DIABETES MELITUS
No. Dokumen :
No. Revisi :
SPO
Tanggal Terbit :
Halaman :
PUSKESMAS ACHMAD YANI
BUNTEN BARAT NIP. 19670509 199003 1
012
1. Tujuan Agar petugas dapat menegakkan diagnosis diabetes melitus(DM)
dan melakukan pengobatan dan penyuluhan untuk pencegahan
diabetes melitus.
2. Kebijakan Sebagai pedoman bagi petugas untuk mendiagnosa dan
mengobati pasien.
3. Definisi Diabetes melitus adalah keadaan hiperglikemia kronik disertai
berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal, yang
menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata, saraf, ginjal
dan pembuluh darah.
4. Prosedur 1. Petugas memanggil pasien sesuai nomor urut.
2. Petugas menulis identitas pasien di buku register
3. Petugas melakukanan amnesa pada pasien apakah pasien
mengeluhkan gejala klasik DM yang berupa poliuria (sering
kencing), polidipsi (sering haus) dan polifagi (serng lapar).
4. Petugas menanyakan pada pasien apakah terdapat keluhan
lain seperti berat badan turun tanpa penyebab yang jelas,
kesemutan, gatal, mata kabur, impotensi pada pria, pruritus
vulva pada wanita, serta adakah luka yang tidak kunjung
sembuh.
5. Petugas melakukan pemeriksaan tekanan darah
6. Petugas melakukan pemeriksaan nadi
7. Petugas melakukan pemeriksaan suhu
8. Petugas melakukan pemeriksaan fisik termasuk ekstremitas
atas dan bawah termasuk jari.
9. Bila diperlukan petugas membuat permintaan pemeriksaan
gula darah atau urin ke laboratorium.
10. Petugas menyerahkan surat permintaan kepada pasien untuk
selanjutnya pasien kelaboratorium
11. Petugas menerima hasil laboratorium dari pasien
12. Petugas membaca hasil laboratorium dan menegakan
diagnose berdasarkan hasil lab dan anamnesis, yaitu:
a. Gejala klasik DM +Glukosa darah sewatu ≥ 200 mg/dl
(darah kapiler)
b. Gejala klasik DM +Glukosa darah puasa ≥ 100 mg/dl
(darah kapiler)
c. Tanpa gejala kasik DM + kadar GDS ≥ 200 mg/dl atau
GDP ulang ≥ 100 mg/dl (darah kapiler)
13. Petugas memberikan penatalaksanaan awal DM berupa terapi
gizi medis (TGM) dan latihan jasmani selama 2 – 4 minggu.
Apabila kadar gula darah belum mencapai sasaran dilakukan
intervensi farmakologi dengan obat hipoglikemik oral (OHO)
dan atau suntikan insulin.
13.1 Obat hipoglikemik oral (OHO) dimulai dengan dosis kecil
dan ditingkatkan secara bertahap sesuai respons kadar
glukosa darah, dapat diberikan sampai dosis hampir
maksimal. Pemberian OHO bersamaan dengan pengaturan
diit dan latihan jasmani, bila diperlukan dapat dilakukan
pemberian OHO tunggal atau OHO kombinasi. Terapi OHO
kombinasi harus dipilih dua macam obat dari kelompok yang
mempunyai mekanisme kerja berbeda
a. Golongan Biguanid: Metformin, dosis awal 500 mg dosis
maksimal 2500 mg diberikan 1-3 kali/hari
b. Golongan Sulfonilurea: Glibenklamid dosis awal 2.5 mg
dosis maksimal 15 mg/hr diberikan 15 – 30 menit
sebelum mkan, 1-2 kali/hari.
c. Golongan Inhibitor α glukosidase: Acarbose dosis awal 50
mg dosis maksimal 300 mg diberikan 1-3 kali/hari.
14. Petugas mengedukasi pasien tentang penyakit DM, perlunya
pengendalian dan pemantauan gula darah, penyulit DM dan
resikonya serta bagaimana mengatasi sementara keadaan
gawat darurat akibat DM (rasa sakit dan hipoglikemia).
15. Petugas mengedukasi pasien tentang terapi gizi medis
(TGM)makanan yang seimbang sesuai dengan kebutuhan
kalori dan zat gizi masing-masing individu. Pentingnya
keteraturan makan dalam hal jadwal makan, jenis dan jumlah
makanan.
16. Petugas mengedukasi pasien tentan latihan jasmani secara
teratur 3 – 4 kali seminggu selama kurang lebih 30 menit.
17. Petugas menulis resep.
18. Petugas menyerahkan resep kepada pasien
19. Petugas menulis hasil pemeriksaan fisik,
laboratorium,diagnose dan terapi kedalam rekam medic
pasien
20. Petugas menandatangani rekam medic
21. Petugas menulis diagnose kebuku register rawat jalan.
5. Diagram Alir
melakukananamnesap melakukanpemeriksaanfisikm
memanggilpasiens
adapasien tentang eliput TD, nadi, ekstremitas
esuainomorurut
trias klasik DM dan atas dan bawah
keluhan lain
Menerimahasillaboratori Pasien ke membuatrujukanpasienu
umdaripasien laboratoriumuntukpemer ntukpemeriksaangula
iksaangula darah darah
Petugas menegakkan Petugas mengedukasi menyerahkanresepkepad
diagnosa berdasarkan apasien
anamnesa dan hasil pasien dan menulis
laboratorium resep
menulis diagnose
kebukurgisterrawatj
menulishasilpemeriksaan
alan. fisik,
laboratorium,diagnoseda
nterapikedalamrekam
medic pasien
6. Referensi Pedomam Pengobatan Dasar di Puskesmas Tahun 2002 Hal 26-
27, Kapita Selekta Kedokteran Edisi Ketiga Jilid 1, FKUI.
7. DokumenTerkait Catatan medik, blanko rujukan, buku register, blanko resep
8. Distribusi Rawat inap,laboratorium
9. Rekaman historis perubahan
No Yang dirubah Isi Perubahan [Link] di
berlakukan