100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
202 tayangan34 halaman

Identifikasi Potensi Pertanian Jayamekar

Dokumen tersebut merupakan pengantar untuk identifikasi potensi wilayah di Desa Jayamekar. Dokumen menjelaskan latar belakang, perumusan masalah, tujuan, dan keluaran dari kegiatan identifikasi potensi wilayah tersebut serta pelaksanaan kegiatan di Desa Jayamekar.

Diunggah oleh

baktisae
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
202 tayangan34 halaman

Identifikasi Potensi Pertanian Jayamekar

Dokumen tersebut merupakan pengantar untuk identifikasi potensi wilayah di Desa Jayamekar. Dokumen menjelaskan latar belakang, perumusan masalah, tujuan, dan keluaran dari kegiatan identifikasi potensi wilayah tersebut serta pelaksanaan kegiatan di Desa Jayamekar.

Diunggah oleh

baktisae
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang
telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayyah-Nya kepada saya,
sehingga saya dapat menyelesaikan Identifikasi Potensi Wilayah (IPW) bagi
Penyuluhan Pertanian.

Identifikasi Potensi Wilayah (IPW) ini telah saya susun dengan


maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat
memperlancar penyusunan Identifikasi Potensi Wilayah (IPW) ini. Untuk itu
kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam penyusunan Identifikasi Potensi Wilayah (IPW) ini.

Terlepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih


ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya.
Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik
dari pembaca agar kami dapat memperbaiki laporan ini.

Pakenjeng, Januari 2020

Penyusun

1
I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Pembangunan pertanian abad 21 selain untuk mengembangkan
sistem pertanian berkelanjutan juga untuk meningkatkan kualitas
sumberdaya manusia pertanian. Strategi mewujudkan sumber daya
manusia pertanian yang berkualitas adalah melalui peningkatan
kualifikasi aparat pertanian dan kualifikasi spesialisasi jabatan.
Dengan diberlakukannya Undang – Undang Nomor 16 Tahun 2016
tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan,
menunjukkan bahwa peranan Penyuluh Pertanian adalah mewujudkan
strategis revitalisasi sumber daya manusia dan revitalisasi
kelembagaan Penyuluh Pertanian yang professional, kreatif, inovatif,
amanah dan berwawasan global. Oleh karena itu, peningkatan
kemampuan Penyuluh Pertanian dalam mengidentifikasi kebutuhan
dan potensi pelaku utama dan pelaku usaha penting dilaksanakan.
Data potensi desa memegang peranan penting untuk dalam
pembangunan di desa, khususnya pembangunan bidang pertanian.
Dengan data potensi wilayah yang valid akan memberikan gambaran
data potensi yang ada di Desa sehingga akan memudahkan dalam
menentukan keputusan yang tepat dalam pengambil kebijakan apa
yang perlu dikembangkan.

1.2. Perumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang diatas maka yang menjadi rumusan
masalah adalah :
1. Permasalahan apa saja yang dihadapi oleh petani Desa Jayamekar
dalam melaksanakan usaha taninya.
2. Potensi apa saja yang terdapat di wilayah Desa Jayamekar yang
dapat dimanfaatkan untuk mengatasi permasalahan yang ada.

2
3. Bagaimana alternatif pemecahan masalah untuk mengatasi
permasalahan yang ada.
4. Bagaimana kondisi kelembagaan kelompok tani yang ada di Desa
Jayamekar.

1.3. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah yang dikemukakan diatas, maka
tujuan dari pembuatan IPW adalah :
1. Menggali permasalahan dan potensi wilayah Desa Jayamekar.
2. Meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap petani.
3. Memberikan alternatif pemecahan masalah yang dihadapi oleh para
petani di Desa Jayamekar.

1.4. Keluaran
Keluaran dari kegiatan ini adalah tersedianya data dan informasi
pertanian di wilayah desa binaan bagi pelaksana penyuluhan, pelaku
utama, pelaku usaha dan para pemangku kepentingan dalam
melayani penyuluhan, mengembangkan usaha, serta pelaksanaan
program dan kegiatan pembangunan pertanian di wilayah kerja
penyuluh.

3
II. PELAKSANAAN KEGIATAN

2.1. Waktu dan Tempat


Lokasi dan waktu pelaksanaan di Desa Jayamekar Kecamatan
Pakenjeng Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat dari bulan Januari
2020.

2.2. Kegiatan
Kegiatan yang dilakukan dalam pelaksanaan identifikasi wilayah
adalah sebagai berikut :
1. Pengumpulan data skunder
2. Pengumpulan data primer
3. Menganalisis dan mengolah data potensi wilayah
4. Penentuan skala prioritas menggunakan analisis GMP
5. Pembuatan peta wilayah dilengkapi dengan sebaran komoditi
6. Membuat peta transek
7. Pembuatan kalender harian petani dan keluarganya
8. Pembuatan diagram venn
9. Penyajian data Identifikasi Potensi Wilayah

2.3. Metode Pengumpulan dan Analisis Data


2.3.1. Pengumpulan Data
Data primer diperoleh dengan cara wawancara dengan
Pengurus dan anggota Kelompok Tani, Wanita Tani, dan
steakholder lain di Desa Jayamekar dan pengamatan/observasi
lapang terhadap masalah dan potensi pertanian di Desa
Jayamekar. Sedangkan data sekunder diperoleh dengan
mencatat/merekam data dan mencari informasi dari lembaga
atau instansi pemerintah yang kompeten terhadap data yang
akan disajikan sumber data, dalam hal ini yaitu data dari kantor

4
Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Pakenjeng dan data dari
Pemerintah Desa Jayamekar.

