Panduan Pola Blus Wanita
Panduan Pola Blus Wanita
HANDOUT
Kompetensi Dasar : KD 3.6 Menganalisa prosedur pembuatan pola blus sesuai desain
Tujuan Pembelajaran
A. Pengertian Blus
Blus ialah busana luar wanita bagian atas, yang panjang umumnya sampai panggul
atau lebih pendek, baik dipakai dimasukkan ke dalam rok, sedangkan blus yang
panjangnya melewati batas panggul disebut tunik. Blus dikenakan untuk pasangan rok
atau celana (Arifah A Riyanto,2003:5). Menurut Suryawati,dkk blus merupakan pakaian
yang menutupi badan bagian atas sampai dibawah pinggang. Blus dapat dipakai diluar
atau didalam rok atau celana. Blus menurut Chodiyah,dkk merupakan pakaian bagian
atas, berlengan pendek atau panjang.
Berdasarkan pengertian blus dari beberapa sumber diatas dapat disimpulkan bahwa
blus adalah busana luar wanita bagian badan atas, blus dapat dipakai baik diluar maupun
didalam rok atau celana. Panjang blus umumnya sampai panggul dan dapat dilengkapi
dengan beberapa detail seperti lengan, kerah, kancing, saku, dan lain-lain.
B. Macam-macam jenis blus
Jenis blus berdasarkan cara pemakaiannya terbagi menjadi 2 yakni;
1. Blus Luar
Blus luar adalah blus yang dipakai diluar rok atau
celana
2. Blus Dalam
Blus dalam adalah blus yang pemakaiannya
dimasukkan kedalam rok atau celana. Umumnya blus
jenis ini mempunyai desain lurus sampai batas panggul.
Jenis blus berdasarkan bentuk dan desainnya antara lain sebagai berikut;
No Jenis Blus Contoh Gambar
1 Polo merupakan kemeja wanita yang
umumnya dipakai untuk berolahraga.
Pakaian atasan model ini terbuat dari bahan
kaos dengan garis leher bulat.
a. Lengan pasang (set in) yaitu lengan yang memiliki garis sambungan pada lubang
lengan. Contoh dari lengan pasang yaitu lengan bishop, lengan suai, dan lain-
lainnya.
b. Lengan Setali yaitu lengan yang tidak memiliki garis sambungan pada lubang
lengan melainkan menjadi satu bagian dengan badan. Contoh dari lengan setali
yaitu lengan raglan, lengan kimono, lengan dolman, dan lain-lain.
garis bahu.
Contoh
dari kerah
dari kerah
setengah
berdiri
yaitu kerah
shiller,
kerah eton,
dan bentuk
kerah
lainnya.
3 Kerah kemeja
adalah bentuk
kerah yang terdiri
dari dua bagian
lalu disambung
menjadi
satu, bagian
pertama disebut
kaki kerah yaitu
sebagai penegak
dan bagian kedua
disebut
daun kerah
sebagai kelepak
kerah.
4 Kerah tailor
adalah kerah
dengan desain
yang memanjang
ke bawah dengan
model yang
menyilang,
sehingga kerahnya
membentuk siluet
huruf V
5 Kerah shiller
adalah kerah yang
termasuk dalam
kerah rebah yang
dapat berdiri tanpa
penegak dan
apabila ditutup
menjadi kerah
tegak
6 Kerah selendang
atau shawl adalah
kerah dengan
lebar memanjang
yang membentuk
siluet huruf V.
Kerah 1 Kerah rebah
rebah adalah bentuk
adalah kerah yang
seluruh terletak datar atau
bagian pipih pada bagian
bentuk leher dan
kerah sejajar dengan
sejajar atau garis bahu, serta
jatuh pada tanpa
bahu. menggunakan
Contoh penegak.
dari kerah
2 Kerah kelasi
rebah yaitu
adalah kerah
kerah
bagian depan
bertha,
membentuk V dan
kerah cape,
memakai tiga ban
kerah
kecil pada
kelasi, dan
pinggiran kerah.
bentuk
Kerah ini disebut
kerah
juga dengan kerah
lainnya.
sailor.
3 Kerah bertha
adalah kerah yang
menyerupai kerah
cape, namun
biasanya kerah
bertha ini lebarnya
menutupi bahu
yang terbuat dari
bahan renda atau
bahan lainnya.
