Supervisi Pembangunan Air Baku Enggano
Supervisi Pembangunan Air Baku Enggano
I. LATAR BELAKANG
1. DASAR HUKUM
a. Undang-Undang RI No. 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang.
b. Undang-Undang RI No. 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air.
c. Peraturan Pemerintah RI No. 38 Tahun 2011 tentang Sungai.
d. Peraturan Pemerintah RI No. 69 Tahun 2014 tentang Hak Guna Air.
e. Peraturan Pemerintah RI No. 121 Tahun 2015 tentang Pengusahaan Sumber
Daya Air.
f. Peraturan Presiden Nomor 33 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Sumber Daya
Air.
g. Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan
Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
h. Keputusan Presiden RI No. 12 tahun 2012 tentang Penetapan Wilayah Sungai.
i. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum RI No.14/PRT/M/2011 tentang Pedoman
Pelaksanaan Kegiatan Departemen Pekerjaan Umum yang Merupakan
Kewenangan Pemerintah dan dilaksanakan Sendiri.
j. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI No.
4/PRT/M/2015 tentang Kriteria Penetapan Wilayah Sungai.
k. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor
21/PRT/M/2019 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi.
l. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor
14/PRT/M/2020 tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi
Melalui Penyedia.
m. Peraturan Menteri Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat Nomor
16/PRT/M/2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
2. GAMBARAN UMUM
a. Umum
Potensi Sumber Daya Air ( SDA ) di Provinsi Bengkulu berupa sungai,air
tanah dan mata air yg ada mulai menurun, sehingga penyediaan air baku
untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat menjadi
masalah yang harus ditangani dengan konsep pengelolaan dan
pengembangan berwawasan lingkungan pemberdayaan potensi alam yg
ada. Hal ini menjadi sangat penting karena tanpa adanya upaya
pengelolaan yang baik dan pemberdayaan SDA berwawasan lingkungan
akan menimbulkan penurunan kualitas air secara keseluruhan.
Permasalahan air baku yang ada didaerah ini secara umum hampir
sama dengan daerah lainnya dimana dapat diuraikan sebagai berikut :
Penurunan debit sumber air yang ada, sehingga menurunnya
kapasitas produksi yang dapat dikelola saat ini.
Rendahnya tingkat pelayanan air bersih pedesaan dan banyaknya
desa yang belum terlayani.
Penambahan kapasitas produksi pada sistem yang ada berbenturan
dengan kepentingan air irigasi.
Potensi sumber air cukup, tetapi terdapat keterbatasan kapasitas
sistem penyediaan air baku.
Keterbatasan sumber air yang dimiliki menyebabkan tingkat
pemenuhan kebutuhan air bersih sangat rendah.
Provinsi Bengkulu saat ini menjadi salah satu daerah yang kritis air.
Potensi SDA yang ada di Provinsi Bengkulu secara Kuantitas tersedia,
namun secara kualitas memerlukan upaya pengelolahan dengan biaya
operasional yang cukup tinggi. Sehingga masalah air bersih menjadi
barang yang mahal ditengah penurunan daya beli masyarakat akibat
berbagai krisis. Selama ini Provinsi Bengkulu pada musim hujan dapat
mengandalkan air sungai dengan sistem Instalasi Penjernihan Air
dengan sumber air baku dari sungai dipompa ke Instalasi Pengelolaan
Air dan didistribusikan melalui jaringan pipa air bersih. Hal ini menjadi
terkendala pada musim kemarau dimana debit air sungai menurun dan
kapasitas pompa juga akan mengalami penurunan, biaya operasional
akan menjadi besar dan biaya produksi air menjadi mahal.
Sejalan dengan uraian tersebut diatas, dengan tetap memperhatikan
keterkaitan dan kesinambungan program pengembangan sumber daya air
di wilayah Provinsi Bengkulu serta upaya-upaya yang sudah pernah
dilaksanakan, maka dirasa sangat perlu untuk dilakukan pembangunan
sarana dan prasarana penyediaan air baku yang memadai dengan
jangkauan lebih luas dengan prinsip mudah, murah dan realibilitas.
