PERANCANGAN ULANG REM CAKRAM SEPEDA
MOTOR PADA MOTOR YAMAHA VIXION
TEKNIK MESIN
DI SUSUN OLEH :
SUKARDI 2111201074
BAYU EKA S 2111201075
AKBARU 2111201077
[Link] AZIZ 2111201078
Latar Belakang
Kendaraan bermotor sudah menjadi salah satu kebutuhan dasar pada era mobilitas tinggi seperti
sekarang ini. Kendaraan bisa bekerja normal jika seluruh sistem pendukungnya berfungsi dengan
baik. Salah satu sistem pendukung yang sangat menentukan adalah Sistem Rem. Sistem rem pada
kendaraan merupakan suatu komponen penting sebagai keamanan dalam berkendara, tidak
berfungsinya rem dapat menimbulkan bahaya dan keamanan berkendara jadi terganggu.
Umumnya rem bekerja disebabkan oleh adanya sistem gabungan penekanan melawan sistem gerak
putar dan melibatkan berbagai variabel, ini berarti bawha pertimbangan dalam menentukan sistem
pengereman dan komponen rem tidak lepas dari kecepatan yang dimiliki kendaraan itu sendiri.
Namun dalam hal ini banyak pengguna kendaraan motor di indonesia yang dengan sengaja
memodifikasi kendaraan nya agar mendapatkan kecepatan yang tinggi namun tidak
memperhatikan sistem pengereman yang dimiliki kendaraannya tersebut. Hal tersebut sangat
dihawatirkan terjadinya kecelakaan mengingat fungsi rem adalah untuk memperlambat kecepatan
atau menghentikan gerakan roda kendaraan.
Latar Belakang
Motor Yamaha Vixion merupakan salah satu merk motor yang
banyak disukai terutama oleh kalangan anak muda, yang
rata-rata banyak dilakukan modifikasi baik dari modifikasi
sederhana sampai modifikasi mesin motor itu sendiri, dan hal
tersebut dilakukan tanpa memperhatikan sistem pengereman
yang masih standar pabrikan. Oleh karena itu dalam Praktikum
Desain Elemen Mesin 2 ini saya mengambil judul “Merancang
Ulang Komponen Rem Cakram Belakang pada Motor Yamaha
Vixion New Lgihting Tahun 2013”
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan
masalah dalam perancangan ini adalah bagaimana
1 merancang ulang komponen rem cakram belakang
pada motor yamaha vixion new lighting tahun 2013
?
Tujuan
Adapun tujuan dari perancangan ulang ini adalah
untuk pengembangan sistem pengereman
cakram belakang pada motor yamaha vixion
1 yang telah dimodifikasi dengan cara mencari
data-data dasar pada sistem pengereman.
Batasan Masalah
1
Batasan masalah dalam perancangan ulang ini adalah
[Link] beban pada rem belakang
[Link] Torsi pada rem cakram
belakang
[Link] gaya gesek pada rem cakram
[Link] menghitung gaya pada push
rod pada pedal rem
[Link] gaya yang dikeluarkan pada
pedal rem dengan laju kecepatan 30km/
jam
SISTEMATIKA PENULISAN
Dalam sistematika penulisan terdiri dari 6 bab yang saling berkaitan satu sama lainnya dengan
penjelasan sebagai berikut :
Pendahuluan
1
Dalam pendahuluan berisi tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan, batasan masalah, dan
sistematika penulisan.
Teori Dasar
Dalam teori dasar berisi tentang materi-materi yang dikumpulkan dari berbagai sumber referensi yang
berhubungan dengan tugas dari praktikum ini termasuk rumus-rumus yang digunakan sebagai
bahan referensi utama.
Metodologi Perancangan Ulang
Dalam metodologi perancangan ulang ini berisi tentang tahapan perancangan untuk untuk menyatakan
alur dari tahapan pernyusunan data-data laporan sampai akhir laporan perancangan ulang.
Pembahasan
Pembahasan ini berisikan perhitungan-perhitungan yang berkaitan dengan proses perancangan ulang
sehingga bisa diketahui spesifikasi bahan transmisi roda gigi 4.
Simpulan dan Saran
Simpulan memuat simpulan dari seluruh hasil atau temuan yang ditulis secara singkat dan padat
berdasarkan hasil perhitungan dan pembahasan. Sedangkan saran berisi mengenai saran untuk
penelitian berikutnya.
TEORI DASAR
Pengertian Rem
Rem adalah sebuah alat yang dirancang untuk mengurangi kecepatan
(memperlambat) dan menghentikan kendaraan. Fungsi dari alat ini sangat
penting pada kendaraan yaitu berfungsi sebagai alat keselamatan dan
menjamin untuk berkendara dengan aman.
