0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan8 halaman

Max Stock Pada Perusahaan Konveksi Gober Indo: Pengendalian Persediaan Bahan Baku Menggunakan Metode Min

Diunggah oleh

Putri Samosir
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan8 halaman

Max Stock Pada Perusahaan Konveksi Gober Indo: Pengendalian Persediaan Bahan Baku Menggunakan Metode Min

Diunggah oleh

Putri Samosir
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal Ekonomi dan Jurnal Ekonomi dan Manajemen Teknologi,

Manajemen 2(1), 2018, 1-54


Teknologi (EMT) Available online at [Link]
Indonesian Journal for the Economics, Management and Technology.

Pengendalian Persediaan Bahan Baku menggunakan Metode Min-


Max Stock pada Perusahaan Konveksi Gober Indo

Abdus Salam1, Mujiburrahman2


1AMIK Indonesia
2STMIK Indonesia Banda Aceh

Abstrak. Persediaan bahan baku merupakan aktiva lancar perusahaan yang digunakan untuk kegiatan produksi pada perusahaan
secara terus menerus. Perusahaan konveksi perlu melakukan pengendalian persediaan karena berpengaruh terhadap kelancaran proses
produksi. Kekurangan persediaan dapat mengakibatkan terganggunya proses produksi. Sedangkan kelebihan persediaan dapat
menimbulkan pemborosan karena perusahaan perlu mengeluarkan modal lebih besar untuk biaya persediaan. Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui apakah CV. Gober Indo Group telah melakukan pengendalian persediaan bahan baku dengan tepat. Metode
pengendalian persediaan bahan baku yang digunakan pada penelitian ini adalah metode min-max. Metode ini menentukan berapa
jumlah persediaan pengaman, persediaan minimum, persediaan maksimum, dan kuantitas pemesanan. Setelah melakukan penelitian,
CV. Gober Indo Group mengalami kelebihan persediaan bahan baku. Jumlah persediaan yang dikendalikan dengan menggunakan
metode min-max stock menghasilkan hasil yang lebih efisien jika dibandingkan dengan jumlah persediaan akhir perusahaan.

Kata kunci: Pengendalian persediaan, bahan baku, persediaan minimum maksimum, kelebihan persediaan.

Abstract. Inventory of raw materials is the company's current assets that are used for production activities on the
company continuously. Convection companies need to control inventory because it influences the smooth production
process. Lack of inventory can result in disruption of the production process. While excess inventory can cause waste
because companies need to spend more capital on inventory costs. The purpose of this study is to find out whether CV.
Gober Indo Group has properly controlled the inventory of raw materials. The raw material inventory control method
used in this study is the min-max stock method. This method determines how many safety supplies, minimum
inventory, maximum inventory, and order quantity. After doing research, CV. Gober Indo Group has excess inventory
of raw materials. The amount of inventory controlled by using the min-max stock method produces results that are
more efficient when compared to the amount of the company's final inventory.

Keywords: Inventory control, raw materials, maximum minimum inventory, excess inventory.

*Corresponding author. Email: abdussalam@[Link], mujiburrahman@[Link].


Received: 7 Januari 2018, Revision: 9 Mei 2018, Accepted: 29 Juli 2018
Print ISSN: 2579-7972; Online ISSN: 2549-6204.
Copyright @ 2018. Published by Divisi Riset, Lembaga KITA.

