PROPOSAL
PEDULI DILAN (PEDULI DISABILITAS, ORANG DENGAN
GANGGUAN JIWA DAN LANJUT USIA)
Tanggal Implementasi Inovasi
Monday, 06 May 2019
Kelompok Umum
Kategori Kategori 1
Pelayanan Publik yang inklusif dan berkeadilan
URL Youtube
[Link]
URL Bukti Iniasi Inovasi
[Link]
SURAT KEPUTUSAN
Terlampir
Ringkasan (5%)
Jelaskan secara ringkas mengenai inovasi yang diusulkan, setidaknya meliputi: implementasi, dampak,
dan relevansi inovasi dengan kategori yang dipilih.
Lengkapi uraian tersebut di atas dengan melampirkan data pendukung yang relevan.
Maksimal 200 kata.
Warga disabilitas, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), lanjut usia (lansia) kerap kali tidak memiliki
identitas. Sehingga, mereka kesulitan untuk mendapatkan fasilitas penunjang. Seperti, jaminan
kesehatan, keterampilan dan pelayanan rehabilitasi dan bantuan sosial dalam rangka perbaikan taraf
hidup, dan lain-lain.
Rata-rata mereka belum sadar bahwa identitas itu penting. Selain itu, juga tidak ada yang mendampingi
untuk mengurus identitas tersebut. Karena itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil)
membuat inovasi Peduli Disabilitas, ODGJ dan Lansia (Peduli Dilan). Program ini dikembangkan untuk
memenuhi hak dasar warga negara terutama Dilan. Caranya, mereka didatangi untuk layanan
administrasi kependudukan (Adminduk) di kediaman. Termasuk pengantaran dokumennya.
Program Peduli Dilan didukung Unit Layanan Cepat (ULC) Peduli Dilan untuk percepatan layanan
jemput bola ke Dilan. Hasilnya, semakin banyak Dilan yang memiliki dokumen adminduk.
Program Peduli Dilan memberi dampak yang signifikan kepada masyarakat Sidoarjo, terutama bagi
masyarakat yang tergolong penduduk rentan dan berkebutuhan khusus terkait pelayanan publik
penunjang. Para dilan tidak perlu kemana-mana bahkan berjalan terlalu jauh untuk kebutuhan identitas
kependudukan. Mereka mendapatkan layanan utama di kediaman. Cakupan kepemilikan identitas
kependudukan menjadi meningkat.
Ide utama program Peduli Dilan adalah menyediakan akses layanan yang terjangkau, berkualitas,
setara, dan berkeadilan, bahkan memberi prioritas pada penyandang disabilitas, ODGJ, dan lansia.
Terlampir bukti dukung
Ide Inovatif (20%)
Uraikan latar belakang dan tujuan dari inovasi, kesesuaian permasalahan yang akan diatasi melalui
Inovasi dengan kategori yang dipilih, dan sisi kebaruan atau nilai tambah dari inovasi ini dalam konteks
wilayah Anda.
Lengkapi uraian tersebut di atas dengan melampirkan data pendukung yang relevan.
Maksimal 600 kata.
Kabupaten Sidoarjo dengan luas wilayah 714.2 km2 dengan jumlah penduduk 2.075.686 jiwa, tersebar
di 18 kecamatan dan 353 desa/kelurahan. Kondisi geografis dataran delta dengan ketinggian antar 0
s/d 25 m, ketinggian 0-3m dengan luas 19.006 Ha, meliputi 29,99%, merupakan daerah pertambakkan
yang berada di wilayah bagian timur Wilayah Bagian Tengah yang berair tawar dengan ketinggian 3-10
meter dari permukaan laut merupakan daerah pemukiman, perdagangan dan pemerintahan. Meliputi
40,81 %. Wilayah Bagian Barat dengan ketinggian 10-25 meter dari permukaan laut merupakan daerah
pertanian.
Dengan tantangan geografis tersebut disertai tingginya jumlah populasi menuntut Pemkab Sidoarjo
melakukan reformasi birokrasi dengan pendekatan layanan. Sementara jumlah wajib KTP sebanyak
1.576.625 jiwa dengan capaian perekaman KTP sebesar 97%.
Kemampuan yang dimiliki seorang Dilan yang berbeda dikarenakan keragaman keterbatasan fisik,
kondisi mental ataupun lanjut usia, menjadikan penghalang dalam kepengurusan adminduk. Mau
mengurus, tidak ada yang mengantar.
