(Systemic
SLE
Lupus Erythematosus)
dr. Elli Arsita, SpPD
Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK UKRIDA JAKARTA
2019
Penyakit Autoimun ; SLE
• Apa ? Kekebalan tubuh menyerang diri sendiri, penyakit seribu wajah
• Penyebab ? multifaktor: genetik, hormonal, imunologik, infeksi bakteri, virus, diet/makanan 5P, leaky gut,
lingkungan: UV, polusi, Pb
• Siapa? : Semua orang, kebanyakan usia produktif 15-45th, 80% perempuan, 2-15:1
• Ciri? : beda-beda, nyeri sendi kronis, sering sariawan, kelainan kulit sulit sembuh, demam lama, mudah
kelelahan, rambut rontok, sulit punya anak, sesak, dll.
• Manifestasi klinis SLE:keterlibatan kulit,mukosa, sendi, darah, jantung, paru, ginjal, susunan saraf pusat
(SSP), sistem imun
• Bahaya?: rentan stroke, serangan jantung, kambuhmeninggal
• Sembuh? :belum ada obat menyembuhkan, tapi bisa dikendalikanremisi
Langow SS. A to Z Penyakit Rematik Autoimun 2018
Perhimpunan Rematologi Indonesia. Rekomendasi Diagnosis dan Pengelolaan LES. 2019
• Perjalanan penyakit Lupus sangat dinamismenyulitkan diagnosis
bila gejala/keluhan tidak lengkap.
• Pengenalan dini !!!kematian cepat terkait aktivitas penyakit di
tahun-tahun pertama
• Penyulit lanjut :kelainan kardiovaskular, terganggunya berbagai fungsi
organ, seiring perjalanan alamiah penyakit, efek samping terapi
morbiditas dan mortalitas ODAPUS (orang dengan lupus)
Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik, Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia 2011
Profil Marisza Cardoba Foundation 21032019
Perlu sosialisasi autoimun agar bos/rekan
sekerja/guru/teman mengerti
Profil Marisza Cardoba Foundation 21032019
Epidemiologi
• Pasien SLE di RSCM 15 %(peringkat ketiga) dari pasien poli
reumatologi, namun bisa saja pasien kontrol ke poli Ginjal, Alergi
Imunologi, / Hematologi
• Pasien SLE di poli reumatologi beberapa RS di Indonesia : 17,9-27,2%
(2015), 18,7-31,5%(2016), 30,3-58% (2017)
• Asia 0,9-4,1/100.000 penduduk/tahun
• Kesintasan 1-5 th 93-97%, 5-10 th 84-95%, 10-15 th 70-85%, 15-20 th
64-80%, 20 th 53-64%.
• Kesintasan 5 tahun RSCM 88%
Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik, Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia 2019, 2011
Jenis – Jenis Penyakit Autoimun : 157
• Spesifik organ : Terbatas pada satu organ
• Tiroid : graves disease
• Pankreas : DM tipe 1
• Adrenal
• Non Spesifik organ : Sebarannya tidak terbatas pada satu organ saja
• Lupus
• RA
• Dermatomyositis
Profil Marisza Cardoba Foundation 21032019
Patofisiologi Penyakit Autoimun
The Mozaic of
Autoimmunity
[Link]
mosaic-of-Versini-Aljadeff/06f8bbcd7d2d7f89539600c6f05d5f645b84b498/figure/0
Faktor Risiko Penyakit Autoimun(SLE)
Journal of Internal Medicine, 2015, 278; 369–395
Profil Marisza Cardoba Foundation 21032019
You are what you eat
1. Demam lebih dari 38°C dengan sebab yang tidak jelas
Saluri : 2. Rasa lelah dan lemah berlebihan
Periksa
3. Sensitif terhadap sinar matahari
4. Rambut rontok
Lupus 5. Ruam kemerahan berbentuk kupu-kupu yang sayapnya melintang dari pipi ke pipi
Sendiri
6. Ruam kemerahan di kulit
7. Sariawan yang tidak kunjung sembuh, terutama di atap rongga mulut
8. Nyeri dan bengkak pada persendian, terutama lengan dan tungkai menyerang dalam jangka
waktu lama
9. Ujung-ujung jari tangan dan kaki menjadi pucat dan kebiruan saat udara dingin
10. Nyeri dada terutama saat berbaring dan menarik napas
11. Kejang atau kelainan saraf lainnya
12. Kelainan hasil pemeriksaan laboratorium :
1. Anemia
2. Leukopenia
3. Trombositopenia
4. Hematuria dan proteinuria
5. Positif ANA atau ds-DNA
Bila anda menjawab ya dari 4 pertanyaan di atas, segera konsultasikan dengan dokter spesialis anda !!!
