Komponen Utama HEC-RAS 1D
Komponen Utama HEC-RAS 1D
Disusun oleh :
DAFTAR ISI
1. PENDAHULUAN ............................................................................................................. 4
1.1 Simulasi Aliran .............................................................................................................. 4
1.2 Program Aplikasi HEC-RAS ............................................................................................. 7
1.3 Analisis Hidraulika ......................................................................................................... 7
1.4 Penyimpanan Data dan Manajemen Data ........................................................................ 9
1.5 Grafik dan Pelaporan ..................................................................................................... 9
5.5.2 Presentasi Hasil Hitungan Profil Muka Air di Sepanjang Alur ............................................. 35
5.5.3 Presentasi Hasil Hitungan Profil Variabel Aliran di Sepanjang Alur .................................... 36
5.5.4 Presentasi Hasil Hitungan Dalam Bentuk Tabel ............................................................... 37
1. PENDAHULUAN
Simulasi aliran di saluran terbuka (open channel) merupakan salah satu cara untuk
mempelajari pola aliran di sepanjang saluran tersebut. Simulasi dilakukan secara nyata
dengan mengalirkan air ke saluran yang umumnya dibuat dalam skala laboratorium
(model fisik) atau secara virtual dengan melakukan serangkaian hitungan hidraulik
yang umumnya diwadahi dalam suatu perangkat program aplikasi komputer (model
matematik). Melalui model fisik, sejumlah fenomena fisik aliran di saluran atau sungai
nyata (prototipe) ditirukan di saluran atau sungai yang dibuat dengan ukuran yang
lebih kecil (model). Interpretasi terhadap fenomena yang diamati atau diukur di model
akan memberikan petunjuk terhadap fenomena yang (seolah-olah) terjadi di prototipe.
Model matematik menirukan fenomena fisik aliran di saluran nyata (prototipe) melalui
serangkaian persamaan matematik yang menjabarkan hubungan antar variabel-
variabel aliran (variabel geometri, kinematik, dinamik). Apabila pada model fisik
dilakukan pengukuran atau pengamatan untuk mendapatkan parameter aliran, pada
model matematik parameter aliran diperoleh melalui hitungan atau penyelesaian
persamaan matematik.
Langkah-langkah simulasi aliran dengan memakai model fisis atau model matematis
pada prinsipnya terdiri dari lima langkah pokok, yaitu:
1. penyiapan tempat,
Gambar 2. Langkah Utama Simulasi Aliran dengan Model Fisik ataupun Model
Matematik
Peniruan aliran. Setelah bentuk fisik sungai atau saluran pada model selesai dibuat, ke
dalamnya dialirkan air dengan debit sesuai dengan besaran debit aliran sesungguhnya.
Pada model fisis, debit di model tentu saja dikecilkan sesuai dengan skala model.
Umumnya, air dialirkan dari batas hulu dan muka air (kedalaman aliran) diatur di batas
hilir model. Pada model matematis, seperti halnya geometri sungai, debit aliran sama
dengan debit aliran sesungguhnya di prototipe (skala debit adalah 1:1).
Pengukuran atau hitungan kecepatan dan kedalaman aliran . Kecepatan dan
kedalaman aliran merupakan dua parameter utama aliran yang ingin diketahui dan
dikaji. Pada model fisis, kecepatan dan kedalaman aliran diperoleh melalui pengukuran
di titik-titik ukur atau stasiun pengukuran. Pada model matematis, kedua besaran
tersebut diperoleh melalui hitungan di sejumlah titik yang ditetapkan, yang dikenal
sebagai titik hitung atau computational node.
Presentasi dan interpretasi hasil. Variabel aliran yang diukur atau dihitung ditampilkan
dalam bentuk grafik atau tabel. Grafik dan tabel umumnya sangat membantu dalam
interpretasi hasil simulasi.
HEC-RAS merupakan model satu dimensi aliran permanen maupun tak permanen
(steady and unsteady one-dimensional flow model). HEC-RAS versi terbaru saat ini,
Versi 4.1, beredar sejak Januari 2010. HEC-RAS memiliki empat komponen model satu
dimensi:
Satu elemen penting dalam HEC-RAS adalah keempat komponen tersebut memakai
data geometri yang sama, routine hitungan hidraulika yang sama, serta beberapa fitur
desain hidraulik yang dapat diakses setelah hitungan profil muka air berhasil dilakukan.
HEC-RAS merupakan program aplikasi yang mengintegrasikan fitur graphical user
interface, analisis hidraulik, manajemen dan penyimpanan data, grafik, serta
pelaporan.
Steady Flow Water Surface Component. Modul ini berfungsi untuk menghitung profil
muka air aliran permanen berubah beraturan (steady gradually varied flow). Program
mampu memodelkan jaringan sungai, sungai dendritik, maupun sungai tunggal.
Regime aliran yang dapat dimodelkan adalah aliran sub-kritik, super-kritik, maupun
campuran antara keduanya.
Langkah hitungan profil muka air yang dilakukan oleh modul aliran permanen HEC-
RAS didasarkan pada penyelesaian persamaan energi (satu-dimensi). Kehilangan
energi dianggap diakibatkan oleh gesekan ( Persamaan Manning) dan
kontraksi/ekspansi (koefisien dikalikan beda tinggi kecepatan). Persamaan momentum
dipakai manakala dijumpai aliran berubah cepat ( rapidly varied flow), misalnya
campuran aliran sub-kritik dan super-kritik (hydraulic jump), aliran melalui jembatan,
aliran di percabangan sungai (stream junctions).
banjir. Modul aliran permanen dapat pula dipakai untuk perkiraan perubahan muka air
akibat perbaikan alur atau pembangunan tanggul.
Fitur spesial modul aliran permanen HEC-RAS mencakup analisis plan ganda, hitungan
profil ganda, analisis bukaan gorong-gorong atau pintu ganda, optimasi pemisahan
aliran, serta desain dan analisis saluran stabil.
Unsteady Flow Simulation. Modul ini mampu menyimulasikan aliran tak permanen satu
dimensi pada sungai yang memiliki alur kompleks. Semula, modul aliran tak permanen
HEC-RAS hanya dapat diaplikasikan pada aliran sub-kritik, namun sejak
diluncurkannya versi 3.1, modul aliran tak permanen HEC-RAS dapat pula
menyimulasikan regime aliran campuran (sub-kritik, super-kritik, loncat air, dan draw-
downs).
Fitur spesial modul aliran tak permanen mencakup analisis dam-break, limpasan
melalui tanggul dan tanggul jebol, pompa, operasi dam navigasi, serta aliran tekan
dalam pipa.
Potensi transpor sedimen dihitung berdasarkan fraksi ukuran butir sedimen sehingga
memungkinkan simulasi armoring dan sorting. Fitur utama modul transpor sedimen
mencakup kemampuan untuk memodelkan suatu jaring (network) sungai, dredging,
berbagai alternatif tanggul, dan pemakaian berbagai persamaan (empiris) transpor
sedimen.
Water Quality Analysis. Modul ini dapat dipakai untuk melakukan analisis kualitas air
di sungai. HEC-RAS versi 4.0 dapat dipakai untuk melakukan analisis temperatur air
serta simulasi transpor beberapa konstituen kualitas air, seperti Algae, Dissolved
Oxygen, Carbonaceuos Biological Oxygen Demand, Dissolved Orthophospate,
Dissolved Organic Phosphorus, Dissolved Ammonium Nitrate, Dissolved Nitrite
Nitrogen, Dissolved Nitrate Nitrogen, and Dissoved Organic Nitrogen. Kemampuan
untuk menyimulasikan transpor berbagai konstituen kualitas air lainnya akan
@ilmuproyek @ilmu_proyek ilmu proyek 8
HEC-RAS Basic
Penyimpanan data dilakukan ke dalam “flat” files (format ASCII dan biner), serta file
HEC-DSS. Data masukan dari pemakai HEC-RAS disimpan ke dalam file-file yang
dikelompokkan menjadi: project, plan, geometry, steady flow, unsteady flow , dan
sediment data. Hasil keluaran model disimpan ke dalam binary file. Data dapat
ditransfer dari HEC-RAS ke program aplikasi lain melalui HEC-DSS file.
Manajemen data dilakukan melalui user interface. Pemakai diminta untuk menuliskan
satu nama file untuk project yang sedang dia buat. HEC-RAS akan menciptakan
beberapa file secara automatis (file-file: plan, geometry, steady flow, unsteady flow,
output, etc.) dan menamainya sesuai dengan nama file project yang dituliskan oleh
pemakai. Penggantian nama file, pemindahan lokasi penyimpanan file, penghapusan
file dilakukan oleh pemakai melalui fasilitas interface; operasi tersebut dilakukan
berdasarkan project-by-project. Penggantian nama, pemindahan lokasi penyimpanan,
ataupun penghapusan file yang dilakukan dari luar HEC-RAS (dilakukan langsung pada
folder), biasanya akan menyebabkan kesulitan pada saat pemakaian HEC-RAS karena
pengubahan yang dilakukan dari luar HEC-RAS tersebut kemungkinan besar tidak
dikenali oleh HEC-RAS. Oleh karena itu, operasi atau modifikasi file-file harus dilakukan
melalui perintah dari dalam HEC-RAS.