Namun Pemerintah wajib hadir di tengah masyarakat. Menjadikan peran stelsel aktif dari Dukcapil
dengan kepedulian memberi aksesabilitas untuk memperoleh kesempatan yang sama dan kesetaraan
dalam kepengurusan adminduk.
Solusinya, Dukcapil membuat inovasi Peduli Dilan. Berupa layanan skala prioritas dengan metode
jemput bola ke kediaman untuk penerbitan KTP-el dan dokumen Adminduk lainnya. Pendaftaran
dilakukan sendiri atau keluarga, pendataan dilakukan oleh Desa/Kelurahan atau Kecamatan, juga
dilakukan melalui Puskesmas dan komunitas penyandang disabilitas dan ODGJ dengan sebelumnya
dilaksanakan Perjanjian Kerja Sama.
Ide utama program Peduli Dilan adalah menyediakan akses layanan yang terjangkau, berkualitas,
setara, dan berkeadilan, bahkan memberi prioritas pada penyandang disabilitas.
Tujuan Peduli Dilan yaitu memberi kemudahan layanan Adminduk pada masyarakat berkebutuhan
khusus untuk mendapatkan hak dasar identitas diri dan dokumen kependudukan. Selain itu, untuk
menjaring data penyandang disabilitas, ODGJ dan lanjut usia untuk peningkatan kesejahteraan, dan
meningkatkan cakupan kepemilikan dokumen kependudukan.
Peduli Dilan merupakan program kepedulian dan sinergi kolaborasi berbagai stakeholder, melalui
kemitraan Pemkab, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Komunitas, dan beberapa pihak lainnya.
Program ini bertujuan meningkatkan cakupan kepemilikan dokumen kependudukan dengan target 99%
dari jumlah wajib KTP di tahun 2024.
Peduli Dilan selaras dengan kategori kompetisi, yaitu kategori Pelayanan Publik yang Inklusif dan
Berkeadilan, karena Peduli Dilan hadir untuk memberi akses terhadap pelayanan publik yang terjangkau
bagi semua kalangan, khususnya kelompok rentan dan masyarakat yang hidup dengan keterbatasan.
Peduli Dilan juga sesuai dengan peran Dukcapil pada kewenangannya dalam pemberian identitas
penduduk yang menjadi hak setiap warga negara, termasuk masyarakat berkebutuhan khusus.
Disdukcapil memperhatikan kebutuhan masyarakat tersebut untuk mendapatkan fasilitas yang setara
dengan memberi layanan prioritas.
Layanan yang diberikan oleh Dukcapil yaitu pemberian identitas dalam bentuk dokumen kependudukan
yang harus dimiliki sejak mulai lahir sampai dengan meninggal dunia. Peduli Dilan hadir dengan
mendatangi kediaman warga dengan kebutuhan khusus dan memberikan layanan di tempat. Peduli
Dilan merupakan salah satu upaya dalam peningkatan cakupan kepemilikan dokumen kependudukan.
Terlampir bukti dukung
Signifikansi (25%)
Uraikan secara singkat bagaimana inovasi ini diimplementasikan dalam mengatasi permasalahan yang
dihadapi dan penilaian/ asesmen yang dilakukan untuk mengukur dampak/ keberhasilan inovasi.
Lengkapi uraian tersebut di atas dengan melampirkan data pendukung yang relevan.
Maksimal 600 kata.
Program inovasi Peduli Dilan berlaku efektif sejak tanggal 06 Mei 2019, dan dilaksanakan melalui tiga
tahapan, yaitu pendataan, perekaman dan penerbitan dokumen kependudukan. Sebagai langkah awal,
Dukcapil menerima pengajuan layanan dari keluarga atau kerabat, atau dari desa/kelurahan dan
kecamatan. Kemudian Dukcapil menurunkan ULC dengan metode jemput bola untuk melakukan
layanan di kediaman.
Hingga maret 2022, cakupan dilan yang telah dilayani sebanyak 424 jiwa, dengan rincian Januari sd
Maret 2022 sebanyak 118 jiwa, tahun 2021 sebanyak 255 jiwa, tahun 2020 sebanyak 48 jiwa dan tahun
2019 sebanyak 56 jiwa.
Langkah berikutnya Dukcapil proaktif melakukan jejaring dengan menggandeng instansi terkait dan
bersinergi serta kolaborasi. Melakukan koordinasi dengan komunitas penyandang disabilitas, LSM,
organisasi masyarakat, termasuk instansi vertikal terkait pemberian hal yang wajib untuk ditunaikan,
terutama pada kelompok rentan dan penyandang disabilitas yang selama ini sering luput dari perhatian.
