Identifikasi Potensi Pertanian Jayamekar
Identifikasi Potensi Pertanian Jayamekar
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang
telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayyah-Nya kepada saya,
sehingga saya dapat menyelesaikan Identifikasi Potensi Wilayah (IPW) bagi
Penyuluhan Pertanian.
Penyusun
1
I. PENDAHULUAN
2
3. Bagaimana alternatif pemecahan masalah untuk mengatasi
permasalahan yang ada.
4. Bagaimana kondisi kelembagaan kelompok tani yang ada di Desa
Jayamekar.
1.3. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah yang dikemukakan diatas, maka
tujuan dari pembuatan IPW adalah :
1. Menggali permasalahan dan potensi wilayah Desa Jayamekar.
2. Meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap petani.
3. Memberikan alternatif pemecahan masalah yang dihadapi oleh para
petani di Desa Jayamekar.
1.4. Keluaran
Keluaran dari kegiatan ini adalah tersedianya data dan informasi
pertanian di wilayah desa binaan bagi pelaksana penyuluhan, pelaku
utama, pelaku usaha dan para pemangku kepentingan dalam
melayani penyuluhan, mengembangkan usaha, serta pelaksanaan
program dan kegiatan pembangunan pertanian di wilayah kerja
penyuluh.
3
II. PELAKSANAAN KEGIATAN
2.2. Kegiatan
Kegiatan yang dilakukan dalam pelaksanaan identifikasi wilayah
adalah sebagai berikut :
1. Pengumpulan data skunder
2. Pengumpulan data primer
3. Menganalisis dan mengolah data potensi wilayah
4. Penentuan skala prioritas menggunakan analisis GMP
5. Pembuatan peta wilayah dilengkapi dengan sebaran komoditi
6. Membuat peta transek
7. Pembuatan kalender harian petani dan keluarganya
8. Pembuatan diagram venn
9. Penyajian data Identifikasi Potensi Wilayah
4
Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Pakenjeng dan data dari
Pemerintah Desa Jayamekar.
5
III. KEADAAN UMUM
6
7 Juli 212 5 27 - - 11 79 - - 292
8 Agustus 192 - - - - 1 18 - - 210
9 September 476 1 10 6 31 6 77 - - 390
10 Okteber 411 17 97 15 233 8 118 - - 512
11 November 617 25 506 17 346 10 152 11 350 650
12 Desember 857 22 477 20 515 - - 28 780 780
Sumber Data : Statistik
7
Tabel 3. Luas Lahan Darat Menurut Status Penggunaannya
No. Pembagian Lahan Luas (Ha) Persentase (%)
1. Pemukiman 10,75 4,70
2. Tegalan 15 6,56
3. Kolam 3 1,31
4. Perkebunan Rakyat 200 87,43
5. Lain – lain - -
Jumlah 228,75 100
Sumber : Monografi Desa Jayamekar 2020
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa luas lahan perkebunan
merupakan daerah terluas menurut status penggunannya mencapai
65 ha, sedangkan pemukiman menempati posisi kedua dengan luas
10,75 ha, komoditi utama yang di usahakan yaitu komoditas tanaman
perkebunan seperti teh, kopi dan kapol, sedangkan tanaman pangan
seperti jagung, kedelai, dan padi serta komoditas hortikultura seperti
cabai.
8
Laki – Laki : 1.296 Jiwa
Perempuan : 1.364 Jiwa
9
3.6.5. Jumlah Penduduk berdasarkan Mata Pencaharian
Mayoritas penduduk Desa Jayamekar belum bekerja atau usia
sekolah ditunjukan dengan data 66,41%, dan terbanyak kedua
berprofesi sebagai petani yakni mencaai 17,53% dari keseluruhan
penduduk. Data jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian
dapat dilihat pada tabel 6.