2.3.2. Analisis Data


Data yang telah diperoleh, direkap dan disajikan dalam
bentuk tabel, grafik/diagram, kemudian dianalisis dengan
metode GMP untuk menentukan tingkat kegawatan, tingkat
kebutuhan dan penyebaran dengan jumlah pelaku
utama/pelaku usaha yang mengalami masalah tersebut,
keterkaitannya dengan potensi usaha, produktivitas, lingkungan
usaha, perilaku, kebutuhan, efektifitas dan efisiensi usaha serta
tingkat kemudahan biaya, tenaga, dan teknologi.

5
III. KEADAAN UMUM

3.1. Batas dan Luas Wilayah


Wilayah Desa Jayamekar mempunyai luas 1.142,23 ha, terdiri
dari 55 ha lahan sawah dan 340,43 ha lahan darat, yang terdiri dari
kolam 3 ha, pekarangan 11,75 ha, dan tegalan/kebun 215 ha. Desa
Jayamekar terletak di Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut dengan
batas-batas wilayah sebagai berikut :
Sebelah Utara : Desa Pananjung Kecamatan Pamulihan
Sebelah Selatan : Desa Sukamulya Kecamatan Pakenjeng
Sebelah Timur : Desa Talagawangi Kecamatan Pakenjeng
Sebelah Barat : Desa Jatiwangi Kecamatan Pakenjeng

3.2. Karakteristik Lahan dan Iklim


Topografi Desa Jayamekar termasuk kedalam daerah dataran
sedang dengan ketinggian 425 - 900 mdpl dengan kemiringan tanah
<15%. Jenis tanah Desa Jayamekar sebagian besar termasuk kedalam
jenis tanah Podsolik Merah Kuning (PMK) sangat dominan (sekitar
73,50%), yang lainnya antara lempung dan liat berpasir yaitu sekitar
26,50%. pH tanah antara 5 sampai 6,5. Suhu rata-rata harian 23 0C -
300C. Menurut Schmidt & Ferquson Desa Jayamekar Pakenjeng
termasuk ke dalam tipe iklim C (Agak Basah). Rata-rata curah hujan
dalam 5 tahun terakhir dapat dilihat pada tabel 1.
Tabel 1. Curah Hujan dan Kelembaban Lima Tahun Terakhir di Desa
Jayamekar
Tahun 2016 2017 2018 2019 2020
Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah
No Harinya mm3 Harinya mm3 Harinya mm3 Harinya mm3 Harinya mm3
Bulan
1 Januari 761 19 282 21 297 19 440 23 330 340
2 Februari 716 15 441 20 573 15 423 14 254 354
3 Maret 998 25 408 23 402 23 473 21 652 452
4 April 336 25 518 21 532 22 530 23 681 621
5 Mei 478 18 177 15 379 22 564 - - 551
6 Juni 185 4 59 3 20 17 121 - - 300

6
7 Juli 212 5 27 - - 11 79 - - 292
8 Agustus 192 - - - - 1 18 - - 210
9 September 476 1 10 6 31 6 77 - - 390
10 Okteber 411 17 97 15 233 8 118 - - 512
11 November 617 25 506 17 346 10 152 11 350 650
12 Desember 857 22 477 20 515 - - 28 780 780
Sumber Data : Statistik

3.3. Data Monografi dan Potensi Desa


Potensi lahan usahatani Desa Jayamekar terdiri dari lahan sawah
dan lahan darat. Luas lahan darat menjadi bagian terbesar yakni 80,8
% dari keseluruhan wilayah. Komoditi utama yang dibudidayakan di
lahan darat yaitu tanaman perkebunan teh, jagung dan kedelai.
Sedangkan lahan sawah sebesar 19,2 % dari keseluruhan wilayah
dengan komoditi utama yaitu padi dan sebagian lahan sawah ditanami
komoditas hortikultura.

3.4. Keadaan Lahan


Keadaan lahan usahatani di Desa Jayamekar secara garis besar
dapat dibedakan berdasarkan pengairanya untuk lahan sawah dan
status penggunaannya untuk lahan darat.
Rincian luas lahan sawah dilihat dari segi pengairannya disajikan
pada Tabel 2 di bawah ini.
Tabel 2. Luas Lahan Berdasarkan Pengairannya
No. Jenis Irigasi Luas Lahan (Ha) Persentase (%)
1. Irigasi Teknis - -
2. Irigasi ½ Teknis 15 27,27
3. Sederhana Non PU - -
4. Tadah Hujan 40 72,73
Jumlah 55 100
Sumber : Monografi Desa Jayamekar Tahun 2020
Desa Jayamekar memiliki Luas lahan darat yang lebih besar
dibandingkan dengan luas lahan sawah, kurang lebih sekitar 80,8 %
dari keseluruhan Luas wilayah desa, diperinci pada Tabel 3.

7
Tabel 3. Luas Lahan Darat Menurut Status Penggunaannya
No. Pembagian Lahan Luas (Ha) Persentase (%)
1. Pemukiman 10,75 4,70
2. Tegalan 15 6,56
3. Kolam 3 1,31
4. Perkebunan Rakyat 200 87,43
5. Lain – lain - -
Jumlah 228,75 100
Sumber : Monografi Desa Jayamekar 2020
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa luas lahan perkebunan
merupakan daerah terluas menurut status penggunannya mencapai
65 ha, sedangkan pemukiman menempati posisi kedua dengan luas
10,75 ha, komoditi utama yang di usahakan yaitu komoditas tanaman
perkebunan seperti teh, kopi dan kapol, sedangkan tanaman pangan
seperti jagung, kedelai, dan padi serta komoditas hortikultura seperti
cabai.