Program Peduli Dilan memberi dampak yang signifikan kepada masyarakat Sidoarjo, terutama bagi
masyarakat yang tergolong penduduk rentan dan berkebutuhan khusus untuk mendapatkan identitas
kependudukan.
Peduli Dilan berperan penting dalam meningkatkan cakupan kepemilikan dokumen kependudukan.
Melalui Peduli Dilan, disabilitas, ODGJ, dan lansia dijangkau melalui layanan prioritas dengan
penyediaan akses dan kemudahan berupa kunjungan di kediaman dan berkas pengajuan telah
diverifikasi sebelumnya.
Untuk lebih menjaga dan meningkatkan program Peduli Dilan, dilakukan monitoring dan evaluasi melalui
rapat internal, memperluas jejaring sinergitas dan kolaborasi dengan stakeholder terkait, termasuk
memperhatikan saran dan masukan dari pengguna layanan adminduk melalui Survei Kepuasan
Masyarakat yang dilakukan secara berkala, dan instruksi Mendagri pada acara peluncuran “Gerakan
Bersama bagi Penyandang Disabilitas melalui Pendataan, Perekaman dan Penerbitan Dokumen
Kependudukan: Biodata, KTP-el dan KIA untuk Mewujudkan Masyarakat Inklusif” di Sekolah Luar Biasa
Negeri A Pembina Tingkat Nasional (SLBN A PTN) Jakarta, Jl. Pertanian Raya, Lebak Bulus, Jakarta
Selatan, Senin (14/3/2022).
Terlampir bukti dukung
Kontribusi terhadap Capaian TPB (5%)
Jelaskan kontribusi nyata yang dapat diukur dari inovasi terhadap capaian TPB pada tingkat
Kementerian/Lembaga/Pemerintah Provinsi/Pemerintah Kabupaten/Pemerintah Kota.
Lengkapi uraian tersebut di atas dengan melampirkan data pendukung yang relevan.
Maksimal 200 kata.
*Untuk informasi TPB lebih lanjut dapat mengakses laman:
([Link]
Hadirnya Peduli Dilan mewujudkan Kabupaten Sidoarjo yang ramah akan penduduk rentan. Bahwa
negara menjamin perlakukan dan hak yang sama terhadap para penyandang disabilitas, ODGJ, dan
lansia, maka Dukcapil mengawal hak adminduk bagi para dilan.
Untuk mencapai target TPB, Dukcapil Sidoarjo memiliki roadmap dan strategi kinerja layanan adminduk.
Target kepemilikan dokumen kependudukan memang tidak bisa berhenti seiring dengan perkembangan
penduduk.
Peduli Dilan sejalan dengan kebijakan capaian nasional SDG’s/TPB, khususnya pada tujuan 16
Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh, target 16.9 Pada tahun 2030, memberikan
identitas yang syah bagi semua, termasuk pencatatan kelahiran.
Hal tersebut ditinjau dari beberapa aspek, yaitu :
Aspek kepentingan terkait pemutakhiran data kependudukan, menjadi tugas pemerintah untuk
proaktif memfasilitasi kemudahan pelayanan administasi kependudukan;
Aspek sosial, pemenuhan dokumen kependudukan bagi disabilitas dan penduduk rentan lainnya
menjadikan keakuratan data kependudukan untuk program sosial pemerintah akan lebih tepat
sasaran;
Aspek ekonomi, dengan layanan prioritas bagi masyarakat berkebutuhan khusus akan lebih dekat,
cepat dan mudah mengurus dokumen kependudukannya sehingga mereka tidak perlu kemana-
mana, petugas yang datang ke kediaman;
Aspek Lingkungan, inovasi ini mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sehingga secara tidak
langsung mendorong masyarakat untuk lebih aktif dan peduli dalam mengurus administrasi
kependudukan dan akurasi data kependudukan lebih optimal.
Terlampir bukti dukung
Adaptabilitas (20%)
Jelaskan bahwa inovasi telah diadaptasi/direplikasi/disesuaikan dan diterapkan oleh unit/instansi lain
atau memiliki potensi untuk direplikasi dengan menggambarkan luasan populasi dan kesamaan karakter
masalah yang dialami atau ada pada daerah lain.
Lengkapi uraian tersebut di atas dengan melampirkan data pendukung yang relevan.
Maksimal 400 kata.
Inovasi Peduli Dilan berpotensi besar untuk direplikasi di wilayah lain.