Disamping itu perlunya upaya pemanfaatan sumber air yang ada secara
optimal melalui pembangunan prasarana dan sarana penyediaan air
bersih bagi masyarakat pedesaan.
c. S a s a r a n
Sasaran Jasa Konsultansi
Sasaran utama dari pekerjaan ini adalah membantu Pelaksanaan Kegiatan
Konstruksi, dalam pelaksanaan pengawasan/supervisi konstruksi terhadap
pekerjaan Pembangunan Intake dan Jaringan Pipa Transmisi Air Baku
Kecamatan Enggano Kabupaten Bengkulu Utara, agar dalam pelaksanaannya
dapat memenuhi persyaratan mutu dan waktu yang sudah ditentukan dalam
dokumen kontrak.
d. Lokasi Pekerjaan
Supervisi/Pengawasan Pekerjaan Pembangunan Intake dan Jaringan Pipa
Transmisi Air Baku Kecamatan Enggano Kabupaten Bengkulu Utara terdapat
di sungai Air Kahabi berada di koordinat 5°18’51.15” LS dan 102°10’21.79” BT
sedangkan koordinat Kantor Desa Banjar Sari di 5°17’30.14” LS dan
102°9.’48.75” BT.
e. Sumber Pendanaan
Pelaksanaan kegiatan Pengawasan Teknis Pekerjaan Pembangunan Intake
dan Jaringan Pipa Transmisi Air Baku Kecamatan Enggano Kabupaten
Bengkulu Utara berasal dari dana APBN tahun Anggaran 2022.
1. METHODE PELAKSANAAN
a. Persyaratan Umum
1) Persyaratan Umum Layanan Jasa Konsultan
Jenis layanan yang harus dipersiapkan oleh Konsultan, yaitu team
supervisi yang akan melaksanakan supervisi/pengawasan pekerjaan
konstruksi ini, pemantauan atau kemajuan pekerjaan dan kualitas teknis
dari pelaksanaan pekerjaan, review semua usulan pekerjaan design dan
perubahan Kontrak.
Koordinasi kegiatan team pengawas teknis akan dilaksanakan bersama-
sama dengan Kepala SNVT PJPA Sumatera VII Propinsi Bengkulu dan
Pejabat Pembuat Komitmen Kegiatan Air Tanah dan Air Baku. Supervisi
dari pekerjaan konstruksi akan dilaksanakan oleh Konsultan sebagai
Wakil Direksi Teknis seperti yang ditentukan dalam Dokumen Kontrak.
Pejabat Pembuat Komitmen Air Tanah dan Air Baku akan dibantu oleh
team supervisi lapangan yang bertindak sebagai “ Wakil Direksi “ seperti
yang ditentukan dalam Dokumen Kontrak. Kewenangan yang dilimpahkan
kepada team supervisi oleh Direksi Teknis termasuk masalah-masalah
teknis dan Kontraktual yang secara jelas disebutkan dalam Dokumen
Kontrak dan tidak dipermasalahkan oleh Penyedia Jasa.
Untuk masalah-masalah keuangan, teknis dan kontraktual yang tidak
disebutkan secara jelas dalam Dokumen Kontrak dan apabila timbul
masalah, keputusan akan diambil oleh Pejabat Pembuat Komitmen
Kegiatan Air Tanah dan Air Baku, tidak oleh Konsultan.
2) Fasilitas Untuk Layanan Keahlian
Semua fasilitas keperluan pekerjaan Jasa Konsultan untuk Profesional
Staff dan Sub Profesional Staff disediakan oleh Konsultan.
3) Tata Usaha Dari Layanan Keahlian
Pemerintah Republik Indonesia akan menunjuk Kepala SNVT PJPA
Sumatera VII Propinsi Bengkulu untuk mengatur dan mengendalikan
pelaksanaan layanan jasa konsultan, sesuai dengan Kerangka Acuan
Kerja ini. Pejabat Pembuat Komitmen Kegiatan Air Tanah dan Air Baku
akan bertanggung jawab atas koordinasi pelaksanaan tugas layanan jasa
konsultan, termasuk sistem pembayaran atas layanan jasa konsultan ini
secara keseluruhan.
4) Apresiasi Terhadap Filosofi Pembangunan Intake dan Jaringan Pipa
Transmisi Air Baku Kecamatan Enggano Kabupaten Bengkulu Utara.
