PROGRAM
GERAKAN LITERASI SEKOLAH
TAHUN PELAJARAN 2018/2019
DISUSUN OLEH :
NAMA SEKOLAH : SD NEGERI PATRAGATEN
ALAMAT SEKOLAH : NGIPIK
KALURAHAN : BUMIREJO
KECAMATAN : LENDAH
KABUPATEN : KULON PROGO
PROVINSI : D.I. YOGYAKARTA
2018
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami penjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat-Nya dan karunia-
Nya maka kami dapat menyusun program gerakan Literasi sekolah dengan baik.
Gerakan Litrasi Sekolah adalah gerakan sosial dengan dukungan kolaboratif dari
berbagai elemen. Upaya yang ditempuh untuk mewujudkan gerakan literasi berupa
pembiasaan membaca peserta didik. Pembiasaan ini dilakukan dengan kegiatan 10 –
15 menit membaca, ketika pembiasaan membaca sudah terbentuk, selanjutnya
diarahkan ke tahap pengembangan dan pembelajaran ( disertai tagihan ). Variasi
kegiatan dapat berupa perpaduan pengembangan keterampilan reseptif maupun
produktif.
Dalam Penulisan ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik
pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki
penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi
penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Dalam penulisan Program ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang
tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan program
Literasi Sekolah di SDN Patragaten
Akhirnya penulis berharap semoga program ini dapat bermanfaat dan menjadi
panduan dalam melaksanakan gerakan Literasi sekolah yang akhirnya mampu
meningkatkan inovasi bagi pembelajaran.
Lendah, 23 Juli 2018
Kepala Sekolah
W I J I, [Link].
NIP. 19631125 198403 1 006
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Tujuan
C. Manfaat
BAB II PROGRAM LITERASISEKOLAH DI SD NEGERI LENGKONG
A. Pengembangan budaya dalam kegiatan intrakurikuler
B. Simbol-simbol Gerakan Literasi Sekolahdalam memperkuat nilai-nilai
C. Pengembangan budaya pada lingkungan sekolah
BAB III JADWAL KEGIATAN
BAB IV PENUTUP
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yakni mencerdaskan
kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, sesuai amanat UU RI No.
20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. telah melahirkan berbagai
kebijakan ditingkat satuan pendidikan tentang upaya meningkatkan kualitas pendidikan.
Apalagi didukung dengan adanya instrument-instrument pengembangan kualitas yang
dapat memberikan gambaran kepada pengelola sekolah bagaimana merencanakan,
mengorganisasikan, melaksanakan serta mengevaluasi perkembangan sekolahnya dari
berbagai bidang. Namun berbagai perubahan kebijakan ini sebagaian besar belum
dapat mengembangkan gerakan literasi sekolah dalam rangka menanamkan nilai-nilai
kepada peserta didiknya. apalagi ditengah keberlangsungan hidup bangsa yang berada
ditengah-tengah perkembangan zaman dengan teknologi kian canggih menyebabkan
berbagai perubahan dan pergeseran nilai seperti yang terjadi akhir-akhir ini.
Gerakan Litrasi Sekolah adalah gerakan sosial dengan dukungan kolaboratif dari
berbagai elemen. Upaya yang ditempuh untuk mewujudkan gerakan literasi berupa
pembiasaan membaca peserta didik. Pembiasaan ini dilakukan dengan kegiatan 10 –
15 menit membaca, ketika pembiasaan membaca sudah terbentuk, selanjutnya
diarahkan ke tahap pengembangan dan pembelajaran ( disertai tagihan ). Variasi
kegiatan dapat berupa perpaduan pengembangan keterampilan reseptif maupun
produktif.
Kegiatan literasi selama ini identik dengan aktivitas membaca dan menulis.
