0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
36 tayangan6 halaman

Inovasi SSC untuk Permohonan SKKH dan SKKPH

Program SSC (Self Service Community) merupakan aplikasi pelayanan perizinan berbasis web untuk pengajuan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan Surat Keterangan Kesehatan Produk Hewan (SKKPH) secara online. Program ini memudahkan pengguna dalam memperoleh SKKH dan SKKPH secara cepat dalam waktu 1 hari, dibanding sebelumnya yang membutuhkan waktu 4 hari. Program ini bermanfaat bagi pelaku usaha peternakan untuk pengi

Diunggah oleh

organisasi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
36 tayangan6 halaman

Inovasi SSC untuk Permohonan SKKH dan SKKPH

Program SSC (Self Service Community) merupakan aplikasi pelayanan perizinan berbasis web untuk pengajuan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan Surat Keterangan Kesehatan Produk Hewan (SKKPH) secara online. Program ini memudahkan pengguna dalam memperoleh SKKH dan SKKPH secara cepat dalam waktu 1 hari, dibanding sebelumnya yang membutuhkan waktu 4 hari. Program ini bermanfaat bagi pelaku usaha peternakan untuk pengi

Diunggah oleh

organisasi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL

SSC (Self Service Community)


Tanggal Implementasi Inovasi
Friday, 05 March 2021
Kelompok Umum
Kategori Kategori 3
Ketahanan Institusi Publik di Masa Pandemi dan Antisipasi di Masa Pasca Pandemi Covid-19
URL Youtube
[Link]
URL Bukti Iniasi Inovasi
[Link]
SURAT KEPUTUSAN
Terlampir

Ringkasan (5%)

Jelaskan secara ringkas mengenai inovasi yang diusulkan, setidaknya meliputi: implementasi, dampak,
dan relevansi inovasi dengan kategori yang dipilih.

Lengkapi uraian tersebut di atas dengan melampirkan data pendukung yang relevan.

Maksimal 200 kata.

SSC (Self Service Community) merupakan aplikasi pelayanan perizinan berbasis web. Program ini
merupakan sebuah sistem pelayanan publik khususnya dalam subsektor peternakan yang dapat
memberikan kemudahan dan informasi dengan jangkauan luas.

Program ini digunakan untuk pengajuan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan Surat
Keterangan Kesehatan Produk Hewan (SKKPH) secara cepat. Program ini memudahkan pengguna
dalam melakukan permohonan dan proses cetak SKKH dan SKKPH yang dapat dilakukan dimanapun
dan kapanpun.

Program ini berdampak signifikan terutama pada pelaku usaha peternakan yang melakukan pengiriman
produk hewan dan hewan keluar wilayah Kabupaten Sidoarjo. Pelaku usaha peternakan mendapatkan
kemudahan dengan tidak perlu antri dan mendatangi kantor Dinas Pangan dan Pertanian.

Program SSC berhasil mempersingkat waktu yang dibutuhkan pelayanan SKKH dan SKKPH dari 4 hari
menjadi cukup 1 hari. Selain hal tersebut layanan pengurusan SKKH dan SKKPH secara online telah
berhasil menghasilkan SKKH dan SKKPH sebanyak sebanyak 5413 surat.

Melalui Program SSC, menjadikan akses pelayanan yang baik, berkualitas dan menciptakan
keseimbangan baik bagi pemerintah, orang yang bergerak dalam dunia usaha peternakan, maupun
masyarakat, untuk mendapatkan SKKH dan SKKPH yang lebih mudah dan cepat sehingga dapat
digunakan sebagai pembuka akses pengeluaran hewan dan produk asal hewan ke wilayah Luar
Kabupaten Sidoarjo.

Terlampir bukti dukung


Ide Inovatif (20%)

Uraikan latar belakang dan tujuan dari inovasi, kesesuaian permasalahan yang akan diatasi melalui
Inovasi dengan kategori yang dipilih, dan sisi kebaruan atau nilai tambah dari inovasi ini dalam konteks
wilayah Anda.

Lengkapi uraian tersebut di atas dengan melampirkan data pendukung yang relevan.

Maksimal 600 kata.