47 | Jurnal Ekonomi dan Manajemen Teknologi Vol. 2 | No.1 | 2018


Abdus Salam dan Mujiburrahman / Pengendalian Persediaan Bahan Baku menggunakan Metode Min-Max Stock pada Perusahaan Konveksi Gober
Indo

Pendahuluan sama, hanya saja metode EOQ dalam


perhitungannya mengahasilkan banyaknya
jumlah/kuantitas yang ekonomis yang harus
Pada dasarnya rencana dan pelaksanaan
dilakukan, sedangkan POQ menghasilkan
merupakan satu kesatuan tindakan, walaupun
interval periode pemesanan (Careza Rizky,
hal ini jarang terjadi. Pengendalian diperlukan
2017:11).
untuk melihat sejauh mana hasil yang telah
tercapai, apakah telah sesuai dengan rencana
Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis
atau malah terjadi kesenjangan akibat adanya
penerapan metode Min-max dalam pengendalian
penyimpangan-penyimpangan (Abdul Mail dkk,
bahan baku dan mengetahui berapa safety stock,
2018:9). Manajemen persediaan barang
reorder point-nya dan menganalisis perbandingan
merupakan kegiatan yang dilakukan oleh suatu
pengendalian persediaan yang telah dilakukan
perusahaan yang diperlukan dalam membuat
perusahaan dengan hasil pengolahan data yang
keputusan sehingga kebutuhan akan bahan
dilakukan peneliti dan metode min-max yang yang
ataupun barang untuk keperluan kegiatan
diterapkan dalam pengendalian bahan baku pada
perusahaan baik produksi maupun penjualan
Gober Indo Banda Aceh.
dapat terpenuhi secara optimal dengan resiko
yang sekecil mungkin, Manajemen persediaan
Metode min-max adalah mekanisme penataan
yang efektif merupakan salah satu hal yang perlu
ulang dasar yang telah diterapkan di banyak
diperhatikan oleh banyak perusahaan, dari
Enterprise Resource Planning (ERP) dan jenis lain
perusahaan manufaktur hingga perusahaan jasa,
dari perangkat lunak manajemen persediaan.
pabrik kimia, perusahaan telekomunikasi,
"Min" merupakan nilai tingkat persediaan yang
penyedia jasa transportasi maupun konveksi
memicu pemesanan ulang dan "Max" merupakan
(Taufiq Iqbal., dkk, 2017:47, Kinanthi, 2016:9).
nilai tingkat persediaan baru yang ditargetkan
Pemasaran produk membutuhkan manajemen
mengikuti pemesanan ulang tersebut. Perbedaan
persediaan yang cukup baik. Hal tersebut
antara Max dan Min sering diartikan sebagai
bertujuan agar dapat memenuhi kebutuhan
EOQ (Economic Order Quantity) (Djunaidi,
konsumen dengan tetap menjaga kualitas
2005:95,Marbun,2017:49, Pramono,2008:149).
produk sehingga akan menghasilkan
keuntungan dan loyalitas konsumen (Desi
Dalam Metode ini, kuantitas maksimum dan
Mulyanti, 2011:5).
minimum untuk setiap jenis bahan baku sudah
ditentukan (Taufiq Iqbal., dkk, 2017:50).
Hal ini menjadi tantangan bagi dunia industri
Tingkatan minimum merupakan marjin
dalam menjalankan usahanya, sehingga dunia
pengaman yang diperlukan untuk mencegah
industri dituntut dapat menyesuaikan diri
terjadinya kekurangan bahan baku, dan tingkat
dengan segala perkembangan yang ada
minimum ini sekaligus merupakan titik untuk
termasuk didalamnya penggunaan teknologi
melakukan pemesanan kembali, dimana
(Prima Fithri dan Yogi Berlian, 2015:1), dengan
kuantitas bahan baku yang dipesan adalah
adanya pengendalian persediaan berbasis
sebesar kebutuhan untuk menjadikan persediaan
teknologi dengan penerapan aplikasi maka biaya
pada tingkat yang maksimum. Pelaksanaan
persediaan juga dapat lebih dikontrol
metode Min-Max ini didasarkan pada observasi
menggunakan metode ini, dengan adanya
fisik atau melalui pencatatan dalam system
tingkat persediaan maximum Inventory (Kakung
akuntansi (Sadriatwati, 2017:11, Ismunandar,
Cinde Lukita, 2017:2, Taufiq Iqbal., dkk,
2018:316).
2017:48).
Metode Min-Max analysis ini dilakukan dengan
Metode EOQ (Economic Order Quantity), metode
mengendalikan jumlah minimum dan maksimum
POQ (Period Order Quantiity), dan metode mix-
persediaan dengan mengatur rencana pemesanan
max yang sering digunakan dalam penelitian
persediaan (plan order) agar tidak terjadi
yang lain, karena ketiganya sama-sama
kekurangan (stockout) atau kelebihan persediaan
digunakan untuk mencari biaya persediaan
(overstock) (Vergianti, 2018:12, Kahfi, 2015:3).
bahan baku yang minimal dan mencari kuantitas
Dalam bentuk aslinya, Min-Max dianggap
pemesanan dan frekuensi pemesanan yang
metode yang cukup statis pengendalian
optimum, keduanya memiliki prinsip yang
48 | Jurnal Ekonomi dan Manajemen Teknologi Vol. 2 | No.1 | 2018
Jurnal Ekonomi dan Manajemen Teknologi (EMT), 2(1), 2018, 1-54