Terbukti, sejumlah media lokal hingga nasional sempat menayangkan program Peduli Dilan. Antara lain,
Jawa Pos, Radar Sidoarjo, Harian Kompas, INews, Sidoarjonews dan lainnya. Dengan harapan, banyak
daerah lain yang mencontoh dan mereplikasi. Sehingga, layanan untuk ODGJ, warga disabilitas, lansia
bisa lebih optimal di banyak tempat tidak hanya di Sidoarjo saja. Apalagi, dampak dari program Peduli
Dilan sangat banyak. Inovasinya pun mudah dikembangkan. Antara lain :
1. Inovasi pelayanan Peduli Dilan dapat dikembangkan dengan melakukan pendataan dengan
melibatkan Desa/Kelurahan, Kecamatan, Puskesmas, komunitas penyandang disabilitas dan
ormas dan OPD lainnya;
2. Setiap daerah dapat mengembangkan inovasi pelayanan Peduli Dilan karena tidak membutuhkan
biaya yang mahal;
3. Memiliki nilai manfaat yang besar untuk warga tersebut, terutama kemudahan dan kelancaran
akses layanan publik lainnya;
4. Termasuk pada Push on Program, yaitu inovasi yang berorientasi pendekatan dan eksekusi
secara langsung program kependudukan kepada masyarakat tercapai sesuai dengan target yang
telah ditetapkan, dan Continous Program, melalui pendekatan persuasif berkelanjutan terkait
kesadaran dalam memiliki dokumen kependudukan yang sah.
5. Memanfaatkan potensi kearifan lokal dengan memberdayakan disabilitas dan masyarakat
berkebutuhan khusus yang berusia produktif dalam dunia kerja dan usaha.
Pada tingkat regional, Peduli Dilan telah diadopsi oleh Kecamatan Tulangan untuk dilaksanakan pada
penduduk setempat, dengan melakukan sambang pada warga.
Terlampir bukti dukung
Keberlanjutan (20%)
Jelaskan sumber daya yang digunakan (berupa sumber daya keuangan, manusia, metode, peralatan
atau material), strategi yang dilakukan agar inovasi tetap berlanjut (berupa strategi institusional, strategi
sosial, dan strategi manajerial), serta faktor kekuatan (internal) dan peluang (eksternal) dalam
mendukung keberhasilan inovasi.
Lengkapi uraian tersebut di atas dengan melampirkan data pendukung yang relevan.
Maksimal 600 kata.
Program Peduli Dilan dapat berjalan baik dan berkelanjutan didukung oleh Sumber Daya Keuangan dari
APBD yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik
Administrasi Kependudukan dan dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) yang cukup, jaringan internet
yang stabil dan aplikasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) serta sarana prasarana
yang memadai.
Langkah-langkah strategis untuk mengoptimalkan SDM yaitu dengan mengolaborasikan SDM pada
instansi terkait, bukan hanya dari pegawai Dukcapil sejumlah 94 staf (terdiri dari ASN dan Non ASN),
tetapi juga dari stakeholder terkait, yaitu Camat, Kades/Lurah, Petugas Registrasi Adminduk
Desa/Kelurahan.
Begitu besarnya apresiasi positif dari masyarakat terhadap inovasi Peduli Dilan, Disdukcapil terus
mengembangkan dan membuat berbagai terobosan dalam rangka keberlanjutan program. Beberapa
tahapan yang telah dilakukan untuk memastikan Peduli Dilan tetap berkelanjutan, antara lain :
1. Kolaborasi bersama pemangku kepentingan dari Bupati sampai dengan Kepala Desa/Lurah
dengan membangun komitmen bersama untuk menghadirkan transformasi digital layanan
adminduk;
2. Melakukan strategi institusional dengan menetapkan regulasi yaitu Keputusan Bupati mengenai
Tim Lintas Sektor Percepatan Layanan Adminduk, Petugas Registrasi Adminduk
Desa/Kelurahan,
3. Menggali ide kreatif inovatif dari staf internal;
4. Kontribusi mahasiswa yang menjadikan Peduli Dilan sebagai bahan penelitian, dimana hasil
penelitian mendapat kajian dari sisi akademik dan mendapatkan saran dan masukan guna
penyempurnaan ke depannya.
5. Melakukan strategi sosial dengan perluasan sinergitas jejaring komunitas dan swasta;
6. Strategi manajerial dengan pengembangan kapasitas SDM melalui bimbingan teknis, pelatihan
dan performance dan aktualisasi diri.