3.5. Pola Tanam


Pola tanam di lahan sawah di desa Jayamekar umumnya padi-
padi-padi, Keadaan pola tanam lahan sawah di Desa Jayamekar dapat
dilihat pada tabel 4.
Tabel 4. Keadaan Pola Tanam Lahan Sawah di Desa Jayamekar
Luas Lahan Kelompok
No. Jenis Lahan Pola Tanam
(ha) Tani
1. Sawah padi – padi – padi 15 1 klp
2. padi – padi – palawija 40 3 klp
Jumlah 55 4 klp
Sumber : Data Diolah Penulis

3.6. Sumber Daya Manusia


3.6.1. Keadaan Penduduk
Jumlah penduduk Desa Jayamekar sampai dengan akhir tahun
2019 tercatat 2.660 orang. Dari jumlah tersebut diperinci
berdasarkan jenis kelamin yaitu sebagai berikut :
 Kepala Keluarga : 828 KK

8
 Laki – Laki : 1.296 Jiwa
 Perempuan : 1.364 Jiwa

3.6.2. Jumlah Petani dan Keluarga Petani


Pelaku utama pembangunan pertanian adalah petani hal ini
dikarenakan petani merupakan profesi yang terlibat dan sebagai
pelaksana langsung dibidang pertanian, adapun jumlah petani dan
buruh tani dan buruh lainnya di wilayah Desa Jayamekar yaitu
sebanyak 1.058 Orang dan KK Tani sebanyak 702 KK.

3.6.3. Status Pemilikan Lahan


Adapun jumlah petani menurut status pemilikan lahan di wilayah
Desa Jayamekar yaitu :
 Pemilik : 72 Orang
 Pemilik Penggarap : 178 Orang
 Penggarap : 123 Orang
 Penyekap : 29 Orang
 Buruh Tani : 656 Orang

3.6.4. Jumlah Penduduk Berdasarkan Klasifikasi Umur


Jumlah penduduk berdasarkan klasifikasi umur dapat
dipergunakan sebagai acuan dalam menentukan tingkat produktifitas
penduduk suatu wilayah. Data jumlah penduduk berdasarkan
klasifikasi umur dapat dilihat pada tabel 5.
Tabel 5. Jumlah Penduduk Berdasarkan Klasifikasi Umur
Kelompok Umur Jenis Kelamin
No. Jumlah
(Tahun) Laki-laki Perempuan
1. 0 – 14 548 637 1.185
2. 15 – 40 261 278 539
3. 41 – 55 329 345 674
4. > 56 127 135 262
Jumlah 1.265 1.395 2.660
Sumber : Monografi Desa Jayamekar 2020

9
3.6.5. Jumlah Penduduk berdasarkan Mata Pencaharian
Mayoritas penduduk Desa Jayamekar belum bekerja atau usia
sekolah ditunjukan dengan data 66,41%, dan terbanyak kedua
berprofesi sebagai petani yakni mencaai 17,53% dari keseluruhan
penduduk. Data jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian
dapat dilihat pada tabel 6.
Tabel 6. Jumlah Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian
Jumlah Persentase
No. Jenis Mata pencaharian
(orang) (%)
1 Petani 402 33.11
3 Pedagang/wiraswasta 107 8.81
4 PNS/TNI-POLRI/Pamong Desa 23 1.89
5 Jasa/Seniman 26 2.14
7 Buruh 656 54.04
Jumlah 1214 100
Sumber : Monografi Desa Jayamekar 2020

3.6.6. Jumlah Penduduk berdasarkan Tingkat Pendidikan


Kualitas sumberdaya manusia (SDM) petani juga merupakan
kendala yang cukup serius dalam pembangunan pertanian. Data
jumlah penduduk berdasarkan tingkat pendidikan sampai akhir tahun
2019 dapat dilihat pada Tabel 7.
Tabel 7. Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan Sampai
Akhir Tahun 2020
No. Tingkat Pendidikan Jumlah (orang)
1 Belum/Tidak dan Sedang Sekolah SD 416
2 Tidak Pernah Sekolah 77
3 Tidak Tamat SD 187
4 Tamat SD/Sederajat 1275
5 Tamat SLTP/Sederajat 424
6 Tamat SLTA/Sederajat 233
7 Tamat Perguruan Tinggi 48
Jumlah 2660
Sumber : Monografi Desa Jayamekar 2020

10
3.6.7. Kelembagaan Penunjang
- BPD
- LPM
- POSLUHDES
- GAPOKTAN
- BUMDES
- PKK
- KARANG TARUNA