Fasilitas grafik yang disediakan oleh HEC-RAS mencakup grafik X-Y alur sungai,
tampang lintang, rating curves, hidrograf, dan grafik-grafik lain yang merupakan plot
X-Y berbagai variabel hidraulik. HEC-RAS menyediakan pula fitur plot 3D beberapa
tampang lintang sekaligus. Hasil keluaran model dapat pula ditampilkan dalam bentuk
tabel. Pemakai dapat memilih antara memakai tabel yang telah disediakan oleh HEC-
RAS atau membuat/mengedit tabel sesuai kebutuhan. Grafik dan tabel dapat
ditampilkan di layar, dicetak, atau dicopy ke clipboard untuk dimasukkan ke dalam
program aplikasi lain (word processor, spreadsheet).
Fasilitas pelaporan pada HEC-RAS dapat berupa pencetakan data masukan dan
keluaran hasil pada printer atau plotter.
2. ORGANISASI FILE
Simulasi aliran memakai HEC-RAS memerlukan sejumlah file, terdiri dari file data, file
run, serta file output. File-file dalam HEC-RAS yang mencerminkan suatu model aliran
di sungai dirangkum dalam suatu Project. Sebuah project merupakan kompilasi satu
set file data yang merepresentasikan model sungai yang sedang dikaji. Biasanya,
project diberi nama sesuai dengan nama sungai yang dimodelkan, misal Juana, Code,
Serang, Citanduy, dsb. Dengan project ini, pemakai HEC-RAS mengaplikasikan seluruh
atau sebagian kemampuan HEC-RAS untuk melakukan analisis hidraulika. File data
yang diperlukan untuk menyusun suatu model aliran adalah data plan, data geometri,
data aliran, data desain hidraulika, dan data sedimen. Data plan, data geometri, dan
@ilmuproyek @ilmu_proyek ilmu proyek 9
HEC-RAS Basic
data aliran adalah tiga data yang harus ada. Data plan menyimpan informasi untuk
mengendalikan simulasi aliran (run data) seperti data geometri, data aliran,
computational time step, dan simulation time. Data geometri menyimpan informasi
geometri sungai, yaitu alur, tampang lintang, dan tampang memanjang sungai. Data
aliran menyimpan informasi debit dan syarat batas; data aliran dapat berupa data
aliran permanen (untuk melakukan simulasi aliran permanen) atau tak permanen
(untuk melakukan simulasi aliran tak permanen).
Data desain hidraulika diperlukan apabila pemakai melakukan suatu desain hidraulika
yang dicobakan untuk disimulasikan. Data sedimen diperlukan untuk melakukan
simulasi transpor sedimen.
Setiap model dalam HEC-RAS dibuat dengan menciptakan file project. Pengguna HEC-
RAS menuliskan nama file dan judul project. HEC-RAS memakai nama file tersebut
untuk menamai semua file data, kecuali tiga karakter ekstensi nama file. Sebuah
project terdiri dari:
2. sebuah file untuk setiap Plan, maximum 99 file plan (.p01 s.d. .p99),
5. sebuah file untuk setiap set data Geometry (.g01 s.d. .g99),
6. .sebuah file untuk setiap set data Steady Flow (.f01 s.d. .f99),
7. sebuah file untuk setiap set data Unsteady Flow (.u01 s.d. .u99),
8. sebuah file untuk setiap set data Quasy-Unsteady Flow (.q01 s.d. .q99),
9. sebuah file untuk setiap set data Sediment (.s01 s.d. .s99),
10. sebuah file untuk setiap set data Hydraulic Design (.h01 s.d. .h99),
11. sebuah file untuk setiap set data Sediment Transport Capacity (.SedCap01 s.d.
.SedCap99),
12. sebuah file untuk setiap set data SIAM Input (.[Link] s.d.
.[Link]),
13. sebuah file untuk setiap set data SIAM Output (.[Link] s.d.
.[Link]),
14. sebuah file untuk setiap set data Water Quality (.w01 s.d. .w99),
16. sebuah file text untuk setiap plan yang di-run (.comp_msgs.txt).
File project mengandung: judul project, sistem satuan (SI atau Imperial), daftar semua
file dalam project, daftar variabel default yang ditetapkan melalui inferface. File Project
mengandung pula nama Plan yang aktif pada pemakaian Project sebelumnya.
Informasi ini diperbarui (di-update) setiap kali Project disimpan ke dalam disk.
Bagian ini memaparkan berbagai file yang dapat menyusun sebuah project. File-file
tersebut mungkin dibuat oleh pemakai HEC-RAS atau dibuat secara automatis oleh
HEC-RAS. Pemakai HEC-RAS berinteraksi dengan file-file tersebut melalui user
interface; pembuatan dan pengeditan file-file tersebut dilakukan dari HEC-RAS.
File plan memiliki ekstensi .p01 sampai dengan .p99. Huruf “p” atau “P” menunjukkan
file plan, sedang angka “01” sampai dengan “99” menunjukkan nomor plan. Nomor
plan diberikan sesuai dengan urutan file plan diciptakan. File plan berisi informasi:
deskripsi plan, nama singkat identifikasi plan, daftar file data yang berkaitan dengan
plan (file data geometri, file data aliran permanen atau tak permanen), serta
parameter simulasi (durasi, time step, regim aliran). File plan diciptakan secara
automatis oleh interface setiap kali pemakai memilih New Plan atau Save Plan As
dari menu simulasi.
File run memiliki ekstensi .r01 sampai dengan .r99. Huruf “r” atau “R” menunjukkan
file run, sedang angka “01” sampai dengan “99” berhubungan dengan nomor plan.
Ekstensi .r01 menunjukkan bahwa file run tersebut berhubungan dengan file plan
.p01. File run berisi informasi yang diperlukan untuk melakukan hitungan sesuai
dengan file data dan parameter simulasi yang ada di file plan. Sebagai contoh, pada
analisis aliran permanen, file run berisi file data geometri, file data aliran permanen,
dan parameter simulasi yang ditetapkan di file plan. File run diciptakan secara
automatis oleh interface pada saat pemakai mengaktifkan menu Compute pada menu
simulasi.
File output memiliki ekstensi .o01 sampai dengan .o99. Huruf “o” atau “O”
menunjukkan file output, sedang angka “01” sampai dengan “99” berhubungan
dengan nomor plan. Huruf .o01 menunjukkan bahwa file tersebut berhubungan
dengan file plan .p01. File output berisi semua hasil hitungan yang diminta. Sebagai
contoh pada analisis aliran tak permanen, file output berisi hasil hitungan modul aliran
tak permanen. Hasil hitungan pada file output dituliskan dengan format biner dan
hanya dapat dibaca melalui user interface.
File geometri memiliki ekstensi .g01 sampai dengan .g99. Huruf “g” atau “G”
menunjukkan file geometri, sedang angka “01” sampai dengan “99” menunjukkan
urutan pada saat file tersebut diciptakan/disimpan ke dalam disk. File geometri berisi
informasi mengenai geometri sungai yang dimodelkan: tampang lintang, struktur
hidraulik (jembatan, gorong-gorong, bendung, dsb.), koefisien kekasaran, koefisien
kontraksi/ekspansi, dan informasi mengenai cara pemodelan bagian-bagaian tertentu
seperti metode hitungan di struktur hidraulik. File geometri diciptakan secara
automatis oleh user interface pada saat pemakai memilih New Geometry Data atau
Save Geometry Data As pada menu geometri. Data pada file geometri dituliskan
dalam format ASCII.
File data aliran permanen (steady flow data file) memiliki ekstensi .f01 sampai dengan
.f99. Huruf “f” atau “F” menunjukkan file data aliran permanen, sedang angka “01”
sampai dengan “99” menunjukkan urutan pada saat file tersebut diciptakan/disimpan
ke dalam disk. File data aliran permanen berisi informasi: jumlah tampang lintang
tempat dilakukannya hitungan, data aliran (permanen), dan syarat batas untuk setiap
ruas sungai. File data aliran permanen diciptakan secara automatis oleh user interface
pada saat pemakai memilih New Flow Data atau Save Flow Data As pada menu
data aliran permanen. Data pada file data aliran permanen dituliskan dalam format
ASCII.
File data aliran tak permanen (unsteady flow data file) memiliki ekstensi .u01 sampai
dengan .u99. Huruf “u” atau “U” menunjukkan file data aliran tak permanen, sedang
angka “01” sampai dengan “99” menunjukkan urutan pada saat file tersebut
diciptakan/disimpan ke dalam disk. File data aliran tak permanen berisi informasi:
hidrograf debit aliran di batas hulu, syarat awal aliran, dan syarat batas hilir. File data
aliran tak permanen diciptakan secara automatis oleh user interface pada saat pemakai
memilih New Flow Data atau Save Flow Data As pada menu data aliran tak
permanen. Data pada file data aliran permanen dituliskan dalam format ASCII.
File data aliran tak permanen semu (quasi-unsteady flow data file) memiliki ekstensi
.q01 sampai dengan .q99. Huruf “q” atau “Q” menunjukkan file data aliran tak
permanen sumu, sedang angka “01” sampai dengan “99” menunjukkan urutan pada
saat file tersebut diciptakan/disimpan ke dalam disk. File data aliran tak permanen
semu berisi informasi: hidrograf debit aliran di batas hulu, syarat awal aliran, dan
syarat batas hilir. File data aliran tak permanen semu diciptakan secara automatis oleh
user interface pada saat pemakai memilih New Flow Data atau Save Flow Data As
pada menu data aliran tak permanen semu (Quasi-Unsteady Flow Data Window). Data
pada file data aliran permanen dituliskan dalam format ASCII.