Konsultan harus menyakinkan kontraktor seperti yang dilakukan juga
terhadap stafnya akan filosofi dari program Pembangunan Intake dan
Jaringan Pipa Transmisi Air Baku Kecamatan Enggano Kabupaten
Bengkulu Utara. Pemeliharaan Berkala Jaringan Pipa Metodologi
Perencanaan yang dipakai, serta anggapan- anggapan yang digunakan
dalam penyusunan dokumen lelang pekerjaan yang harus diawasinya,
secara khusus Konsultan harus memberikan pengertian kepada semua
personil yang terlibat dilapangan bahwa dokumen kontrak untuk pekerjaan
ini didasarkan pada Perencanaan yang disederhanakan, sebagian
menggunakan gambar dan potongan melintang serta detail-detail standard
dan pada waktu mobilisasi dari pelaksanaan konstruksi, konsultan
membuat Perencanaan detail yang diperlukan untuk pekerjaan ditempat-
tempat dimana potongan melintang dan detail standard tidak bisa dipakai
dan pekerjaan lain yang ternyata belum tersedia dalam dokumen kontrak.
Pekerjaan Perencanaan detail dilapangan dalam pekerjaan Pembangunan
Intake dan Jaringan Pipa Transmisi Air Baku Kecamatan Enggano
Kabupaten Bengkulu Utara akan dilaksanakan oleh Konsultan
berdasarkan data lapangan yang diambil oleh kontraktor yang merupakan
kewajiban dari kontraktor sesuai isi kontrak pelaksanaan.
Konsultan harus membuat jadwal mobilisasi staf dengan kegiatan lainnya
dan menjamin bahwa perencanaan detail dilapangan dapat siap secepat
mungkin sebelum tahap pelaksanaan konstruksi dimulai.
Bila sudah dibuat dengan baik dan tepat waktunya kenyataan
pelaksanaan, Perencanaan detail dilapangan juga harus seoptimal
mungkin memakai anggaran-anggaran yang lama atau dengan kata lain
memperoleh tingkat perbaikan yang tinggi tanpa menambah anggaran
biaya diakhir proyek.
5) Penyelidikan Geologi Teknik
a) Sondir dengan pembacaan hambatan lekat hingga mencapai angka
minimal 200 kg/cm2. Pengujian dilakukan sesuai kebutuhan pada lokasi
rencana bangunan.
b) Hand Bor menggunakan mata bor tipe Iwaan dengan diameter antara
12 – 15 cm. Pengujian dilakukan sesuai kebutuhan pada lokasi rencana
bangunan irigasi. Pada setiap titik dilakukan pengambilan contoh tanah
terganggu (disturbed sample) dan contoh tanah tak terganggu
(undisturbed sample) dan Pengambilan sample tanah (UDS) untuk
masing-masing titik bor diambil 1 sample atau sesuai kebutuhan.
c) Sumuran Uji (Test Pit) dilakukan pada :
Sumuran Uji (Test Pit) dilakukan pada lokasi bahan timbunan pada
daerah sumber galian bahan (borrow area) minimal 2 (dua) lokasi, pada
masing-masing lokasi dilakukan 2 (dua) pengujian sumuran uji.
Kegiatan Geologi/Mekanika Tanah mengacu pada Standar Perencanaan
Irigasi Persyaratan Teknis Bagian Penyelidikan Geoteknik PT-03 yang
diterbitkan oleh Ditjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum.
Penelitian laboratorium mekanika tanah untuk setiap titik minimal dilakukan
sebagai berikut :
Natural moisture content
Specific gravity
Atterberg limits
Grain size analysis
Triaxial : UU dan CU
a) Analisa Geologi/Mektan
Analisa Sondir / Daya Dukung Tanah
Uji Laboratorium dan Analisa Disturbed Sample
Uji Laboratorium dan Analisa Undisturbed Sample
2. Ahli Geoteknik
Berpendidikan minimal S1 Geologi dengan pengalaman kerja sekurang-
kurangnya 2 (dua) tahun dalam pekerjaan survei dan analisis data
geologi/mekanika tanah dan mempunyai SKA dengan kualifikasi ahli
muda dibidang Geoteknik yang dikeluarkan oleh Asosiasi Profesi
Tenaga Ahli atau yang dikeluarkan oleh LPJK dan dilengkapi referensi
dari pengguna Jasa. Tugas dan tanggung jawab Ahli Geologi Teknik dan
Mekanika Tanah, antara lain :
1. Memberikan pengarahan dan langkah-langkah kerja pada tim
geologi.
2. Bersama Team Leader menentukan titik-titik pengeboran, yang
elevasinya akan diukur oleh tim pengukuran.
