Kepuasan Konsumen di Hikmah Estu
Kepuasan Konsumen di Hikmah Estu
OLEH KELOMPOK 1:
AFNI FIDYAWATI
ANUGRAINI AYU PERTIWI
DINDA PUTRI SUKMA NINGRUM
DESY NATALIA
ELANUPIA
JURUSAN GIZI
PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKARAYA
2019
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kami kemudahan sehingga kami dapat
menyelesaikan laporan ini dengan tepat waktu. Tanpa pertolongan-Nya tentunya kami tidak
akan sanggup untuk menyelesaikan laporan ini dengan baik.
Penulis mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat sehat-Nya, baik itu
berupa sehat fisik maupun akal pikiran, sehingga penulis mampu untuk menyelesaikan
pembuatan laporan sebagai tugas akhir dari mata kuliah Studi Konsumen Food Service
“Kepuasan Konsumen Terhadap Pelayanan dari Rumah Makan Hikmah Estu”.
Penulis tentu menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak
terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik
serta saran dari pembaca untuk laporan ini, supaya makalah ini nantinya dapat menjadi
makalah yang lebih baik lagi. Demikian, dan apabila terdapat banyak kesalahan pada laporan
ini penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak khususnya kepada dosen mata
kuliah Studi Konsumen Food Service yang telah membimbing
Demikian, semoga laporan ini dapat bermanfaat. Terima kasih.
Palangkaraya, 2019
2
BAB I
PENDAHULUAN
3
mengerti terhadap kebutuhan yang diharapkan pelanggan. Hal seperti ini yang akan
memberikan keuntungan positif bagi perusahaan.
Kualitas produk merupakan keseluruhan ciri dari suatu produk yang dapat memenuhi
kebutuhan pelanggan sesuai dengan yang diharapkan pelanggan. Penjelasan mengenai
kualitas produk yang sudah dikemukakan tersebut dapat dinyatakan bahwa apabila
perusahaan dapat memberikan atau menawarkan produk makanan yang berkualitas, maka
perusahaan akan dapat menciptakan kepuasan konsumen. Seorang pelanggan akan merasa
puas biasanya dikarenakan adanya pengalaman melakukan pembelian terhadap suatu
produk yang dikonsumsi atau digunakan. Kualitas produk memiliki peran penting dalam
mempengaruhi kepuasan pelanggan dan membentuk pelanggan untuk loyal terhadap
produk yang ditawarkan perusahaan. Kepuasan pelanggan merupakan ungkapan perasaan
seorang pelanggan yang digambarkan setelah membandingkan apa yang diharapkan
dengan apa yang ditawarkan perusahaan (Putri Anggraeni Putri D, Srikandi Kumadji,
Sunart 2016).
Selain kualitas pelayanan, harga juga faktor lainnya yang mempengaruhi kepuasan
konsumen. Menurut Simamora 2000 dalam Tombeng Brigitte, Ferdy Roring, Farlane S.
Rumokoy) harga adalah jumlah uang yang di bebankan atau dikenakan atas sebuah
produk atau jasa. harga merupakan salah satu faktor penting dalam penjualan. Banyak
perusahaan bangkrut karena mematok harga tidak cocok. Harga yang ditetapkan harus
sesuai dengan perekonomian konsumen, agar konsumen dapat membeli barang tersebut.
Sedangkan bagi konsumen, harga merupakan bahan pertimbangan dalam mengambil
keputusan pembelian. Karena harga suatu produk mempengaruhi persepsi konsumen
mengenai produk tersebut. Kualitas produk juga tidak kalah pentingnya karena kualitas
produk juga sebagai faktor penentu tingkat kepuasan yang diperoleh konsumen setelah
melakukan pembelian dan pemakaian terhadap suatu produk. Dengan kualitas produk
yang baik konsumen akan terpenuhi keinginan dan kebutuhannya akan suatu produk.
