Nama : Kadek Dika Pramana Putra
Nim : 119112530
Kelas : Manajemen C
Mata Kuliah : Financial Technology
Dosen Pengampu : Ketut Satya Haridyantha Mustika, S.E.,[Link]
Hari/tgl : Kamis,21 Januari 2021
1. Jelaskan secara singkat dan padat apa yang saudara pahami tentang fintech yang saat ini
semakin maju dan berkembang dengan pesat khususnya di Indonesia?
Menurut pemahaman saudara, apa yang dimaksud dengan financial technology?
Pemahaman tentang Fin-tech
- Menurut saya Financial technology/FinTech itu merupakan hasil gabungan antara
jasa keuangan dengan teknologi yang akhirnya mengubah model bisnis dari
konvensional menjadi moderat, yang awalnya dalam membayar harus bertatap-muka
dan membawa sejumlah uang kas, kini dapat melakukan transaksi jarak jauh dengan
melakukan metode pembayaran online dimana ,kapan saja yang bisa dilakukan dalam
hitungan detik [Link] Tech biasanya terjadi karena FinTech muncul seiring
perubahan gaya hidup masyarakat yang saat ini didominasi oleh pengguna teknologi
informasi tuntutan hidup yang serba cepat. Dengan FinTech, permasalahan dalam
transaksi jual-beli dan pembayaran seperti tidak sempat mencari barang ke tempat
perbelanjaan, ke bank/ATM untuk mentransfer dana, keengganan mengunjungi suatu
tempat karena pelayanan yang kurang menyenangkan dapat diminimalkan. Dengan
kata lain, FinTech membantu transaksi jual beli dan sistem pembayaran menjadi lebih
efisien dan ekonomis namun tetap efektif.
1 Bagaimana Pengawasan fin-tech dalam sisi aturan /legalitas serta seberapa luas ruang
lingkupnya?
- Pengawasan Fintech dalam sisi aturan/legalitas
Menurut saya secara aturan/legalitas itu Fintech diawasi oleh 2 otoritas keuangan
yaitu BI( Bank Indonesia) dan OJK yang mendukung penuh fint-tech,karena dapat
memberikan pengaruh positif bagi perekonomian secara makro. Secara hukum di
Indonesia terdapat sekitar 120 perusahaan Fin-tech di Indonesia yang masuk dalam
otoritas jasa keuangan (OJK) saat [Link] lingkupnya yang masuk dalam perencanaan
OJK dalam pembuatan aturan antara lain di bidang permodalan,model bisnis,aturan
perlindugan konsumen hingga manajemen risiko minimal.
Seberapa luas ruang lingkupnya?
- Menurut saya fin tech memiliki ruang lingkup yang sangat besar dan berpengaruh di
masyarakat khususnya bagi pembisnis karena fin tech diawasi oleh OJK dan Bank
Indosensia selain itu fintech itu membantu untuk bisa memudahkan kita dalam
bertransaksi secara tidak langsung(online),simple dan sangat praktis dan bisa
digunakan kapanpun dan dimanapun oleh pengguna finansial teknologi
2 Bagaimana memilih suatu fintech yang tepat dan aman?
Menurut saya cara memilih fintech yang aman itu dengan beberapa cara dan prosedur
seperti:
Pastikan Aplikasi Terdaftar di OJK
Cara memilih aplikasi pinjam uang online terpercaya yang pertama adalah kamu harus
memilih aplikasi pinjaman online yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Lebih Teliti Soal Persyaratan yang Diminta
Hal yang lebih penting lagi sebelum kamu memilih aplikasi pinjaman uang online
tersebut, kamu perlu membaca serta memahami persyaratan yang diminta oleh si
penyedia pinjaman. Mulai dari KTP, KK, NPWP, slip gaji, dan buku tabungan sangat
perlu kamu perhatikan.
Memiliki Sistem yang Transparan
Fintech terpercaya seharusnya memiliki sistem yang terbuka dengan kliennya. Maksud
dari terbuka ini adalah aplikasi pinjaman online tersebut wajib memberitahu dengan jelas
dan transparan di awal sebelum pinjaman disetujui terkait bunga, jatuh tempo, denda, dan
biaya tambahan lainnya.
Kemudahan untuk Cek Status Pinjaman
Tips memilih aplikasi fintech selanjutnya adalah kamu mendapat kemudahan untuk terus
mengecek status uang yang kamu pinjam di aplikasi tersebut. Di dalam aplikasinya
tentunya harus tersemat status pinjaman seperti total pinjaman, jumlah bunga, tanggal
jatuh tempo, dan berbagai informasi lainnya.