Di era otonomi daerah dengan kondisi saat ini, Pemerintah daerah dituntut lebih kreatif dan inovatif
dalam menyelanggarakan birokrasi. Birokrasi yang telah diterapkan dalam hal pemberian pelayanan
(Service) kepada masyarakat yang masih dianggap kurang optimal, menjadikan motivasi Dinas Pangan
dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo dalam memberikan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Dinamika organisasi pada subsektor peternakan membutuhkan inovasi dalam bentuk penerapan
teknologi baru, metode baru agar dapat meningkatkan hasil dan kualitas produk layanan. Kondisi awal
pemberian SKKH dan SKKPH yang dilakukan secara manual, terdapat kendala dalam pelaksanaannya
antara lain : lamanya jangka waktu penyelesaian surat hingga 4 hari,. Dan penyimpanan data yang tidak
rapi serta penyimpanan arsip dokumen yang membutuhkan ruang yang representative. Karena
banyaknya kendala pelayanan yang dilakukan secara manual maka untuk meminimalkan pelayanan
public yang face to face yang memungkinkan kurang sederhananya prosedur pelayanan, Dinas Pangan
dan Kabupaten Sidoarjo berhasil menciptakan sebuah inovasi yang dikenal dengan SSC (Self Service
Community).

Program SSC ini merupakan sebuah sistem yang dapat digunakan langsung oleh pengguna usaha
peternakan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pengurusan SKKH dan
SKKPH dalam penguatan akuntabilitas kinerja dengan memberikan kemudahan pelayanan dan
informasi dengan jangkauan yang luas dan mempercepat jangka waktu pelayanan yang dahulu
dilakukan secara manual membutuhkan waktu 4 hari, dengan adanya program ini menjadi 1 hari.

Dengan capaian hal tersebut maka secara langsung dapat meningkatkan kepercayaan (Trust)
masyarakat kepada birokrasi penyelenggaraan pelayanan administrasi pemerintah.

Ide utama Program SSC adalah menjadikan akses pelayanan yang baik, berkualitas dan menciptakan
keseimbangan baik bagi pemerintah maupun orang yang bergerak dalam dunia usaha peternakan.
Program SSC digunakan untuk memfasilitasi pelaku usaha peternakan yang membutuhkan SKKH dan
SKKPH dalam pengiriman hewan dan produk hewan keluar wilayah Kabupaten Sidoarjo sesuai dengan
persyaratan administrasi lembaga karantina hewan sebagai bentuk pemeriksaan kesehatan hewan dan
produk hewan. Mengingat banyaknya kendala dan permasalahan pengurusan SKKH dan SKKPH
secara manual maka dibutuhkan sebuah peralihan pelayanan yang awalnya dilakukan face to face
menjadi self service yang dikenal dengan sebuah inovasi Program SSC, Dimana Program ini
mempunyai sifat yang kompatibel atau kesesuaian dengan kategori.

Sebelum tahun 2020, pengurusan SKKH dan SKKPH yang dilakukan secara manual membutuhkan
waktu hingga 4 hari, namun dengan program SSC ini pelaku usaha peternakan mendapatkan banyak
kemudahan dan kecepatan pelayanan. Bentuk pembaruan dan nilai tambah yang telah dilakukan oleh
program SSC ini adalah pengguna layanan yang dahulu dilakukan dengan antri mendatangi kantor yang
dilakukan secara face to face namun sekarang pelaku usaha peternakan dapat melayani dirinya sendiri
(self service) tanpa antri dan tidak diperlukan untuk datang ke Kantor Dinas Pangan dan Pertanian
sehingga hanya membutuhkan waktu yang singkat selama 1 hari.

Terlampir bukti dukung

Signifikansi (25%)

Uraikan secara singkat bagaimana inovasi ini diimplementasikan dalam mengatasi permasalahan yang
dihadapi dan penilaian/ asesmen yang dilakukan untuk mengukur dampak/ keberhasilan inovasi.

Lengkapi uraian tersebut di atas dengan melampirkan data pendukung yang relevan.

Maksimal 600 kata.

Program ini berdampak signifikan khususnya pada pelaku usaha peternakan dengan memudahkan
pengguna dalam melakukan permohonan dan proses cetak SKKH dan SKKPH yang dapat dilakukan
dimanapun dan kapanpun. SSC ini telah diimplementasikan Dinas Pangan dan Pertanian Kabapaten
Sidoarjo sejak tahun 2020 hingga sekarang dengan sebuah produk surat SKKH dan SKKPH sebanyak
5413 surat. SSC ini diimplementasikan oleh Pelaku usaha peternakan dengan menggunakan komputer,
laptop bahkan juga dapat melalui hp android setelah mengisi data-data yang dibutuhkan sesuai dengan
petunjuk pada website SSC. Selain layanan secara administrasi inovasi ini berkelanjutan dengan
pemeriksaan teknis berupa pengambilan sampel dan pengiriman sampel sesuai dengan produk yang
yang dilalulintaskan.