Suatu hal yang harus diperhatikan dalam persaingan adalah bagai mana setelah konsumen
menerima dan merasakan manfaat nilai dari suatu produk, konsumen tersebut telah
memiliki perilaku royal, rasa puas dan komitmen terhadap produk tersebut (Mowen dan
Minor, 2002 dalam Tombeng Brigitte, Ferdy Roring, Farlane S. Rumokoy).
Menu makanan dan minuman yang disediakan harus dapat menimbulkan selera
konsumen. Menyediakan berbagai macam menu makanan dan minuman yang dapat
menimbulkan selera konsumen. Penentuan harga, bertujuan menarik minat konsumen
menikmati makanan dan minuman dengan harga terjangkau tanpa mengurangi cita rasa.
4
Penerapan ini diharapkan dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen dan dapat
mencapai kepuasan yang diinginkan. Fasilitas harus berorientasi pada kebutuhan
konsumen dan selera konsumen untuk menggunakan jasa yang ditawarkan. Penyediaan
fasilitas harus diperhatikan, dimana penyediaan fasilitas disesuaikan dengan kebutuhan,
keinginan dan harapan konsumen sehingga mendorong konsumen untuk selalu
melakukan pembelian. (Tombeng Brigitte, Ferdy Roring, Farlane S. Rumokoy 2019)
Sekian banyak rumah makan yang ada di Palangkaraya, salah satunya adalah rumah
makan Hikmah Estu, yang berada di Jl. Yos Sudarso. Rumah makan ini menawarkan
aneka kuliner makananan ikan dan sayuran dengan harga cukup. Rumah Makan Hikmah
Estu ini juga menyediakan berbagai jenis minuman dingin maupun panas yang bisa
dinikmati oleh konsumen. Memuaskan kebutuhan konsumen adalah keinginan setiap
perusahaan. Selain faktor penting bagi kelangsungan hidup perusahaan, memuaskan
kebutuhan konsumen dapat meningkatkan keungulan dalam persaingan, Konsumen yang
puas terhadap produk dan jasa pelayanan cenderung untuk membeli kembali produk dan
menggunakan kembali jasa pada saat kebutuhan yang sama muncul kembali kemudian
hari. Berdasarkan hasil wawancara kepada 50 orang konsumen Rumah Makan Hikmah
Estu, mengenai kualitas pelayanan, harga dan kualitas produk terhadap kepuasan
konsumen terlihat bahwa semua yang mempengaruhi kepuasan konsumen seperti harga,
produk, kualitas pelayanan, tentang Rumah Makan Hikmah Estu belum tentu dapat
menciptakan kepuasan bagi pelanggannya secara optimal, sehingga perlu didievaluasi
kembali beserta seberapa besarnya pengaruhnya terhadap para pelanggan. Berdasarkan
latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui Pengaruh Kualitas Pelayanan, Harga Dan Kualitas Produk Terhadap
Kepuasan Konsumen Pada Rumah Makan Hikmah Estu Jl. Yos Sudarso, Kota
Palangkaraya.
1.2 Tujuan
1. Tujuan umum
Pengaruh Kualitas Pelayanan, Harga , Kualitas Produk, Emosional, Terhadap
Kepuasan Konsumen Pada Rumah Makan Hikmah Estu Jl. Yos Sudarso, Kota
Palangkaraya.
2. Tujuan Khusus
a. Mengidentifikasi karateristik responden
5
b. Mengetahui tingkat kepuasaan konsumen Pada Rumah Makan Hikmah Estu Jl.
Yos Sudarso, Kota Palangkaraya.
c. Mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen pada
Rumah Makan Hikmah Estu Jl. Yos Sudarso, Kota Palangkaraya.
d. Mengetahui pengaruh harga terhadap kepuasan konsumen pada Rumah Makan
Hikmah Estu Jl. Yos Sudarso, Kota Palangkaraya.
e. Mengetahui pengaruh kualitas produk terhadap kepuasan konsumen pada Rumah
Makan Hikmah Estu Jl. Yos Sudarso, Kota Palangkaraya.
f. Mengetahui pengaruh emosional terhadap kepuasan konsumen pada Rumah
Makan Hikmah Estu Jl. Yos Sudarso, Kota Palangkaraya.