Customer Service yang Mudah Dihubungi
Selain itu, aplikasi fintech yang kamu pilih tadi juga wajib memiliki customer service
yang jelas dan mudah dihubungi 24/7. Meskipun proses peminjamannya dilakukan secara
online, namun berbagai informasi dasar seperti alamat kantor dan kontak customer
service yang dapat dihubungi, dan alamat email wajib tersedia di aplikasi.
Lihat Komentar dan Ulasannya
Cara memilih aplikasi pinjam uangonline yang paling terakhir adalah aplikasinya wajib
memiliki komentar serta ulasan yang baik di Google Playstore atau AppStore. Kalau
komentarnya bagus-bagus, bahkan sampai ada yang merekomendasikan dan memberikan
bintang 5, langsung install saja aplikasinya di ponsel kamu.
3 Menurut saudara,seberapa besar keperluan penggunaan fintech di Indonesia dalam masa
saat ini dan apa kelemahannya? Sejauh ini menurut saya keperluan penggunaan fintech di
Indonesia itu semakin tinggi karena sangat berguna dan efesien saat masa pandemic ini
dikarenakan orang lebih cenderung dirumah melakukan kegiatan bisnis dan
mempermudah transfer uang menggunakan teknologi [Link] itu bisa
menggunakan app untuk memesan barang/makanan secara online
- Menurut saya kelemahan fintech itu dari segi Infrastruktur , biaya yang sangat tinggi
serta penggunaannya wajib menunggakan teknologi seperti internet, kekurangan
fintech itu seperti:
Wajib terkoneksi internet
Hanya menjakau pembisnis yang menggunakan Internet
Rawan penipuan
Biaya tinggi
Cara untuk menangani masalah seperti ini menurut saya kita sebagai pembisnis
pengguna finansial teknologi harus bisa memanfaatkan infrastruktur dan menggunakan
internet sebaik mungkin guna untuk menghemat biaya menjadi lebih berkurang sedikit
untuk bisa mendapatkan pemasukan yang diinginkan dan sebagai pembisnis pengguna
fintech juga harus lebih teliti dan hati hati lagi karena masih ada oknum illegal yang
memanfaatkan fintech untuk mendapatkan keuntungan( rawan penipuan) serta kita harus
bekerja sama dan harus mendaftar ke OJK agar bisa mendapatkan penanggung jawaban.
9. Bagaimana peluang dan tantangan perkembangan Fin-tech di Indoensia pada saat ini?
- Menurut saya peluang perkembangan Fintech di Indonesia sekarang ini sangat
tinggi dan sering digunakan oleh perusahaan agar lebih maju dan modern dalam hal
bisnis seperti environment yang lebih kondusif, adopsi teknologi fintech yang lebih
cepat, kolaborasi dengan perusahaan mapan, peran regulator yang terbuka, dan
kebutuhan untuk digitization by incumbents dengan perbankan dan perusahaan
[Link] itu fintech bisa digunakan sebagai aktivitas untuk berbelanja secara
online.
- Tantangan perkembangan Fintech di Indonesia saat ini
Rendahnya inklusi keuangan di Indonesia. Berdasarkan data OJK, sebanyak 54
juta masyarakat Indonesia masih belum terjangkau layanan keuangan
konvensional salah satunya bank sehingga banyak masyarakat yang belum
memiliki akun bank. Meski begitu OJK menargetkan 75 persen masyarakat bisa
terinklusi pada 2020.
Ada gap (pembatas) yang besar dalam pendanaan kredit UMKM, rendahnya
literasi financial digital, dan rendahnya sumber daya untuk fintech dan startup
Rendahnya literasi financial digital ini cukup menjadi sorotan. Pasalnya,
pengguna internet di Indonesia mencapai 52,8 persen dan 34 persen memahami
channel digital. Namun, hanya 8,3 persen pengguna channel digital.
Rendahnya sumber daya manusia untuk fintech dan startup. Berdasarkan data
Bank Dunia, 60 persen responden setuju adanya kekurangan sumber daya dalam
fintech, dan 58 persen menemukan adanya sumber daya yang tidak cukup
memenuhi kriteria mereka.
Cara mengatasi tantangan fintech seperti : menerbitkan regulasi yang sesuai
dengan kebutuhan, mengembangkan kapasitas finansial, dan mengembangkan
industri finansial.