Kendaraan tidak dapat berhenti dengan segera apabila mesin dibebaskan dengan
pemindahan daya, kendaraan cenderung bergerak. Kelemahan ini harus
dikurangi dengan maksud untuk menurunkan kecepatan gerak kendaraan
hingga berhenti. Mesin mengubah energi panas menjadi energi kinetik (energi
gerak) untuk menggerakan kendaraan. Sebaliknya, rem mengubah energi
kinetik menjadi energi panas untuk menghentikan kendaraan. Umumnya, rem
bekerja disebabkan oleh adanya sistem gabungan penekanan melawan sistem
gerak putar. Efek pengereman (braking effect) diperoleh dari adanya gesekan
yang ditimbulkan antara dua objek
TEORI DASAR
Komponen komponen Rem Cakram
Rem cakram atau rem piringan pada dasarnya terdiri dari beberapa komponen
seperti cakram (brake disc rotor) yang berputar bersamaan dengan roda
,pad (kanvas rem )yang berfungsi sebagai bahan gesek dan caliper yang
didalamnya yang didalamnya terdapat piston yang mendorong pad agar
menjepit cakram sehingga dihasilkan daya pengereman .berbeda dengan
rem tromol,rem cakram ini memiliki konstruksi lebih sederhana, relatif
efesien dan lebih mudah perawatan
TEORI DASAR
Pasak Belah
Piringan cakram (Disc rotor) biasanya terbuat dari besi tuang ,adabeberapa bentuk dari piringan cakram (disc rotor) ini yaitu tipe solid (padat
serta tipe solid dengan tambahan tromol ,tipe ventlasi terdiri dari pasangan piringan cakram yang berlubang yng berfungsi agar pendinginan
dan anti slip pada piringan cakram dapat maksimal,untuk mencegah fading dan menjamin umur pad (kanvas rem) lebih panjang dan tahan lam
Pad Rem
Pad (disc pad ) atau para teknisi otomotif biasa menyebutnya kanvas rem merupaka salah satu komponen pada rem cakram yang berfungsi
bersama sama dengan piringan cakram dan saling bergesekan untuk menghasilkan daya hambat [Link] umumnya pad ini terbuat
dari campuran mineral fiber , asbes ditambah dengan serbuk logam ,untuk pad jenis ini biasa disebut dengan ``semi metallic disc pad``. Ada d
tipe pad,yaitu pad dengan celah dan tanpa celah,celah pada bagian tengah pad berfungsi sebagai indicator ketebalan pad, rata atau tidak
terdapat celah lagi maka pad perlu diganti karenasudah [Link] sebagaian pad
,terdapat kompnene metallic plate atau anti squal shim yang dipasang dengantujuan untuk mencegah terjadinya bunyi saat berlasungnya
pengereman.
TEORI DASAR
Caliper juga disebut dengan cylinder [Link] ini merupakan
komponen yang tidak bergerak dari rem cakram .caliper ini
memegang piston piston dan dilengkapi dengansaluran dimana
minyak minyak hydraulic disalurkan ke cylinder [Link] rem di
tangan di tarik atau di operasikan maka minyak minyak dari
master cylinder akan menekan piston pada caliper dan piston
tersebut akan terdorong dan menekan pad yang akhirnya akan
bersentuhan dengan piringan cakrm,terjadilah pengereman.
PENGUMPULAN DATA
PENGUMPULAN DATA
No Kecepatan Awal (V0) Kecepatan Akhir (Vt) Waktu (t)
1 30 km/jam 10 km/jam 1,9 detik
2 30 km/jam 20 km/jam 0,9 detik
3 30 km/jam 0 km/jam 2,7 detik
4 30 km/jam 0 km/jam 2,2 detik
5 30 km/jam 10 km/jam 2,0 detik
Σ = 150 km/jam Σ = 40 km/jam Σ = 10,7 detik
V0 = 30 km/jam Vt = 8 km/jam t = 2,1 detik
KESIMPUMPULAN
1. Dari bab I sampai III dapat diambil kesimpulan bahwa untuk memperoleh daya
pengereman yang baik haruslah diperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi
besarnya gaya pengereman adalah :
i. Beban dari kendaraan
ii. Gaya Normal
iii. Kecepatan Kendaraan
2. Selain ini juga dapat didefinisikan beberapa faktor hambatan pada pengereman
antara lain :
3. Hambatan gravitasi
4. Hambatan aerodinamika
5. Hambatan gelinding
6. Hambatan transmisi
7. Hambatan inersia yang dipengaruhi oleh kecepatan dari laju kendaraan. Dari
hasil perhitungan pada bab IV Yaitu hasil dan pembahasan, dapat diperoleh
hasil analisa sebagai berikut :
KESIMPULAN
a. Gaya normal roda depan lebih besar daripada gaya normal roda belakang,
hal ini disebabkan karena faktor turunan yang menyebabkan titik gravitasi
berada di depan, dan juga disebabkan oleh gaya inersia saat pengereman
yang berusaha mempertahannkan pasisi kendaraan yang melaju kedepan.
Menjadi tumpuan kendaraan yang diakibatkan dari arah kendaraan yang
bergerak ke bawah mengikuti arah turunan.
b. Tekanan terbesar yang diterima oleh kanvas dengan koefesien gesek yang
rendah kesimpulan bahwa tingkat keamanan dari material kampas rem
cukup tinggi.
SARAN
1. Dalam perancangan ulang kali ini hanya memperhatikan 3 faktor hambatan yaitu :
2. Hambatan tanjakan jalan
3. Hambatan rolling gelinding
4. Hambatan inersia
5. jika ingin melanjutkan perancangan ini lebih dalam, maka perlu melakukan beberapa faktor hambatan lain
diantaranya adalah :
6. Hambatan aerodinamic
7. Hambatan transmisi
8.
9. Pengujian dilakukan dengan mengabaikan kemiringan jalan, hal tersebut berbeda dengan konsep
perhitungan dimana kemiringan jalan sebesar 20 deg.
10.
11. Sestem pengereman cakram menggunakan mekanisme hidrolik sehingga untuk mengatur besar/kecil
gaya gesek yang dihasilkan dapat memodifikasi dari diameter piston yang dipakai di master caliper.
12.
13. Material untuk pad/canvas sebaiknya memiliki sifat tahan panas tinggi dan tidak mudah berubah bentuk
agar memiliki usia yang lama.
LAMPIRAN
GAMBAR
Terimakasih