Untuk menjaga dan meningkatkan pelayanan melalui program SSC dilakukan monitoring dan evaluasi
program. Antara lain Sistem skoring untuk menilai kecepatan pelayanan dan evaluasi pencapaian
tingkat kepuasan pengguna layanan atau SKM dan evaluasi pencapaian target tahunan SKKH dan
SKKPH yang dilakukan oleh Bidang Kesehatan Hewan Kesehatan Masyarakat Veteriner. Jumlah SKKH
dan SKKPH merupakan sertifikat veteriner dalam proses pengeluaran hewan keluar Kabupaten Sidoarjo
dan menjadi indikator sub kegiatan Pengawasan peredaran hewan dan produk hewan yang tetapkan
dengan target 1000 surat veteriner dalam Renstra Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo
dalam mendukung Misi Bupati Sidoarjo Membangkitkan Pertumbuhan Ekonomi Dengan Fokus pada
Kemandirian Lokal Berbasis Usaha Mikro, Koperasi, Pertanian, Perikanan, Sektor Jasa dan Industri
Untuk membuka Lapangan Pekerjaan dan Mengurangi Kemiskinan.

Program SSC telah berjalan sangat efektif dan efesien dalam meningkatkan kualitas pelayanan bagi
pelaku usaha peternakan. Khususnya, dalam pelayanan administrasi SKKH dan SKKPH. Program ini
berdampak signifikan terutama pada pelaku usaha peternakan yang melakukan pengiriman produk
hewan dan hewan keluar wilayah Kabupaten Sidoarjo. Pelaku usaha peternakan mendapatkan
kemudahan dengan tidak perlu antri dan mendatangi kantor Dinas Pangan dan Pertanian. Mengingat
lokasi perusahan yang terpencar diseluruh Kabupaten Sidoarjo dan memiliki jarak yang cukup jauh
dengan Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo.

Program SSC berhasil mempersingkat waktu yang dibutuhkan pelayanan SKKH dan SKKPH dari 4 hari
menjadi cukup 1 hari. Selain hal tersebut layanan pengurusan SKKH dan SKKPH secara online yang
dimulai tahun 2020 telah berhasil menghasilkan SKKH dan SKKPH sebanyak sebanyak 5413 surat.

Terlampir bukti dukung


Kontribusi terhadap Capaian TPB (5%)

Jelaskan kontribusi nyata yang dapat diukur dari inovasi terhadap capaian TPB pada tingkat
Kementerian/Lembaga/Pemerintah Provinsi/Pemerintah Kabupaten/Pemerintah Kota.

Lengkapi uraian tersebut di atas dengan melampirkan data pendukung yang relevan.

Maksimal 200 kata.

*Untuk informasi TPB lebih lanjut dapat mengakses laman:

([Link]

Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo memiliki target dalam pengeluaran SKKH dan SKKPH
sebanyak target 1000 surat veteriner. Program SSC ini terutama ditujukan untuk meningkatkan
pelayanan publik dan mencapai ketahanan pangan dan perbaikan nutrisi, serta menggalakkan pertanian
yang berkelanjutan sesuai dengan yang tercantum dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB 2.).
Capaian TPB pada tahun 2021 menunjukkan bahwa Kabupaten Sidoarjo telah berhasil meningkatkan
produksi Daging.

Terlampir bukti dukung

Adaptabilitas (20%)

Jelaskan bahwa inovasi telah diadaptasi/direplikasi/disesuaikan dan diterapkan oleh unit/instansi lain
atau memiliki potensi untuk direplikasi dengan menggambarkan luasan populasi dan kesamaan karakter
masalah yang dialami atau ada pada daerah lain.

Lengkapi uraian tersebut di atas dengan melampirkan data pendukung yang relevan.

Maksimal 400 kata.

Sistem dan persyaratan untuk menggunakan program SSC ini sangat mudah dengan menekankan pada
pemeriksaan administrasi dan pemeriksaan fisik yang yang dimiliki pelaku usaha peternakan. Ide dalam
Program SSC dapat dengan mudah untuk digunakan dan mudah diterapkan oleh instansi lain, selain hal
tersebut program ini telah mendapatkan apresiasi dan dukungan oleh Dinas Peternakan Provinsi dan
Jawa Timur sehingga SSC ini sangat berpotensi direplikasi oleh instansi Dinas yang membidangi fungsi
peternakan dan kesehatan hewan kabupaten lain dalam menerapkan pengawasan peredaran hewan
dan produk hewan.