persediaannya di mana nilai-nilai min-max jarang Hampir semua organisasi pada suatu waktu
berubah, mungkin beberapa kali per tahun. Dari diperhadapkan pada masalah kelebihan dan
perspektif pemesanan Min / Max, ketika keusangan persediaan apapun penyebabnya,
pemesanan ulang adalah untuk dilakukan, baik diperlukan suatu tindakan untuk mengurangi
nilai-nilai min dan max harus diperbarui dengan atau menghilangkan item-item tersebut dari
nilai reorder point yang dihasilkan dari persediaan. Untuk melakukan hal ini,
perhitungan perkiraan kuantil. menejemen pertama sebaiknya memastikan

Gambar 1. Model Perhitungan Metode Min-Max

Metode yang digunakan untuk menentukan saat bahwa penumpukan persediaan tidak berlanjut
harus diadakan pemesanan lagi sedemikian rupa akibat kebijakan pemesanan saat ini; baru
sehingga kedatangan atau penerimaan bahan kemudian mengambil langkah-langkah untuk
baku yang dipesan di atas safety stock sama mengeluarkan persediaan tersebut. Catatan
dengan nol. persediaan perpetual akurat yang menunjukan
jumlah serta tanggal perolehan dan pengeluaran
Didasarkan pada pernyantaan bahwa jumlah bahan baku, dan tinjauan ulang periodik atas
dari sebagian besar item persediaan berada pada catatan tersebut, diperlukan untuk
kisaran batas tertentu. Jumlah maksimum untuk mengidentifikasikan item yang usang atau
setiap item ditetapkan. Tingkat minimum sudah berlebih. Keusangan bahan baku biasanya terjadi
memasukan margin pengaman yang diperlukan bila suatu produk dirancang ulang atau
untuk mencegah terjadinya kehabisan dihentikan produksinya. Penjualan segera
persediaan selama siklus pemesanan kembali. persediaan tersebut dengan cara menerima
Tingkat minimum menentukan titik pemesanan tawaran pertama yang wajar sering kali
kembali, danjumlah pesanan sama dengan merupakan kebijakan yang terbaik.
selisih antara tingkat maksimum dengan tingkat
minimum. Metode ini dapat didasarkan pada Dari segi akuntansi, dalam kegiatan pengadaan
observasi fisik, atau dapat dimasukan kedalam dan penyimpanan bahan baku, akan timbul
sistem akuntansi. masalah penentuan harga pokok bahan yang
dibeli, sedangkan pada saat bahan dipakai timbul

49 | Jurnal Ekonomi dan Manajemen Teknologi Vol. 2 | No.1 | 2018


Abdus Salam dan Mujiburrahman / Pengendalian Persediaan Bahan Baku menggunakan Metode Min-Max Stock pada Perusahaan Konveksi Gober
Indo

masalah penentuan harga pokok bahan yang diperusahaaan.


