatan Kerja
- Pasal 1 (1)“tempat kerja” ialah ruangan atas lapangan, tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap di ruang
kerja bekerja, atau yang sering dimasuki tenaga kerja untuk keperluan suatu usaha dan di mana terdapat sumber
atau sumber-sumber bahaya yang diperinci dalam pasal 2, termasuk tempat kerja ialah semua ruangan, lapangan,
halaman dan sekelilingnya yang merupakan bagian-bagian atau yang berhubungan dengan tempat kerja
tersebut.
- Pasal 1 (2) “pengurus” ialah orang yang mempunyai tugas memimpin langsung sesuatu tempat kerja atau bagiannya yang
berdiri sendiri.
-
Pasal 1 (6) “ahli keselamatan kerja” ialah tenaga teknis berkeahlian khusus dari luar Departemen Tenaga Kerja yang
ditunjukoleh Menteri Tenaga Kerja untuk mengawasi ditaatinya Undang- undang ini.
Bab II Ruang lingkup K3 Konstruksi
- Pasal 2 (1)
K3 di segala tempat kerja di darat, di dalam tanah, permukaan air, didalam air, maupun di udara dalam wilayah RI
- Ket. Psl 2 (2) . c
dikerjakan pembangunan, perbaikan, perawatan, pembersihan atau pembongkaran rumah, gedung atau bangunan lainnya
termasuk bangunan2 pengairan, saluran atau persiapan.
Bab X Kewajiban Pengurus
Pasal 14 Pengurus diwajibkan :
-
Secara tertulis menempatkan semua syarat keselamatan kerja (UU & semua peraturan pelaksanaan yg berlaku)
- Memasang gambar keselamatan kerja yang diwajibkan dan semua bahan pembinaan.
- Menyediakan secara cuma-cuma semua perlindungan diri yang diwajibkan pada tenaga kerja dan menyediakan bagi
setiap orang lain yang memasuki tempat kerja.
- UU No. 23/1992 Tentang Kesehatan
Bagian Keenam Kesehatan Kerja
Pasal 23:
- Kesehatan kerja diselenggarakan untuk mewujudkan produktivitas kerja yang optimal.
- Kesehatan kerja meliputi pelayanan kesehatan kerja, pencegahan penyakit akibat kerja, dan kesehatan kerja.
- Setiap tempat kerja wajib menyelenggarakan kesehatan kerja.
- Ketentuan mengenai kesehatan kerja sebagaimana dimaksud dalam Ayat (2) dan Ayat (3) ditetapkan dengan Peraturan
Pemerintah.
- UU No. 3/1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja
Pasal 3 ayat 2:
Setiap tenaga kerja berhak atas jaminan sosial tenaga kerja.
Pasal 8 ayat 1:
Tenaga Kerja yang tertimpa kecelakaan kerja berhak menerima jaminan kecelakaan kerja.
Pasal 10 ayat 1:
Pengusaha wajib melaporkan kecelakaan kerja yang menimpa tenaga kerja kepada Kantor Departemen Tenaga Kerja dan
Badan Penyelenggara dalam waktu tidak lebih dari 2 kali 24 jam.
- UU No. 18/1999 Tentang Jasa Konstruksi
Ketentuan umum
“Penyelenggaraan pekerjaan konstruksi wajib memenuhi ketentuan tentang keteknikan, keamanan, keselamatan dan kesehatan
kerja, perlindungan tenaga kerja dan lingkungan, untuk mewujudkan terib penyelenggaraan pekerjaan konstruksi”
Pasal 22: Kontrak kerja Konstruksi
Kontrak Kerja Konstruksi sekurang-kurangnya harus mencakup uraian mengenai: “Perlindungan tenaga kerja yang
memuat ketentuan tentang kewajiban para pihak dalam pelaksanaan K3 serta jaminan sosial”
Pasal 23: Penyelenggaraan Pekerjaan Konstruksi
Ayat (2) : Penyelenggaraan pekerjaan konstruksi wajib memenuhi ketentuan tentang keamanan, keselamatan dan
kesehatan kerja, perlindungan tenaga kerja, serta tata lingkungan setempat untuk menjamin terwujudnya tertib
penyelenggaraan pekerjaan konstruksi.
- UU No. 13/2003 Tentang Ketenagakerjaan
Pasal 86:
Pekerja /buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja.
Pasal 87:
Setiap perusahaan wajib menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) yang terintegrasi
dengan sistem manajemen perusahaan.
SANKSI ATAS PELANGGARAN UNDANG-UNDANG NO.13 THN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN :
Pelanggaran atas pasal 87
BAB XVI KETENTUAN PIDANA DAN SANKSI ADMINISTRATIF
Pasal 190 Ayat (2):
Sanksi administratif sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berupa : a. teguran; b. peringatan tertulis; c. pembatasan
kegiatan usaha; d. pembekuan kegiatan usaha; e. pembatalan persetujuan; f. pembatalan pendaftaran; g. penghentian
sementara sebagian atau seluruh alat produksi; h. pencabutan ijin.