1.3 Manfaat
1. Bagi Mahasiswa
Mahasiswa mampu melakukan survey konsumen di layanan umum seperti tempat
penyediaan makanan atau rumah makan
2. Bagi pemilik usaha
Pemilik usaha dapat menjadikan penilaian secara obyektif persepsi pelanggan
terhadap kinerja produk/jasa yang dihasilkan
6
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kepuasan Konsumen
1. Pengertian Kepuasan Konsumen
Persaingan yang sangat ketat, dengan semakin banyak produsen yang terlibat
dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen menyebabkan setiap
perusahaan harus mampu menempatkan orientasi pada kepuasan pelanggan
sebagai tujuan utama. Hal ini tercermin dari semakin banyaknya perusahaan yang
menyertakan komitmen terhadap kepuasan pelanggan. Karena kunci utama untuk
memenangkan persaingan adalah memberikan nilai dan kepuasan pelanggan
melalui penyampaian produk berkualitas dengan harga bersaing. Kepuasan
konsumen dapat ditunjukkan melalui sikap konsumen pada pembelian.
Kepuasan menurut Kotler 2005 adalah “perasaan senang atau kecewa seseorang
yang muncul setelah membandingkan antara kinerja (hasil) produk yang
dipikirkan terhadap kinerja (atau hasil) yang diharapkan”.
2. Faktor-faktor yang memengaruhi
Kepuasan Konsumen Kotler (1997) menjelaskan: “The company can increase
customer satisfaction by lowering its price, or increasing its service, and
improving product quality”. Maksudnya, perusahaan dapat meningkatkan
kepuasan konsumen dengan jalan menjual produk dengan harga memadai, atau
meningkatkan layanan, dan meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. Secara
implisit, pernyataan diatas menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi
kepuasan konsumen adalah:
a) Harga
Harga merupakan keputusan yang paling mendasar diantara program–program
pemasaran yang lain, karena dalam setiap produk maupun jasa mempunyai
harga. Harga juga merupakan sejumlah uang yang dibebankan atas suatu
produk, atau jumlah dari nilai yang ditukar konsumen atas manfat karena
memiliki atau menggunakan produk.
b) Kualitas Pelayanan
Kualitas pelayanan merupakan suatu kemampuan untuk memenuhi kebutuhan
internal dan eksternal pelanggan secara konsisten sesuai prosedur. Dalam hal
ini penyedia jasa dituntut untuk berusaha mengerti apa yang diinginkan
7
pelanggan, sehingga mempunyai harapan untuk mendapatkan kualitas
pelayanan yang baik.
c) Kualitas Produk
Kualitas produk merupakan kemampuan suatu produk untuk melaksanakan
fungsinya, termasuk keawetan, kemudahan pemakaian dan diperbaiki, serta
atribut bernilai lainnya.
3. Manfaat Kepuasan Konsumen
Menurut Tjiptono (2001) kepuasan konsumen saat ini sangat penting, karena:
a) Daya Persuasif Word of Mouth (Gethok Tular) Gethok tular dari
pelanggan merupakan strategi untuk menarik pelanggan baru.
b) Reduksi Sensitivitas Harga Pelanggan yang merasa puas dan loyal
terhadap suatu perusahaan cenderung lebih jarang memerhatikan harga
untuk setiap pembelian individualnya. Dalam banyak kasus, kepuasan
pelanggan mengalihkan fokus pada harga, pelayanan, dan kualitas.
c) Kepuasan Pelanggan sebagai Indikator Kesuksesan Berbisnis di Masa
Depan. Pada Hakikatnya kepuasan pelanggan merupakan strategi jangka
panjang, karena dibutuhkan waktu yang cukup lama sebelum dapat
memperlihatkan reputasi atas layanan prima.
d) Manfaat Ekonomi Mempertahankan Pelanggan versus Menarik Pelanggan
Baru
4. Mengukur Kepuasan Konsumen
Setelah melakukan pembelian, konsumen akan mengalami tahap purna beli, dalam
tahap ini konsumen merasakan tingkat kepuasan atau tidak kepuasan tertentu yang
akan berpenagruh pada perilaku konsumen berikutnya. Jika konsumen merasa
puas maka akan memperlihatkan perilaku berikutnya yaitu dengan melakukan
pembelian ulang.