dipakai. Tujuan utama pengendalian dan b. Tingkat pemakaian bahan rata – rata
perencanaan bahan adalah efesiensi dan perhari atau satuan waktu lainnya.
efektifitas, yaitu untuk dapat mengeluarkan c. Persediaan besi atau (safety stock)
biaya yang serendah-rendahnya dan d. Persediaan besi adalah jumlah persediaan
mendapatkan laba yang maksimal dalam bahan yang minimum harus ada untuk
periode tertentu dan dengan waktu tertentu. menjaga kemungkinan keterlambatan
Oleh karena itu, perusahaan harus dapat datangnya bahan yang dibeli agar
mengendalikan, menghitung dan merencanakan perusahaan tidak mengalami “stock out”
bahan baku, menentukan harga pokok atau mengalami gangguan kelancaran
(perolehan) bahan yang dibeli serta menentukan kegiatan produksi karena habisnya bahan
harga pokok yang dipakai dalam pengolahan yang umumnya menimbulkan element
produk agar dapat mewujudkan tujuan yang biaya stock out.
diinginkan. 4. Penentuan Minimum dan Maksimum
Kuantitas Persediaan Bahan
Dalam perencanaan, pengendalian dan Persediaan yang diselenggarakan paling
perhitungan bahan yang menjadi masalah utama banyak sebesar titik maksimum, yaitu pada
adalah menyelenggarakan persediaan bahan saat bahan yang dibeli datang, tujuan
yang paling tepat, agar kegiatan produksi tidak penentuan titik maksimum agar dana yang
terganggu dan dana yang ditanamkan dalam tertanam dalam persediaan bahan tidak
persediaan barang tidak berlebihan. Agar dapat berlebihan. Karena pada saat bahan yang
menyelesaikan masalah tersebut yang harus dibeli datang besarnya bahan digudang sama
dilakukan oleh perusahaan adalah : dengan persediaan besi.
1. Penentuan Kuantitas Yang Akan Dibeli 5. Pengawasan Persediaan
Dalam Periode Tertentu Tujuan pengawasan bahan adalah :
a. Jumlah kuantitas persediaan awal a. Menyediakan bahan yang diperlukan
bahan. dengan cara efisien dan dapat
b. Jumlah produksi ekuivalen (setara) yang menghindari terganggunya kegiatan
akan dihasilkan dalam periode tertentu. perusahaan karena keterlambatan
c. Kuantitas bahan yang diperlukan untuk datangnya bahan.
menghasilkan satu buah product. b. Menjamin adanya persediaan bahan
d. Jumlah kuantitas persediaan akhir yang cukup untuk melayani permintaan
bahan yang diinginkan oleh perusahaan. langganan yang bersifat mendadak.
2. Menentukan Kuantitas Bahan yang Dibeli c. Menyelenggarakan jumlah persediaan
Setiap Kali Dilakukan Pembelian. yang agak longgar untuk menghadapi
a. Harga faktur termasuk biaya angkut dari kelangkaan penawaran bahan dipasar
setiap satuan bahan yang dibeli. dalam jangka pendek.
b. Biaya pemesanan atau disebut
procurement cost atau set – up cost atau Penelitian ini telah dilakukan oleh beberapa
ordering cost. Biaya pemesanan adalah peneliti sebelumnya untuk mengontrol
biaya yang terjadi dalam rangka persediaan barang. Kinanthi (2016:9), melakukan
melaksanakan kegiatan pemesanan penelitian untuk mengetahui apakah PT. Djitoe
bahan. Indonesia Tobacco telah melakukan
c. Biaya penyimpanan atau disebut storage pengendalian persediaan bahan baku dengan
cost atau carrying cost. Biaya tepat. Metode pengendalian persediaan bahan
penyimpanan adalah biaya yang terjadi baku yang digunakan dalam penelitian ini adalah
dalam rangka melaksanakan kegiatan stok minimum. Metode ini menentukan jumlah
penyimpanan bahan. stok pengaman, stok minimum, stok maksimum
3. Penentuan Waktu Pemesanan Kembali dan jumlah pesanan. Setelah melakukan
Bahan (Re Orde Point) penelitian, PT. Djitoe Indonesia Tembakau
a. Waktu yang diperlukan dari saat kelebihan persediaan bahan baku. Total
pemesanan sampai bahan datang inventaris yang dikendalikan menggunakan min-