Diagnosis SLE
menurut ACR 1982 revisi 1997
memenuhi minimal 4 dari 11 Kriteria Diagnosis SLE :
• Ruam malar
• Ruam diskoid
• Fotosensitivitas
• Ulkus mulut
• Artritis
• Serositis
• Gangguan renal
• Gangguan neurologi
• Gangguan hematologik
• Gangguan imunologik
• Antibodi antinuclear (ANA) positif
Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik, Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia 2011
• Ruam malar : eritema yang menetap, rata /menonjol, pada daerah
malar dan cenderung tidak melibatkan lipat nasolabial
Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik, Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia 2011
• Ruam diskoid : plak eritema menonjol dengan keratotik dan sumbatan
folikular. Pada SLE lanjut dapat ditemukan parut atrofik
• Fotosensitivitas : ruam kulit yang diakibatkan reaksi abnormal
terhadap sinar matahari, baik dari anamnesis pasien atau yang dilihat
oleh dokter pemeriksa.
• Ulkus mulut : sariawan, sering, hilang timbul, berulang, biasanya >1,
tampak saat diperiksa
Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik, Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia 2011
• Artritis : artritis non erosif yang melibatkan dua atau lebih sendi
perifer, ditandai oleh nyeri tekan, bengkak atau efusi.
• Serositis :
- Pleuritis :[Link] pleuritik/pleural friction rub yg didengar dokter
pemeriksa/terdapat bukti efusi pleura
-Perikarditis: terbukti dg EKG/perikardial friction rub /terdapat bukti
efusi perikardium
Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik, Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia 2011
• Gangguan renal :
a. proteinuria menetap >0,5 gram per hari/>3+bila tidak dilakukan
pemeriksaan kuantitatif atau
b. silinder seluler: dapat berupa silinder eritrosit, hemoglobin,
granular, tubular, atau campuran
Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik, Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia 2011
• Gangguan neurologi
a. kejang yang bukan disebabkan oleh obat-obatan/gangguan
metabolik (uremia, ketoasidosis, ketidakseimbangan elektrolit) atau
b. psikosis yang bukan disebabkan oleh obat-obatan atau gangguan
metabolik (uremia, ketoasidosis, ketidakseimbangan elektrolit)
Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik, Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia 2011
• Gangguan hematologik :
a. anemia hemolitik dengan retikulosis atau
b. lekopenia <4000/mm3 pd2x px /> atau
c. limfopenia <1500/mm3 pada 2x px/> atau
d. trombositopenia<100.000/mm3 tanpa disebabkan
oleh obat-obatan
Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik, Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia 2011
• Gangguan imunologik:
a. anti-DNA:antibodi terhadap native DNA dengan titer yang abnormal atau
b. Anti-Sm:terdapatnya antibodi terhadap antigen nuklear Sm atau
c. Temuan positif terhadap antibodi antifosfolipid yang didasarkan atas:
1. kadar serum antibodi antikardiolipin abnormal baik IgG atau IgM
2. Tes lupus antikoagulan + (metoda standar) atau
3. hasil tes serologi positif palsu thd sifilis sekurang2nya selama 6 bulan
dan dikonfirmasi dengan tes imobilisasi Treponema pallidum atau tes
fluoresensi absorpsi antibodi treponema.
Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik, Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia 2011
• ANA antibodi antinuklear positif.: titer abnormal dari antibodi anti-
nuklear berdasarkan pemeriksaan imunofluoresensi atau
pemeriksaan setingkat pada setiap kurun waktu perjalanan penyakit
tanpa keterlibatan obat yang diketahui berhubungan dengan
sindroma lupus yang diinduksi obat.
Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik, Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia 2011
• Klasifikasi ini terdiri dari 11 kriteria di mana diagnosis harus
memenuhi 4 dari 11 kriteria tersebut yang terjadi secara bersamaan
atau dengan tenggang waktu
Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik, Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia 2011
• Kriteria diagnosis SLE memiliki sensitivitas 85% dan
spesifisitas 95%.
• Bila hanya 3 kriteria dan salah satunya ANA (+)
sangat mungkin SLE, diagnosis bergantung
pengamatan klinis.
• ANA (-) kemungkinan bukan SLE.
• ANA (+)dan manifestasi klinis lain tidak ada, belum
tentu SLE observasi jangka panjang diperlukan.
Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik, Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia 2011
EULAR 2019
EULAR 2019
[Link]
+SLE+2019&safe=strict&client=firefox-
b&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ah
UKEwiVx9W_4fTjAhUv8HMBHXKACiwQ_AU
IECgB&biw=1366&bih=590#imgrc=JMSIDcI
WplbJiM:
Rekomendasi
2019
Contoh SLE:kulit,vaskulitis,alopecia
Subacute cutaneous lupus erythematosus
Pemeriksaan penunjang
• DPL,LED
• Urin lengkap, PKU 24jam
• Kimia darah, Ur Cr SGOT SGPTprofil lipid
• ANA, profil ANA, anti dsDNA, komplemen (C3, C4)
• PT, APTT, INR, fibrinogen D-Dimer ACA IgG IgM, Beta2GP IgG, IgM,
LA pd APS
• Foto polos/ rontgen Thorax
• Biopsi kulit
Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik, Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia 2019
Diagnosis Banding
• Undifferentiated connective tissue • Infeksi : TB, HIV/AIDS, MH,
disease • Keganasan
• Sindroma Sjogren
• APS
• Fibromialgia (ANA +)
• Purpura trombositopenik idiopatik
(ITP)
• Lupus imbas obat
• Artritis reumatoid dini
• Vaskulitis
Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik, Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia 2011, 2019
Beberapa penyakit autoimun (A to Z Penyakit RematiK Autoimun, dr. Sandra Sinthya
Langow,SpPD-KR 2018 & berbagai sumber)
Penyakit Gejala awal Dampak jika tidak segera ditangani
Lupus (SLE: Nyeri sendi kronis, sariawan, rambut rontok, Kerusakan organ vital: otak, ginjal,
systemic lupus wajah merah, kelainan kulit sulit sembuh, paru, jantung
erythematosus) demam lama, pucat
Rheumatoid Tangan : nyeri kaku pada jari&pergelangan Erosi sendi,deformitads sendi, gangguan
Arthritis(RA) tangan kanan kiri, terutama pagi fungsi serta cacat sendi
Ankylosing Banyak menyerang laki-laki muda, nyeri Perlahan ruas tulang belakang menyatu
spondilitis pinggang pagi hari membaik setelah aktivitas, (bamboo spine), kaku tidak bisa
uveitis(mata merah berulang) membungkuk
Skleroderma Pengerasan&penebalan kulitkencang Jaringan parut/fibrosis organ tubuh paru,
mengkilap, keras kasar kaku. Fenomena ginjal, kegagalan fungsi organ tubuh
Raynaud:kulit pucat dingin pada cuaca dingin
Syndroma Badan lemah, nyeri sendi, mata mulut kering, Kerusakan mata, gigi, gangguan organ
Sjogren vagina kering nyeri saat berhubungan ginjal, paru
HIES (Hiper IgE Kulit eksim gatal mudah terinfeksi, batuk sering Rentan serangan jantung dan stroke,
Syndrome) sulit sembuh, sering alergi macam-macam infeksi berulang-sepsis
Derajat Berat Ringannya SLE
SLE Ringan
• Secara klinis tenang
• Tidak terdapat tanda atau gejala yang mengancam nyawa
• Fungsi organ normal atau stabil, yaitu: ginjal, paru, jantung,
gastrointestinal, SSP, sendi, hematologi, kulit
• Contoh SLE dengan manifestasi arthritis dan kulit
Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik, Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia 2011
SLE sedang
• Nefritis ringan sampai sedang(Lupus Nefritis kelas I & II)
