LAPORAN TUTORIAL APLIKASI
EPANET 2.2
TUGAS INDIVIDU PENYEDIAAN AIR
BERSIH
Disusun oleh:
Velisitas Lilis Pala`langan
(NIM.07181079)
Dosen Pengampu
Muhammad Fajrin Wahab, S.T., M.T.
(NIP. 198911052020121003)
Program Studi Teknik Sipil
Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Kalimantan
Balikpapan, 2022
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada awalnya, software jaringan distribusi hanya digunakan untuk melakukan desain
awal sistem distribusi. Dengan software yang un-user friendly membuat operator enggan untuk
menggunakan software-software distribusi tersebut dalam menganalisis kondisi jaringannya.
Namun seiring dengan perkembangan teknologi, software distribusi telah berkembang
sehingga menjadi lebih mudah digunakan. Dengan software distribusi, operator dapat
mensimulasikan berbagai kemungkinan pengoperasian jaringan tanpa harus turun kelapangan
dan bahkan tanpa harus mengganggu kesinambungan pelayanan terhadap pelanggan.
EPANET adalah program komputer yang berbasis windows yang merupakan program
simulasi dari perkembangan waktu dari profil hidrolis dan perlakuan kualitas air bersih dalam
suatu jaringan pipa distribusi yang didalamnya terdiri dari titik/node/junction pipa, pompa,
valve (aksesoris) dan reservoir baik ground reservoir maupun reservoir menara. Output yang
dihasilkan dari program EPANET ini antara lain debit yang mengalir dalam pipa, tekanan air
dari masing masing titik/node/junction yang dapat dipakai sebagai analisa dalam menentukan
operasi instalasi, pompa dan reservoir serta besarnya konsentrasi unsur kimia yang terkandung
dalam air bersih yang didistribusikan dan dapat digunakan sebagai simulasi penentuan lokasi
sumber sebagai arah pengembangan.
1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari penggunaan aplikasi EPANET yaitu:
1. Untuk mengetahui berapa kebutuhan air yang akan disalurkan.
2. Untuk mengetahui ukuran efisien pipa yang akan digunakan dalam perencanaan.
BAB 2
DATA PERENCANAAN
2.1 Backdrop
Tutorial yang akan dilakukan menggunakan backdrop sebagai acuan dalam perencanaan
saluran. Adapun backdrop yang akan digunakan adalah sebagai berikut:
2.2 Data Perencanaan
Dalam penggunaan aplikasi EPANET diketahui data perencanaan sebagai berikut:
Elevasi Reservoir : 38 m Panjang pipa : 1000 m
Elevasi Junction 2 : 35 m Diameter awal pipa : 300 inchi
Elevasi Junction 3 : 29 m Rencana IPA Paket : 10 + 79 = 89 l/s
Elevasi Junction 4 : 29 m
Elevasi Junction 5 : 27 m
Elevasi Junction 6 : 28 m
Elevasi Junction 7 : 32 m
Elevasi Junction 8 : 28 m
Elevasi Junction 9 : 20 m
BAB 3
PEMBAHASAN
3.1 Permodelan EPANET
Adapun angkah-langkah dalam menggunakan aplikasi EPANET sebagai berikut:
1. Mengubah satuan menjadi satuan meter pada “Dimenssions”, lalu mengatur panjang pipa
serta diameter pipa awal pada “Defaults - Properties” dan mengubah flow units pada
“Defaults-Hydraulics” menjadi LPS (satuan Indonesia).
2. Menginput backdrop yang akan digunakan sebagai acuan dalam perencanaan saluran
pada EPANET, kemudian menentukan titik letak dari Reservoir dan Junction serta
memasukkan elevasi pada masing-masing titik.
3. Membuat pipa dengan menarik garis pipa dari titik Reservoir ke Junction 1 dan
selanjutnya dari titik elevasi tertinggi ke elevasi terendah pada setiap Junction.
4. Memasukkan nilai kebutuhan air pada setiap Junction dengan cara mengklik dua kali titik
Junction lalu memasukkan angka pada “Base Demand” sesuai kebutuhan perencanaan.
Kemudian dilakukan hal yang sama pada titik Junction lainnya.
5. Setelah data dimasukkan, lakukan running pada perencanaan untuk memastikan bahwa
data yang dimasukkan sudah benar. Jika terdapat eror saat di running, lakukan
pengecekan kembali pada data yang telah dimasukkan.
6. Melakukan pengecekan tekann air pada setiap titik dengan memilih menu “Table –
Network Nodes”. Kemudian dilakukan pengecekan hasil data untuk mengetahui
kecepatan air pada setiap pipa dengan memilih menu “Table – Network Links”.
7. Dikarenakan velocity pada setiap pipa belum mencapai standar kriteria yaitu 0,6 – 2 l/s,
maka dilakukan perubahan pada dimensi pipa dengan menurunkan dimensi pipa.
8. Setelah dilakukan perubahan pada dimensi pipa, selanjutnya mengecek kembali velocity
pada setiap pipa. Jika velocity pada pipa sudah sesuai dengan kriteria, lakukan pula
pengecekan pada tekanan air setiap Junction apakah sesuai dengan kriteria yaitu 10 – 70
m.
BAB 4
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Setelah melakukan permodelan pada aplikasi EPANET, maka didapatkan kesimpulan
sebagai berikut:
Tabel 1 Kebutuhan air setiap Junction
Junction Kebutuhan air (l/s)
1 0,00
2 16,00
3 0,00
4 15,00
5 13,00
6 13,00
7 17,00
8 15,00
Tabel 2 Diameter Pipa
Pipa Diameter (inch)
1 300
2 205
3 145
4 205
5 145
6 205
7 205
8 100
9 100
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
[Link]