50 | Jurnal Ekonomi dan Manajemen Teknologi Vol. 2 | No.1 | 2018


Jurnal Ekonomi dan Manajemen Teknologi (EMT), 2(1), 2018, 1-54

max stock menghasilkan hasil yang lebih efisien sulit untuk menemukan solusi global, simulated
bila dibandingkan dengan jumlah inventaris annealing digunakan untuk menemukan solusi
akhir perusahaan. Dengan metode min-max yang tepat. Hasil model dibandingkan dengan
perusahaan dapat berhemat Rp. 700.000 untuk temuan metode lain baik untuk ketidaksamaan
setiap periode. dan total nilai persediaan.

Raheliya Br Ginting (2014:128), penelitian ini Dalam metode min-max, kuantitas maksimum
menggunakan metode mamdani dengan fungsi dan minimum untuk setiap jenis bahan baku
implikasi Min dan Prod dan defuzzifikasi sudah ditentukan. Tingkatan minimum
dilakukan dengan menggunakan metode merupakan marjin pengaman yang diperlukan
centroid. Dari analisis yang telah dilakukan maka untuk mencegah terjadinya kekurangan bahan
didapatkan output dengan fungsi implikasi Max- baku, dan tingkat minimum ini sekaligus
Prod lebih besar dibanding Max-Min, maka merupakan titik untuk melakukan pemesanan
sebelum menyelesaikan suatu kasus seharusnya kembali, dimana kuantitas bahan baku yang
dilakukan pertimbangan terhadap pemilihan dipesan adalah sebesar kebutuhan untuk
fungsi implikasi yang sesuai, Berdasarkan hasil menjadikan persediaan pada tingkat yang
penelitian yang telah dilakukan, maka dapat maksimum. Pelaksanaan metode Min-Max ini
diambil kesimpulan bahwa dengan melakukan didasarkan pada observasi fisik atau melalui
analisis terlebih dahulu terhada metode yang pencatatan dalam system akuntansi.
digunakan maka akan didapatkan keputusan
yang lebih objektif, dalam penyelesaian kasus Metodologi Penelitian
yang dilakukan penulis maka penggunana
Fungsi implikasi metode Max-Min lebih mudah Penelitian ini dilakukan pada Gober Indo Group
dalam mendapatkan output dibanding metode Banda Aceh, yang beralamat Jl. Mr. Moh. Hasan
Max-Prod, dan hasil luas dari setiap rule baik No 77 Batoh - Banda Aceh, Provinsi Aceh,
dari fungsi Max-Min maupun dengan Max-Prod Indonesia. Metode penelitian ini menggunaan
akan digabungkan dengan konsep max (union). metode Minimum-Maksimum (Min-max).
Sehingga dengan demikian pemilihan dari Metode Minimum-Maksimum (Min-max)
fungsi implikasi Max-Min dan Max-Prod akan Konsep metode Min-max ini dikembangkan
berpengaruh untuk menentukan luas daerah berdasarkan suatu pemikiran sederhana untuk
variabel output serta titik pusat dari daerah menjaga kelangsungan beroperasinya suatu
tersebut (Ginting, 2014:137). pabrik, beberapa jenis barang tertentu dalam
jumlah minimum sebaiknya tersedia di
Penelitian lainya yang dilakukan oleh persediaan, suapaya sewaktu-waktu ada yang
Mohammaditabar,. et al (2012: 655), Jumlah item rusak, dapat langsung diganti. Tetapi Barang
inventaris yang sangat besar menyulitkan proses yang tersedia dalam persediaan tadi juga jangan
kontrol inventaris. Perusahaan terlalu banyak, ada maksimumnya supaya
mengelompokkan barang-barang inventaris biayanya tidak terlalu mahal. (Indrajit dan
mereka ke dalam beberapa kelompok dan Djokopranoto, 2003:51). Cara kerja metode Min-
mengambil kebijakan kontrol inventaris yang max berdasarkan Fadilillah et al (2008:148) yaitu:
serupa untuk barang-barang di setiap kelompok Apabila persediaan telah melewati batas-batas
untuk mengatasi masalah ini. Dalam hal ini minimum dan mendekati batas Safety stock, maka
banyak metode pengelompokan telah Reorder harus dilakukan, Jadi batas minimum
diusulkan. Beberapa peneliti telah mempelajari adalah batas Reorder Level, Batasmaksimum
kebijakan persediaan yang tepat untuk setiap adalah batas kesediaan perusahaan atau
kelompok. Karena tindakan kategorisasi dan manajemen menginvestasikan uangnya dalam
pemilihan kebijakan merupakan solusi sub- bentuk persediaan bahan baku. Jadi dalam hal
optimal untuk masalah awal kebijakan batas maksimum dan minimum digunakan untuk
pengendalian inventaris yang efisien, makalah dapat menentukan Order Quantity.
ini mengusulkan model terintegrasi untuk
mengkategorikan item dan menemukan Dalam mencari jumlah Safety stock yang
kebijakan terbaik secara bersamaan. Karena seharusnya dimiliki perusahaan, dibutuhkan nilai