Tabel 6. Jumlah Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian
Jumlah Persentase
No. Jenis Mata pencaharian
(orang) (%)
1 Petani 402 33.11
3 Pedagang/wiraswasta 107 8.81
4 PNS/TNI-POLRI/Pamong Desa 23 1.89
5 Jasa/Seniman 26 2.14
7 Buruh 656 54.04
Jumlah 1214 100
Sumber : Monografi Desa Jayamekar 2020
10
3.6.7. Kelembagaan Penunjang
- BPD
- LPM
- POSLUHDES
- GAPOKTAN
- BUMDES
- PKK
- KARANG TARUNA
11
IV. JENIS DATA DAN INFORMASI PERTANIAN
12
dan efektif. Optimalisasi penyelenggaraan penyuluhan;
Peningkatan sarana, prasarana dan pembiayaan
penyuluhan.
Sumber Data : BPP Kecamatan Pakenjeng, 2020
4.2. Kelembagaan
4.2.1. Kelembagaan Tani
Kelembagaan tani yang ada di Desa Jayamekar merupakan
Kelompoktani Hamparan dan domisili dengan komoditas unggulan
adalah teh, kopi, padi, jagung dan kedelai.
Tabel 9. Jumlah Kelompok Tani dan Kelas Kemampuannya
Kategori
No. Nama Kelompok
Pemula Lanjut Madya Utama
1 Arimba √
2 Mekar Tani √
3 Campaka Mekar √
4 Baraya Tani √
5 KWT Binangkit √
6 P3A Curug Sabun √
7 Camelia Giri √
8 Surya Medal I √
9 Bukit Harapan √
10 Tunas Harapan √
11 Mekar Tani I √
12 Jaya Abadi Grup √
13 Kel. Ternak Latansani √
Sumber : Programa Kecamatan Tahun 2020
13
5 KWT Binangkit Dini Febriani 34 Pondoksaluyu 2019 Palawija 1.35
6 Surya Medal I Agus 25 Pondoksaluyu 2010 Teh 52.50
7 Camelia Giri Jaja 25 Pondoksaluyu 2010 Teh 45.00
8 Tunas Harapan Dani Ramdani 38 Pondoksaluyu 2013 Teh. Kopi 30.00
9 Bukit Harapan H. Tatang 66 Halimun 2005 Teh. Kopi 51.50
10 Mekar Tani I U. Tarsana 37 Pondoksaluyu 2019 Teh. Kopi, Kapol 17.50
11 P3A Curug Sabun Dede B. 22 Campaka 2019 - -
12 Jaya Abadi Grup Roni Irawan 44 Babakan Baru 2014 Cengkeh 15.00
13 Mekar Jaya U. Tarsana - Arinem 2008 - -
14 KT. Latansani Rohmatulloh 25 Halimuh 2016 Peternakan -
Jumlah 448 267.85
Sumber : Programa Kecamatan Tahun 2019
Penggabungan kelompoktani kedalam gapoktan dilakukan agar
kelompoktani dapat lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam
penyediaan sarana produksi pertanian, permodalan, peningkatan
atau perluasan usahatani ke sektor hulu dan hilir, pemasaran serta
kerjasama dalam peningkatan posisi tawar.
4.2.2. GAPOKTAN
Tabel 11. Kepengurusan Gapoktan Desa Jayamekar
4.2.3. POSLUHDES
Tabel 12. Kepengurusan Posluhdes Desa Jayamekar
Nama Nama Pengurus Tahun
No
Posluhdes Ketua Sekretaris Bendahara Berdiri
Agus
1 Mekar Jaya U. Tarsana Jaja 2015
Suganda
14
4.3. Jenis dan Produksi Usaha Tani Tanaman Pangan, Hortikultura dan
Perkebunan
Komoditi utama tanaman pangan Desa Jayamekar antara lain
yaitu Padi sawah, Jagung, Kedelai. Luas penanaman dan produksi
komoditi utama Desa Jayamekar Tahun 2019 dapat dilihat pada
Tabel 12.