11
IV. JENIS DATA DAN INFORMASI PERTANIAN

4.1. Kebijakan Penyuluhan Pertanian


Visi, Misi, Program, dan Kegiatan Penyuluhan BPP Kecamatan
Pakenjeng.
Tabel 8 : Kebijakan Penyuluhan Pertanian Tahun 2020 Kecamatan
Pakenjeng
VISI MISI STRATEGI
Terwujudnya  Mengembangka 1. Mengembangkan
sumberdaya n sumberdaya kelembagaan petani;
manusia aparatur serta 2. Menempatkan kelembagaan
(SDM) sarana dan penyuluhan sebagai
pertanian, prasarana. penggerak utama penyuluhan;
perikanan  Mengembangka 3. Meningkatkan nilai tambah
dan n system produk melalui penguatan
kehutanan penyuluhan kelembagaan petani;
yang pertanian, 4. Mengembangkan peningkatan
berkualitas, perikanan dan mutu dan daya saing produk
berorientasi kehutanan. dengan kembali ke alamiah;
agribisnis  Mengembangka 5. Meningkatkan kualitas dan
dan berbasis n koordinasi kuantitas penyuluh melalui
sumberdaya dengan stake pelatihan;
lokal holder dalam 6. Menerapkan sistem insentif
pengembangan di dalam pengembangan
system sarana dan prasarana
penyuluhan penyuluhan;
pertanian, 7. Mengurangi ketergantungan
perikanan dan sarprodi melalui
kehutanan. pengembangan pembibitan
dan saprodi lain dengan
meningkatkan kapasitas
petani;
8. Meningkatkan komitmen
pimpinan daerah terhadap
penyuluhan dan harmonisasi
hubungan kerja antar
instansi terkait.
Kebijakan Program/Kegiatan
Terwujudnya 1. Peningkatan kapasitas kelembagaan penyuluhan
sistem pertanian;
penyuluhan 2. Peningkatan jumlah dan kompetensi ketenagaan
yang penyuluhan;
produktif 3. Pemberdayaan Kelembagaan Petani;

12
dan efektif. Optimalisasi penyelenggaraan penyuluhan;
Peningkatan sarana, prasarana dan pembiayaan
penyuluhan.
Sumber Data : BPP Kecamatan Pakenjeng, 2020

4.2. Kelembagaan
4.2.1. Kelembagaan Tani
Kelembagaan tani yang ada di Desa Jayamekar merupakan
Kelompoktani Hamparan dan domisili dengan komoditas unggulan
adalah teh, kopi, padi, jagung dan kedelai.
Tabel 9. Jumlah Kelompok Tani dan Kelas Kemampuannya
Kategori
No. Nama Kelompok
Pemula Lanjut Madya Utama
1 Arimba √
2 Mekar Tani √
3 Campaka Mekar √
4 Baraya Tani √
5 KWT Binangkit √
6 P3A Curug Sabun √
7 Camelia Giri √
8 Surya Medal I √
9 Bukit Harapan √
10 Tunas Harapan √
11 Mekar Tani I √
12 Jaya Abadi Grup √
13 Kel. Ternak Latansani √
Sumber : Programa Kecamatan Tahun 2020

Tabel 10. Jumlah Kelompok Tani dan Komoditas Unggulan


Total
Nama Kelompok Jumlah Alamat Tahun Komoditas
No Nama Ketua Luas
Tani Anggota (Sekretariat) Berdiri Unggulan
(Ha)
1 Arimba Tatan Hartanto 26 Arinem 2006 Padi 7.50
2 Mekar Tani Iri 29 Pondoksaluyu 2011 Padi 9.25
3 Campaka Mekar Rahmat Hidayat 43 Campaka 2012 Padi 34.50
4 Baraya Tani Ust. Eman 34 Halimun 2012 Padi 3.75

13
5 KWT Binangkit Dini Febriani 34 Pondoksaluyu 2019 Palawija 1.35
6 Surya Medal I Agus 25 Pondoksaluyu 2010 Teh 52.50
7 Camelia Giri Jaja 25 Pondoksaluyu 2010 Teh 45.00
8 Tunas Harapan Dani Ramdani 38 Pondoksaluyu 2013 Teh. Kopi 30.00
9 Bukit Harapan H. Tatang 66 Halimun 2005 Teh. Kopi 51.50
10 Mekar Tani I U. Tarsana 37 Pondoksaluyu 2019 Teh. Kopi, Kapol 17.50
11 P3A Curug Sabun Dede B. 22 Campaka 2019 - -
12 Jaya Abadi Grup Roni Irawan 44 Babakan Baru 2014 Cengkeh 15.00
13 Mekar Jaya U. Tarsana - Arinem 2008 - -
14 KT. Latansani Rohmatulloh 25 Halimuh 2016 Peternakan -
Jumlah 448 267.85
Sumber : Programa Kecamatan Tahun 2019
Penggabungan kelompoktani kedalam gapoktan dilakukan agar
kelompoktani dapat lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam
penyediaan sarana produksi pertanian, permodalan, peningkatan
atau perluasan usahatani ke sektor hulu dan hilir, pemasaran serta
kerjasama dalam peningkatan posisi tawar.

4.2.2. GAPOKTAN
Tabel 11. Kepengurusan Gapoktan Desa Jayamekar

Nama Nama Pengurus Tahun


No
Gapoktan Ketua Sekretaris Bendahara Berdiri
1 Sauyunan Saeli Dedi S. Dadang S. 2011

Sumber data : BPP Kecamatan Pakenjeg

4.2.3. POSLUHDES
Tabel 12. Kepengurusan Posluhdes Desa Jayamekar
Nama Nama Pengurus Tahun
No
Posluhdes Ketua Sekretaris Bendahara Berdiri
Agus
1 Mekar Jaya U. Tarsana Jaja 2015
Suganda