4 Kerah cape adalah
bentuk kerah yang
pada dasarnya
bagian yang
terpisah dari
pakaian,
kemudian
digunting
lingkaran atau
setengah
lingkaran.
5 Kerah revers
adalah kerah yang
berbentuk kelepak
dan berfungsi
sebagai bukaan
depan
6 Kerah collaret
adalah kerah ini
memiliki desain
kain lipit yang
melingkar pada
leher
G. Ukuran
Untuk memperoleh pola busana yang pas maka diperlukan ukuran bagian
tubuh model secara tepat dan akurat. Sebelum melakukan pengukuran, model yang
hendak diambil ukurannnya harus menggunakan peter ban yang diikatkan pada
bagian-bagian tertentu dalam tubuh, hal ini dimaksudkan agar ukuran yang diperoleh
akurat, selain itu atribut busana yang membuat tubuh bertambah besar sebaiknya di
tinggalkan. Pada pola blus ini dihasilkan dari mengubanh pola dasar yang sebelumnya
telah dibuat sehingga ukuran yang diperlukan dalam membuat pola blus antara lain:
1. Lingkar panggul
Diukur sekeliling badan bawah yang terbesar, diukur pas kemudian ditambah 4-6
cm.
2. Tinggi panggul
Diukur di bagian sisi secara vertikal dari garis pinggang sampai garis panggul
3. Panjang blus dari pinggang
Diukur di bagian sisi secara vertikal dari garis pinggang sampai pada panjang blus
yang diinginkan atau sesuai dengan desain
4. Panjang lengan
Diukur dari puncak lengan kebawah sampai panjang lengan yang diinginkan atau
sesuai desain
5. Lingkar lengan
Diukur pada sekeliling lengan sesuai dengan keinginan atau sesuai desain
a. Garis leher V
b. Kerah setengah tegak
c. Lengan puncak
d. Lubang kancing vertikal dengan di itik-itik
e. Termasuk blus luar
2. Ukuran
Lingkar Panggul = 92 cm
Tinggi panggul = 19 cm
Panjang blus (dari pinggang) = 25 cm
Keterangan
A-B ½ kerung leher = 26 cm
A-A1 5 cm
A1-A2 2 cm
A2-A3 5 cm
B-B1 7 cm
B1-B2 4 cm
A1-B Digaris menggunakan penggaris lengkung
A2-B Digaris menggunakan penggaris lengkung
A3-B2 Digaris menggunakan penggaris lengkung
Pola Lengan
Keterangan:
C dan C1 dikeluarkan 1 cm
D dan D1 dikeluarkan 1 cm
A-B Diberi tanda gunting
B-C dan B-D Diberi tanda gunting
4. Kemampuan membuat dan memeriksa pola dasar dan pola busana sesuai dengan
ukuran yang akan dibuat. Dalam pembuatan pola harus memperhatikan beberapa hal
antara lain :
a. Kemampuan dalam menentukan dan membuat bentuk pola yang baik. Dalam hal
ini meliputi kemampuan membentuk garis-garis pola, seperti garis pinggang, sisi
rok, dan lain sebagainya. Untuk mendapatkan garis pola yang luwes hendaknya
memiliki sikap cermat dan teliti dalam melakukan pengecekan ukuran.
b. Kemampuan dan ketelitian memberi tanda serta keterangan disetiap bagian pola,
misalnya tanda pola bagian muka dan belakang, tanda arah benang/serat kain,
tanda kerutan atau lipit, dan lain sebagainya.
c. Kemampuan dan ketelitian dalam memeriksa jumlah komponen pola. Dalam hal
ini meneliti komponen pola yang meliputi : bentuk pola, pemberian kelebihan
jahitan pada setiap sisi pola, tanda-tanda pola, dan pemberian kode masing-
masing pola
Kelas :
Soal Tertulis
Nama Sekolah : SMK Negeri 6 Yogyakarta
Bidang Keahlian : Pariwisata
Kompetensi Keahlian : Tata Busana
Mata Pelajaran : Pembuatan Pola
Durasi (Waktu) : 45 menit
Materi Pokok : Menganalisa prosedur pembuatan pola blus
Petunjuk:
Berdoalah sebelum mengerjakan!
Kerjakan soal dibawah ini dengan baik dan benar!
Kerjakan pada selembar kertas dan ditulis tangan!
Soal pilihan ganda langsung ditulis jawaban A, B, C, D, E
Soal Esay ditulis ulang!
Soal dikerjakan secara urut!