Terlampir bukti dukung

Keberlanjutan (20%)

Jelaskan sumber daya yang digunakan (berupa sumber daya keuangan, manusia, metode, peralatan
atau material), strategi yang dilakukan agar inovasi tetap berlanjut (berupa strategi institusional, strategi
sosial, dan strategi manajerial), serta faktor kekuatan (internal) dan peluang (eksternal) dalam
mendukung keberhasilan inovasi.

Lengkapi uraian tersebut di atas dengan melampirkan data pendukung yang relevan.

Maksimal 600 kata.

Sumber daya manusia yang terlibat dalam program SSC adalah analis laboratorium UPTD Laboratorium
Keswan dan Kesmavet dan Medik Veteriner Keswan dan Kesmavet serta Petugas Operator Program
SSC. Tim juga melakukan sosialisasi dan bimbingan teknis kepada pelaku usaha peternakan dalam
penggunan program SSC yang telah dilakukan pada bulan Maret 2021. Untuk menciptakan program
SSC ini anggaran yang digunakan adalah sebesar Rp. 50.000.000,- yang berasal dari APBD Kabupaten
Sidoarjo dengan wujud berupa Pengadaan Software Pelayanan.

Strategi yang telah dilakukan untuk mengenalkan program SSC ini adalah berupa sosialisasi dan
publikasi melalui kanal youtube [Link] oleh Dinas Pangan dan Pertanian ke
masyarakat terutama kepada para pelaku usaha peternakan di Kabupaten Sidoarjo.

Selain hal tersebut Petugas Teknis Peternakan yang berada disetiap Kecamatan diseluruh Wilayah
Kabupaten Sidoarjo berperan untuk memberikan KIE (Komunikasi Informasi, Edukasi) kepada
masyarakat tentang kemudahan program SSC ini.

Untuk menjaga kelangsungan program ini telah disusun

SOP tentang pelayanan SKKH dan SKKPH [Link]


SK Kepala Dinas Pangan dan Pertanian No. 188/324/438.5.10/2021 tentang standar Pelayanan di
dinas Pangan dan Pertanian [Link] [Link]

Dari segi sosial ekonomi yang dirasakan sejak diluncurkannya program SSC ini, para pelaku usaha
peternakan mendapatkan kelancaran penjualan hewan dan penjualan produk asal hewan di Kabupaten
Sidoarjo sehingga secara ekonomi masyarakat menjadi meningkat.

Program SSC telah dikenalkan kepada pelaku usaha peternakan. Inisiatif ini akan terus berkelanjutan
antara pihak pemerintah dan pihak swasta khususnya pelaku usaha peternakan. Pada tahun 2021
Bapak Wakil Bupati Sidoarjo beserta Jajarannya dan Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur
menghadiri Kegiatan Launching Program SSC untuk memberikan apresiasi dan dukungannya.
[Link]

Selain hal tersebut penerbitan SKKH dan SKKPH telah diatur oleh beberapa dasar hukum antara lain:

1. Undang-undang No. 18 tahun 2009 jo Undang- undang No. 41 tahun 2014 Tentang
ketentuan–ketentuan Pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan,
2. Peraturan Pemerintah RI No. 28 tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan
3. Peraturan Daerah Profinsi Jawa Timur No. 1 tahun 2012 tentang Pajak Daerah dan Retribusi

Terlampir bukti dukung

Kolaborasi Pemangku Kepentingan (5%)

Jelaskan pemangku kepentingan yang terlibat dan kontribusinya dalam merancang, melaksanakan,
mengevaluasi dan memastikan keberlanjutan inovasi ini.

Lengkapi uraian tersebut di atas dengan melampirkan data pendukung yang relevan.

Maksimal 200 kata.

Program SSC di Kabupaten Sidoarjo dilaksanakan oleh Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten
Sidoarjo dengan Pihak Swasta khususnya pelaku usaha peternakan. Dimana pemangku kepentingan
yang terlibat dan berkontribusi antara lain Bupati Sidoarjo bersama jajarannya dan Tim Dinas Pangan
dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo.

Monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh tim SSC bersama dengan Kepala Dinas Pangan dan
Pertanian memberikan peningkatan kualitas layanan dan mendorong keberlanjutan Program SSC ini
untuk tetap digunakan dalam penerbitan SKKH dan SKKPH.

Terlampir bukti dukung

Anda mungkin juga menyukai