Menurut Kotler (2005) ada empat alat untuk melacak dan mengukur kepuasan
pelanggan, adalah sebagai berikut:
a) Sistem keluhan dan saran
b) Survey kepuasan pelanggan
c) Belanja siluman
d) Analisis pelanggan yang hilang
Menurut Tjiptono (2000) konsumen yang merasa tidak puas pun akan berinteraksi
dengan tindakan yang berbeda, ada yang mendiamkan saja dan ada pula yang
8
melakuakn komplain. Berkaitan dengan hal ini, ada tiga kategori tanggapan atau
complain terhadap ketidakpuasan, yaitu:
a) Voice response yaitu usaha menyampaikan keluhan secara langsung
dan/atau meminta ganti rugi kepada perusahaan yang bersangkutan,
maupun kepada distributornya.
b) Private response yaitu tindakan yang dilakukan antara lain memperingati
atau memberitahu kolega, teman, atau keluarganya mengenai
pengalamannya dengan produk atau perusahaan yang bersangkutan.
c) Third-party response yaitu tindakan yang dilakukan meliputi usaha
meminta ganti rugi secara hokum, mengadu lewat media massa, atau
secara langsung mendatangi lembaga konsumen, instasi hokum dan
sebagainya.
Terciptanya kepuasan konsumen adalah salah satu upaya dari perusahaan untuk
dapat terus bertahan dan memenangkan persaingan dalam pasar yang ada. Dengan
terciptanya kepuasan konsumen akan semakin mempererat hubungan antara
perusahaan dengan konsumen.
5. Pengertian Rumah Makan
Rumah makan adalah suatu tempat atau bangunan yang diorganisasikan secara
komersial yang menyelenggarakan pelayanan dengan baik kepada semua tamunya
baik berupa makanan atau minuman (Marsum, 2005). Dari definisi tersebut,
disimpulkan bahwa rumah makan merupakan tempat usaha yang melayani tamu
yang datang dengan ruang lingkup kegiatannya menyediakan makanan dan
minuman yang bersifat komersial. Restoran merupakan salah satu jenis usaha
dibidang jasa pangan yang bertempat disebagian atau seluruh bangunan yang
permanen, dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan untuk proses
pembuatan, penyimpanan, penyajian, dan penjualan makanan dan minuman untuk
umum. Pengusahaan restoran meliputi jasa pelayanan makan dan minum kepada
tamu restoran sebagai usaha pokok dan jasa hiburan didalam bangunan restoran
sebagai usaha penunjang yang tidak terpisahkan dari usaha pokok sesuai dengan
ketentuan dan persyaratan teknis yang ditetapkan. Pemimpin restoran adalah
seorang atau lebih yang sehari-hari mempimpin dan bertanggungjawab atas
penyelenggaraan usaha restoran tersebut, sedangkan bentuk usaha restoran ini
dapat berbentuk Perorangan atau Badan Usaha (PT, CV, Fa atau koperasi) yang
tunduk kepada hukum Indonesia.
9
2.2 Pengertian Umur
Umur atau usia adalah satuan waktu yang mengukur waktu keberadaan
suatu benda atau makhluk, baik yang hidup maupun yang mati. Semisal, umur
manusia dikatakan lima belas tahun diukur sejak dia lahir hingga waktu umur itu
dihitung. Oleh yang demikian, umur itu diukur dari tarikh ianya lahir sehingga
tarikh semasa(masa kini). Manakala usia pula diukur dari tarikh kejadian itu
bermula sehinggalah tarikh semasa(masa kini)
10
4. Masa remaja Akhir =17 - 25 tahun.
5. Masa dewasa Awal =26- 35 tahun.
6. Masa dewasa Akhir =36- 45 tahun.
7. Masa Lansia Awal = 46- 55 tahun.
8. Masa Lansia Akhir = 56 - 65 tahun.
9. Masa Manula = 65 - sampai atas
11
dapat dicapai dengan mengembangkan dan menyajikan bauran pemasaran yang
diarahkan pada pasar sasaran yang dipilih. Suatu pemasaran terdiri dari elemen
produk, promosi, distribusi dan harga.