3. Membuat analisa terhadap data lapangan dan hasil test
laboratorium.
4. Membuat rekomendasi mengenai data-data yang akan digunakan
untuk perencanaan.
5. Melakukan identifikasi keadaan geologi di daerah proyek.
6. Menyusun laporan geologi teknik.
3. Ahli K3 Konstruksi
Ahli K3 Konstruksi bertanggung jawab Tenaga Ahli K3 Konstruksi
Berpengalaman Sekurang-kurangnya 1 (Satu) Tahun, harus
berkoordinasi dengan Direksi Lapangan adalah berpendidikan S1
Sederajat adalah sebagai berikut :
a. Menetapkan ketentuan parturan perundang-undangan tentang
dan terkait K3 konstruksi.
b. Mengelola dokumen kontrak dan metode kerja pelaksanaan
konstruksi.
c. Mengelola program K3.
d. Mengevaluasi prosedur dan instruksi kerja penerapan ketentuan
K3.
e. Melalukan sosialisasi, penerapan dan pengawasan pelaksanaan
program, prosedur kerja dan instruksi kerja K3.
f. Mengelola laporan penerapan K3 dan pedoman teknis K3
konstruksi.
g. Mengelola metode kerja pelaksanaan konstruksi berbasis K3,
jika diperlukan.
h. Mengelola penanganan kecelakaan dan penyakit akibat kerja
serta keadaan darurat.
3. Laboratorium Teknisi/Tenichan
Laboratorium Teknisi bertanggung jawab atas pengawasan pekerjaan
dan kendali mutu. Dia bertanggung jawab langsung kepada
Supervision Engineer tetapi harus mengkoordinasikan diri kepada
Direksi Pekerjaan/PPK.
Laboratorium Teknisi adalah Sarjana Teknik Sipil (S1), dengan
pengalaman dibidang pengawasan persungaian/SDA sebagaimana
termuat pada tabel.
Tugas dan tanggung jawabnya adalah melaksanakan dan
mengevaluasi hasil test tersebut dan bertanggung jawab terhadap
ketelitian dan kebenaran hasil yang diproses.
Pelaksanaan kendali dilakukan oleh team Supervisi yang dikoordinir
oleh Supervision Engineer, untuk menjamin bahwa mutu dari material
yang dipakai oleh Kontraktor memenuhi persyaratan spesifikasi.
Lingkup pekerjaan Kendali Mutu termasuk pada hal-hal sebagai
berikut :
a. Mengikuti petunjuk Teknis dan perintah dari Supervision
Engineer, senantiasa memberikan informasi kepada Supervision
Engineer serta PPK Kegiatan Air Tanah dan Air Baku tentang
Kendali Mutu.
b. Melakukan Supervisi terhadap penyusunan Organisasi dan tata
letak dari laboratorium dilapangan milik Kontraktor, membantu
mobilisasi pengujian, serta menjamin bahwa semua keperluan
laboratorium sudah siap bila pekerjaan konstruksi dimulai dan
memenuhi persyaratan yang diminta dalam spesifikasi.
c. Melakukan supervisi terhadap pemasangan Concrete Mixer dan
menjamin semua peralatan yang dipakai sudah memenuhi
syarat.
d. Melaksanakan supervisi kegiatan harian dari semua pekerjaan
yang harus dilakukan oleh Kontraktor untuk Kendali Mutu dari
material/bahan ataupun tenaga teknis laboratorium serta segera
memberikan laporan tertulis kepada Supervision
Engineer/Pejabat Pembuat Komitmen Kegiatan Air Tanah dan
Air Baku bila ditemukan adanya penyimpangan dalam prosedur
pegujian atau kekurangan baik untuk material/bahan ataupun
tenaga.
e. Menganalisa semua data pengujian Kendali Mutu dan Usulan
Formula campuran yang diajukan Kontraktor untuk Material
beton, dan merumuskan serta mengirimkan kepada Supervision
Engineer rekomendasi tertulis untuk dapat menerima atau
menolak bahan/material, proses pelaksanaan maupun formula
untuk campuran yang dipergunakan untuk dikerjakan.
f. Evaluasi terhadap ketetapan prosedur pekerjaan pengujian
yang dilaksanakan Kontraktor, pemilihan sumber material,
pengawasan mutu bahan maupun tenaga, dan segera
melaporkan secara tertulis kepada Pejabat Pembuat Komitmen
Kegiatan Air Tanah dan Air Baku bila terdapat kekurangan dalam
prosedur pengujian yang dilaksanakan, atau kekurangan dari
bahan atau kualitas tenaga dalam pelaksanaan pekerjaan pada
paket Kontraktor tersebut.