Sumber data : BPP Kecamatan Pakenjeg

14
4.3. Jenis dan Produksi Usaha Tani Tanaman Pangan, Hortikultura dan
Perkebunan
Komoditi utama tanaman pangan Desa Jayamekar antara lain
yaitu Padi sawah, Jagung, Kedelai. Luas penanaman dan produksi
komoditi utama Desa Jayamekar Tahun 2019 dapat dilihat pada
Tabel 12.
Tabel 13. Realisasi Luas Tanam, Luas Panen, Produktivitas dan
Produksi Tanaman Pangan per Hektar Tahun 2019
Jumlah
Luas Panen Produktivitas
No Komoditi Produksi
(Ha) (kg/butir/Ha)
Ton/butir
1 Padi Sawah 117.00 4.90 573.30
2 Padi Gogo 10.70 2.00 21.40
3 Jagung 5.00 5.00 25.00
4 Kedelai 1.00 0.80 0.80
Jumlah 133.70 - 620.50
Sumber : Data UPT Pertanian dan Statistik
Pada Tabel 12 terlihat antara luas tanam dan luas panen relatif
sama hal ini menunjukkan bahwa secara umum kondisi lingkungan
dan OPT pada MT 2019 relatif mendukung. Selain tanaman pangan,
di Desa Jayamekar komoditas tanaman lain adalah tanaman cabai.
Luas tanam tanaman dalam setahun cabai di Desa Jayamekar
mencapai 5 ha. Realisasi luas tanam, luas panen, produktivitas dan
produksi tanaman hortikultura per hektar tahun 2019 dapat dilihat
pada tabel 13.
Tabel 14. Realisasi Luas Tanam, Luas Panen, Produktivitas dan
Produksi Tanaman Hortikultura dan Tanaman Perkebunan
per Hektar Tahun 2020
Luas Luas
Produktivitas Produksi
No Komoditas Tanam Panen
(Ton/ha) (Ton)
(Ha) (Ha)
1 Cabai 5 5 8,3 83
2 Teh 200 200 2.4 480
Jumlah 205 205 563
Sumber : Data UPT Pertanian dan Statistik

15
4.4. Peternakan
Tabel 15. Keadaan Populasi Ternak
Jumlah
No. Jenis Ternak
(Ekor)
1 Sapi 10
2 Kerbau 7
3 Domba 367
4 Kambing 218
5 Ayam Kampung (ayam buras) 1426
6 Ayam Broiler (ayam ras) 8000
7 Entog/Bebek 411
8 Kuda -
9 Kelinci -
10 Ayam Ras Petelur 294
Sumber : Programa Kecamatan Tahun 2019

4.5. Perikanan
Berdasarkan Profil Desa Jayamekar 2020 terdapat jenis kolam
air tenang dengan luas areal 3 Ha, Jenis ikan yang dibudidayakan
adalah jenis ikan mas dan ikan nila, serta ikan mujaer. Proyeksi hasil
pertahun 200 kg sedangkan realisasinya adalah 150 Kg.

4.6. Alat Dan Mesin Pertanian


Salah satu penentu keberhasilan produksi suatu komoditi yaitu
tersedianya alat mesin pertanian. Keadaan alat mesin pertanian yang
terdapat di wilayah Desa Jayamekar, yaitu alat prapanen, panen dan
alat pengolahan hasil seperti terlihat pada Tabel 15.
Tabel 16. Alat Mesin Pertanian
No Jenis Alat Jumlah (unit/buah) Ket
1 Alat Prapanen
- Cangkul 832
- Bajak 5
- Garpu 20
- Parang 250

16
- Garu 5
- Mesin diesel -
- Traktor roda dua 2
- Aplikator urea Tabelt -
- Handsprayer 80
- Pompa air 2
2 Alat Panen
- Sabit biasa 100
- Power thresser -
3 Alat Pengolah Hasil
- Penggilingan padi besar -
- Penggilingan padi kecil -
Sumber : Data Diolah Penulis

4.7 Rata-Rata Tingkat Penerapan Teknologi


4.7.1. Tanaman Pangan
Tabel 17. Rata-Rata Tingkat Penerapan Teknologi Tanaman Padi
Sawah Terhadap Teknologi PTT
Tingkat Penerapan
No. Aspek Teknologi
(%)
1. Benih bermutu dan berlabel 50
2. Seleksi Benih 40
3. Penanaman bibit muda (≤ 21hari) 50
4. Tanam bibit 1-3 batang perumpun 50
5. Pola tanam SRI 40
6. Sistem jajar legowo 40
7. Pemupukan berimbang 40
8. Pemberian bahan organik 50
9. Pengendalian OPT dengan penerapan PHT 30
10. Pengairan berselang 40
11. Penyiangan dengan landak 70
12. Panen dan pasca panen 60
Sumber : Data Diolah Penulis

Tabel 18. Rata-Rata Tingkat Penerapan Teknologi Tanaman Kedelai


Terhadap Teknologi PTT
Tingkat Penerapan
No. Aspek Teknologi
(%)
1. Penyiapan lahan 70
2. Menggunakan varietas unggul 40
3. Penanaman 2-3 /lubang 70

17
4. Pemupukan berimbang 40
5. Penggunaan mulsa jerami 40
6. Pengairan 40
7. Pengendalian hama penyakit 30
8. Panen dan pasca panen 60
Sumber : Data Diolah Penulis

Tabel 19. Rata-Rata Tingkat Penerapan Teknologi Tanaman Jagung


Terhadap Teknologi PTT
Tingkat
No. Aspek Teknologi
Penerapan (%)
1. Varietas unggul 50
2. Benih bermutu dan bersertifkat 50
3. Populasi tanaman sekitar 66.600 tan/Ha 60
4. Pemupukan berimbang 50
5. Bahan organik 40
6. Pembuatan saluran drainase 70
7. Pengendalian gulma secara terpadu 50
8. Pengendalian OPT dengan pendekatan PHT 30
9. Panen dan prosesing dengan alat pemipil 50
Sumber : Data Diolah Penulis

4.8. Peternakan
Tabel 20. Rata-Rata Tingkat Penerapan Teknologi Peternakan
Tingkat Penerapan (%)
No Aspek Teknologi Ayam Magot
Domba Sapi
Ras BSF
1. Penggunaan bibit unggul 70 60 70 40
2. Perkandangan 40 40 50 50
3. Pemberian pakan 40 50 30 40
4. Pengendalian 30 40 40 40
hama/penyakit
5. Pengelolaan reproduksi 50 50 50 50
6. Pasca panen/pemasaran 70 70 70 40
7. Manajemen usaha 50 50 50 30
8. Pemberian Vaksin 50 50 60 -
Sumber : Data Diolah Penulis