Namun, Deklarasi Praha pada tahun 2003 menyebutkan bahwa literasi juga mencakup
bagaimana seseorang berkomunikasi dalam masyarakat. Literasi juga bermakna praktik
dan hubungan sosial yang terkait dengan pengetahuan, bahasa, dan budaya
(UNESCO, 2003). Akan tetapi sebenarnya Literasi lebih dari sekedar membaca dan
menulis, namum mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber
pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori. Di abad 21 disebut
sebagai literasi informasi.
Dalam pelaksanaannya pada periode tertentu yang terjadwal, dilakukan asesmen
agar dampak keberadaan gerakan literasi sekolah dapat diketahui dan terus menerus
dikembangkan. Gerakan litersi disekolah diharapkan mampu menggerakan warga
sekolah,pemangku kepentingan dan masyarakat untuk bersama-sama memiliki,
melaksanakan, dan menjadikan gerakan ini sebagai bagian penting dalam kehidupan.
Dengan melihat konteks diatas organisasi sekolah tidak saja diharapkan bisa
mengelola potensi para peserta didik secara maksimal sehingga menghasilkan lulusan-
lulusan yang berkualitas. Tetapi juga terkait nilai-nilai yang dikembangkan disekolahnya.
Dengan demikian perlunya perubahan cara pandang kepala sekolah, guru,
administrator, murid, orangtua, dan masyarakat sebagai langkah untuk merubah sistem,
baik tindakan maupun proses pencapaian tujuan sekolah.
Banyak hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di SD
Negeri Lengkong. Salah satu dari hal tersebut adalah membangun Gerakan Literasi
Sekolah dengan baik. Gerakan Literasi Sekolah merupakan kultur organisasi dalam
konteks persekolahan. Gerakan Literasi Sekolah sebagai kualitas kehidupan sekolah
yang tumbuh dan berkembang berdasarkan spirit dan nilai yang dianut sekolah, yakni
dalam bentuk bagaimana warga sekolah seperti komite sekolah, yayasan (untuk
swasta), kepala sekolah, guru, karyawan, dan siswa bekerja, belajar, dan berhubungan
satu sama lain. Gerakan Literasi Sekolah merupakan faktor yang esensial dalam
membantuk siswa menjadi manusia yang optimis, berani tampil, berprilaku kooperatif
serta memiliki kecakapan personal dan akademik.
Menyadari pentingnya Literasi sekolah, maka perlu disusun program Literasi
sekolah di SD Negeri Patragaten.
B. Tujuan
Berdasarkan uraian latar belakang pemikiran diatas tujuan penulisan program
Literasi sekolah sebagai berikut:
a. Mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah dalam upaya meningkatkan
gerakan gemar membaca dan menulis.
b. Mengembangkan simbol-simbol Gerakan Literasi Sekolah dalam memperkuat
nilai-nilai disekolah
c. Mengetahui dampak Gerakan Literasi Sekolah terhadap iklim sekolah
d. Mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pengembangan Gerakan Literasi
Sekolah.
C. Manfaat
Manfaat pelaksanaan gerakan literasi sekolah adalah sebagai berikut :
1 Sekolah mamupu mengembangkan Literasi sekolah secara terencana
2. Bagi guru, guru dapat mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah dalam
meningkatkan kualitas pembelajaran
3. Bagi siswa, dengan pengembangan Gerakan Literasi Sekolah dapat terlihat
perubahan positif dalam diri siswa.