g. Memeriksa dan meringkas semua data tentang kendali mutu
serta memberi usulan dalam menerima atau menolak usulan
Kontraktor tentang campuran material beton, dan bahan-bahan
yang digunakan.
h. Membantu tugas-tugas laboratorium khususnya dalam
penyiapan laporan kendali mutu yang harus dikirimkan kepada
Pejabat Pembuat Komitmen Kegiatan Air Tanah dan Air Baku.
i. Bekerja sama mempersiapkan petunjuk dalam latihan semua
personil lapangan dalam menentukan metode design campuran
beton, aspal dan pekerjaan lainnya. Dan menjamin bahwa
formulir baku untuk pengujian dilaboratorium telah digunakan
dengan baik.
j. Menyiapkan rencana kerja detail untuk pekerjaan
penyelidikan (investigation) termasuk pemboran atau sondir bila
diperlukan, dan mengkoordinasikan semua kegiatan team
supervisi lapangan dalam melaksanakan rencana kerja
dilapangan.
k. Mengirim ke Supervision Engineer sebelum tanggal 14 setiap
bulan ringkasan hasil pengujian kendali mutu bulanan yang
diperoleh dari bulan sebelumnya, untuk dikirim kepada Pejabat
Pembuat Komitmen Kegiatan Air Tanah dan Air Baku. Laporan
harus terisi semua data ringkasan pengujian laboratorium.
4. Draftman/CAD Operator
Mempunyai pengalaman dalam bidang pembuatan gambar Teknik
Sipil khususnya bangunan pengaman sungai dengan menggunakan
sofware AutoCad. Dapat bekerja dengan cepat dan tingkat ketelitian
yang tinggi serta mempunyai latar belakang pendidikan minimal
SLTA atau sederajat. Juru gambar bertanggung jawab atas
pembuatan gambar-gambar yang dibutuhkan.
5) Tenaga Pendukug yang akan ditugaskan/diperlukan sebagai berikut :
1. Administrasi/Typist
Berpengalaman dalam bidang Administrasi umum dan administrasi
Proyek pekerjaan Teknik Sipil.
Maupun mengetik secara cepat, rapi dan benar serta dapat
menggunakan Words Processor. Administrasi bertanggung jawab
atas pengetikan dokumen-dokumen dan surat-surat yang dibutuhkan
serta bertanggung jawab pada administrasi kantor.
2. Office Boy
Bertanggung jawab di bidangnya, Serta bisa membersihkan dan
menjaga kenyamanan di lingkungan kerja.
I. Tenaga Ahli
1. Supervision Engineering 1 X 7 OB S1 Teknik Sipil 3 tahun Ahli SDA
Bekerja sama dengan staf SNVT PJPA Sumatera VII/Kegiatan Air Tanah dan
Air Baku dalam membahas hal-hal yang menyangkut masalah teknis.
Pengawasan terhadap Pekerjaan Pembangunan Intake dan Jaringan Pipa
Transmisi Air Baku Kecamatan Enggano Kabupaten Bengkulu Utara tersebut
dapat dibagi dalam beberapa tahapan, yaitu :
a. Membantu Dalam Pelaksanaan pengawasan mutu.
Konsultan akan bertindak sebagai wakil Pejabat Pembuat Komitmen
(Engineer’s Representative) dalam pengawasan pelaksanaan pekerjaan/
kegiatan dan menjamin semua hasil pekerjaan itu sesuai dan memenuhi
syarat Perencanaan Teknis, Spesifikasi Teknis dari Dokumen Kontrak.
Uraian detail Pekerjaan Pengawasan mutu sebagai berikut :
1. Melaksanakan Pengawasan Harian terhadap
pekerjaan/Kegiatan sehingga dapat menjamin kebenaran
material yang dipakai dan prosedur pelaksanaan sesuai
spesifikasi teknis dalam Dokumen Kontrak.
2. Memberi instruksi/penjelasan secara tertulis kepada Kontraktor
dengan cara yang sejelas-jelasnya terhadap pelaksanaan pekerjaan
yang dikehendaki sehingga dengan demikian dapat diperoleh hasil
pelaksanaan/mutu yang lebih baik.