18
4.9. Perikanan
Tabel 21. Rata-Rata Tingkat Penerapan Teknologi Perikanan
Tingkat Penerapan (%)
No. Aspek Teknologi Kolam Air
Mina Padi
Tenang
1. Konstruksi kolam 50 -
2. Mutu benih 40 -
3. Pengaturan air 70 -
4. Pemupukan 40 -
5. Pengendalian hama/penyakit 40 -
6. Panen dan pasca panen 60 -
7. Pemasaran 50 -

19
4.10. IDENTIFIKASI DAN ANALISA POTENSI

NO ASPEK POTENSI MASALAH PENYEBAB AKIBAT SOLUSI


Luas Lahan
Media tanam
Pekarangan Cukup Media Tanam Tanaman sayuran Pembuatan media
pada polibag
Luas dan sudah sayuran daun daun pada yang baik untuk
1 SDA terlalu banyak
dimanfaatkan pada polibag polibag tanam sayuran
menggunakan
dengan tanaman kurang baik pertumbuhannya daun pada polibag
tanah
sayuran daun kerdil dan mati
Saluran air
57 ha areal
kurang baik dan Indek Perbaikan Saluran
Luas Lahan lahan sawah
sumber air pertanamannya irigasi dan
sawah mencapai mengalami
berada di mencapai 100 pembuatan embung
94 ha kekurangan air
bawah lahan
sawah
Kesuburan lahan
Lahan darat Produksi dan Pemberian bahan
Luas lahan darat darat rendah
kekurangan produktivitas organik pada lahan
mencapai 121 dengan pH
bahan organik rendah darat
ha dibawah 4
Luas tanam Tanaman kunyit
Adanya hama Pengolahan
komoditas tanaman mati dan Pengolahan tanah
uret (kuuk) tanah yang
kunyit mencapai 36 produksinya yang baik
pada tanaman kurang baik
ha berkurang
Kunyit
Pemberian
pakan yang
Populasi ternak Terlalu banyak Pemberian pakan
belum sesuai Pertambahan bobot
sapi potong memberikan tambahan berupa
kebutuhan sapi kurang optimal
mencapai 738 ekor pakan jerami kosentrat
ternak sapi
potong
2 SDM Sebagian besar Usaha taninya Petani tidak mau Hasil usaha taninya Menerapkan

20
warga bermata masih tradisional merubah PKS menurun teknologi pertanian
pencaharian sebagai yang baru
petani
Upah tenaga
Kesulitan tenaga Tenaga kerja Adanya perbaikan
Umur usia produktif kerja di kota
kerja pada saat / petani upah tenaga kerja
cukup banyak lebih tinggi
dibutuhkan makin di Desa
daripada di
berkurang
Desa
Tidak Kompak Sibuk dengan
ASPEK Ada Kegiatan Gotong Kurangnya rasa Meningkatkan
3 dalam gotong kegiatan masing-
SOSIAL Royong memiliki dinamika kelompok
royong masing
Mata rantai
BUMDES bisa
ASPEK Pendapatan pemasaran hasil Harga jual hasil
4 ADA BUMDES menampung hasil
EKONOMI petani rendah pertanian terlalu pertanian rendah
pertanian
panjang
Petani tidak
Kebanyakan Pemupukan modal
Ada Kios mempunyai Tidak tepat waktu
sebagai buruh di dalam kelompok
Pupuk Resmi modal membeli dalam pemupukan
tani/penggarap tani
pupuk

21
4.11. ANALISA GMP

NO MASALAH G M P JUMLAH PERINGKAT KET


1 Media Tanam sayuran daun pada polibag kurang baik 3 4 4 11 3 Bahan
2 57 ha areal lahan sawah mengalami kekurangan air 4 4 4 12 2 Kegiatan
3 Kesuburan lahan darat rendah dengan pH dibawah 4 3 3 2 8 10 Penyuluhan
4 Adanya hama uret (kuuk) pada tanaman Kunyit 3 2 2 7 11 Disesuaikan
Pemberian pakan yang belum sesuai kebutuhan ternak sapi
5 4 3 4 11 4 Kebutuhan
potong
6 Usaha taninya masih tradisional 4 4 3 11 5
7 Kesulitan tenaga kerja pada saat dibutuhkan 4 4 4 12 1
8 Tidak Kompak dalam gotong royong 4 3 3 10 7
9 Pendapatan petani rendah 3 3 3 9 9
10 Petani tidak mempunyai modal membeli pupuk 4 3 3 10 6

KETERANGAN :
SCORING
1. Tidak Gawat
2. Kurang Gawat
3. Cukup Gawat
4. Gawat
5. Sangat Gawat

22
V. PENDEKATAN DAN METODE PRA

Identifikasi Potensi Wilayah yang dilakukan di Desa Jayamekar Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut dengan cara
mengumpulkan data Sekunder dan data primer
Data sekunder yang didapat dari Pemerintahan Desa dan penyuluh pertanian setempat, sedangkan data primer
diperoleh dengan instrumen PRA, instrumen PRA yang digunakan adalah :
5.1. PETA DESA JAYAMEKAR