51 | Jurnal Ekonomi dan Manajemen Teknologi Vol. 2 | No.1 | 2018


Abdus Salam dan Mujiburrahman / Pengendalian Persediaan Bahan Baku menggunakan Metode Min-Max Stock pada Perusahaan Konveksi Gober
Indo

Standar Deviasi nilai tersebut dicari dengan Hasil dan Pembahasan


menggunakan MS. Excel sebagai berikut :
Gober Indo Group perlu menerapkan metode
SS = (AU / 21) x LD pengendalian persediaan bahan baku yang baik
dan optimal untuk mengatasi permasalahan yang
Keterangan : sedang terjadi, dengan cara melakukan
AU : Penjualan rata-rata dalam satu bulan perhitungan menggunakan metode Min-max:
LD : Perkiraan pesanan terlambat
Waktu Pesanan : 7 Hari
Untuk mencari stok minimal digunakan rumus Estimasi Terlambat : 3 Hari
sebagai berikut : Rata Jual dalam satu bulan/ : 1.263 / Meter
periode
Min = (L x Rj) + SS
Safety stock = (AU/21) x LD
Keterangan: = ( 1.263 Meter / 21 d ) x 3
L : Waktu Pesanan (Lead Time) = 180 Meter
Rj : Rata-rata penjualan
SS : Persediaan pengaman (Safety stock) Untuk Bulan Agustus :
Min = (RL x L) + SS
Untuk mencari stok maksimal digunakan rumus = ( 65 m x 7 d ) + 180 m
sebagai berikut : = 637 Meter
Max = 2 (L x Rj) Max = 2 (Rj x L)
= 2 X ( 65 m x 7 d )
Keterangan: = 914 Meter
L : Waktu Pesanan (Lead Time)
Rj : Rata-rata penjualan. Untuk Bulan September :
Min = (RL x L) + SS
= ( 92 m x 7 d ) + 180 m
Adapun riwayat penjualan pada CV. Gober = 822 Meter
Indo sebagai berikut :
Max = 2 (Rj x L)
Tabel 1. Riwayat Penjualan = 2 X ( 92 m x 7 d )
= 1.283 Meter

Untuk Bulan Oktober :


Min = (RL x L) + SS
= ( 61 m x 7 d ) + 180 m
= 607 Meter

Max = 2 (Rj x L)
= 2 X ( 61 m x 7 d )
= 854 Meter

Untuk Bulan November :