12
2.5 PERAN BAURAN PEMASARAN TERHADAP PERILAKU PEMBELIAN
KONSUMEN
Pengambilan keputusan pembelian konsumen bukan proses tunggal.
Topologi keputusan pembelian konsumen didasarkan pada 2 dimensi yaitu
derajat pengambilan keputusan dan derajat keterlibatan dalam pembelian.
Ada penelitian yang menemukan bahwa orang yang lebih terlibat,
memberikan perhatian lebih pada iklan dan memperoses informasi produk
dalam iklan lebih ekstensif. Peneliti lainnya membedakan keterlibatan
menjadi dua tipe yaitu keterlibatan ego dan keterlibatan pembelian. Salah
satu peneliti lainnya memberikan kerangka pemikiran komprehensif akan
keterlibatan menurut tiga aliran penelitian dalam perilaku konsumen.
Strategi bauran pemasaran diteliti dapat mempnegaruhi perilaku pembelian
konsumen. Salah satu penelitian menyelidiki pengaruh komponen bauran
pemasaran pada resiko sebelum pembelian yang dapat diterima dari produk
inovatif. Pengaruh harga, garansi dan peningkatan kualitas merek juga
diperkirakan pada resiko sebelum pembelian yang dapat diterima pada 2
kelompok berbeda dari konsumen terakhir. Penelitian lain menunjukkan
bahwa evaluasi pasca pembelian konsumen adalah hasil dari proses
kompleks yang digerakkan pengaruh kombinasi kinerja fungsional produk
dan kemampuan produk untuk meningkatkan penggunaan.
13
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Z 1
n= P(1− )
e P
Keterangan:
n = ukuran sampel
P = jumlah populasi
14
e = sampling eror (10%)
Z = standar untuk kesalahan yang dipilih
Jumlah populasi dari penelitian ini tidak diketahui, maka harga P (1- P)
maksimal adalah 0,25, menggunakan confidence level 95% dengan tingkat
kesalahan tidak lebih dari 10%, maka banyaknya sampel adalah
1,96 1
n= 0,5(1− )
0,1 0,5
= 96,04
Maka dibulatkan menjadi 100 orang
4 Teknik Pengumpulan Data
Cara yang dilakukan oleh peneliti dalam teknik pengumpulan data, yaitu
sebagai berikut:
1. Kuesioner Menurut Sugiyono (2006) “kuesioner merupakan teknik
pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat
pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya”.
5 Instrumen Penelitian
Menurut Sugiyono (2006) “instrumen penelitian adalah suatu alat yang
digunakan mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati”. Instrumen
atau alat ukur dalam penelitian ini berupa angket yang berisi butir-butir
pertanyaan untuk diberi tanggapan oleh para subjek penelitian. Penyusunan
angket tersebut didasarkan pada konstruksi teoristik yang telah disusun
sebelumnya. Kemudian atas dasar teoristik tersebut dikembangkan ke dalam
indikator-indikator dan selanjutnya dikembangkan ke dalam butirbutir
pertanyaan dimana pemberian skornya menggunakan skala Likert. Penetapan
skor yang diberikan untuk mengukur Kepuasan Konsumen menggunakan
Skala Likert, sebagai berikut:
a) Skor 5 jika Sangat Puas
b) Skor 4 jika Puas
c) Skor 3 jika Kurang Puas
d) Skor 2 jika Tidak Puas
e) Skor 1 jika Sangat Tidak Puas
15
6 Analisis Data
Pengolahan data kepuasan konsumen dilakukan dengan menggunakan Microsoft Excel
2016. Berikut akan dijelaskan metode-metode analisis data yang digunakan dalam penelitian
ini :
a) Analisis deskriptif
Analisis deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa data dengan
cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul
sebagaimana adanya (Sugiono, 2010) . Penulis menggunakan analisis
deskriptif karena metode ini memudahkan penulis dalam menganalisa data.