Peduli Dilan dilaksanakan oleh Tim Unit Layanan Cepat (ULC) yang mampu mengatasi masalah krusial,
ULC Peduli Dilan terdiri atas 5 staf internal yang mendatangi kediaman penduduk. Keberlanjutan ULC
dilakukan dengan rekrutmen dan bimtek atau pelatihan setiap 6 bulan.
KementerianPANRB juga memberikan apresisasi positif terhadap Kinerja Pelayanan, dibuktikan dengan
Indeks Pelayanan Publik (IPP) yang terus meningkat. Hasil evaluasi menunjukkan IPP tahun 2020
dengan nilai 3.98 kategori B, dan IPP 2021 dengan nilai 4.03 kategori A-.
Masalah kependudukan tidak akan berhenti selama laju pertumbuhan penduduk masih ada. Ruang
lingkup pemenuhan hak warga negara atas dokumen kependudukan yang cukup luas, dari mulai lahir
hingga meninggal dunia. Sementara kebutuhan untuk mendapatkan fasilitas penunjang, seperti jaminan
kesehatan, keterampilan dan pelayanan rehabilitasi bagi penyandang ODGJ, pemberian hibah dan
bantuan sosial dalam rangka perbaikan taraf hidup tetap menjadi pokok pemikiran yang kompleks.
Sehingga inovasi Peduli Dilan memiliki keberlanjutan yang panjang dalam upayanya meningkatkan
cakupan kepemilikan dokumen kependudukan.
Penyempurnaan manajemen pelayanan dilakukan dengan meningkatkan kualitas saraan dan prasarana
pelayanan dalam rangka mewujudkan tertib administrasi kependudukan yang cepat, murah dan
transparan, serta mengikuti standar dan spesifikasi yang telah ditetapkan. Faktor penentu keberhasilan
Inovasi Plavon Dukcapil antara lain :
1. Dukungan dana dari Pemkab Sidoarjo;
2. Komitmen kepala daerah dan instansi terkait;
3. Tersedianya sarana dan prasarana yang mendukung keberlanjutan inovasi;
4. Tersedianya regulasi yang menaungi akan keberlanjutan inovasi;
5. Serta partisipasi aktif masyarakat Kabupaten Sidoarjo dalam mengurus adminduk.
Terlampir bukti dukung
Kolaborasi Pemangku Kepentingan (5%)
Jelaskan pemangku kepentingan yang terlibat dan kontribusinya dalam merancang, melaksanakan,
mengevaluasi dan memastikan keberlanjutan inovasi ini.
Lengkapi uraian tersebut di atas dengan melampirkan data pendukung yang relevan.
Maksimal 200 kata.
Layanan administrasi kependudukan merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi dari beberapa intansi
vertikal, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Komunitas/Ormas lokal, Rumah Sakit/Puskesmas,
Kampus/Universitas, Pihak Swasta, dan UMKM lokal.
Untuk mempertahankan keberlanjutan Peduli Dilan, maka Dukcapil melibatkan beberapa stakeholder
untuk mendukung program inovasi tersebut, yaitu :
1. Bupati selaku pimpinan daerah mempunyai komitmen yang sangat tinggi, hal ini dibuktikan
dengan dukungan penuh terhadap upaya Dukcapil melakukan pendekatan layanan kepada
masyarakat;
2. Dukcapil sebagai instansi pelaksana penerbitan dokumen kependudukan, sekaligus tim
perancang inovasi Peduli Dilan;
3. Kecamatan dan Desa/Kelurahan sebagai ujung tombak pelaksana layanan, terlibat untuk
memaksimalkan fungsi koordinasi dan komunikasi dalam upaya peningkatan kesadaran
masyarakat akan administrasi kependudukan;
4. Intansi vertikal pendukung layanan adminduk seperti Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama,
RSUD dan Puskesmas;
5. LSM dan Komunitas yang menjadi subyek inisiator dan koordinator, aktor kunci penggerak
masyarakat dalam upaya pengembangan dan implementasi aplikasi;
6. Kampus/Universitas dalam penjaminan mutu penyelenggara layanan adminduk, baik pada
masukan, proses, maupun keluaran layanan dalam perwujudan Kampus Merdeka;
7. Pihak swasta dan UMKM lokal yang telah berkontribusi dalam optimalisasi dokumen
kependudukan, pemberian benefit dan distribusi dokumen kependudukan.
Keterlibatan pemangku kepentingan ini secara dinamis akan terus bertambah seiring rencana
pengembangan aplikasi dengan melibatkan instansi vertikal dan organisasi kemasyarakatan lainnya.
Terlampir bukti dukung