• Trombositopenia (trombosit 20-50 x 103 /mm3)
• Serositis mayor
Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik, Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia 2011
SLE Berat/mengancam nyawa
• Jantung:endokarditis Libman-Sacks, vaskulitis arteri koronaria,
miokarditis, tamponade jantung, hipertensi maligna
• Paru-paru : hipertensi pulmonal, perdarahan paru, pneumonitis,
emboli paru, infark paru, fibrosis interstisial, shrinking lung
• Gastrointestinal : pankreatitis, vaskulitis mesenterika
• Ginjal : nefritis proliferatif dan atau membranous
Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik, Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia 2011
• Kulit : vaskulitis berat, ruam difus disertai ulkus atau melepuh(blister)
• Neurologi : kejang, acute confusional state, koma, stroke, mielopati
tranversa, mononeuritis, polineuritis, neuritis optik, psikosis,
sindroma demielinasi
• Hematologi:anemia hemolitik, neutropenia (leukosit<1000/mm3),
trombositopenia,20.000/mm3, purpura trombotik trombositopenia,
trombosis vena atau arteri
Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik, Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia 2011
Pengelolaan
• Holistik, pendekatan bio-psiko-sosial
• Tujuan:meningkatkan kesintasan dan kualitas hidup
pasien SLE melalui pengenalan dini dan pengobatan
yang paripurna.
• Tujuan khusus : mendapatkan masa remisi yang
panjang, menurunkan aktivitas penyakit seringan
mungkin, mengurangi rasa nyeri dan memelihara
fungsi organ agar aktivitas hidup keseharian tetap
baik guna mencapai kualitas hidup yang optimal
Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik, Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia 2011
Pilar pengobatan (dengan pemantauan)
• Edukasi dan konseling
• Program rehabilitasi
• Pengobatan medikamentosa
- OAINS
- Antimalaria : klorokuin/hidroksiklorokuin
- Steroid
- Imunosupresan/sitotoksik
- Terapi lain
Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik, Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia 2011
Edukasi/Konseling
• ODAPUS perlu informasi dan dukungan dari sekitarnya
agar dapat hidup mandiri
• Perjalanan penyakit, kompleksitasnya
• Aktivitas fisik,mengurangi/mencegah kekambuhan
antara lain melindungi kulit dari paparan sinar
matahari(ultraviolet) dengan memakai tabir surya,
payung/topi;melakukan latihan secara teratur.
• Pasien harus memperhatikan bila mengalami infeksi.
Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik, Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia 2011
• Perlu pengaturan diet agar tidak kelebihan berat badan, osteoporosis,
atau terjadi dislipidemia
• Info tentang pengawasan berbagai fungsi organ baik berkaitan dengan
aktivitas penyakit ataupun akibat pemakaian obat-obatan
Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik, Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia 2011
Butir-butir edukasi
• Penjelasan apa itu lupus dan penyebabnya
• Tipe SLE dan perangai masing2 tipe
• Masalah yang terkait dengan fisik :kegunaan latihan terutama yang
terkait dengan pemakaian steroid seperti osteoporosis, istirahat,
pemakaian alat bantu maupun diet, mengatasi infeksi secepatnya
maupun pemakaian kontrasepsi
Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik, Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia 2011
• Pengenalan masalah aspek psikologis: bagaimana pemahaman diri
pasien SLE, mengatasi rasa lelah, stres emosional, trauma psikis,
masalah terkait dengan keluarga atau tempat kerja dan pekerjaan itu
sendiri, mengatasi rasa nyeri
Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik, Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia 2011
• Pemakaian obat mencakup jenis, dosis, lama pemberian dsb. Perlu
tidaknya suplementasi mineral dan vitamin. Obat-obatan yang dipakai
jangka panjang contohnya obat antituberkulosis dan antibiotika
• Di mana pasien dapat memperoleh informasi tentang SLE, adakah
kelompok pendukung, yayasan yang bergerak dalam pemasyarakatan
SLE, dsb.
Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik, Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia 2011
Rehabilitasi
• Pentingnya pemahaman akan turunnya massa otot
hingga 30% apabila pasien dengan SLE dibiarkan
dalam kondisi immobilitas selama lebih dari 2 minggu
• Penurunan kekuatan otot akan terjadi sekitar 1-5% per
hari dalam kondisi imobilitas. Berbagai latihan
diperlukan untuk mempertahankan kestabilan sendi,
pemberian panas/dingin perlu untuk mengurangi
nyeri, menghilangkan kekakuan/spasme otot,
TENS(transcutaneous electrical nerve stimulation) pd
nyeri dan kaku otot
Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik, Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia 2011
Terapi medikamentosa
• OAINS
• Kortikosteroid
• Klorokuin
• Hidroksiklorokuin
• Azatioprin
• Siklofosfamid
• Metotreksat
• Siklosporin A
• Mikofenolat mofetil (MMF)
Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik, Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia 2011
SLE dan kehamilan
• kesuburan = wanita bukan SLE
• Kekambuhan lupus selama kehamilan, umumnya ringan, jika nefritis
aktif, 50-60%eksaserbasi, jika nefritis lupus remisi 3-6bln sblm
konsepsi hanya 7-10% yang mengalami kekambuhan
• Kemungkinan preeklampsia dan eklampsia meningkat pd penderita
dg nefritis lupus dg faktor predisposisi hipertensi dan APS
Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik, Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia 2011
• Jika ODAPUS ingin hamil, dianjurkan sekurang-kurangnya setelah 6
bulan aktivitas penyakitnya terkendali atau dalam keadaan remisi
total. Pd lupus nefritis 12 bulan remisi total. Dapat mengurangi
kekambuhan lupus selama hamil
• Medikamentosa dosis steroid sekecil mungkin <7,5mg/hari prednison,
antimalaria, siklosporin, azatioprin1,5-2mg/kgBB/hari, heparin,
aspirin dosis rendah
Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik, Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia 2011
Kontraindikasi untuk hamil pada
• Hipertensi pulmonal berat(Perkiraan PAP sistolik >50mmHg atau
simtomatik)
• Penyakit paru restriktif (FVC <1L)
• Gagal jantung
• Gagal ginjal kronis (Cr>2,8 mg/dl)
• Adanya riwayat PEB sebelumnya atau sindroma HELLP(Hemolitic anemia,
elevated liver function test, low platelet) walaupun sudah diterapi dengan
aspirin dan heparin
• Stroke dlm 6 bulan terakhir
• Kekambuhan lupus berat dalam 6 bulan terakhir
Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik, Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia 2011
Pengaruh kehamilan pd SLE thd fetus
• Kemungkinan peningkatan risiko terjadinya fetal heart block
(kongenital) sebesar 2%. Kejadian ini berhubungan dengan adanya
antibodi anti Ro/SSA atau anti La/SSB.
Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik, Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia 2011
Rekomendasi pemantauan kehamilan pada
penderita SLE
• Perencanaan dan pemantauan kehamilan sampai
proses persalinan harus diupayakan bersama dengan
para ahli(spesialis kebidanan, reumatolog, imunolog,
penderita maupun keluarganya)
• Monitor aktivitas penyakit & lab wajib selama
kehamilan+pasca persalinan : IgM IgG anticardiolipin
antibodi, lupus antikoagulan, antibodi anti Ro/SSA dan
anti La/SSB
• Keberhasilan kehamilan dan persalinan tergantung
pada semua faktor di atas
Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik, Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia 2011
Kontrasepsi
• Individual tergantung kondisi penderita
• Oral bila stabil dan tidak APS, risiko kambuh krn estrogen,penelitian
lemah, kontraindikasi pd APS trombosis
• IUD odapus dg steroid/imunosupresan tdk direkomendasikan,risiko
infeksi.kondom
• DMPA depomedroxyprogesteron acetat pilihan tp osteoporosis,
indikasi pd kelainan perdarahan dan keterbelakangan mental
• Pertimbangan : Aktivitas penyakit, risiko trombosis, osteoporosis,
gaya hidup dan kepercayaan masing2 individu
Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik, Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia 2011
SLE & APS
• APS : sindroma Hughes:kondisi autoimun patologik tjd akumulasi dari
bekuan darah oleh antibodi antifosfolipid. Kelainan trombosis abortus
berulang atau keduanya disertai peningkatan antibodi antifosfolipid
yang menetap yaitu ACA antibodi anticardiolipin atau LA lupus
antikoagulan
• Minimal 1 gejala klinis dan 1 kelainan lab
Kriteria klinis APS
• Trombosis vaskular
-DVT, emboli pulmonal
- Tromboemboli arteri
- Trombosis pembuluh darah kecil
• Gangguan kehamilan:
≥1 kematian fetus normal yg tdk dpt dijelaskan pd usia ≥10
minggu kehamilan
≥1 kelahiran prematur neonatus normal pd usia
kehamilan≤34 minggu atau
≥3 abortus spontan berturut-turut yg tdk dpt dijelaskan pd
kehamilan <10 minggu
Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik, Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia 2011
Kriteria Lab APS
• Positif LA
• Meningkatnya titer IgG atau IgM ACA (anti cardiolipin antibody)
• Meningkatnya titer IgG atau IGM antibodi anti-beta 2 glikoprotein
• Perbedaan waktu antara pemeriksaan satu dengan yang berikutnya
adalah 12 minggu untuk melihat persistensinya
• Cek di RS PGI Cikini/ Lab PTH RSCM Kencana lantai II
Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik, Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia 2011
Terapi APS
• Aspirin/Ascardia
• Simarc (kontraindikasi pada kehamilan)
• Heparin/LMWH +aspirin
• Cek faktor risiko lain trombosis: protein C, protein S, homosistein
Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik, Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia 2011
Obat pencetus Drug Induced LUPUS
• Procainamide
• Hydralazine
• Isoniazid(INH)
• Chlorpromazine(CPZ)
• Minocycline
• Carbamazepine
• Methyldopa
• Levodopa
• Estrogen/progesteron
• TNF antagonist
• IFN-α
Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik, Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia 2011
Lingkungan pencetus Lupus pada pasien dg
genetik lupus
• Infeksi
• Merokok
• Insektisida
• Silica
• UV light/sinar ultraviolet
Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik, Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia 2011
Pharmacological Therapies
Tatalaksana Umum Lupus
• Hindari aktivitas fisik yang berlebihan
• Hindari merokok
• Hindari perubahan cuaca karena mempengaruhi proses inflamasi
• Hindari stres dan trauma fisik
• Diet khusus sesuai dengan organ yang terkena
• Hindari pajanan sinar matahari secara langsung, khususnya UV pada pukul
10.00 sampai pukul 16.00
• Gunakan pakaian yang tertutup, tabir surya minimal SPF 30
• Hindari pajanan lampu UV
• Hindari pemakaian kontrasepsi atau obat lain yang mengadung hormon
estrogen
• Kontrol secara teratur ke dokter
• Minum obat secara teratur
Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik, Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia 2011
Jangan lupa bahagia !
Terima Kasih