Tabel 13. Realisasi Luas Tanam, Luas Panen, Produktivitas dan
Produksi Tanaman Pangan per Hektar Tahun 2019
Jumlah
Luas Panen Produktivitas
No Komoditi Produksi
(Ha) (kg/butir/Ha)
Ton/butir
1 Padi Sawah 117.00 4.90 573.30
2 Padi Gogo 10.70 2.00 21.40
3 Jagung 5.00 5.00 25.00
4 Kedelai 1.00 0.80 0.80
Jumlah 133.70 - 620.50
Sumber : Data UPT Pertanian dan Statistik
Pada Tabel 12 terlihat antara luas tanam dan luas panen relatif
sama hal ini menunjukkan bahwa secara umum kondisi lingkungan
dan OPT pada MT 2019 relatif mendukung. Selain tanaman pangan,
di Desa Jayamekar komoditas tanaman lain adalah tanaman cabai.
Luas tanam tanaman dalam setahun cabai di Desa Jayamekar
mencapai 5 ha. Realisasi luas tanam, luas panen, produktivitas dan
produksi tanaman hortikultura per hektar tahun 2019 dapat dilihat
pada tabel 13.
Tabel 14. Realisasi Luas Tanam, Luas Panen, Produktivitas dan
Produksi Tanaman Hortikultura dan Tanaman Perkebunan
per Hektar Tahun 2020
Luas Luas
Produktivitas Produksi
No Komoditas Tanam Panen
(Ton/ha) (Ton)
(Ha) (Ha)
1 Cabai 5 5 8,3 83
2 Teh 200 200 2.4 480
Jumlah 205 205 563
Sumber : Data UPT Pertanian dan Statistik
15
4.4. Peternakan
Tabel 15. Keadaan Populasi Ternak
Jumlah
No. Jenis Ternak
(Ekor)
1 Sapi 10
2 Kerbau 7
3 Domba 367
4 Kambing 218
5 Ayam Kampung (ayam buras) 1426
6 Ayam Broiler (ayam ras) 8000
7 Entog/Bebek 411
8 Kuda -
9 Kelinci -
10 Ayam Ras Petelur 294
Sumber : Programa Kecamatan Tahun 2019
4.5. Perikanan
Berdasarkan Profil Desa Jayamekar 2020 terdapat jenis kolam
air tenang dengan luas areal 3 Ha, Jenis ikan yang dibudidayakan
adalah jenis ikan mas dan ikan nila, serta ikan mujaer. Proyeksi hasil
pertahun 200 kg sedangkan realisasinya adalah 150 Kg.
16
- Garu 5
- Mesin diesel -
- Traktor roda dua 2
- Aplikator urea Tabelt -
- Handsprayer 80
- Pompa air 2
2 Alat Panen
- Sabit biasa 100
- Power thresser -
3 Alat Pengolah Hasil
- Penggilingan padi besar -
- Penggilingan padi kecil -
Sumber : Data Diolah Penulis
17
4. Pemupukan berimbang 40
5. Penggunaan mulsa jerami 40
6. Pengairan 40
7. Pengendalian hama penyakit 30
8. Panen dan pasca panen 60
Sumber : Data Diolah Penulis
4.8. Peternakan
Tabel 20. Rata-Rata Tingkat Penerapan Teknologi Peternakan
Tingkat Penerapan (%)
No Aspek Teknologi Ayam Magot
Domba Sapi
Ras BSF
1. Penggunaan bibit unggul 70 60 70 40
2. Perkandangan 40 40 50 50
3. Pemberian pakan 40 50 30 40
4. Pengendalian 30 40 40 40
hama/penyakit
5. Pengelolaan reproduksi 50 50 50 50
6. Pasca panen/pemasaran 70 70 70 40
7. Manajemen usaha 50 50 50 30
8. Pemberian Vaksin 50 50 60 -
Sumber : Data Diolah Penulis
18
4.9. Perikanan
Tabel 21. Rata-Rata Tingkat Penerapan Teknologi Perikanan
Tingkat Penerapan (%)
No. Aspek Teknologi Kolam Air
Mina Padi
Tenang