23
5.2. PETA LAHAN USAHA TANI DESA JAYAMEKAR

24
5.3. TRANSEK DESA JAYAMEKAR KECAMATAN PAKENJENG

Sawah, Ladang,
Sawah, Ladang, Sawah, Ladang, Sawah, Ladang,
Penggunaan Pemukiman, Sawah, Ladang dan
Perkebunan dan Pemukiman dan Pemukiman dan
Lahan Perkebunan dan Pemukiman
Hutan Rakyat Peternakan Peternakan
Peternakan
Ketinggian < 800 m dpl 700 m dpl 600 m dpl 500 m dpl 400 m dpl
Padi, Jagung, Sapi, Ketela Pohon,
Padi, Jagung, Padi, Jagung,
Padi, Jagung, Ketela Pohon, Rumput Gajah,
Vegetasi Cabai, Kopi dan Kacang, kedelai,
Kopi, Teh dan Sengon, alpukat, Sengon, Padi,
Teh serta Kayu- Sapi,
Ternak Domba, kunyit Jagung, Jati
kayuan
Bahan bangunan,
Konsumsi, bahan Tempat tinggal, Tempat tinggal, konsumsi, Bahan bangunan,
Pemanfaatan
bangunan konsumsi konsumsi komersial, tempat konsumsi, komersial
tinggal
Lahan darat teutama
Lahan darat teutama Lahan darat Lahan pekarangan Lahan sawah
Potensi lahan perkebunan
lahan perkebunan cukup luas cukup luas cukup luas
dan hutan cukup luas
Pemasaran produksi Ternak sapi potong Tanaman sayuran
Produksi padi sawah Lahan sawah
Masalah kopi masih bersifat produksinya masih daun pada
masih rendah kekurangan air
lokal rendah polibag kerdil
Jaringan pemasaran Pemberian pakan Perbaikan media Pembuatan embung
Solusi Teknis budidaya dan pengolah tambahan berupa tanam pada dan perbaikan
pascapanen konsentrat polibag saluran irigasi

25
5.4. BAGAN KECENDERUNGAN DAN PERUBAHAN

Kabupaten : Garut
Kecamatan : Pakenjeng
Desa : Jayamekar
Tahun 2020

Tahun
Jenis Usaha Catatan
1949 1959 1969 1979 1987 1999 2009 2019
Petani Musiman 5 5 5 5 5 5 5 5
Buruh Tani 5 5 5 5 5 5 5 5
Mayoritas penduduk
Pegawai Negeri 2 2 2 2 3 2 3 3 bermata pencaharian
Pegawai Swasta 2 2 2 2 3 4 3 4 sebagai petani musiman
dan buruh tani,
Pedagang 2 2 2 2 4 4 4 4
Penduduk Pendatang 2 2 2 2 2 3 3 3

Keterangan :
1 = tidak ada
2 = sedikit
3 = cukup banyak
4 = banyak
5 = banyak sekali

26
5.5. Kalender Musiman

Bulan
Komoditas
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Padi

Tomat

Cabai

Buncis

Sapi

Teh

Kopi

27
5.6. KALENDER HARIAN

23 24/12 1
22 2 IBU
TIDUR/ISTIRAHAT
3 AYAH
21 SANTAI
NONTON TV ANAK
TIDUR/ISTIRAHAT
Memba 4
PEN ca Al Quran& Nonton TV
20 GAJI AN RUTI NAN IBU- IBU
TIDUR/ISTIRAHAT
ISO
M
A 5
19 SHOLA SHOLA
SHOLAT
ISO MenISgOaji T, MAND I T MAND I
MEMB
SIAP- SIAP UAT
SEKOL MANDITERNA
AHPAKAN BERSIHKBERSIH RUMAH &
M M
A A
18 6
Memasak

MEMAS SEKOL
AK UNTUK MAKAN MALAM AH AGA MA

17 LANJUT 7
BEKERJA SAWAH/L ADANG
BELAJAR DISEKOLAH
PULANG SEKOLAH
16 ISOMA Menonton TV
8
BEKERJA DI SAWAH/LADANG
BERES2 RUMAHISOMA
15 &NONTON tv MENGUMPULKAN KAYU BAKAR
9

14 ISOMASUAMI MEMBANTU
DI SAWAH/LADANG
10
13 11
12

28
5.7. DIAGRAM VENN

25 KmBank BRI

Sekolah SMP

PPL

Kantor / Balai Desa

Sekolah (Paud TK & SD)

LPMD Kelompoktani/ Gapoktan

5 Km

2 Pasar Demplot
Km Mingguan

BPP
Pakenjeng

29
5.8. Hasil Identifikasi Potensi dan Masalah
Faktor-faktor permasalahan yang bersifat non perilaku, yaitu :
faktor yang berkaiatan dengan ketersediaan dan kondisi sarana dan
prasarana pendukung usaha pelaku utama dan pelaku usaha.
Sedangkan faktor yang bersifat perilaku, yaitu faktor yang berkaitan
dengan tingkat adopsi pelaku terhadap penerapan teknologi baru.
Berdasarkan hasil analisis PRA atau potensi wilayahnya dapat
diketahui masalah yang berkaitan dengan SDM, SDA, SDS, maupun
SDE.

5.9. Aspek Sumber Daya Manusia (SDM)


1) Minat generasi muda untuk bertani rendah.
2) Keterampilan buruh tandur rendah.

5.10. Aspek Sumber Daya Alam (SDA)


a. Padi Sawah
1) Petani kurang memahami pengendalian dan pencegahan
penyakit penggerek batang pada tanaman padi.
2) Petani kurang memahami cara seleksi benih padi sawah.
3) Petani kurang memahami manfaat pengairan berselang pada
tanaman padi.
4) Petani kurang memahami pola tanam System of Rice
Intensification (SRI).
5) Petani masih kurang menerapkan pemupukan berimbang
pada tanaman padi.
6) Petani kurang memahami teknis penanaman jajar legowo.

b. Kedelai
1) Petani kurang mengetahui cara pencegahan dan pengendalian
penyakit karat daun pada kedelai.
2) Petani kurang memahami penggunaan rhizobium.