Soal dikerjakan secara mandiri!
Pilihan Ganda
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dari 5 opsi
1. Blus yang memiliki garis hias vertikal yang melewati bagian dada sampai tengah bahu
atau tengah lengan disebut...
A. Empire
B. Princess
C. Yoke
D. Middy
E. Polo
2. Jenis blus yang mirip dengan pakaian kelasi yang memiliki model kerah lebar seperti
kerah kelasi seperti pada gambar disamping disebut...
A. Empire
B. Princess
C. Yoke
D. Middy
E. Polo
3. Lengan termasuk dalam bagian blus, jenis lengan pendek yang terdapat kerutan pada
bagian bahu dan lengan bawah seperti gambar disamping disebut...
A. Lengan Puncak
B. Lengan Bishop
C. Lengan Puff
D. Lengan Peasant
E. Lengan Tulip
4. Lengan termasuk dalam bagian blus, pola lengan disamping digunakan untuk pembuatan
lengan jenis...
A. Lengan Puncak
B. Lengan Bishop
C. Lengan Puff
D. Lengan Peasant
E. Lengan Tulip
5. Bentuk kerah yang terletak datar atau pipih pada bagian leher dan sejajar dengan garis
bahu, serta tanpa menggunakan penegak disebut...
A. Kerah Rebah
B. Kerah Shanghai
C. Kerah Setengah tegak
D. Kerah Shiller
E. Kerah Turtle
9. Berikut ini alat dan bahan yang digunakan untuk pembuatan pola blus, kecuali...
A. Pensil 2b, penggaris pola, costume book
B. Pensil 2b, kertas dorslagh, costume book
C. Pensil 2b, pensil merah biru, kertas dorslagh
D. Pensil merah biru, skala, penggaris pola
E. Pensil merah biru, jarum mesin, skala
10. Perhatikan desain blus disamping! Berikut ini analisis bagian-bagian blus yang tepat
adalah...
A. Kerah shiller, lengan licin, garis hias princess, blus dalam
B. Kerah shiller, lengan puff, garis hias empire, blus luar
C. Kerah selendang, lengan licin, garis hias princess, blus
luar
D. Kerah selendang, lengan puff, garis hias empire, blus luar
E. Kerah selendang, lengan licin, garis hias princess, blus
dalam
Perhatikan pola blus dibawah ini untuk menjawab pertanyaan no. 11, 12, dan 13
11. Apabila ukuran lingkar panggul adalah 92 cm, maka ukuran garis B-D adalah...
A. 22 cm
B. 23 cm
C. 24 cm
D. 25 cm
E. 26 cm
12. Pada pola blus diatas bagian sisi masing-masing ditambah 1 cm, maka jumlah
penambahan lingkar badannya adalah...
A. 2 cm
B. 4 cm
C. 6 cm
D. 8 cm
E. 10 cm
13. Untuk membuat pola kerah seperti desain disamping, garis yang harus diukur untuk
mendapatkan ukuran setengah lingkar leher pada pola diatas adalah...
A. T – S + F – G
B. T – S1 + F – G1
C. T – S1 + F1 – G1
D. T – S1 + F1 – G2
E. T – S2 + F1 – G2
14. Perhatikan desain lengan disamping, pecah pola yang digunakan untuk pembuatan lengan
disamping adalah...
A.
B.
C.
D.
E.
15. Kemampuan dalam kriteria mutu pembuatan pola yang harus didukung oleh kecermatan
dan ketelitian dalam menentukan posisi titik dan garis tubuh, serta menganalisa posisi
titik dan garis tubuh si pemakai, adalah...
A. Kemampuan memahami gambar/desain busana.
B. Ketepatan dalam mengambil ukuran tubuh si pemakai
C. Kemampuan dalam menggunakan alat dan bahan dengan baik dan benar
D. Kemampuan membuat dan memeriksa pola dasar dan pola busana sesuai dengan
ukuran yang akan dibuat.
E. Kemampuan dalam menentukan dan membuat bentuk pola yang baik
Esay
1. Jelaskan pengertian blus dan sebutkan jenis blus berdasarkan cara pemakaiannya! (5)
2. Perhatikan desain blus dibawah ini! Sebutkan bagian-bagian blus yang telah diberi
tanda!(5)
B
A
3. Dalam pembuatan pola blus, mengapa pada masing-masing sisi ditambah ukurannya 1
cm? Jelaskan! (5)