SANKSI ATAS PELANGGARAN UNDANG-UNDANG NO.01 THN 1970:
Pasal 15
[2]
Peraturan perundangan tersebut pada ayat (1) dapat memberikan ancaman pidana atas pelanggaran peraturannya dengan
hukuman kurungan selamalamanya 3 (tiga) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah).
[3] Tindak pidana tersebut adalah pelanggaran.
ANCAMAN PIDANA ATAS PELANGGARAN
BAB XVI KETENTUAN PIDANA DAN SANKSI ADMINISTRATIF
- HUKUMAN KURUNGAN (dari 1 bln sampai 15 th)
- DENDA (dari Rp 100.000,- sampai Rp 500.000.000,-)
Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri dan Persyaratan lainnya
- PP No. 28 tahun 2000
Tentang Usaha dan Peran MasyarakatJasa Konstruksi jo. PP No. 04 Tahun 2010 dan PP No. 92 Tahun 2010
Pasal 10 ayat (1): Kriteria risiko pada pekerjaan konstruksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 terdiri dari:
a. Kriteria risiko kecil mencakup pekerjaan konstruksi yang pelaksanaannya tidak membahayakan keselamatan umum dan harta
benda;
b. Kriteria risiko sedang mencakup pekerjaan konstruksi yang pelaksanaannya dapat berisiko membahayakan keselamatan umum,
harta benda, dan jiwa manusia;
c. Kriteria risiko tinggi mencakup pekerjaan konstruksi yang pelaksanaannya berisiko sangat membahayakan keselamatan umum,
harta benda, jiwa manusia dan lingkungan.
- PP No. 29 tahun 2000
Tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi jo PP No. 59 Tahun 2010
- Pasal 15 : Kewajiban dan Hak Pengguna Jasa
» (memberikan penjelasan tentang resiko pekerjaan)
- Pasal 17 : Kewajiban dan Hak Penyedia Jasa
» (rencana dan anggaran K3)
- Pasal 23 : Kontrak Kerja Konstruksi
» (perlindungan pekerja)
- Pasal 30 : Standar Keteknikan, Ketenagakerjaan dan Tata Lingkungan
- PP No. 30 tahun 2000
Tentang Penyelenggaraan Pembinaan Jasa Konstruksi
-
Pasal 6 ayat (4) :Pengawasan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan guna tertib usaha, tertib penyelenggaraan,
tertib pemanfaatan Jasa Konstruksi mengenai: 3. ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja;
- Pasal 11 : Pembinaan Terhadap Masyarakat
- Peraturan Presiden No 54 tahun 2010 beserta perubahannya
Penjelasan Pasal 66 ayat (5) huruf (b) : Batas tertinggi penawaran tersebut termasuk biaya overhead yang meliputi antara
lain biaya keselamatan dan kesehatan kerja, keuntungan dan beban pajak
- SKB Menaker dan Men PU No. 174/MEN/1986 dan 104/KPTS/1986
TentangKeselamatan dan Kesehatan Kerja Pada Tempat Kegiatan Konstruksi
Bahwa pekerjaan konstruksi merupakan kompleksitas kerja yang melibatkan bahan
bangunan, peralatan, penerapan teknologi dan tenaga kerja, dapat merupakan sumber terjadinya kecelakaan kerja serta
pertimbangan bahwa tenaga kerja dibidang kegiatan konstruksi selaku sumber daya yang membutuhkan bagi kelanjutan
pembangunan, perlu memperoleh perlindungan keselamatan kerja, khususnya terhadap ancaman kecelakaan kerja;
- Permenaker No 05 tahun 1996
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2012 Tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan
Kerja
- untuk melaksanakan ketentuan Pasal 87 ayat (2) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003
- Diterbitkan tanggal 12 April 2012
- Permen PU No 07/PRT/M/2011
Tentang Standar Dan Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konstruksi
Dalam Peraturan Menteri ini disampaikan hal-hal yang berkaitan dengan K3, yaitu antara lain termuat dalam:
Dokumen Pemilihan;
Dokumen Penawaran;
Syarat-Syarat Umum Kontrak;
Syarat-Syarat Khusus Kontrak.
- Persyaratan lainnya
- Pedoman Konstruksi dan Bangunan Nomor 04/BM/2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Untuk Konstruksi Jalan dan Jembatan.
SNI
-
:
SNI 15-2049-2004 : Persyaratan Umum Tentang Bahan Semen Portland
SNI 07-2052-2002 : Persyaratan Umum Bahan Besi Beton
Dasar Hukum Lanjutan
- Permenaker No. 1/1980 Keselamatan & Kesehatan Kerja pada Konstruksi Bangunan.
-
Keputusan Bersama Menaker-MenPU No. 174/MEN/1986& 104/KPTS/1986 Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Kegiatan Konstruksi.