File data sedimen memiliki ekstensi .s01 sampai dengan .s99. Huruf “s” atau “S”
menunjukkan file data sedimen, sedang angka “01” sampai dengan “99” menunjukkan
urutan pada saat file tersebut diciptakan/disimpan ke dalam disk. File data sedimen
berisi informasi: data aliran, syarat batas di setiap ruas saluran/sungai, dan data
sedimen. File data sedimen diciptakan secara automatis oleh user interface pada saat
pemakai memilih New Sediment Data atau Save Sediment Data As pada menu
data sedimen. Data pada file data sedimen dituliskan dalam format ASCII.
File data sedimen memiliki ekstensi .w01 sampai dengan .w99. Huruf “w” atau “W”
menunjukkan file data kualitas air, sedang angka “01” sampai dengan “99”
menunjukkan urutan pada saat file tersebut diciptakan/disimpan ke dalam disk. File
data kualitas air berisi informasi: data syarat batas temperature di setiap ruas
saluran/sungai, syarat awal, parameter adveksi-dispersi, dan data meteorologi. File
data kualitas air diciptakan secara automatis oleh user interface pada saat pemakai
memilih New Qater Quality Data atau Save Water Quality Data As pada menu
data kualitas air. Data pada file data sedimen dituliskan dalam format ASCII.
File data desain hidraulika memiliki ekstensi .h01 sampai dengan .h99. Huruf “h” atau
“H” menunjukkan file data desain hidraulika, sedang angka “01” sampai dengan “99”
menunjukkan urutan pada saat file tersebut diciptakan/disimpan ke dalam disk. File
data aliran permanen berisi informasi: jumlah tampang lintang tempat dilakukannya
hitungan, data aliran (permanen), dan syarat batas untuk setiap ruas sungai. File data
aliran permanen diciptakan secara automatis oleh user interface pada saat pemakai
memilih New Flow Data atau Save Flow Data As pada menu data aliran permanen.
Data pada file data aliran permanen dituliskan dalam format ASCII.
Saat pertama kali mengaktifkan program HEC-RAS, layar utama (Gambar 3) akan
muncul. Pada bagian atas, di bawah judul identitas program, terdapat papan menu
(menu bar) yang mencantumkan menu utama HEC-RAS: File, Edit, Run, View, Option,
dan Help.
Seperti halnya program-program aplikasi umumnya, menu utama pada papan menu
HEC-RAS memiliki beberapa opsi (sub-menu) didalamnya, yang akan muncul apabila
pemakai mengaktifkan (dengan meng-klik menu atau menekan tombol Alt + huruf
pertama menu) menu tersebut. Susunan dan arti setiap opsi yang ada di dalam
masing-masing menu utama tersebut pun mirip dengan opsi-opsi program aplikasi
pada umumnya. Misalnya, di dalam menu File terdapat opsi New Project untuk
membuat project baru, Save Project untuk menyimpan project, atau Exit untuk menon-
aktifkan HEC-RAS. Opsi-opsi tersebut umumnya self-explanatory; pemakai dengan
mudah dapat mengetahui atau setidaknya menduga fungsi setiap opsi.
@ilmuproyek @ilmu_proyek ilmu proyek 13
HEC-RAS Basic
Menu di bagian paling kanan papan menu adalah Help. Sedikit berbeda dengan menu
Help yang umum dijumpai pada suatu program aplikasi, opsi bantuan yang ada di
dalam menu Help dikelompokkan menjadi beberapa opsi bantuan. Tiga opsi yang
pertama, masing-masing akan mengakses Users Manual, Hydraulic Reference,
Applications Guide. Ketiganya merupakan file dalam format pdf. Pemakai sangat
disarankan untuk membaca dan selalu mengacu ke ketiga file ini apabila
membutuhkan bantuan dalam pemakaian HEC-RAS ataupun bantuan dalam
pemahaman HEC-RAS. Salah satu opsi yang lain dalam menu Help adalah opsi Install
Example Projects. Opsi ini akan menginstall sejumlah contoh aplikasi HEC-RAS.
Contoh-contoh yang disediakan sangat membantu pemakai dalam mempelajari
pemakaian HEC-RAS. Petunjuk yang diberikan dalam Application Guide mengacu pada
contoh-contoh yang disediakan pada Example Projects ini.
Menu Options disediakan untuk pengaturan HEC-RAS agar sesuai dengan kebutuhan
pemakai, misal parameter model, satuan, ataupun direktori penyimpanan file. Hal ini
akan dipaparkan pada sub-bab Pengaturan Awal Program.
Baris di bawan papan menu adalah toolbar atau button bar (papan tombol). Papan
tombol ini menyediakan cara akses cepat ke opsi-opsi di dalam papan menu yang
paling sering digunakan oleh pemakai. Pemakai dapat membaca penjelasan fungsi
setiap tombol (yang disimbolkan dengan ikon) dengan meletakkan kursor pada
tombol. Penjelasan fungsi sebagian tombol self- explanatory, misalnya pada dua
tombol pertama yaitu Open an existing project dan Save an existing project.
Penjelasan fungsi sebagian besar tombol membutuhkan pemahaman terhadap
pemakaian HEC-RAS.
2. memasukkan data geometri sungai, data aliran, dan syarat batas aliran,
Default Project Folder. Opsi ini dipakai untuk mengatur folder default yang dipakai
untuk menyimpan file project. Pilih menu Options | Program Setup | Default
Project Folder …. Folder penyimpanan file Project dapat ditentukan, misal folder
C:\Users\User\Documents\HEC Data seperti tampak pada Gambar 5. Setelah
pengaturan tersebut, maka jika pemakai akan membuka suatu file Project dengan
mengklik menu File | Open Project dan mengklik papan menu Default Project
Folder yang ada di kanan atas window, maka pemakai akan dibawa langsung ke
folder C:\Users\User\Documents\HEC Data.
Unit System. Sistem satuan yang dipakai dalam HEC-RAS dapat mengikuti sistem
Amerika (US Customary) atau sistem internasional (SI). Default satuan adalah US
Customary. Untuk mengubahnya, klik pada menu Options | Unit System (US
Customary/SI) … | System International (Metric System). Agar sistem satuan
SI menjadi sistem satuan default setiap kali membuat project baru, klik Set as default
for new projects (lihat Gambar 5), yaitu baris ketiga di bawah System
International (Metric System). Pengubahan sistem satuan yang telah ditetapkan
pada suatu project, dari US Customary ke SI atau sebaliknya, selalu dapat dilakukan
dengan memakai menu Options | Convert Project Units.
Contoh berikut ini menunjukkan hitungan profil muka air aliran permanen ( steady flow)
di suatu saluran lurus bertampang trapesium (lihat Gambar 8). Panjang saluran 1000
m, kemiringan dasar saluran 0.001, lebar dasar saluran 2 m, kedalaman saluran 2
m, kemiringan talud kanan dan kiri masing-masing 1:1. Kekasaran dasar saluran
dinyatakan dengan koefisien Manning n = 0.02.
Saluran tersebut mengalirkan air dengan debit Q = 4 m3/s dan 6 m3/s. Muka air di
hilir berada 1 m di atas dasar saluran. Nama saluran adalah Saluran Sederhana, nama
ruas adalah Grafika.
3. peniruan hidraulika saluran dengan memasukkan data aliran dan syarat batas,
2. Klik tombol Default Project Folder di kanan atas, klik tombol Create Folder …
di sisi bawah layar, dan tuliskan nama folder “Saluran Sederhana”.
3. Tuliskan judul project “Saluran lurus tampang trapesium” pada tempat yang telah
disediakan di bawah Title. Perhatikan nama file project yang dituliskan secara
4. Gantilah nama file project menjadi “[Link]” di tempat yang telah disediakan
(Gambar 9). Ingat, nama file project harus memiliki ekstensi .prj. Klik tombol OK.
Layar konfirmasi (Gambar 10) akan muncul.
Parameter geometri saluran yang dibutuhkan oleh HEC-RAS adalah alur, tampang
panjang dan lintang, kekasaran dasar (koefisien Manning), serta kehilangan energi di
tempat perubahan tampang saluran (koefisien ekspansi dan kontraksi). HEC-RAS juga
membutuhkan geometri struktur hidraulik yang ada di sepanjang saluran, misal
jembatan, pintu air, bendung, peluap, dan sejenisnya. Pada contoh kasus sederhana
ini, tidak ada satu pun struktur hidraulik di sepanjang saluran.
1. Aktifkan layar editor data geometri (Gambar 11) dengan memilih menu Edit |
Geometric Data … atau mengklik tombol Edit/Enter geometric data (ikon ke-
3 dari kiri pada papan tombol atas).
2. Klik tombol River Reach (ikon kiri-atas) dan buat skema saluran dengan cara
meng-klik- kan titik-titik sepanjang alur saluran pada layar editor data geometri.