30
c. Jagung
1) Petani kurang memahami pencegahan dan pengendalian
penyakit jagung.
2) Pemasaran

d. Cabai
1) Petani belum mengetahui pencegahan dan pengendalian
hama trips pada cabai.
2) Penggunaan benih unggul masih kurang

e. Peternakan
1) Peternak belum mengetahui pencegahan dan pengobatan
penyakit orf pada domba.
2) Peternak ayam belum mengetahui manfaat dan cara pemberian
pakan tambahan pada ayam ras.

5.11. Aspek Sumber Daya Sosial (SDS)


1) Kesadaran petani untuk bekerjasama khususnya dalam hal
membersihkan saluran air masih rendah.
2) Kesadaran petani untuk mengikuti pertemuan rutin di kelompok
tani masih rendah.
3) Kelas kelompok tani di Desa Jayamekar mayoritas masih pemula.

5.12. Aspek Sumber Daya Ekonomi (SDE)


1) Kios pupuk tidak memberikan kredit pinjaman bayar panen
(YARNEN) kepada petani.
2) Petani belum mengakses kredit permodalan ke Badan Usaha
Milik Desa (BUMDES).

31
Tabel 22. Penetapan Masalah Berdasarkan Prioritas GMP

NO ASPEK G M P JUMLAH RANGKING


1 SDA
 Petani kurang memahami pengendalian dan 5 5 5 15 1
pencegahan penyakit penggerek batang pada
tanaman padi
 Petani kurang memahami cara seleksi benih padi 3 3 3 9 13
sawah
 Petani kurang memahami manfaat pengairan 4 3 3 10 11
berselang pada tanaman padi
 Petani kurang memahami pola tanam System of 4 4 4 12 5
Rice Intensification (SRI)
 Petani masih kurang menerapkan pemupukan
4 3 3 10 10
berimbang pada tanaman padi
 Petani kurang memahami teknis penanaman jajar
3 4 3 10 9
legowo
 Petani kurang mengetahui cara pencegahan dan
4 4 5 13 3
pengendalian penyakit karat daun pada kedelai
 Petani kurang memahami pencegahan dan
pengendalian penyakit jagung
4 4 4 12 4
 Petani belum mengetahui pencegahan dan
pengendalian hama trips cabai
4 5 5 14 2
 Peternak belum mengetahui pencegahan dan
pengobatanpenyakit orf pada domba
4 3 4 11 7
 Peternak yam belum mengetahui manfaat dan cara
pemberian pakan tambahan pada ayam buras
3 3 3 9 14
2 SDM
 Minat generasi muda bertani rendah 3 3 2 8 16
 Keterampilan buruh tandur masih rendah 3 3 3 9 15
3 SDS
 Kesadaran petani untuk membersihkan saluran air 4 4 3 11 8
masih kurang
 Kesadaran petani untuk menghadiri pertemuan 4 3 3 10 12
kelompok masih rendah
 Kelas kelompok tani di Desa Jayamekar 4 4 4 12 6
mayoritas masih pemula
4 SDE
 Kios pupuk tidak memberikan kredit YARNEN 3 2 2 7 18
kepada petani
 Petani belum mengakses permodalan ke 3 2 2 7 17
BUMDES
KETERANGAN :
GAWAT MENDESAK PENYEBARAN
5 SANGAT GAWAT 5 SANGAT MENDESAK 5 SANGAT MENYEBAR
4 GAWAT 4 MENDESAK 4 MENYEBAR
3 CUKUP GAWAT 3 CUKUP MENDESAK 3 CUKUP MENYEBAR
2 KURANG GAWAT 2 KURANG MENDESAK 2 KURANG MENYEBAR

1 TIDAK GAWAT 1 TIDAK MENDESAK 1 TIDAK MENYEBAR

32
VI. PENUTUP

Demikian laporan Identifikasi potensi wilayah Desa Jayamekar


Kecamatan Pakenjeng ini dibuat. Kritik dan saran yang membangun sangat
penulis perlukan dalam perbaikan agar dalam penyusunan Identifikasi
Potensi Wilayah dapat lebih baik pada masa yang akan datang. Terima
kasih disampaikan kepada semua pihak yang turut membantu dalam
terselenggaranya kegiatan penyuluhan serta dalam penyusunan laporan ini.
Harapan penulis semoga dapat memberikan manfaat bagi penulis pada
khususnya maupun pembaca pada umumnya.

33
FORM F
SURAT – KETERANGAN

Kami yang bertanda tangan dibanwah ini :


a. Nama : Hasanudin
b. NIP 19860921 201706 1 001
c. Pangkat/Golongan : Pengatur Muda/II/a
d. Jabatan : Koordinator Penyuluh
e. Unit Kerja : BPP Kecamatan Pakenjeng

Menerangkan bahwa Penyuluh Pertanian :


a. Nama : Aceng Saepuloh
b. NIP : -
c. Pangkat/Golongan : -
d. Jabatan : Penyuluh Pertanian (THL-TBPP)
e. Unit Kerja : BPP Kecamatan Pakenjeng

Telah melaksanakan kegiatan Identifikasi Potensi Wilayah (IPW) Desa Jayamekar


Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut pada Bulan Januari Tahun 2020.

Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai keperluannya.

Pakenjeng, 31 Januari 2020


Koordinator Penyuluh
BPP Kecamatan Pakenjeng

Hasanudin
NIP. 19860921 201706 1 001

34

Anda mungkin juga menyukai