3. Memeriksa semua bahan/material yang ditempatkan
dilapangan/proyek betul-betul memenuhi persyaratan spesifikasi
sesuai dengan testing material yang dilaksanakan secara benar.
4. Memeriksa semua gambar-gambar (Shop Drawing, Detail
Drawing dan As Built Drawings) dengan teliti dan disetujui bila
memenuhi Dokumen Kontrak.
5. Memeriksa dan memberikan instruksi tertulis kepada Kontraktor
untuk memperbaiki semua kerusakan-kerusakan/kekurangan
pekerjaan, yang tidak memenuhi persyaratan spesifikasi.
6. Ikut serta dalam inspeksi pemeriksaan akhir Kegiatan sebelum
pelaksanaan Take Over Penyedia Jasa.
b. Membuat review design, uraian dalam pelaksanaan Review Design
adalah sebagai berikut :
1. Mengkoordinir pengambilan data lapangan secara akurat yang
dilakukan oleh Kontraktor guna Review Design untuk perubahan-
perubahan yang direkomendasikan/diperlukan.
2. Meyelenggarakan Review Design terhadap Design yang ada, sesuai
dengan perubahan- perubahan yang direkomendasikan /diperlukan.
3. Menyiapkan perkiraan biaya dan Addendum serta perubahan
Dokumen Tender sehubungan dengan Review Design tersebut.
c. Memeriksa dengan sungguh-sungguh bahwa pengukuran volume
pekerjaan yang dilaksanakan dengan benar, teliti dan sempurna.
d. Menjamin bahwa semua laporan ( Report ) yang diserahkan tepat pada
waktunya dan dibuat sesuai aturan yang benar, teliti dan memuat semua
catatan kemajuan serta hal-hal lain yang berkaitan dengan Kegiatan,
laporan itu meliputi :
1. Menyiapkan/menyerahkan laporan bulanan tepat pada
waktunya, teliti dan menunjukkan secara fisik dan finansial
kemajuan Kegiatan.
2. Melaporkan dengan segera secara tertulis terhadap setiap kesulitan-
kesulitan yang mungkin akan terjadi dalam pelaksanaan pekerjaan
sehubungan dengan kondisi Kegiatan dalam waktu mendatang atau
lain-lain sebab yang diperkirakan dapat menyulitkan/merugikan
pelaksanaan pekerjaan. Laporan itu juga harus memuat usulan
pemecahannya terhadap hal-hal yang dikuatirkan tersebut diatas.
3. Melaporkan secara lengkap dan tertulis serta saran pemecahannya
terhadap hal-hal yang akan menyebabkan keterlambatan
penyelesaian pekerjaan.
4. Selalu membuat catatan harian tentang pekerjaan yang telah selesai,
bahan-bahan/material yang telah dipakai, tenaga kerja lapangan,
keterlambatan peralatan, keadaan cuaca dan peristiwa-peristiwa
lainnya
5. Membuat file yang baik sehubungan dengan korespondensi/ surat
menyurat dengan pihak Kontraktor, [Link] PJPA Sumatera VII
Propinsi Bengkulu, Pejabat Pembuat Komitmen Kegiatan Air Tanah
dan Air Baku dan lain-lainnya.
6. Membuat catatan-catatan dan mem-file-kannya secara baik terhadap
hasil pekerjaan, hasil tes material, pengukuran volume pekerjaan
dilapangan, back up perhitungan dan As Built Drawings.
7. Melaksanakan inspeksi sebelum inspeksi akhir dan membuat
laporan tentang kekurangan-kekurangan/kerusakan hasil pekerjaan
yang tidak memenuhi persyaratan dalam suatu daftar.
8. Menyiapkan laporan penyelesaian pekerjaan bermasalah yang
dihadapi selama pekerjaan dan penyelesaiannya serta lampiran-
lampirannya yang meliputi : file change order, file As Built Drawings
dan file hasil tes.
4. K E L U AR AN
Produk yang dihasilkan adalah satu set laporan yang terdiri dari :
a. Laporan RMK
b. Laporan Teknis
c. Laporan Teknis ( Infector, Lab. Technicial dan Surviayor)
d. Laporan Bulanan
e. Laporan Akhir
f. Pembuatan Dokumen Proyek (film drone dan album poto)
g. Laporan Rekaman dalam External HD min 1 TB
Harmiwis, ST
Nip. 196408142002121002