Untuk menganalisis setiap Pernyataan atau indikator, hitung frekuensi
jawaban setiap kategori (pilihan jawaban) dan jumlahkan. Setelah
setiap indikator mempunyai jumlah, selanjutnya peneliti membuat
garis kontinum.
nilai makasimum−nilai minimum
NJI (Nilai Jenjang Interval) =
kategori permintaan
16
BAB IV
4.1 HASIL
1. Sejarah Singkat
Keberadaan rumah makan mulai dikenal sejak abad ke-9 di daerah Timur Tengah
sebelum muncul di Tiongkok. Dalam dunia Islam pada abad pertengahan, terdapat
"rumah makan di mana seorang dapat membeli seluruh jenis makanan yang
disediakan". Rumah makan seperti ini disebutkan oleh Al-Muqaddasih seorang
ahli geografi kelahiran tahun 945 Masehi yang tinggal di Timur tengah pada akhir
abad ke-10.
Rumah Makan Hikmah Estu cabang depan Universitas Palangka Raya adalah
rumah makan cabang yang mana rumah makan Induk berada di Jalan Yos Sudarso
berdekatan dengan Foodcourt yang berada di jalan Yos Sudarso 7. Rumah makan
ini memiliki cara penyajian makan dengan cara prasmanan, yang mana konsumen
dapat memilih sendiri menu dan mengambil sesuai dengan keinginannya sendiri.
2. Karakteristik Konsumen
Jenis Kelamin
perempuan
Laki-laki
46%
54%
17
Usia
2% 2%
8%
<25 tahun
16% 26-35 tahun
36-45 tahun
46-55 tahun
72% >55
Bagan 2 Usia
Pekerjaan
14%
Mahasiswa
Pegawai
PNS
28% 58%
Bagan 3 Pekerjaan
18
Suku
4% 4%
JAWA
DAYAK
12% BANJAR
42% BATAK
Lain-lain
38%
Bagan 4 Suku
19
70%
60%
50%
Sangat Tidak Puas
40% Tidak puas
Cukup Puas
30%
Puas
20% Sangat Puas
10%
0%
Persentase
20
80%
70%
60%
50% Sangat Tidak Puas
Tidak puas
40%
Cukup Puas
30% Puas
20% Sangat Puas
10%
0%
Persentase
21
50%
45%
40%
35%
Sangat Tidak Puas
30%
Tidak puas
25%
Cukup Puas
20%
Puas
15%
Sangat Puas
10%
5%
0%
Persentase
22
60%
50%
0%
Persentase
23
60%
50%
0%
Persentase
24
4.2 PEMBAHASAN
1. Krakteristik Konsumen
Dari 50 responden didominasi oleh laki-laki dengan persentasi 54% dan
perempuan hanya 46%. Golongan usia tertinggi yaitu usia <25 tahun sebesar 72%,
16% untuk usia 26-35 tahun, serta 8% untuk usia 36-45 tahun, dan 4% untuk usia
>46 tahun. Persentase tertinggi di pekerjaan dengan pekerjaan sebagai mahasiswa
dengan persentasi 50%, diikuti dengan pegawai/karyawan swasta sebesar 24%,
dan PNS sebesar 12%, IRT sebesar 6%, lalu wiraswata dan yang lain lain sebesar
8%. Untuk suku didominasi oleh suku jawa sebesar 42%, diikuti oleh suku dayak
sebanyak 38%, 12% adalah suku banjar, dan 4% suku batak dan 4% teakhir
adalah yang lain-lain.