Karena alur saluran adalah lurus, maka skema alur dapat dibuat cukup dengan dua
titik ujung saluran. Alur saluran harus dibuat dari hulu ke hilir, tidak boleh
dibalik. Klikkan kursor di sisi tengah atas layar editor geometri data untuk
menandai ujung hulu saluran, kemudian klik dua kali di sisi tengah bawah editor
untuk menandai ujung hilir saluran sekaligus mengakhiri pembuatan skema alur.
3. Pada layar yang muncul (Gambar 12), isikan “Sederhana” sebagai nama River dan
“Grafika” sebagai nama Reach. Klik tombol OK.
4. Setelah langkah di atas, pada layar editor data geometri tampak sebuah denah alur
saluran (“Sederhana”) yang memiliki satu ruas (“Grafika”), seperti tampak pada
(Gambar 13). Anak panah menunjukkan arah aliran dari hulu ke hilir. Biasanya,
skema alur dibuat dengan bantuan peta situasai alur sungai sebagai latar belakang
(background) pada layar editor data geometri. Sisipkan peta situasi alur saluran
dengan mengklik tombol Add/Edit background pictures for the schematic.
Cara ini tidak dibahas pada contoh sederhana di sini.
Gambar 12. Layar Pengisian Nama Saluran (Sungai) dan Ruas Saluran pada Layar Editor Data
Geometri
Langkah selanjutnya dalam peniruan geometri saluran adalah penulisan data tampang
lintang.
1. Aktifkan layar editor tampang lintang dengan mengklik tombol Cross Section
(ikon ke-2 dari atas pada papan tombol kiri).
2. Tuliskan data tampang lintang (cross section), urut dari tampang di ujung hilir
sampai ke ujung hulu. Untuk menuliskan data tampang lintang, pilih menu
Options | Add a new Cross Section …, tuliskan nomor tampang lintang “0”.
Setiap tampang lintang diidentifikasikan sebagai River Sta yang diberi nomor
urut, dimulai dari hilir dan bertambah besar ke arah hulu. Urutan nomor ini
tidak boleh dibalik, tetapi urutan penulisan tampang lintang boleh sembarang,
tidak harus urut dari hilir ke hulu. Pengguna boleh membuat tampang lintang urut
dari hulu ke hilir atau tidak urut (sembarang, acak), sepanjang nomor tampang
lintang urut, nomor kecil ke nomor besar dari hilir ke hulu.
3. Pada isian Description, isikan keterangan mengenai tampang lintang (River Sta),
yaitu “Batas hilir ruas Grafika Sta 0 m”. Setelah langkah ini, layar editor
tampang lintang akan tampak seperti Gambar 15.
Gambar 15. Layar Editor Tampang Lintang setelah Langkah Pemberian Nama
Dan Deskripsi Tampang Lintang River Sta 0
4. Tuliskan koordinat titik-titik tampang lintang, urut dari titik paling kiri ke kanan;
Station adalah jarak titik diukur dari kiri dan Elevation adalah elevasi titik. Untuk
River Sta “0”, data koordinat (Station,Elevation) adalah sebagai berikut: (0,2),
(2,0), (4,0), (6,2). Satuan panjang pada data geometri tampang lintang saluran
adalah meter (karena project ini memakai sistem satuan SI).
5. Data selanjutnya adalah jarak tampang “0” ke tampang tetangga di sisi hilir
(Downstream Reach Lengths), yaitu jarak antar bantaran kiri (left overbank,
LOB), jarak antar alur utama (main channel, Channel), dan jarak antar bantaran
kanan (right overbank, ROB). Karena tampang “0” merupakan tampang paling
hilir, maka isian ini dapat dibiarkan kosong atau diisi dengan angka nol.
6. Nilai koefisien kekasaran dasar, Manning’s n Values, adalah 0.02 untuk semua
bagian tampang: LOB, Channel, dan ROB karena tampang lintang saluran
merupakan tampang tunggal, bukan tampang majemuk.
7. Isian selanjutnya, Main Channel Bank Stations, adalah titik batas antara LOB
dan Channel serta antara Channel dan ROB; karena tampang merupakan
tampang tunggal, maka seluruh tampang merupakan main channel, sehingga
untuk isian ini diberi titik paling kiri, “0”, untuk Left Bank dan titik paling kanan,
“6”, untuk Right Bank.
8. Data Cont\Exp Coefficients dibiarkan sesuai dengan nilai default yang ada di
dalam HEC- RAS, yaitu 0.1 untuk Contraction dan 0.3 untuk Expansion.
10. Klik tombol Apply Data untuk menyimpan data ke dalam HEC-RAS. Di sisi kanan
layar akan ditampilkan gambar tampang lintang seperti ditampilkan pada Gambar
13.
11. Karena seluruh ruas Grafika memiliki tampang yang sama, maka ruas
tersebut cukup diwakili oleh data dua tampang di kedua ujung ruas. Untuk
menuliskan data tampang yang kedua di ujung hulu ruas Grafika, pilih Options |
Copy Current Cross Section … dan isikan “1000” sebagai
identifikasi/nomenklatur River Sta.
12. Pada isian Description, isikan keterangan mengenai tampang lintang (River Sta),
yaitu “Batas hulu ruas Grafika Sta 1000 m”.
13. Koordinat (Station,Elevation) titik-titik tampang lintang pada River Sta ini
adalah sebagai berikut: (0,3), (2,1), (4,1), (6,3). Ingat, kemiringan dasar
saluran adalah 0.001 sehingga elevasi tampang lintang di River Sta “1000” ini
adalah 1 m di atas elevasi tampang lintang di River Sta “0”.
14. Isikan jarak tampang River Sta “1000” ke tampang di sebelah hilirnya
(Downstream Reach Lengths) dengan angka “1000” (satuan panjang adalah
meter), baik untuk LOB, Channel, maupun ROB.
15. Isian Manning’s n Values, Main Channel Bank Stations, serta Cont\Exp
Coefficients tidak perlu diubah.
16. Klik tombol Apply Data. Tampilan gambar tampang akan berubah dan tidak
semua tampang tampak pada gambar. Pilih menu Plot Options | Full Plot untuk
menampilkan seluruh bentuk tampang. Layar editor tampang lintang di River
Sta 1000 tampak seperti Gambar 19.
17. Pilih menu Exit | Exit Cross Section Editor untuk kembali ke layar editor data
geometri. Pada gambar alur saluran, sekarang tampak tambahan informasi
keberadaan dua River Sta, yaitu “0” di ujung hilir dan “1000” di ujung hulu.
18. Mungkin salah satu tampang lintang tidak tampak pada gambar. Untuk
menampakkan seluruh tampang lintang, perbesar layar dengan memilih menu
View | Set Schematic Plot Extent …. Isikan nilai “1.2” dan “-0.2” berturut-
turut pada Top Extent dan Bottom Extent. Klik OK (Gambar 20).
Gambar 20. Layar Pengaturan Schematic Plot Extent pada Editor Data Geometri
19. Apabila layar terlalu besar, aturlah ukuran layar sehingga River Sta 0 dan River
Sta 1000 masing-masing berada di tepi atas dan bawah, pilih menu View |
Zoom In, tarik (drag) kursor mengelilingi alur sungai. Setelah ukuran layar
sesuai dengan yang diinginkan, pilih menu View | Set Schematic Plot Extent
… dan klik Set to Current View. Layar editor data geometri akan tampak seperti
Gambar 21.
Gambar 21. Layar Editor Data Geometri yang Menampakkan Seluruh Ruas
Saluran dan Semua Tampang Lintang
Seluruh ruas saluran (ruas Grafika, S. Sederhana), dari sisi geometri cukup diwakili
oleh dua data tampang lintang di kedua ujung ruas. Namun, untuk kebutuhan
ketelitian hitungan profil muka air, dua tampang tersebut tidak mencukupi. Untuk
memperoleh ketelitian hasil hitungan yang baik diperlukan tambahan sejumlah
tampang lintang yang memiliki selang jarak antar tampang cukup dekat. Data tampang
lintang tambahan ini dapat diperoleh dengan melakukan interpolasi antara kedua
tampang lintang di ujung-ujung ruas Grafika. Di bawah ini dipaparkan langkah-
1. Pada layar editor data geometri pilih menu Tools | XS Interpolation | Within
a Reach ….
2. Pada isian Maximum Distance between XS’s, isikan angka “20”, yang berarti
jarak maximum antar tampang lintang adalah 20 m, seperti tampak pada
Gambar 22.
5. Pada gambar alur saluran, tampak sejumlah . Nomor River Sta baru tersebut
bertanda bintang (*) yang menandai bahwa River Sta tersebut adalah hasil
interpolasi. Tiga River Sta memiliki format nomor yang tidak konsisten dengan
format nomor-nomor River Sta yang lain, yaitu “19.9999*”, “40.0000*”, dan
“79.9999*”. Ini dapat diedit dengan mengaktifkan layar editor tampang lintang.
c. Ubah “19.9999*” menjadi “20.*”. Jangan lupa untuk membiarkan simbol “*”
di akhir nomor agar River Sta ini tetap sebagai River Sta hasil interpolasi.
Apabila simbol “*” dihilangkan, maka River Sta ini akan berubah menjadi
seolah-olah tampang lintang yang diperoleh dari input data. Klik tombol OK.
d. Lakukan langkah yang sama untuk mengubah River Sta “40.0000*” menjadi
“40.*” dan River Sta “79.9999*” menjadi “80.*”.
e. Kembali ke layar editor data geometri dengan memilih menu Exit | Exit Cross
Section Editor. Layar editor data geometri akan tampak seperti Gambar 23.