Min = (RL x L) + SS
= ( 47 m x 7 d ) + 180 m
= 509 Meter

52 | Jurnal Ekonomi dan Manajemen Teknologi Vol. 2 | No.1 | 2018


Jurnal Ekonomi dan Manajemen Teknologi (EMT), 2(1), 2018, 1-54

Max = 2 (Rj x L) Simpulan dan Saran


= 2 X ( 47 m x 7 d )
= 658 Meter Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan,
maka dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu:
Untuk Bulan Desember : a. Dari analisis pengendalian perusahaan yang
Min = (RL x L) + SS telah dilakukan, keadaan aktual perusahaan
= ( 36 m x 7 d ) + 180 m tidak seperti metode yang diterapkan
= 430 (metode min-max), total biaya persediaan
keadaan aktual perusahaan pada
Max = 2 (Rj x L) kenyataannya lebih rendah dibanding
= 2 X ( 36 m x 7 d ) menggunakan metode min-max.
= 500 Meter b. Persediaan maksimum dan minimum secara
berturut-turut untuk bahan baku kain adalah
Diatas merupakan hasil dari data stok minimal 842 dan 430. Adapun total biaya persediaan
dan maksimal selama 5 (lima) bulan, maka dapat bahan baku sebesar 6.313.
disimpulkan bahwa :
1. Data untuk bulan agustus : Berdasarkan pembahasan dan kesimpulan di
Stok Pengaman : 180 m atas, maka saran yang dapat dijadikan
Stok Minimal : 637 pertimbangan oleh Gober Indo Group adalah
Stok Maksimal : 914 sebagai berikut:
2. Bulan September : a. Perusahaan perlu memberikan perhatian
Stok Pengaman : 180 m khusus tentang manajemen pengendalian
Stok Minimal : 822 persediaan bahan bakunya. Metode min-max
Stok Maksimal : 1.283 dapat dijadikan acuan oleh perusahaan
3. Bulan Oktober : dalam pengendalian persediaan bahan baku
Stok Pengaman : 180 m untuk ke depannya, agar tidak terjadi lagi
Stok Minimal : 607 kelebihan persediaan bahan baku.
Stok Maksimal : 854 b. Sebaiknya hasil penelitian ini dijadikan dasar
4. Bulan November : oleh perusahaan untuk pengendaliaan
Stok Pengaman : 180 m persediaan jenis bahan baku jenis lainnya.
Stok Minimal : 509 c. Adapun saran dari penelitian ini Sebaiknya
Stok Maksimal : 658 menggunakan teknik peramalan yang sesuai
5. Bulan Desember : dengan pola data historis untuk
Stok Pengaman : 180 m menghasilkan nilai error peramalan yang
Stok Minimal : 430 kecil, sehingga hasil peramalan lebih akurat
Stok Maksimal : 500 dalam perencanaan kebutuhan di masa yang
akan datang. Dan sebelum mencapai tingkat
minimum stok di gudang, maka perlu
Maka, dapat diilustrasikan pengendalian per- melakukan pemesanan ulang (Re-Order)
periode. untuk mengantisipasi kehabisan stock, dan
menekan pemesanan apabila persediaan
digudang berada pada level maksimum.
Pada level maksimum stock, sebaiknya
perusahaan menekan pasokan bahan baku
untuk menjaga terkendalinya bahan baku
dengan baik sehingga terjadi keseimbangan
antara demand dan supply.

