0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan11 halaman

Ujian DSS: Fuzzy AHP dan Model Manajemen

Dokumen tersebut membahas tentang ujian akhir semester sistem pendukung keputusan dan sistem cerdas. Terdapat beberapa pertanyaan yang diajukan seperti penjelasan tentang fuzzy AHP, komponen subsistem manajemen model dalam DSS, dan contoh penerapan metode AHP untuk memilih lokasi gudang.

Diunggah oleh

Ivan Korbafo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan11 halaman

Ujian DSS: Fuzzy AHP dan Model Manajemen

Dokumen tersebut membahas tentang ujian akhir semester sistem pendukung keputusan dan sistem cerdas. Terdapat beberapa pertanyaan yang diajukan seperti penjelasan tentang fuzzy AHP, komponen subsistem manajemen model dalam DSS, dan contoh penerapan metode AHP untuk memilih lokasi gudang.

Diunggah oleh

Ivan Korbafo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Ujian Akhir Semester Sistem Pendukung Keputusan dan Sistem

Cerdas

Nama : Jordansya B. P. R. D. John Rihi

Nim : 21120006

Kelas : C

Prodi : Teknik Informatika/S1

STIKOM Uyelindo Kupang Tahun Ajaran 2020/2021


2. Perusahaan XYZ ingin membangun sebuah gudang yang akan digunakan sebagai tempat
penyimpanan sementara hasil produksinya, ada 3 kriteria yang menjadi alternatif
A1=Kolhua, A2=Naioni, A3=Tuapukan, dengan masing-masing kriteria : C1= Jarak dengan
pasar terdekat (KM) C2= Kepadatan penduduk sekitar lokasi (orang/KM²) C3= Jarak dari
Pabrik (KM) C4= Jarak dengan gudang yang sudah ada (KM) C5= Harga Jarak untuk
Lokasi (x1000 TP/ M²)
4. Jelaskan pemahaman anda tentang Fuzzy AHP, dan apa perbedaannya dengan AHP?.
Bagaimana cara kerja dari Fuzzy AHP tersebut.

5. Salah satu komponen DSS adalah Subsistem management model yang memiliki basis
model, untuk itu jelaskan dengan rinci bagian dari Kategori basis model diantaranya :
a. Model Strategis
b. Model Taktis
c. Model Operasional
d. Model Analitik.
Jawab:
1.
a) Mengkonversikan data Analisa kredit dlm bentuk fuzzy

b) Menghitung matriks yang ternormalisasi

c) Menghitung matriks yang ternomalisasi yang terbobot (Y)


Untuk bobot yang sudah ditentukan (W) :
Untuk rumusnya menggunakan : Rumus: yij = wi*rij ; dengan i = 1,2, …, m; dan j =
1,2, …, n
Hasilnya akan menjadi :

saya tampilkan hanya y11, y21 sampai y51 caranya sama dengan diatas. sehingga
hasilnya akan menjadi :

d) Menentukan Solusi Ideal Positif (A+) dan Matriks Ideal Negatif (A-).
Rumus : A+ = max(y1+,y2+,…,yn+) dan  A- = max(y1-,y2-,…,yn-)

Setelah menentukan nilai positif dan negatifnya maka akan menghasilkan :


e) Menghitung Jarak Solusi Ideal Positif (D+) dan Solusi Ideal Negatif (D-).
Rumus untuk menghitungnya :

Hasil D+ nya adalah :

Untuk D- nya =

Hasil D- Nya adalah :


f) Menghitung Nilai Preferensi untuk setiap alternatif.

Hasilnya :

Urutan Rangking : V2 > V4 > V5 > V1 > V3 Dari nilai V ini dapat dilihat bahwa V2
memiliki nilai terbesar.
g) Sehingga dapat diambil kesimpulan jika yang berhak mendapat kredit sesuai dengan
rentang nilai yang sudah ditentukan adalah :
Rentang nilainya :

Maka kesimpulannya adalah :


2. Langkah 1
Menentukan kriteria :
 C1 = jarak dengan pasar terdekat (km)
 C2 = kepadatan penduduk disekitar lokasi (orang/km2)
 C3 = jarak dari pabrik (km)
 C4 = jarak dengan gudang yang sudah ada (km)
 C5 = harga tanah untuk lokasi (x1000 Tp/m2)
 Kriteria keuntungan : C2, C4
 Kriteria biaya : C1, C3, C5