Konsumen dengan jenis kelamin laki-laki lebih mendominasi bisa saja
dikarenakan karena faktor kesibukan bekerja atau karena lebih menginginkan
yang lebih praktis dari pada harus memasak sendiri. Golongan usia yang
mendominasi adalah usia <25 tahun serta dengan jenis pekerjaan sebagai
mahasiswa, kedua karakter tersebut mendominasi dikarenakan salah satunya
adalah lokasi rumah makan Hikmah yang berada di lingkungan Universitas
Palangka Raya, yang menjadikan sasaran utama konsumen adalah mahasiswa,
mahasiswa sendiri berusia <25 tahun, serta karena harga yang relatif cukup
murah, semua kalangan khususnya mahasiswa dan siswa sekolah akan
menyukainya. Suku atau etnis yang mendominasi adalah suku jawa.
25
2% merasa cukup puas, serta tidak ditemukan konsumen yang merasa tidak puas
atau pun sangat tidak puas.
Tingkat kepuasan pada elemen kualitas pelayanan memiliki rata-rata nilai dari
konsumen adalah 20,3 dari total skor 25, dengan persentase 81,2%. Pada elemen
ini pencapaian tertinggi sebesar 44% yaitu konsumen merasa cukup puas, diikuti
40% merasa puas, dan 16% merasa sangat puas. Tidak temukan konsumen tang
merasa tidak puas atau sangat tidak puas.
Rata-rata kepuasan konsumen elemen harga yaitu 16,8 dari total skor 20 dengan
persentase 84%. Didapatkan hasil konsumen yang merasa cukup puas sebesar
26%, puas 56% dan sangat puas 18%, dan tidak puas atau sangat tidak puas tidak
ditemukan.
Pada elemen emosional, nilai rata-rata sebesar 11,7 dari total skor 15 dengan
persentase 78%. Konsumen merasa cukup puas sebesar 56%, puas 28%, sangat
puas sebesar 16%, serta tidak ditemukan konsumen yang tidak puas atau sangat
tidak puas.
Dari hasil yang didapatkan bahwa sebagian besar konsumen merasa cukup puas,
puas, dan sangat puas. Namun pada persentase rata-rata nilai pada keseluruhan
memiliki nilai 81%, untuk produk 80,5%, kualitas pelayanan 81,2%, harga 84%,
dan emosional 78%. Nilai terendah didapatkan pada elemen emosional yaitu
sebesar 78%, lebih rendah dari persentase secara keseluruhan penilaian, dan yang
memiliki nilai tertinggi pada elemen harga yaitu 84% lebih tinggi dari nilai secara
keseluruhan. Untuk produk, kualitas pelayanan dan harga rata-rata konsumen
merasa sangat puas, ini diketahui dari rata-rata nilai yang didapat sebesar ≥80%,
sedangkan untuk emosional konsumen hanya merasa puas ditunujkan dengan
nilai rata-rata hanya 78%. Dari hasil tersebut maka, rata-rata konsumen
memberikan kesan puas pada pernyataan di kuesioner yang ada dielemen
emosional.
26
BAB V
KESIMPULAN & SARAN
3.1 KESIMPULAN
Dari hasil yang didapatkan dapat disimpulkan bahwa :
1. Karakteristik yang mendominasi adalah dengan jenis kelamin laki-laki. Usia
<25 tahun, dengan pekerjaan mahasiswa dan suku jawa.
2. Dari 50 responden, 60% responden merasa puas, dan tidak ditemukan
responden yang merasa tidak puas.
3. Rata-rata dari 50 responden menyatakan cukup puas sebesar 44% pada elemen
kualitas pelayanan.
4. Rata-rata dari 50 responden menyatakan puas sebesar 76% pada elemen
produk.
5. Rata-rata dari 50 responden menyatakan puas sebesar 56% pada elemen harga.
6. Rata-rata dari 50 responden menyatakan cukup puas sebesar 56% pada elemen
emosional.
3.2 SARAN
Agar lebih berhati-hati lagi dalam mengolah data, serta menganalisisnya.
27
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
28