Gambar 2. Hasil Pengendalian Metode Min-


max

53 | Jurnal Ekonomi dan Manajemen Teknologi Vol. 2 | No.1 | 2018


Abdus Salam dan Mujiburrahman / Pengendalian Persediaan Bahan Baku menggunakan Metode Min-Max Stock pada Perusahaan Konveksi Gober
Indo

Daftar Pustaka
Djunaidi, M., Setiawan, E. and Andista, F.W., Mail, A., Asri, M., Padhil, A. and Chairany,
2005. Penentuan jumlah produksi dengan N.C., 2018. Pengendalian Persediaan
aplikasi metode fuzzy–mamdani. Jurnal Bahan Baku Menggunakan Metode Min-
Ilmiah Teknik Industri, 4(2), pp.95-104. max Stock di PT. Panca USAha Palopo
Plywood. Journal of Industrial Engineering
Ginting, R.B., 2014. Analisis Fungsi Implikasi Management, 3(1).
Max-Min dan Max-Prod Dalam Marbun, M. and Sihotang, H.T., 2017.
Pengambilan Keputusan. Creative Perancangan Sistem Perencanaan Jumlah
Information Technology Journal, 1(2), pp.128- Produksi Roti Menggunakan Metode
138. Fuzzy Mamdani. Jurnal Mantik Penusa,
20(1).
Iqbal, T., Aprizal, D. and Wali, M., 2017.
Aplikasi Manajemen Persediaan Barang Mohammaditabar, D., Ghodsypour, S.H. and
Berbasis Economic Order Quantity O'Brien, C., 2012. Inventory control
(EOQ). Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi system design by integrating inventory
Informasi dan Komunikasi), 1(1), pp.48-60. classification and policy selection.
International Journal of Production Economics,
Ismunandar, R., Hendriadi, A.A. and Garno, 140(2), pp.655-659.
G., 2018. Kajian Metode Economic
Order Quantity dan Reorder Point pada Mulyanti, D., 2011. Analisis pengendalian
Aplikasi Point Of Sale. Jurnal Informatika: persediaan buah segar pada Hipermarket
Jurnal Pengembangan IT, 3(3), pp.316-323. Giant Poins Labak Bulus. Skripsi. UIN
Syarif Hidayatullah Jakarta: Fakultas Sains
Kahfi, H., 2015. Pengendalian Persediaan dan Teknologi.
Filter Oli, Filter Solar, Filter Solar Bawah,
Filter Solar Atas, Filter Udara, Filter Pramono, G.H., 2008. Akurasi metode IDW
Udara Dalam, Dan Filter Udara Luar dan Kriging untuk interpolasi sebaran
Menggunakan Metode Economic Order sedimen tersuspensi di Maros, Sulawesi
Quantity (Studi Kasus di PT Aneka Selatan.
Dharma Persada Yogyakarta). (Doctoral
dissertation, UPN Veteran Yogyakarta). Prima Fithri, M.T. and Berlian, Y., 2015.
Pengelolaan Persediaan Barang Suku
Kinanthi, A.P., Herlina, D. and Mahardika, Cadang (Spare Parts) pada Gudang PT.
F.A., 2016. Analisis Pengendalian Semen Padang. Jurnal Ilmiah Teknik Industri,
Persediaan Bahan Baku Menggunakan p.1.
Metode Min-max (Studi Kasus PT. Djitoe
Indonesia Tobacco). PERFORMA: Media Sadriatwati, S.E., 2017. Analisis Perbandingan
Ilmiah Teknik Industri, 15(2). Metode EOQ dan Metode POQ
Denganmetode Min-max dalam
Lukita, K.C., 2017. Pengendalian Persediaan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Pada
Bahan Baku Cup 120 Ml Menggunakan PT Sidomuncul Pupuk NUSANTARA.
Metode Eoq, Poq, dan Min-max pada Admisi dan Bisnis, 17(1), pp.11-22.
Perum Jasa Tirta I Malang. Jurnal Ilmiah
Mahasiswa FEB, 5(2). Vergianti, A., 2018. Perencanaan Kebutuhan
Persediaan Bahan Baku pada Proses Body
Repair Mobil dengan Menggunakan
Metode Min-Max (Doctoral dissertation,
Universitas Muhammadiyah Surakarta).

54 | Jurnal Ekonomi dan Manajemen Teknologi Vol. 2 | No.1 | 2018

Anda mungkin juga menyukai