Langkah 2
Menentukan rating kecocokan
Rating kecocokan setiap alternatif pada setiap kriteria, dinilai dengan 1 sampai 5, yaitu :

 1 = sangat buruk
 2 = buruk
 3 = cukup
 4 = baik
 5 = sangat baik

Langkah 3
Menentukan bobot kriteria
Pengambil keputusan memberikan bobot preferensi sebagai berikut :
W = (5,3,4,4,2)

Langkah 4

Langkah 5
Penyelesaian :
Langkah 6
Menghitung vektor Si , dimana data yang ada akan dikalikan tetapi sebelumnya dilakukan
pemangkatan dengan bobot dari masing-masing kriteria.

Langkah 7
Menghitung vektor Vi dengan cara membagi hasil masing-masing vektor Si dengan jumlah
seluruh Si .

Langkah 8

Setelah menghitung nilai Vi untuk tiap-tiap smartphone, maka sistem akan memilih Nilai
terbesar adalah sehingga alternatif adalah alternatif Naioni yang terpilih sebagai alternatif
terbaik.

Langkah 9
Tampilan dan hasil program di matlab
3.
4. AHP dan fuzzy adalah sebeuah metode yang digunakan untuk menyelesaikan suatu
permasalahan, yang mana permasalahan tersebut untuk mencapai suatu nilai keputusan
berdasarkan variabel yang bersifat kuantitatif.

AHP adalah analityc hierarchy process merupakan metode analisis berdasarkan hiarki yang
dimulai dari bagan tertinggi nya yaitu suatu goal atau tujuan, kemudian level berikutnya atau
dibawahnya adalah sebuah variabel-variabel yang digunakan untuk penyelesaian suatu goal
tersebut, dan level bagan selanjutnya di bawahnya yaitu ada alternatif, alternatif adalah
pilihan yang menjadi sebuah simpulan terhadap goal yang di selesaikan.

fuzzy adalah metode perbandingan yang digunakan untuk menyelesaikan suatu


permasalahan berdasarkan variabel. Yang mana nilai pembandingnya antara rentang nilai 0
hingga 1.

fuzzy ahp adalah gabungan dari kedua metode di atas yaitu fuzzy dengan ahp.  Dalam
implementasinya penggunaan ini adalah mencari nilai ahp kemudian di fuzzifikasikan
sehingga menghasilkan nilai fuzzy ahp sebagai simpulan akhir

Perbedaan Fuzzy dan AHP :

a) AHP, penyelesaian masalah dengan proses AHP saja


b) Fuzzy AHP penyelesaian masalah terjadi 2 proses, ahp dan kemudian fuzzy
c) Pada AHP biasanya variabel kriteria yang digunakan untuk penyelesaian masalah
biasanya hanya 1 level saja
d) Pada Fuzzy AHP variavel kriteria yang digunakan untuk penyelesaian masalahan
terjadi 2 level yaitu level 1 kriteria dan level ke 2 nya adalah subkriteria (Lebih
kompleks)
e) Dari segi kemudahan cenderung lebih mudah metode AHP di banding dengan
Fuzzy AHP
5. Model dalam basis model dapat dibagi dalam beberapa kategori utama, dan satu kategori
pendukung, yaitu :
a. Strategis
Model strategis di gunakan untuk mendukung manajemen puncak untuk menjalankan
tanggung jawab dalam perencanaan strategis.
Contoh : Pengembangan perusahaan, pemilihan lokasi pabrik, perencanaan merjer.
b. Taktis
Model taktis di gunakan terutama oleh manajemen tingkat menengah, untuk membantu
mengalokasikan dan mengontrol sumber daya organisasi.
Contoh : Perencanaan kebutuhan tenaga kerja, pembelajaran rutin, dll
c. Operasional
Model ini digunakan untuk mendukung aktivitas kerja harian transaksi organisasi.
d. Analitik
Model ini digunakan untuk menganalisis data, model ini meliputi model statistik, ilmu
manajemen, algoritma data mining, model keuangan, dan lainya.

Anda mungkin juga menyukai