Gambar 23. Layar Editor Data Geometri yang Menampakkan Seluruh Tampang
Lintang
Data geometri saluran disimpan ke dalam disk dengan memilih menu File | Save
Geometry Data. Isikan pada Title “Tampang saluran asli” sebagai judul data
geometri tersebut. Pastikan bahwa pilihan folder tetap sesuai dengan folder file
Project, yaitu C:\Users\User\Documents\HEC Data\Saluran Sederhana, kemudian klik
tombol OK. Pemakai dapat menutup layar editor data geometri dengan memilih menu
File | Exit Geometry Data Editor. Pada layar komputer akan tampak layar utama HEC-
RAS seperti tampak pada Gambar 19. File data geometri dinamai “Sederhana.g01”
secara automatis oleh HEC-RAS.
Gambar 25. Layar Utama HEC-RAS setelah Data Geometri Saluran Selesai Dituliskan
Data aliran yang diperlukan dalam hitungan aliran permanen ( steady flow) kasus
sederhana ini adalah debit di batas hulu serta elevasi muka air di batas hilir. Langkah-
langkah pemasukan data aliran dan syarat batas dipaparkan di bawah ini.
1. Aktifkan layar editor data aliran permanen dengan memilih menu Edit | Steady
Flow Data… atau mengklik tombol Edit/Enter steady flow data (ikon ke-4
dari kiri pada papan tombol).
2. Pada Enter/Edit Number of Profiles isikan angka “2” mengingat ada dua profil
muka air yang akan dihitung (dari dua besaran debit). Tekan Enter. Perhatikan
di bagian Profile Names and Flow Rates akan muncul PF2 di samping PF1.
3. Isikan besaran debit di batas hulu (RS 1000) “4” pada PF1 dan “6” pada PF2
(Gambar 27). Satuan debit adalah m3/s.
Gambar 27. Layar Editor Data Aliran Permanen untuk Pengaturan Syarat Batas
Hulu
m) untuk setiap besaran debit (Gambar 28 kanan). Klik tombol OK. Perhatikan
pada isian Downstream telah muncul “Known WS” (Gambar 28 kiri). Klik
tombol OK untuk kembali ke layar editor data aliran permanen.
Gambar 28. Layar Editor Data Aliran Permanen untuk Pengaturan Syarat Batas
Hilir
5. Klik tombol Apply Data dan simpan data aliran permanen ke dalam disk dengan
memilih menu File | Save Flow Data.
6. Isikan pada Title “Debit aliran 4 dan 6 m3/s” sebagai judul data aliran
permanen. Pastikan bahwa pilihan folder tetap sesuai dengan folder file Project,
yaitu C:\Users\User\Documents\HEC Data\Saluran Sederhana, kemudian
klik tombol OK.
7. Pemakai dapat menutup layar editor data aliran permanen dengan memilih menu
File | Exit Flow Data Editor. Pada layar komputer akan tampak layar utama
HEC-RAS seperti tampak pada Gambar 29. File data aliran permanen dinamai
“Sederhana.f01” secara automatis oleh HEC-RAS.
Gambar 29. Layar Utama HEC-RAS setelah Data Aliran Permanen Selesai
Dituliskan
Hitungan hidraulika lebih dikenal dengan istilah me-run program HEC-RAS, walaupun
istilah tersebut tidak tepat. Pemakai me-run program sejak saat pengaktifan HEC-RAS.
Langkah-langkah hitungan hidraulika dipaparkan di bawah ini.
1. Aktifkan layar hitungan aliran permanen dengan memilih menu Run | Steady
@ilmuproyek @ilmu_proyek ilmu proyek 31
HEC-RAS Basic
2. Buat file Plan baru dengan memilih menu File | New Plan dan isikan pada Title
“Hitungan profil aliran permanen” sebagai judul plan. Pastikan bahwa pilihan
folder tetap sesuai dengan folder file Project, yaitu
C:\Users\User\Documents\HEC Data\Saluran Sederhana, kemudian klik
tombol OK. File data aliran permanen dinamai “Sederhana.p01” secara
automatis oleh HEC-RAS.
3. Isikan “S01” pada layar yang muncul, yang meminta short plan identifier.
4. Biarkan pilihan yang lain apa adanya, yaitu “Tampang saluran asli” untuk
Geometry File, “Debit aliran 4 dan 6 m3/s” untuk Steady Flow File, dan
Subcritical untuk Flow Regime.
5. Tampilan layar hitungan aliran permanen setelah langkah ini ditunjukkan pada
Gambar 31.
Gambar 32. Layar Hitungan Hidraulika Setelah Hitungan Profil PF1 dan PF2
Selesai
7. Tutup layar hitungan dengan mengklik tombol Close; tutup pula layar Steady
Flow Analysis dengan memilih menu File | Exit atau mengklik tombol X di
pojok kanan atas layar. Pada layar komputer tampak layar utama HEC-RAS setelah
hitungan profil aliran permanen selesai, seperti tampak pada Gambar 33.
Gambar 33. Layar Utama HEC-RAS setelah Hitungan Profil Aliran Permanen
Selesai
HEC-RAS menampilkan hasil hitungan dalam bentuk grafik atau tabel. Presentasi
dalam bentuk grafik dipakai untuk menampilkan tampang lintang di suatu River
Reach, tampang panjang (profil muka air sepanjang alur), kurva ukur debit, gambar
perspektif alur, atau hidrograf (untuk hitungan aliran tak permanen). Presentasi dalam
bentuk tabel dipakai untuk menampilkan hasil rinci berupa angka (nilai) variabel di
lokasi/titik tertentu, atau laporan ringkas proses hitungan seperti kesalahan dan
peringatan.
1. Pilih menu View | Cross-Sections … atau klik tombol View cross sections
(ikon ke-14 dari kiri pada papan tombol) untuk menampilkan grafik tampang
lintang seperti tampak pada Gambar 34.
Gambar 35. Profil Muka Air Hasil Hitungan di Salah Satu Tampang Lintang
2. Pada layar Cross Section, pilih River Sta. yang akan ditampilkan dengan
mengklik tombol anak panah ke bawah untuk berpindah ke river station hilir
dan mengklik tombol anak panah ke atas untuk berpindah ke river station
hulu.
3. Pemakai dapat memilih untuk tidak menampilkan tampang lintang hasil interpolasi.
Ini dilakukan dengan mematikan View Interpolated XS’s pada menu Option.
5. Grafik hasil hitungan dapat direkam ke dalam clipboard untuk disisipkan ke dalam
program aplikasi prosesor dokumen, misal MSWord. Pilih menu File | Copy Plot
to Clipboard. Grafik disisipkan ke dalam dokumen MSWord melalui perintah
Edit | Paste.
1. Pilih menu View | Water Surface Profiles … atau klik tombol View cross
sections (ikon ke- 14 dari kiri pada papan tombol) untuk menampilkan grafik
profil muka air di sepanjang alur (tampang panjang) seperti tampak pada Gambar
36.
2. Pemakai dapat memilih profil yang ditampilkan, PF1 atau PF2 atau keduanya,
dengan mengklik tombol Profiles … dan mengaktifkan profile yang ingin
ditampilkan.
3. Kontrol terhadap tampilan grafik profil muka air dapat diatur melalui menu
Options. Pemakai disarankan mencoba mengubah-ubah tampilan grafik dengan
mengubah parameter tampilan sesuai pilihan yang ada pada menu Options
tersebut..
1. Pilih menu View | General Profile Plot … atau mengklik tombol View General
Profile Plot (ikon ke-15 dari kiri pada papan tombol). Tampilan yang muncul
adalah grafik profil kecepatan aliran di sepanjang alur seperti tampak pada
Gambar 39.
3. Pemakai dapat pula memilih profil yang ditampilkan, PF1 atau PF2 atau keduanya,
dengan mengklik tombol Profiles … dan mengaktifkan profile yang ingin
ditampilkan.
4. Selain profil kecepatan aliran, pemakai dapat menampilkan profil debit aliran, luas
tampang aliran, dan berbagai parameter lain dengan memilihnya melalui menu
Standard Plots.
Presentasi hasil hitungan dalam bentuk tabel dapat dilakukan untuk menampilkan
rincian nilai- nilai parameter hidraulika di sebuah tampang lintang, rincian nilai-nilai
parameter hidraulika di sepanjang alur (profil panjang), serta catatan, kesalahan, atau
peringatan yang muncul dalam proses hitungan. Tabel yang terakhir ini bermanfaat
untuk melacak kesalahan yang terjadi dalam proses hitungan. Kesalahan, yang
mengakibatkan proses hitungan berhenti, sering terjadi dalam tahap awal pemodelan
sistem sungai/saluran yang kompleks.
1. Pilih menu View | Detailed Output Tables … atau mengklik tombol View
detailed output at XS’s, … (ikon ke-4 dari kanan pada papan tombol). Layar
tabel hasil hitungan pada sebuah tampang lintang akan muncul seperti tampak
pada Gambar 41.
2. Pemakai dapat memilih profil maupun tampang lintang yang ditampilkan dengan
mengklik tombol Profiles atau RS.