4. Bagi kepala sekolah dapat digunakan untuk memantau dan mengvaluasi program
BAB III
PROGRAM LITERASI SEKOLAH
DI SD NEGERI PATRAGATEN
TAHUN 2018/2019
A. Pengembangan Gerakan Literasi Sekolah
N ALOKASI TOTAL WAKTU
KEGIATAN TUJUAN KEGIATAN
O WAKTU PERMINGGU
1 Tadarus Juz ‘Amma 15 menit 90 menit Menerapkan hafalan
07.00 – 07.15 surat-surat pendek
Setiap hari pada Juz ‘Amma
2 Menerapkan membaca 15 menit 45 menit Menerapkan
pemahaman lewat 07.15 – 07.30 membaca
membaca mandiri Selasa, pemahaman
Kamis dan
Sabtu
3 Menulis diari 15 menit 15 menit Menceritakan aktifitas
07.35 – 07.50 pada hari
Senin sebelumnya
( hari minggu )
4 Circle time 15 menit 15 menit Siswa membawa
07.15 – 07.30 barang dari rumah
Rabu dan menceritakan
secara bergiliran 1 –
2 anak
5 Membaca terbimbing 15 menit 15 menit Meningkatkan
Membaca bersama 07.15 – 07.30 kemampuan
Sabtu membaca
B. Simbol-simbol Gerakan Literasi Sekolah dalam memperkuat nilai-nilai
SD Negeri Patragaten dalam memperkuat nilai-nilai melalui simbol-simbol
gerakan literasi dengan menanamkamkan kebiasaan baik kepada siswa ketika berada
dilingkungan sekolah. Sekolah membuat simbol-simbol Gerakan Literasi berbentuk
tulisan atau gambar yang bertujuan untuk menanamkan kebiasaan literasi, sehingga
mereka dapat membaca simbol-simbol tersebut dan menerapkannya dalam kehidupan
sehari-hari. Hal ini diharapkan juga dapat memperkuat nilai-nilai yang ingin
dikembangkan di sekolah. Simbol-simbol sangat berguna dalam menggantikan guru
ketika mereka sedang berada diluar kelas memberikan suatu pengingat kepada siswa
agar mereka selalu ingat dengan aturan- aturan yang ada di sekolah.
C. Mengetahui dampak Gerakan Literasi Sekolah terhadap iklim sekolah
Dalam mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah melalui lingkungan internal
SD Negeri Patragaten selalu menanamkan nilai-nilai. Dengan gerakan literasi sekolah
sebagai sarana untuk mengetahui pengembangan keterampilan reseptif maupun
[Link] peserta didik dalam membantuk siswa menjadi manusia yang optimis,
berani tampil, berprilaku kooperatif serta memiliki kecakapan personal dan akademik.
BAB III
TAHAPAN KEGIATAN PROGRAM LITERASI SEKOLAH
Program gerakan literasi sekolah dilaksanakan secara bertahap dengan
mempertimbangkan kesiapan sekolah, yang meliputi kesiapan kapasitas sekolah
( ketersediaan fasilitas, bahan bacaan, sarana dan prasarana literasi ), kesiapan warga
sekolah dan system pendukung lainnya. SD Negeri Patragaten dalam pelaksanaan
gerakan literasi sudah mempersiapkan kapasitas yang mencukupi bagi keterlaksanaan
gerakan literasi sekolah diantaranya gedung perpustakaan yang sudah memenuhi
standar dan ketersediaan bahan bacaan.
Adapun tahapan gerakan literasi di SD Negeri Patragaten dibagi sebagai berikut :
1. Tahap ke I : Pembiasaan kegiatan membaca yang menyenangkan.
Tahap I ini bertujuan untuk menumbuhkan minat terhadap bacaan dan kegiatan
membaca dalam diri warga sekolah, penumbuhan minat baca merupakan hal yang
fundamental bagi pengembangan kemampuan literasi peserta didik.
TAHAPAN KEGIATAN
PEMBIASAAN - 15 menit membaca ( sesuai jadwal kegiatan ) sebelum jam
( belum ada tagihan ) pelajaran, dengan kegiatan membaca buku dengan nyaring
atau membaca dalam hati.
- Membangun lingkungan fisik sekolah yang kaya literasi
( menambah koleksi buku bacaan, area baca yang nyaman )
2. Tahap ke II : Pengembangan minat baca untuk meningkatkan kemampuan literasi.
Kegiatan literasi pada tahap ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan
memahami bacaan dan mengaitkannya dengan pengalaman pribadi, berpikir kritis,
dan mengolah kemampuan komunikasi secara kreatif melalui kegiatan menanggapi
bacaan pengayaan.