1. Konstruksi kolam 50 -
2. Mutu benih 40 -
3. Pengaturan air 70 -
4. Pemupukan 40 -
5. Pengendalian hama/penyakit 40 -
6. Panen dan pasca panen 60 -
7. Pemasaran 50 -
19
4.10. IDENTIFIKASI DAN ANALISA POTENSI
20
warga bermata masih tradisional merubah PKS menurun teknologi pertanian
pencaharian sebagai yang baru
petani
Upah tenaga
Kesulitan tenaga Tenaga kerja Adanya perbaikan
Umur usia produktif kerja di kota
kerja pada saat / petani upah tenaga kerja
cukup banyak lebih tinggi
dibutuhkan makin di Desa
daripada di
berkurang
Desa
Tidak Kompak Sibuk dengan
ASPEK Ada Kegiatan Gotong Kurangnya rasa Meningkatkan
3 dalam gotong kegiatan masing-
SOSIAL Royong memiliki dinamika kelompok
royong masing
Mata rantai
BUMDES bisa
ASPEK Pendapatan pemasaran hasil Harga jual hasil
4 ADA BUMDES menampung hasil
EKONOMI petani rendah pertanian terlalu pertanian rendah
pertanian
panjang
Petani tidak
Kebanyakan Pemupukan modal
Ada Kios mempunyai Tidak tepat waktu
sebagai buruh di dalam kelompok
Pupuk Resmi modal membeli dalam pemupukan
tani/penggarap tani
pupuk
21
4.11. ANALISA GMP
KETERANGAN :
SCORING
1. Tidak Gawat
2. Kurang Gawat
3. Cukup Gawat
4. Gawat
5. Sangat Gawat
22
V. PENDEKATAN DAN METODE PRA
Identifikasi Potensi Wilayah yang dilakukan di Desa Jayamekar Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut dengan cara
mengumpulkan data Sekunder dan data primer
Data sekunder yang didapat dari Pemerintahan Desa dan penyuluh pertanian setempat, sedangkan data primer
diperoleh dengan instrumen PRA, instrumen PRA yang digunakan adalah :
5.1. PETA DESA JAYAMEKAR
23
5.2. PETA LAHAN USAHA TANI DESA JAYAMEKAR
24
5.3. TRANSEK DESA JAYAMEKAR KECAMATAN PAKENJENG
Sawah, Ladang,
Sawah, Ladang, Sawah, Ladang, Sawah, Ladang,
Penggunaan Pemukiman, Sawah, Ladang dan
Perkebunan dan Pemukiman dan Pemukiman dan
Lahan Perkebunan dan Pemukiman
Hutan Rakyat Peternakan Peternakan
Peternakan
Ketinggian < 800 m dpl 700 m dpl 600 m dpl 500 m dpl 400 m dpl
Padi, Jagung, Sapi, Ketela Pohon,
Padi, Jagung, Padi, Jagung,
Padi, Jagung, Ketela Pohon, Rumput Gajah,
Vegetasi Cabai, Kopi dan Kacang, kedelai,
Kopi, Teh dan Sengon, alpukat, Sengon, Padi,
Teh serta Kayu- Sapi,
Ternak Domba, kunyit Jagung, Jati
kayuan
Bahan bangunan,
Konsumsi, bahan Tempat tinggal, Tempat tinggal, konsumsi, Bahan bangunan,
Pemanfaatan
bangunan konsumsi konsumsi komersial, tempat konsumsi, komersial
tinggal
Lahan darat teutama
Lahan darat teutama Lahan darat Lahan pekarangan Lahan sawah
Potensi lahan perkebunan
lahan perkebunan cukup luas cukup luas cukup luas
dan hutan cukup luas
Pemasaran produksi Ternak sapi potong Tanaman sayuran
Produksi padi sawah Lahan sawah
Masalah kopi masih bersifat produksinya masih daun pada
masih rendah kekurangan air
lokal rendah polibag kerdil