3. Tabel dapat direkam ke dalam clipboard dengan memilih menu File | Copy to
Clipboard (Data and Headings), untuk kemudian dapat disisipkan ke dalam
program aplikasi lain, misal ke dalam MSWord.
4. Selain tabel hasil hitungan di sebuah tampang lintang, tabel hasil hitungan di
seluruh alur (tampang panjang) saluran dapat pula ditampilkan dengan memilih
menu View | Profile Summary Table … atau dengan mengklik tombol View
summary output tables by profile seperti tampak pada Gambar 42.
5. Pemakai dapat memilih salah satu dari beberapa jenis tabel yang disediakan pada
menu Std. Tables.
6. Pemakai dapat membuat tabel sendiri. Pilih menu Options | Define Table …
untuk menyusun butir-butir parameter aliran yang ingin ditampilkan dalam tabel.
7. Pengaturan tampilan tabel seperti pemilihan profil, PF1 atau PF2, dapat dilakukan
melalui menu Options | Profiles …. Perekaman tabel ke dalam clipboard juga
dapat dilakuan, yaitu melalui menu File | Copy to Clipboard.
Apabila kecepatan, kedalaman, dan debit aliran tidak berubah terhadap waktu dalam
kasus aliran permanen, maka ketiga parameter tersebut merupakan fungsi waktu
dalam kasus aliran tak permanen (unsteady flow). Dalam konteks penelusuran aliran
tak permanen, perubahan tersebut dapat dibangkitkan oleh perubahan debit atau
muka air di batas model. Pada seksi ini dipaparkan penelusuran aliran dengan tiga
macam syarat batas, yaitu:
a. perubahan debit aliran di batas hulu dan muka air konstan di batas hilir,
b. debit aliran konstan di batas hulu dan perubahan muka air di batas hilir,
c. perubahan debit aliran di batas hulu dan perubahan muka air di batas hilir.
Hidrograf debit dan hidrograf muka air yang akan dipakai sebagai syarat batas
disajikan pada Gambar 44.
Gambar 44. Hidrograf Debit dan Hidrograf Muka Air Yang Akan Dipakai sebagai
Syarat Batas pada Hitungan Aliran Tak Permanen
Geometri saluran tidak berubah, tetap sama dengan geometri Saluran Sederhana
yang dipaparkan pada penelusuran aliran permanen pada seksi sebelumnya. Saluran
Sederhana beralur lurus dan bertampang trapesium. Panjang ruas saluran 1000
m, kemiringan dasar saluran 0.001, lebar dasar saluran 2 m, kedalaman saluran
2 m, kemiringan talud kanan dan kiri masing- masing 1:1. Kekasaran dasar saluran
dinyatakan dengan koefisien Manning n = 0.02.
Ketiga syarat batas yang akan diterapkan pada penelusuran aliran tak permanen ini
akan ditampung dalam tiga file data aliran tak permanen. Paragraf-paragraf di bawah
ini memaparkan langkah-langkah yang dilakukan untuk membuat ketiga file data aliran
tersebut.
1. Aktifkan layar editor data aliran tak permanen dengan memilih menu Edit |
Unsteady Flow Data … atau mengklik tombol Edit/Enter unsteady flow data
(ikon ke-4 dari kiri pada papan tombol).
2. Klik tombol Flow Hydrograph sebagai pilihan boundary condition type pada
RS 1000. Layar editor hidrograf debit akan aktif. Masukkan nilai-nilai koordinat
hidrograf (t,Q) dalam satuan jam dan m3/s: (0,3), (2,3), (3,6), (10,3), dan
(12,3) dengan menuliskan angka-angka “3”, “3”, “6”, “3”, dan “3” berturut-
turut pada jam ke-0, ke-2, ke-3, ke-10, dan ke-12.
3. Untuk mengisi koordinat hidrograf debit yang masih kosong, klik tombol
Interpolate Missing Values. Klik tombol Plot Data yang ada di bagian bawah layar
editor hidrograf aliran untuk menampilkan hidrograf debit (lihat Gambar 47).
Gambar 47. Layar Editor Data Hidrograf Debit untuk Pengaturan Syarat Batas Hulu
(Gambar Kiri) dan Plot Hidrograf Debit (Gambar Kanan)
4. Tutup layar tampilan plot hidrograf dengan mengklik tanda silang di pojok kanan
atas. Klik tombol OK untuk menutup layar editor hidrograf debit dan kembali ke
layar editor data aliran tak permanen. Layar data aliran tak permanen akan tampak
seperti Gambar 48.
Gambar 48. Layar Editor Data Aliran Tak Permanen Setelah Pengisian Data
Hidrograf Debit sebagai Syarat Batas Hulu Di RS 1000
5. Kini tiba giliran untuk mengatur syarat batas hilir di RS 0. Bawa kursor ke kotak di
kanan RS 0 dan klik kotak tersebut.
6. Klik tombol Stage Hydrograph sebagai syarat batas hilir di RS 0. Layar editor
hidrograf muka air akan muncul. Ketikkan nilai-nilai hidrograf (t,h) dalam satuan
jam dan meter: (0,1) dan (12,1).
7. Klik tombol Interpolate Missing Values untuk mengisi koordinat hidrograf muka
air yang masih kosong. Klik tombol Plot Data untuk menampilkan gambar hidrograf
muka air di RS 0 (lihat Gambar 49).
8. Tutup layar tampilan plot hidrograf dengan mengklik tanda silang di pojok kanan
atas. Klik tombol OK untuk menutup layar editor hidrograf muka air dan kembali
ke layar editor data aliran tak permanen. Layar data aliran tak permanen akan
tampak seperti Gambar 50.
Gambar 50. Layar Editor Data Hidrograf Muka Air pada Untuk Pengaturan Syarat
Batas Hilir (Gambar Atas) dan Plot Hidrograf Muka Air (Gambar Bawah)
Gambar 51. Layar Editor Data Aliran Tak Permanen Setelah Pengisian Data
Hidrograf Muka Air sebagai Syarat Batas Hilir Di RS 0
10. Klik tombol Apply Data di pojok kanan atas layar editor aliran tak permanen.
Setelah langkah ini, layar editor aliran tak permanen tampak seperti Gambar 52.
11. Simpan data aliran tak permanen dengan memilih menu File | Save Unsteady
Flow Data. Isikan pada Title “Hidrograf debit dan muka air konstan” sebagai
judul data aliran tak permanen. Pastikan bahwa pilihan folder tetap sesuai dengan
folder file Project, yaitu C:\Users\User\Documents\HEC Data\Saluran
Sederhana, kemudian klik tombol OK.
12. Pengguna dapat menutup layar editor data aliran tak permanen dengan memilih
menu File | Exit. Pada layar komputer akan tampak layar utama HEC-RAS seperti
tampak pada Gambar 41. File data aliran tak permanen dinamai
“Sederhana.u01” secara automatis oleh HEC-RAS.
Gambar 52. Layar Editor Data Aliran Tak Permanen Setelah Pengisian Data
Debit Awal Di RS 1000 Sebagai Syarat Awal
Gambar 53. Layar Utama HEC-RAS setelah Data Aliran Tak Permanen Selesai
Dituliskan
13. Lanjutkan dengan pengaturan syarat batas yang kedua, yaitu debit konstan
di batas hulu (RS 1000) dan hidrograf muka air di batas hilir (RS 0).
Langkah pengaturan mirip dengan langkah pengaturan syarat batas yang
pertama, yang telah dipaparkan.
a. Aktifkan layar editor data aliran tak permanen dengan memilih menu Edit |
Unsteady Flow Data … atau mengklik tombol Edit/Enter unsteady flow
data (ikon ke-4 dari kiri pada papan tombol).
b. Simpan data yang telah ada (syarat batas pertama) ke dalam file yang berbeda
dengan memilih menu File | Save Unsteady Flow Data As …. Tuliskan
“Debit konstan dan hidrograf muka air” sebagai judul (lihat Gambar 54).
Pastikan folder Project C:\Users\User\Documents\HEC Data\Saluran
Sederhana telah dipilih. Klik tombol OK.
c. Klik pada kotak di bawah Boundary Condition Type dan di kanan RS 1000 yang
bertuliskan Flow Hydrograph. Hapus nilai-nilai koordinat hidrograf debit yang
ada dengan cara memilih seluruh kolom koordinat hidrograf dengan mengklikkan
kursor pada judul kolom dan kemudian mengklik tombol Del.
d. Tuliskan koordinat hidrograf debit (t,Q) yang baru: (0,6) dan (12,6) dengan
menuliskan angka “6” pada baris jam ke-0 dan ke-12. Klik tombol Interpolate
Missing Values untuk mengisi nilai-nilai debit yang lain. Tutup layar editor
hidrograf debit dan kembali ke layar editor aliran tak permanen dengan mengklik
tombol OK.
e. Klik pada kotak di bawah Boundary Condition Type dan di kanan RS 0 yang
bertuliskan Stage Hydrograph. Hapus nilai-nilai koordinat hidrograf muka air
yang ada dan tuliskan koordinat hidrograf muka air (t,h) yang baru: (0,1),
(6,1.5), dan (12,1) dengan menuliskan angka “1”, “1.5”, dan “1” berturut-
turut pada baris jam ke-0, ke-6, dan ke-12.
f. Tutup layar editor hidrograf muka air dan kembali ke layar editor aliran tak
permanen.
g. Aktifkan layar editor pengaturan syarat awal dengan mengklik tombol Initial
Conditions. Ganti nilai debit awal dari 3 m3/s menjadi 6 m3/s dengan mengganti
angka “3” di bawah kotak Initial Flow menjadi angka “6”.
h. Klik tombol Apply Data dan simpan data ke dalam disk dengan memilih menu
File | Save Unsteady Flow Data.
i. Gambar hidrograf debit dan hidrograf muka air setelah langkah ini adalah seperti
ditampilkan pada Gambar 56.