TAHAPAN KEGIATAN
PENGEMBANGAN - 15 menit membaca ( sesuai jadwal kegiatan ) sebelum jam
( ada tagihan pelajaran melalui kegiatan membacakan buku dengan
sederhana untuk nyaring, membaca dalam hati, membaca bersama dan/atau
penilaian non- membaca terpadu diikuti kegiatan lain dengan tagihan non-
akademik ) akademik
- Pengembangan kemampuan literasi melalui kegiatan di
perpustakaan sekolah ( sesuai jadwal ) kunjungan
perpustakaan sekolah dengan kegiatan membaca buku dan
anak-anak merespon buku bacaan melalui diskusi
3. Tahap ke III : Pelaksanaan Pembelajaran berbasis literasi.
Dalam tahap ini ada tagihan yang sifatnya akademis
( terkait dengan mata pelajaran ). Pada kegiatan membaca di tahap III ini untuk
mendukung pelaksanaan pembelajaran khususnya Kurikulum 2013 yang
mensyaratkan peserta didik membaca buku nonteks pelajaran yang dapat berupa
buku tentang pengetahuan umum, kegemaran, minat khusus atau teks multimodal
dan juga dapat dikaitkan dengan mata pelajaran tertentu sebanyak 6 buku bagi siswa
SD. Guru kelas menyiapkan buku laporan kegiatan membaca.
TAHAPAN KEGIATAN
PEMBELAJARAN - 15 menit membaca ( sesuai jadwal kegiatan ) sebelum jam
( ada tagihan pelajaran melalui kegiatan membacakan buku dengan
akademik ) nyaring, membaca dalam hati, membaca bersama dan/atau
membaca terpadu diikuti kegiatan lain dengan tagihan non-
akademik dan akademik
- Kegiatan literasi dalam pembelajaran, sesuai dengan
tagihan akademik
- Melaksanakan berbagai strategi untuk memahami teks
dalam semua mata pelajaran
- Menggunakan lingkungan fisik, social afektif dan akademik
disertai beragam bacaan yang kaya literasi di luar buku teks
pelajaran untuk memperkaya pengetahuan dalam mata
pelajaran.
BAB IV
PENUTUP
Program gerakan Literasi di SD Negeri Patragaten akan terlaksana jika seluruh warga
sekolah memiliki komitmen yang kuat untuk melaksanakan. Melalui program gerakan
Literasi sekolah diharapkan tercipta suasana yang kondusif dan akhirnya berdampak
pada peningkatan kualitas pembelajaran pada khususnya dan kualitas pendidikan pada
umumnya.
PROGRAM EVALUASI DAN RENCANA TINDAK LANJUT
GERAKAN LITERASI SEKOLAH
SD NEGERI PATRAGATEN
NO KEGIATAN PESERTA TEMPAT WAKTU PELAKSANAAN EVALUASI RENCANA TINDAK
LANJUT
1 Tadarus Juz ‘Amma Kelas I - VI Di dalam 07.00 – 07.15 Setiap hari - Masih perlu pengadaan buku - Sekolah memprogramkan
Kelas Jus ‘Amma pengadaan buku Jus
- Masih perlu pembutulan ‘Amma untuk 1 anak 1
panjang pendeknya bacaan / buku
makhrot - Guru harus sering
membetulkan panjang
pendknya bacaan
2 Menerapkan membaca Kelas I - VI Di dalam 07.15 – 07.30 Setiap hari Selasa,
pemahaman lewat Kelas Kamis dan Sabtu
membaca mandiri
3 Menulis diari Kelas I - VI Di dalam 07.35 – 07.50 Setiap hari Senin
Kelas
4 Circle time Kelas I - VI Di dalam 07.15 – 07.30 Setiap hari Rabu
Kelas
5 Membaca terbimbing Kelas I - VI Di dalam 07.15 – 07.30 Setiap hari Sabtu
Kelas
Membaca bersama