Jaringan pemasaran Pemberian pakan Perbaikan media Pembuatan embung
Solusi Teknis budidaya dan pengolah tambahan berupa tanam pada dan perbaikan
pascapanen konsentrat polibag saluran irigasi
25
5.4. BAGAN KECENDERUNGAN DAN PERUBAHAN
Kabupaten : Garut
Kecamatan : Pakenjeng
Desa : Jayamekar
Tahun 2020
Tahun
Jenis Usaha Catatan
1949 1959 1969 1979 1987 1999 2009 2019
Petani Musiman 5 5 5 5 5 5 5 5
Buruh Tani 5 5 5 5 5 5 5 5
Mayoritas penduduk
Pegawai Negeri 2 2 2 2 3 2 3 3 bermata pencaharian
Pegawai Swasta 2 2 2 2 3 4 3 4 sebagai petani musiman
dan buruh tani,
Pedagang 2 2 2 2 4 4 4 4
Penduduk Pendatang 2 2 2 2 2 3 3 3
Keterangan :
1 = tidak ada
2 = sedikit
3 = cukup banyak
4 = banyak
5 = banyak sekali
26
5.5. Kalender Musiman
Bulan
Komoditas
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Padi
Tomat
Cabai
Buncis
Sapi
Teh
Kopi
27
5.6. KALENDER HARIAN
23 24/12 1
22 2 IBU
TIDUR/ISTIRAHAT
3 AYAH
21 SANTAI
NONTON TV ANAK
TIDUR/ISTIRAHAT
Memba 4
PEN ca Al Quran& Nonton TV
20 GAJI AN RUTI NAN IBU- IBU
TIDUR/ISTIRAHAT
ISO
M
A 5
19 SHOLA SHOLA
SHOLAT
ISO MenISgOaji T, MAND I T MAND I
MEMB
SIAP- SIAP UAT
SEKOL MANDITERNA
AHPAKAN BERSIHKBERSIH RUMAH &
M M
A A
18 6
Memasak
MEMAS SEKOL
AK UNTUK MAKAN MALAM AH AGA MA
17 LANJUT 7
BEKERJA SAWAH/L ADANG
BELAJAR DISEKOLAH
PULANG SEKOLAH
16 ISOMA Menonton TV
8
BEKERJA DI SAWAH/LADANG
BERES2 RUMAHISOMA
15 &NONTON tv MENGUMPULKAN KAYU BAKAR
9
14 ISOMASUAMI MEMBANTU
DI SAWAH/LADANG
10
13 11
12
28
5.7. DIAGRAM VENN
25 KmBank BRI
Sekolah SMP
PPL
5 Km
2 Pasar Demplot
Km Mingguan
BPP
Pakenjeng
29
5.8. Hasil Identifikasi Potensi dan Masalah
Faktor-faktor permasalahan yang bersifat non perilaku, yaitu :
faktor yang berkaiatan dengan ketersediaan dan kondisi sarana dan
prasarana pendukung usaha pelaku utama dan pelaku usaha.
Sedangkan faktor yang bersifat perilaku, yaitu faktor yang berkaitan
dengan tingkat adopsi pelaku terhadap penerapan teknologi baru.
Berdasarkan hasil analisis PRA atau potensi wilayahnya dapat
diketahui masalah yang berkaitan dengan SDM, SDA, SDS, maupun
SDE.
b. Kedelai
1) Petani kurang mengetahui cara pencegahan dan pengendalian
penyakit karat daun pada kedelai.
2) Petani kurang memahami penggunaan rhizobium.
30
c. Jagung
1) Petani kurang memahami pencegahan dan pengendalian
penyakit jagung.
2) Pemasaran
d. Cabai
1) Petani belum mengetahui pencegahan dan pengendalian
hama trips pada cabai.
2) Penggunaan benih unggul masih kurang
e. Peternakan
1) Peternak belum mengetahui pencegahan dan pengobatan
penyakit orf pada domba.
2) Peternak ayam belum mengetahui manfaat dan cara pemberian
pakan tambahan pada ayam ras.
31
Tabel 22. Penetapan Masalah Berdasarkan Prioritas GMP
32
VI. PENUTUP
33
FORM F
SURAT – KETERANGAN
Hasanudin
NIP. 19860921 201706 1 001
34