Gambar 56. Tampilan Profil (Debit Aliran) Kondisi Batas Hulu (RS 1000) pada
Simulasi 2
Gambar 57. Tampilan Profil (Elevasi Muka Air ) Kondisi Batas Hilir (RS 0) pada
Simulasi 2
14. Lanjutkan dengan pengaturan syarat batas yang ketiga, yaitu hidrograf debit di
batas hulu (RS 1000) dan hidrograf muka air di batas hilir (RS 0). Langkah
pengaturan mirip dengan langkah pengaturan syarat batas yang pertama dan
kedua.
a. Aktifkan layar editor data aliran tak permanen dengan memilih menu Edit |
Steady Flow Data … atau mengklik tombol Edit/Enter steady flow data
(ikon ke-4 dari kiri pada papan tombol).
b. Simpan data yang telah ada (syarat batas kedua) ke dalam file yang berbeda
dengan memilih menu File | Save Unsteady Flow Data As …. Tuliskan
“Hidrograf debit dan hidrograf muka air” sebagai judul (lihat Gambar 57).
Perhatikan bahwa sudah ada dua file data aliran tak permanen, yaitu
“Hidrograf debit dan muka air konstan” yang disimpan sebagai
“Sederhana.u01” dan “Debit konstan dan hidrograf muka air” yang
disimpan sebagai “Sederhana.u02”. Pastikan folder Project
C:\Users\User\Documents\HEC Data\Saluran Sederhana telah
dipilih. Klik tombol OK. File yang baru ini akan diberi nama “Sederhana.u03”
secara automatis oleh HEC-RAS.
c. Klik pada kotak di bawah Boundary Condition Type dan di kanan RS 1000
yang bertuliskan Flow Hydrograph. Hapus nilai-nilai koordinat hidrograf
debit yang ada dengan cara memilih seluruh kolom koordinat hidrograf dengan
mengklikkan kursor pada judul kolom dan kemudian mengklik tombol Del.
d. Tuliskan koordinat hidrograf debit (t,Q) yang baru: (0,3), (2,3), (3,6),
(10,3), dan (12,3) dengan menuliskan angka-angka “3”, “3”, “6”, “3”,
dan “3” berturut-turut pada jam ke-0, ke-2, ke-3, ke-10, dan ke-12.. Klik
tombol Interpolate Missing Values untuk mengisi nilai-nilai debit yang lain.
Tutup layar editor hidrograf debit dan kembali ke layar editor aliran tak
permanen dengan mengklik tombol OK.
e. Di sini, tidak diperlukan pengubahan hidrograf muka air untuk syarat batas
hilir di RS 0.
f. Tutup layar editor hidrograf muka air dan kembali ke layar editor aliran tak
permanen.
g. Aktifkan layar editor pengaturan syarat awal dengan mengklik tombol Initial
Conditions. Ganti nilai debit awal dari 6 m3/s menjadi 3 m3/s dengan
mengganti angka “3” di bawah kotak Initial Flow menjadi angka “3”.
h. Klik tombol Apply Data dan simpan data ke dalam disk dengan memilih menu
File | Save Unsteady Flow Data.
i. Gambar hidrograf debit dan hidrograf muka air setelah langkah ini adalah
seperti ditampilkan pada Gambar 57.
j. Pengguna dapat menutup layar editor data aliran tak permanen dengan
memilih menu File | Exit. Pada layar komputer akan tampak layar utama
Gambar 57. Hidrograf Debit Di Batas Hulu dan Hidrograf Muka Air Di Batas
Hilir Untuk Syarat Batas Ketiga
Gambar 58. Layar Utama HEC-RAS setelah Data Aliran Tak Permanen
Pertama, Kedua, dan Ketiga Selesai Dituliskan`
Hitungan penelusuran aliran dengan ketiga jenis syarat batas yang telah disiapkan
dilakukan melalui menu Run. Langkah-langkah untuk melakukan hitungan
penelusuran aliran tak permanen dipaparkan pada paragraf-paragraf di bawah ini.
1. Aktifkan layar hitungan aliran tak permanen dengan memilih menu Run |
Unsteady Flow Analysis … atau mengklik tombol Perform an unsteady flow
analysis.
2. Pada layar hitungan aliran tak permanen, biarkan pilihan Geometry File seperti
apa adanya, yaitu “Tampang saluran asli”, karena Project hanya memiliki satu
file data geometri. Pada Unsteady Flow File, pilih syarat batas yang pertama,
yaitu “Hidrograf debit dan muka air konstan”. Untuk memunculkan pilihan
ini, klik pada tanda segitiga hitam yang ada di ujung kanan kotak pilihan.
3. Klik pada tiga kotak pilihan yang ada di kelompok Programs to Run, yaitu
Geometry Preprocessor, Unsteady Flow Simulation, dan Post Processor.
5. Pada kelompok Simulation Time Window, tuliskan tanggal dan pukul awal dan
akhir simulasi. Tuliskan “28JUN2022” dan “0600” berturut-turut pada Starting Date
dan Starting Time sebagai waktu awal simulasi. Untuk waktu akhir simulasi,
tuliskan “28JUN2022” dan “1800” berturut-turut pada Ending Date dan Ending
Time.
6. Pada kelompok Computation Setting, pilih “15 Minutes” sebagai selang waktu
hitungan. Biarkan pilihan yang lain seperti apa adanya, yaitu Hydrograph Output
Interval “1 Hour” dan Detailed Output Interval “1 Hour”. Dengan pilihan ini,
walaupun selang waktu hitungan adalah 15 menit, namun hasil hitungan akan
disimpan setiap selang 1 jam, baik hasil hitungan koordinat hidrograf maupun hasil
7. Simpan data hitungan ke dalam file plan dengan memilih menu File | Save Plan
As …. Tuliskan “Hitungan profil aliran tak permanen #1” sebagai judul plan
seperti tampak pada Gambar 47. Pastikan bahwa pilihan folder tetap sesuai dengan
folder file Project, yaitu C:\Users\User\Documents\HEC Data\Saluran
Sederhana, kemudian klik tombol OK.
8. Tuliskan “U01” sebagai identitas file plan ini pada layar permintaan short
identifier yang muncul (lihat Gambar 61). Klik tombol OK. Tampilan layar hitungan
aliran permanen setelah langkah ini ditunjukkan pada Gambar 61.
9. Aktifkan modul hitungan hidraulika aliran tak permanen dengan mengklik tombol
Compute. HEC-RAS akan melakukan hitungan profil muka air dengan syarat batas
hidrograf debit di batas hulu dan muka air konstan di batas hilir. Sesuai dengan
pilihan Programs to Run yang telah diaktifkan (lihat Gambar 59), maka HEC-RAS
melakukan tiga hitungan, yaitu hitungan geometri saluran (geometry
preprocessor), hitungan simulasi aliran tak permanen (unsteady flow
simulation), dan hitungan untuk keperluan tampilan hasil (post
Gambar 60. Layar Hitungan Aliran Tak Permanen Setelah Hitungan Plan Selesai
Gambar 61. Layar Utama HEC-RAS Setelah Hitungan Aliran Tak Permanen Selesai
11. Lakukan hitungan aliran tak permanen untuk syarat batas kedua. Langkah
hitungan mirip dengan langkah hitungan untuk syarat batas pertama. Langkah
hitungan diawali dengan pembuatan file plan.
a. Aktifkan layar hitungan aliran tak permanen dengan memilih menu Run |
Unsteady Flow Analysis … atau mengklik tombol Perform an unsteady
flow analysis.
b. Buat file plan baru dengan memanfaatkan file plan “Sederhana.p02” dengan
cara memilih menu File | Save Plan As … pada layar Unsteady Flow
Analysis.
c. Ganti judul yang ada dengan “Hitungan profil aliran tak permanen #2”.
Pastikan pilihan folder telah sesuai dengan folder Project, klik tombol OK.
d. Ganti “U01” dengan “U02” sebagai identitas file plan ini pada layar
permintaan short identifier yang muncul. Klik tombol OK.
e. Ganti pilihan Unsteady Flow File yang telah ada dengan syarat batas kedua
“Debit konstan dan hidrograf muka air”.
12. Dengan langkah-langkah yang mirip dengan langkah pada butir 11 di atas, lakukan
hitungan aliran tak permanen untuk syarat batas ketiga.
a. Buat file plan baru dengan memanfaatkan file plan “Sederhana.p03” dengan
cara memilih menu File | Save Plan As … pada layar Unsteady Flow
Analysis.
b. Ganti judul yang ada dengan “Hitungan profil aliran tak permanen #3”.
Pastikan pilihan folder telah sesuai dengan folder Project, klik tombol OK.
c. Ganti “U02” dengan “U03” sebagai identitas file plan ini pada layar
d. Ganti pilihan Unsteady Flow File yang telah ada dengan syarat batas kedua
“Hidrograf debit dan hidrograf muka air”.
g. Tutup layar Unsteady Flow Analysis dengan memilih menu File | Exit atau
mengklik tombol X di pojok kanan atas layar.
13. Sampai di sini, tiga hitungan aliran tak permanen dengan syarat batas yang
berbedatelah dilakukan, yaitu plan “Sederhana.p02”, “Sederhana.p03”, dan
“Sederhana.p04”. Ada baiknya, file Project disimpan ke dalam disk dengan
memilih menu File | Save Project.
HEC-RAS menampilkan hasil hitungan dalam bentuk grafik dan tabel. Presentasi dalam
bentuk grafik dipakai untuk menampilkan tampang lintang (gerak muka air), tampang
panjang (perubahan profil muka air sepanjang alur), kurva ukur debit, gambar
perspektif alur, atau hidrograf. Presentasi dalam bentuk tabel dipakai untuk
menampilkan hasil rinci berupa angka (nilai) variabel di lokasi/titik tertentu, atau
laporan ringkas proses hitungan seperti kesalahan dan peringatan.
Cara penampilan profil muka air di sebuah tampang lintang dalam bentuk grafik
dipaparkan pada paragraf-paragraf di bawah ini.
1. Pilih menu View | Cross Sections … atau klik tombol View cross sections
(ikon ke-14 dari kiri pada papan tombol) untuk menampilkan hasil hitungan pada
satu tampang lintang seperti tampak pada Gambar 62. Pada gambar tersebut,
ditampilkan profil muka air maximum dan muka air pada jam pertama (28 JUN
2022 pk 06:00) di RS 1000 hasil hitungan dengan syarat batas hidrograf debit dan
hidrograf muka air (plan “Hitungan profil aliran tak permanen #3”).
Gambar 62. Profil Muka Air di Salah Satu Tampang Lintang Hasil Hitungan Aliran
Tak Permanen
2. Profil yang lain dapat ditampilkan dengan cara sebagai berikut ini (lihat Gambar
63).
a. Pilih menu Options | Plans … untuk memilih plan. Klik pada kotak di kiri
setiap plan yang dipilih. Untuk memilih semua plan, klik tombol Select All.
b. Pilih menu Options | Profiles … untuk memilih profil. Bawa kursor ke profil
yang tersedia di sisi kiri (Avail Profiles) dan klik pada anak panah untuk
memilihnya. Untuk memilih semua profil, klik tombol Select All. Untuk
menghapuskan pilihan profil, klik tombol Clear All.
Gambar 63. Layar Pilihan Plan (Gambar Atas) dan Profil (Gambar Bawah)
Yang Akan Ditampilkan
4. Hasil hitungan di tampang lintang yang lain dapat ditampilkan dengan mengklik
tombol anak panah di samping nomor river station ke bawah untuk berpindah ke
river station hilir dan mengklik tombol anak panah ke atas untuk berpindah ke
river station hulu.
5. Grafik hasil hitungan dapat direkam ke dalam clipboard untuk disisipkan ke dalam
program aplikasi prosesor dokumen, misal MSWord. Pilih menu File | Copy Plot
to Clipboard. Grafik disisipkan ke dalam dokumen MSWord melalui perintah Edit
@ilmuproyek @ilmu_proyek ilmu proyek 58
HEC-RAS Basic
| Paste.
Langkah untuk menampilkan profil muka air di sepanjang alur (tampang memanjang)
dalam bentuk grafik dipaparkan pada paragraf-paragraf di bawah ini.
1. Pilih menu View | Water Surface Profiles … atau klik tombol View cross
sections (ikon ke- 15 dari kiri pada papan tombol) untuk menampilkan grafik
profil muka air di sepanjang alur (tampang panjang) seperti tampak pada Gambar
65.
4. Grafik profil muka air di sepanjang alur dapat direkam ke dalam clipboard untuk
disisipkan ke dalam program aplikasi prosesor dokumen, misal MSWord. Pilih menu
File | Copy Plot to Clipboard. Grafik disisipkan ke dalam dokumen MSWord
melalui perintah Edit | Paste.
Gambar 65. Profil Muka Air di Sepanjang Saluran Hasil Hitungan Aliran Tak
Permanen
@ilmuproyek @ilmu_proyek ilmu proyek 59
HEC-RAS Basic
Selain profil muka air, HEC-RAS dapat menampilkan profil berbagai variabel aliran yang
lain seperti: kecepatan aliran, luas tampang, Angka Froude, dan masih banyak lagi
pilihan.
1. Pilih menu View | General Profile Plot … atau mengklik tombol View General
Profile Plot (ikon ke-16 dari kiri pada papan tombol). Tampilan yang muncul
adalah grafik profil kecepatan aliran di sepanjang alur seperti tampak pada
Gambar 606.
Gambar 66. Profile Kecepatan Aliran di Sepanjang Alur Hasil Hitungan Aliran Tak
Permanen
Berbagai hubungan antar variabel aliran di sebuah tampang lintang dapat ditampilkan
dalam bentuk kurva ukur. Tampilan ini berguna untuk pemeriksaan pola perilaku
hubungan antara berbagai variabel aliran.
1. Pilih menu View | Rating curves … atau mengklik tombol View Computed
rating curves (ikon ke-17 dari kiri pada papan tombol). Tampilan yang muncul,
sebagai contoh, adalah grafik hubungan antara debit dan muka air di tampang
lintang River Sta 1000 hasil hitungan Plan U01 dan Plan U02 seperti tampak pada
Gambar 67.
2. Tampilan di River Sta yang lain dilakukan dengan mengklik anak panah di kanan
tombol River Sta 1000.
3. Melalui menu Options pengguna dapat memilih variabel yang ditampilkan atau
mengatur format tampilan. Pengguna disarankan untuk melakukan eksplorasi
berbagai opsi yang disediakan pada menu ini.
Gambar 67. Kurva Ukur Debit di Salah Satu Tampang Lintang Hasil Hitungan
Aliran Tak Permanen
1. Pilih menu View | X-Y-Z Perspective Plots … atau tombol View 3D multiple
cross section plot (ikon ke-18 dari kiri pada papan tombol). Tampilan yang
muncul adalah profil muka air di sepanjang alur dalam bentuk gambar perspektif
3. Sudut pandang gambar perspektif dapat diatur dengan mengubah Rotation Angle
and Azimuth Angle. Geser sliding bar horizontal atau sliding bar vertikal untuk
mengubah sudut pandang.
4. Menu Options, seperti halnya fasilitas tampilan grafik yang lain, menyediakan
berbagai pilihan pengaturan parameter atau variabel yang ditampilkan, serta
pilihan format tampilan (ukuran font, menampakkan grid, dsb).
Gambar 68. Gambar Perspektif Profil Muka Air di Sepanjang Alur Hasil Hitungan
Aliran Tak Permanen
Hidrograf merupakan tampilan yang sangat berguna untuk membaca pola penjalaran
gelombang banjir di sepanjang alur. Tampilan ini juga bermanfaat untuk mempelajari
hidrograf di hulu dan hilir suatu struktur hidraulik yang ada di alur.
1. Pilih menu View | Stage and Flow Hydrographs … atau tombol Stage and
Flow Hydrographs (ikon ke-19 dari kiri pada papan tombol). Tampilan yang
muncul adalah profil muka air di sepanjang alur dalam bentuk gambar perspektif
seperti tampak pada Gambar 69.
2. Pengguna dapat menampilkan hidrograf dalam bentuk tabel atau kurva ukur
dengan mengklik sheet Table atau Rating Curve. Untuk kembali menampilkan
hidrograf dalam bentuk grafik, klik sheet Stage Flow.
Gambar 69. Hidrograf Muka Air dan Hidrograf Debit di Salah Satu Tampang
Lintang Hasil Hitungan Aliran Tak Permanen
2. Tampilan sifat-sifat hidraulik dapat pula dalam bentuk tabel. Klik sheet Table pada
layar tampilan.
Gambar 70. Sifat-Sifat Hidraulik di Salah Satu Tampang Lintang Hasil Hitungan
Aliran Tak Permanen
Tampilan hasil hitungan dalam bentuk tabel berguna untuk membaca hasil hitungan
aliran tak permanen secara rinci. Tampilan tabel dapat merujuk pada salah satu
tampang lintang atau merujuk pada seluruh tampang lintang.
1. Pilih menu View | Detailed Output Tables … atau klik tombol View detailed
output at XS, Culverts, Bridges, Weirs, etc … (ikon ke-21 dari kiri pada papan
tombol) untuk menampilkan hasil hitungan secara rinci pada salah satu tampang
lintang seperti ditunjukkan pada Gambar 71.
3. Selain tampilan rinci di salah satu tampang lintang, pengguna dapat pula
menampilkan resume hasil hitungan di seluruh tampang lintang dengan memilih
menu View | Profile Summary Table … atau mengklik tombol View summary
output tables by profile seperti ditunjukkan pada Gambar 72.
Gambar 71. Tabel Hasil Hitungan Rinci di Salah Satu Tampang Lintang Hasil
Hitungan Aliran Tak Permanen
Gambar 72. Tabel Resume Hasil Hitungan di Sepanjang Alur Hasil Hitungan
Aliran Tak Permanen
@ilmuproyek @ilmu_proyek ilmu proyek 65